Al-Qalam
Al-Qalam Jurnal Penelitian Agama dan Sosial Budaya adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan 2 edisi dalam setahun oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar. Terbit sejak tahun 1990. Fokus Kajian Jurnal berkaitan dengan penelitian Agama dan Sosial Budaya. Lingkup Jurnal meliputi Bimbingan Masyarakat Agama dan Layanan Keagamaan, Pendidikan Agama dan Keagamaan, Naskah keagamaan Kontemporer, Sejarah sosial keagamaan, Arkeologi religi, Seni dan Budaya Keagamaan Nusantara.
Articles
662 Documents
TRADISI PARUNRUNGI BAJU DAN ATTARASA PADA PROSES AKIL BALIG MASYARAKAT KONJO DI BULUKUMBA TIMUR
Khaerun Nisa'
Al-Qalam Vol 25, No 2 (2019)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (51.897 KB)
|
DOI: 10.31969/alq.v25i2.737
This study aims to determine the process of implementation the parunrungi baju and attarasa’s tradition in the Konjo community adult process, how is the existance of the parunrungi baju and attarasa’s tradition in the modern area, and how is the islamic perspective on the procession of tradition. The type of this research is qualitative descriptive research. Data sources are primary and secondary data. Researcher as a key instrument. Data collection methods are observation, deep interview and documentation. Parunrungi baju and attrarasa’s tradition is a traditional ceremony held by Konjo community in eastern Bulukumba, when a child enters adulthood. The traditional still exists carried out by the community of Konjo until now, as a way to appreciate the ancestrals heritage. According to the islamic perpective on the procession of the traditional ceremonies, such as the presentation of offerings and flattening of teeth (attarasa) is considered contradictory to the existing rules in islam.
DARI RAHIM IBU KANDUNG KE PANGKUAN AYAH TIRI (IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGANGKATAN GURU PENDIDIKAN AGAMA SEKOLAH UMUM DI KOTA KENDARI)
Esti Junining;
Baso Marannu
Al-Qalam Vol 25, No 2 (2019)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (491.258 KB)
|
DOI: 10.31969/alq.v25i2.767
Penelitian ini dilakukan di Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara dengan tema “Implementasi pengangkatan Guru Pendidikan Agama di Sekolah Umum” yang menggunakan metode kualitatif, dengan memilih pendekatan studi kasus, fokus penelitian ini pada kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan peraturan pemerintah tentang pengangkatan guru pendidikan agama di sekolah umum, yang melibatkan Kementerian Agama (Kemenag) dan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas). Analisis deskriptif untuk membahas persoalan tersebut menggunakan indikator Model Implementasi Kebijakan George C. Edward III, yakni Komunikasi, Sumber daya, Kecenderungan, Struktur birokrasi. yang ditekankan pada tiga hal, yakni Pembuat, dokumen dan penerima kebijakanPenelitian ini menyimpulkan masih kurangnya intensitas komunikasi pembuat kebijakan, lemahnya sumber daya saat pengimplementasian, kecenderungan ego sektoral dan eselonisasi pada struktur birokrasi termasuk sistem informasi berbasis IT yang belum terjalin dengan baik antara Kemenag dan Kemendiknas terhadap beberapa peraturan dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, Kementerian Keuangan terhadap kebijakan pengangkatan maupun pengembangan guru-guru pendidikan agama di sekolah umumPenelitian ini merekomendasikan perlunya koordinasi dan komunikasi yang lebih baik para pejabat eselon II dan III antara dua kementerian yakni Kementerian Agama dan Kementrian Diknas, perlu dipikirkan sistem informasi yang mengakomodir guru agama yang ada di sekolah umum dan guru pengangkatan pemerintah daerah yang ditempatkan di madrasah, ketiga perlunya keberpihakan pejabat berwenang dalam hal politik anggaran untuk lebih meningkatkan kualitas pendidikan agama secara umum di Indonesia.
LITERASI ULAMA DAN WACANA KEISLAMAN AWAL ABAD KE-20 DI SULAWESI SELATAN
Abd Kadir Ahmad
Al-Qalam Vol 25, No 1 (2019)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (257.382 KB)
|
DOI: 10.31969/alq.v25i1.702
This paper aims to (1) explore the writings of ulama especially in the early 20th century in South Sulawesi, (2) identify the religious discourse that developed at the time, and (3) encourage the preservation of the spirit of literacy for present and future scholars. This writing is a literature study on the writing of Haji Ahmad Bone and Hajj Makka, published in 1938 and 1929. Analysis of the contents of the paper was carried out using the content analysis method. Analysis of the content of the paper is categorized into the major themes of Islamic teachings, namely akidah, sharia, and akhlak. Using these criteria, we will find out the early 20th century Islamic discourse trends. This paper finds scholars in South Sulawesi with a strong background in literacy tradition. The writings of Haji Ahmad Bone and Haji Makka show the end of that long history. Based on the three Islamic themes established, the theme of sharia dominates Islamic discourse in that era. This writing contributes to uncover legacy of scholars' writings up to the beginning of the 20th century. The task of the present and future scholars is to preserve the literacy tradition.
KERUKUNAN UMAT BERAGAMA DI KAMPUNG SAWAH KECAMATAN PONDOK MELATI KOTA BEKASI
Muhammad Agus Noorbani
Al-Qalam Vol 25, No 2 (2019)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (294.802 KB)
|
DOI: 10.31969/alq.v25i2.718
This article tries to explain statement of Ashutosh Varshney that says communal violence is a rural phenomenon and if violence does occur it will be concentrated locally. There are areas that have high rate of violence but there are other areas with low rate of violence and even devoid of communal violence and conflicts. Using qualitative case study design, this research tries to know the social mechanism that creates peace in the inter religion relation in Kampung Sawah to be well-maintained. This research especially aims to know the challenges faced by the people of Kampung Sawah in keeping peaceful condition in inter-religion relation. This research finds that peace among inter-religion relation in Kampung sawah has been maintained up to the present is the result of activities which have been conducted since a long time ago, even since Kampung Sawah area was first built. The role of kinship ties, society and religious figures and the social capital existing in Kampung Sawah secara berkelindan makes Kampung Sawah able to maintain peaceful condition up to the present. The challenges facing the people of Kampung Sawah in maintaining peace among religious communities at the moment at least encompasses two things; the fast flow of information through social media and the high rate of population growth of migrants who are boxed in exclusive housing blocks.
MENEROPONG KERUKUNAN SOSIAL UMAT BERAGAMA DI PERMUKIMAN DESA KARAVE
Muh Ilham Usman
Al-Qalam Vol 25, No 2 (2019)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (40.001 KB)
|
DOI: 10.31969/alq.v25i2.751
Tulisan ini menyajikan hasil penelitian tentang kerukunan sosial umat beragama di permukiman transmigrasi desa Karave Kabupaten Mamuju Utara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk meneropong atau memotret kerukunan sosial umat beragama di permukiman transmigrasi desa Karave. Pengumpulan data dilakukan selama lebih 14 hari di bulan Maret 2014. Hasil penelitian menemukan bahwa kerukunan sosial umat beragama bertahan hingga hari ini, disebabkan oleh adanya faktor pendukung tercipta dan terbangunnya kerukunan sosial, diantaranya: 1). Kesadaran akan kebhinnekaan. 2). Melakukan perlombaan dan pertandingan agustusan serta kegiatan positif lainnya dalam rangka mempererat jalinan silaturahim. (3). Memperkokoh jejaring sosial dalam kelompok tani sawit.Kata Kunci: Kerukunan, Sosial, Umat Beragama, Pluralisme.This written provided the result of research about social harmony of the religious communitys in transmigration settlement Karave village, North Mamuju Regency. This research uses descriptive qualitative method to support for describe the social harmony of religious communitys in transmigration settlement Karave village. Data collection was carried out for more than 14 days on March 2014. The result of research found out that the social harmony of the religious communitys is still holding until now, because of some factors of supportes and harmon builders suach as: 1). Awarness of diversity; 2). Do competitions and august matches and other positive activities in order to strengthen the relationship of friendship; 3). Strengthen social networking in oil palm farmer groups.Keyword: Harmony, Social, Religious Community, Pluralism.
CURHAT DI BALIK LACI: EKSPRESI LITERASI SISWA DI MADRASAH ALIYAH PESRI KENDARI
Abu Muslim
Al-Qalam Vol 25, No 1 (2019)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (330.381 KB)
|
DOI: 10.31969/alq.v25i1.728
Tulisan ini menyajikan hasil penelitian tentang pengembangan budaya literasi siswa melalui pengejawantahan petuah bijak yang diekspresikan dari berbagai media. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk mengungkap pemanfaatan petuah bijak dalam pengembangan budaya literasi siswa Madrasah Aliyah, dengan memilih secara purposif MA Pesantren Ummushabri Kota Kendari sebagai lokus pengamatan. data dikumpulkan dengan metode wawancara, dan observasi, serta melaksanakan FGD di Madrasah sasaran. Teori representasi dipilih sebagai pisau analisis untuk mengungkap makna dibalik karya siswa yang mengandung petuah-petuah bijaksana sebagai sarana motivasi diri, yang dituliskan pada media-media tertentu. Pengumpulan data dilakukan selama kurang lebih 18 hari (5 hari penjajakan + 13 hari pengumpulan data) di bulan Agustus 2016. Hasil kajian menemukan bahwa pengembangan budaya literasi siswa di MA PESRI dapat dilihat pada kreasi berbasis inisiatif yang dituliskan siswa pada berbagai media. Hasil kreasi tersebut mengandung keluh-kesah sebagai simbol beratnya beban yang harus diemban oleh siswa atas ketatnya aturan-aturan pesantren. Penelitian ini juga melihat transformasi pemaknaan dari siswa atas petuah bijak masa lalu, yang didesain ulang dengan tata bahasa yang dibuat sendiri sebagai simbol motivasi dan ekspresi bijaksana, yang bisa ditemui di balik laci, dan pintu-pintu lemari, serta tempat-tempat lainnya. Dalam aspek yang lebih luas, coretan-coretan itu menggambarkan semangat juang tinggi dari para anak-anak pesantren di kehidupan yang sangat dinamis dan penuh liku.
PERGULATAN PESANTREN DENGAN MODERNITAS (BERCERMIN PADA PONDOK PESANTREN DDI MANGKOSO, BARRU)
Muhaemin Latif
Al-Qalam Vol 25, No 2 (2019)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (287.193 KB)
|
DOI: 10.31969/alq.v25i2.768
Artikel ini mendiskusikan bagaimana pesantren memiliki kemampuan untuk bernegosiasi dengan modernitas. Pesantren dengan modernitas adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Pesantren direpresentasikan sebagai penjaga tradisi-tradisi luhur yang dimiliki oleh Indonesia, sementara kecenderungan modernitas menegasikan eksistensi dari tradisi-tradisi tersebut. Landasan filosofis inilah yang menjadi tujuan utama dari penulisan artikel inidengan mendemonstrasikan Pondok Pesantren DDI Mangkoso yang berlokasi di Sulawesi Selatan yang sukses mempertahankan tradisi dan pada saat yang bersamaan mampu berdialog dengan modernitas. Adapun jenis penelitian yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah qualitatif. Dalam pengumpulan data, peneliti mempraktekkan triangulasi, observasi, wawancara dan pengumpulan dokumen-dokumen yang terkait dengan pesantren dan modernitas. Data-data tersebut kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pondok Pesantren DDI Mangkoso memiliki kapabilitas dan kompetensi dalam melakukan negosiasi dan dialog dengan arus globalisasi dan modernitas. Keberhasilan pesantren ini karena didukung oleh kreatifitas dan inovasi pesantren dalam menjembatani tradisi dan modernitas. Beberapa strategi yang dijabarkan dalam pesantren ini adalah mendefinisikan ulang makna modernitas, mengadopsi sistem pendidikan madrasah, pembinaan bahasa Inggris, serta pembentukan karakter kemandirian.
NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL LUWU DALAM PENDIDIKAN ANTI KORUPSI DI MADRASAH ALIYAH NEGERI PALOPO
Muhaemin Muhaemin;
Muhadir Azis
Al-Qalam Vol 25, No 2 (2019)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (962.417 KB)
|
DOI: 10.31969/alq.v25i2.721
This research aims to examine the form of Luwu's local value-relevance in anti-corruption education, madrasa efforts in instilling Luwu's local wisdom values in anti-corruption education, teacher's strategy in instilling Luwu's local wisdom values in Anti-corruption education in State Madrasah Aliyah Palopo using descriptive qualitative methods. Data sources used primary data from principals, vice principals and teachers of moral akidah, Al-Qur'an hadith, and PKn as well as students through interviews, while secondary data from school documents. The instrument is the researcher himself who collects and selects informants as sources of data, analyzes data, and manages data. Supporting instruments for observation sheets, interview sheets, cameras, recorders, and stationery. The results of the study show that, the relevance of local wisdom in anti-corruption education in the assessment of educational values with the creation of a religious atmosphere in the madrasa environment.
PERGESERAN MATA PENCAHARIAN DAN PUDARNYA RITUAL SYUKUR LAUT PADA MASYARAKAT NELAYAN BUGIS DI SUNGAILIAT BANGKA
Dandung Budi Yuwono
Al-Qalam Vol 25, No 2 (2019)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (341.483 KB)
|
DOI: 10.31969/alq.v25i2.753
The Bugis fishing community in Sungailiat, Bangka as a religious ethnic representation of Islam is one group of fishermen who still live in poverty. The source of this paper is obtained from research that uses qualitative anthropological methods, aimed at seeing how religious practices, and how life strategies in sustaining their lives. The data collection applies techniques of observation and deep interview, whereas the data is analysed interpretively by appllying techniques of triangular analysis together with emic and ethical perspectives. The research findings show, the difficulty of meeting the needs of life, causing some fishermen to turn their livelihoods into tin mining pawners. The lack of intensity of the lives of fishermen in conducting fishing activities, coupled with the harsh accusations of shirk of the Mappanretation discourse from Muslim puritans and rationalist Muslim communities outside the fishing community, naturally dampens the ongoing Mappanretation ritual. As a result, the Mappanretation ritual as an expression of diversity gradually faded and eventually collapsed, disappeared, is no longer a tradition as long as it takes place in the life of the Bugis fishing community in Sungailiat.
CINTA KELUARGA: REVOLUSI (1946-1949) DALAM IMAJINASI PRAMOEDYA ANANTA TOER
Heri Kusuma Tarupay
Al-Qalam Vol 25, No 3 (2019)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (263.471 KB)
|
DOI: 10.31969/alq.v25i3.786
Revolusi Indonesia (1946-1949) banyak digambarkan dalam suasana perang dan diplomasi. Dalam perang, suasana lebih banyak diwarnai oleh pertempuran antara orang-orang Indonesia dengan para tentara gabungan sekutu. Sementara dalam ruang diplomasi suasana perundingan diperankan oleh elit-elit di Jakarta. Yang hilang dari suasana seperti ini, adalah seperti apakah kondisi di tengah masyarakat (di) Indonesia, yang tidak ikut berperang dan tidak pula ikut berunding. Karya-karya Pramoedya Ananta Toer dalam bentuk novel dan cerita pendek berlatar revolusi menyajikan suasana berbeda, dibandingkan sekedar perang dan diplomasi. Keluarga selalu menjadi bagian penting yang mewarnai karya-karya tulis novel dan roman Pramoedya Ananta Toer. Lalu, apa makna keluarga dalam masa revolusi (di) Indonesia tersebut. Tulisan ini melihat suasana di tengah masyarakat selama revolusi berjalan dengan menganalisa novel yaitu Keluarga Gerilya dan roman Larasati. Keluarga merupakan unit paling kecil dalam satu masyarakat. Kajian Saya Sasaki Shiraishi menyebut bahwa konsep keluarga merupakan aspek penting dalam masyarakat Indonesia untuk mengakui seseorang sekaligus membedakan, meliyankan atau apapun istilah yang digunakan. Persoalan mengakui dan membedakan penting dalam periode revolusi karena persoalan si (apa) orang Indonesia itu merupakan sesuatu yang tidak jelas dan menjadi alasan terjadinya kekerasan terhadap seseorang atau satu kelompok. Sementara James T. Siegel menyebut bahwa keluarga dan Negara yang merupakan dua unit yang berbeda, menjadi satu dalam periode revolusi. Konsepsi ini akan digunakan dalam menganalisa novel dan roman karya Pramodya Ananta Toer selama periode revolusi, untuk memberi gambaran seperti apa suasana revolusi (di) Indonesia.