cover
Contact Name
Fajar Dwi Mukti, M.Pd
Contact Email
fajardwimukti@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalpgmistpi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jembatan Merah No 116 K, Prayan Condong Catur, Depok, Sleman, Yogyakarta.
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Abdau: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah
ISSN : 26223902     EISSN : 26850451     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Abdau ini adalah jurnal pendidikan dasar Islam yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Pendidikan Islam (STPI) Bina Insan Mulia Yogyakarta. Jurnal ini sebagai sarana mempublikasikan hasil penelitian dan pemikiran pendidikan dasar Islam/madrasah ibtidaiyah oleh para pakar pendidikan, dosen, guru, dan mahasiswa. Selain itu, jurnal ini dirancang sebagai salah satu alternatif untuk mengembangkan ide/gagasan yang progresif guna kemajuan pendidikan dasar Islam/madrasah ibtidaiyah di Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 181 Documents
KORELASI ANALISIS WACANA KRITIS DENGAN KARANGAN BEBAS SISWA KELAS IV MIN 2 SLEMAN YOGYAKARTA Rizki Maulinisa; Aninditya Sri Nugraheni
Abdau: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol 3, No 2 (2020): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Pendidikan Islam (STPI) Bina Insan Mulia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36768/abdau.v3i2.73

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat korelasi antara Analisis Wacana Kritis dengan Karangan Bebas Siswa Kelas IV MIN 2 Sleman Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Peneliti melakukan penyebaran angket pada seluruh siswa kelas 4 sebab papulasi dikelas tersebut tidak mencapai 100 siswa, sehingga peneliti memilih seluruh siswa menjadi sampel dalam penelitian ini. Oleh sebab itu, populasi dalam penelitian ini juga menjadi sampel penelitian untuk mengumpulkan data kuantitatif. Hasil analisis korelasi sederhana didapat korelasi antara Analisis Wacana Kritis dengan Keterampilan Menulis Karangan Bebas adalah 0,295. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi hubungan yang cukup kuat antara Analisis Wacana Kritis dengan Keterampilan Menulis Karangan. Sedangkan arah hubungan adalah positif karena nilai r positif, berarti semakin tinggi Analisis Wacana Kritis maka semakin meningkatkan Keterampilan Menulis Karangan peserta didik.
OPTIMALISASI TIGA PUSAT PENDIDIKAN MELALUI KURIKULUM TERSEMBUNYI DALAM PENGEMBANGAN KARAKTER AGAMA SISWA DI ASRAMA AL-AZHAR YOGYAKARTA Ridho Agung Juwantara; Khusnul Khotimah
Abdau: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol 4, No 1 (2021): JUNI
Publisher : Sekolah Tinggi Pendidikan Islam (STPI) Bina Insan Mulia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.413 KB) | DOI: 10.36768/abdau.v4i1.176

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran strategis kurikulum tersembunyi dalam proses penanaman nilai pendidikan karakter melalui kontribusi sekolah, keluarga dan masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan partisipasi. Subyek penelitian ini adalah pengurus asrama dan ustadz atau ustadzah, wali santri, pejabat di lingkungan pondok pesantren dan santri. Validitas data diperiksa dengan triangulasi menggunakan sumber dan metode yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) Pelaksanaan pendidikan karakter religius melalui Hidden Curriculum di Pondok Pesantren Al-Azhar Yogyakarta dilakukan melalui; (a) Halaqoh: yaitu kegiatan berupa tadarus mandiri, kegiatan berbahasa, bimbingan, bimbingan dan pengawasan. (b) Di luar ajaran Halaqoh yaitu Infaq Jum'at, sholat dhuha, budaya hidup bersih, budaya disiplin dan budaya 5S (senyum, sapa, salam, sopan santun, dan sopan santun). (2) Melaksanakan program untuk mengoptimalkan peran ketiga pusat pendidikan dalam pembinaan karakter religius melalui; (a) mengintegrasikan nilai-nilai pendidikan karakter dalam kegiatan pesantren. (b) pembiasaan sehari-hari. (3) Kontribusi ketiga pusat pendidikan dalam membina religiusitas melalui; (a) metode pembentukan kebiasaan (habituation). (b) Pelatihan dengan menerapkan contoh. (c) Berlatihlah dengan Kebijaksanaan. (d) rapat komite. (e) kegiatan berbasis masjid (f) masyarakat sebagai pemangku kepentingan.
MOTIVASI BELAJAR SISWA DISLEKSIA DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR Sitta Novia Muyassaroh; Izzatin Kamala
Abdau: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol 4, No 1 (2021): JUNI
Publisher : Sekolah Tinggi Pendidikan Islam (STPI) Bina Insan Mulia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.239 KB) | DOI: 10.36768/abdau.v4i1.172

Abstract

Anak berkebutuhan khusus (ABK) yang menyandang gangguan disleksia dapat menyebabkan anak kesulitan dalam belajar, diantaranya kesulitan mengeja, membaca, menulis dan komunikasi dengan orang lain. Subjek dalam penelitian ini yaitu siswa disleksia yang berinisial DH di salah satu SD Inklusi di Sleman. metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi dan kajian literatur. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua baru menyadari anak disleksia disaat anak sudah memasuki usia remaja, lingkungan juga mempengaruhi motivasi belajar anak disleksia, dan upaya yang dilakukan oleh guru serta orangtua dalam mengatasi kesulitan belajar siswa disleksia. Dari hasil penelitian, gangguan disleksia yang dialami oleh DH berupa kesulitan dalam berbicara, raguragu ketika menjawab pertanyaan lawan biacaranya, mengeja kata demi kata dengan lambat dengan suara atau intonasi yang lirih atau pelan, dan kesulitan dalam menulis serta kesulitan komunikasi dengan lingkungan sekitar. Dengan melakukan pendampingan belajar yang maksimal antara guru dan orangtua maka akan meningkatkan motivasi belajar bagi anak disleksia.
PERAN PENDIDIKAN DASAR ISLAM DALAM MENCEGAH RADIKALISME Noven Kusainun
Abdau: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol 3, No 2 (2020): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Pendidikan Islam (STPI) Bina Insan Mulia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36768/abdau.v3i2.98

Abstract

Salah satu ciri yang menunjukkan bahwa Islam merupakan rahmatan lil’alamin adalah Islam sangat menghargai perbedaan. Masalah sekaligus ancaman yang dihadapi Indonesia dalam konteks keberagaman adalah munculnya paham radikalisme. Tidak sedikit bahwa sasaran dari gerakan radikalisme adalah pelajar di tingkat pendidikan dasar. Pengaruh yang diberikan misalnya melalui konten-konten di media sosial, gerakan keagamaan yang radikal, serta memprovokasi pelajar agar turut serta menyebarkan paham radikalisme. Siswa-siswi yang berada di tingkat pendidikan dasar adalah individu dalam masa tumbuh kembang yang mudah sekali dipengaruhi oleh lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah menguraikan tentang peran pendidikan dasar Islam dalam mencegah radikalisme. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research). Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa peran pendidikan dasar Islam dalam mencegah radikalisme adalah dengan menerapkan pendidikan multikultural. Pendidikan multikultural dapat dipahami sebagai konsep maupun konteks dalam penyelenggaraan pendidikan. Tujuannya adalah agar setiap pembelajaran yang dilaksanakan di madrasah bernuansa multikultural, baik itu dalam pembelajaran agama, kegiatan keagamaan, maupun dalam pembelajaran lainnya.
TRANSFORMASI SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN) MENJADI INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN AKADEMIK Zulkarnain Zulkarnain; Ahmad Syukri; Maisah Maisah
Abdau: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol 4, No 1 (2021): JUNI
Publisher : Sekolah Tinggi Pendidikan Islam (STPI) Bina Insan Mulia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.467 KB) | DOI: 10.36768/abdau.v4i1.175

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan alasan transformasi STAIN menjadi IAIN dan pelayanan akademik pra – pasca transformasi, serta studi persepsi mahasiswa PGMI terhadap transformasi lembaga tersebut. Adapun latar penelitian yaitu IAIN Batusangkar dan IAIN Bukittinggi di Provinsi Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitik. Penentuan subjek penelitian secara snowball sampling, analisis data dengan teknik reduksi data, penyajian data, verifikasi data dan penarikan simpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) STAIN Batusangkar dan STAIN Bukittinggi melakukan transformasi dipengaruhi faktor internal dan eksternal; (2) Aspek sejarah kedua lembaga tersebut dengan kampus ternama di Sumatera Barat, yaitu UIN Imam Bonjol dan Universitas Negeri Padang (UNP); (3) upaya meningkatkan daya jangkau pemerataan, sebaran mutu, dan daya saing di era globalisasi; (4) peningkatan layanan akademik meliputi kompetensi lulusan, isi, proses, penilaian, dosen (tenaga pendidik), sarana-prasarana, pengelolaan, dan pembiayaan pendidikan. Dengan demikian, disimpulkan bahwa transformasi STAIN menjadi IAIN di Sumatera Barat dapat meningkatkan pelayanan akademik.
HYBRID LEARNING: MODEL PEMBELAJARAN TATAP MUKA TERBATAS DI SDIT LUQMAN AL HAKIM SLEMAN Wildan Nuril Ahmad Fauzi; Yuli Setiawati
Abdau: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol 4, No 2 (2021): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Pendidikan Islam (STPI) Bina Insan Mulia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.6 KB) | DOI: 10.36768/abdau.v4i2.204

Abstract

 Hybrid   learning  adalah   pembelajaran   yang   memadukan   antara   kegiatan pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran berbasis teknologi computer dan   internet.  Hybrid learning  memfasilitasi   siswa mendapatkan   bahan-bahan   untuk   kegiatan   pembelajaran   melalui   internet. Jenis penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Penerapan hybrid learning di SDIT Luqman Al Hakim Sleman: Pertama, mempersiapkan kurikulum. Kedua, setiap pararel mulai dari kelas satu sampai enam telah dibuatkan jadwal untuk melaksanakan pembelajaran Tatap Muka di sekolah. Ketiga,  social  distanding  seperti  mengatur  jarak  tempat duduk peserta didik minimal 1 meter. Keempat, selalu memakai masker dan atau faceshield. Kelima,  pembelajaran  ini  hanya  dilaksanakan  di  dalam ruangan. Keenam, siswa satu  dengan siswa lainnya  tidak  boleh  saling  bersentuhan.  Ketujuh, Sekolah  memberikan tempat untuk mencuci tangan beserta sabunnya dengan air  yang mengalir di setiap penjuru ruang dan dalam jumlah  yang  cukup.  Kedelapan,  seluruh  orang  di  lingkungan  sekolah  tanpa  terkecuali  harus  dalam  keadaan sehat,. Kelebihan dari sistem metode hybrid learning ini proses interaksi antara guru dan siswa yang hadir dalam proses belajar mengajar kembali dapat diterapkan. Kelemahan yang paling signifikan terlihat adalah masalah penyediaan perangkat pendukung hybrid learning yang harganya masih tergolong besar.
PENERAPAN METODE AR-RABITH DALAM PEMBELAJARAN TAHFIZHUL QUR’AN DI MIT IBNU MAS’UD YOGYAKARTA Nusyaibah Nusyaibah; Fuad Arif Noor
Abdau: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol 4, No 2 (2021): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Pendidikan Islam (STPI) Bina Insan Mulia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.383 KB) | DOI: 10.36768/abdau.v4i2.200

Abstract

 Dalam proses pembelajaran Al-Qur’an membutuhkan sebuah metode yang diharapkan nantinya akan mempermudah dalam proses pembelajaran. Pembelajaran Tahfizh Al-Qur’an di MIT Ibnu Mas’ud Yogyakarta menggunakan metode Ar-Rabith yang memudahkan siswa dalam menghafal Al-Qur’an. Ke khasan metode Ar-Rabith dalam pembelajaran Al-Qur’an menjadi keunggulan dan nilai tersendiri di Madrasah Ibtidaiyah karena masih jarang sekolah yang menerapkan metode Tahfizh Al-Qur’an. Permasalahan dalam Penelitian ini: (1) bagaimana penerapan metode Ar-Rabith dilaksanakan di MIT Ibnu Mas’ud Yogyakarta (2) apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam pembelajaran Al-Qur’an (3) bagaimana hasil penerapan metode Ar-Rabith dalam pembelajaran Al-Qur’an. Sedangkan tujuannya untuk mendeskripsikan dan menganalisis tentang penerapan, proses dan faktor penghambat serta pendukung dalam penerapan pembelajaran Tahfizh menggunakan metode Ar-Rabith di MIT Ibnu Mas’ud Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa Metode Ar-Rabith adalah metode mengikat hafalan yang diharapkan dapat terus membantu siswa dalam menghafal hafalan yang baru dengan yang lama. Faktor pendukungnya adalah motivasi, Lingkungan yang mendukung, Guru yang berkompeten dan Kerja sama antara sekolah dan orang tua.  Faktor penghambatnya ada kemampuan siswa dibawah standar, rasa malas pada diri siswa dan tidak semua orang tua bisa menjadi motivator yang baik. Hasilnya adalah metode Ar-Rabith berhasil diterapkan menurut hasil dari wawancara peneliti dengan guru maupun siswa.
ANALISIS TEORI BEHAVIORISME (THORNDIKE) PADA PELAJARAN MATEMATIKA DAN BAHASA INDONESIA SDN UPT XVII MUKTI JAYA ACEH SINGKIL Nur Rohman
Abdau: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol 4, No 2 (2021): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Pendidikan Islam (STPI) Bina Insan Mulia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.268 KB) | DOI: 10.36768/abdau.v4i2.210

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) Bagaimana penerapan teori pembelajaran Thorndike dalam pembelajaran (2) teori pembelajaran Thorndike pada pembelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia di SDN UPT XVII Mukti Jaya Kecamatan Singkohor Kabupaten Aceh Singkil. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Dalam bentuknya penelitian ini  untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena, peristiwa, aktivitas sosial, kepercayaan, dan pemikiran seseorang secara individual maupun kelompok. Jenis penelitian ini adalah penelitian studi kasus dengan teknik pengumplan data digunakan meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian ini bahwa teori Thorndike merupakan salah satu bagian dari teori behaviorisme yang dikembangkan oleh Edward Lee Thorndike di williamsburg. Dalam penjabaran teorinya diabagi menjadi beberapa bagian yakni: pertama, pemikiran tahap pertama yang meliputi: hukum kesiapan, hukum latihan, hukum akibat dan hukum sikap. Kedua, pemikiran tahap kedua merupakan bentuk revisi yang dilakukan oleh Thorndike yang berkenaan dengan hukum latihan dan hukum akibat. Berdasarkan analisis data yang ada terlihat bahwa teori pembelajaran Thorndike secara tidak langsung sudah diterapkan oleh guru khususnya pada pelajaran matematika dan bahasa indonesia. Hal ini dapat dilihat dari kesesuaian antara teori pembelajaran Thorndike dengan tahapan-tahapan yang digunakan guru dalam melakukan proses belajaran mengajar di kelas.
TEORI BELAJAR KOGNITIF GESTALT DAN IMPLIKASINYA PADA PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR Andi Setiyawan; Wulan Fitriani; Zubaedah Nasucha; Suci Muzfirah
Abdau: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol 4, No 2 (2021): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Pendidikan Islam (STPI) Bina Insan Mulia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.327 KB) | DOI: 10.36768/abdau.v4i2.157

Abstract

Keberhasilan seorang pendidik dalam melaksanakan pembelajaran salah satunya dipengaruhi oleh faktor penguasaan teori belajar oleh si pendidik. Oleh karenanya seorang pendidik hendaknya perlu mengerti dan memahami serta memiliki pengetahuan tentang teori belajar sehingga kelak dapat mengaplikasikannya ketika pendidik melaksanakan pembelajaran di sekolah. Tujuan disusunnya makalah ini ialah untuk mengenal dan mengetahui apa itu teori belajar kognitif dan konstruktivisme. Setelah mengetahui kedua teori tersebut penulis akan menarik keterkaitan penggunaan teori tersebut dengan pembelajaran yang dilakukan ditingkat sekolah dasar atau madrasah ibtidaiyah. Dalam penulisan ini, menggunakan metode penelitian kajian kepustakan dari berbagai sumber. Cara pengumpulan data yang dilakukan pada kepenulisan ini dilaksanakan melalui telaah terhadap berbagai buku, literatur, dan laporan berkaitan dengan kedua teori tersebut.
SEJARAH SENAM DAN JENIS-JENIS SENAM DI SD/MI Aulia Fitri Damayanti; Ahmad Tarmizi Hasibuan
Abdau: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol 4, No 2 (2021): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Pendidikan Islam (STPI) Bina Insan Mulia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.371 KB) | DOI: 10.36768/abdau.v4i2.201

Abstract

 Metode penelitian ini adalah metode Library Reseacrh dengan jenis penelitian kualitatif. Meningkatkan kualitas kebugaran jasmani di SD/MI melalui senam, dengan adanya senam di SD/MI dapat membuat tubuh menjadi sehat. Olahraga senam yang banyak dipakai di SD/MI ternyata senam Ritmik diantaranya yaitu: SKJ, Senam Jantung Sehat, Senam Aerobik. Melakukan senam dapat membuat anak anak sadar akan pentingnya menjaga kesehatan jasmani baik melalui olahraga maupun gerak jasmani. Setiap senam juga memiliki gerak yang berbeda. Senam juga memiliki manfaat bagi tubuh manusia diantaranya: mempelancar peredaran tubuh manusia, membantu melancarkan sistem pernafasan, memperkuat otot tangan dan kaki. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejarah senam dan jenis jenis senam yang ada di SD/MI.

Page 6 of 19 | Total Record : 181