Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum adalah jurnal ilmiah tentang inovasi kebijakan dan penerapan teknologi dalam perencanaan infrastruktur, pengembangan, dan manajemen. Ruang lingkup terbatas pada ruang, sosial, ekonomi, dan perspektif lingkungan transportasi jalan, sektor air, limbah, dan perumahan. Jurnal ini dikelola oleh Pusat Litbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi, Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Jurnal ini diterbitkan pada tahun 2009, dengan nama "Komunitas”. Dengan adanya perubahan organisasi, nama jurnal berubah menjadi Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum dan diterbitkan secara berkala 2 (dua kali) edisi di setiap volume yaitu bulan April dan November.
Articles
148 Documents
Social and Economic Mapping Sisi Madura dan Sisi Surabaya dalam Mendukung Tata Ruang Suramadu
Hakim, M. Andri
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 1, No 2 (2009)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1744.788 KB)
The view of the Madura as the isolated area and low investment attractiveness, to be turned toward the post-development of Suramadu Bridge. Madura become potential and suitable investment area. Therefore, land use on the side of Surabaya and Madura must be controlled or defined as "high control zone". The development of a less controlled area, in the long run will cause many problems. This research is aimed to provide an overview of the socio-economic aspects of cultural aspects of Madura Island and City of Surabaya is expected to affect the compliation of spatial Suramadu.This research uses descriptive method with qualitative approaches. The sustainable aspects that may affect the optimum use of Suramadu Bridge has been identified and the short term program has also formulated. The seven aspects representing sustainable development of Suramadu Bridge among other the spatial planning status, access and transportation, migration of population, impact of new technology, production and market, socio culture, public services, administration and institutional.It is recomended that this research finding could be the important input of Social and Economic factor for the preparation of BPPWS Master Plan and Suramadu Spacial Planning.
HUBUNGAN LITERASI KEUANGAN DENGAN PERUBAHAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT PASCA PEMBERIAN GANTI KERUGIAN TANAH UNTUK PEMBANGUNAN JALAN TOL DI DESA BONGASWETAN, KABUPATEN MAJALENGKA
Anshori, Alfian Najib;
Asjhari, Ahsan
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (441.655 KB)
Land acquisition on road project often experienced with rejection caused by community disagreement towards value of land compensation. Land acquisition could emerge community concerns about how they live in the future. It is closely related to society’s perception of the government has given compensation loss couldn’t fulfill their live needs in the future. Government used assumption that compensation could increase affected communities welfare. This article aimed to determine the change of community welfare who received land compensations. This article also aimed to determine the relationship between changes in community welfare with financial literacy. This article used land acquisition case in Bongas Wetan village, Majalengka as part of road construction Cikampek-Palimanan (Cipali). Data obtained using questionaire. Scoring analysis used to determine the change of community welfare, while the relationship between variables described by Spearman’s rho correlation. Most of them have change in, either increase (32%) or decrease (46%) and no relationship between financial literacy and community welfare. There are need for further research about determined the financial literacy indicators and other factors that could influenced communtity welfare after compensation payment.
Hambatan Kesiapan Masyarakat Desa Sei Ahas dalam Pembangunan Canal Blocking pada Rawa Gambut
Wijaya, Ellias
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 5, No 3 (2013)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (959.914 KB)
Peatland condition in Central Kalimantan is severely damaged after the initiation of one million hectare peatland project. An attempt to restore the peatland condition by the Ministry of Public Work is by making dam to maintain water flow and water tabel. The plan of building such dam in Sei Ahas village, Central Kalimantan turns out facing social constraints that strongly related to community readiness level. Considering the importance of blockings in supporting the restoration of peatland ecosystem, it is deemed necessary to examine what aspects hampering community readiness in accepting and utilizing the dams. This research is conducted in Sei Ahas village in 2013 using integratif research approach. Data are collected through indepth interview, survey, field observation, and literature studies. The community readiness level is categorized as preplanning. Factors that impede the Sei Ahas community readiness are concerns on the disruption of their livelihood, community’s low understanding on carbon emission and peatland fire, wrong perception against dam’s functions and mechanisms, and the unharmonious social network of the society.
DAMPAK AKSES AIR MINUM DAN SANITASI TERHADAP PENINGKATAN KESEJAHTERAAN
Kustanto, Deka Nata
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1089.958 KB)
Akses air minum dan sanitasi yang aman penting dalam menentukan harapan hidup. Pembangunan bidang air dansanitasi mempengaruhi derajat kesehatan, karena prasarana air dan sanitasi merupakan bagian faktor pembangun angkaharapan hidup. Dengan peningkatan akses air dan sanitasi yang layak di tingkat individu, rumah tangga dan masyarakat,akan menurunkan penyakit berbasis masyarakat dan memberikan kontribusi dalam peningkatan angka harapan hidupyang berakibat pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.Dengan menggunakan data kabupaten dan kota di Indonesia tahun 1999 sampai dengan 2013 untuk melihat perubahanangka harapan hidup. Kami lebih fokus melihat peran air dan sanitasi karena menurut data yang ada, terdapatpeningkatan yang signifikan terhadap akses rumah tangga memperoleh air minum serta peningkatan sanitasi yanglayak. Variable ini akan digunakan dalam menjelaskan perubahan variasi harapan hidup. Makalah ini akan memberikankontribusi perkembangan kesehatan dengan melihat faktor-faktor yang menentukan peningkatan harapan hidup diNegara berkembang.
STRATEGI PENINGKATAN PERTUMBUHAN EKONOMI ANTAR KAWASAN JEMBATAN SELAT SUNDA
Anwar, Aditya
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 2, No 3 (2010)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (436.032 KB)
Pemerintah berencana untuk melaksanakan rencana pembangunan Jembatan Selat Sunda antara tahun2012 dan 2014. Untuk menyambut rencana pelaksanaan pembangunan jembatan, banyak hal yang perludipersiapkan agar pemanfaatan jembatan dapat dioptimalkan. Salah satu yang perlu disiapkan adalah strategiuntuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi antar kawasan pembangunan Jembatan Selat Sunda. Kawasandimaksud adalah Provinsi Banten dan Lampung sebagai wilayah yang paling terkena dampak keberadaanjembatan tersebut. Provinsi Banten dan Lampung memiliki kekuatan perekonomian yang berbeda, ProvinsiBanten dalam bidang industri sedangkan Provinsi Lampung dalam bidang pertanian. Diharapkan dari kajianini dapat merumuskan strategi pemanfaatan JSS untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang merataantara provinsi Banten dan Lampung, sehingga dapat menjadi masukan untuk penentu kebijakan. Pendekatanyang digunakan dalam kajian ini adalah kualitatif deskriptif. Dari hasil kajian dapat diketahui bahwa BalanceAgro-Industrial Strategy dapat dijadikan alternatif untuk meningkatkan perekonomian antar dua kawasantersebut.
KEBERLANJUTAN PENGEMBANGAN GEOPARK NASIONAL CILETUH-PALABUHANRATU DALAM PERSPEKTIF INFRASTRUKTUR
Yanuar, Yerry;
Anna, Zuzy;
Rosana, Mega Fatimah;
Rizal, Achmad;
Sudrajat, Adjat;
Zakaria, Zulfiadi
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 10, No 1 (2018)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1008.576 KB)
Geopark CiIetuh adalah salah satu potensi wisata Jawa Barat yang akan dikembangkan menjadi berkelas internasional (global Geopark). Sayangnya sampai sekarang salah satu variable penting yang menunjang tujuan menjadi Global Geopark yaitu infrastruktur baik jalan maupun penunjang lainnya masih dirasakan jauh dari selayaknya. penelitian ini dilakukan untuk menganalisis persepsi sosial masyarakat yang ada terhadap pengembangan Ciletuh sebagai Kawasan Geopark dan keberlanjutan pengembangan Ciletuh sebagai Kawasan Geopark berdasarkan infrastruktur penunjang yang tersedia. Metoda yang digunakan adalah analisis persepsi dan Rapid Appraisal (RAP) untuk Model Kelayakan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu (RAP-Geopark). Hasil studi persepsi terhadap kondisi infrastruktur pada turis lokal dan turis asing menunjukkan ketidak puasan sebesar 61% sampai 100%, dimana mereka menyatakan bahwa infrastruktur jalan masih buruk, sehingga membutuhkan waktu cukup lama untuk mencapai lokasi, fasilitas transportasi lokal yang sangat minim (kebanyakan harus menggunakan kendaraan pribadi), kurang penerangan jalan, dan kurangnya iinfrastruktur penunjang lainnya seperti toilet umum, penginapan, internet, dan air bersih di lokasi Geopark. Hasil analisis juga menunjukkan nilai keberlanjutan yang rendah dari infrastruktur Geopark yaitu di bawah 50%. Penelitian merekomendasikan pengembangan infrastruktur baik jalan maupun fasilitas lainnya untuk keberlanjutan pengembangan Geopark Ciletuh secara Global. Kata kunci: Geopark, Ciletuh, Keberlanjutan, Infrastruktur.
TERITORIALITAS DAN KEAMANAN PENGHUNI PADA PERMUKIMAN HORISONTAL DAN VERTIKAL (RUMAH SUSUN SEDERHANA) (Studi Kasus : Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Bumi Cengkareng Indah, Jakarta )
Lianto, Fermanto;
Dwisusanto, Basuki
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 7, No 3 (2015)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1711.695 KB)
Human in daily activities necessary to get security. Concept of territoriality which refers to behavior and social life, withboundaries (physical and non-physical), compromised, preserved and maintained, either individually or in groups, tokeep security and harmony between human and the community. The function of territoriality in basic human needs forsecurity, can be divided into multiple sub-levels: (1) Primary Function: sense of security; (2) Secondary function: sense ofpower/ownership; (3) Territory Function: sense of esteem, establish identity, self-image and recognition/self-actualization.This research was conducted through: (1) A literature review that explores the concept of territoriality in architecture:characteristics, functions and classification of territoriality; (2) Observations to understand the concept of territorialitythat formed in some horizontal or vertical housing, especially low-cost housing in Jakarta – Indonesia.
PERSPEKTIF SOSIAL EKONOMI TERHADAP APLIKASI TEKNOLOGI RUMAH RISHA
Nugraha, Dimas Hastama
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 2, No 1 (2010)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (594.522 KB)
RISHA sebagai hasil penemuan teknologi permukiman memiliki banyak keunggulan teknis . Tetapi penerapanRISHA di daerah, khususnya di daerah yang tidak menerima program rekonstruksi pasca bencana, dinilaibelum optimal. Dari aspek sosial ekonomi, penerapan RISHA, telah dikenal oleh masyarakat akan tetapibelum menemukan mekanisme pasar yang baik. Hal ini dikarenakan masih banyaknya masyarakat yangmenganggap RISHA sebagai varian alternatif, bukan sebagai tujuan utama rumah. Penelitian ini ditujukanuntuk menerangkan bagaimana aplikasi RISHA sejauh ini dari aspek sosial ekonomi di 3 (tiga) daerah yaituJawa Barat, Sumatera Selatan, dan Nusa Tenggara Barat.Temuan penting menunjukkan bahwa RISHA bersifatvisible tetapi belum bankable, maka diperlukan sosialisasi untuk penyebarluasan persepsi pengembanganRISHA mengingat sebagian responden belum mengetahui informasi secara lengkap
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PEMBANGUNAN BENDUNGAN: STUDI KASUS BENDUNGAN JATIGEDE, BENDUNGAN CIPANAS DAN BENDUNGAN PIDEKSO
Wiryawan, Bangkit Aditya;
Setianto, Suryawan
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1078.764 KB)
Pembangunan Bendungan seringkali terkendala permasalahan sosial yang tidak jarang menimbulkan konflik vertikal terbuka antara masyarakat dengan pemerintah. Di sisi lain, dalam RPJMN 2015-2019 pemerintah menargetkan pembangunan sebanyak 49 Bendungan baru untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pangan, energi, dan lainnya. Untuk mempercepat program tersebut, pemerintah perlu memberikan perhatian lebih terhadap upaya penanganan dampak sosial pembangunan Bendungan. Tulisan ini berupaya menggambarkan bagaimana persepsi masyarakat terhadap pembangunan Bendungan dengan mengambil contoh kasus Bendungan yang sudah terbangun dan Bendungan yang masih dalam tahapan perencanaan. Pengambilan data penelitian dilakukan melalui survey lapangan terhadap warga Jatigede (75 responden), warga Cipanas dan warga Pidekso (90 responden). Hasil penelitian menujukkan bahwa persepsi negatif lebih tinggi pada Bendungan yang telah terbangun dibandingkan pada Bendungan yang masih dalam perencanaan. Untuk mengurangi persepsi negatif pembangunan bendungan, diperlukan pendekatan grounded dan tidak berjarak, disertai dengan perencanaan program-program pemukiman kembali secara layak dan berkelanjutan.Keywords: bendungan, dampak sosial, persepsi, relokasi
Potensi Pendapatan Retribusi Pengolahan Lumpur Tinja di IPLT Talang Bakung, Kota Jambi, Provinsi Jambi
Prayudi, Tibin Ruby
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 6, No 2 (2014)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (338.687 KB)
The Talang Bakung Septic Sludge Treatment Plan with the treated capacity of 80 m/m3 is provided to treat the septic sludge of the Community of Jambi City. The Septic Treatment that is operatied since 1996 has not properly functions. This research is aimed to assess the potential benefit of retribution from the financial, economic and environmental aspects. This income retribution is calculated based on desludged eKKiciency of 30%, 50%, 60% and 100% of the treatment capacity of the two yearly desluging Septic Tank. The research concluded that the potential income retribution with 30%-100% desludging efeiciency is IDR 683.341.200 up to IDR 2.127.804.000. Based on that income potential, the desludging tariKK is IDR 136.300 per m3 of desludged sludge. Meanwhile, the existing tariKK is IDR 100.000 per m3 of desludged sludge. This situation causing lost of environmental economic value that is equal to 0,5% of the existing Bank interest rate of 18%/year.