cover
Contact Name
Puji Purwaningsih
Contact Email
pujipurwaningsih@unw.ac.id
Phone
+628164222138
Journal Mail Official
ijnr.fkep@gmail.com
Editorial Address
Jl. Diponegoro186 Ungaran Kab Semarang Jawa Tengah
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR)
ISSN : 26569590     EISSN : 26156407     DOI : -
Core Subject : Health,
This journal is aimed at promoting a principled approach on health and nursing research by encouraging enquiry into relationship between theorycal and practical study.
Arjuna Subject : -
Articles 166 Documents
Gambaran Persepsi Mahasiswa terhadap Pembelajaran Skill Lab Secara Daring di Fakultas Keperawatan Safril, Isfahani; Gamya Tri Utami; Yesi Hasneli
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi S1 Keperawatan Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijnr.v6i1.1702

Abstract

Online laboratory skill is a place for students to learn medical skills that are conducted in a training environment then conduct performance (working score) based on the student’s capabilities in using Pedagogy (a teaching method). Understand students’ comprehension on learning lab skills via online. This research is a Descriptive Quantitative research. These research samples are 169 respondents taken using Stratified Random Sampling. Tool that was used for the research is a questionnaire on students’ comprehension on learning lab skills via online. This research uses Univariate Analysis. This research gives illustrations of learning lab skills via online. Students’ comprehension on learning lab skills via online are 79,3% good, 15,4% bad, and 5,3% great. Students’ comprehension on learning lab skills via online is good and could be the solution for the learning activities in the midst of a pandemic. AbstrakKeterampilan laboratorium online adalah tempat bagi siswa untuk mempelajari keterampilan medis yang dilakukan di lingkungan pelatihan kemudian melakukan kinerja (skor kerja) berdasarkan kemampuan siswa dalam menggunakan Pedagogi (metode pengajaran). Pahami pemahaman siswa tentang pembelajaran keterampilan laboratorium melalui online. Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif Kuantitatif. Sampel penelitian ini sebanyak 169 responden yang diambil dengan menggunakan Stratified Random Sampling. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket pemahaman siswa tentang pembelajaran keterampilan praktikum secara online. Penelitian ini menggunakan Analisis Univariat. Penelitian ini memberikan ilustrasi pembelajaran keterampilan praktikum melalui online. Pemahaman siswa terhadap pembelajaran keterampilan praktikum via daring adalah 79,3% baik, 15,4% buruk, dan 5,3% baik. Pemahaman siswa terhadap pembelajaran keterampilan praktikum via daring sangat baik dan bisa menjadi solusi untuk kegiatan pembelajaran di tengah pandemi.
Hubungan Self Disclosure dan Self Efficacy dengan Stres pada Mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Riau dalam Menyusun Skripsi di Masa Pandemi Covid-19 Putri, Syintya Eka; Jumaini; Sri Utami
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi S1 Keperawatan Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijnr.v6i1.1703

Abstract

Students in the process of working on a thesis are often faced with various problems that can cause stress. The stress felt by these students makes students do self-disclosure to get solutions or relieve their feelings and have high self-efficacy to turn obstacles into challenges so that students don't just give up in the face of obstacles in writing a thesis. Objective: to determine the relationship between self-disclosure and self-efficacy with stress on students of the Faculty of Nursing, University of Riau in compiling a thesis during the Covid-19 pandemic. Using descriptive correlation design, cross sectional approach. The research sample was 129 people using total sampling technique. Collecting data using a questionnaire that has been tested for validity and reliability. The analysis used is univariate analysis and bivariate analysis using chi-square test. The majority of respondents were 22 years old (62.8%), female gender (90.7%), self-disclosure to friends (71.3%), high self-disclosure (56.6%), high self-efficacy ( 54.3%) and moderate stress (71.3%). The results of the bivariate test have no relationship between self-disclosure and stress in students (p value 0.589 > = 0.05) and there is a significant relationship between self-efficacy and stress in students (p value 0.001 < = 0.05). There is no relationship between self-disclosure and stress and there is a relationship between self-efficacy and stress for students. Students in the process of working on the thesis are expected to carry out self-disclosure with full closeness and have high self-efficacy in order to overcome the stress they face.                                Abstrak Mahasiswa dalam proses pengerjaan skripsi seringkali dihadapkan pada berbagai masalah yang dapat menimbulkan stres. Stres yang dirasakan mahasiswa tersebut membuat mahasiswa melakukan keterbukaan diri untuk mendapatkan solusi atau meredakan perasaannya serta memiliki efikasi diri yang tinggi untuk mengubah hambatan menjadi tantangan sehingga mahasiswa tidak menyerah begitu saja dalam menghadapi hambatan dalam penulisan skripsi. Tujuan: untuk mengetahui hubungan self-disclosure dan self-efficacy dengan stres pada mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Riau dalam menyusun skripsi di masa pandemi Covid-19. Menggunakan desain deskriptif korelasi, pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 129 orang dengan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Mayoritas responden berusia 22 tahun (62,8%), jenis kelamin perempuan (90,7%), keterbukaan diri kepada teman (71,3%), keterbukaan diri tinggi (56,6%), efikasi diri tinggi (54,3%) dan stres sedang. (71,3%). Hasil uji bivariat tidak ada hubungan antara self-disclosure dengan stres pada mahasiswa (p value 0,589 > = 0,05) dan ada hubungan yang signifikan antara self-efficacy dengan stres pada mahasiswa (p value 0,001 < = 0,05). Tidak ada hubungan antara self-disclosure dengan stres dan ada hubungan antara self-efficacy dengan stres pada siswa. Mahasiswa dalam proses pengerjaan skripsi diharapkan dapat melakukan keterbukaan diri dengan penuh keakraban dan memiliki efikasi diri yang tinggi guna mengatasi stres yang dihadapinya.
Dampak Psikologis pada Perawat yang Mengalami Long Covid Aisyah, Nurismi; Veny Elita; Riri Novayelinda
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi S1 Keperawatan Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijnr.v6i1.1821

Abstract

Long Covid is athe residual symptoms of COVID-19 that are still felt by the survivors. One of these survivors is nurses because many nurses are currently affected by COVID-19. Survivors can feel the psychological impact of Long Covid. This study aims to describe the psychological impact on nurses who experience Long Covid. Descriptive research with a sample of 90 nurses who experienced Long Covid was taken with a total sampling technique taking by considering the inclusion criteria, namely: Nurses who contracted COVID-19 in 2020 and 2021 who experienced sequelae of Long Covid. The data were processed using a simple descriptive test. The majority of respondents were in the age range of 26-54 years (97.8%). Most gender is female (73.3%). The most places of work are hospitals (83.3%), and the majority of respondents experienced one time confirmed COVID-19 (81.1%). The psychological problems experienced were anxiety (32.2%), stress (13.3%) and depression (4.4%). Based on the results of the study, it can be concluded that there is a psychological impact on nurses who experience Long Covid. It is hoped that nurses who experience Long Covid can overcome perceived psychological problems so that they do not experience a decline in daily performance. Abstrak Long Covid merupakan sisa gejala COVID-19 yang masih dirasakan oleh para penyintas. Salah satu survivor tersebut adalah perawat karena saat ini banyak perawat yang terdampak COVID-19. Para penyintas dapat merasakan dampak psikologis Long Covid. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dampak psikologis pada perawat yang mengalami Long Covid. Penelitian deskriptif dengan sampel 90 perawat yang mengalami Long Covid diambil dengan teknik pengambilan total sampling dengan mempertimbangkan kriteria inklusi yaitu: Perawat yang terjangkit COVID-19 tahun 2020 dan 2021 yang mengalami gejala sisa Long Covid. Data diolah dengan menggunakan uji deskriptif sederhana. Mayoritas responden berada pada rentang usia 26-54 tahun (97,8%). Jenis kelamin terbanyak adalah perempuan (73,3%). Tempat kerja terbanyak adalah rumah sakit (83,3%), dan mayoritas responden mengalami satu kali konfirmasi COVID-19 (81,1%). Masalah psikologis yang dialami adalah kecemasan (32,2%), stres (13,3%) dan depresi (4,4%). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat dampak psikologis pada perawat yang mengalami Long Covid. Diharapkan perawat yang mengalami Long Covid dapat mengatasi masalah psikologis yang dirasakan sehingga tidak mengalami penurunan kinerja sehari-hari.
Analisis Insiden Computer Vision Syndrome dengan Karakteristik Individu dan Lama Penggunaan Komputer pada Mahasiswa Tingkat Akhir FKP UNRI Dimasa COVID-19 Atika, Yayang; Darwin Karim; Yulia Irvani Dewi
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi S1 Keperawatan Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijnr.v6i1.1828

Abstract

Final year students interact more often in front of computers/laptops for a long time and are vulnerable to eye health, especially during Covid-19. The use of computers/laptops for a long time is one of the risk factors that can cause CVS symptoms. Computer Vision Syndrome (CVS) is a combination of eye and vision problems associated with using a computer or laptop. the study was to describe the incidence of Computer Vision Syndrome with individual characteristics and duration of computer use in final year students of the Faculty of Nursing, the University of Riau during the Covid-19 period. The research design used quantitative descriptive analysis. A sample of 209 final-year students at the faculty of Nursing of Riau University used a total sampling technique. The measuring instrument used is a questionnaire. The age of most respondents was early adulthood (96.0%), the majority were female (90.0%), and the most used computer/laptop screen size was 14 inches (59.3%), with a visibility of 30 cm (48.8 %), and the majority of students do not use assistive devices. The description of final year students who rest their eyes after using a computer/laptop for more than 2 hours is (51.2%), the length of resting the eyes is more than 15 minutes (69.4%), and the most common complaint of CVS symptoms is eye fatigue. (80.9%), and persistent complaints (23.9%). The majority of final year students used computers/laptops within 2 to 4 hours/day and students with complaints of CVS symptoms with severe categories at most thus students are expected to be able to use computers/laptops properly and correctly to avoid CVS symptoms.   Abstrak Mahasiswa tingkat akhir lebih sering berinteraksi didepan komputer/laptop dengan waktu yang lama dan rentan terhadap kesehatan mata, apalagi di masa Covid-19 seperti ini. Penggunaan komputer/laptop yang terlalu lama merupakan salah satu faktor risiko yang dapat menimbulkan gejala CVS. Computer Vision Syndrome (CVS) merupakan gabungan masalah mata dan penglihatan yang berkaitan dengan penggunaan komputer atau laptop. Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran insiden Computer Vision Syndrome dengan karakteristik individu dan lama penggunaan komputer pada mahasiswa tingkat akhir Fakultas Keperawatan Universitas Riau dimasa Covid-19. Desain penelitian menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Sampel sebanyak 209 mahasiswa tingkat akhir di FKp UNRI yang diambil dengan menggunakan teknik total sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner. Umur responden terbanyak adalah dewasa awal (96,0%), mayoritas jenis kelamin perempuan (90.0%), ukuran layar komputer/laptop terbanyak digunakan adalah 14 inchi (59,3%), dengan jarak penglihatan 30 cm (48,8%), dan mayoritas mahasiswa tidak memakai alat bantu. Gambaran mahasiswa tingkat akhir yang mengistirahatkan mata setelah menggunakan komputer/laptop selama lebih dari 2 jam yaitu (51,2%), lama mengistirahatkan mata lebih dari 15 menit yaitu (69,4%), keluhan gejala CVS yang paling banyak dirasakan yaitu mata lelah (80,9%), dan keluhan yang menetap sebanyak (23,9%). Mayoritas mahasiswa tingkat akhir menggunakan komputer/laptop dalam waktu 2-4 jam/sehari dan mahasiswa dengan keluhan gejala CVS dengan kategori berat adalah yang paling banyak dirasakan sehingga diharapkan mahasiswa dapat menggunakan komputer/laptop dengan baik dan benar agar terhindar dari gejala CVS.
Pengaruh Konsumsi Abon Jantung Pisang terhadap Peningkatan Produksi ASI pada Ibu Menyusui di Wilayah Kerja UPT. Puskesmas Damai Leolita, Elsa; Endah Wahyutri; Hesti Prawita Widiastuti
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi S1 Keperawatan Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijnr.v6i2.2246

Abstract

Coverage of exclusive breastfeeding in the working area of UPT. Damai Health Center is still relatively low, this is due to insufficient milk production. Lactagogum is a substance that can increase the production of breast milk, which laktagogum is found in shredded banana blossoms.  The research used the experimental research with design quasi-experimental and time series research design is one group pre and post test without control . The sample of this research is breastfeeding mothers in the working area of UPT. The Damai Health Center is 18 people. The sampling technique used purposive sampling. Instrumen of research is observation paper. Data analysis  using paired t test ( paired sample t test ). After being given 200 grams of shredded banana flower with a frequency of 2 times a day for 7 days, the mean difference before and after consuming shredded banana heart on the first day was 8.33 and the p value was 0.014 <0.05. Ha accepted there is an effect of consumption of shredded banana to increasing milk production in breastfeeding mothers in the UPT work area.Damai Health Center. Abstrak   Cakupan ASI Ekslusif di wilayah kerja UPT. Puskesmas Damai masih relatif rendah, ini disebabkan produksi ASI yang tidak mencukupi. Laktagogum merupakan zat yang dapat meningkatkan produksi ASI, yang mana laktagogum terdapat pada abon jantung pisang. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan rancangan quasi eksperimen dan desain penelitian time series one grup pre and post test without control. Sampel penelitian ini adalah ibu menyusui di wilayah kerja UPT. Puskesmas Damai berjumlah 18 orang. Teknik sampling  menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian ini adalah lembar observasi. Analisis data yang digunakan uji t berpasangan (paired sampel t test). Hasil Penelitian setelah diberikan abon jantung pisang sebanyak 200 gram dengan frekuensi 2 kali sehari selama 7 hari didapatkan hasil p value yaitu 0,014 < 0,05. Ha diterima menunjukan ada pengaruh konsumsi abon jantung pisang terhadap peningkatan produksi ASI pada Ibu menyusui di wilayah kerja UPT. Puskesmas Damai
Pengaruh Konsumsi Puding Daun Kelakai terhadap Peningkatan Produksi ASI dan Kadar Hemoglobin pada Ibu Menyusui di Wilayah Kerja UPT. Puskesmas Besiq Grasiana, Gabriela; Endah Wahyutri; Nilam Noorma; Grace Carol Sipasulta
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi S1 Keperawatan Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijnr.v6i2.2291

Abstract

Air Susu Ibu  merupakan makanan yang paling baik untuk bayi yang langsung di produksi dari payudara ibu. Mengkonsumsi Daun Kelakai dapat meningkatkan produksi ASI dan kadar hemoglobin pada ibu menyusui.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konsumsi puding daun kelakai terhadap peningkatan produksi ASI dan kadar hemoglobin pada ibu menyusui di Wilayah Kerja UPT. Puskesmas Besiq. Jenis penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan desain penelitian time series one group pretest-posttest design, dilakukan pada bulan April 2022. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu menyusui sebanyak 20 orang. Penentuan sampel menggunakan Total sampling. Uji statistik yang digunakan adalah Paired t test, apabila diperoleh t hitung (nilai pvalue) < 0,05, maka hipotesis Ha diterima dan Ho ditolak. Hasil dari penelitian ini adalah Volume ASI sebelum perlakuan sebagian besar 50-100 ml (80,0%), volume ASI setelah perlakuan mengalami peningkatan sejak hari 1 hingga hari ke 7. Pada hari ke-7 volume ASI >100 ml (30,0%), sebagian besar 50-100 ml (70,0%). Kadar hemoglobin sebelum perlakuan sebagian besar (65,0%). Kadar hemoglobin setelah perlakuan sebagian besar normal (95,0%). Terdapat peningkatan Volume ASI pada ibu menyusui sebelum dan sesudah diberikan puding Daun Kelakai pada hari ke-7 (pValue = 0,00). Terdapat peningkatan kadar hemoglobin pada ibu menyusui sebelum dan sesudah diberikan puding Daun Kelakai pada hari ke-7 (pValue = 0,00). Kesimpulannya adalah Terdapat Pengaruh Konsumsi Puding Daun Kelakai terhadap Peningkatan Produksi ASI dan Kadar Hemoglobin pada Ibu Menyusui di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Besiq. Abstrak Mother's milk is the best food for babies which is produced directly from the mother's breasts. Consuming kelakai leaves can increase breast milk production and hemoglobin levels in breastfeeding mothers. The aim of this research is to determine the effect of consuming kelakai leaf pudding on increasing breast milk production and hemoglobin levels in breastfeeding mothers in the UPT Working Area. Besiq Health Center. This type of research is aquasi-experimental research with a time series one group pretest-posttest design, conducted in April 2022. The population in this study was 20 breastfeeding mothers. Determination of the sample using total sampling. The statistical test used is the Paired t test, if the calculated t (pvalue) <0.05 is obtained, then the Ha hypothesis is accepted and Ho is rejected. The results of this study were that the volume of breast milk before treatment was mostly 50-100 ml (80.0%), the volume of breast milk after treatment increased from day 1 to day 7. On day 7 the volume of breast milk was >100 ml (30.0%), mostly 50-100 ml (70.0%). Hemoglobin levels before treatment were mostly (65.0%). Hemoglobin levels after treatment were mostly normal (95.0%). There was an increase in breast milk volume in breastfeeding mothers before and after being given Kelakai Leaf pudding on day 7 (pValue = 0.00). There was an increase in hemoglobin levels in breastfeeding mothers before and after being given Kelakai Leaf pudding on day 7 (pValue = 0.00). The conclusion is that there is an effect of consuming kelakai leaf pudding on increasing breast milk production and hemoglobin levels in breastfeeding mothers in the Besiq Health Center UPT working area.
Hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat terhadap Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Inap di Ruang Bengkirai Rumah Sakit Umum Harapan Insan Sendawar Kabupaten Kutai Barat pademme, sarniati; Supriadi; Abd Kadir
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi S1 Keperawatan Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijnr.v6i2.2296

Abstract

Communication is an important social contact tool in fostering relationships between individuals and groups. Communication in the nursing profession becomes more meaningful because it is the main method in implementing the nursing process. In the nursing process, the emphasis is more on therapeutic communication, namely communication that is planned consciously, has a purpose and whose activities are focused on the patient's recovery. The aim of this research is to explain the relationship between nurses' therapeutic communication and the level of satisfaction of inpatients in the Bengkirai ward at Harapan Insan Sendawar General Hospital, West Kutai Regency in 2022. This research is a type of quantitative research with an analytical study and a cross sectional design. The population in this study were all patients in the Bengkirai inpatient room at Harapan Insan Sendawar General Hospital with a sample of 67 people. In this research, the sampling technique used was non-probability sampling with purposive sampling technique. Purposive sampling is a technique for determining samples with certain considerations. The results of the Chi Square statistical test obtained a p value = 0.026, which is smaller than the p value, meaning that there is a relationship between nurses' therapeutic communication and the satisfaction level of inpatients in the Bengkirai Room, Harapan Insan Sendawar Regional General Hospital in 2022. It can be concluded that there is a significant relationship between therapeutic communication. nurses on the level of satisfaction of inpatients in the Bengkirai ward at Harapan Insan Sendawar General Hospital, West Kutai Regency. Abstrak Komunikasi merupakan alat kontak sosial yang penting dalam membina hubungan antara individu maupun kelompok, komunikasi pada profesi keperawatan menjadi lebih bermakna karena merupakan metode utama dalam mengimplentasi proses keperawatan. Dalam proses keperawatan lebih menitikberatkan pada komunikasi terapeutik, yaitu komunikasi yang direncanakan secara sadar, bertujuan dan kegiatannya dipusatkan untuk kesembuhan pasien. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan hubungan komunikasi terapeutik perawat terhadap tingkat kepuasan pasien rawat inap di ruang bengkirai Rumah Sakit Umum Harapan Insan Sendawar Kabupaten Kutai Barat Tahun 2022. Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif dengan studi analitik dan dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien di ruang rawat inap Bengkirai Rumah Sakit Umum Harapan Insan Sendawar dengan sampel berjumlah 67 orang. Pada penelitian ini teknik pengambilan sampel yang digunakan merupakan non-probobality sampling dengan teknik purposive Sampling. Purposive sampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Hasil uji statistik Chi Square  diperoleh nilai p = 0,026 lebih kecil dari nilai p value artinya terdapat hubungan komunikasi terapeutik perawat terhadap tingkat kepuasan pasien rawat inap di Ruang Bengkirai Rumah Sakit Umum Daerah Harapan Insan Sendawar Tahun 2022. Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan signifikan antara komunikasi terapeutik perawat terhadap tingkat kepuasan pasien rawat inap di ruang bengkirai Rumah Sakit Umum Harapan Insan Sendawar Kabupaten Kutai Barat.
Studi Kualitas Layanan Perawatan Luka dengan Tingkat Kepuasan Pasien di RSUD Harapan Insan Sendawar Kutai Barat cornelius, yanro; Arsyawina; Prawita Widiastuti, Hesti
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi S1 Keperawatan Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijnr.v6i2.2337

Abstract

Complaints of dissatisfaction with wound care services cannot be separated from the quality of the staff's services. Unfriendly service and less responsiveness from staff to patient complaints causes patient satisfaction levels to decrease and makes patients reluctant to return to the hospital. The research aims to determine the relationship between the quality of wound care services and the level of patient satisfaction. The research design is descriptive correlation with a cross-sectional approach. The research was conducted in March - April 2022 with 42 respondents. The statistical test used is Chi-Square. The research results showed that the quality of wound care services was in the sufficient category (59.5%) and the level of patient satisfaction was in the moderate category (59.5%). There is a relationship between wound care services and the level of patient satisfaction at Harapan Insan Sendawar Regional Hospital, West Kutai with pValue = 0.002. There is a need to improve excellent service to patients regardless of patient status.   Abstrak Keluhan ketidakpuasan terhadap pelayanan perawatan luka tidak lepas dari kualitas pelayanan petugas. Pelayanan yang tidak ramah dan kurang tanggapnya petugas terhadap keluhan pasien menyebabkan tingkat kepuasan pasien menurun dan membuat pasien enggan kembali ke rumah sakit. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan perawatan luka dengan tingkat kepuasan pasien. Desain penelitian adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Maret – April 2022 dengan jumlah responden sebanyak 42 orang. Uji statistik yang digunakan adalah Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan perawatan luka berada pada kategori cukup (59,5%) dan tingkat kepuasan pasien berada pada kategori sedang (59,5%). Terdapat hubungan pelayanan perawatan luka dengan tingkat kepuasan pasien di RSUD Harapan Insan Sendawar Kutai Barat dengan pValue = 0,002. Perlu adanya peningkatan pelayanan prima kepada pasien apapun status pasiennya.
Analisis Asuhan Keperawatan pada Pasien Skizofrenia dengan Masalah Risiko Perilaku Kekerasan Prajna Muthi, Annisa; Angga Sugiarto; Suharsono; Erna Erawati
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi S1 Keperawatan Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijnr.v6i2.2358

Abstract

Schizophrenia is a severe and chronic mental disorder that can cause positive and negative symptoms. One of the positive symptoms of schizophrenia, namely disorganized speech, is a manifestation of the risk of violent behavior. The risk of violent behavior is a form of expression of anger that is expressed excessively and uncontrollably verbally to the point of injuring the individual himself, other people or damaging the environment. This is motivated by an increase in the risk of violent behavior from 2021 to 2022 reaching 1422 patients. There is a fairly high increase, so there will be the application of progressive muscle relaxation therapy to control the patient's anger. The case study was carried out for five days from March 14 to March 18 2023 with the aim of knowing the implementation of nursing care for schizophrenic patients with a risk of violent behavior through progressive muscle relaxation therapy. Involving one subject using a descriptive method. The results obtained after doing progressive muscle relaxation therapy, the patient's self-control increased with decreased verbalization of swearing, decreased behavior that damaged the surrounding environment, decreased aggressive behavior, decreased loud voices, decreased sharp speech. Abstrak   Skizofrenia merupakan gangguan jiwa berat dan kronis yang dapat menimbulkan gejala positif dan negatif. Salah satu gejala positif skizofrenia, yaitu bicara tidak teratur, merupakan manifestasi dari risiko perilaku kekerasan. Risiko perilaku kekerasan merupakan suatu bentuk ekspresi kemarahan yang diungkapkan secara berlebihan dan tidak terkendali secara verbal hingga melukai individu itu sendiri, orang lain, atau merusak lingkungan. Hal ini dilatarbelakangi oleh peningkatan risiko perilaku kekerasan pada tahun 2021 hingga 2022 mencapai 1422 pasien. Terdapat peningkatan yang cukup tinggi sehingga akan dilakukan penerapan terapi relaksasi otot progresif untuk mengendalikan amarah pasien. Studi kasus dilakukan selama lima hari pada tanggal 14 Maret s/d 18 Maret 2023 dengan tujuan untuk mengetahui pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien skizofrenia dengan risiko perilaku kekerasan melalui terapi relaksasi otot progresif. Melibatkan satu subjek dengan menggunakan metode deskriptif. Hasil yang didapat setelah dilakukan terapi relaksasi otot progresif, kontrol diri pasien meningkat dengan penurunan verbalisasi makian, penurunan perilaku merusak lingkungan sekitar, penurunan perilaku agresif, penurunan suara keras, penurunan ucapan tajam.
Edukasi Kesehatan PHBS pada Keluarga Riwayat Hipertensi sebagai Upaya Meningkatkan Pemelihara Kesehatan Tidak Efektif Alfian, JeanagilDwi; Wulansari
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi S1 Keperawatan Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijnr.v6i2.2580

Abstract

Ineffective health care is one of the nursing problems. This nursing problem can arise due to the inability to make an appropriate assessment of their health condition. The right assessment makes individuals able to carry out self-care. In adult individuals who experience hypertension if they are unable to assess the condition, the treatment will be inappropriate and can lead to complications. Individuals with ineffective health maintenance require management. The purpose of this writing is to provide an overview of management. The writing method used is descriptive with a nursing process approach through management. In the management of ineffective health maintenance, health education is carried out as the main intervention to overcome nursing problems. The results of the management obtained family health maintenance have improved by showing adaptive behavior in care and showing an increased understanding of healthy behavior.                                Abstrak             Perawatan kesehatan yang tidak efektif adalah salah satu masalah keperawatan. Masalah keperawatan ini dapat muncul karena ketidakmampuan untuk melakukan pengkajian yang tepat terhadap kondisi kesehatannya. Pengkajian yang tepat membuat individu mampu melakukan perawatan diri. Pada individu dewasa yang mengalami hipertensi jika tidak mampu melakukan pengkajian kondisi, maka penanganan yang dilakukan akan tidak tepat dan dapat menimbulkan komplikasi. Individu dengan pemeliharaan kesehatan yang tidak efektif memerlukan penatalaksanaan. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk memberikan gambaran mengenai penatalaksanaan. Metode penulisan yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan melalui penatalaksanaan. Pada penatalaksanaan pemeliharaan kesehatan tidak efektif dilakukan pendidikan kesehatan sebagai intervensi utama untuk mengatasi masalah keperawatan. Hasil penatalaksanaan yang didapatkan pemeliharaan kesehatan keluarga mengalami peningkatan dengan menunjukkan perilaku adaptif dalam perawatan dan menunjukkan peningkatan pemahaman tentang perilaku sehat