cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
rindo.herdianto@pu.go.id
Editorial Address
Jalan Panyaungan, Cileunyi Wetan, Kabupaten Bandung 40393
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Permukiman
ISSN : 19074352     EISSN : 23392975     DOI : http://dx.doi.org/10.31815/jp
Core Subject : Engineering,
Karya tulis ilmiah dibidang permukiman yang meliputi kawasan perkotaan/perdesaan, bangunan dan gedung yang ada didalamnya serta sarana dan prasarana pendukungnya.
Arjuna Subject : -
Articles 456 Documents
Pola Kegagalan Bangunan Nonstruktural Akibat Gempa Dangkal, 6,5 Skala Richter Johny Rakhman
Jurnal Permukiman Vol 3 No 4 (2008)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2008.3.339-345

Abstract

Peristiwa gempa bumi merupakan suatu peristiwa probabilistik yang disebabkan oleh gerakan permukaan bumi. Gempa bumi yang kuat pada saat kejadian dan memiliki intensitas yang besar disuatu lokasi tertentu dapat diukur baik itu besarannya berdasarkan skala richter termasuk waktu, jarak dan kedalaman dari sumber energi yang dikeluarkannya, sedangkan pusat gempa pada permukaan epicentrum dan titik fokus dibawahnya hypocentrum yang memiliki jarak kedalaman (focal depth) antara epicentrum dan hypocentrum dengan klasifikasi kedalaman: - Gempa Dangkal 0 - 69 km, - Gempa Sedang 70 - 300 km, - Gempa Dalam 300 - 700 km. Gempa Tektonik berkekuatan 6,5 Skala Richter yang tercatat disuatu lokasi tertentu menunjukkan bahwa goncangan yang terjadi dilokasi tersebut cukup kuat,  dan tergantung jarak kedalamannya, menurut SNI 03-1726-2002 tentang Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Rumah dan Gedung, bangunan yang ada harus mengikuti kaidah atau persyaratan teknis dengan perhitungan percepatan tanah puncak sebesar 0,20 gal atau berada pada zona rawan gempa 4, sehingga kerusakan baik rusak total, berat, sedang dan ringan yang terjadi pada sarana dan prasarana yang ada dilokasi tersebut dapat dikurangi, terutama bagian-bagian penting untuk bangunan rumah yaitu pada sambungan struktur kolom dan balok yang sering ditemui kerusakannya setiap terjadi gempa tektonik. 
Kajian Penerapan Sistem Pengendalian Asap Kebakaran Pada Bangunan Gedung Bertingkat Achmad Hidajat Effendi
Jurnal Permukiman Vol 3 No 4 (2008)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2008.3.346-354

Abstract

Kajian penerapan sistem pengendalian asap kebakaran pada bangunan gedung bertingkat atau gedung tinggi maupun pada gedung-gedung berukuran besar dimaksudkan untuk mengetahui sejauhmana penerapan sistem pengendalian asap tersebut. Sedangkan tujuannya adalah untuk memperoleh data mengenai sistem pengendalian asap yang telah diterapkan. Penelitian dilakukan dengan metode survey lapangan terhadap 33 bangunan gedung di Jakarta, Surabaya dan Bandung meliputi bangunan gedung perkantoran, perhotelan dan pusat perbelanjaan/mall/atrium. Selanjutnya metode lain yang digunakan eksperimen di laboratorium, untuk memperoleh data/informasi tentang teknik yang dipergunakan untuk mengevaluasi karakteristik fisik pergerakkan asap pada bangunan terbakar. Hasil penelitian sistem pengendalian asap kebakaran, menunjukkan bahwa pada bangunan gedung perkantoran, perhotelan dan pusat perbelanjaan/mall/atrium umumnya telah menerapkan sistem pengendalian asap kebakaran. Penerapan sistem pengendalian asap dengan cara penekanan udara pada sumur tangga 100 % telah digunakan pada bangunan gedung perkantoran dan pusat perbelanjaan/mall/atrium, sedangkan sekitar 90,91 % telah digunakan pada bangunan gedung perhotelan. Sistem pengendalian asap dengan sistem injeksi tekanan udara, masih menggunakan cara yang beragam yaitu 26,09 % menggunakan sistem injeksi tekanan udara tunggal dan 41,97 % menggunakan sistem injeksi tekanan udara ganda, kemudian 25,89 % menggunakan sistem injeksi tekanan udara gabungan. Sistem fan pada umumnya bekerja secara otomatis bila terjadi kebakaran, dengan digerakan oleh sinyal dari detektor kebakaran atau detektor asap dan bila terjadi kebakaran sistem tata udara berhenti secara otomatis. Dari 33 bangunan gedung yang disurvey menunjukkan belum ada satupun bangunan gedung yang menerapkan sistem tata udara sebagai sistem pengendalian asap kebakaran. Hasil pengujian laboratorium tercatat, laju pembangkitan asap berdasarkan estimasi kasar adalah 0,47 m3/detik, sementara udara masuk (ventilasi) sebesar o,46 m3/detik, hasil tersebut menunjukkan kemiripan dan memenuhi hukum kekekalan massa, sedangkan ketinggian asap yang dicapai dari lantai adalah 180 cm dengan temperatur 220ºC.
Pemanfaatan Semen Portland Slag Untuk Meningkatkan Sifat Mekanik dan Durabilitas Beton N. Retno Setiati; Hanna Abdul Halim
Jurnal Permukiman Vol 13 No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2018.13.77-89

Abstract

Berbagai penelitian terkait pembuatan rancangan campuran beton dengan menggunakan limbah slag mengalami perkembangan yang pesat. Dalam perkembangannya, slag yang merupakan produk limbah dapat digunakan sebagai material pembentuk beton (baik sebagai agregat halus, agregat kasar, maupun semen).  Semen slag merupakan jenis semen portland yang memanfaatkan slag dari industri baja sebagai salah satu bahan bakunya. Dalam proses produksinya, semen slag menghasilkan emisi CO2 yang rendah sehingga sangat ramah lingkungan dan layak disebut sebagai jawaban untuk konstruksi yang berkelanjutan (sustainable). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan semen slag terhadap sifat mekanik dan durabilitas beton dengan komposisi yang digunakan sebesar 100% semen slag. Material semen slag yang digunakan terdiri dari  tipe LH (low heat) dan general.  Pembuatan rancangan campuran beton mengacu pada SNI 03-2834-2002 (Tata cara pembuatan rencana campuran beton normal), pengujian sifat mekanik beton mengacu pada SNI 1974-2011 (Cara uji kuat tekan beton dengan benda uji silinder) dan SNI 4431-2011 (Cara uji kuat lentur beton normal dengan dua titik pembebanan).  Uji resistivity dan permeabilitas dilakukan untuk mengetahui durabilitas beton.  Dari hasil uji laboratorium diperoleh bahwa terdapat peningkatan kuat tekan, kuat lentur dan durabilitas beton pada umur di atas 56 hari.  Beton dengan penggunaan 100% semen slag tipe LH kuat tekannya lebih besar 15% dari beton konvensional.   Nilai resistivity beton dengan semen slag tipe LH adalah 59 KWcm dan beton konvensional sebesar 14 KWcm, artinya bahwa beton dengan semen slag tipe LH lebih tahan empat kali terhadap laju korosi dari beton konvensional.  Berdasarkan hasil uji permeabilitas,   beton dengan semen slag tipe LH dan general mempunyai nilai permeabilitas dengan kualitas baik dan nilai indeks 2, karena berada dalam rentang KT  (0,01 – 0,1) x 10-16 m2. Sedangkan beton konvensional nilai permeabilitasnya berada dalam kelas normal dengan indeks 3 karena berada dalam rentang KT (0,1 – 1,0) x 10-16 m2.
Aspek Kualitas Rumah Subsidi Pada Program Rumah Murah Berdasarkan Perspektif Penerima Manfaat (Studi Kasus: Perumahan Subsidi Mutiara Hati Semarang) Bramantyo Bramantyo; Wido Prananing Tyas; Arvi Argyantoro
Jurnal Permukiman Vol 14 No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2019.14.1-9

Abstract

Dilatarbelakangi oleh permasalahan kualitas rumah subsidi yang masih menjadi salah satu hambatan utama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk memperoleh rumah yang layak huni dan terjangkau, maka kajian ini bertujuan untuk menilai aspek kualitas rumah subsidi pada program Rumah Murah berdasarkan perspektif MBR sebagai penerima manfaat program. Kajian ini menggunakan studi kasus pada Perumahan Mutiara Hati di Kota Semarang, dimana data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 60 responden, dan dianalisis dengan deskriptif-statistik dan pembobotan. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa aspek kualitas rumah subsidi di lokasi studi kasus memperoleh bobot total 1.222 poin yang masuk kategori penilaian “cukup baik”, meski tingkat kepuasan yang didapatkan dari responden hanya 63,65%. Pembelajaran dari studi kasus yang dapat ditarik untuk merepresentasikan kondisi rumah subsidi secara umum pada program Rumah Murah di Indonesia, yaitu mengenai rendahnya kualitas rumah subsidi terkait dengan kondisi fisik bangunan rumah dan kondisi prasarana dasar yang disediakan oleh pengembang, dan masalah keterbatasan suplai rumah subsidi pada pasar perumahan formal akibat minimnya jumlah pengembang swasta yang tertarik untuk membangun rumah subsidi.
Kinerja Instalasi Pengolahan Air Limbah Komunal di Kota Bogor Dhama Susanthi; Mohammad Yanuar J. Purwanto; Suprihatin Suprihatin
Jurnal Permukiman Vol 13 No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2018.13.21-30

Abstract

Pemerintah telah melakukan pembangunan IPAL komunal yang bertujuan untuk memberikan akses sanitasi layak kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja dan status keberlanjutan IPAL komunal  di Kota Bogor. Metode yang digunakan yaitu pengamatan kondisi di lapangan, wawancara, dan pengambilan sampel air limbah untuk mengetahui kinerja IPAL. Secara umum kondisi fisik fasilitas IPAL masih cukup baik tetapi kinerjanya belum memenuhi kriteria desain yang diharapkan. Fasilitas tambahan pada beberapa lokasi yaitu biodigester penghasil  gas dan reverse osmosis untuk air minum belum optimal. Kinerja IPAL komunal dipengaruhi karakteristik limbah, volume air limbah yang masuk ke dalam sistem IPAL, dan pengelolaan. Status keberlanjutan IPAL komunal tergolong keberlanjutan sedang. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi keberlanjutan pengelolaan IPAL komunal yaitu partisipasi masyarakat dan keberadaan kelompok swadaya masyarakat (KSM).
Evaluasi Desain Rencana Induk Kampus UIN Malang Dalam Implementasi Konsep Pembangunan Berkelanjutan Aulia Fikriarini Muchlis; Dewi Larasati; Sugeng Triyadi S.
Jurnal Permukiman Vol 14 No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2019.14.10-22

Abstract

Master plan kawasan adalah sebuah rencana induk dalam pengembangan kawasan yang akan memberikan arahan pada rencana detil pengembangan kawasan tersebut. Oleh karena itu, seberapa besar dampak lingkungan akibat pengembangan kawasan juga ditentukan oleh rencana induk pengembangannya, sehingga dalam penyusunannysa, penerapan pendekatan berkelanjutan adalah sebuah keniscayaan. Kampus UIN Malang telah mengusung konsep hijau dalam penyusunan rencana induk  pengembangan kampusnya. Makalah ini disusun dengan tujuan untuk mengevaluasi sejauh mana konsep hijau ini telah diterapkan dalam rancangan rencana induk UIN Malang. Metode evaluasi menggunakan rating tool untuk menilai perwujudan kawasan berkelanjutan yang dikeluarkan oleh Green Building Council Indonesia (GBCI). Hasil penilaian menunjukkan bahwa rencana induk tersebut baru mencapai nilai 24 dari total nilai maksimum rating 124. Hasil analisis memperlihatkan belum diterapkannya konsep hijau secara maksimal dalam penyusunan rencana induk kampus UIN Malang. Beberapa rekomendasi disusun berdasarkan pada hasil evaluasi sehingga dapat memberikan kontribusi bagi perbaikan rencana induk kampus UIN Malang. 
Pengaruh Bahan Pengawet Boraks dan Ekstrak Tembakau terhadap Perilaku Rekatan Bambu Laminasi Perekat Polymer Isocyanate I Wayan Avend Mahawan Sumawa; Ali Awaluddin; Inggar Sheptia Irawati
Jurnal Permukiman Vol 14 No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2019.14.104-111

Abstract

Bambu Petung (Dendrocalamus asper) dengan sifat mekanik yang dapat disejajarkan dengan kayu masih sangat rentan terserang organisme perusak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik, sifat mekaniknya, pola kerusakan bambu laminasi Petung pasca pengujian mekanik serta metode pengawetan yang efektif terkait dengan retensi pengawet. Penelitian mengacu pada Standar Nasional Indonesia dan American Standard Testing and Material dengan menguji retensi bahan pengawet, sifat fisik (kadar  air dan kerapatan) serta sifat mekanik bambu laminasi (keteguhan geser perekat dan uji lentur) hingga benda uji mencapai pembebanan maksimum (failure). Hasil uji kemudian dibandingkan antara bambu sebelum dan setelah diawetkan yang kemudian dianalisis secara statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola kerusakan balok bambu laminasi cenderung mengalami kerusakan geser horizontal pada garis rekatnya (delaminasi). Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa perlakuan pengawetan memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap Penurunan keteguhan geser perekat. 
Kapasitas Rangka Atap Baja Canai Dingin Dengan Berbagai Model Geometris Dalam Memikul Beban Statis Wahyu Wuryanti
Jurnal Permukiman Vol 13 No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2018.13.90-103

Abstract

Tulisan ini menyampaikan kajian eksperimen mengenai perilaku rangka batang baja canai dingin untuk konstruksi atap (kuda-kuda). Sebanyak enam rangka atap skala penuh telah diuji. Tujuan penelitian untuk mengukur kapasitas beban maksimum dan perilaku beban-deformasi. Kajian ini juga untuk mengkaji model kegagalan rangka atap  terhadap kapasitas beban vertikal. Manfaat penelitian ini untuk memberi informasi perbedaan faktual kinerja rangka atap meski didesain untuk tujuan yang sama. Setiap rangka atap didesain untuk bentuk atap pelana dengan bentang, sudut kemiringan dan beban penutup atap yang sama. Setiap perencana diberi kesempatan untuk mengembangkan model geometri rangka atap, jumlah batang, jumlah sambungan dan ukuran profilnya sesuai dengan hasil analisis perhitungannya. Hasil pengujian menunjuukan produk baja canai dingin (BCD) dengan profil baja topi (hat) mempunyai keandalan lebih baik daripada profil C. Titik awal kegagalan rangka atap bervariasi, secara umum kegagalan tekuk lokal pada batang kord atas berdekatan dengan pelat dekat tumpuan (heel plate) atau batang yang diperkaku.
Makna Ruang Sakral pada Tata Ruang Dalam Rumah Panggung Tradisional Bugis Naidah Naing; Abdul Karim Hadi; Asdar Djamereng
Jurnal Permukiman Vol 14 No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2019.14.62-72

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkapkan makna nilai kesakralan pada beberapa ruang rumah tradisional Bugis, sebagai pengejawantahan budaya menghuni masyarakat tradisional Bugis. Dari penelitian terdahulu yang telah dikemukaan, penelitian tentang penataan ruang terhadap kesakralan ruang belum pernah dilakukan. Belum adanya penelitian yang mengungkapkan makna ruang rumah Bugis yang merupakan ruang sakral.  Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan: model Intrisic Case Study Approach dengan sifat penelitian deskriptif. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik metode Analisis Tema Kultural (Discovering Cultural Themes).  Hasil penelitian menemukan bahwa aktifitas yang dianggap sakral (suci) pada orang Bugis seperti melahirkan, menikah dan meninggal, harus dilakukan pada ruang yang dapat mewakili keselamatan, keharmonisan dan keseimbangan dengan jagat raya, sehingga penghuni rumah bisa hidup bahagia  dan terhindar dari malapetaka. Hal ini mempengaruhi susunan/penataan dan pemanfaatan ruang pada rumah tradisional Bugis, karena semakin tinggi nilai kesakralan ruang maka letaknya semakin private. Penataan ruang berdasarkan fungsi kesakralan pada rumah Bugis seperti ini tidak ditemukan pada rumah tradisional lainnya.
Faktor Kepuasan Bermukim yang Mempengaruhi Liveability di Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan Amelia Tri Widya; Rizal Arifin Lubis; Hanson Endra Kusuma; Dibya Kusyala
Jurnal Permukiman Vol 14 No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2019.14.23-34

Abstract

Perkembangan urbanisasi yang pesat mendorong Indonesia untuk membangun kota yang layak huni atau “liveable city” sebagai agenda pembangunan jangka panjang. “Liveable city” dapat diwujudkan dengan mengetahui tingkat kepuasan bermukim dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan bermukim dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi di Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan. Dengan menggunakan pendekatan “grounded theory”, kuesioner didistribusikan secara langsung maupun daring dengan pertanyaan terbuka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan dipengaruhi oleh sembilan faktor fisik dan non-fisik. Kepuasan cenderung dipengaruhi oleh faktor fisik yaitu kemudahan aksesibilitas dan ketersediaan transportasi umum dan faktor non-fisik yaitu hubungan sosial dan keterikatan tempat. Sementara itu ketidakpuasan penduduk cenderung dipengaruhi oleh faktor fisik ketidaksehatan lingkungan, ketidaktersediaan infrastruktur, dan masalah kepemilikan rumah serta faktor non-fisik yaitu perilaku penduduk yang apatis dan pesimis. Dengan demikian, pembangunan menuju “liveability” direncanakan dan dilaksanakan dengan memperhatikan aspek fisik maupun non-fisik. Penelitian ini berguna untuk pemerintah sebagai acuan prioritas pembangunan menuju keberlanjutan.