cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. tulungagung,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan
Published by STKIP PGRI Tulungagung
ISSN : 24770523     EISSN : 26139820     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan, e-issn; 2613-9820, issn cetak; 2477-0523 mengundang para ilmuwan untuk mempublikasikan karya ilmiah berupa penelitian atau makalah yang dibuat dalam bentuk artikel berkaitan dengan isu-isu politik, sosial, hukum, kebudayaan dan perekonomian warga negara berdasarkan pancasila. Kewarganegaraan diperlakukan sebagai konsep strategis dalam analisis Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan dan Perwakilan, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan diterbitkan setiap bulan April dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 184 Documents
PENDIDIKAN DI INDONESIA DALAM HUMAN DEVELOPMENT INDEX (HDI) Yuliani Yuliani
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/ppkn.v2i2.342

Abstract

Human Development Index (HDI) merupakan ukuran ringkasan untuk menilai kemajuan jangka panjang dalam tiga dimensi dasar pembangunan manusia, antara lain harapan hidup dan kesehatan, akses terhadap pengetahuan atau pendidikan dan standar hidup yang layak. Dengan informasi angka dan peringkat HDI (Human Development Index) dapat diperoleh gambaran keadaan kesejahteraan masyarakat yang diukur diukur dari beberapa aspek, yaitu: 1) Life expectancy at birth (harapan hidup saat lahir) aspek ini digunakan sebagai tolok ukur kualitas kesehatan; 2) Expected years of schooling (Harapan Lama Sekolah) aspek ini sebagai tolok ukur pendidikan; 3) Mean years of schooling (Rerata Partisipasi Sekolah) aspek ini sebagai tolok ukur pemerataan pendidikan; dan 4) Gross National Income (Pendapatan Nasional Bruto) aspek ini jelas mengukur tentang taraf ekonomi masyarakat. Human Development Index (HDI) dapat mencerminkan bagaimana posisi sebuah negara dengan negara lain dalam tingkat kesejahteraan masyarakat yaitu pembangunan manusianya termasuk di dalamnya pembangunan di bidang pendidikan. Nilai Human Development Index (HDI) Indonesia 2014 adalah 0.684_yang menempatkan pembangunan manusia Indonesia pada posisi 110 dari 188 negara di dunia. Antara tahun 1980 dan 2014, nilai Human Development Index (HDI) Indonesia meningkat 0,474-0,684, meningkat 44,3% atau peningkatan tahunan rata-rata sekitar 1,08%
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Wahyu Bagja Sulfemi
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v5i1.1021

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilaksanakan dalam dua siklus pada peserta didik peserta didik  kelas III SD Negeri Beji Timur 3 Kota Depok  sebanyak 32 orang, terdiri dari 23 Laki-laki dan 9 orang perempuan Mata Pelajaran pelajaran PKn materi Pengamalan Nilai Sumpah Pemuda. PTK ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi, minat, dan hasil Belajar PKn. Hasil kegiatan pembelajaran Prasiklus dengan KKM 70 diperoleh rata-rata 63,00. Peserta didik yang tuntas dalam belajar hanya berjumlah 14 (44%) dan dapat menjawab 9 (23%) peserta didik. Pada Siklus 1 diperoleh rata rata 6859, tuntas 15 (47%) dan tidak tuntas 17 (53%). Hasil pembelajaran pada pengamatan guru hanya 20 peserta didik yang dapat menjawab benar yaitu 63%, sedangkan yang tidak dapat menjawab 12 peserta didik yaitu 37%. Pada siklus 2 nilai rata-rata kelas sebesar 2666.Pesertadidik yang tuntas dalam pembelajaran sebanyak 29 (91%) dan hasil pengamatan yang dapat menjawab sebanyak 32 (100%) peserta didik. Penggunaan model pembelajaran Discovery Learning memberikan pengalaman nyata, berfikir tingkat tinggi, berpusat pada peserta didik, kritis dan kreatif, pengetahuan bermakna dalam kehidupan, dekat dengan kehidupan nyata, adanya perubahan prilaku, pengetahuan. Selain itu hasil belajar peserta didik dapat meningkat
Internalisasi Karakter Jujur Pada MKWU Pendidikan Kewarganegaraan di Tengah Pandemi Covid-19 Dadi Mulyadi Nugraha; Supriyono Supriyono; Abih Gumelar
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/a

Abstract

Permasalahan utama dalam penelitian ini yaitu banyaknya kasus korupsi, kolusi dan nepotisme yang terjadi di Negara Indonesia, serta para terjadinya dekadensi moral yang terjadi pada kalangan generasi muda dan ditambah situasi pandemi Covid-19. Situasi pandemi Covid-19 menyebabkan pembelajaran secara daring dan menjadi tantangan dalam Pendidikan karakter jujur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif dengan melakukan wawancara secara virtual kepada mahasiswa yang mengontrak MKWU Pendidikan Kewarganegaraan. Hasil dari penelitian ini yaitu kegiatan internalisasi karakter jujur pada MKWU Pendidikan Kewarganegaraan bisa dilaksanakan dengan baik menggunakan blanded learning dan kendala yang dihadapi yaitu mahasiswa merasa bosen dalam mengikuti pembelajaran daring.
PENGGUNAAN MODEL BELAJAR MURDER UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN PKn KERJA SAMA NEGARA ASIA TENGGARA SISWA KELAS IX UPTD SMAN 1 KEDUNGWARU SEMESTER II TAHUN 2014/2015 Andreas Andrie Djatmiko
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/ppkn.v2i1.329

Abstract

Mata pelajaran PKn mempunyai tujuan untuk menghadapi hubungan antara manusia yang semakin lama semakin kompleks dan intensif, akibatnya segala aspek yang menyangkut kehidupan manusia akan mengalami perkembangan dan pertumbuhan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk: (1) Mengetahui peningkatan pemahaman Pkn kerja sama negara Asia Tenggara siswa setelah diterapkannya model belajar murder pada Siswa Kelas IX UPTD SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung; (2) mengetahui pengaruh metode pembelajaran metode pembelajaran penemuan terbimbing bagi prestasi belajar siswa. Sedangkan hipotesis dalam penelitian ini jika model belajar murder diterapkan dalam proses pembelajaran maka pemahaman pkn kerja sama negara Asia Tenggara Siswa Kelas IX UPTD SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung akan meningkat. Beberapa Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, angket, wawancara dan tes. Observasi untuk mengetahui aktivitas guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran. Wawancara untuk mengetahui pengetahuan peran siswa serta untuk mengetahui interaksi siswa dan guru selama pembelajaran. Angket digunakan untuk mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran. Dari tes diperoleh nilai belajar siswa yang selanjutnya digunakan pengujian hipotesis. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara, angket dan tes. Dari hasil tersebut diperoleh nilai ketuntasan tes awal 55,56 %, tes siklus I 74,07 %, dan tes Siklus II 92,59 %. Terjadi peningkatan nilai dari tes awal, Siklus I dan Siklus II. Aktivitas guru dalam pembelajaran dari awal 70,00%, siklus I 73,33%, dan siklus II 81,48% menunjukkan peningkatan aktivitas guru. Aktivitas siswa dalam pembelajaran dari awal 53,75%, siklus I 73,75%, dan siklus II 96,25% menunjukkan peningkatan. Sehingga aktivitas guru dan siswa pada akhirnya tergolong sangat baik. Angket respon siswa dari awal 1,20, siklus I 1,28, dan siklus II 1,77 menunjukkan peningkatan. Pada akhirnya respon siswa tergolong sangat positif. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model belajar Murder dapat meningkatkan pemahaman PKn kerja sama negara Asia Tenggara bagi Siswa Kelas IX UPTD SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung.
Makna Pendidikan Bagi Remaja Keluarga Broken Home Dalam Membentuk Konsep Diri (Studi Kasus Pada Siswa Dari Keluarga Broken Home Di UPTD SMP Negeri 1 Boyolangu Kabupaten Tulungagung Tahun 2017) Siti Nurmaisaroh
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v4i1.998

Abstract

Konsep diri bukan bawaan sejak lahir, konsep diri terbentuk melalui proses belajar yang berlangsung sejak masa pertumbuhan hingga dewasa. Lingkungan, pengalaman, dan pola asuh orang tua turut memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pembentukan konsep diri seseorang. Lingkungan yang kurang mendukung atau anak-anak broken home yang kurang perhatian, arahan serta kontrol dari keluargacenderung mempunyai konsep diri negatif,  anak cenderung menilai dirinya berdasarkan  apa yang ia alami dan dapatkan dari lingkungannya. Jika lingkungan memberikan sikap yang baik dan positif, maka anak akan merasa dirinya berharga, sehingga perkembangan konsep dirinya pun positif. Konsep diri bertujuan agar diri kita tidak terjerumus pada hal-hal yang dinilai kurang baik atau negatif.Pembentukan konsep diri tersebut melibatkan pendidikan keluarga dan pendidikan formal atau sekolah, bagaimana lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah tersebut dalam mendidik para remaja, agar bisa mengonsep diri mereka agar dapat berperilaku baik
PIDATO PANCASILA 1 JUNI 1945 SOEKARNO PERSPEKTIF ORDINARY LANGUAGE PHILOSOPHY Zainal Fadri
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/a

Abstract

This study aims to answer questions regarding the concept of Soekarno's speech on June 1, 1945. The speech that was delivered at that time was then analyzed using the ordinary language approach. The method used in this research is descriptive qualitative. Research data is obtained from searching the literature from books, journals and related articles in order to get a comprehensive and in-depth idea or idea. The results of this study indicate that Soekarno's speech on June 1 revealed the attitudes and statements in the statement that contained every sentence that was conveyed, so that re-interpreting the text is an activity that must be carried out by the next generation.Keywords:  Soekarno's speech, ordinary language, JL. Austin
Implementasi Ekstrakurikuler Musik Sebagai Sarana Pendidikan Karakter (Kreatif) Siswa Di SMAN 1 Tulungagung Rohman Wahyudi
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v3i2.989

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses penerapan dan cara yang dilakukan guru atau pembimbing dalam kegiatan ektrakurikuler musik untuk meningkatkan karakter (kreatif) anggota ekstrakurikuler musik. Penelitian ini mencakup kegiatan yang dilakukan dalam kegiatan ekstrakurikuler musik di SMAN 1 Tulungagung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan teknik pengambilan datanya menggunakan cara observasi dan wawancara untuk menggali informasi dari guru dan pembimbing serta anggota ekstrakurikuler musik. Dari hasil yang di dapatkan diketahui proses implementasi ekstrakurikuler musik dapat membangun karakter (kreatif) peserta didik yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler musik. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan dan sumber ilmu bagi ekstrakurikuler lain dan juga bisa digunakan sebagai sumber ilmu untuk mengetahui proses implementasi ektrakurikuler musik sebagai sarana pendidikan karakter (kreatif).
Implementasi Pancasila Dalam Menangkal Intoleransi, Radikalisme Dan Terorisme Agus Subagyo
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v6i1.1509

Abstract

This paper wants to explain and analyze about Pancasila as the ideology of the Indonesian state as a solution / medicine to solve the problem of intolerance, radicalism, and terrorism, which lately is rife in society. Pancasila can be used as an antidote in eradicating intolerance, radical behavior and acts of terror, which endanger national security and the integrity of the Indonesian state. The values contained in Pancasila, whether God, Humanity, Unity, Consensus, and Justice, must be earthed, practiced, and applied in the life of the nation, state and society. Pancasila must become a code of conduct, value system and system of movement for the Indonesian people.
KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT DUSUN SEMBAGIK, DESA SUKADANA, LOMBOK UTARA Dyah Indraswati; Arif Widodo
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/a

Abstract

This study aims to identify the value of local wisdom of the people of Sembagik Hamlet, Sukadana Village, North Lombok Regency, West Nusa Tenggara. The research method used is descriptive qualitative. Data collection was carried out by interviewing one informant to another. The research subjects include cultural experts, academics, and community leaders in Sembagik Hamlet. Data analysis was performed by data reduction, data classification, data display, and concluding. The results showed that Sembagik Hamlet still maintained its ancestral heritage, this can be seen from the buildings in the form of wooden poles, bamboo walls, and thatched grass roofs. They also still adhere to awig-awig and the Wetu Telu Islamic tradition. This hamlet must be preserved because it has the potential to be used as a research laboratory for various fields of science.
Peningkatan haasil Belajar IPA Materi Pertumbuhan Dengan Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Menggunakan Media Kongkrit Siswa Kelas VI SD negeri 2 Kepatihan Kecamatan Tulungagung Kabupaten Tulungagung Semester 1 tahun 2013/2014 miatun s. Pd
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/ppkn.v1i1.38

Abstract

ABSTRAK MIATUN.S.Pd ,2012;PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MATERI PERTUMBUHAN DENGAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD MENGGUNAKAN MEDIA KONGKRIT SISWA KELAS VI SD NEGERI 2 KEPATIHAN KECAMATAN TULUNGAGUNG KABUPATEN TULUNGAGUNG SEMESTER 1 TAHUN 2013/2014” Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD, Media Kongkrit, Hasil Belajar, IPAIPA merupakan ilmu yang berhubungan konsep-konsep alam yang nyata tidak hanya pengetahuan verbalisme saja sehingga sulit dipahami siswa. Indikasi yang paling mudah ditemukan adalah hasil belajar siswa yang cenderung kurang memuaskan. Berdasarkan pengalaman peneliti sebagai guru kelas VISD Negeri 2 KepatihanKecamatan .Tulungagung Kabupaten Tulungagung Semester 1 Tahun 2013/2014 proses kegiatan belajar mengajar terutama mata pelajaran IPA belum menggunakan pembelajaran dan media yang menarik. Minat siswa untuk belajar IPA sangat kurang yang dapat ditunjukkan dari persentase siswa yang mempunyai nilai diatas KKM hanya 50%. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan menggunakan media kongkrit dapat meningkatkan hasil belajar IPA pada siswa kelas VISD Negeri 2 Kepatihan kecamatan .Tulungagung Kabupaten Tulungagung Semester 1 Tahun 2013/2014?.Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 2 KepatihanKecamatan .Tulungagung Kabupaten Tulungagung Semester 1 Tahun 2013/2014. Penelitian ini termasuk jenis penelitian Tindakan Kelas. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VI SD Negeri 2 KepatihanKecamatan .Tulungagung Kabupaten Tulungagung Semester 1 Tahun 2013/2014 yang berjumlah 32 siswa. Pelaksanaan tindakan dilakukan selama dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahapan perencanaan (planning), implementasi/tindakan (action), observasi (observation), dan refleksi (reflection). Siklus I dilaksanakan pada bulan November 2013. Hasil belajar pada siklus I diperoleh dari tes yang dilaksanakan pada akhir pertemuan siklus I dengan ketuntasan klasikal 75% atau 24 siswa yang tuntas, meningkat pada siklus 2 yaitu ketuntasan klasikal belajar siswa mencapai 93.75% atau 30 siswa tuntas.Setelah melaksanakan penelitian tindakan kelas ini dapat diambil saran bahwa akan mendapatkan pengetahuan tentang peningkatan hasil belajar IPA siswa kelas VI melalui penggunaan media Kongkrit dalam pembelajaran kooperatif tipe STAD, Sebagai dasar untuk penelitian selanjutnya. Siswa merasa tertarik dan mudah memahami materi pelajaran IPA dengan menggunakan media kongkrit dalam pembelajaran kooperatif tipe STAD. Menemukan dan menjadi pengalaman menggunakan media kongkrit dalam pembelajaran kooperatif tipe STAD untuk meningkatkan hasil belajar IPA pada siswa kelas VI. Dapat digunakan untuk memotivasi guru, agar dapat memanfaatkan media pembelajaran yang ada di sekolah yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dengan pembelajaraan kooperatif tipe STAD.