cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Metalurgi
ISSN : 01263188     EISSN : 24433926     DOI : -
Core Subject : Science,
METALURGI published by Research Center for Metallurgy and Materials LIPI. The objective of this journal is the online media for disseminating of RCMM results in Research and Development and also as a media for a scientist and researcher in the field of Metallurgy and Materials.
Arjuna Subject : -
Articles 240 Documents
Cover, Daftar isi, Abstrak Andriyah, Lia
Metalurgi Vol 34, No 1 (2019): Metalurgi Vol. 34 No. 1 April 2019
Publisher : Pusat Penelitian Metalurgi dan Material - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1732.338 KB) | DOI: 10.14203/metalurgi.v34i1.470

Abstract

Indeks, panduan Andriyah, Lia
Metalurgi Vol 34, No 1 (2019): Metalurgi Vol. 34 No. 1 April 2019
Publisher : Pusat Penelitian Metalurgi dan Material - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.226 KB) | DOI: 10.14203/metalurgi.v34i1.471

Abstract

KARAKTERISTIK SIFAT MEKANIK DAN STRUKTUR MIKRO TOTAL KNEE JOINT DARI PADUAN Co-Cr-Mo-XN HASIL PENGERJAAN PANAS Astawa, I Nyoman Gede Putrayasa; Kartika, Ika; Rokhmanto, Fendy; Purawiardi, Ibrahim; Natalia, Jessica; Alhamidi, Ali
Metalurgi Vol 34, No 1 (2019): Metalurgi Vol. 34 No. 1 April 2019
Publisher : Pusat Penelitian Metalurgi dan Material - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (798.01 KB) | DOI: 10.14203/metalurgi.v34i1.359

Abstract

Penggantian material implan pada lutut memerlukan sifat mekanis yang penting selain sifat ketahanan aus, diperlukan juga kekuatan dan  ketangguhan yang tinggi. Hal ini dikarenakan lutut merupakan bagian yang vital dimana bagian ini sering mengalami beban dinamis, sehingga harus memiliki kekerasan dan kekuatan yang tinggi untuk menahan beban dari berat badan manusia tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik dari struktur mikro yang terbentuk dan nilai  kekerasan pada paduan Co-Cr-Mo hasil hot rolling selain itu juga untuk mengetahui pengaruh penambahan unsur nitrogen terhadap pembentukan fasa  dan presipitat pada paduan Co-Cr-Mo. As-cast Co-26Cr-6Mo-0,18N dan Co-26Cr-6Mo dihomogenisasi pada temperatur 1200°C selama 12 jam, setelah itu dilakukan hot rolling pada temperatur 1200°C dengan waktu tahan 90 menit  dan persen reduksi sebesar 50, diakhiri pendinginan dengan variasi media pendingin seperti air es, air dan udara. Setelah itu beberapa pengujian dilakukan untuk mengetahui perubahan struktur mikro dan nilai kekerasan yang dihasilkan melalui pengujian kekerasan, XRD, pengamatan SEM-EDS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa butiran pada sampel yang mengalami rapid cooling dengan menggunakan air es (3°C) menghasilkan ukuran butiran yang lebih halus dibandingkan dengan sampel dengan media pendingin air dan udara. Media pendingin air es memiliki nilai kekerasan paling tinggi dan udara paling rendah hal ini dikarenakan presipitat M23X6 yang terbentuk dapat menghambat pergerakan dislokasi sehingga memperkuat matriks dan dengan demikian dapat meningkatkan kekerasan paduan. Sedangkan  paduan Co-Cr-Mo yang mengandung unsur nitrogen didalamnya memiliki ukuran butiran yang lebih kecil  dibanding unsur tanpa nitrogen, hal ini dikarenakan atom N yang bertindak sebagai atom interstisi mengisi kekosongan jarak antar atom. Fasa σ yang muncul pada paduan kobalt Co-26Cr-6Mo memiliki intensitas peak yang lebih tinggi dibandingkan dengan kobalt Co-26Cr-6Mo-0,18N karena usur nitrogen menekan pembentukan fasa σ. Kata kunci: Co-26Cr-6Mo, hot rolling, presipitat, fasa σ, kekerasan
PENGARUH KECEPATAN PENGELASAN TERHADAP KUALITAS SAMBUNGAN ALUMINIUM PADUAN 5052-H32 PADA PROSES FRICTION STIR WELDING Tarmizi, Tarmizi; Wahid, Robi Farid Abdurachman; Irfan, Irfan
Metalurgi Vol 34, No 1 (2019): Metalurgi Vol. 34 No. 1 April 2019
Publisher : Pusat Penelitian Metalurgi dan Material - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (658.502 KB) | DOI: 10.14203/metalurgi.v34i1.448

Abstract

Salah satu penyebab terjadinya cacat pada Friction Stir Welding (FSW) adalah kecepatan pengelasan yang kurang tepat yang akan menyebabkan timbulnya cacat void pada sambungan logam. Oleh karena itu untuk mengatasi masalah tersebut dilakukan penelitian FSW dengan variasi kecepatan pengelasan. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kualitas sambungan hasil FSW pada pelat aluminium 5052-H32 dengan tebal 10 mm dan putaran tool konstan 1500 rpm. Pada penelitian ini menunjukan bahwa  penggunaan kecepatan pengelasan 38, 64, dan 83 (mm/min) dengan tool silinder ulir clockwise menghasilkan cacat tunnel yang cukup besar sepanjang joint line sedangkan pada penggunaan tool silinder ulir counter clockwise dengan welding speed 22 mm/min menghasilkan  sambungan dengan void yang lebih kecil sepanjang joint line. Seluruh percobaan menghasilkan cacat flash dan masih bisa diterima sesuai staandar AWS D17.3. Secara kualitatif  semakin tinggi welding speed maka cacat yang dihasilkan semakin besar
DEPOSISI LAPISAN Fe-Si-Al-Mg PADA CARBON STEEL DENGAN TEKNIK PEMADUAN MEKANIK Lusita, Lusita; Fahdiran, Riser; Sudiro, Toto; Hermanto, Bambang
Metalurgi Vol 34, No 1 (2019): Metalurgi Vol. 34 No. 1 April 2019
Publisher : Pusat Penelitian Metalurgi dan Material - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.136 KB) | DOI: 10.14203/metalurgi.v34i1.465

Abstract

Lapisan Fe-Si-Al-Mg dengan variasi berat ferrosilicon, Mg dan Al yaitu 50(Fe-Si)-37.5Al-12.5Mg, 50(Fe-Si)-25Al-25Mg, dan  50(Fe-Si)-12.5Al-37.5Mg telah dipreparasi pada substrat baja karbon rendah dengan menggunakan teknik pemaduan mekanik (mechanical alloying). Struktur dari lapisan Fe-Si-Al-Mg dipelajari menggunakan XRD (X-ray Diffraction) untuk mengetahui fasa yang terbentuk dan OM (Optical Microscope) untuk mengetahui ketebalan lapisan yang didapatkan. Hasil X-ray Diffraction dan Optical Microscope menunjukkan bahwa lapisan Fe-Si-Al-Mg telah berhasil dideposisikan pada substrat baja karbon rendah. Lapisan Fe-Si-Al-Mg yang terbentuk memiliki fasa intermetalik FeSi2, Mg2Si dan Al0.7Fe3Si0.47. Setiap komposisi menunjukkan ketebalan lapisan yang berbeda. Ketebalan lapisan cenderung menurun dengan meningkatnya konsentrasi magnesium dan berkurangnya konsentrasi aluminium.Kata Kunci: lapisan, Fe-Si-Al-Mg, pemaduan mekanik, fasa, ketebalan.
LEAKAGE INVESTIGATION ON A FIRED HEATER TUBE OF A PETROLEUM REFINERY DUE TO CARBURIZATION Adnyana, D.N.
Metalurgi Vol 34, No 2 (2019): Metalurgi Vol. 34 No. 2 Agustus 2019
Publisher : Pusat Penelitian Metalurgi dan Material - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.408 KB) | DOI: 10.14203/metalurgi.v34i2.488

Abstract

The fired heater of a petroleum processing refinery leaks in one of the convection tubes. The tube is made of ASTM A-106 Gr.B. Process fluid in the tube is xylene with a design pressure of 15.8 kg/cm²g and design temperature of 299 °C (at the inlet) and 405 °C (at the outlet). This study aims to determine the type and causes and the mechanism of leakage in the tube. A number of tests have been carried out including visual inspection and  macroscopic analysis, chemical analysis, metallographic and hardness testing, and SEM (scanning electron microscopy) analysis which is equipped with EDS (energy dispersive spectroscopy). The results obtained showed that the leak that occurred in the convection tube was caused by carburization and metal dusting. Carburization occurs in the inner walls of the tube that experience some localized overheating due to the formation of coke deposits. AbstrakDapur pemanas pada sebuah kilang pengolahan minyak bumi mengalami kebocoran pada salah satu pipa konveksi. Pipa tersebut terbuat dari baja karbon rendah jenis ASTM A-106 Gr.B. Cairan proses di dalam pipa adalah xylene dengan tekanan desain 15,8 kg/cm²g dan suhu desain yaitu 299 °C (pada saluran masuk) dan 405 °C (pada saluran keluar). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis dan faktor penyebab serta mekanisme terjadi kebocoran pada pipa tersebut. Sejumlah pengujian telah dilakukan meliputi pemeriksaan visual dan makroskopik, analisa kimia, pengujian metalografi dan kekerasan, serta analisa SEM (scanning electron microscopy) yang dilengkapi dengan EDS (energy dispersive spectroscopy). Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa kebocoran yang terjadi pada pipa konveksi disebabkan oleh karburisasi dan pembentukan debu/serbuk logam. Karburisasi terjadi pada dinding bagian dalam pipa yang mengalami panas berlebih secara lokal akibat terbentuknya endapan kokas.
PENGARUH PENAMBAHAN MOLIBDENUM TERHADAP MORFOLOGI STRUKTUR MIKRO, SIFAT MEKANIK DAN KETAHANAN KOROSI PADUAN ZR-NB UNTUK MATERIAL IMPLAN Sukaryo, Sulistioso Giat; Badriyana, B; Sebleku, Pius
Metalurgi Vol 29, No 1 (2014): Metalurgi Vol.29 No.1 April 2014
Publisher : Pusat Penelitian Metalurgi dan Material - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (692.076 KB) | DOI: 10.14203/metalurgi.v29i1.267

Abstract

PENGARUH PENAMBAHAN MOLIBDENUM TERHADAP MORFOLOGI STRUKTUR MIKRO,SIFAT MEKANIK DAN KETAHANAN KOROSI PADUAN Zr-Nb UNTUK MATERIAL IMPLAN.Paduan Zr-Nb adalah material paduan yang banyak digunakan untuk bio-implan. Penambahan unsur lain dalampaduan berbasis Zr-Nb seperti molibdenum akan meningkatkan sifat mekanik dan ketahanan korosinya.Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat morfologi struktur mikro, karakteristik sifat mekanik danketahanan korosi dalam paduan Zr-Nb dengan dan tanpa penambahan molibdenum. Komposisi paduan yangakan dibuat adalah Zr-2,5% Nb dan Zr-2,5% Nb-0,5% Mo, dimana molibdenum ditambahkan dalam paduandengan proses peleburan menggunakan tungku busur listrik. Ingot paduan Zr-2,5% Nb dan Zr-2,5% Nb-0,5%Mo kemudian diuji keras secara mikro dengan Vicker?s, metalografi dengan mikroskop optik (OM) dan SEM(scanning electrone microscopy), uji XRD (X-ray diffraction) serta uji korosi dalam lingkungan larutan simulasitubuh (simulated body fluid-SBF). Hasil metalografi dan uji XRD menunjukkan bahwa struktur yang terbentukadalah fasa ?-Zr yang terdistribusi secara homogen dan berukuran sangat halus (fine grain). Laju korosi dalampaduan Zr-2,5Nb adalah sebesar 0,1023 mpy, sedangkan setelah penambahan molibdenum dalam paduan Zr-2,5% Nb-0,5% Mo laju korosi semakin lambat sebesar 0,089 mpy. Hal ini terjadi akibat terbentuknya lapisantipis dari zirkonium dan molibdenum oksida sebagai pelindung di permukaan paduan. Kekerasan paduan Zr-2,5% Nb mencapai 183 VHN dan meningkat menjadi 230 VHN setelah penambahan 0,5% berat Mo. Hal inidimungkinkan karena adanya fenomena penghalusan butir yang berakibat pada naiknya kerapatan dislokasidalam paduan Zr-2,5% Nb-0,5% Mo.
REAKSI KARBOTERMIK NICKELIFEROUS SINTETIK DENGAN CAMPURAN BATUBARA SUBBITUMINOUS DAN SULFUR KADAR TINGGI setiawan, iwan
Metalurgi Vol 34, No 3 (2019): Metalurgi Vol. 34 No. 3 Desember 2019
Publisher : Pusat Penelitian Metalurgi dan Material - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.689 KB) | DOI: 10.14203/metalurgi.v34i3.487

Abstract

Konsumsi nikel dunia semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan material nikel untuk energi, kontstruksi dan kimia. Padahal kandungan nikel dalam bijih semakin menurun. Sehingga perlu meningkatkan kadar nikel dalam bijih kadar rendah dengan berbagai metoda. Peningkatan konsentrasi nikel dapat dilakukan dengan reduksi selektif bijih kadar rendah yaitu nickeliferous. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kadar sulfur tinggi dan pengaruh waktu milling  nilai recovery nikel dan besi. Reduksi dilakukan terhadap campuran dari nickeliferous sintetik, subbituminous, dan sulfur hasil dari proses milling. Nilai recovery unsur Ni dan Besi diuji oleh AAS pada fraksi magnetik. Pada variasi penambahan sulfur, nilai recovery nikel dan besi tertinggi berada pada sampel pada penambahan 34,5% sulfur. Sedangkan pada variasi waktu milling, nilai recovery nikel dan besi tertinggi berada pada sampel dengan penambahan 52% sulfur pada 20 ja milling. Berdasarkan  hasil XRD diketahui bahwa puncak SiO2 masih muncul pada pencampuran sampel dengan cara di aduk mengunakan mortar. senyawa SiO2 serta semua jenis sampel tidak terdeteksi senyawa ferronickel (FeNi). Dari hasil pemetaan EDS, hampir semua jenis sampel memperlihatkan senyawa nikel sulfida (NiS).
KOROSI RETAK TEGANG PADA PIPA SUPERHEATER KETEL UAP YANG BARU DIBANGUN [STRESS CORROSION CRACKING OF CAGE SUPERHEATER TUBES OF A NEWLY BUILT BOILER] Adnyana, Dewa Nyoman
Metalurgi Vol 32, No 3 (2017): Metalurgi Vol. 32 No. 3 Desember 2017
Publisher : Pusat Penelitian Metalurgi dan Material - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1242.454 KB) | DOI: 10.14203/metalurgi.v32i3.357

Abstract

A number of cage superheater tubes of a newly built steam boiler have been leaking during boiler?s first start-up commissioning. Leaking occurred when the boiler had just reached a pressure of 23.7 barg and temperature 405 °C from the intended operating pressure of 53 barg and temperature of 485 °C. Type of failure and factors that may have caused the leakage of the cage superheater tube are discussed in this paper. The metallurgical assessment was conducted by preparing a number of specimens from the as received leaked cage superheater tube. Various laboratory examinations were performed including macroscopic examination, chemical composition analysis, metallographic examination, hardness test and SEM (scanning electron microscopy) examination equipped with EDS (energy dispersive spectroscopy) analysis. Results of the metallurgical assessment obtained show that the leaked cage superheater tubes have been experiencing stress-corrosion cracking (SCC) caused by the combined effect of corrosion and tensile stress. The corrosion agent that may have been responsible for the occurrence of SCC in the tube was mostly due to caustic sodium (Na) and other elements in a lesser extent such as Ca, Cl, S and P.AbstrakSejumlah pipa penukar panas lanjut pada sebuah ketel uap yang baru dibangun diketemukan bocor selama operasi komisioning yang pertama. Kebocoran terjadi ketika ketel uap baru saja mencapai tekanan 23,7 barg dan temperatur 405 °C dari tekanan dan temperatur operasi yang direncanakan yaitu 53 barg dan 485 °C. Dalam makalah ini dibahas jenis kerusakan dan faktor-faktor yang kemungkinan telah menyebabkan terjadinya kebocoran pada pipa penukar panas lanjut tersebut. Penelitian/pengujian metalurgi telah dilakukan dengan mempersiapkan sejumlah benda uji yang diperoleh dari salah satu potongan pipa yang bocor tersebut. Berbagai pengujian laboratorium telah dilakukan meliputi: uji makro, analisa komposisi kimia, uji metalografi, uji kekerasan dan uji SEM (scanning electron microscopy) yang dilengkapi dengan analisis EDS (energy dispersive spectroscopy). Hasil penelitian/pengujian metalurgi yang diperoleh menunjukkan bahwa pipa penukar panas lanjut yang bocor tersebut telah mengalami retak korosi tegangan yang disebabkan oleh efek kombinasi antara korosi dan tegangan tarik. Unsur korosif yang kemungkinan dapat menimbulkan terjadinya retak korosi tegangan pada pipa penukar panas lanjut adalah kaustik sodium (Na) dan elemen-elemen lainnya pada tingkatan yang relatif rendah seperti Ca, Cl, S dan P.
PERFORMA KOROSI BAJA KARBON PADA UJI SIMULASI PIPA UNTUK SISTEM SALURAN AIR PENDINGIN [CORROSION PERFORMANCE OF CARBON STEEL IN PIPE SIMULATION TEST FOR COOLING WATER SYSTEMS] Royani, Ahmad
Metalurgi Vol 34, No 2 (2019): Metalurgi Vol. 34 No. 2 Agustus 2019
Publisher : Pusat Penelitian Metalurgi dan Material - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.439 KB) | DOI: 10.14203/metalurgi.v34i2.468

Abstract

The main problem in cooling water systems in geothermal power plant units is supported by corrosion, deposits, and slime. Corrosion can shorten the life of cooling water system equipment due to a decrease in operating efficiency, leakage, and pollution. These problems, occur very complex and many causes. On the other hand, most cooling water systems in the industry contain carbon steel components that are easily corroded. To determine the value of the corrosion rate of carbon steel in a geothermal power plant, a simulation test using an open recirculating system was carried out. The simulation process is done by an interval test method and based on NACE RP0775 standard. The corrosion rate of those steel was determined by weight loss method. The Morphology of surface and composition of corrosion products are characterized using scanning electron microscopy (SEM), X-ray diffractometer (XRD) and energy dispersive spectroscopy (EDS). The corrosion rate values of carbon steel from the simulation results for 1, 3 and 4 weeks were 2.29 mmpy; 1.23 mmpy; and 0.93 mmpy, respectively. There is a decrease in the corrosion rate of the simulation time is extended, because of passive film layers on the steel surface. Meanwhile, the most dominant water parameters in this simulation are dissolved oxygen (DO). The change of DO greatly affect the corrosion rate of carbon steel. Based on the product morphology of corrosion, corrosion attacks occur locally. Corrosion products form oxide compounds in the form of Fe3O4, FeOOH, and Fe2O3. AbstrakMasalah utama dalam sistem pendingin air dalam unit pembangkit listrik panas bumi meliputi korosi, deposit dan slime (lendir). Korosi dapat memperpendek umur pakai peralatan sistem pendingin air karena mengakibatkan penurunan efisiensi operasi, kebocoran dan polusi. Masalah-masalah tersebut sangat komplek dan banyak faktor penyebabnya. Di sisi lain, sebagian besar sistem air pendingin di industri mengandung komponen baja karbon yang mudah terkorosi. Untuk mengetahui nilai laju korosi baja karbon pada unit pembangkit listrik panas bumi, maka dilakukan uji simulasi menggunakan sistem resirkulasi air terbuka pada temperatur 37 °C. Proses simulasi dilakukan dengan metode interval test dan berdasarkan standar NACE RP0775. Laju korosi baja tersebut diukur dengan metode pengurangan berat. Morfologi permukaan dan komposisi produk korosi dikarakterisasi menggunakan SEM (scanning electron microscopy), XRD (x-ray diffraction) dan EDS (energy dispersive spectroscopy). Nilai laju korosi baja karbon hasil uji simulasi selama 1, 3 dan 4 minggu masing-masing sebesar 2,29 mmpy; 1,23 mmpy; dan 0,93 mmpy. Terjadi penurunan laju korosi jika waktu simulasi diperpanjang akibat terbentuknya lapisan produk korosi pada permukaan baja. Sementara itu, parameter air yang paling menentukan laju korosi adalah DO (dissolved oxygen). Perubahan DO sangat mempengaruhi kecepatan laju korosi. Berdasarkan morfologi produk korosi, serangan korosi terjadi secara lokal yang sebarannya merata. Produk korosi berupa senyawa oksida dalam bentuk Fe3O4, FeOOH dan Fe2O3.

Filter by Year

2011 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 34, No 3 (2019): Metalurgi Vol. 34 No. 3 Desember 2019 Vol 34, No 2 (2019): Metalurgi Vol. 34 No. 2 Agustus 2019 Vol 34, No 1 (2019): Metalurgi Vol. 34 No. 1 April 2019 Vol 34, No 1 (2019): Metalurgi Vol. 34 No. 1 April 2019 Vol 33, No 3 (2018): Metalurgi Vol. 33 No. 3 Desember 2018 Vol 33, No 2 (2018): Metalurgi Vol. 33 No. 2 Agustus 2018 Vol 33, No 1 (2018): Metalurgi Vol. 33 No. 1 April 2018 Vol 32, No 3 (2017): Metalurgi Vol. 32 No. 3 Desember 2017 Vol 32, No 3 (2017): Metalurgi Vol. 32 No. 3 Desember 2017 Vol 32, No 2 (2017): Metalurgi Vol. 32 No. 2 Agustus 2017 Vol 32, No 2 (2017): Metalurgi Vol. 32 No. 2 Agustus 2017 Vol 32, No 1 (2017): Metalurgi Vol. 32 No. 1 April 2017 Vol 31, No 3 (2016): Metalurgi Vol. 31 No. 3 Desember 2016 Vol 31, No 2 (2016): Metalurgi Vol. 31 No. 2 Agustus 2016 Vol 31, No 1 (2016): Metalurgi Vol. 31 No. 1 April 2016 Vol 30, No 3 (2015): Metalurgi Vol. 30 No. 3 Desember 2015 Vol 30, No 2 (2015): Metalurgi Vol.30 No.2 Agustus 2015 Vol 30, No 1 (2015): Metalurgi Vol.30 No.1 APRIL 2015 Vol 29, No 3 (2014): Metalurgi Vol.29 NO.3 Desember 2014 Vol 29, No 2 (2014): Metalurgi Vol.29 No.2 Agustus 2014 Vol 29, No 1 (2014): Metalurgi Vol.29 No.1 April 2014 Vol 29, No 1 (2014): Metalurgi Vol.29 No.1 April 2014 Vol 28, No 3 (2013): Metalurgi Vol.28 No.3 Desember 2013 Vol 28, No 2 (2013): Metalurgi Vol.28 No.2 Agustus 2013 Vol 28, No 1 (2013): Metalurgi Vol.28 No.1 April 2013 Vol 27, No 3 (2012): Metalurgi Vol.27 No.3 Desember 2012 Vol 27, No 2 (2012): Metalurgi Vol. 27 No. 2 Agustus 2012 Vol 27, No 1 (2012): Metalurgi Vol. 27 No. 1 April 2012 Vol 26, No 3 (2011): Metalurgi Vol. 26 No. 3 Desember 2011 Vol 26, No 2 (2011): Metalurgi Vol.26 No.2 Agustus 2011 Vol 26, No 1 (2011): Metalurgi Vol. 26 No. 1 April 2011 More Issue