cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum
ISSN : 2085384X     EISSN : 25793578     DOI : -
Core Subject : Economy,
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum adalah jurnal ilmiah tentang inovasi kebijakan dan penerapan teknologi dalam perencanaan infrastruktur, pengembangan, dan manajemen. Ruang lingkup terbatas pada ruang, sosial, ekonomi, dan perspektif lingkungan transportasi jalan, sektor air, limbah, dan perumahan. Jurnal ini dikelola oleh Pusat Litbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi, Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Jurnal ini diterbitkan pada tahun 2009, dengan nama "Komunitas”. Dengan adanya perubahan organisasi, nama jurnal berubah menjadi Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum dan diterbitkan secara berkala 2 (dua kali) edisi di setiap volume yaitu bulan April dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 148 Documents
Penerimaan Masyarakat Terhadap Modul Sosialisasi Standar, Pedoman dan Manual (SPM) (Studi Kasus Sosialisasi Standar, Pedoman dan Manual (SPM) Sertifikat Laik Fungsi (SLF) Bangunan Gedung di Provinsi Sumatera Barat dan Daerah Istimewa Yogyakarta) Rosa, Yulinda
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 6, No 1 (2014)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.634 KB)

Abstract

One of the factors which influences on improving the quality of housing and residential communities is the lack of understanding on the SPM. It can be improved through well-planned socialization programs. In order to optimize the results of socialization of SPM SLF Building with module systems, an evaluation is needed to determine the level of public acceptance. Survey research methods with consideration of sampling technique (purposive) are used in this study. The data collected are priomary ones, by using a questionnaire instrument as well as a discussion or direct interviews with the respondents. Descriptive analysis method and correlation analysis method are used in this research. Socialization of SPM SLF buildings implemented with the module system is well-received by society, providing varying levels of influence on the public perception ranging from low, medium and high level, depending on prior knowledge of the respondent of the two provinces and any material provided. Socialization SPM SLF Building by modules system can be implemented through the development of the concepts of knowledge transfer through adult education, taking into account the required elements in communication.
TINGKAT KERAMAHAN DALAM KEMUNGKINAN PENERAPAN TRANSPORTATION DEMAND OMOTENASHI (TDO) DI KAWASAN PUSAT KOTA MALANG Agustin, Imma Widyawati
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8441.462 KB)

Abstract

Kawasan Malang Olimpic Garden (MOG) adalah salah satu bagian dari pusat kota di Kota Malang yang mempunyaikarakteristik unik karena merupakan kawasan cagar budaya berdasarkan Rencana Detail Tata Ruang Kota Malang pasal37 ayat 1 tahun 2011 dan mempunyai fungsi sebagai pusat perdagangan dan jasa sehingga memiliki pergerakan yangbesar dan kepadatan lalu lintas yang tinggi terutama pada peak hour. Selain itu, kawasan ini dijadikan sebagai tempatkegiatan Car Free Day dan Pasar Minggu setiap hari Minggu. Lokasi penelitian meliputi 5 koridor jalan (Jalan Semeru,Jalan Kawi, Jalan Tenes, Jalan Tangkuban Perahu, dan Jalan Bromo). Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengujikemungkinan penerapan Transportation Demand Omotenashi (TDO) di kawasan MOG. TDO merupakan salah satu konsepTransportation Demand Management (TDM) yang menonjolkan keunikan kawasan berdasarkan konsep hospitalityyang meliputi aspek keramahan, kehangatan, dan kekeluargaan. Penelitian ini menggunakan aspek keramahan karenaparameternya yang mudah diukur yaitu jalan dan jalur pejalan kaki, serta kepuasan penumpang terhadap pelayananangkutan umum. Analisis yang digunakan meliputi : 1)analisis kinerja jalan dan jalur pejalan kaki, 2) analisis CustomerSatisfaction Index untuk menganalisis kepuasan penumpang terhadap angkutan umum serta 3) Analytic HierarchyProcess (AHP) untuk pembobotan parameter dan mengukur tingkat keramahan masing-masing variabel. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa aspek keramahan kawasan MOG bernilai 1,92 berdasarkan interval 0 sampai 3 (termasuk kategoricukup ramah). Strategi pengembangan untuk meningkatkan keramahan kawasan yaitu perbaikan manajemen lalu lintasdan parkir (penerapan jalan satu arah, pembatasan kendaraan, serta pengurangan kecepatan, perbaikan pelayananangkutan umum, peningkatan kualitas jalur pejalan kaki, penyediaan fasilitas-fasilitas pendukung, serta monitoring danevaluasi).
Pengaruh Infrastruktur PU terhadap Perekonomian dan Kesejahteraan di Sumatera dan Jawa Sukma, Andrio Firstiana; Hartono, Djoni
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1413.72 KB)

Abstract

Infrastructure is one of the efforts to improve services to support the embodiment of the people welfare. Therefore, infrastructure services should be improved in line with the demands of development and better public services. This is also supported by a number of studies that show that infrastructure can endorse economic growth. In particular PU, infrastructure plays a very important role in economic growth. Referring to that, then this paper will attempt to analyze the influence of PU infrastructure to the economy and welfare in Java and Sumatra. Method used in this research is the inpur-output analysis, econometric analysis and social analysis. The results are that the PU infrastructure was indeed had a positive impact on economic growth and encourage the establishment of welfare and also playing a part in encouraging creation of social capital. If views per sector, Bina Marga sector are the sector that the most absorbing labor while water resources sector is the sector that was most encouraged economic growth.
PEMILIHAN LOKASI TPA SAMPAH REGIONAL SEBAGAI BAHAN REVISI SNI 03-3241-1994 Anggraini, Fitrijani; Darwati, Sri
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (877.731 KB)

Abstract

Disamping semakin sulit dan mahalnya pemilihan lokasi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), munculnya penolakan masyarakat terhadap keberadaan TPA juga menjadi persoalan serius. Salah satu teroboson yang dilakukan adalah menerapkan konsep TPA regional. Guna mendukung kebijakan tersebut, diperlukan standar nasional pemilihan lokasi TPA regional. Hal ini dikarenakan belum adanya SNI tata cara pemiliihan lokasi TPA regional, sedangkan  SNI 03-3241-1994  tentang Tata Cara Pemilihan Lokasi Tempat Pembuangan Akhir Sampah, lebih sesuai berlaku untuk pemilihan TPA skala kota. Metodologi penelitian dilakukan melalui penelusuran literatur tentang kebijakan dan peraturan perundangan, kajian terdahulu, kuesioner, wawancara, diskusi teknis dan observasi lapangan terhadap rencana pengelolaan TPA regional. Analisis data dilakukan secara kualitatif untuk merumuskan kriteria dalam pemilihan lokasi TPA regional. Berdasarkan hasil analisis, disimpulkan beberapa kriteria penetapan dalam pemilihan TPA regional antara lain perlunya kebijakan antar daerah menyangkut integritas dengan tata ruang antar daerah, potensi pencemaran antar daerah, dukungan, aspek penerimaan masyarakat, skala ekonomis baik dalam tingkat pengelolaan dan pengangkutan sampah, serta dokumen pendukung seperti Studi Kelayakan dan Analisis Dampak Lingkungan.Kata kunci: Standar, Pemilihan lokasi, Tempat Pemrosesan Akhir, Sampah, Regional
PERAN MASYARAKAT DALAM PENGAWASAN TERHADAP FUNGSI DAN PENGENDALIAN PEMANFAATAN LINGKUNGAN JALAN Andjarwati, Dica Erly
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3427.64 KB)

Abstract

Salah satu tantangan sektor jalan Indonesia adalah pelayanan infrastruktur jalan dalam peningkatan keefektifanmanfaat dan fungsi jalan. Banyak pembangunan jalan yang masih kurang optimal yaitu masih terjadi kemacetan dantingkat perekonomian masyarakat di sekitar jalan tersebut masih stagnan. Hal tersebut mengakibatkan pemborosananggaran jika tidak efektif operasionalisasiannya. Untuk penggunaan anggaran tersebut sudah tersedia ketentuan pidanajika penyelenggaraan jalan tidak efektif untuk kepentingan dan pelayanan lalu lintas serta meningkatkan pertumbuhanekonomi (kesejahteraan masyarakat). Salah satu cara mengatasi permasalahan tersebut dengan memberikan peluang bagimasyarakat untuk ikut berperan serta dalam proses dan tahapan penyelenggaraan jalan. Tahap pengawasan merupakantahap penyelenggaraan jalan yang membuka peluang terbesar bagi masuknya peran masyarakat. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui tingkat peran masyarakat dalam pengawasan terhadap fungsi dan pengendalian manfaat jalan,faktor penyebab dan solusinya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan penyebaran kuesionerdi 2 (dua) lokasi yaitu Semarang dan Bali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran masyarakat dalam pengawasanterhadap fungsi dan pengendalian pemanfaatan jalan masih rendah karena kurangnya pengetahuan mengenai prosedurpengaduan dan masih kurangnya “trust” masyarakat terhadap pemerintah.Kata Kunci : Jalan, peran masyarakat, pengawasan
Identifikasi Permasalahan Sosial Ekonomi Masyarakat dalam Pembangunan Jembatan Suramadu Hakim, Andri; Santoso, Pradoto Iman
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1748.948 KB)

Abstract

The Social Economic Change that together with Suramadu bridge development could happen as "social economic change" or "planned change", but also could happen as the social economics change that was not planned (unplanned change), like the emergece of the community's conflict, criminality, the anarchist, plundering as resulting from social jealousy etc.The identification of the social problem of economics relly was needed as the efforts to minimize the impact of the negative resulting from the social economics change in process of development. This article had a purpose to identify the social economics problems in the development of Suramadu bridge that related to community welfare. This article was useful to give the description and input to stakeholders that was related handling alternative that must be studied further. 
IDENTIFIKASI POTENSI DAN MODEL RESOLUSI KONFLIK PADA PROGRAM REVITALISASI KAWASAN DANAU TEMPE DI SULAWESI SELATAN Suriadi, Andi; Hakim, Andri; Bernaldy, Bernaldy
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (795.907 KB)

Abstract

Dalam beberapa dekade terakhir, banjir akibat luapan air danau tempe telah menimbulkan kerugian yang cukup besar terutama pada beberapa wilayah di Kab. Wajo, Kab. Soppeng, dan Kab. Sidenreng Rappang Provinsi Sulawesi Selatan. Salah satu penyebabnya adalah semakin tingginya sedimentasi dari tahun ke tahun. Untuk mengatasi masalah tersebut, telah dicanangkan program revitalisasi dengan cara pengerukan untuk menambah volume tampungan air dan mempertinggi muka air danau. Namun, masalahnya adalah sudah ada sebagian warga terbiasa mencari nafkah jika air surut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi konflik dan model resolusi yang dapat diterapkan dalam mendukung program revitalisasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data dikumpulkan dengan cara observasi lapangan, wawancara mendalam, kajian literatur dan focus group discussion. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi konflik yang muncul adalah perbedaan persepsi terhadap ketinggian air, kekhawatiran menurunnya tingkat pendapatan, dan pola pemanfaatan lahan. Sedangkan model resolusi konflik yang sering dan dapat diterapkan adalah dengan mengedepankan musyawarah dan berkompromi. Untuk mendukung kelancaran program revitalisasi, diharapkan potensi-potensi konflik tersebut dapat diatasi sedini mungkin. 
Penilaian Sistem Pelayanan Infrastruktur Air Minum Program Pamsimas (Studi Kasus Kabupaten Cilacap ) Setyoadi, Nino Heri
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 6, No 2 (2014)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.729 KB)

Abstract

Provision of drinking water infrastructure in Pamsimas program must consider the type of service for which the condition of community. Not all service system can be accepted and adapted by the community. Reality showed existence of conflicts over water and changes in the structure and system of social relationships due to lack of appropriate services. This study is aimed to establish a system of performance indicators in water services and measure the performance of water service on Pamsimas program. This study used multi-criteria evaluation with maximum standardization and interval standardization assessment techniques to measured the performance of water service. The indicators used in assessing the performance include coverage of services, reach of the poor, smoothness of user fees, contribution fees, percentage of stop defecation and ratio of incidence of water borne disease. Assessment results showed that these indicators are able to describe and measure the performance of water services on Pamsimas program. In addition, the household connection service system is evaluated as the most appropriate system to the conditions of community in Cilacap regency.
Penyerapan Emisi CO2 Dari Kendaraan Bermotor Melalui Teknologi Vegetasi di Ruang Milik Jalan Hidayat, Edwin
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 5, No 2 (2013)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.244 KB)

Abstract

Motor vehicles growing rapidly each year in Indonesia, beside have positive impact, on the other hand it’s also brings negative impact, one of them is resulting Greenhousegas, especially CO2 emission from fosil fuel burning. Where as, the growth of motor vehicle emissions give contribution for global warming and contribute to the climate change. One way to overcome the problem of motor vehicle emission is vegetation technology for CO2 sequetration. Thus, for indentifiying how much the carbon stock and the value of CO2 sequestration from motor vehicles emissions by tree, we conduct case study in the AH. Nasution road – Bandung City, the methodology is using emission factor approachment and biomass method. The result shows that CO2 from traffic emissions are averagely 97.914 kgCO2/Day and the CO2 seguestration from the tree until the survey conducted are 1.506.662 kg. Thus, we can assume that vegetation technology is not significant enough for reducing the CO2 emission. In the future to decrease the motor vehicle emissions, we need the species of plants which have huge sequestration, on the other hand also to be recommended to developed mass rapid transportation or converstion the fuel to non fosil fuel.
STRATEGI TERPADU PENANGANAN PERMUKIMAN BANTARAN KANAL BANJIR TIMUR DI KOTA SEMARANG Setyoadi, Nino Heri
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1135.414 KB)

Abstract

ABSTRACTEast Flood Canal handling of Semarang will not be effective without arranging illegal settlements on the riverbanks of east flood canal. Settlements arrangement on the riverbanks of east flood canal should be a priority. Settlements arrangement on the riverbanks has not been optimal. The pattern of arrangement is still sporadic, not well planed, and lack of effective coordination. This paper is designed to provide policy advice and strategies to enhance effectiveness of the settelement arrangement on the riverbanks of east flood canal. The data collection was done with secondary data documentation, indepth interviews, and observations of the condition of settlement. To analyze the data, the methods used are the technique of multi-criteria evaluation and analysis of qualitative data. In order to improve the effectiveness of the settlement arrangement, priority locations starting from the village area of Peterongan, Kedungmundu and Lamper Tengah. For the area is dominated by residential area, recommended strategy is relocating to the apartment. For the area is dominated by business activities, strategy recommended is relocating to the center of street vendors or traditional markets. For the area with a combination of residential and business activities, the recommended strategy is to integrate appartment with the center of street vendors or traditional markets in an integrated area or to ensure ease of access between appartment with the center of street vendors or traditional markets.Keywords : settlements arrangement, illegal settlement, relocation, appartment and traditional marketABSTRAKUpaya penanganan Kanal Banjir Timur kota Semarang tidak akan efektif tanpa menata permukiman di bantaran kanal banjir timur.  Penataan permukiman di bantaran kanal banjir timur harus menjadi prioritas penanganan banjir kota Semarang. Penanganan permukiman bantaran kanal banjir timur selama ini belum optimal. Pola penanganan masih sporadis, belum terencana, dan belum terkoordinasi dengan efektif. Tulisan ini disusun untuk memberikan masukan kebijakan dan strategi dalam meningkatkan efektifitas penanganan permukiman bantaran kanal banjir timur. Metode pengumpulan data yang dilakukan berupa dokumentasi data sekunder, wawancara mendalam, dan pengamatan kondisi permukiman. Analisis data menggunakan teknik multi criteria evaluation dan analisis data kualitatif. Untuk meningkatkan efektifitas maka lokasi prioritas penanganan dimulai dari wilayah kelurahan Peterongan, Kedungmundu dan Lamper Tengah. Untuk wilayah dengan dominasi hunian strategi yang dilakukan berupa relokasi ke rumah susun. Pada wilayah yang di dominasi oleh kegiatan usaha, strategi yang dilakukan berupa relokasi ke sentra PKL/pasar tradisional. Wilayah dengan kombinasi antara hunian dan kegiatan usaha strategi yang dilakukan adalah mengintegrasikan rumah susun dengan sentra PKL/pasar tradisional di suatu kawasan terpadu atau dengan menjamin kemudahan akses antara rumah susun dengan sentra PKL/pasar tradisional. Kata Kunci : penanganan permukiman, permukiman ilegal, relokasi, rumah susun dan pasar tradisional 

Page 3 of 15 | Total Record : 148