cover
Contact Name
Msy Rulan Adnindya
Contact Email
rulanadnindya.md@fk.unsri.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkedokteranunsri@gmail.com
Editorial Address
Faculty of Medicine Universitas Sriwijaya, Indonesia.
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
SRIWIJAYA JOURNAL OF MEDICINE
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : -     EISSN : 26223589     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Sriwijaya Journal of Medicine (SJM) is a scientific journal managed by Faculty of Medicine Universitas Sriwijaya, Indonesia. It publishes original research articles and reviews in Biomedical Sciences, Medicine (Neurology, Cardiovascular, Respiratory, Gastrointestinal, Urogenital, Endocrine and Metabolism, Integument, Mental Health, Obstetry and Gynecology, Ophtalmology, ENT, Musculosceletal) and Public Health Medicine. Sriwijaya Journal of Medicine (SMJ) published three times a year (January, April, October).
Arjuna Subject : Kedokteran - Anatomi
Articles 315 Documents
Fertilization, Cleavage and Implation Hayati, Lusia
Sriwijaya Journal of Medicine Vol. 3 No. 3 (2020): Sriwijaya Journal of Medicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/sjm.v3i3.229

Abstract

Most of the livestock in Indonesia are still conventional or traditional farms, where the quality of the seeds, the use oftechnology and the skills of farmers are still relatively low, thus affecting the productivity and genetic quality oflivestock. Therefore it is necessary to have knowledge about livestock reproduction that discusses fertilization,cleveage and implantation. Fertilization or fertilization (singami) is the fusion of two gametes which can be a nucleusor nucleus cells to form a single cell (zygote) or fusion of the nucleus. the process starts with the preparation of ovumcells and spermatozoa; penetration; core incorporation; and early zygote cleavage. Fertilization phase is the meetingbetween sperm cells and ovum cells and will produce zygote. Zygote will perform cell division (cleavage). The zygotethen undergoes growth and development through stages, namely division, gastrulation, and organogenesis.Implantation or also known as oxidation is the process of implanting the embryo, which is the result of conception,into the uterine wall (endometrium) to further develop.
Pathological Findings in Chest Radiographs of Chronic Kidney Disease Patients Undergoing Hemodialysis Utami, Siti Nurhayati; Uli, Hanna Marsinta; Septadina, Indri Seta
Sriwijaya Journal of Medicine Vol. 4 No. 1 (2021): Sriwijaya Journal of Medicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/sjm.v4i1.247

Abstract

Chronic kidney disease is a condition in which there is destruction of the kidneys along with structural or functional abnormalities, with or without decreased glomerular filtration rate for more than 3 months. The common treatment for this condition is hemodialysis, however, it may cause complications, specifically cardiovascular and non-cardiovascular system dysfunctions that can be observed through thorax imaging. This study aims to observe pathologic thorax imaging findings on chronic kidney disease patients undergoing hemodialysis at RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. This study is a descriptive study using a cross-sectional design. The data is gathered from medical records from the Medical Records & Radiology Department of RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang that have passed the inclusion and exclusion criteria. The data is processed using the SPSS application version 25. The results of this study indicate that, based on risk factors, patients are generally in the 55-64 age range (41%), female (60%), and with a normal BMI/normal weight (52%). Based on the patients’ comorbid diseases, patients mostly have hypertension (59%), followed by diabetes mellitus (46%). Analysis of the chest radiographs indicate that (70%) of patients have cardiomegaly; (22%) of patients have grade 1, (15%) have grade 2, (7%) have grade 3 aortic arch calcification; (49%) have pulmonary edema; (31%) have unilateral pleural effusion, and (14%) have bilateral pleural effusion. The majority of chronic kidney disease patients undergoing hemodialysis at RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang are in the 55-64 age range, female, and with normal BMI. The most common comorbid conditions are hypertension and diabetes mellitus. Analysis of the chest radiographs indicate that the majority of patients have cardiomegaly; grade 1, 2, and 3 aortic arch calcification; pulmonary edema; unilateral and bilateral pleural effusion.
Quality of Life Based on Autologous Serum Skin Test Result in Chronic Spontaneous Urticaria Patients Adil, Mahvira Chow Liana Herman; Nopriyati, Nopriyati; Oktariana, Desi; Kurniawati, Yuli; Prasasty, Gita Dwi
Sriwijaya Journal of Medicine Vol. 4 No. 1 (2021): Sriwijaya Journal of Medicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/sjm.v4i1.272

Abstract

Several studies regarding the quality of life of chronic spontaneous urticaria patients based on Autologous Serum Skin Test (ASST) results have shown a variety of results. This study aims to determine the correlation between the quality of life and ASST results in chronic spontaneous urticaria patients at Dermatology and Venereology (DV) Outpatient Clinic of Dr. Mohammad Hoesin Hospital Palembang. This analytic observational study with a cross-sectional design used secondary data in the form of medical records. 76 samples met the inclusion criteria from 110 samples of chronic spontaneous urticaria patients at DV outpatient clinic. The distribution of chronic spontaneous urticaria patients was highest in the 17-25 year age group (23.7%) and the female group (64.5%). The majority of chronic spontaneous urticaria patients had negative ASST results (52.6%). The effect of chronic spontaneous urticaria on the decline in quality of life was mostly moderate (35.5%). The bivariate analysis between DLQI score and ASST results with a value of p = 0.307 or p> 0.05 showed no significant correlation between the quality of life and ASST results.
Gambaran Perilaku Jajan pada Siswa Kelas IV-V di SDN Ngadirejo 3 Kota Kediri Arya Ulilalbab; Cucuk Suprihartini
Sriwijaya Journal of Medicine Vol. 1 No. 1 (2018): Vol 1, No 1, 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/sjm.v1i1.1

Abstract

Kesehatan dan gizi anak tidak terlepas dari konsumsi jajanan siswa di sekolah. Masih ada faktor yang belum menjadiprioritas siswa diantaranya higienitas diri, mutu gizi dan aspek keamanan makanan. Penelitian ini bertujuan untukmendeskripsikan perilaku jajan siswa SD. Metode penelitian berupa deskriptif. Sampel penelitian yaitu siswa kelas IV- V SDN Ngadirejo 3 Kota Kediri. Jumlah sampel sebanyak 40 siswa. Data diperoleh dengan bantuan kuisioner. Datadianalisis menggunakan distribusi frekuensi. Sebanyak 85% siswa membeli jajanan di kantin dan terkadang membeli diluar pagar. Jajanan yang paling disukai yaitu pentol, es teh dan makaroni telur. Mayoritas siswa (72,5%) memilihjajanan karena rasanya enak. Sebanyak 50% siswa menyukai makanan yang berwarna coklat, 27,5% siswa yang lainmenyukai warna merah. Sebanyak 87,5% siswa menyukai sedangkan 12,5% siswa tidak menyukai minuman sachetaneka rasa. Dalam hal higienitas diri, sebanyak 42,5% siswa selalu mencuci tangan, 30% sering, dan 27,5% siswajarang mencuci tangan sebelum makan. Setelah mengetahui perilaku jajan siswa kelas IV-V di SDN Ngadirejo 3 KotaKediri, maka selanjutnya perlu dilakukan edukasi gizi dan kesehatan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkanpengetahuan dan perilaku siswa dalam mengelola uang saku, cara milih serta mengkonsumsi jajanan sehat.
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Pegawai terhadap Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok di Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kota Palembang Yulyana Kusuma` Dewi; Fauziah Nuraini K; Andries Lionardo
Sriwijaya Journal of Medicine Vol. 1 No. 1 (2018): Vol 1, No 1, 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/sjm.v1i1.2

Abstract

Latar Belakang : Merokok menimbulkan berbagai permasalahan dalam kehidupan baik dari aspek kesehatan, ekonomi maupunaspek sosial budaya. Merokok tidak hanya membahayakan kesehatan si perokoknya saja, tetapi juga orang-orang yang ada disekitarnya. Dalam upaya penanggulangan bahaya akibat merokok pemerintah Kota Palembang telah memiliki Peraturan DaerahNo.7 tahun 2009 tentang Kawasan Tanpa Rokok yang bertujuan untuk memberikan perlindungan yang efektif dari bahayapaparan asap rokok orang lain, memberikan ruang dan lingkungan bersih dan sehat bagi masyarakat, dan melindungi kesehatanmasyarakat secara umum dari dampak buruk merokok baik langsung maupun tidak langsung. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui efektifitas peraturan daerah berdasarkan analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pegawai padapelaksanaan kebijakan kawasan tanpa rokok di kantor Satpol PP. Metode : Metode kuantitatif desain cross sectional, jumlahsampel sebanyak 158 pegawai diambil berdasarkan accidental sampling, Data dianalisis dengan menggunakan uji chi square danregresi logistik ganda. Hasil Penelitian : peraturan daerah belum efektif, hal ini dibuktikan rendahnya kepatuhan pegawaiterhadap kebijakan kawasan tanpa rokok sebesar 30,4 %, terdapat pengaruh antara pengetahuan tentang peraturan daerah(p=0,000 ), pengetahuan tentang bahaya rokok (p=0,000 ), tanda larangan merokok (p=0,000 ), penerapan sanksi (p=0,000 ), dukungan atasan (p=0,000) terhadap kepatuhan pegawai terhadap kebijakan kawasan tanpa rokok. Kepatuhan pegawai SatuanPolisi Pamong Praja Kota Palembang masih rendah yaitu 30,4 %. penerapan sanksi (OR=8,695) adalah faktor yang palingdominan berpengaruh terhadap kepatuhan pegawai pada pelaksanaan kebijakan kawasan tanpa rokok.
Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Terhadap Self Medication Penggunaan Obat Analgesik Bebas di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Husada Ersita Kardewi
Sriwijaya Journal of Medicine Vol. 1 No. 1 (2018): Vol 1, No 1, 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/sjm.v1i1.3

Abstract

Nyeri adalah pengalaman perasaan emosional yang tidak menyenangkan akibat terjadinya kerusakan aktual maupunpotensial, dan juga boleh menyebabkan terjadinya kerusakan. Pengobatan yang sering dilakukan untuk meringankannyeri ini adalah dengan tindakan pengobatan sendiri atau self medication salah satunya dengan konsumsi obat analgesik, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan perilaku terhadap self medicationpenggunaan obat analgetik bebas di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina HusadaJenis penelitian ini adalah observasional dalam bentuk cross sectional. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa SekolahTinggi Ilmu Kesehatan Bina Husada yang memenuhi kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Jumlah sampel dalampenelitian ini adalah 400 orang. Cara pengambailan distratifikasi berdasarkan semester yang diambil secara randomsederhana dan secara proporsional dari setiap semester. Data dianalisa dengan menghitung OR dan menggunakan ChiSquare TesHasil penelitian Didapatkan ada hubungan (OR 1,160) dan tidak bermakna (P-value 0,773) antara pengetahuan terhadapself medication penggunaan obat analgesik, ada hubungan (OR 1,542) dan tidak bermakna (P value 0,212) antara sikapterhadap Terhadap Self MedicationPenggunaan Obat Analgesik bebas, ada hubungan (OR 2,528) dan bermakna (p- value 0,014) antara perilaku terhadap Self medication penggunaan obat Analgesik Bebas, didapatkan faktor yangberperan terhadap penggunaan obat yaitu perilaku dengan OR 0,417 dan bermakna (p=0,020).
Hubungan Skabies Dengan Pioderma : Sebagai Faktor Risiko Yulia Farida Yahya; Fifa Argentina; Rusmawardiana; Nina Roiana
Sriwijaya Journal of Medicine Vol. 1 No. 1 (2018): Vol 1, No 1, 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/sjm.v1i1.4

Abstract

Kudis adalah serangan parasit pada kulit, yang berdampak pada pendapatan rendah dan masyarakat yang padat dibanyak negara tropis, terutama negara berkembang seperti Indonesia. Infestasi kudis meningkatkan insidensi piodermasekunder termasuk impetigo, folikulitis, selulitis, ektima, abses. Pioderma sekunder adalah penyakit infeksi kulit yangterutama disebabkan oleh grup A Streptococcus (GAS) dan Staphylococcus aureus (SA). Tujuan penelitian ini adalahuntuk menentukan etiologi dan korelasi infeksi pioderma pada pasien skabies. Untuk menentukan sosio-demografitermasuk seks, usia pada pasien anak di sekolah dasar (SD) di distrik Kertapati Palembang. Desain penelitian adalahcross sectional, dan sampel penelitian adalah pasien skabies baru di sekolah dasar (usia 6-14 tahun) dengan atau tanpapioderma. Temuan klinis termasuk riwayat, pemeriksaan fisik dan prosedur diagnostik, yang merupakan investigasibahan spesimen kulit menggores (SSB = biopsi permukaan kulit) di konfirmasi dengan pemeriksaan kutub dermoscopic(DS) untuk menunjukkan tungau Sarcoptes scabiei. Pemeriksaan mikrobiologi dengan pewarnaan Grammengidentifikasi etiologi pioderma. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara infestasi kudisdan pioderma pada anak-anak di sekolah dasar. Staphylococcus aureus dan GAS adalah yang paling umum disebabkanpioderma pada pasien anak dengan kudis. Kesimpulan penelitian ini adalah korelasi yang signifikan antara kudis danpioderma. Ada kebutuhan untuk menyediakan kudis dan obat pyoderma di pusat perawatan kesehatan primer sertakonseling untuk pencegahan di daerah Palembang dengan penduduk yang ramai secara berkala.
Ekspresi Mmp-9 di Endometrium Mioma Uteri Intra Mural yang Mengalami Heavy Mestrual Bleeding dan Non Heavy Bleeding K. Yusuf Effendi
Sriwijaya Journal of Medicine Vol. 1 No. 1 (2018): Vol 1, No 1, 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/sjm.v1i1.6

Abstract

Perdarahan yang terjadi pada mioma uteri intramural sampai saat ini mekanismenya belum terungkap jelas. Didugapada saat menjelang menstruasi terjadi penurunan kadar progesteron dan estrogen (progesterone withdrawal) akanmenurunkan TIMP yang berperan menghambat produksi dan pelepasan MMP. Penurunan TIMP kemudian akanmenyebabkan ekspresi MMP meningkat. Penelitian ini bertujuan menganalisis ekspresi MMP-9 pada mioma uteriintramural. Disain cross sectional menggunakan kelompok kasus dan kontrol (wanita mioma uteri intramural tanpaheavy mestrual bleeding[HMB]), kedua kelompok dilakukan biopsi endometrium untuk kemudian dilakukanpemeriksaan imunohistokimia untuk menilai ekspresi MMP-9. Setelah dilakukan analisis t-test pada kelompok kasusdidapatkan variabel MMP-9 signifikan mempengaruhi perdarahan (p = 0,003) dengan estimasi rasio prevalensi sebesar1,47 (1,016 – 1,079) yang artinya MMP-9 meningkatkan risiko terjadinya perdarahan 1,047 kali. Kesimpulan penelitianini adlaah MMP-9 signifikan mempengaruhi perdarahan pada penderita mioma uteri intramural.
Karakteristik Biomolekuler Mutasi Amyloid Precursor Protein Sebagai Penyebab Penyakit Alzheimer yang Dianalisis Melalui Media Bioinformatika Irfanuddin
Sriwijaya Journal of Medicine Vol. 1 No. 1 (2018): Vol 1, No 1, 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/sjm.v1i1.7

Abstract

Metode analisis biomolekuler protein melalui media bioinformatika sudah berkembang dengan pesat.Laporan inibertujuan untuk menggambarkan hasil analisis biomolekuler amyloid precursor protein (APP) dan perubahankarakteristik dari mutasi APP yang menimbulkan gangguan degenerasi kognitif melalui media bioinformatika melaluipenelusuran situs-situs biomolekuler yang terpercaya. APP adalah protein transmembran yang banyak terdapat di jaringan neuron.APP berperan penting untuk formasi sel-selneuron.Gen APP terletak pada kromoson ke-21 yang memiliki panjang 290.586 base pairs (bp) terdiri dari 20 exon dan19 intron. Dalam bentuk protein, APP terdiri dari 770 asam amino dengan ekspresi utama terletak di permukaan sel. Mutasi dari gen APP diyakini berpengaruh terhadap penurunan kemampuan kognitif progresif yang berhubungandengan neurodegeneratif yang disebut penyakit Alzheimer. Salah satu bentuk mutasi yang dikaji dalam tulisan iniadalah mutasi Alanin menjadi Glysin pada posisi asam amino ke-692 (APP mutan A692G).Mutasi ini berdampak padagangguan cerebral amyloid angiopathy yang termasuk dalam kelompok Alzheimer Disease Familial-1. Mutasi tidak menimbulkan perubahan prediksi struktur sekunder dan hanya menyebabkan sedikit perubahan pada beratmolekul, komposisi asam amino, komposisi atom, indeks aliphatic, hydroplastisitas dan indeks stabilitas.Mutasi APPA692G juga tidak sampai mengubah topologi, hidrofobisitas, prediksi pemotongan dan prediksi lokasi protein.Mutasijuga hanya menghilangkan rantai samping pada posisi asam amino termutasi.
Efek Pemberian Ekstrak Daun Kelor (Moringaoleifera) dalam Proses Menyusui Indri Seta Septadina; Krisna Murti; Neliza Utari
Sriwijaya Journal of Medicine Vol. 1 No. 1 (2018): Vol 1, No 1, 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/sjm.v1i1.8

Abstract

Pemberian ASI ekslusif selama 6 bulan merupakan salah satu strategi global untuk meningkatkan pertumbuhan, perkembangan, kesehatan dan kelangsungan hidup bayi. Meskipun banyak manfaat pemberian ASI ekslusif bagi bayi, ibu, keluarga, dan masyarakat namun cakupannya masih rendah diberbagai negara termasuk Indonesia.Air Susu Ibudiproduksi dari hasil kerjasama antara rangsangan mekanik faktor hormonal dan saraf. Salah satu hormon yangmempengaruhi adalah hormon estrogen. Hormon estrogen adalah hormon seks yang diproduksi oleh rahim untukmerangsang pertumbuhan organ seks seperti payudara dan rambut pubik serta mengatur siklus menstruasi. Hormonestrogen juga berperan menjaga tekstur dan fungsi payudara. Kehamilan pada seorang perempuan, membuat kelenjarpayudara akan makin berkembang oleh pengaruh hormon estrogen, somatomamotropin dan prolaktin. Proses tersebutdipengaruhi oleh hormon estrogen dan progesteron.Estrogen secara signifikan memacu sintesis dan pelepasan prolaktinoleh hipofisa, efek ini tergantung pada durasi dan dosis pemberian.Di Indonesia tanaman kelor merupakan bahanmakanan lokal yang memiliki potensi untuk dikembangkan dalam kuliner ibu menyusui karena mengandung senyawafitosterol yang berfungsi meningkatkan dan memperlancar produksi ASI (efek laktogogum).Pada tulisan ini akandibahas mengenai beberapa fakta mengenai pengaruh pemberian ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) peningkatankuantitas dan kualitas ASI pada proses menyusui. Banyaknya kandungan nutrisi di dalam daun kelor (Moringa oleifera)salah satunya seperti senyawa fitosterol (efek laktogogum) dalam meningkatkan kadar hormon menyusui dan zat besidapat memberikan dampak positif bagi kesehatan bayi karena ASI merupakan makanan alamiah bayi paling utama danterbaik.

Page 11 of 32 | Total Record : 315


Filter by Year

2018 2025