cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. tulungagung,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan
Published by STKIP PGRI Tulungagung
ISSN : 24770523     EISSN : 26139820     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan, e-issn; 2613-9820, issn cetak; 2477-0523 mengundang para ilmuwan untuk mempublikasikan karya ilmiah berupa penelitian atau makalah yang dibuat dalam bentuk artikel berkaitan dengan isu-isu politik, sosial, hukum, kebudayaan dan perekonomian warga negara berdasarkan pancasila. Kewarganegaraan diperlakukan sebagai konsep strategis dalam analisis Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan dan Perwakilan, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan diterbitkan setiap bulan April dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 184 Documents
PEMBENTUKAN KARAKTER NILAI SOSIAL SISWA MELALUI PROGRAM KEGIATAN LIVE IN ATAU OUTDOOR ACTIVITIES Khatarina Yogesti Veny
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v5i1.1046

Abstract

In the midst of the development of this technological and digital era, the impact of changes in student character has changed to a negative direction. It is seen from the character of the students' social values in the school environment and the people who tend to be apathetic. This made the Junior High School of Saint Mary try the latest breakthrough by forming a Live In / Outdoor Activities program, which was felt to be able to overcome all existing problems. The problem in this study is "How is the character formation of students' social values through the Live In / Outdoor Activities program at the Junior High School of Saint Mary ?". Thus the results of this study can be concluded that the formation of the Character of the Social Value of Class VIII Students through the Live In / Outdoor Activities Program at the Junior High School of Saint Mary. The method used in this study is descriptive qualitative. Data collection techniques include; observation, interview, and documentation. Thus the results of this study concluded that with the formation of social value characters through the Live In activity program, bring changes in behavior and have been seen in their lives in the school environment and society. This is evidenced by their participation and sensitivity to something that is happening and that they even experience in their environment.
Peran Guru Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan Dalam Membentuk Sikap Dan Kepribadian Peserta Didik Uswatun Hasanah
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/a

Abstract

Along with the times, individual attitudes and personalities have changed, there have been many juvenile delinquencies at school and outside of school. Teachers are educators who become figures, role models, and identification for their students. Teachers also have the main task of educating, teaching, guiding, directing, training, assessing, and evaluating students in formal education, basic education, and secondary education. The teacher's direction becomes a guide for the activities of the students. A teacher not only teaches, but also educates and trains students in order to achieve the expected learning goals. This study aims to determine the role of Pancasila and civic education teachers in shaping the attitudes and personalities of students at SMP Negeri 9. This study used a qualitative descriptive research method. The results of this study indicate that the role of teachers in shaping the attitudes and personalities of students is very important. The role of teachers in shaping the attitudes and personalities of students can be by forming students so that they have a love for the country, have a strong sense of nationality, foster mutual respect and respect for fellow humans in school life and in society, always obey the rules apply, and shape students to recognize that Indonesia is a pluralistic country consisting of various religions, races, ethnicities, languages and cultures
INTEGRASI NILAI-NILAI PANCASILA DALAM PENDIDIKAN KARAKTER DAN BUDAYA BANGSA YANG BERBASIS PADA LINGKUNGAN SEKOLAH Muhamad Abdul Roziq Asrori
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/ppkn.v2i1.334

Abstract

Dampak dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi bisa positif dan negatif, dampak negatif adalah adanya hidup dan kehidupan perilaku manusia yang menyimpang dari norma-norma agama, hukum, moral dan kesusilaan. Dalam konteks negara bangsa dan hegemoni kekuasaan negara akan sulit untuk berubah, tetapi dapat terjadi karena efek dari polarisasi di bidang hukum, politik, ekonomi, sosial budaya yang di seluruh dunia. Untuk visi masa depan bangsa yang berdaulat dan misi harus dirumuskan sedemikian rupa sehingga arah pembangunan, khususnya generasi muda lebih efektif dan arah yang jelas. Sebagai visi pembangunan nasional dari 2005-2025 adalah Indonesia yang mandiri, maju, adil dan makmur. Pada dasarnya, education adalah proses sistematis untuk meningkatkan martabat manusia di holisitk, dengan kemampuan untuk develop afektif, kognitif, dan psikomotorik secara optimal. Pembangunan pendidikan nasional di sinergi dan linearitas diarahkan membangun, memelihara, mengembangkan karakter dan wawasan kebangsaan, persatuan nasional, solidaritas nasional, dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pendidikan karakter adalah usaha sadar untuk mendidik peserta didik untuk membuat keputusan by self dan memperhatikan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mereka dapat memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan. Dalam pendidikan karakter ditentukan oleh tiga hal: mengetahui, perasaan moral yang moral, dan perilaku moral. Dengan tujuan untuk membangun bangsa yang kuat, kompetitif, moral, berbudi, akhlak mulia baik, toleransi, bekerja sama, semangat patriotik, berkembang dinamis, ilmu pengetahuan dan teknologi yang berorientasi dengan iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan Pancasila. Melalui acculturation dan pendidikan pemberdayaan karakter bangsa dapat ditanamkan, disosialisasikan, ke dalam jiwa dan kepribadian siswa sehingga mereka dapat menumbuhkan nilai-nilai Pancasila dengan menekankan pendidikan sekolah, budaya dan komunitas masyarakat dengan kognitif, afektif, psikomotor, sosial.
Upaya Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar PKn Melalui Metode Cooperative Learning Dengan Teknik Dua Tinggal Dua Tamu Pada Siswa Kelas IV-B SDN Pucang I Tahun Pelajaran 2016/2017 Muji Sancoyo
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v4i2.1002

Abstract

Metode Cooperative Learning adalah pendekatan pembelaajran yang berfokus pada penggunaan kelompok kecil siswa untuk bekerjasama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan belajar. Struktur Dua Tinggal Dua Tamu memberi kesempatan kepada kelompok untuk membagikan hasil dan informasi dengan kelompok lain. Tujaun penelitiann ini adalah untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar PKn melalui penerapan metode Cooperative Learning dengan  teknik Dua Tinggal Dua Tamu pada siswa kelas IV-B  SDN Pucang I  Kecamatan Sidoarjo  Kabupaten Sidoarj . Penelitian dilakukan pada semester II tahun pelajaran 2016/2017  yaitu pada bulan Januari – Juni 2017  di SDN Pucang I  Kecamatan Sidoarjo  Kabupaten Sidoarjo  dengan subjek siswa kelas IV-B  sejumlah 38 siswa terdiri dari 21 laki-laki dan 17 perempuan. Penelitian ini terdiri dari dua siklus dengan masing-masing siklus meliputi : perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian dengan menggunakan metode Cooperative Learning dengan teknik Dua Tinggal Dua Tamu dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar mata pelajaran PKn pada siswa kelas IV-B  SDN Pucang I Kecamatan Sidoarjo Kabupaten Sidoarjo tahun pelajaran 2016/2017. Hal ini dapat dibuktikan pada masing-masing siklus., yaitu peningkatan nilai hasil belajar siswa pada post tes pada kategori sangat baik dan baik 18,4% pada siklus I dan pada siklus II menjadi 31,6% berarti ada peningkatan sebesar 13,2%. Demikian pula ketuntasan klasikal mengalami peningkatan dari 84,2% pada siklus I menjadi 92,1% pada siklus II. Ini berarti ada peningkatan sebesar 7,9%.
Faktor Determinan Pengembangan Karakter Peduli Lingkungan Berbasis Sekolah Inklusi abdul basit
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/a

Abstract

This research aims to picture the determinant factors of Environmental Awareness Character through Adiwiyata program. The program belongs to a priority program implemented by SMK Negeri 3 Probolinggo. The program itself has purpose to improve the school quality and in line with the realization towards an adiwiyata independent goal. The research is carried using qualitative approach where data is collected through structural in depth interview, observation and documentation. The key informants involved group of pupils where disabilities student and regular students are grouped. The research findings include the key determinant is observed within a relatively low interaction between teachers and students at school. This is caused by online learning carried and implemented during the pandemic. However, school has implemented a policy to allow students to carry a practices to improve their capabilities to meet industrial need. Students are allowed to attend class in group of 8 pupils based on vocation by complying health protocol to prevent the virus outbreak. Covid-19 has caused unprecedented impact to pupils where students are urged to record their learning in a video. This is needed to ensure pupils follow environmental awareness during their learn from home. Thus, activities repeated from home would create a custom among students with disabilities and regular students to maintain the environmental awareness in order to realize the green living that would impact to the rest of the community, individual character, neighborhood, and society.
Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar PPKn Melalui Penerapan Model Pembelajaran Snowball Throwing Pada Kompetensi Dasar Menganalisis Dinamika Peran Indonesia Dalam Perdamaian Dunia Di Kelas XI MIPA-1 SMA Negeri 1 Boyolangu Endro Santoso
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v4i1.993

Abstract

Tujuan penelitian  ini adalah meningkatkan aktivitas dan hasil/prestasi belajar siswa. Penelitian tindakan kelas dilaksanakan di SMA Negeri 1 Boyolangu Kabupaten Tulungagung di kelas XI MIPA-1 Tahun Pelajaran 2017-2018. Dilaksanakan dalam kurun waktu lebih kurang 3 (tiga) bulan mulai Januari 2018 sampai dengan pertengahan Maret 2018.  Subyek penelitianya adalah guru dan  siswa sejumlah 44 siswa terdiri  dari 17 siswa laki-laki dan 27 siswa perempuan. Selama proses pembelajaran berlangsung aktivitas siswa cukup baik/tinggi.  Peningkatan aktivitas siswa selama proses pembelajaran tersebut diikuti dengan peningkatan hasil/prestasi belajar siswa. Dengan kriteria ketuntasan minimal (KKM) = 70 data awal sebelum  dilaksanakan pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran snowball throwing  menunjukkan bahwa prestasi rata-rata siswa 74,17. Dari 44 siswa kelas XI MIPA-1 SMA Negeri 1 Boyolangu sebanyak 32 (72,73%) siswa tuntas dan  12 (27,27%)  harus mengikuti remidi. Prestasi yang dicapai siswa pada evaluasi siklus I diperoleh data  sebanyak 36 siswa = 81,82 % siswa tuntas dan  8 siswa = 18,18 % belum tuntas (remidi) dengan rata-rata nilai siswa 78,27.  Pada siklus II sebanyak 41 siswa = 93,18 % tuntas , dan yang belum tuntas (remidi)  sebanyak 3 orang = 6,81 %,dengan rata-rata nilai siswa 80,57. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran snowball throwing dalam pembelajaran Pendidikan  Pancasila dan Kewarganegaraan di kelas XI MIPA-1 SMA Negeri 1 Boyolangu Tahun pelajaran 2017-2018 dapat meningkatkan aktivitas  dan  hasil/prestasi belajar siswa pada kompetensi dasar menganalisis dinamika peran Indonesia dalam perdamaian dunia
Upaya Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan (PPKn) Melalui Pembelajaran Berbasis Masalah Di Kelas XII MIPA-1 SMAN 1 Boyolangu Tahun Pelajaran 2019-2020 endro santoso
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v6i1.1444

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning)  mampu meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Dilaksanakan di SMA Negeri 1 Boyolangu kabupaten Tulungagung di  kelas  XII MIPA-1 semester I tahun pelajaran 2019-2020. Subyek penelitiannya adalah guru mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dan siswa  sejumlah 36 orang  dengan kompetensi  dasar mengevaluasi praktik perlindungan dan penegakan hukum untuk menjamin keadilan dan kedamaian. Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah meningkatkan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran sehingga diharapkan mampu meningkatkan hasil belajarnya. Dilaksanakan dalam kurun waktu lebih kurang 3 (tiga) bulan mulai bulan Agustus 2019 sampai dengan bulan Oktober 2019 yang terbagi dalam 2 (dua) siklus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan tes hasil belajar (penilaian harian) mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dalam bentuk pilihan ganda dan uraian. Untuk mengetahui ketepatan dan kesahihan instrumen dilakukan uji validitas content. Analisis data berupa deskriptif komparatif dengan membandingkan proses belajar dan hasil belajar pada kondisi awal, siklus I dan Siklus II. Berdasarkan penelitian ini penerapan model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) pada kompetensi dasar mengevaluasi praktik perlindungan dan penegakan hukum untuk menjamin keadilan dan kedamaian  telah menunjukkan proses dan hasil belajar yang meningkat, yaitu : (1) Dari perbandingan kondisi awal, siklus I dan siklus II diperoleh fakta adanya peningkatan aktivitas siswa dari kondisi awal sebanyak 18 siswa aktif atau 50,00 %, siklus I sebanyak 30 siswa aktif atau 83,33 %, dan pada siklus II meningkat menjadi 34 siswa aktif atau 87,18 % ;  (2) Dari pengamatan terhadap hasil belajar pada kondisi awal, siklus I dan siklus II, diperoleh fakta adanya peningkatan rata-rata hasil belajar. Pada kondisi awal rata-rata nilai hasil belajar mencapai 76.50, dan pada siklus I mencapai 81,10 sedangkan pada siklus II mencapai 86,70 ; (3) Dari pengamatan terhadap jumlah siswa yang tuntas dengan KKM 75 pada kondisi awal, siklus I dan siklus II, diperoleh fakta adanya peningkatan jumlah siswa yang tuntas. Pada kondisi awal dari keseluruhan jumlah siswa 36 orang,  yang tuntas 25 siswa atau sekitar 64,10 %, pada siklus I siswa yang tuntas mencapai 31 orang atau sekitar 86,11 %  dan meningkat pada siklus II mencapai 34 orang atau 94,44 % siswa. Sebagai simpulan penerapan model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) pada kompetensi dasar mengevaluasi praktik perlindungan dan penegakan hukum untuk menjamin keadilan dan kedamaian  di kelas  XII MIPA-1 SMA Negeri 1 Boyolangu tahun pelajaran 2019-2020 dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Untuk itu disarankan model pembelajaran  ini dapat diterapkan dalam pembelajaran pada kompetensi dasar yang lain. Kata Kunci : Hasil belajar PPKn, model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning).
Sinergi Antara Lembaga Pendidikan dan Lembaga Keluarga Untuk Mencegah Terjadinya Kenakalan Remaja di Desa Bago Kecamatan Tulungagung Kabupaten Tulungagung Kristin Ari Murti
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v1i1.1038

Abstract

Murti, Kristin Ari. 2014. Sinergi antara Lembaga Pendidikan dan Lembaga Keluarga untuk Mencegah Terjadinya Kenakalan Remaja di Desa Bago. Kata Kunci : Sinergi, Pencegahan Kenakalan Remaja, Lembaga Keluarga, Lembaga Sekolah Kenakalan remaja menunjuk pada suatu bentuk perilaku remaja yang tidak sesuai dengan norma-norma yang hidup di dalam masyarakatnya. Ada beberapa faktor lain yang dapat mendorong anak-anak remaja menjadi nakal dan kurang bertanggung jawab, diantaranya yang  paling  dominan  adalah  faktor  lingkungan  keluarga. Tujuan dari Penelitian ini adalah : 1.) Mendeskripsikan upaya yang dilakukan lembaga keluarga untuk mencegah kenakalan remaja, 2.) Mendeskripsikan upaya yang dilakukan lembaga sekolah untuk mencegah kenakaln remaja, 3.) Mendeskripsikan sinergi lembaga keluarga dan lembaga sekolah untuk mencegah kenakalan remaja.Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yaitu penelitian yang  berfokus pada pengalaman, interpretasi serta makna hidup seseorang yang mengalaminya. Penelitian dilakukan di Lingkungan RT 02 RW 03, RT 01 RW 01 Desa Bago. Alasan pemilihan lokasi tersebut karena di lingkungan tersebut subyek penelitian tinggal. SMK SORE Tulungagung. Sekolah merupakan tempat kedua yang paling dekat dengan subyek. Dalam mengumpulkan atau memperoleh data, peneliti menggunakan metode observasi dan wawancara.Hasil wawancara dan observasi adalah upaya yang dilakukan oleh lembaga keluarga diantaranya adalah : 1.) Melakukan kontrol dalam pergaulan. Kontrol yang baik terjadi ketika orang tua dan anak memiliki komunikasi yang baik. 2.) Orang tua mencarikan kesibukan anak. 3.) Memberikan dukungan positif kepada anak.Upaya yang dilakukan lembaga sekolah dalam mencegah kenakalan remaja adalah :1.)Menghimbau pada siswa untuk mengikuti ekstrakulikuler.2.) Pelaksanaan program-program BK. Program yang dilalankan seperti adanya program pembentukan karakter. 3.)Sinergi lembaga sekolah dan lembaga keluarga dalam mencegah kenakalan remaja adalah sebagai berikut: 1.) Diadakan home visit bagi siswa yang sering tidak masuk atau melakukan kenakalan remaja terlalu sering maka pihak wali kelas dan guru BK akan melakukan home visit atau kunjungan ke rumah siswa tersebut. 2.) menjalin komunikasi yang baik antara guru wali kelas dan wali murid. Komunikasi antara kedua pihak tersebut sangat penting, karena dnegan terjalinnya komunikasi yang baik bisa menjadi sarana pengontrol perilaku siswa dan di sekolah. Penelitian selanjutnya diharapkan melanjutkan penelitian tentang kenakalan remaja dengan metode dan variabel yang berbeda.
Keteladanan Guru Dalam Membentuk Jiwa Nasionalsisme Pada Siswa Di Smk Sore Tulungagung Fanny Prawira Tubagus Sucipto
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v3i1.984

Abstract

Tujuan dari penelitian ini ntuk mengetahui bentuk model keteladanan dalam membentuk jiwa nasionalisme siswa di SMK PGRI 1 Tulungagung, untuk mengetahui pelaksanaan penanaman nilai nasionalisme yang dilakukan guru di  SMK PGRI 1 Tulungagung, untuk mengetahui  guru dalam mengatasi kendala-kendala dalam membentuk  jiwa nasionalisme di SMK PGRI 1 Tulungagung. Keteladanan guru dalam membentuk jiwa nasionalisme merupakan usaha guru dalam memberikan pemahaman kepada siswa terkait rasa cinta terhadap tanah air. Guru menanamkan pemahaman tentang jiwa nasionalisme agar siswa dapat memahami makna dari jiwa nasionalisme. Dengan memahaminya, siswa dapat mengerti akan pentingnya jiwa nasionalisme saat ini. Dikarenakan di jaman sekarang siswa dan masyarakat kurang peka terhadap pentingnya nilai nilai nasionalisme.  Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “bagaimana peran guru dalam meningkatkan jiwa nasionalisme bagi siswa SMK PGRI 1 Tulungagung pada tahun ajaran 2016-2017”. Metode yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif. Secara umum dapat disimpulkan bahwa keteladanan guru dalam membentuk jiwa nasionalisme pada siswa di SMK PGRI 1 Tulungagung tahun ajaran 2016-2017  adalah baik, atau dengan kata lain bahwa guru telah mengaplikasikan sikap keteladanannya dengan baik dalam meningkatkan jiwa nasionalisme pada siswa SMK PGRI 1 Tulungagung tahun ajaran 2016-2017
Strategi Penanaman Nilai-Nilai Persatuan dan Kesatuan Pada Siswa Aulia Dyah Yurisdika
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v5i2.1235

Abstract

The purpose of this research is to describe the strategy of PPKn teachers in instilling unity and unitary values to students, describing how the teacher of PPKn in implementation strategies in instilling unity and unitary values to students, and described the outcome of implementing strategy conducted by PPKn teachers in instilling unity and unitary values to students. The method used in this research is a qualitative method of description. Data collection is done by interview, observation, and documentation research. The interview was conducted to PPKn teachers and students of grade VIII-1 SMP Negeri 63 Jakarta. As well as with two key informant that is curriculum and the principal of SMP Negeri 63 Jakarta. The results of the research showed the strategy of PPKn teachers in instilling unity and unitary, is the strategy used by PPKn teachers in instilling the values of unity and unitary in students is expository strategy and Discovery inquiry. The PPKn teacher's strategy has been well implemented and there are changes student behaviour in class VIII. Keywords:  strategy, Instilling, Unity and Unitary Values