cover
Contact Name
Msy Rulan Adnindya
Contact Email
rulanadnindya.md@fk.unsri.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkedokteranunsri@gmail.com
Editorial Address
Faculty of Medicine Universitas Sriwijaya, Indonesia.
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
SRIWIJAYA JOURNAL OF MEDICINE
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : -     EISSN : 26223589     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Sriwijaya Journal of Medicine (SJM) is a scientific journal managed by Faculty of Medicine Universitas Sriwijaya, Indonesia. It publishes original research articles and reviews in Biomedical Sciences, Medicine (Neurology, Cardiovascular, Respiratory, Gastrointestinal, Urogenital, Endocrine and Metabolism, Integument, Mental Health, Obstetry and Gynecology, Ophtalmology, ENT, Musculosceletal) and Public Health Medicine. Sriwijaya Journal of Medicine (SMJ) published three times a year (January, April, October).
Arjuna Subject : Kedokteran - Anatomi
Articles 315 Documents
Analisis Gen Blavim, Blandm dan Blaimp Carbapenemase dengan Alat Otomatis Vitek-2 dan Metode Polymerase Chain Reaction (PCR) pada Isolat Bakteri Enterobacteriaceae di RSUP Dr. Moh. Hoesin Palembang Tia Sabrina; Erizka Rivani; Venny Patricia
Sriwijaya Journal of Medicine Vol. 1 No. 2 (2018): Vol 1, No 2, 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/sjm.v1i2.10

Abstract

Enterobacteriaceae merupakan flora normal pada saluran intestinal manusia yang paling sering menyebabkan penyakit pada manusia. Carbapenem merupakan antibiotik lini terakhir yang digunakan untuk mengobati infeksi berat yang diakibatkan oleh bakteri batang Gram negatif, seperti Enterobacteriaceae, namun terjadi peningkatan prevalensi infeksi yang diakibatkan oleh Enterobacteriaceae yang resisten terhadap carbapenem (CRE). Adapun gen yang mengkode pada CRE antara lain gen blaVIM, blaNDM, dan blaIMP dan deteksi pada gen-gen ini sangat penting dalam pencegahan dan penyebaran infeksi nosokomial di RS. Sampel yang digunakan adalah spesimen yang telah terdeteksi sebagai isolat bakteri Enterobacteriaceae yang Extended Spectrum Beta Lactamase (ESBL) dan terjadi resistensi terhadap obat golongan carbapenem (meropenem dan ertapenem) oleh alat otomatis yaitu VITEK 2 compact system. Sampel tersebut akan dilakukan proses PCR dengan teknik multiplex PCR untuk mengidentifikasi gen blaVIM, blaNDM, dan blaIMP. Sebanyak 43 sampel yang terdiri dari 33 sampel (76,7%) isolat bakteri ESBL dan 10 sampel (23,3%) isolat bakteri Carbapenemase, terdiri dari 29 sampel (67,4%) bakteri Klebsiella pneumonia dan 14 sampel (32,6%) bakteri E. coli. Sampel berasal dari darah (5 sampel/ 11,6%), sputum (16 sampel/ 37,2%), cairan peritoneum (1 sampel/ 2,3%), pus (4 sampel/ 9,3%), urin (12 sampel/ 28%), Swab (3 sampel/ 7%), jaringan (1 sampel/ 2,3%), dan feces (1 sampel/ 2,3%). Dari hasil PCR, gen yang teridentifikasi dari isolat bakteri Enterobacteriaceae sebanyak 28 sampel (65,11%) dari 43 sampel yang diperiksa. Sampel yang teridentifikasi tersebut terdiri dari 9 sampel (32,1%) isolat bakteri Carbapenemase dan 19 sampel (67,9%) isolat bakteri ESBL. Isolat bakteri Enterobacteriaceae yang teridentifikasi tersebut terdiri dari 15 sampel gen blaNDM, 17 sampel gen blaVIM, dan 4 sampel gen blaIMP.
Pengaruh Pemberian Tablet Fe Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Pasien TB di Kecamatan Seberang Ulu I Kota Palembang Emma Novita; Zata Ismah; Pariyana
Sriwijaya Journal of Medicine Vol. 1 No. 2 (2018): Vol 1, No 2, 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/sjm.v1i2.12

Abstract

Orang dengan TB paru aktif sering kekurangan gizi dan mengalami defisiensi makronutrien serta penurunan berat badan dan penurunan nafsu makan . Pasien TB rentan terhadap anemia, pemberian tablet Fe mampu memulihkan kadar hemoglobin pasien TB yang rendah.Metode penelitian ini dilakukan dengan desain studi Quasi Eksperimental. Populasi adalah pasien TB di Kecamatan Seberang Ulu I, dengan sampel sebanyak 25 pasien positif TB. Sampel diberikan tablet Fe selama 90 hari. Hasil penelitian ini didapatkan pemberian tablet Fe mempengaruhi perbedaan kadar hemoglobin yang signifikan (P < 0.002) antara pasien sebelum diberikan Fe dan setelah diberikan tablet Fe.Selisih peningkatan kadar hemoglobin pasien sebelum dan sesudah pemberian tablet pada pasien TB sebesar 1.16 g/dl. Saran yang dapat diberikan adalah perlunya diberikan tablet Fe pada pasien TB untuk memperbaiki status gizinya sehingga pengobatan dapat mencapai hasil optimal.
Prevalensi Kejadian Penyakit Menular Seksual (HIV, Hepatitis B, Hepatitis C, dan Sifilis) pada Wanita Penjaja Seks di Palembang Phey Liana; Venny Patricia; Catherine Ieawi; Calvin Ienawi
Sriwijaya Journal of Medicine Vol. 1 No. 2 (2018): Vol 1, No 2, 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/sjm.v1i2.13

Abstract

Data Centers for Disease Control and Prevention (CDC) tahun 2016 menunjukkan sekitar 110 juta orang menderita penyakit menular seksual (PMS). PMS sering kali dipandang sebelah mata, padahal dampaknya bagi kesehatan jangka panjang cukup signifikan terutama pada wanita dan bayi, seperti infertilitas, kelainan kongenital, kanker dan lain-lain. Penjaja seksual merupakan kelompok berisiko tinggi untuk tertular PMS. Karena itu, perlu diketahui prevalensi PMS terutama pada mereka yang berisiko tinggi (wanita penjaja seksual) sehingga dapat dibuat kebijakan terkait program pengendalian dan pencegahan PMS. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi prevalensi dengan pendekatan survai klinis secara cross sectional. PMS yang dihitung prevalensinya pada penelitian ini adalah infeksi HIV, Hepatitis B, Hepatitis C dan sifilis. Serum dari subjek penelitian dikumpulkan dan diperiksa anti-HIV untuk infeksi HIV, anti-HCV untuk Hepatitis C, HbsAg untuk Hepatitis B dan VDRL untuk sifilis. Didapatkan prevalensi PMS pada wanita penjaja seksual di Palembang adalah sebagai berikut yaitu: HIV sebesar 4.9%, sifilis sebesar 3.3%, Hepatitis B sebesar 9.8% dan Hepatitis C sebesar 1.6%. Edukasi, sosialisasi terkait bahaya dan dampak dari PMS perlu dilakukan terutama pada mereka yang berisiko tinggi seperti pada wanita penjaja seksual sebagai bentuk dari program pengendalian dan pencegahan PMS.
Prevalensi Polimorfisme Gen CYP2C19 dan Pengaruhnya Dalam Metabolisme Omeprazole Sebagai Prediktor Intoksikasi Obat Pada Etnis Melayu Di Sumatera Selatan Triwani; Lusia Hayati; Franz Sinatra Yoga
Sriwijaya Journal of Medicine Vol. 1 No. 2 (2018): Vol 1, No 2, 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/sjm.v1i2.14

Abstract

Cytochrome P450 2C19 (CYP2C19) adalah suatu kompleks enzim yang berperan dalam metabolism beberapa jenisobat dan merupakan bagian dari super family sitokrom P450. Polimorfisme genetic pada enzim tersebut berhubungandengan munculnya fenotip metabolism buruk (poor metabolizer/PM dan intermediate metabolizer/IMs ) yangmempunyai kemampuan yang buruk dalam memetabolisme obat-obatan yang menjadi substratnya. Telah dilakukan analisis genotipe dan fenotipe menggunakan PCR-RFLP dan bioanalisis kadar omreprazole pada 30 orang subjek penelitian dari etnis Melayu yang tinggal di Sumatera Selatan. Marker yang digunakan untuk menilai adanyapolimorfisme pada gen CYP2C19 adalah dua situspolimorfik yaitu ekson 5 (CYP2C19*2) dan ekson 4 (CYP2C19*3). Pita-pita DNA berukuran 321 bp untuk ekson 5 dan 271 bp untuk ekson 4 akan dihasilkan setelah amplifikasi DNA dengan metode PCR pada kondisi denaturasi selama 5 menit pada suhu 95oC; dilanjutkan dengan 60 detik pada suhu 95oC, 60 detik pada suhu 53oC dan 60 detik pada suhu 72oC sebanyak 30 siklus; serta polimerisasi akhir selama 5 menitpada 72oC. Selanjutnya dilakukan pemotongan DNA menggunakan enzim restriksi endonuklease SmaI (CYP2C19*2)pada suhu 30oC dan BamHI (CYP2C19*3) dengan inkubasi pada suhu 37oC selama 3jam. Bioanalisis kadar omeprazole dalam darah dengan LC-MS. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya polimorfisme pada kedua situs akanmenghilangkan situs pemotongan enzim SmaIdan BamHI. Hasil penelitian menunjukkan 46,7% populasi Melayu Sumatera Selatan tergolong sebagai PM yang terdiri atas 13,3% homozigot mutandan 33,4% heterozigot mutan.Tingginya fenotip PM enzim CYP2C19 pada etnis Melayu di Sumatera Selatan diprediksi akan mempengaruhi metabolisme obat-obatan yang menjadi substrat. Akan tetapi, berdasarkan analisa korelasi spearman, nilaikorelasi 0,035 dengan p = 0,875. Hal ini berarti bahwa antara polimorfisme gen CYP2C19 dan kadar omeprazole dalam darah terdapatkorelasi lemah dan tidak bermakna. Hasil penelitian ini memberikan gambaran polimorfisme genetik yang tinggi pasien sindrom dispepsia dari populasi Melayu, yaitu hampir setengah dari subjek penelitian (46,7%).Terdapat korelasi yang lemah dan tidak bermakna antara polimorfisme dan kadar omeprazole.
Perbandingan Efektifitas Rebusan Daun Pepaya (Carica Pepaya Linn) Dengan Kunyit Asam (Curcuma Domestica Val-Tamarindus Indica) Terhadap Dismenore Primer Yunita Liana
Sriwijaya Journal of Medicine Vol. 1 No. 2 (2018): Vol 1, No 2, 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/sjm.v1i2.15

Abstract

Remaja putri sering merasakan dismenore primer karena siklus hormonal yang dialami belum stabil, hal ini dapatmengganggu konsentrasi dan aktivitas remaja putri. Prinsip back to nature semakin populer saat ini, efek samping obatobatan kimia dapat menimbulkan masalah baru, hal ini menjadi salah satu pendorong berkembangnya pengobatan tradisional. Daun pepaya mengadung Vitamin E yang dapat mengurangi dismenore. Selain itu, kunyit asam juga mengandung curcumine dan anthocyanin yang menghambat siklooksigenase sehingga mengurangi terjadinya inflamasi saat kontraksi uterus. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektifitas rebusan daun pepaya dengan kunyit asam terhadap dismenore primer. Jenis Penelitian adalah penelitian eksperimental dengan rancangan Pretest-Posttest Control Group Design. Sampel berjumlah 30 orang. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 27 Desember 2017 s.d 24 Februari 2018 di SMP Negeri 46 Palembang. Instrumen untuk mengukur nyeri Numeric Rating Scale. Uji statistik yang digunakan Wilcoxon dan Mann whitney U. Rerata skor nyeri sebelum diberikan rebusan daun pepaya 5,40 ± 0,73 sedangkan rerata skor nyeri setelah diberikan kunyit asam 5,33 ± 0,61 Rerata skor nyeri setelah diberikan rebusan daun pepaya 3,60 ± 0,91 sedangkan rerata skor nyeri setelah diberikan kunyit asam 4,06 ± 0,79. Ada perbedaan rerata skor nyeri dismenore sebelum dan setelah diberikan rebusan daun pepaya p value = 0,000. Ada perbedaan rerata skor nyeri dismenore sebelum dan setelah diberikan kunyit asam p value = 0,002. Tidak ada perbedaan rerata skor nyeri dismenore sebelum dan setelah diberikan rebusan daun pepaya dan kunyit asam p value = 0,217. Rebusan daun pepaya dan kunyit asam mempunyai efektifitas yang sama dalam menurunkan nyeri dismenore primer.
Hubungan Pengetahuan Ibu Mengenai ASI dan Menyusui dengan Pemberian ASI Eksklusif di Kecamatan Ilir Timur II Palembang Puji Lestari; Ardesy Melizah Kurniati; Asmarani Ma'mun
Sriwijaya Journal of Medicine Vol. 1 No. 2 (2018): Vol 1, No 2, 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/sjm.v1i2.16

Abstract

Pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif adalah pemberian ASI saja untuk bayi, sejak baru dilahirkanhingga berusia 6 bulan. Cakupan pemberian ASI eksklusif untuk Kota Palembang belum mencapai target nasional. Terdapat banyak faktor yang dapat mempengaruhi ibu dalam pemberian ASI eksklusif, salah satunya adalah pengetahuan ibu mengenai ASI dan menyusui. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan pengetahuan ibu mengenai ASI dan menyusui dengan pemberian ASI eksklusif di Kecamatan Ilir Timur II Palembang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional yang dilakukan pada bulan Juli–Desember 2016. Populasi penelitian adalah ibu yang memiliki anak berusia lebih atau sama dengan 6–24 bulan yang ditemui di puskesmas di wilayah kerja Kecamatan Ilir Timur II. Sampel penelitian yang memenuhi kriteria inklusi berjumlah 93 orang. Data didapatkan dari wawancara terstruktur dengan menggunakan kuesioner. Hasil yang diperoleh dianalisis dengan uji statistik Chi-Square menggunakan IBM SPSS Statistic 22. Tidak ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu akan ASI dengan pemberian ASI eksklusif (p=0,120). Pengetahuan ibu mengenai ASI tidak berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif di Kecamatan Ilir Timur II Palembang.
Benign Tumor in Labia Minora Hadrians Kesuma Putra; Asih Anggraeni; Andi Rinaldi; Fernandi Moegni
Sriwijaya Journal of Medicine Vol. 1 No. 2 (2018): Vol 1, No 2, 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/sjm.v1i2.17

Abstract

Tumor Vulva umumnya merupakan penyakit langka yang ditemui dalam praktik klinis ginekologi, terutama pada usia muda. Tumor vulva, lebih sering terjadi di labia mayor dan jarang di labia minor, klitoris, vestibulum, dan komisura posterior. Tumor jinak vulva yang paling umum adalah fibroma, papiloma, lipoma, angioma, dan lainnya. Seorang wanita berusia 39 tahun, di poliklinik uroginekologi RSCM Jakarta dengan keluhan massa atau pembengkakan di labia minor kanan. Ukuran massa semakin besar dalam kurun waktu satu tahun. Massa mulai tumbuh pada kehamilan 8 bulan. Pada tahun 2014, pasien memiliki massa yang sama di labia minor kanan dan kirinya, dan eksisi tumor telah dilakukan. Kesimpulan dari spesimen yang dikirim untuk penilaian patologis adalah papilloma fibroepithelial. Pemeriksaan ginekologi dan palpasi menunjukkan 2 massa papiloma padat, di labia minor kanan, 8x4x2 cm dan 3x2x2cm, tidak menimbulkan rasa sakit, dan batas tegas. Di daerah mons pubis, kulit tampak kasar, menebal, tampak hiperkeratosis. Pemeriksaan spekulum menunjukkan tidak ada abnormalitas. Pasien kemudian didiagnosis sebagai tumor labia minor dekstra berulang. Pada tanggal 5 Desember 2017 dilakukan operasi eksisi dan rekonstruksi. Didapatkan PA tanggal 20 Desember 2017 dengan hasil polip fibroepitelial stroma. Di antara semua tumor di vulva, tumor di labia minor tampak lebih jarang. Biopsi perlu dilakukan untuk pemeriksaan histologis untuk menyingkirkan dugaan keganasan. Lebih jauh lagi, karena lokasi dan ukuran tumor, dapat menyebabkan gejala gangguan yang parah pada pasien dan oleh karena itu diagnosis dan pengobatan dini sangat penting.
Pengaruh Wet Cupping terhadap Kadar Hemoglobin Darah Vena Orang Sehat Lilik Pranata
Sriwijaya Journal of Medicine Vol. 1 No. 3 (2018): Vol 1, No 3, 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/sjm.v1i3.18

Abstract

Wet cupping dikenal dengan istilah blood letting di negara-negara barat sudah lama di lakukan sejak zaman Hipokrates. Hijamah atau bekam (bahasa lainnya canduk, kop, cupping) adalah terapi yang bertujuan membersihkan tubuh dari darah yang mengandung toksik dengan penyayatan tipis atau tusukan kecil pada permukaan kulit. Wet Cupping dikembangkan sebagai pengobatan alternatif dan komplementer. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh wet cupping terhadap kadar hemoglobin darah vena orang sehat. Metode penelitian ini dengan uji klinik eksperimental dengan rancangan pre dan post intervensi tanpa kelompok kontrol. Pelaksanaan wet cupping dilakukan di Puskesmas Kampus Palembang dan pengambilan darah dan pemeriksaan darah di balai besar laboratorium kesehatan (BBLK) Provinsi Sumatera Selatan. Sampel penelitian ini sebanyak 30 responden dengan rentang usia 18-22 tahun. Parameter yang dilihat adalah nilai kadar hemoglobin, perlakuan dilakukan setelah 8 jam intervensi. Untuk mengontrol faktor perancu dalam penelitian ini, responden sebelum mendapatkan perlakuan tidak diperkenankan olahraga dan aktivitas berat serta tetap mengkomsumsi makanan sehari-hari tanpa makanan tambahan. Hasil penelitian terjadi peningkatan kadar hemoglobin yang bermakna, 8 jam sesudah dilakukan wet cupping pada darah vena orang sehat, hasil rerata hemoglobin sebesar 15,08 ± 0.63 meningkat menjadi 15,45 ±0,76. Kesimpulannya bahwa wet cupping mempengaruhi kadar hemoglobin darah vena orang sehat, diharapkan wet cupping dapat digunakan dalam terapi alternatif dan komplementer.
Hubungan Kadar Vitamin D Plasma dengan Indeks Mitosis pada Pasien Kanker Payudara Astrid Siska Pratiwi; Yahwardiah Siregar
Sriwijaya Journal of Medicine Vol. 1 No. 3 (2018): Vol 1, No 3, 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/sjm.v1i3.19

Abstract

Kanker payudara merupakan penyakit kanker yang paling banyak diderita oleh wanita dan menjadi salah satu penyebab kematian terbesar bagi wanita di seluruh dunia. Belakangan, nutrisi menjadi salah satu faktor risiko yang banyak mendapatkan perhatian salah satunya vitamin D. Kalsitriol yang merupakan bentuk aktif vitamin D berperan sebagai anti proliferasi, dan menghambat pertumbuhan tumor. Proliferasi yang tidak terkontrol merupakan salah satu karakteristik sel-sel kanker. Laju pertumbuhan tumor merupakan marker prognostik yang dapat dievaluasi dengan mengkorelasikan pada level selular seperti mitosis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kadar vitamin D dengan indeks mitosis pada pasien kanker payudara. Penelitian dengan desain cross sectional menghimpun sebanyak 50 pasien kanker payudara yang baru didiagnosisdan belum pernah menerima kemoterapi. Penelitian dilakukan dari Januari 2017 - Agustus 2018 di Departemen Bedah Onkologi RSUPH. Adam Malik Medan. Pemeriksaan kadar vitamin D plasma dilakukan dengan teknik ELISA di Lab. Terpadu FK USU. Data indeks mitosis diperoleh dari rekam medik subjek penelitian yang di review kembali oleh spesialis patologi anatomi di Lab. Patologi Anatomi FK USU. Uji statistik menggunkan Fisher Exact. Hasil penelitian 48% subjek memiliki vitamin D sufisiensi, 38%i insufisiensi serta 14% mengalami defisiensi. Rerata kadar vitamin D pada seluruh subjek penelitian ini insufisiensi (27,93ng/ml). Pada penelitian ini tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara antara kadar vitamin D plasma dengan indeks mitosis pada pasien kanker payudara p= 0,062. Hubungan yang tidak signifikan antara kadar vitamin D dengan indeks mitosis pada penelitian ini menunjukkan bahwa vitamin D bukanlah faktor tunggal yang mempengaruhi indeks mitosis pada pasien kanker payudara.
Placental Factors Affecting Birth Weight of Late Onset Severe Preeclampsia Martadiansyah A; Pangemanan WT; Bernolian N; Maulani H; Theodorus
Sriwijaya Journal of Medicine Vol. 1 No. 3 (2018): Vol 1, No 3, 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/sjm.v1i3.20

Abstract

Preeclampsia (PE) is one of the leading causes of maternal and perinatal mortality and morbidity. Placental insufficiency is considered as the main pathogenesis in the early onset PE. Objective of the study is to determine the correlation of placenta and birth weight in late onset preeclampsia. A case-control study of prevalence was conducted in Moh. Hoesin Hospital Palembang from August 2015 to August 2016. Samples were women who giving birth in Moh.Hoesin Hospital Palembang. They were divided into two groups, severe preeclampsia as case group and normotensionas control. Data were analyzed by X2, Exact Fisher’s and logistic regression test using SPSS 16.0. There were 180 subjects (90 cases and 90 controls). There was a positive correlation between placental macroscopic and late onset preeclampsia (p=0.009; OR=6.9), in contrast there was only one different placental microvascularisation of 16, between late onset preeclampsia and normotension, the mural or occlusive fibrin thrombi chorion (p=0.005; OR=9.9). Birth weight in late onset preeclampsia tended to be small but still in normal range and it was not statistictly significant (p=0.112; OR=10.4). There was a positive correlation between placental macroscopic and SGA baby on late onset preeclampsia (p=0.026; OR=16.6), but it wasnot proven microscopically. Placenta remains contributed to the pathogenesis of the late onset preeclampsia, but not as dominant as the early one.

Filter by Year

2018 2025