cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum
ISSN : 2085384X     EISSN : 25793578     DOI : -
Core Subject : Economy,
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum adalah jurnal ilmiah tentang inovasi kebijakan dan penerapan teknologi dalam perencanaan infrastruktur, pengembangan, dan manajemen. Ruang lingkup terbatas pada ruang, sosial, ekonomi, dan perspektif lingkungan transportasi jalan, sektor air, limbah, dan perumahan. Jurnal ini dikelola oleh Pusat Litbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi, Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Jurnal ini diterbitkan pada tahun 2009, dengan nama "Komunitas”. Dengan adanya perubahan organisasi, nama jurnal berubah menjadi Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum dan diterbitkan secara berkala 2 (dua kali) edisi di setiap volume yaitu bulan April dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 148 Documents
Identifikasi Kerusakan Bangunan dan Fungsi Infrastruktur Akibat Banjir Citarum di Wilayah Kabupaten Bandung Setiadi, Harri A
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 5, No 1 (2013)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2152.621 KB)

Abstract

Repetitive flood occurrence with rising escalation and intensity influenced community who lived around Citarum watershed. Tangible impacts which directly influence community are building damage and infrastructure disruption. This study identifies the impacts of Citarum flood on building damage and infrastructure functionality. The study uses qualitative approach and takes 2010 Citarum flood disaster case study in Bandung Regency. The research is conducted on human settlements along the river bank and the adjacent areas. Principal tool for collecting primary data are observation and interview. Ecological perspective is used to identify the flood along Citarum river banks and adjacent areas, failure mechanism of building component concepts is used to identify flood impacts on building damage, and public infrastructure concepts is used to identify flood impacts on infrastructure disruption. The research results are presented in three sections according to the above identifications.
INDIKATOR PERUBAHAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT PASCA PEMBEBASAN LAHAN UNTUK PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PEKERJAAN UMUM DAN PERMUKIMAN Rianto, Nanang
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 3, No 3 (2011)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (961.96 KB)

Abstract

Maraknya permasalahan terkait pengadaan lahan menarik untuk diketahui mengingat masyarakat telah diberi kompensasi dalam berbagai bentuk seperti uang atau lahan di lokasi lain. Tulisan ini akan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi perubahan kesejahteraan masyarakat pasca pembebasan lahan akibat pembangunan infrastruktur. Kajian singkat ini merupakan studi literatur yang bertujuan untuk menjabarkan faktor-faktor berpengaruh tersebut ke dalam sebuah instrumen pengukuran berupa variabel-variabel dan indikator. Untuk melengkapi sifatnya yang normatif, dilakukan juga wawancara dan diskusi dengan sejumlah informan dan partisipan dari unsur masyarakat yang terkena pembebasan lahan) serta instansi pemerintah (pihak yang membebaskan lahan) yang relevan dan menguasai perihal konsep dan dimensi kajian. Temuan kajian mendapati faktor-faktor yang memengaruhi kesejahteraan masyarakat pasca pembebasan lahan untuk pembangunan infrastruktur adalah: 1) Pendapatan; 2) pengeluaran; 3) akses wilayah ke tempat perekonomian; 4) akses ke pelayanan publik. Proses pembuatan instrumen secara umum dapat dibagi menjadi tiga tahapan, yakni: 1) mendefinisikan konsep kesejahteraan; 2) membuat kerangka konseptual dan mengidentifikasi variabel-variabel yang relevan; 3) membuat cara mengaplikasikan instrumen.
Kajian Efektivitas Kebijakan Fiskal pada Rumah Susun Sederhana Milik Sabaruddin, Arief
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 1, No 2 (2009)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1738.58 KB)

Abstract

The background of this study is about the increasing of investment finance of flat supply, but in the other hand people can't reach it anymore because of the sustaining of economical crisis. The number of unemployment is still high, and it makes some people hard to get a good neighborhood. The high number of new houses and backlog's need can't be facilitated completely yet by government. The effectively of subsidy is not seen yet, this study done to identify more the effective forms of fiscal subsidy which is done continually until now : which is most effective of tax and acceptance subsidy in the own flat supply. From the result of the study seen that an acceptance subsidy is more effective on increasing people's affordability than a tax subsidy one.
Kemampuan Adaptasi Masyarakat Di Pulau-Pulau Kecil dalam Menghadapi Krisis Air (Studi Kasus: Pulau Buluh, Pulau Kelong dan Pulau Penyengat Provinsi Kepulauan Riau) Putri, Chitra Widyasani Surya; Kusdariyanto, Irwan
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 6, No 3 (2014)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.803 KB)

Abstract

Vulnerability to the crisis of water resources occurs in the area of small islands which is considered vulnerable are as affectedby climate change. Indonesiahas 17.477 small islands (<2000 km2) which is in habited by20% of the total population of Indonesia, but the availability of water is not sufficient for the community to meet the increasing yearly demand. In 2014 the research activities carried out to measure the degree of adaptation to small islands in the face of these conditions. This study uses primary data with respondents heads of families who live on the Penyengat island, Buluh island, and the island Kelong. The research approach sedan index based on number of variables approaches a result of the vulnerability of the study area. The method used a composite index of the normalized data using the min-max values, weighting methods Iyengar and Sudharshanand is analyzed descriptively. The result of the analysis for the vulnerability index is 0.65 for Penyengat is land with a capacityof 0,131. Pulau Kelong has vulnerability index of 0.46with adaptive capacity of 0.170. Penyengat Island has a vulnerability index of 0.34 with adaptive capacity of 0,230. The conclusion shows that Penyengat island communities shave the worst adaptive capacity as compared to Kelong and Buluh Island. The study is expected to contribute to the government in the provision of infrastructure, especially water resources and good clean water suitable applied on small islands in Indonesia
Adaptasi Masyarakat Terhadap Bencana Banjir Lahar Studi Kasus : Kemiren, Srumbung, Magelang, Jawa Tengah Iswardoyo, Jati
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 5, No 2 (2013)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.995 KB)

Abstract

Merapi Volcanic eruptions produce a material that is potentially causing harm due to dangerous lava flood. However, on the other side, Mount Merapi is also areas that support continuity of livelihood systems for local communities in the slopes of Mount Merapi. The government has implemented sabo technology in the Village of Kemiren, Srumbung District, Magelang regency, Jawa Tengah. This study examines and analyzes the adaptation strategies, specifically adopted lava floods. Adaptation of community-based lava flood involving all available resources phenomenon, such as natural, human and institutional. The study used a qualitative approach through Focus Group Discussion and Depth Interview. Using secondary data and primary data, the scope of the study covers the mining, agricultural and environmental sectors. The results showed a positive role in Kemiren communities in lava floods adaptation, by involving all the potential resources. Kemiren community has a good understanding of the hazards risk. The application of Sabo technology can be done synergistically with Kemiren village community life.
POYEKSI DAYA DUKUNG LAHAN TERHADAP KEBUTUHAN RUMAH DI KOTA TANGERANG SELATAN (PROJECTION POWER NEEDS TO SUPPORT LAND HOUSE IN THE CITY OF SOUTH TANGERANG) Iriani, Lia Yulia
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (912.698 KB)

Abstract

ABSTRACTSouth Tangerang city with an area of 147.19 km2, a total population of 1.40517 million inhabitants, the rate of growth of population of 3.63% per year. (BPS. 2014). This has resulted in an increase in the needs of housing, especially in urban areas, reaching 33,562 housing units. The highest number of backlog is in district of East Ciputat, 9,612 units as Pamulang 8,131 units, while for the smallest there is in Serpong amounting to 375 units. This condition requires a land, where the land use data in South Tangerang City mostly for housing and settlements are an area of 8.804.17 ha or 65.88% of 14.719 hectares. This raises problems of the city development is not balanced with the availability of land and high land prices. The Increased needs of the home, causing a decrease in the carrying capacity of the land. The research objective linkage mapping the housing needs of increasing the carrying capacity of the land. Descriptive research method through a case study approach and explanatory research draft, to analyze the relationship between one variable with another variable or how a variable affects the other variable. The expected results as policy recommendations for local authorities in the preparation of the development policy of housing and settlements.Keywords: backlog , land, housing and settlement,  policy, local governments ABSTRAKKota Tangerang Selatan dengan luas  147,19 Km2, jumlah penduduk 1.405.170 jiwa, laju pertumbuhan penduduk sebesar 3,63%  /tahun. (BPS.2014). Hal ini mengakibatkan peningkatan kebutuhan rumah terutama di perkotaan, mencapai 33.562 unit rumah. jumlah backlog tertinggi di Kecamatan Ciputat Timur sebanyak 9.612 unit, Kecamatan    Pamulang 8.131 unit, sedangkan untuk backlog terkecil terdapat di Kecamatan Serpong  yaitu 375  unit. Kondisi ini memerlukan lahan, dimana data penggunaan lahan di Kota Tangerang Selatan sebagian besar adalah untuk perumahan dan permukiman yaitu seluas 8.804.17 Ha atau 65,88 % dari 14.719 Ha.  Hal ini menimbulkan permasalahan yaitu perkembangan kota yang tidak seimbang dengan ketersediaan lahan dan harga lahan yang tinggi. Peningkatan kebutuhan rumah, menyebabkan penurunan daya dukung lahan. Tujuan penelitian memetakan keterkaitan kebutuhan rumah yang semakin meningkat terhadap daya dukung lahan,  Metode penelitian secara deskriptif melalui pendekatan studi kasus (case study approach), rancangan penelitian eksplanatori,  untuk menganalisis hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya atau bagaimana suatu variabel mempengaruhi variabel lainnya. Hasil yang diharapkan sebagai rekomendasi kebijakan bagi pemerintah daerah dalam penyusunan kebijakan pengembangan perumahan dan permukiman.Kata Kunci: Kebutuhan rumah, lahan, perumahan dan permukiman, kebijakan, pemerintah daerah 
TINGKAT KESIAPAN MASYARAKAT DALAM PENERAPAN TEKNOLOGI JARINGAN IRIGASI TETES (Studi Kasus: Desa Doropeti dan Desa Soritatanga, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, Propinsi Nusa Tenggara Barat) Kusdariyanto, Irwan
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1340.367 KB)

Abstract

Salah satu peluang yang cukup besar tetapi sering terabaikan adalah pemanfaatan lahan kering. Lahan kering memiliki banyak potensial yang mampu menghasilkan bahan pangan yang cukup bila dikelola dengan menggunakan strategi pengembangan yang tepat dan teknologi yang efektif. Guna mendukung penerapan teknologi jaringan irigasi tetes diperlukan mengukur tingkat kesiapan masyarakat dan bagaimana penanganan dalam penerapan teknologi Jaringan Irigasi Tetes yang berkelanjutan dalam mendukung peningkatan produktivitas lahan kering. Kontribusi penelitian adalah tidak hanya mengukur tingkat kesiapan masyarakat saja namun menyiapkan strategi penanganan kesiapan masyarakat dalam mengadopsi teknologi Jaringan Irigasi tetes di lahan kering. Kajian penelitian menggunakan pendekatan mixed method dimana data primer dan data sekunder dikumpulkan kemudian dianalisis. Analisis tingkat kesiapan pemangku kepentingan menggunakan data hasil isian kuesioner yang dibangun dan dikembangkan dari konsep Tri Ethnic for Prevention Center.  Hasil analisis tingkat kesiapan yang dimiliki oleh Desa Doropeti berada pada skor 4,744(preplanning): memiliki sedikit kesadaran mengenai issue mengenai pengetahuan tentang JIAT, kemitraan dan kelembagaan. Sedangkan hasil analisis Desa Sori Tatanga adalah 5.043 (Preparation): memiliki keingintahuan mengenai sumberdaya lokal dari aspek pendanaan dan keterlibatan. Strategi penanganannya melalui pemberdayaan masyarakat seperti sosialisasi dan sekolah lapang dalam rangka mendukung keberlanjutan penerapan teknologi irigasi tetes. Kata Kunci:  Tingkat Kesiapan Masyarakat, Teknologi Irigasi Tetes, Pengembangan Lahan Kering
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TRAFFIC SAFETY DI DAERAH RAWAN BENCAN ROB (STUDI KASUS : BANJIR ROB JALAN ARTERI NASIONAL RUAS TERBOYO-GENUK, KOTA SEMARANG) Mahida, Masmian
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (971.519 KB)

Abstract

Dampak perubahan iklim telah memicu kenaikan muka air laut dan penurunan muka tanah di daerah pesisir Kota Semarang, di daerah Terboyo Wetan, sehingga terjadi bencana banjir rob. Fakta lapangan tahun 2017 beberapa kejadian banjir rob sering mengenangi jalan arteri nasional, kurang lebih sepanjang 300 meter dengan ketinggian hingga 25 cm di daerah Kelurahan Terboyo Wetan. Sehingga ancaman banjir rob pada jalan tersebut mengakibatkan teridentifikasi buruknya tingkat traffic safety. Tujuan penelitian ilmiah ini adalah menyediakan bahan masukan yang dapat digunakan acuan dalam perumusan kebijakan Pemerintah Kota Semarang terkait pengelolaan bencana rob yang berdampak pada traffic safety di daerah rawan banjir rob. Metode analisis menggunakan statistik Relative Importance Index (RII) diikuti dengan analisis deskriptif dengan gambar kuadran. Berdasarkan hasil survei lapangan dan analisis disimpulkan bahwa bahan masukan untuk Pemerintah Kota Semarang dalam membuat perencanaan strategis mitigasi dampak banjir rob adalah dengan memperbaiki tingkat pendidikan masyarakat yang masih rendah di wilayah pesisir, koordinasi antar instansi pemerintah bila terjadi bencana rob, dan meningkatkan kinerja KSB yang berada di bawah tanggung jawab Pemerintah Kota Semarang. Selain itu dengan mengoptimalkan pada pendayagunaan peta rawan bencana sebagai instrumen peringatan dini banjir, memanfaatkan keberadaan kelompok KSB di masyarakat, dan menggunakan sistem peringatan dini banjir sebagai instrumen peringatan dini. 
Indikator Adaptasi Masyarakat Terhadap Krisis Air (Studi Kasus di Palu’e, NTT dan Kembangbahu, Jawa Timur) Putri R., Ratih
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 6, No 1 (2014)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.94 KB)

Abstract

When climate began to change, water resources are the most affected sectors. Of all the consequences of climate change, the biggest impact is on hydrological cycle and water resources management and social-economic system. Social and economic condition of the community is very influential on the adaptation of society. Adaptive capacity is characterized by the ability of communities to adapt to the changes occuring. This study aims to determine correlation between the willingness to pay and the indicators of education, income, and distance to water sources in Palu’e, NTT and Kembangbahu, East Java. Chi-square analysis method was used to analyze questionnaire result from 46 respondents in Kembangbahu and 28 respondents in Palu’e. The calculation result shows that the three adaptation indicators do not have a correlation with the willingness to pay. This variable indicates the level of adaptation. However, local wisdom significantly affects the adaptation of society.
DAMPAK KEBIJAKAN DALAM PEMBANGUNAN WADUK JATIGEDE Fransisco, Dicky; Mahida, Masmian
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 7, No 3 (2015)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1633.764 KB)

Abstract

Tantangan utama dalam pembangunan Waduk Jatigede adalah pengadaan lahan. Terhambatnya pembangunan WadukJatigede telah menyebabkan tersendatnya pembangunan fasilitas publik yang berdampak pada kesejahteraan desayang terkena dampak. Hal ini menyebabkan munculnya kesenjangan antar wilayah di Kecamatan Jatigede. Penelitianini bertujuan untuk menganalisa dampak kebijakan pada proses pembangunan Waduk Jatigede. Dengan diketahuinyadampak sebuah kebijakan dalam proses pembangunan, dapat diidentifikasi berbagai jenis dampak yang berpotensimerugikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan data primer dan sekunder. Data primerdiperoleh dari hasil observasi lapangan di sekitar area genangan Waduk Jatigede. Data sekunder diperoleh denganmengkaji penelitian terdahulu, penelitian terkait konflik, studi perundangan, dan berita-berita terkait pembangunanWaduk Jatigede. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dibutuhkan pendekatan demokratis dalam penanganan konflik.Strategi operasionalisasi kebijakan penanganan konflik adalah melalui pengendalian sosial secara preventif dan persuasif.Selain itu dibutuhkan juga kepastian dan ketegasan dalam implementasi kebijakan.

Page 5 of 15 | Total Record : 148