cover
Contact Name
Eggy Fajar Andalas
Contact Email
andalaseggy@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
andalaseggy@gmail.com
Editorial Address
Institute of Culture, University of Muhammadiyah Malang Jl. Raya Tlogomas No. 246 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial
ISSN : 25808567     EISSN : 2580443x     DOI : 10.22219
Core Subject : Humanities, Art,
Satwika (Kajian Budaya dan Perubahan Sosial) publishes scientific papers on the results of studies/research and reviews of the literature in the fields of cultural studies and social change. The journal is oriented towards research on cultural phenomena and the current social changes. With the aim of dialogue in contemporary socio-cultural conditions, journals encourage cultural analysis and social change that challenge ideological modes and share inequitable justice, contribute to broad theoretical debates, and help stimulate new and progressive social involvement.
Arjuna Subject : -
Articles 280 Documents
Dramaturgi Ludruk Karya Budaya Mojokerto Jawa Timur Lakon Sarip Tambak Oso Jihan Kusuma Wardhani
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v3i1.8680

Abstract

Dramaturgi Ludruk Karya Budaya Mojokerto-Jawa Timur pada Lakon Sarip Tambak Oso, adalah pengkajian teater rakyat yang orisinal oleh penulis. Ini merupakan penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengetahui LKBM secara lebih mendalam melalui keilmuan dramaturgi. Kelompok ini telah bertahan lama, yaitu sekitar 48 tahun. Cerita STO telah hidup lebih lama dari pada kelompok LKBM. Ludruk telah menjadi hiburan khas Jawa Timur, dan cerita STO adalah salah satu legenda yang terus hidup di masyarakat Jawa Timur, khususnya Sidoarjo. Cerita STO sangat dekat dengan masyarakat dan konflik dalam lakon merupakan hal yang sering terjadi di masyarakat sehingga cerita ini mengingatkan betapa pentingnya komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat. Kebaruan penelitian ini adalah sampai saat ini belum ada yang melakukan penelitian secara kajian dramaturgi terhadap LKBM khususnya pada lakon STO. Lakon yang menceritakan tentang perjuangan hak seorang manusia yang bernama Sarip yang tidak mau membayar pajak karena kemiskinannya. Hal itu menimbulkan perlawanan terhadap pemerintahan Belanda dan antek-anteknya, hingga akhirnya kelemahan Sarip dicari agar dapat membunuhnya yaitu dengan membungkam teriakan sang Ibu agar tidak bisa membangunkan Sarip dari kematiannya. Cerita ini dianggap nyata oleh sebagian masyarakat yang ada di Wilayah Jawa Timur, khususnya di daerah Sidoarjo tepatnya di wilayah Tambak Oso. Seiring perkembangannya cerita ini kemudian menjadi pembelajaran bagi masyarakat setempat untuk lebih bijak menyikapi segala keputusan yang telah ditentukan pemerintah. Baik itu antara pemerintah dan rakyat hendaknya sama-sama melakukan komunikasi yang tepat agar tercipta keharmonisan. Melihat banyaknya terjadi mis komunikasi antara pemerintah dan rakyat dalam mengambil kebijakan. Kajian dramaturgi LKBM pada lakon STO diharapkan mampu menjadi pembelajaran baik itu ludruk sebagai kelompok kesenian rakyat, maupun ceritanya yang bisa menjadi pengetahuan bagi masyarakat.
Perilaku Konsumsi Masyarakat Urban Pada Produk Kopi Ala Starbucks Nadya Afdholy
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v3i1.8681

Abstract

Kopi Starbucks merupakan produk kopi yang menandakan nilai prestise yang tinggi bagi para penikmatnya karena harganya yang tergolong mahal. Bagi konsumen yang berpendapatan tinggi, tentu bukan hal yang sulit untuk mengonsumsi kopi Starbucks, namun bagi yang berpendapatan rendah mungkin akan berpikir ulang untuk mengonsumsi produk tersebut. Munculnya brand kopi ala Starbucks menunjukkan bahwa saat ini banyak animo masyarakat yang menginginkan kopi tetapi mereka juga melihat keadaan ekonomi mereka yang seutuhnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pembentukan identitas yang dimunculkan oleh para konsumen pada produk imitasi ala Starbucks dengan memanfaatkan teori simulakrum dari Jean Baudrillard. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian dilakukan di Kafe Starmug’s, Kelurahan Keputih, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya. Sumber data penelitian yaitu hasil wawancara dengan berbagai informan yang merupakan beberapa orang pekerja dan juga mahasiswa di Surabaya yang disebut masyarakat urban. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan interpretasi. Analisis data dilakukan dengan mendeskripsikan dan memaknai data yang telah diperoleh. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa praktik konsumsi kopi ala Starbucks merupakan bentukan konsumerisme postmodern, yakni pola konsumsi yang tidak sesuai dengan arti harfiah dari konsumsi, namun lebih mengarah pada konsumsi simbol-simbol. Kata kunci: imitasi, konsumsi, kopi, posmodernisme, Starbucks.
Nilai Sosial Masyarakat Madura dalam Kumpulan Syair Lagu Daerah Madura Putri Ambarwati; Huriyatul Wardah; Muhammad Ovin Sofian
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v3i1.8682

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai nilai sosial masyarakat Madura dalam kumpulan syair lagu daerah Madura. Kajian ini dilakukan dengan tujuan memaparkan tentang nilai-nilai sosial dalam kehidupan masyarakat Madura yang tercermin melalui lagu daerahnya. Dengan adanya penelitian ini diharapkan mampu memberikan manfaat kepada masyarakat agar dapat memaknai lagu daerah tersebut secara mendalam dengan cara mengambil pesan yang disampaikan dalam lagu serta meluruskan streotip orang di luar Madura terhadap masyarakat Madura. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan etika yang sejalan dengan nilai-nilai sosial masyarakat yang dibahas. Teori yang digunakan yaitu teori dari Immanuel Kant dan John Stuart Mill yang membahas mengenai etika sosial. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dan sumber data yang digunakan berupa sumber data kontekstual. Pembahasan yang dihasilkan dari penelitian ini yaitu membahas mengenai nilai-nilai sosial yang terdapat dalam beberapa lagu daerah Madura yaitu lagu “Caca aghuna, Re-sere penang, Bhing ana‟, Pajjher Lagghu, dan Tandhu‟ Majheng. Nilai-nilai yang terefleksikan dalam lagu tersebut yaitu terdiri dari nilai kepedulian dan nilai tanggung jawab.
Pengembangan Teknik Peran Seorang Aktor Untuk Pementasan Monolog Melalui Sistem Stanislavski dalam Buku an Actor Prepares and Building a Character Roci Marciano
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v3i1.8683

Abstract

Tujuan penelitian Teknik Peran Seorang Aktor Untuk Pementasan Monolog Melalui Sistem Stanislavski An Actor Preapares And Building A Character ini dilakukan ialah, untuk mengembangkan model pembelajaran pada mata kuliah Totalitas Keaktoran yang ditempuh oleh mahasiswa semester lima. Pengembangan Teknik Peran Seorang Aktor Untuk Pementasan Monolog Melalui Metode Stanislavski An Actor Preapers And Building A Character penting untuk di pelajari saat ini. Karena penelitian memberikan dampak positif bagi seorang mahasiswa khususnya dan masyarakat luas pada umumnya yang mengambil minat keaktoran. Kecerdasan yang bisa dipelajari dalam belajar monolog tentu saja bukan hanya demi keberanian seorang aktor tampil sendirian di atas panggung dengan menyampaikan kisah atau cerita. Tetapi nilai yang paling berharga dari penemuan teknik peran ini adalah, seorang aktor bisa memulai pelatihannya dengan tersistem, teratur dan terprogram. Karena monolog juga memiliki dampak yang positif untuk dipelajari, seperti sebagai mahasiswa atau manusia mampu menghapalkan hasil pemikiran seorang penulis naskah, merespon segala tatanan artistik dengan kecerdasan lahiriah dan batiniah sebagai perangkat keaktoran untuk disampaikan kepada penonton. Oleh sebab itu teknik-teknik dalam pelatihan seorang aktor untuk mewujudkan pementasan monolog dan monodrama tentu saja dibutuhkan, sehingga penelitian ini akan berguna bagi mahasiswa STKW Surabaya khususnya, dan seluruh mahasiswa teater yang ingin pentas monolog pada umumnya.
Wacana Politik dan Diskriminasi dalam Kumpulan Cerita Pendek Pao An Tui Karya Dwicipta Yudhistira Adi Prasetya
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v3i1.8684

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan konteks historis, wacana politik, dan wacana diskriminasi dalam kumcer Pao An Tui karya Dwicipta. Pengumpulan data diakukan dengan teknik simak-catat. Analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif kualitatif. Validasi data menggunakan validitas semantik. Hasil penelitian menunjukkan 1) Keberadaan Pao An Tui di Indonesia tidak bisa dipisahkan dari sejarah orang-orang China yang berlayar untuk mencari rumah tinggal baru, 2) Pao An Tui sangat kenal dengan nuansa politis, khususnya sebagai alat politik Belanda KNIL untuk menghalau mata-mata pribumi, dan 3) terdapat diskriminasi dan teror yang dialami oleh masyarakat China secara fisik dan psikologis.  
Front Matter Jurnal Satwika Vol.3 No.1 (2019) Jurnal Satwika
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v3i1.9955

Abstract

Back Matter Jurnal Satwika Vol.3 No.1 (2019) Jurnal Satwika
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v3i1.9956

Abstract

Tinjauan pustaka sistematis: Studi kritis pementasan budaya di era pandemi Covid-19 pada pertunjukan sendratari Ramayana secara online Dian Kusmawati Rahardjo; Haryadi Sarjono
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 6 No. 1 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v6i1.18275

Abstract

Indonesia memiliki kekayaan tradisi yang menjadikannya sebagai daya tarik tersendiri, salah satunya adalah seni Sendratari Ramayana. Cerita ini populer di kalangan masyarakat Jawa. Akan tetapi, dengan adanya pandemi Covid-19 pementasan ini terhenti sementara waktu dan dialihakan dengan cara virtual melalui media daring. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh persepsi dan minat pengunjung wisata terhadap pagelaran seni Sendratari Ramayana secara online. Pementasan ini dianggap berhasil karena memiliki daya tarik tersendiri dan banyak diminati wisatawan  lokal maupun global. Metode penelitian yang digunakan adalah metode SLR (Systematic Literature Review), yaitu menggunakan data yang bersumber dari rujukan artikel penelitian yang sudah terindeks International Standart Serial Number secara online yang dipublish dengan Kode ISSN. Sedangkan artikel yang terpakai difokuskan pada jurnal terpublikasi dari tahun 2017-2021. Hasil penelitian menunjukan masih ada rasa tanggung jawab terhadap aktivitas kesenian dari pelaku seni. Serta keinginan untuk menjadi semakin baik dalam melakukan pertunjukan walaupun dilaksanakan secara daring karena pandemi. Kondisi ini mengakibatkan munculnya dua sisi yang berbeda. Di satu sisi memberikan dampak positif bagi pengelola lokasi wisata, pemain, dan penduduk sekitarnya yang menjadi penari latar dalam pentas. Di sisi lain para pedagang kaki lima, juru parkir, tidak beroperasi sebagai akibat dari pandemi Covid-19. Gambaran ini dapat diartikan bahwa pertunjukan Sendratari Ramayana secara online tetap diminati para pengunjung karena pengaruh persepsi dan minat pengunjung wisata yang positif dan cukup puas terhadap kualitas pertunjukan seni sendratari tersebut.     Indonesia has many cultures related to various folklores that make it a special attraction, one of which is the Ramayana ballet, which became a popular story among the Javanese people, but with the Covid-19 pandemic, this performance was suspended for a while, but in the end it was stopped. reopen in a virtual way through online media. The purpose of this study was to determine the effect of the perception and interest of tourist visitors on the online Ramayana ballet art performance, considering that this performance was considered successful because it is an art performance that has its own tourist attraction which is very well known and attracts foreign and domestic tourists. The research method used is the SLR (Systematic Literature Review) method, which uses data sourced from the literature of research articles that have been indexed by the International Standard Serial Number online published with the ISSN code, while the paper used is focused on published journals from 2017-2021. . The results of the study show that there is still a sense of responsibility for the continuity of artistic activities from artists, as well as the desire to be better at performing the performances that are presented, even in a pandemic, namely online performances. This will have two impacts, namely a positive impact for the manager of tourist sites, players and surrounding residents who are recruited to work as background dancers in the stage, while the negative impact is for street vendors, parking attendants, due to not operating as a result of the Covid pandemic. -19. This description can be interpreted that the online Ramayana ballet performances are still in demand by visitors because of the positive influence of perceptions and interests of tourist visitors and are quite satisfied with the quality of the ballet art performances.
Seni Beduda: Penanaman nilai-nilai tradisi melalui musik dan syair pada masyarakat Suku Dayak Kebahan Penyelopat Imam Ghozali
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 6 No. 1 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v6i1.18902

Abstract

Beduda adalah seni tutur pada masyarakat Suku Dayak Kebahan Penyelopat Desa Engkurai Kabupaten Melawi. Penelitian ini dilatarbelakangi peran penting kesenian tersebut dalam penanaman nilai-nilai kearifan lokal pada masyarakatnya. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini tentang bentuk dan penanaman nilai-nilai seni Beduda pada masyarakat Suku Dayak Kebahan Penyelopat. Penanaman nilai-nilai pada masyarakat berfungsi untuk membantu masyarakat tersebut mengenal dan mempertahankan tradisi budayanya yang meliputi sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya dari masyarakat tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan bentuk penelitian analitik interpretatif dengan sumber data pelaku maupun tokoh seni beduda. Teknik analisis data yang digunakan adalah  model analisis interaktif (interactive analysis models). Beduda bentuk seni tutur yang disertai dengan nada dan cengkok. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Selayan. Isi syair Beduda berupa nasihat, hiburan, penyambutan, maupun riwayat hidup seseorang serta ucapan rasa syukur dan harapan. Nilai-nilai yang ditanamkan melalui syair-syair beduda  meliputi nilai-nilai religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, dan juga kemandirian. Penanaman nilai-nilai tersebut termaktub dalam syair-syair beduda yang dilantunkan. Secara konteks hampir seluruh syair mengandung nilai-nilai dengan makna yang dalam. Syair-syair yang dilantunkan dalam bahasa kuno menjadi kendala bagi kalangan muda untuk mempelajarai dan memahaminya. Seni beduda digunakan dalam lingkup kecil dalam keluarga, maupun pada masyarakat yang lebih luas, sebagai hiburan maupun pengisi acara-acara ritual. Penanaman nilai pada seni beduda dilakukan melalaui syair maupun dalam pengggunaan alat musik pengiringnya.   Beduda is the art of speech in the Dayak Kebahan Penyelopat Tribe, Engkurai Village, Melawi Regency. This research is motivated by the important role of the arts in instilling the values ​​of local wisdom in the community. The problem posed in this research is about the form and inculcation of Beduda artistic values ​​in the Kebahan Penyelopat Dayak Tribe community. Instilling values ​​in the community serves to help the community recognize and maintain its cultural traditions which include a system of ideas, actions, and the work of the community. This study uses a qualitative method in the form of interpretive analytic research with data sources from actors and figures of the Beduda art. The data analysis technique used is interactive analysis models. Beduda art form of speech accompanied by tone and twist. The language used is the Malay language. The contents of Beduda's poetry are in the form of advice, entertainment, welcoming, as well as a person's life history as well as expressions of gratitude and hope. The values ​​that are instilled through beduda poems include religious values, honesty, tolerance, discipline, hard work, and independence. The cultivation of these values ​​is embodied in the beduda poems that are sung. In context, almost all of the poems contain values ​​with deep meaning. The poems sung in ancient languages ​​are an obstacle for young people to learn and understand them. Beduda art is used in small circles within the family, as well as in the wider community, as entertainment and as performers in ritual events. Instilling values ​​in the art of beduda is carried out through poetry and in the use of musical accompaniment instruments.
Tari Greget Sawunggaling sebagai ikon kota Surabaya Hanidar Fejri Diagusty; Setyo Yanuartuti; Eko Wahyuni Rahayu
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 6 No. 1 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v6i1.19247

Abstract

Surabaya sebagai bagian dari etnis Arek memiliki budaya yang beragam dan khas, salah satunya dalam seni tari terdapat tari Greget Sawunggaling yang menjadi ikon kota Surabaya. Sebagai visualisasi tokoh Sawunggaling yang  menjadi ikon kota memunculkan rumusan masalah bagaimana fenomena pada tari Greget Sawunggaling sehingga menjadi ikon kota dan mengapa tari Greget Sawunggaling dapat menjadi ikon kota. Dari rumusan tersebut, maka tujuan dari penelitian ini adalah mengungkap fenomena Greget Sawunggaling sehingga menjadi ikon kota dan menjabarkan alasan tari Greget Sawunggaling dapat menjadi ikon kota Surabaya. Adapun metode pendekatan penelitian ini adalah kualitatif deskriptif melalui kajian identitas. Metode untuk mengecek keabsahan data dilakukan dengan triangulasi data di mana dalam pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan dokumentasi, serta observasi. Hasil dari penelitian ini sebagai kajian interdisiplin dikupas secara teks maupun konteks kajian tari. Dalam teks ditemukan adanya karakterisasi dari transformasi Remo gaya Suroboyoan dan pemaknaan simbol bentuk sajian yang dilihat secara ikonografis maupun semiotika. Secara kontekstual dikupas dari historis fenomenologi dan nilai-nilai yang sesuai dengan pandangan hidup Arek Suroboyo yang meliputi nilai kepahlawanan, Pendidikan, dan ketrampilan yang menjadikan tari ini sebagai ikon kota Surabaya. Kesimpulan penelitian ini adalah kesesuaian tokoh Sawunggaling yang diangkat dalam karya tari ini dengan karakter dan pandangan hidup arek Suroboyo sehingga dapat menjadi identitas budaya.   Surabaya as part of the Arek ethnic group has a diverse and distinctive culture, one of which is the Greget Sawunggaling dance which is an icon of the city of Surabaya. As a visualization of the Sawunggaling character who became an icon of the city, it raises the formulation of the problem of how the phenomenon in the Greget Sawunggaling dance becomes an icon of the city and why the Greget Sawunggaling dance can become an icon of the city. From this formulation, the purpose of this research is to reveal the phenomenon of Greget Sawunggaling so that it becomes an icon of the city and to describe the reasons why Greget Sawunggaling dance can become an icon of the city of Surabaya. The method of this research approach is descriptive through identity studies. The method to check the validity of the data is done by triangulation of data where the data collection is done by interviews and documentation, as well as observation. The results of this study as an interdisciplinary study are described in the text and context of dance studies. In the text, it is found that there is a characterization of the Remo transformation in the Suroboyoan style and the meaning of the symbol of the form of the dish which is seen both iconographically and semiotically. Contextually, it is analyzed from historical phenomenology and values ​​that are in accordance with Arek Suroboyo's view of life which includes the values of heroism, education, and skills that make this dance the city of Surabaya. The conclusion of this study is in accordance with the Sawunggaling character who was appointed in the work of art with the character and way of life of the Suroboyo arek so that it can become a cultural identity.