cover
Contact Name
Syafira Dwi Cahyani
Contact Email
adminjifi@univpancasila.ac.id
Phone
+6287780957284
Journal Mail Official
syafira.ffup@univpancasila.ac.id
Editorial Address
Editorial Office: Lenteng Agung St, Srengseng Sawah District, Jagakarsa Regency, Jakarta Selatan, Special Region of Jakarta 12640, Indonesia.
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia
Published by Universitas Pancasila
ISSN : 16931831     EISSN : 26146495     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia (JIFI) mainly focuses on a current topic in Pharmaceutical Sciences are also considered for publication by the Journal. Discussions on a topic in Pharmaceutical Sciences, Clinical Sciences, and Social Behaviour Administration. Detailed scopes of articles accepted for submission to JIFI are: 1. Pharmaceutical Biology 2. Pharmaceutical Chemistry. 3. Pharmaceutical Technology. 4. Biomedical and Clinical Pharmacy. 5. Social Pharmacy and Administration.
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 13 No 2 (2015): JIFI" : 18 Documents clear
(Isolation of Lutein from Kenikir Flowers (Tagetes erecta L.) and Identification by Fourier Transformed Infra Red and Liquid Chromatography Mass Spectrometry) KUSMIATI KUSMIATI; SWASONO R TAMAT; TRIA AJENG ILMIARTI
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 13 No 2 (2015): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (819.436 KB)

Abstract

Lutein merupakan karotenoid golongan xantofil yang digunakan untuk pewarna alami dan bersifat antioksidan yang mampu mencegah berbagai penyakit termasuk kanker. Senyawa ini ditemukan dalam jumlah besar pada bunga kenikir (Tagetes erecta L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi lutein dari bunga kenikir jenis lokal. Serbuk kering bunga kenikir dimaserasi dengan n-heksan, kemudian maserat didigesti dengan isopropanol dan disaponifikasi menggunakan larutan NaOH 50% hingga terbentuk semisolid. Selanjutnya, dilarutkan dengan air hingga terbentuk endapan halus dan disentrifus. Residu yang dihasilkan difraksinasi dengan kromatografi kolom silika gel dengan fase gerak n-heksan-kloroform-aseton (6:2:2) secara isokratik menghasilkan fraksi 3 dan 4 yang mempunyai nilai Rf pada KLT mirip dengan lutein BP (0,39-0,40). Identifikasi dengan spektrofotometri cahaya tampak menunjukkan panjang gelombang serapan maksimum pada 447 nm, dengan spektrofotometri FT-IR menunjukkan adanya gugus fungsi C–H tekuk, C–H ulur, C = C, serta –OH. Analisis KCKT dengan kolom C18 dan eluen metanol-diklorometan-asetonitril (67,5 : 22,5 : 10 v/v) menunjukkan waktu retensi sama dengan lutein BP (3,48-3,53 menit), dan analisis KG-SM menunjukkan berat molekul 568 serta fragmentasi sama dengan lutein BP. Penelitian menyimpulkan bahwa lutein dapat diisolasi dari bunga kenikir dengan rendemen sebesar 5,26% dan lutein kasar sebanyak 32,23%.
Intervensi farmasis didokumentasikan untuk membandingkan intervensi aktif farmasis di bangsal berbeda di rumah sakit anak, dan untuk membandingkan faktor yang mempengaruhi penerimaan intervensi farmasis oleh dokter. Peneliti melakukan observasi intervensi HESTY UTAMI RAMADANIATI; YA PING LEE; JEFFERY DAVID HUGHES
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 13 No 2 (2015): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.164 KB)

Abstract

Pharmacists’ interventions were documented to compare pharmacists’ active interventions in different settings within a children’s hospital and identify the predictors for physician acceptance of the interventions. The investigator observed pharmacists’ interventions between 35-37 days on five study wards. The rates and types of pharmacists’ interventions on the different wards were compared. Multivariate logistic regression analysis was performed to identify the acceptance predictors of the interventions. The Hematology-Oncology Ward had a higher rate of active interventions (2.43 interventions per 100 medication orders) compared to general settings. Dose adjustment was the most frequent interventions in the general settings, whilst drug addition constituted the most common interventions on the Hematology-Oncology. The acceptance degree of intervention by physicians was high. There were three variables predicting the acceptance: patients’ age (OR = 0.893; 95%CI 0.813, 0.981), non high-risk medication (OR = 2.801; 95% CI 1.094, 7.169) and pharmacists’ experience (OR = 1.114; 95%CI 1.033, 1.200). The rate of active interventions on Hematology-Oncology Ward was higher than the general wards.The pattern of the interventions on Hematology-Oncology Ward was different compared to that of other wards. The interventions involving younger patients, non high-risk medications, recommended by more experienced pharmacists increased likelihood of acceptance by physicians.
Isolation and Identification of Flavonoid Compounds in n-Butanol Phase Mulberry Leaves (Morus alba L.) using Spectrophotometry RATNA DJAMIL; FATIMAH BAKRIYYAH
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 13 No 2 (2015): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.077 KB)

Abstract

Murbei (Morus alba L.), suku Moraceae adalah salah satu tanaman yang tumbuh di Indonesia dan banyak digunakan dalam pengobatan secara tradisional. Daun murbei banyak mengandung senyawa kimia seperti flavonoid yang menunjukkan berbagai khasiat farmakologi dan aktivitas biologi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui senyawa flavonoid yang terdapat pada daun murbei. Berdasarkan hasil pemeriksaan penapisan fitokimia dari fase n-butanol daun murbei menunjukkan adanya senyawa flavonoid, saponin, tanin dan kumarin. Telah dilakukan isolasi dan identifikasi senyawa flavonoid dalam fase n-butanol dari ekstrak metanol daun murbei dengan cara kromatografi kertas menggunakan eluen n-butanol-asam asetat-air (4:5:1). Hasil identifikasi dengan spektrofotometer ultraviolet-cahaya tampak diduga mengandung senyawa flavonoid, yaitu isolat NB III merupakan senyawa flavonol dengan gugus OH pada posisi 5, 4’, dan o-diOH pada cincin A serta gugus prenil pada posisi 6. Isolat NB IV merupakan senyawa flavonol dengan gugus OH pada posisi 5, 4’, dan o-diOH pada cincin A serta gugus prenil pada posisi 6. Isolat NB V merupakan senyawa flavonol dengan gugus o-diOH pada cincin A (6,7 atau 7,8). Isolat NB VI merupakan senyawa dihidroflavonol dengan adanya gugus o-diOH pada cincin A (6,7 atau 7,8) dan gugus OH pada posisi 4’.
Curcuminoids Content and α-Glucosidase Inhibition of ExtractPromising Lines of Curcuma xanthorrhiza RoxB. WARAS NURCHOLIS; LAKSMI AMBARSARI; GIA PERMASKU; LATIFAH k DARUSMAN; POPI ASRI KURNIATIN
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 13 No 2 (2015): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.086 KB)

Abstract

Temulawak merupakan salah satu tanaman obat Indonesia yang termasuk dalam keluarga Zingiberaceae. Kurkuminoid merupakan salah satu senyawa bioaktif dalam temulawak yang dilaporkan memiliki aktivitas biologi. Pada penelitian ini dilakukan evaluasi kandungan kurkuminoid dan penghambatan enzim α-glukosidase dari ekstrak empat aksesi temulawak asal Jawa Barat (Sukabumi), Jawa Tengah (Wonogiri dan Karanganyar), Jawa Timur (Ngawi), dan satu ekstrak asal Bogor-Jawa Barat. Simplisia temulawak tersebutdiekstraksi secara bertahap dengan etanol dan n-heksan. Kandungan kurkuminoid diukur dengan menggunakan metode HPLC. Aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase dilakukan secara in vitro dengan microplate reader pada 410 nm. Aksesi temulawak asal Wonogiri menunjukkan kandungan kurkuminoid tertinggi, dengan hasil pengukuran antara 35,57- 85,19 mg/g. Nilai IC50 untuk aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase antara 333,27̵908,35 μg/mL, dengan IC50 terbaik adalah temulawak aksesi Wonogiri.Berdasarkan penelitian ini, aksesi temulawak asal Wonogiri sangat baik dalam hal kandungan kurkuminoid dan aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase dibandingkan dengan aksesi asal Sukabumi, Karanganyar dan Ngawi, maupun dengan varietas asal Bogor.
(Formulation and In Vitro Penetration Evaluation of Transfersome Gel Preparation Contains Caffeine as an Anticellulite) RINI SUGIYATI; ISKANDARSYAH ISKANDARSYAH; JOSHITA DJAJADISASTRA
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 13 No 2 (2015): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2311.318 KB)

Abstract

Transfersom merupakan vesikel nano yang bersifat deformabel sehingga mampu berpenetrasi sampai ke lapisan kulit yang lebih dalam. Kofein memiliki khasiat sebagai antiselulit. Penelitian ini bertujuan untuk formulasi dan mengetahui kemampuan daya penetrasi gel transfersom kofein dibandingkan dengan gel kofein tanpa transfersom. Empat formula transfersom dibuat dengan konsentrasi kofein yang berbeda (1; 2; 3; 5%) menggunakan metode hidrasi lapis tipis. Suspensi formula 4 dengan ukuran partikel 202,35 nm, indeks polidipersitas 0,1090 dan efisiensi jerapan 58,91% dipilih untuk sediaan gel. Uji penetrasi dilakukan secara in vitro dengan sel difusi Franz. Hasil yang diperoleh adalah jumlah kumulatif kofein yang terpenetrasi dari gel transfersom lebih tinggi yaitu 1218,34+358,71 μg cm-2, persentase jumlah kumulatif 8,53+2,55% dan fluks 360,91+86,50 μg cm-2 jam-1. Sementara gel kofein tanpa transfersom memiliki jumlah kumulatif terpenetrasi 369,29+231,57 μg cm-2, persentase jumlah kumulatif 2,61+1,37% dan fluks 70,96+73,39 μg cm-2 jam-1. Dapat disimpulkan bahwa gel transfersom kofein menghasilkan daya penetrasi yang lebih baik dibandingkan gel kofein tanpa transfersom.
Analysis of Relationship between Pharmacist Professionalism and Pharmaceutical Care Practice: Case Study on Diabetic Therapy in Sidoarjo Regency Pharmacy SUHARTONO SUHARTONO; UMI ATHIYAH; WAHYU UTAMI
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 13 No 2 (2015): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.221 KB)

Abstract

Profesionalisme adalah perilaku aktif seseorang dalam mendemonstrasikan ciri-ciri profesional. Seorang yang profesional adalah seorang yang menunjukkan ciri-ciri, diantaranya pengetahuan, keterampilan dan perilaku profesi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui hubungan profesionalisme apoteker dengan praktik asuhan kefarmasian. Desain penelitian observasional yang bersifat cross sectional, dilakukan pada 78 apoteker di Apotek Kabupaten Sidoarjo. Diharapkan penelitian ini dapat digunakan sebagai sumbangan pemikiran dalam menyelesaikan permasalahan praktik dalam meningkatkan kualitas asuhan kefarmasian serta memberikan masukan bagi perkembangan ilmu pengetahuan terkait peningkatan profesionalisme dan implementasi praktik asuhan kefarmasian. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan antara profesionalisme apoteker dan praktik asuhan kefarmasian dengan nilai p = 0,000 dan tingkat hubungan (correlation coefficient) kuat r = 0,527. Dalam proses praktik asuhan kefarmasian yang dimulai dari tahap penerimaan resep, penyiapan obat dan penyerahan obat didapatkan nilai korelasi tertinggi pada tahap penyerahan obat dengan nilai p = 0,000 dengan tingkat hubungan (correlation coefficient) moderat r = 0,499.
Effect of Drug Information Service Quality Patient Satisfaction City Pharmacy X Padang DELLADARI MAYEFIS; AUZAL HALIM; RIDA HALIM
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 13 No 2 (2015): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.611 KB)

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan informasi obat berdasarkan dimensi kualitas jasa yang terdiri dari variabel-variabel reliability (kehandalan), responsiveness (cepat tanggap), assurance (jaminan), empathy (empati) dan tangible (nyata) serta kepuasan pasien. Variabel-variabel tersebut digunakan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan informasi obat terhadap kepuasan pasien di Apotek X Kota Padang. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 100 responden, teknik pengambilan sampel ditentukan dengan purposive sampling. Metode analisis yang digunakan adalah metode regresi linier berganda dengan menggunakan uji-t, uji-F dengan taraf signifikansi α = 5%, serta uji- R2 dengan program SPSS versi 17,0. Hasil dari penelitian menunjukkan kualitas pelayanan informasi obat dimensi reliability, responsiveness, assurance , empathy dan tangible bersama-sama memberikan pengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien Apotek X Kota Padang sebesar 16,7% (F-hitung = 3,771, p=0,004). Dimensi yang paling memuaskan pasien adalah dimensi yang mempunyai gap paling kecil, yaitu dimensi emphaty (-0.90).
Virtual Screening and Bonding Mode Elucidation of Curcumin Analogue in Cyclooxygenase-2 Enzyme Using EE_COX2_V.1.0 Protocol ESTI MUMPUNI; ARIEF NURROCHMAD; UMAR ANGGARA JENIE; HARNO DWI PRANOWO
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 13 No 2 (2015): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.851 KB)

Abstract

Kurkumin adalah senyawa fenol bewarna kuning yang terkandung dalam Curcuma longa. Kurkumin diketahui memiliki aktivitas biologi antara lain sebagai inhibitor beberapa enzim metabolisme. Modifikasi struktur kurkumin telah banyak dilakukan. Pada penelitian ini dilakukan penapisan virtual dan elusidasi moda ikatan analog kurkumin menggunakan EE_COX2_V.1.0 sebagai protokol skrining virtual berbasis struktur yang telah tervalidasi. Pengaturan simulasi docking dilakukan menggunakan berbagai aplikasi yang terintegrasi seperti SPORES, PLANTS, BKchem, OpenBabel dan Pymol yang dapat mengidentifikasi senyawa inhibitor siklooksigenase-2 (COX-2). Dari hasil penapisan virtual didapatkan senyawa demetoksikurkumin dengan 3 residu asam amino dan 1,7-bis(3-metoksifenil)-1,6-heptadien-3,5-dion dengan 6 residu asam amino aktif in silico sebagai inhibitor COX-2.
Formulation, Characterization and In Vitro Penetration Study of Resveratrol Solid Lipid Nanoparticles in Topical Cream FAUZIAH MAPPAMASING; EFFIONORA ANWAR; ABDUL MUN’IM
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 13 No 2 (2015): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (874.499 KB)

Abstract

Pada lapisan kulit terdapat komponen yang merupakan target pengrusakan akibat stres oksidatif, yaitu lemak, DNA dan protein. Stres oksidatif pada kulit ini dapat dicegah dengan penggunaan antioksidan secara topikal. Resveratrol merupakan antioksidan polifenol yang utamanya berasal dari minyak biji anggur, memiliki aktivitas antioksidan yang dapat digunakan untuk mencegah terjadinya stres oksidatif pada kulit. Tujuan penelitian ini adalah untuk memformulasi solid lipid nanoparticle (SLN) resveratrol dan mengevaluasi kemampuan SLN resveratrol sebagai nanovesikel untuk berpenetrasi melalui kulit. Pada penelitian ini, SLN dibuat dengan metode emulsifikasi pelarut. Selanjutnya dilakukan karakterisasi SLN, mencakup ukuran partikel, zeta potensial, indeks polidispersitas, efisiensi penjerapan resveratrol, morfologi SLN dan uji difusi. SLN Resveratrol dengan gliseril monostearat 0,5% menunjukkan morfologi sferis dengan rata-rata ukuran partikel 334,4±8,95 nm, rata-rata indeks polidispersitas 0,289±0,062, rata-rata efisiensi penjerapan 48,706±1,319%, dan rata-rata zeta potential –27,53±0,802 mV. Studi penetrasi in vitro pada krim SLN resveratrol 10% menghasilkan fluks 6,64± 0,19 μg/cm2/jam sementara fluks krim resveratrol 6,09±0,84 μg/cm2/jam.
Phytochemical Compounds and Cytotoxicity Screening of Suren (Toona sinensis) Leaves Extracts against Vero and MCF-7 Cells SYAMSUL FALAH; DIDIT HARYADI; POPI ASRI KURNIATIN; SYAEFUDIN SYAEFUDIN
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 13 No 2 (2015): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1276.603 KB)

Abstract

Daun suren diindikasikan memiliki beragam aktivitas farmakologi seperti antioksidan, antidiabetes, antihiperlipidemia, dan antikanker. Penelitian ini bertujuan menganalisis komponen-komponen fitokimia daun suren secara kualitatif dan kuantitatif, serta menguji aktivitas sitotoksisitasnya terhadap sel vero dan sel kanker payudara MCF-7. Pelarut yang digunakan untuk mengekstraksi daun suren adalah air, etanol 70%, etil asetat, dan n-heksana. Rendemen yang diperoleh untuk pelarut air, etanol 70%, etil asetat, dan n-heksana secara berurutan sebesar 33,54; 34,85; 6,38; dan 1,31%. Komponen fitokimia dalam daun suren meliputi alkaloid, triterpenoid, flavonoid, tanin, fenol, dan steroid. Total fenolik ekuivalen asam galat (GAE) tertinggi terdapat pada ekstrak etanol 70% diikuti oleh ekstrak air, etil asetat, dan n-heksana masing-masing sebesar 101,78; 97,84; 33,24; dan 14,81 mg/g GAE. Total flavonoid ekuivalen kuersetin (QE) ekstrak air, etanol 70%, etil asetat, dan n-heksana masing-masing sebesar 81,14; 53,72; 17,58; dan 6,46 mg/g QE. Uji sitotoksisitas menunjukkan bahwa semua ekstrak daun suren tidak toksik terhadap sel vero dengan nilai IC50 sebesar 463,03 (ekstrak air), 197,88 (ekstrak etanol 70%), 121,09 (ekstrak etil asetat), dan 217,43 μg/ml (ekstrak n-heksana). Nilai IC50 semua ekstrak daun suren terhadap sel kanker payudara MCF-7 >100 μg/ml. Berdasarkan Natianal Cancer Institute (NCI), nilai ini menunjukkan aktivitas antikanker ekstrak daun suren yang sangat lemah terhadap sel MCF-7.

Page 1 of 2 | Total Record : 18