cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum
ISSN : 2085384X     EISSN : 25793578     DOI : -
Core Subject : Economy,
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum adalah jurnal ilmiah tentang inovasi kebijakan dan penerapan teknologi dalam perencanaan infrastruktur, pengembangan, dan manajemen. Ruang lingkup terbatas pada ruang, sosial, ekonomi, dan perspektif lingkungan transportasi jalan, sektor air, limbah, dan perumahan. Jurnal ini dikelola oleh Pusat Litbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi, Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Jurnal ini diterbitkan pada tahun 2009, dengan nama "Komunitas”. Dengan adanya perubahan organisasi, nama jurnal berubah menjadi Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum dan diterbitkan secara berkala 2 (dua kali) edisi di setiap volume yaitu bulan April dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 148 Documents
Model Revitalisasi Pengelolaan Pasar Tradisional Febrianty, Dessy
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 5, No 3 (2013)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (844.541 KB)

Abstract

Although aimed at improving the performance and quality of the market, in fact the traditional market revitalization program was not entirely successful. This is because the revitalization programs those have not been developed in the physical, economic and social aspects at the same time. That requires a revitalization model that can be used in an effort to revive and develop the traditional markets. Research conducted in Surakarta, Binjai and Manado aims to produce a revitalization model of traditional market management. Qualitative approach is used to elaborate the meanings associated modeling. The final results showed that not only the influenced of social capital in the process of revitalization, but also significantly influenced by human capital, institutional capital and economic capital which is a unity that can not be separated.
IDENTIFIKASI MASALAH TATA KELOLA INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) TERPUSAT DI KABUPATEN BANDUNG Heston, Yudha Pracastino
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 10, No 1 (2018)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.52 KB)

Abstract

Pengendalian pencemaran sektor domestik dengan pembangunan dan perbaikan tata kelola instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di hulu DAS Citarum telah dilakukan. Namun jumlah dan kondisi IPAL terutama IPAL domestik masih jauh dari harapan. Penelitian dilakukan untuk menjawab pertanyaan, apa saja masalah tata kelola IPAL di hulu DAS Citarum dalam upaya mencegah pencemaran sungai? Penelitian dilakukan dengan menggunakan tiga kategori utama, yaitu regulasi, finansial, dan kelembagaan yang terdiri dari instrumen serta fungsi. Teknik sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling yaitu informan kunci pengelola IPAL dan IPLT yang memahami regulasi, pedanaan serta instrumen dan fungsi yang ada dalam tata kelola. Kesimpulan dan rekomendasi yang diambil terkait dengan keberadaan IPAL dan tata kelola kelembagaan.Kata Kunci: sungai, pencemaran, air limbah, tata kelola 
FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT PROSES PENGADAAN TANAH JALAN TOL: STUDI KASUS PADA PENGGANTIAN TANAH KAWASAN HUTAN RUAS UNGARAN – BAWEN KAB. SEMARANG, JAWA TENGAH Sudjatmiko, Bambang; Suriadi, Andi
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 2, No 3 (2010)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1029.857 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari proses pembebasan lahan kawasan hutan yang digunakanuntuk jalan tol Ruas Seksi II Ungaran-- Bawen dengan diberikan tanah pengganti. Tanah pengganti tersebutberlokasi di Desa Jatirunggo yang merupakan tanah milik penduduk,, namun menimbulkan masalah yangberkepanjangan akibat campur tangan pihak ketiga. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metodekualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terhambatnya proses pengadaan tanah karena (a) eksistensimakelar tanah yang melakukan pembelian tanah milik warga dengan harga yang lebih murah dibandingstandar Tim Pengadaan Tanah, (b) senjangnya nilai ganti rugi yang mewujud dalam tiga pola (tingkatan)sehingga menimbulkan reaksi yang berbeda-beda dari pemilik tanah, dan (c) proses pembayaran yangbermasalah berupa hilangnya uang milik warga di rekening bank karena makelar tanah sudah membuatperjanjian dengan warga yang isinya memberikan kuasa untuk mengalihkan uang pembayaran tanahkepada makelar tanah. Untuk itu, diperlukan reaksi cepat dari pihak yang membutuhkan tanah dan adanyamekanisme yang dapat mencegah makelar tanah melakukan aksi pembelian tanah secara masif.
PENGEMBANGAN PERAN KELEMBAGAAN PENGELOLAAN SITU MENGGUNAKAN INTERPRETATIVE STRUCTURAL MODELLING (ISM) STUDI KASUS SITU CIPONDOH KOTA TANGERANG Pancawati, Juwarin; Purwanto, M Yanuar J; Widiatmaka, Widiatmaka; Nurisjah, Siti; Pramudya, Bambang
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (938.642 KB)

Abstract

Situ di Jabodetabek telah ditetapkan sebagai kawasan lindung, namun kondisinya terus menyusut dan terancam hilang.  Keberhasilan pengelolaan situ antara lain ditentukan oleh faktor kelembagaan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan peran kelembagaan pengelolaan situ berdasarkan kebutuhan dan karakteristik situ.  Metode yang digunakakan adalah Interpretative Structural Modeling (ISM) yang diterapkan pada kasus Situ Cipondoh. Pengelolaan situ ditujukan untuk menjaga fungsi hirdrologi berupa fungsi pengendalian banjir dan cadangan air permukaan.  Persoalan-persoalan yang terkait dengan batas yuridis kawasan, koordinasi dan komunikasi antar pihak, serta aturan/kebijakan yang belum memadai menjadi kendala utama dalam pengelolaan situ.  Sehingga dalam pengelolaan situ, kegiatan identifikasi dan inventarisasi data situ, rekonsiliasi dan penetapan aset situ, serta upaya pengamanan situ dengan membangun batas situ dalam bentuk fisik perlu menjadi program yang diprioritaskan.  BBWS-CC dan Walikota memiliki peran penting dalam menentukan keberhasilan pengelolaan Situ Cipondoh.  Penanganan kegiatan pengelolaan sebuah situ membutuhkan koordinasi intensif dari banyak kegiatan dan banyak pihak dari berbagai level, sehingga dalam pelaksanaannya diperlukan sebuah unit pelaksana teknis yang secara khusus menangani situ.       
PENGARUH PERSEPSI PETANI TERHADAP MOTIVASI MENGEMBANGKAN PERTANIAN DI IRIGASI PASANG SURUT Panggabean, Elias Wijaya
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1949.899 KB)

Abstract

Konversi lahan irigasi pasang surut menjadi perkebunan atau peruntukan lain merupakan keputusan yang diambil petaniakibat banyaknya hambatan dalam pemanfaatan irigasi pasang surut dan faktor ekonomi yang lebih menguntungkan disektor non pertanian. Namun petani di Desa Sumber Mulyo, Kabupaten Banyuasin relatif masih memiliki motivasi yangtinggi dalam mempertahankan pertanian irigasi pasang surut. Penelitian ini mengkaji beberapa faktor persepsi petaniyang signifikan mempengaruhi motivasi mereka pada pertanian irigasi pasang surut. Hal ini penting diketahui untukmenentukan prioritas program pengembangan irigasi pasang surut yang lebih tepat sasaran. Pengumpulan data dilakukandengan teknik survei kepada tiga puluh enam orang responden petani, wawancara mandalam kepada tokoh-tokoh kuncidan observasi lapangan. Data dianalisis menggunakan analisis statistik meliputi uji validitas dan reliabilitas serta ujiregresi berjenjang. Hasil penelitian menunjukkan variabel ketersediaan infrastruktur paska panen, kondisi jaringan irigasirawa pasang surut, dan kendala hama, merupakan variabel yang paling signifikan mempengaruhi motivasi petani untukmempertahankan pertanian irigasi pasang surut. Sementara variabel yang paling tidak signifikan adalah terkait dengankapasitas petani dalam budidaya maupun variabel kemampuan modal usaha tani.
Kajian Sosial Ekonomi Rencana Pembangunan Jembatan Selat Malaka (JSM) Kusumartono, FX Hermawan
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2241.442 KB)

Abstract

Plan of infrastructure development of The Strait of Malaka bridge, which will connect the island of Sumatra and Malaysia, has been previously done, either by Indonesia goverment and also Malaysia goverment. Development of this bridge expected economic movement fluent from Malaysia to Indonesia and conversely. Also by built this bridge will support Asia road-works and ASEAN highway, which one of them is connecting Malaysia and Indonesia. To support the plan is required is exsitence of an initial research from social, economics, security and policy aspect.Research method applied is two methods at the same time that is quantitative and qualitative. The metodologies to be used in this research are both quantitative and qualitative. This research is the explorative one with the characteristic for finding out problems ins stakeholders which never been clearly. Result of research is got, that needing existence readiness of the Goverment of Indonesia, either social, economics, policy and security aspect before developmnet of The Strait of Malaka bridge is realized.
Estimasi Nilai Ekonomi Air dan Eksternalitas Lingkungan Pada Penerapan Irigasi Tetes dan Alur di Lahan Kering Desa Pejarakan Bali Marpaung, Ridwan
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 5, No 1 (2013)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.104 KB)

Abstract

Lower appreciation for economic value of irrigation water causes the over pumping on ground water resources in application of drip irrigation system in Pejarakan dry land. It has considerable impacts in term of excessive water use and environmental degradation near the well, while the cost for expenditure to install the drip system is relative expensive .Ground water reserve for drip irrigation in Pejarakan dry land area is very limited so, over pumping for rising crop productions and also for balance cost recovery make negative impact to environment. This study aims to determine the economic value of irrigation water and its environmental externality impact by using depth interview data of dry land farmer at Pejarakan Village. Using Imputation Residual Approach (IRA) on drip irrigation, the water price is Rp.2.008/m3/ha for gasoline pumping energy and Rp.3.836/m3/ha for electrical pumping energy. On the other hand, using furrow irrigation, the water price is zero. Water productivity of drip irrigation is 0,758 kg/m3 (Rp.6.822/m3), higher than the productivity using furrow irrigation that is 0,335 kg/m3 (Rp.3.015/m3). These results also show the efficiency of drip irrigation is 58,1% higher than that of furrow. By taking environmental externality cost into account, the farmers’ net income will be decreased to 50,2% for drip irrigation using gasoline and 27,9% for using electrical pumping energy. Moreover, 77,6% of the total cost is attributed to install the drip irrigation system which considered too expensive for the farmers, consequently the subsidy is still required. These results are useful to determine appropriate policy options such as subsidy, charge, tax and incentive to water use.
KAJIAN LINGKUNGAN HIDUP STRATEGIS BERBASIS KONSULTASI PUBLIK DAN REKONSTRUKSI PERMUKIMAN PASCA BENCANA Pamekas, R.
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 3, No 2 (2011)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1083.802 KB)

Abstract

Perumusan kebijakan, perencanaan dan pemrograman untuk percepatan rekonstruksi Aceh dan Nias yang harus memenuhi Sembilan prinsip dasar rekonstruksi adalah tugas yang sulit karena kompleksnya faktor yang perlu dipertimbangkan. Melibatkan masyarakat dalam proses rekonstruksi yang berkelanjutan memerlukan cukup waktu dan berlawanan dengan konsep percepatan. Kajian lingkungan hidup strategis yang bertumpu pada konsultasi publik adalah pendekatan yang menjanjikan untuk mengatasi perbedaan konsep tersebut. Penelitian ini ditujukan untuk mengidentifikasi dan memprediksi isu isu strategis pada proses penyusunan kajian lingkungan hidup strategis tersebut. Metode yang digunakan untuk mengidentifikasi dampak adalah jejaring dampak, dan metode untuk memprediksi tingkat pentingnya dampak adalah matriks dampak. Pendekatan penetapan skala dan bobot digunakan untuk menghitung dampak. Kriteria dampak penting berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup nomor 056 tahun 1994 digunakan acuan penilaian derajat dampak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komponen kegiatan rekonstruksi yang harus dikelola secara baik adalah komponen penghunian rumah (99,13), pembuangan sampah tsunami (83,56) dan pengadaan bahan konstruksi berbasis semberdaya alam (66,47). Komponen lingkungan dan sumberdaya alam yang harus dilestarikan adalah lingkungan sosial (130,71), sumberdaya air (118,7), dan kesehatan masyarakat (69,97). Masukan operasional terhadap program adalah pengembangan teknologi mitigasi dampak, sedangkan masukan kebijakan adalah perluasan cakupan rekonstruksi.
AKSES AIR BERSIH DAN KEMISKINAN DI INDONESIA: PENGUJIAN DATA RUMAH TANGGA Putra, Heru Syah; Rianto, Nanang
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (950.962 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh ketersediaan akses air bersih terhadap tingkat pendapatan dan kemiskinan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan regresi linear berganda untuk mengukur besaran pengaruh ketersedian air bersih terhadap tingkat pendapatan dan status kemiskinan rumah tangga (RT). Penelitian ini memanfaatkan hasil survei IFLS5 yang dilakukan pada tahun 2014/2015 dengan menetapkan jumlah sampel sebesar 13.469 rumah tangga  yang tersebar di 311 desa di Indonesia.  Hasil estimasi menunjukkan bahwa RT yang tidak memiliki akses terhadap fasilitas air bersih memiliki tingkat pendapatan yang lebih rendah sebesar 17,17 persen dibandingkan RT yang memiliki akses air bersih. Kemungkinan menjadi RT miskin juga lebih tinggi  besar 1,29 persen pada RT yang tidak memiliki akses air bersih. Oleh sebab itu penulis menyarankan peningkatan akses air bersih melalui pembangunan sarana dan prasarana air bersih khususnya di pedesaan lebih diprioritaskan
Konflik Sosial dalam Pembangunan Infrastruktur SDA Kasus Waduk Jatigede Setianto, Suryawan
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 6, No 3 (2014)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3486.284 KB)

Abstract

Infrastructure development in Indonesia is still frequently exposed to the problems of social conflict, not least in the construction of reservoirs. In the past 10 years, there has been 515 cases of conflict in the infrastructure sector. Potential conflicts can occur in any stage of development are listed in Survey, Investigation, Land Acquisition, Construction, Operation and Maintenance (SIDLACOM). This study aims to analyze the conflict in Jatigede Reservoir construction, with hope that can be used as a reference in the future to minimize the conflict. This research using qualitative approach. Data were collected through observation, interviews, and literature studies. Respondents are stakeholders that involved in Jatigede Dam development, community leaders and non governmental organization leader. Analysis using the map conflict, conflict dynamics and the sequence of events that important. This study shows that there are some important events underlying the emergence of social conflict. Stakeholders involved in the development of Jatigede Reservoir has a diverse relationship,ranging from alliance to non violent conflict. The dynamics of the conflict escalated and decrease in a particular period.

Page 7 of 15 | Total Record : 148