Articles
456 Documents
Tipologi Rumah Tradisional Tolaki Komali Di Desa Wolasi Kecamatan Wolasi Kabupaten Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara
Sachrul Ramadan;
Muhammad Zakaria Umar;
Ishak Kadir
Jurnal Permukiman Vol 16 No 1 (2021)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31815/jp.2021.16.21-30
Rumah dapat dianalisis dengan pendekatan tipologi. Rumah tradisional Tolaki terdiri dari bagian bawah, bagian tengah, dan bagian atas. Salah satu etnis Tolaki berada di Desa Wolasi, Kecamatan Wolasi, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara. Menurut tokoh masyarakat bahwa rumah tradisional Tolaki Komali pernah ada di desa tersebut. Penelitian ini penting dilakukan untuk merekonstruksikan kembali bentuk rumah tradisional Tolaki Komali. Penelitian ini ditujukan untuk mengidentifikasi tipologi rumah tradisional Tolaki Komali. Identfikasi rumah ini dilaksanakan dengan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan grounded theory. Sumber data primer didapatkan dari kajian literatur. Sumber data primer terdiri dari rumah tradisional Tolaki Komali dan tipologi bangunan. Tipologi bangunan dikelompokkan menjadi struktur bawah, struktur tengah, dan struktur atas. Data dikumpulkan dengan cara kajian literatur. Penelitian ini disimpulkan bahwa rumah tradisional Tolaki Komali sebagai berikut: pertama, struktur bawah yang paling khas yaitu pondasi tiang bagian bawah dibakar, ditanam, dan diselubungi dengan ijuk; tinggi tiang bawah dibuat sesuai dengan ukuran hewan kerbau; Komali terdapat tiang petumbu dan tiang tinohe; balok tiang serta lantai diikat oleh balok siwolembatohu. Kedua, struktur tengah yang paling khas yaitu dinding papan dipasang tegak; tangga terdapat di ruang tinumba ibunga; dan pintu dibuka pada bagian kiri. Ketiga, struktur atas yang paling khas yaitu atap rumah berbentuk perisai dan bubungan atap dibuat melengkung.
Persepsi Masyarakat Terhadap Nilai-Nilai Signifikan Demi Keberlanjutan Pusaka Perkotaan
Zya Dyena Meutia;
Roos Akbar;
Denny Zulkaidi
Jurnal Permukiman Vol 13 No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31815/jp.2018.13.104-111
Penelitian ini bertujuan untuk memberi kontribusi pemahaman mengenai nilai-nilai signifikan yang membentuk pusaka dan merumuskannya dari pemahaman persepsi masyarakat. Dalam literatur, pusaka adalah proses budaya dan sosial yang berhubungan dengan kegiatan mengingat dan membentuk identitas. Tentunya pemahaman ini berbeda dari gagasan bahwa pusaka hanya berupa objek material yang memiliki nilai sejarah dan estetika saja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif eksploratif dengan pengumpulan data menggunakan survei online dalam bentuk kuesioner dan mengambil kasus di kawasan yang terkena dampak bencana tsunami 2004 di Banda Aceh yaitu kawasan kapal PLTD Apung, Masjid Uleu Lheu dan sekitarnya yang terdapat pemakaman massal, hutan bakau dan tempat-tempat lain yang muncul pascabencana. Hasil analisis dan data survey menunjukkan bahwa teori yang didominasi oleh pemahaman barat berfokus pada nilai-nilai material, usia, autentisitas dan integritas kurang berlaku dalam kasus pascabencana dimana yang lebih signifikan adalah nilai-nilai intangible seperti nilai memori, spiritual, konsensus, pengetahuan lokal dan nilai-nilai lainnya yang perlu dipikirkan kembali sebagai dasar dalam menetapkan sebuah kawasan pusaka demi keberlanjutan pusaka perkotaaan.
Transformasi Dan Branding Creative Kawasan Untuk Keberlanjutan Perkotaan Telaah Kasus Perancangan Simpul Kreatif Pulogadung C@P
Ramalis Sobandi;
Binar Tyagitha;
Davin Davin
Jurnal Permukiman Vol 13 No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31815/jp.2018.13.112-126
Tumbuhnya aktivitas industri adalah salah satu penyebab munculnya pusat-pusat perkotaan. Ketika globalisasi dan perkembangan teknologi maupun perubahan iklim terjadi, kota dan industri didalamnya mengalami perubahan yang dinamis dan mengancam keberlanjutan serta kelayakhunian ruang-ruang perkotaan. Ekonomi kreatif membuka peluang baru untuk perkembangan kawasan perkotaan yang berkelanjutan dan layak-huni, terbukti dari berbagai contoh kasus global di Inggris, Cina, Korea hingga beberapa contoh lokal di Jakarta dan Bandung. Telaahan ini mencoba menelusuri peluang keberlanjutan pembangunan perkotaan melalui transformasi Kawasan Industri Pulo Gadung sebagai simpul ekonomi kreatif tingkat nasional. Telaahan ini merekomendasikan konsep dan proses transformasi berlapis yang dilakukan berdasarkan metoda komparasi studi kasus dan pendekatan urban acupuncture dalam kerangka prisma 3 lapis. Konsep transformasi mengindikasikan adanya peluang keberlanjutan dan kelayakhunian pembangunan perkotaan melalui transformasi kawasan Industri JIEP Pulogadung menjadi simpul dari jejaring ekonomi kreatif. Kasus JIEP ini juga menunjukkan peluang transformasi bertahap dengan sumber daya, biaya dan waktu yang terbatas dengan tetap dapat mencapai hasil yang maksimal melalui perencanaan, penyepakatan dan kosistensi yang didasarkan atas kebijakan dan perencanaan yang tepat.
Keberlanjutan Pengelolaan Sampah Mandiri Di RW 09 Kelurahan Cigereleng, Kota Bandung
Anggi Wulandini;
Emenda Sembiring
Jurnal Permukiman Vol 14 No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31815/jp.2019.14.92-103
Peningkatan pertumbuhan penduduk, perkembangan ekonomi yang pesat, urbanisasi dan kenaikan standar hidup masyarakat sangat mempercepat laju timbulan sampah kota. Hal ini perlu ditangani dengan segera agar tidak menimbulkan dampak negatif. Pemerintah telah mengeluarkan Undang-undang Nomor 18 Tahun 2008 untuk mengatasi permasalahan pengelolaan sampah. Dalam pelaksanaan undang-undang, Kota Bandung memiliki beberapa kawasan yang melakukan kegiatan reuse, reduce, recycle namun hanya beberapa yang berjalan, salah satunya adalah kawasan RW 09 Kelurahan Cigereleng. Adanya keefektifan pelaksanaan pengelolaan sampah di kawasan RW 09 maka penelitian ini dilakukan untuk mengetahui persentase pengurangan sampah yang dibuang ke tempat penampungan sementara serta untuk mengetahui faktor pendukung keberlanjutan pengelolaan sampah di kawasan ini. Dalam penelitian ini dilakukan analisis keefektifan program reuse, reduce, recycle dengan menghitung reduksi pengelolaan sampah. Selain itu juga dilakukan analisis deskriptif berdasarkan kuesioner dan penelitian lapangan secara langsung untuk mengetahui aspek yang mempengaruhi keberlanjutan pengelolaan sampah. Berdasarkan hasil perhitungan dapat diketahui bahwa pengelolaan sampah di sumber yaitu RW 09 dapat mengurangi jumlah timbulan sampah yang dibuang ke tempat penampungan sementara sebanyak 31,7% dari jumlah sampah total. Dibandingkan dengan sebelum adanya program pengelolaan sampah mandiri maka pengurangan sampah yang dibuang ke tempat penampungan sementara adalah sebesar 58%. Faktor pendukung keberlanjutan pengelolaan sampah di RW 09 yaitu adanya peran serta masyarakat baik dalam teknis pengelolaan, pembiayaan dan kelembagaan, serta adanya dukungan dari pemerintah dan swasta dalam penyediaan sarana pengelolaan sampah.
Faktor Dominan yang Mempengaruhi Preferensi Pemilihan Posisi Ruang Tidur Orang Tua dan Anak di Rumah Tinggal
Asta Juliarman Hatta;
Hanson Endra Kusuma;
Dara Fitriani
Jurnal Permukiman Vol 14 No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31815/jp.2019.14.73-81
Ruang tidur merupakan salah satu ruang penting dalam rumah tinggal yang digunakan penghuni rumah untuk beristirahat dan tidur. Selain faktor skala ruang, faktor penempatan posisi ruang tidur juga merupakan salah satu hal penting yang perlu diperhatikan untuk perencanaan layout ruang tidur yang baik dalam rumah tinggal. Setiap penghuni rumah sebagai orang-tua ataupun sebagai anak memiliki preferensi ruang tidur dalam rumah tinggal yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap faktor dominan yang mempengaruhi preferensi terhadap variasi posisi ruang tidur dalam rumah tinggal. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner online yang dibagikan secara non-random sampling. Temuan penelitian mengungkapkan 5 dimensi (variabel laten) yang mempengaruhi preferensi seseorang terhadap tiga posisi ruang tidur yaitu dimensi keamanan, kenyamanan dan privasi, interaksi, keinginan, dan tradisi. Dimensi keamanan dan tradisi merupakan dimensi yang yang mempengaruhi perbedaan preferensi tiga posisi ruang tidur secara signifikan.
Pengaruh Tingkat Keramahan Lingkungan Perumahan Bagi Pejalan Kaki Terhadap Aktivitas Fisik Dan Kesehatan Masyarakat Kasus: Perumahan Margahayu Raya, Bandung
Petrus Natalivan Indradjati;
Murni Elfrida
Jurnal Permukiman Vol 15 No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31815/jp.2020.15.10-18
Banyak penelitian menunjukkan hubungan antara penggunaan lahan campuran, kepadatan, fasilitas, dan jaringan jalan pada lingkungan perumahan dengan perilaku aktivitas fisik seperti berjalan dan bersepeda penghuninya. Di Indonesia, studi hubungan lingkungan yang ramah pejalan kaki dengan perilaku aktivitas fisik dan kesehatan masyarakat sangat terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini penting mengingat tingginya angka kematian akibat penyakit tidak menular yang salah satu penyebabnya adalah karena kurangnya aktivitas fisik. Aktivitas yang memadai dan teratur setidaknya 150 menit per minggu dapat mengurangi faktor risiko kelebihan berat badan dan obesitas, hipertensi dan peningkatan gula darah dan lipid darah yang memicu penyakit jantung, stroke, diabetes, dan kanker. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara karakteristik pola perilaku aktivitas fisik dan kesehatan masyarakat berdasarkan tingkat keramahan lingkungan bagi pejalan kaki di Perumahan Margahayu Raya Bandung. Penelitian ini bersifat eksploratif dengan metode kuantitatif dengan menggunakan analisis statistik deskriptif. Penelitian dilakukan pada dua karakter lingkungan yang berbeda, yaitu di lingkungan perumahan yang cenderung lebih ramah pejalan kaki dan lingkungan yang kurang ramah pejalan kaki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan perilaku aktivitas fisik dari dua karakter lingkungan perumahan tersebut. Analisis hubungan antara lingkungan dan kesehatan dengan perilaku aktivitas fisik sangat lemah, tetapi memiliki hubungan positif antara perilaku bersepeda dengan lingkungan dan perilaku kesehatan dan olahraga dengan lingkungan.
Peraturan Zonasi Sebagai Perangkat Kolaboratif Mewujudkan Perumahan untuk Masyarakat Berpendapatan Rendah Di Kawasan Perkotaan
Petrus Natalivan Indradjati
Jurnal Permukiman Vol 15 No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31815/jp.2020.15.61-72
Pelibatan swasta dalam penyediaan perumahan masyarakat berpendapatan rendah (MBR) sebatas pada peraturan tanpa menciptakan kesetaraan komunikasi antara pemerintah dengan swasta. Ruang komunikasi ini penting untuk menyelesaikan keberatan/kesulitan sektor swasta dalam mewujudkan perumahan MBR bersama pemerintah. Ekplorasi ruang komunikasi baik bentuk maupun jenisnya dalam teori perencanaan kolaboratif masih terbatas. Penelitian ini mengeksplorasi ruang komunikasi tersebut sebagai upaya kolaboratif perwujudan rencana tata ruang. Banyak peraturan untuk mendorong swasta berperan serta dalam memenuhi kebutuhan perumahan, dalam prakteknya menemui berbagai kendala. Sementara, rencana tata ruang sangat sedikit mengembangkan perangkat-perangkat kolaboratif dalam penyediaan fasilitas publik, termasuk perumahan MBR. Penelitian ini mengekplorasi perangkat-perangkat kolaboratif penyediaan perumahan MBR baik dari literatur dan preseden serta mengkaji perangkat rencana tata ruang di Kota Jakarta dan Bandung yang telah mengembangkan perangkat kolaboratif tersebut. Dengan pendekatan kualitatif dan analisis isi, ditemukan bahwa terdapat perangkat kolaboratif zona bonus dan zona inklusif yang dikembangkan, namun masih membutuhkan mekanisme dan perangkat kelembagaan penunjang untuk implementasinya.
Modulus Penampang Elastik Balok Kayu Jabon Glulam
Yosafat Aji Pranata;
Anang Kristianto;
Aan Darmawan
Jurnal Permukiman Vol 15 No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31815/jp.2020.15.34-42
Modulus penampang elastik balok merupakan salah satu parameter yang berkaitan dengan kekuatan dan kekakuan balok, secara khusus berhubungan dengan momen inersia penampang. Modulus penampang elastik balok kayu utuh (solid) tidak sama dengan balok kayu laminasi untuk studi kasus balok dengan ukuran penampang sama, hal ini dikarenakan momen inersia penampang balok laminasi perhitungannya berbeda dengan balok utuh akibat adanya slip antar lamina pada saat beban bekerja serta besarnya modulus elastisitas yang tidak sama pada setiap lamina, sehingga perilaku lentur balok menjadi satu kesatuan dalam kaitannya dengan kekuatan balok. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari modulus penampang elastik balok kayu laminasi lem (glulam). Ruang lingkup penelitian yaitu benda uji balok terbuat dari kayu Jabon (Anthocephalus cadamba Miq.) ukuran penampang 60x160 mm, jumlah lamina 4 (empat), sistem laminasi menggunakan lem super adhesive, pengujian lentur menggunakan metode four-point loading test, perilaku lentur yang ditinjau adalah kekuatan lentur, modulus penampang elastik, dan rasio daktilitas balok. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa modulus penampang elastik dan tegangan lentur balok kayu laminasi lem lebih rendah dibandingkan balok kayu utuh dengan rasio sebesar 0,54, serta rasio daktilitas balok kayu laminasi diperoleh sebesar 1,28 sehingga termasuk dalam kriteria daktilitas terbatas. Hasil pengujian mengindikasikan bahwa kegagalan balok kayu laminasi lem adalah berupa kegagalan lentur. Parameter modulus penampang elastik balok kayu laminasi berguna untuk desain komponen struktur balok pada bangunan khususnya pada perhitungan kekuatan balok dan kekakuan balok sebagai persyaratan serviceability.
Persepsi Masyarakat dan Kesesuaian Teknis Jalur Pemandu Bagi Pejalan Kaki Tunanetra pada Area Publik: Studi Kasus Jalur Pemandu pada Ruas Teras Cihampelas, Bandung
Agara Dama Gaputra
Jurnal Permukiman Vol 16 No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31815/jp.2021.16.82-89
Jalur pemandu merupakan fasilitas untuk memudahkan para pengguna jalur pejalan kaki dengan kebutuhan khusus, dalam hal ini khususnya adalah bagi tunanetra (buta total maupun penglihatan rendah). Penelitian ini berangkat dari sering ditemukannya ketidaksesuaian pada penerapan jalur pemandu di area publik. Tujuan penelitian ini adalah untuk memetakan persepsi masyarakat umum, kesesuaian teknis dan ketepatgunaan dari jalur pemandu pada ruas Teras Cihampelas. Data dikumpulkan melalui studi literatur, observasi dan penyebaran kuesioner. Analisis data dilakukan dengan mengevaluasi hasil observasi objek studi berdasarkan regulasi dan standardisasi yang berlaku. Analisis dari hasil kuesioner juga dilakukan untuk mengetahui persepsi masyarakat mengenai jalur pemandu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik pada tahap perancangan, konstruksi maupun pasca guna, jalur pemandu masih belum maksimal dan belum sepenuhnya dipahami oleh masyarakat umum. Hasil penelitian diharapkan dapat berkontribusi dalam penerapan jalur pemandu pada ruas-ruas pejalan kaki di area publik.
Studi Parametrik Pengaruh Konfigurasi Tulangan Longitudinal dan Transversal pada Efektifitas Pengekangan Kolom Persegi Beton Bertulang Menggunakan XTRACT
Anang Kristianto;
Yosafat Aji Pranata;
Noek Sulandari
Jurnal Permukiman Vol 15 No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31815/jp.2020.15.73-83
Detailing tulangan pengekang kolom balok persegi pada struktur kolom beton bertulang yang dibangun di daerah rawan gempa memerlukan perhatian khusus mengingat banyaknya kegagalan struktur yang terjadi di lapangan akibat kurangnya pemahaman yang benar mengenai konsep desainnya maupun kesalahan implementasinya di lapangan. Building Code Requirements for Reinforced Concrete and Comentary (ACI 318-14) yang diikuti oleh SNI 2847-2019 melakukan perubahan signifikan pada perhitungan luas tulangan pengekang yang memasukkan unsur tulangan longitudinal khususnya pada kolom dengan beban aksial yang tinggi atau mutu beton diatas 70 MPa untuk sistem rangka pemikul momen khusus dalam rangka meningkatkan kemampuan daktilitasnya. Penelitian ini merupakan studi parametrik menggunakan data eksperimental yang tersedia. 22 kolom persegi beton bertulang dari mutu beton 29-88 MPa serta konfigurasi tulangan mulai dari konfigurasi tanpa pengikat silang (cross ties) hingga kolom dengan 3 kaki pengikat silang pada tiap sisinya. Data penelitian yang ada dievaluasi dan analisis untuk mendapatkan daktilitas lateral maupun kurvaturnya. Hasil dari studi ini menekankan perlunya penggunaan pengikat silang yang mengekang secara lateral tulangan longitudinal, penggunaan pengikat silang memberikan peningkatan daktilitas yang signifikan, standar luas tulangan pengekang terbaru memberikan tingkat daktilitas yang lebih baik dari sebelumnya.