Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial
Satwika (Kajian Budaya dan Perubahan Sosial) publishes scientific papers on the results of studies/research and reviews of the literature in the fields of cultural studies and social change. The journal is oriented towards research on cultural phenomena and the current social changes. With the aim of dialogue in contemporary socio-cultural conditions, journals encourage cultural analysis and social change that challenge ideological modes and share inequitable justice, contribute to broad theoretical debates, and help stimulate new and progressive social involvement.
Articles
280 Documents
ISSUES FACED BY MINORITY ETHNIC GROUPS’ STUDENTS REFLECTED IN THEIR WRITING
Wiraatmaja, Triastama
JURNAL SATWIKA Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Cultural Institute University of Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (443.033 KB)
|
DOI: 10.22219/SATWIKA.Vol4.No1.22-33
This research attempted to determine issues faced by minority ethnic groups? students in English Language Education Department in private university in Malang, and whether ethnicity and social aspects played significant roles in the students? language proficiency reflected in their vocabulary in writing class. The researcher analysed writing samples taken from 16 students from both minority and majority ethnic groups by utilising Voyant Tools which focused on vocabulary density and average words per sentence. Followed with spreading questionnaires to eight students of minority ethnic groups and interviewing two of them who earned highest scored based on Voyant Tools. Those sessions were analysed with Thick Description to focus on related issues regarding vocabulary proficiency and ethnicities. The results taken from Voyant Tools indicated that students from minority ethnic groups were lesser than the students from majority one?s. Those results depicted the vocabulary proficiency of students from minority ethnic groups in writing, and those results were affected by educational deprived in their origins, and verbal abuse regarding their ethnicity. The researcher discovered that verbal abuse towards ethnicity regarded as individual discrimination that strengthens the majority?s idea to emphasise their superiority over the inferior. People tend to overlook the fact that verbal abuse among students was existed in universities and it affecting students? performance. This notion was supported by the result taken from Voyant Tools in which the result shown that the minority ethnic groups were lesser than majority one?s and the effect were reflected at their writing, notably their vocabulary proficiency.
PERADABAN MELAYU KUNO: SEJARAH, BUDAYA, DAN EKONOMI SERDANG DALAM NOVEL PENARI DARI SERDANG KARYA YUDHISTIRA ANM MASSARDI
Zulaemy, Muhammad;
Andalas, Eggy Fajar
JURNAL SATWIKA Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Cultural Institute University of Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (464.153 KB)
|
DOI: 10.22219/SATWIKA.Vol4.No1.71-83
Dalam sejarah bangsa Indonesia, peradaban Melayu menempati posisi yang penting. Berbagai bentuk kebudayaan bangsa saat ini tidak bisa dilepaskan begitu saja dari sejarah peradaban Melayu. Meskipun begitu, sangat sedikit hasil penelitian yang dilakukan terhadap kebudayaan Melayu di Indonesia. Berbagai hasil penelitian yang ada lebih berpusat pada kebudayaan Jawa. Melalui novel Penari Dari Serdang, Yudhistira ANM Massardi menggambarkan peradaban yang menjadi cikal bakal terbentuknya sebuah daerah yang bernama Serdang yang pada kenyataannya memiliki struktur sejarah yang panjang. Artikel ini bertujuan menggabarkan sejarah peradaban Melayu kuno yang tergambarkan dalam novel Penari Dari Serdang karya Yudhistira ANM Massardi. Dengan menggunakan perspektif new historicism yang menekankan pada hubungan dialektis antara aspek sejarah sebagai latar belakang terciptanya karya sastra dan teks sastra, artikel ini berpendapat bahwa karya ini menyoriti dimensi sejarah, budaya, dan ekonomi di Serdang pada masa kejayaan Melayu kuno. Berbagai gambaran yang ada di dalam novel ini memperlihatkan kesejajaran struktur dengan realitas pada dokumen-dokumen sejarah yang ada. Di sisi lain, novel ini juga memberikan kritik terhadap sikap pemerintah saat ini yang abai terhadap sejarah masa lalu yang kaya, utamanya di wilayah Serdang.
PAWAI MINIATUR TRUK SEBAGAI ARENA HIBURAN BARU MASYARAKAT RURAL: SEBUAH PRAKTIK SOSIAL
Fredianto, Dadang;
Septiawan, Fariz Eko
JURNAL SATWIKA Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Cultural Institute University of Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (583.481 KB)
|
DOI: 10.22219/SATWIKA.Vol4.No1.10-21
Pawai miniatur truk telah menjadi hiburan baru bagi masyarakat pedesaan di Jawa Timur bagian Selatan. Para peserta membuat miniatur truk lengkap dengan aksesoris dan desain interior yang dibuat semirip mungkin dengan aslinya. Para pecinta miniatur truk menampilkan karya mereka di acara karnaval untuk memperebutkan hadiah dan pengakuan dari komunitasnya. Dalam memahami fenomena tersebut, pengamatan langsung, baik dalam karnaval maupun dalam media sosial dilakukan. Selain itu, wawancara kepada penggemar dilakukan. Wawancara dilakukan pada saat karnaval digelar di Desa Bagelenan Kabupaten Blitar dan di Desa Purwodadi Kabupaten Kediri. Tulisan ini bertujuan memahami fenomena pawai miniatur truk sebagai sebuah praktik sosial. Untuk melakukan hal teresebut digunakan teori Praktik Sosial Pierre Bourdieu. Penelitian menunjukkan bahwa terdapat modal ekonomi, modal simbolik, dan modal budaya yang digunakan penggemar dalam melakukan praktik miniatur truk. Segala aktivitas ini disebut sebagai konsep habitus. Modal dan habitus yang dimiliki oleh penggemar miniatur tersebut mereka mainkan ke dalam sebuah arena, di mana arena merupakan tempat pertarungan para penggemar dalam merebutkan sumber daya. Pembahasan ini menemukan sebuah konsep baru tentang praktik sosial dalam hiburan masyarakat rural, yaitu pawai miniatur truk telah menjadi sebuah praktik sosial warga pedesaan di daerah Jawa Timur Selatan.
MENIMBANG SPIRITUALITAS DAN SEKSUALITAS: SIMBOLIK EFISIENSI DALAM PRAKTIK PESUGIHAN KEMBANG SORE DI TULUNGAGUNG
Afdholy, Nadya;
Murti, Ghanesya Hari
JURNAL SATWIKA Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Cultural Institute University of Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (491.658 KB)
|
DOI: 10.22219/SATWIKA.Vol4.No1.34-42
Penelitian ini mengkaji fenomena yang terdapat dalam teks cerita rakyat berjudul Pesugihan Kembang Sore di Tulungagung. Cerita rakyat tersebut hidup sebagai model kepercayaan yang menjadi kode sosial atau parameter moralitas masyarakat Tulungagung. Masyarakat bereaksi pada wacana simbolik tentang kekayaan dan status sosial tertentu melalui apa yang ditawarkan dari wacana lisan yang berkembang di kawasan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan simbolik efisiensi yang terjadi pada mitos pesugihan Kembang Sore. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian berupa cerita rakyat berjudul Pesugihan Kembang Sore di Tulungagung yang berasal dari buku Folklor Lisan sebagai Media Pendidikan Karakter Mahasiswa: Kajian Sosiologi Sastra yang ditulis oleh Supratno dan Darni. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah studi pustaka. Teknik analisis data berupa pencatatan dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pesugihan Kembang Sore merupakan simbolik efisiensi karena para pelaku pesugihan melakukan ritual berdasarkan pengalaman yang simbolik demi legitimasi dan verifikasi diri dalam konteks sosial. Pemuja ritus Kembang Sore berkutat pada hal-hal yang menjebak mereka pada wacana simbolik.
PENGGUNAAN CAMPUR KODE DALAM KOMUNIKASI SANTRI DI PONDOK PESANTREN ANWARUL HUDA MALANG
Alatas, Mochamad Arifin;
Rachmayanti, Irma
JURNAL SATWIKA Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Cultural Institute University of Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (484.246 KB)
|
DOI: 10.22219/SATWIKA.Vol4.No1.43-55
Penelitian ini dilatarbelakangi adanya fenomena campur kode dalam komunikasi santri. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan campur kode yang terjadi di Pondok Pesantren Anwarul Huda Malang (PPAH). Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data dengan observasi langsung. Peneliti melakukan pengamatan langsung di PPAH. Sumber data penelitian ini adalah komunikasi sehari-hari di PPAH. Pengumpulan data dilakukan dengan menyimak, merekam, dan mencatat komunikasi sehari-hari santri. Teknik analisis data menganalisis data rekaman dan catatan dengan melihat konteks, latar belakang, siapa, asal, dan peran penutur saat bertutur. Hasil penelitian adalah: Wujud campur kode yang meliputi (1) Jawa-Arab, (2) Indonesia-Jawa, (3) Jawa-Indonesia. Bentuk campur kode santri PPAH meliputi (1) terdapat penyisipan kata, (2) terdapat penyisipan frasa, (3) terdapat penyisipan ungkapan atau idiom, dan (4) terdapat penyisipan baster. Berdasarkan tipe campur kode di PPAH meliputi (1) campur kode ke dalam atau inner code-mixing dan (2) campur kode ke luar atau outer code-mixing.
MODEL PEMBELAJARAN TALKING STICK MELALUI PERMAINAN TRUTH OR DARE PADA TARI BUNGONG JEUMPA KELAS IV SEKOLAH DASAR
Restian, Arina;
Muzakki, Abdurrohman;
Purnamasari, Wahyu Intan
JURNAL SATWIKA Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Cultural Institute University of Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (734.798 KB)
|
DOI: 10.22219/SATWIKA.Vol4.No1.1-9
Kurangnya kesadaran pentingnya penggunaan permainan dalam pembelajaran menyebabkan siswa cenderung sibuk sendiri dan proses pembelajaran yang kurang menyenangkan. Hal inilah yang terjadi pada guru di SDN 2 Saptorenggo. Model pembelajaran yang sering digunakan yaitu model pembelajaran yang umum, seperti secara individu atau kelompok. Akibatnya, siswa kurang memiliki motivasi belajar dan kurang memahami materi yang disampaikan guru. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengembangan model pembelajaran Talking Stick materi tari bungong jeumpa melalui permainan truth or dare terhadap siswa kelas IV sekolah dasar. Penelitian dilakukan dengan menggunakan model ADDIE, yaitu Analyze (analisis) digunakan untuk menganalisis kebutuhan, Design (perencanaan) menentukan kompetensi khusus berupa produk model Talking Stick melalui permainan truth or dare, development (pengembangan) membuat pengembangan yang telah direncanakan, implementation (penerapan) melakukan penerapan terhadap pengembangan yang telah dibuat, dan evaluation (evaluasi) melakukan evaluasi terhadap pengembangan model Talking Stick melalui permainan truth or dare. Hasil penelitian menunjukkan dari hasil validasi lembar angket model, materi, dan media layak untuk digunakan. Begitupun lembar angket respon siswa dan guru memperlihatkan hasil yang sama. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pengembangan model pembelajaran Talking Stick materi tari bungong jeumpa melalui permainan truth or dare dapat digunakan sebagai penunjang proses pembelajaran siswa kelas IV Sekolah Dasar Saptorenggo 02 Pakis.
NILAI RELIGIOSITAS PUPUH KASMARAN DALAM LONTAR YUSUF DAN RELEVANSINYA DENGAN KEHIDUPAN DI ERA DISRUPTIF
Rakhmi, Martina Puspita
JURNAL SATWIKA Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Cultural Institute University of Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (497.998 KB)
|
DOI: 10.22219/SATWIKA.Vol4.No1.56-70
Keberadaan sastra daerah memiliki beragam fungsi. Salah satunya sebagai penyebar ajaran agama. Banyuwangi merupakan salah satu daerah yang memanfaatkan sastra daerah sebagai penyebaran ajaran agama Islam, melalui Lontar Yusup Banyuwangi. Dalam Lontar Yusup Banyuwangi, nilai religiositas adalah yang paling dominan. Untuk itu, dalam penelitian ini dikaji nilai-nilai religiositas dengan memfokuskan pengkajian pada Pupuh Kasmaran. Selain itu juga dibahas relevansi nilai religiositas dengan kehidupan di era disruptif. Teknik pengumpulan data melalui studi dokumen. Data dianalisis dengan metode analisis-deskriptif. Dari hasil penelitian diketahui terdapat empat nilai religiositas: (1) keimanan terhadap Tuhan, (2) keteringatan manusia terhadap sifat Tuhan, (3) ketaatan manusia terhadap Tuhan dan (4) kepasrahan manusia terhadap Tuhan, serta empat dimensi religiositas: dimensi praktis, dimensi ideologis, dimensi pengetahuan, dan dimensi perasaan. (2) nilai religiositas pada PK sangat relevan dalam kehidupan manusia di era disruptif.
Kearifan Lingkungan Masyarakat Dayak Benuaq dalam Novel Api Awan Asap: Kajian Ekokritik Giiford
Nina Queena Hadi Putri;
Hasrul Rahman;
Nisa Fitriyanti Afifah
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/satwika.v3i2.8264
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan lima nilai kearifan lingkungan yang diturunkan dari kaidah estetika pastoral Giiford. Etstika Pastoral mendasari nilai kearifan lingkungan dalam sastra sebagai dasar kajian ekokritik sastra yang antroposentris, sehingga sastra tidak kehilangan fungsi kultural dan ekologisnya engenai landasan manusia dalam melestarikan alam berkaitan dengan sikap hormat, tanggung jawab, solidaritas, kasih saying dan kepedulian terhadap alam, serta tidak mengganggu kehidupan alam dalam novel Api Awan Asap karya (AAA) Korrie Layun Rampan (KLR). Jenis Penelitian ini merupakan deskriptif kualititif dengan metode content analysis Harold D. Laswell yang bertujuan untuk mengetahui isi dan makna yang terkandung dalam data yang dianalisis dengan pembahasan secara mendalam terhadap isi dari informasi tertulis, dalam hal ini adalah novel AAA yang ditulis sebagai jawaban terhadap isi kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh masyarakat Dayak melalui pembakaran hutan. Kegiatan yang dilakukan adalah membaca, mencermati, menafsirkan, dan menganalisis novel AAA karya KLR. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel AAA karya KLR dan literatur yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca, teknik catat, dan teknik kajian kepustakaan. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat lima nilai kearifan lingkungan dalam novel AAA karya karya KLR.