Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial
Satwika (Kajian Budaya dan Perubahan Sosial) publishes scientific papers on the results of studies/research and reviews of the literature in the fields of cultural studies and social change. The journal is oriented towards research on cultural phenomena and the current social changes. With the aim of dialogue in contemporary socio-cultural conditions, journals encourage cultural analysis and social change that challenge ideological modes and share inequitable justice, contribute to broad theoretical debates, and help stimulate new and progressive social involvement.
Articles
280 Documents
Cerpen Agama Apa yang Pantas Bagi Pohon- Pohon? Karya Eko Triono sebagai Media Kritik Alternatif terhadap Masyarakat Postmodernisme
Sastra, Yulaika Ranu
JURNAL SATWIKA Vol 1, No 2 (2017): Oktober
Publisher : Cultural Institute University of Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (271.764 KB)
|
DOI: 10.22219/js.v1i2.7017
Masyarakat modern saat ini telah mengalami perubahan secara signifikan baik dari segi pola pikir, maupun tingkah laku. Perubahan ini bertentangan dengan hakikatnya sebagai manusia modern. Pergeseran tatanan norma-norma tersebut memunculkan teori posmodernisme. Dari postmodernisme inilah bermunculan pula berbagai kritik terhadap manusia sebagai subjek kehidupan. Seiring berkembangnya zaman, beragam teori dan aliran sastra pun bermunculan untuk membedah karya. Karya sastra dikaitkan berdasarkan teori yang tepat agar maksud si penulis tersampaikan kepada pembaca melalui penafsir. Ada pun mata pisau untuk membedah cerita pendek Agama Apa yang Pantas bagi Pohon-Pohon? karya Eko Triono menggunakan pendekatan postmodernisme. Cerpen ini dipilih sebagai media kritik alternatif karena mewakili kehidupan manusia modern. Terdapat beberapa hasil terhadap penelitian postmodernisme dalam cerpen tersebut, yakni manusia posmodern mengesampingkan pemahaman agama sedini mungkin kepada anak, ketidaksiapan manusia postmodern menghadapi realita, masalah diri sendiri dengan orang lain dan masyarakat, manusia postmodern tidak lagi mengindahkan kedamaian, dan permasalahan percintaan masyarakat postmodern saat ini.
PENTA POLITIKA INDONESIA DALAM PERSPEKTIF SEJARAH PERADABAN MASA LALU DAN MASA KINI
Salamah, Umi
JURNAL SATWIKA Vol 1, No 1 (2017): April
Publisher : Cultural Institute University of Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (386.124 KB)
|
DOI: 10.22219/js.v1i1.4603
Founding Father negara Indonesia memberikan contoh bagaimana menghargai sejarah peradaban bangsa sendiri seiring kemajuan ilmu pengetehuan dan teknologi dalam merumuskan landasan kenegaraan dan citacita kemerdekaan. Sejarah kejayaan dan keruntuhan peradaban bangsa digunakan sebagai tata buku masa lalu dalam menyusun rencana pembangunan peradaban bangsa di masa depan agar kedaulatan politik, kemandirian ekonomi, dan kepribadian yang berbudaya kuat, berdaulat, dan bermartabat. Sebagai salah satu bukti, bahwa peradaban bangsa Indonesia di masa lalu lebih maju dari bangsa Eropa adalah ditemukannya prasasti konsep pemilahan kekuasaan sejak Abad-12, sementara di Eropa digaungkan dalam tulisan John Locke dan Montesquieu mulai akhir Abad 17. Carut-marutnya, perpolitikan di negara Indonesia saat ini, lebih disebabkan oleh pemahaman yang dangkal para elit politik terhadap substansi sejarah peradaban dan budaya masa lalu yang telah dirumuskan oleh para pendiri bangsa Indonesia dalam cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945, Preambule UUD 1945, Batang Tubuh UUD 1945, dan ideologi Pancasila. Para elit enggan mengkaji substansi nilai-nilai dan pesan yang terkandung dalam dokumen tersebut. Mereka lebih suka “Membeli Produk Instan” peradaban luar negeri demi kepentingan pribadi dan kelompoknya. Tidak mengherankan jika pragmatisme politik, produk Barat itu lebih berkembang daripada tata berpolitik yang beretika sebagaimana yang dilakukan oleh para leluhur kejayaan Nusantara dan para pendiri bangsa. Prinsip yang harus dipegang kuat adalah ketika belajar dari peradaban bangsa lain bukan berarti menghilangkan eksistensi budaya sendiri.
Tari Glipang sebagai Sarana Peningkatan Konsentrasi Kinestetik Tunagrahita
Restian, Arina;
Aini, Dian Fitri Nur
JURNAL SATWIKA Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Cultural Institute University of Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (331.671 KB)
|
DOI: 10.22219/js.v3i1.8678
Usia sekolah dasar merupakan fase perkembangan awal pada anak untukmengembangkan kemampuan atau kecerdasannya. Peserta didik memilikikemampuan berbeda-beda yang dipengaruhi oleh beberapa faktor. Kecerdasan pada manusia khususnya anak usia sekolah dasar meliputi 9 jenis kecerdasan salah satunya adalah kecerdasan kinestetik. Kecerdasan kinestetik pada usia sekolah dasar secara umum berkembang lebih cepat dibandingkan kecerdasan yang lain. Hal ini dikarenakan karakteristik anak usia sekolah dasar cenderung lebih menyukai kegiatan yang bergerak misalnya berlari dan menari. Namun pada anak tunagrahita, kemampuan motoriknya cenderung berkembang lebih lambat dibandingkan dengananak regular. Tunagrahita memiliki keterbatasan dalam memfokuskan diri pada sesuatu tidak lebih dari setengah jam sehingga mereka sulit berkonsentrasi. Keterlambatan perkembangan kemampuan motorik yang dialami oleh tunagrahita juga berpengaruh terhadap konsentrasi kinestetiknya. Anak cenderung sulit menghafal gerakan-gerakan yang terdapat pada pembelajaran yang mengharuskan mereka bergerak secara bersamaan dengan siswa lain misalnya pada kegiatan senam dan tari. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk melatih konsentrasi kinestetik pada anak tunagrahita adalah melalui kegiatan menari. Tari memiliki tujuan untuk mengembangkan pribadi peserta didik. Salah satu jenis tarian yang dapat digunakan sebagai sarana terapi tunagrahita adalah Tari Glipang. Tari Glipang merupakan tarian yang berasal dari Probolinggo. Tari Glipang memiliki 13 tahapan yang diterapkan dalam pembelajaran seni yang dapat digunakan sebagai terapi untuk anak tunagrahita. Penerapan gerakan Tari Glipang pada anak grahitadapat membantu mereka meredakan emosi dan berpengaruh pada konsentrasinya. Selain itu, Tari Glipang juga cenderung memiliki gerakan yang fokus ke pengaturan pernapasan. Pengaturan pernapasan yang baik akan melancarkan peredaran darah yang secara langsung berpengaruh pada meningkatnya konsentrasi anak.
Pengembangan Teknik Peran Seorang Aktor Untuk Pementasan Monolog Melalui Sistem Stanislavski dalam Buku an Actor Prepares and Building a Character
Marciano, Roci
JURNAL SATWIKA Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Cultural Institute University of Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (370.712 KB)
|
DOI: 10.22219/js.v3i1.8683
Tujuan penelitian Teknik Peran Seorang Aktor Untuk Pementasan Monolog Melalui Sistem Stanislavski An Actor Preapares And Building A Character ini dilakukan ialah, untuk mengembangkan model pembelajaran pada mata kuliah Totalitas Keaktoran yang ditempuh oleh mahasiswa semester lima. Pengembangan Teknik Peran Seorang Aktor Untuk Pementasan Monolog Melalui Metode Stanislavski An Actor Preapers And Building A Character penting untuk di pelajari saat ini. Karena penelitian memberikan dampak positif bagi seorang mahasiswa khususnya dan masyarakat luas pada umumnya yang mengambil minat keaktoran. Kecerdasan yang bisa dipelajari dalam belajar monolog tentu saja bukan hanya demi keberanian seorang aktor tampil sendirian di atas panggung dengan menyampaikan kisah atau cerita. Tetapi nilai yang paling berharga dari penemuan teknik peran ini adalah, seorang aktor bisa memulai pelatihannya dengan tersistem, teratur dan terprogram. Karena monolog juga memiliki dampak yang positif untuk dipelajari, seperti sebagai mahasiswa atau manusia mampu menghapalkan hasil pemikiran seorang penulis naskah, merespon segala tatanan artistik dengan kecerdasan lahiriah dan batiniah sebagai perangkat keaktoran untuk disampaikan kepada penonton. Oleh sebab itu teknik-teknik dalam pelatihan seorang aktor untuk mewujudkan pementasan monolog dan monodrama tentu saja dibutuhkan, sehingga penelitian ini akan berguna bagi mahasiswa STKW Surabaya khususnya, dan seluruh mahasiswa teater yang ingin pentas monolog pada umumnya.
Pulau Bali dalam Pandangan Dunia Penyair Indonesia
Safitri, Gita;
Fitriani, Nurul;
Wahyuni, Ninda
JURNAL SATWIKA Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Cultural Institute University of Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (338.115 KB)
|
DOI: 10.22219/js.v3i1.8679
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pandangan para penyair terhadap pulau Bali yang dituangkan dalam karyanya. Fokus penelitian ini adalah menyoroti pandangan dunia pengarang dalam menciptakan puisi tentang pulau Bali. Untuk mengupas tuntas hal tersebut digunakan teori strukturalisme genetik Lucien Goldmann. Teori ini digunakan sebagai upaya pengungkapan pandangan penyair terhadap kondisi masyarakat Bali yang nantinya dijadikan bahan imajinasi penyair. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kumpulan puisi dari empat penyair, yaitu WS Rendra Sajak Pulau Bali, Wayan Jengki Sunarta Selat Bali, Eka Budianta Pada Selembar Daun Gugur, dan Ketut Yuliarsa Hari Raya Pohon. Data yang digunakan berupa diksi-diksi bernilai estetik. Teknik pengumpulan data dengan cara studi dokumen. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa pengarang menggunakan sisi pandang yang berbeda-beda dalam mengambarkan pulau Bali. Pertama, WS Rendra menggunakan sisi pandang keburukan yang dimiliki Bali secara menyeluruh, mulai dari persoalan sosial hingga kebudayaan. Kedua, Wayan Jengki Sunarta mengunakan sisi pandang yang dimiliki Bali dengan titik fokus pada permasalahan sosial masyarakatnya. Ketiga, Eka Budianta menggunakan sisi pandang tragedi sejarah yang pernah terjadi di Bali. Keempat, Ketut Yuliarsa mengunakan sisi pandang kekayaan budaya yang dimiliki Bali.
Wacana Politik dan Diskriminasi dalam Kumpulan Cerita Pendek Pao An Tui Karya Dwicipta
Prasetya, Yudhistira Adi
JURNAL SATWIKA Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Cultural Institute University of Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (303.226 KB)
|
DOI: 10.22219/js.v3i1.8684
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan konteks historis, wacana politik, dan wacana diskriminasi dalam kumcer Pao An Tui karya Dwicipta. Pengumpulan data diakukan dengan teknik simak-catat. Analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif kualitatif. Validasi data menggunakan validitas semantik. Hasil penelitian menunjukkan 1) Keberadaan Pao An Tui di Indonesia tidak bisa dipisahkan dari sejarah orang-orang China yang berlayar untuk mencari rumah tinggal baru, 2) Pao An Tui sangat kenal dengan nuansa politis, khususnya sebagai alat politik Belanda KNIL untuk menghalau mata-mata pribumi, dan 3) terdapat diskriminasi dan teror yang dialami oleh masyarakat China secara fisik dan psikologis.
Dramaturgi Ludruk Karya Budaya Mojokerto Jawa Timur Lakon Sarip Tambak Oso
Wardhani, Jihan Kusuma
JURNAL SATWIKA Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Cultural Institute University of Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (376.897 KB)
|
DOI: 10.22219/js.v3i1.8680
Dramaturgi Ludruk Karya Budaya Mojokerto-Jawa Timur pada Lakon Sarip Tambak Oso, adalah pengkajian teater rakyat yang orisinal oleh penulis. Ini merupakan penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengetahui LKBM secara lebih mendalam melalui keilmuan dramaturgi. Kelompok ini telah bertahan lama, yaitu sekitar 48 tahun. Cerita STO telah hidup lebih lama dari pada kelompok LKBM. Ludruk telah menjadi hiburan khas Jawa Timur, dan cerita STO adalah salah satu legenda yang terus hidup di masyarakat Jawa Timur, khususnya Sidoarjo. Cerita STO sangat dekat dengan masyarakat dan konflik dalam lakon merupakan hal yang sering terjadi di masyarakat sehingga cerita ini mengingatkan betapa pentingnya komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat. Kebaruan penelitian ini adalah sampai saat ini belum ada yang melakukan penelitian secara kajian dramaturgi terhadap LKBM khususnya pada lakon STO. Lakon yang menceritakan tentang perjuangan hak seorang manusia yang bernama Sarip yang tidak mau membayar pajak karena kemiskinannya. Hal itu menimbulkan perlawanan terhadap pemerintahan Belanda dan antek-anteknya, hingga akhirnya kelemahan Sarip dicari agar dapat membunuhnya yaitu dengan membungkam teriakan sang Ibu agar tidak bisa membangunkan Sarip dari kematiannya. Cerita ini dianggap nyata oleh sebagian masyarakat yang ada di Wilayah Jawa Timur, khususnya di daerah Sidoarjo tepatnya di wilayah Tambak Oso. Seiring perkembangannya cerita ini kemudian menjadi pembelajaran bagi masyarakat setempat untuk lebih bijak menyikapi segala keputusan yang telah ditentukan pemerintah. Baik itu antara pemerintah dan rakyat hendaknya sama-sama melakukan komunikasi yang tepat agar tercipta keharmonisan. Melihat banyaknya terjadi mis komunikasi antara pemerintah dan rakyat dalam mengambil kebijakan. Kajian dramaturgi LKBM pada lakon STO diharapkan mampu menjadi pembelajaran baik itu ludruk sebagai kelompok kesenian rakyat, maupun ceritanya yang bisa menjadi pengetahuan bagi masyarakat.
Perilaku Konsumsi Masyarakat Urban Pada Produk Kopi Ala Starbucks
Afdholy, Nadya
JURNAL SATWIKA Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Cultural Institute University of Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (359.191 KB)
|
DOI: 10.22219/js.v3i1.8681
Kopi Starbucks merupakan produk kopi yang menandakan nilai prestise yang tinggi bagi para penikmatnya karena harganya yang tergolong mahal. Bagi konsumen yang berpendapatan tinggi, tentu bukan hal yang sulit untuk mengonsumsi kopi Starbucks, namun bagi yang berpendapatan rendah mungkin akan berpikir ulang untuk mengonsumsi produk tersebut. Munculnya brand kopi ala Starbucks menunjukkan bahwa saat ini banyak animo masyarakat yang menginginkan kopi tetapi mereka juga melihat keadaan ekonomi mereka yang seutuhnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pembentukan identitas yang dimunculkan oleh para konsumen pada produk imitasi ala Starbucks dengan memanfaatkan teori simulakrum dari Jean Baudrillard. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian dilakukan di Kafe Starmug’s, Kelurahan Keputih, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya. Sumber data penelitian yaitu hasil wawancara dengan berbagai informan yang merupakan beberapa orang pekerja dan juga mahasiswa di Surabaya yang disebut masyarakat urban. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan interpretasi. Analisis data dilakukan dengan mendeskripsikan dan memaknai data yang telah diperoleh. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa praktik konsumsi kopi ala Starbucks merupakan bentukan konsumerisme postmodern, yakni pola konsumsi yang tidak sesuai dengan arti harfiah dari konsumsi, namun lebih mengarah pada konsumsi simbol-simbol. Kata kunci: imitasi, konsumsi, kopi, posmodernisme, Starbucks.
Resepsi Ikatan Keluarga Banyuwangi Terhadap Mantra Sabuk Mangir
Novitasari, Santi;
Dhani, Dayu Rahma;
Awanda, Vindy Berlian
JURNAL SATWIKA Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Cultural Institute University of Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (371.587 KB)
|
DOI: 10.22219/SATWIKA.Vol3.No2.103-110
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui resepsi yang dilakukan oleh Ikatan Keluarga Banyuwangi yang ada di Malang terhadap mantra sabuk mangir. Sumber data penelitian ini adalah mahasiswa asal Banyuwangi yang tergabung dalam Ikawangi yang ada di universitas di Malang. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan teori resepsi sastra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan generasi muda terhadap mantra sabuk mangir beragam. Hanya sedikit yang mengerti secara mendalam fungsi dan kegunaan mantra ini. Meskipun begitu, bagi mereka yang tidak mengerti secara mendalam mempersepsi bahwa mantra ini merupakan mantra pengasih yang biasa digunakan untuk mencari jodoh. Hal ini menunjukkan bahwa mantra sabuk mangir di tengah masyarakat Banyuwangi, khususnya pelajar, tidak banyak lagi diketahui.
Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Nilai-Nilai Kearifan Lokal di Sekolah
Iswatiningsih, Daroe
JURNAL SATWIKA Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Cultural Institute University of Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (329.904 KB)
|
DOI: 10.22219/SATWIKA.Vol3.No2.155-164
Pendidikan karakter sampai saat ini masih perlu ditanamkan pada siswa dalam pembelajaran. Pendidikan karakter diharapkan mampu menguatkan lima nilai utama karakter, yakni nilai religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas. Dalam penguatan pendidikan karakter di sekolah dapat dilakukan melalui pendidikan budaya berkearifan lokal. Budaya kearifan lokal perlu dikenalkan dan diajarkan di sekolah agar menumbuhkan sikap cinta budaya. Para siswa saat ini kurang memiliki sikap peduli dan mencintai budaya. Untuk itu, paparan berikut menjelaskan bagaimana mengimplementasikan pendidika karakter berbasis kearifan lokal.