cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
rindo.herdianto@pu.go.id
Editorial Address
Jalan Panyaungan, Cileunyi Wetan, Kabupaten Bandung 40393
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Permukiman
ISSN : 19074352     EISSN : 23392975     DOI : http://dx.doi.org/10.31815/jp
Core Subject : Engineering,
Karya tulis ilmiah dibidang permukiman yang meliputi kawasan perkotaan/perdesaan, bangunan dan gedung yang ada didalamnya serta sarana dan prasarana pendukungnya.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 11 No 1 (2016)" : 5 Documents clear
Kajian Penambahan Serat Sintetik Pada Campuran Beton Terhadap Sifat Mekanik Beton N.Retno Setiati
Jurnal Permukiman Vol 11 No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2016.11.1-16

Abstract

Teknologi pemanfaatan serat sintetik pada campuran beton mengalami perkembangan pesat. Beberapa penelitian terkait penambahan serat sintetik ke dalam campuran beton pada umumnya menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kinerja beton dalam hal kekuatan, kekakuan, dan daktilitas. Kajian ini berisi tentang efek penambahan serat sintetik dengan komposisi 0,4% dan 0,5% volume absolut campuran beton pada perilaku mekanik beton. Pengkajian didukung dengan hasil uji laboratorium dengan membuat beberapa benda uji pelat berukuran 1500 x 1500 mm dengan ketebalan 200 mm dan 250 mm. Berdasarkan hasil kajian disimpulkan bahwa sifat daktilitas beton dengan penambahan serat sintetik sangat tergantung pada jumlah komposisi serat yang dicampurkan ke dalam beton dan ketebalan pelat. Sifat mekanik yang dihasilkan dari pengujian laboratorium untuk pelat dengan ketebalan 200 mm berbeda dengan pelat yang memiliki tebal 250 mm. Pelat yang berserat dengan tebal 200 mm, nilai lendutannya lebih besar 17% dan memiliki energi absorpsi lebih besar 22% dibandingkan pelat tanpa serat sintetik. Besarnya peningkatan kapasitas lentur berkisar antara (20 – 30)% dari pelat yang tidak ditambah dengan serat sintetik. Akan tetapi pada pelat dengan ketebalan 250 mm tidak terjadi peningkatan kapasitas momen lentur jika campuran beton ditambah dengan 0,4% atau 0,5%, Penambahan serat sintetik pada pelat dengan tebal 250 mm dapat menurunkan nilai daktilitas sebesar (9 – 13)% dan menurunkan energi absorpsi sebesar (45 – 55)%.
Evaluasi Penetapan Tingkat Pencemaran Efluen Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja Menggunakan Metode Indeks Pencemaran (IP) Fitrijani Anggraini; Reni Nuraeni
Jurnal Permukiman Vol 11 No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2016.11.17-28

Abstract

Lumpur tinja mengandung banyak unsur yang berbahaya bagi kehidupan masyarakat dan lingkungan permukiman. Di sisi lain, kinerja sistem Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) menghasilkan kualitas efluen lumpur tinja yang belum memenuhi baku mutu yang telah ditetapkan. Kegiatan ini merupakan kajian terhadap operasional IPLT yang sudah dibangun di beberapa tempat, melalui monitoring dan evaluasi terhadap debit dan kualitas air instalasi tersebut. Kajian ini ditujukan untuk menilai dan menetapkan tingkat pencemaran kualitas efluen limbah tinja di 8 (delapan) IPLT kota studi terpilih. Contoh limbah diambil dari 3 unit IPLT yang berbeda yaitu kolam anaerobik, kolam fakultatif dan kolam maturasi. Penilaian dilakukan terhadap kualitas dan laju beban pencemaran dengan menggunakan Metode Indeks Pencemaran (IP) dan pengembangannya dengan membandingkan parameter beban pencemaran dengan standar efluen. Hasil kajian menyimpulkan bahwa (1) Sebagian besar (62,5%) efluen IPLT kota studi termasuk kategori cemar ringan, dan sisanya sebesar 37,5% termasuk kategori cemar sedang; (2) Adanya masalah dalam pengoperasian dan pemeliharaan IPLT kota studi; (3) Upaya mengurangi kapasitas IPLT yang tidak terpakai (idle capacity) harus didahului perbaikan kinerja IPLT karena apabila tidak dilakukan perbaikan, maka potensi pencemaran lingkungan semakin besar.
Kinerja Model Sistem Sambungan Rumah untuk Penyediaan Air Minum Perkotaan Nurhasanah Azhar; M. Tohir; R. Pamekas
Jurnal Permukiman Vol 11 No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2016.11.29-42

Abstract

Perkembangan Penyediaan Air Minum Nasional belum sesuai dengan target yang ditetapkan. Kemajuan penyediaan air minum perdesaan mengalami peningkatan, tetapi di perkotaan menurun. Kebocoran ditribusi air minum perkotaan menjadi faktor penyebab utama penurunan pelayanan air minum tersebut. Oleh karena itu, perbaikan sistem distribusi paling hilir semakin mendesak, salah satunya sistem Sambungan Rumah (SR) yang paling dominan penyebab kehilangan air atau kebocoran. Penelitian evaluasi yang dilakukan dengan menggunakan metode survei, ditujukan untuk memetakan elemen pembentuk sistem SR dan menilai kinerja model sistem SR yang ada dilapangan. Sebanyak 9 (sembilan) model sistem SR diseleksi untuk dinilai kinerja dan bobot kinerjanya. Penilaian dilakukan dengan menggunakan pendekatan sistem indeks. Parameter-parameter teknis yang digunakan dalam penilaian adalah elemen pembentuk SR, variasi bahan, sistem taping, sistem katup, sistem meter air, dan sistem pipa tegak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kinerja model sistem SR yang dikaji belum sesuai dengan standar pelayanan yang diharapkan. Standarisasi untuk melengkapi 2 (dua) standar sistem SR yang ada memerlukan upaya lanjutan yaitu penelitian percobaan dan pemetaan sistem SR yang lebih luas. Hasilnya digunakan acuan perencanaan dan program penurunan kehilangan air minum. 
Konsep Pola Permukiman Spasial di Kasepuhan Ciptagelar Susilo Kusdiwanggo
Jurnal Permukiman Vol 11 No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2016.11.29-42

Abstract

Leluhur Ciptagelar yang dikenal sebagai komunitas Pancer Pangawinan adalah masyarakat adat berdasarkan pada budaya padi, yaitu masyarakat yang masih memiliki keyakinan, kepercayaan, dan religi pada padi. Mentalitas asli leluhur Ciptagelar adalah berbudaya padi huma dengan paparakoan sebagai atribut, karakternya, dan jejak spasial masyarakat peladang. Ngalalakon adalah satu bentuk sistem kepercayaan budaya padi yang wajib dijalankan. Ngalalakon merupakan aktivitas memindahkan permukiman ke titik nadir. Budaya bermukim dipengaruhi oleh ritual ngalalakon ini. Bagaimanakah konsep pola spasial permukiman dari leluhur Ciptagelar yang berbasis budaya padi dan selalu berpindah ? Tulisan ini bertujuan menggali konsep dasar yang melandasi pola spasial permukiman pada masyarakat budaya padi di Kasepuhan Ciptagelar. Melalui metode etnografi, unit-unit informasi dianalisis secara thick description dan domain analysis hingga membangkitkan konsep spasial sebagai salah satu tema kulturalnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparakoan huma menjadi rujukan dasar atas konsep pola spasial permukiman di Kasepuhan Ciptagelar. Pola spasial permukiman Kasepuhan Ciptagelar tidak semata berorientasi pada pembangunan fisik saja, melainkan juga sebagai usaha membangun keyakinan untuk peningkatan dan penyempurnaan diri. Peran dan kehadiran Leuit Jimat menjelaskan bahwa permukiman Ciptagelar merupakan refleksi dan bentuk penyempurnaan atau akumulasi terkini dari pencapaian puncak-puncak kebudayaan padi dari generasi Ciptagelar sebelumnya.
Tektonika-Eklektik Sebagai Kajian Tampilan Estetika Simbiosis pada Rumah Kapiten Di Tujuh Ulu Palembang Meivirina Hanum; Chairul Murod
Jurnal Permukiman Vol 11 No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2016.11.57-58

Abstract

Rumah Kapitan tempat tinggal Kapten Cina, Kapiten Tjoa Ham Hin, merupakan perpaduan arsitektur kolonial, arsitektur tradisional Limas Palembang, dan Arsitektur Cina. Perpaduan tampilan arsitektur ini akan dibaca dengan teorinya Kisho Kurokawa ‘Aesthetic of Symbiosis’ yang merupakan filosofi cara baru dalam mengintrepretasikan kebudayaan masa kini—mengedepankan ide-ide yang dikembangkan dari filosofi dan kebudayaan tradisional Jepang dan berlanjut mempengaruhi dunia kontemporer dan multivalen. Metodologi Tektonika Eklektik dimaksudkan untuk menjaring perpaduan cara penyambungan dari dua bahan atau lebih yang menghasilkan ekspresi tampilan bentuk estetis simbiosis pada Rumah Kapitan, sebagaimana memahami kodrat dari bahan, maupun kreativitasnya juga keberaniannya untuk hasil berbeda, tetapi memiliki tujuan tampilan yang orisinil. Dan diharapkan dapat mempertajam ekspresi arsitektural yang dapat menampilkan prinsip Struktural-Teknikal, dan Struktural-Simbolis. Sementara Teori Aesthetic of Symbiosis, dapat diimplementasikan dalam eksplorasi tampilan arsitektur pada Rumah Kapitan yang merupakan perpaduan arsitektur timur dan barat. Hasil dari penelitian diharapkan dapat memberikan pengkayaan yang multivalen dalam proses berarsitektur di Indonesia; sementara Tektonika-Eklektik sebagai Kajian Tampilan Estetika Simbiosis diharapkan dapat memberikan keleluasaan arsitek muda ke depan dalam mengolah bentuk maupun ruang arsitektur Indonesia yang bersumber pada arsitektur tradisional dan arsitektur modern.

Page 1 of 1 | Total Record : 5