cover
Contact Name
Syafira Dwi Cahyani
Contact Email
adminjifi@univpancasila.ac.id
Phone
+6287780957284
Journal Mail Official
syafira.ffup@univpancasila.ac.id
Editorial Address
Editorial Office: Lenteng Agung St, Srengseng Sawah District, Jagakarsa Regency, Jakarta Selatan, Special Region of Jakarta 12640, Indonesia.
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia
Published by Universitas Pancasila
ISSN : 16931831     EISSN : 26146495     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia (JIFI) mainly focuses on a current topic in Pharmaceutical Sciences are also considered for publication by the Journal. Discussions on a topic in Pharmaceutical Sciences, Clinical Sciences, and Social Behaviour Administration. Detailed scopes of articles accepted for submission to JIFI are: 1. Pharmaceutical Biology 2. Pharmaceutical Chemistry. 3. Pharmaceutical Technology. 4. Biomedical and Clinical Pharmacy. 5. Social Pharmacy and Administration.
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 14 No 2 (2016): JIFI" : 20 Documents clear
Karakterisasi Sediaan Granul Biji Sirsak (Annona muricata L.) dan Uji Efektivitas terhadap Larva Aedes aegypti L. sebagai Kandidat Biolarvasida SARAH ZAIDAN; RATNA DJAMIL; SUPRIYONO SUPRIYONO; SITI Nuraini
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 14 No 2 (2016): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1160.398 KB)

Abstract

A. aegypti mosquito is a vector of virus caused dengue fever. The effort to control A. aegypti vector has been done so many times, including chemical, physical and biological method. A biological control against this vector can be performed by utilizing soursop seeds which are known to have larvicidal effect against the larva. Previously, it has been proven that the extract of soursop seed demonstrated larvicidal activity against A. aegypti. In this research, the extraction of soursop seed has been carried out by kinetic maceration with the solvent 70% of ethanol. Furthermore, the wet granulation of the obtained extract was used for the preparation of granules which were then tested its larvicidal activity against A. aegypti. Based on the activity test against the larva of Aedes aegypti, the granules showed LC50 values of 295.434 ppm smaller than temephos as a positive control that has larvicidal activity of 1 ppm cause 100% mortality A. aegypti.
The Activities of Antifertility Ethanol Extract Guava Leaves (Psidium Guajava L.) based on The Analysis Of Cement and Display of Immunohistochemistry Cyclooxygenase-2 In Testis Of Mice (Mus Musculus L.) RICA VERA BR TARIGAN; M. PANDAPOTAN NASUTION; SRY SURYANI WIDJAJA
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 14 No 2 (2016): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (912.207 KB)

Abstract

Population growth increase, without support from good economic conditions, requirer population control. One of the program to control population growth is family planning program (KB). The participation of men in family planning programs is very important. Male contraception can utilize natural materials derived from plants. One of the herb is guava leaves (Psidium guajava L.) which contains many active substances that can inhibit the process of spermatogenesis. The purpose of this study was to determine the effect of ethanol extract guava leaves to the quality (concentration, viability, morphology, and motility) of spermatozoa and the expression of Cyclooxygenase-2 (COX-2) in the testes of mice (Mus musculus L.). The research used experimental design with completely randomized sampling method. Four treatment groups, namely P0 using aquadest as a control 0,5 mL, P1 using 15 mg/25g body weight extract orally, P2 using 20 mg/25g body weight extract orally, and P3 using 25 mg/25g body weight extract orally. Data were analyzed using One Way ANOVA followed by Bonferroni Post Hoc test 5%. The results showed that ethanol extract guava leaves with a dose of 15mg/25g body weight had significantly decreased sperm quality and increased expression of COX-2 in the testes of mice. This research indicates that guava leaves have a potential to be used as a herbal contraceptive.
Penetrasi Natrium Askorbil Fosfat dalam Sistem Niosom Span 40 secara In Vitro RISE DESNITA; VENI LESTIAWATI; PRATIWI APRIDAMAYANTI
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 14 No 2 (2016): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1381.569 KB)

Abstract

Natrium askorbil fosfat adalah senyawa hidrofilik yang sulit melewati stratum korneum. Salah satu upaya untuk meningkatkan penetrasi obat melalui stratum korneum adalah dengan mengembangkan sistem niosom. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi optimal span 40 dalam meningkatkan efisiensi penjerapan niosom yang diformulasikan dalam sediaan gel dan menentukan kestabilan serta kemampuan penetrasi sediaan secara in-vitro. Konsentrasi span 40 divariasikan ke dalam tiga formula: F1 (100 μmol), F2 (150 μmol) dan F3 (200 μmol). Sediaan gel dibuat dalam dua formula dengan menggunakan viskolam MAC 10 sebagai basis gel: G1 (natrium askorbil fosfat dengan sistem niosom) dan formula G2 (natrium askorbil fosfat tanpa dibuat sistem niosom). Uji stabilitas sediaan gel dilakukan selama 28 hari meliputi organoleptis, pH dan penetapan kadar. Uji penetrasi dilakukan secara in-vitro menggunakan membran kulit ular. Data dianalisis secara statistik menggunakan program SPSS. Hasil penentuan efisiensi penjerapan menunjukkan formula F1 memiliki efisiensi penjerapan optimal sebesar 99,13±0,10%. Formula G1 lebih stabil selama 28 hari penyimpanan dibandingkan formula G2. Penggunaan span 40 sebagai penyusun niosom dapat meningkatkan penetrasi natrium askorbil fosfat dalam sediaan gel dengan jumlah kumulatif persen difusi selama 8 jam sebesar 89,04±0,01%.
Validasi Metode Kromatografi Lapis Tipis untuk Penentuan Konsentrasi Kurkumin dalam Sampel Disolusi yang Mengandung Ektrak Curcuma longa DEWI SETYANINGSIH; YOSI BAYU MURTI; ACHMAD FUDHOLI; WOUTER L.J. HINRICHS; ROCHMAT MUDJAHID; SUDIBYO MARTONO; TRIANA HERTIANI
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 14 No 2 (2016): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2442.66 KB)

Abstract

Curcumin is a lipophilic compound which suffers from the poor bioavailability after oral administration. Increasing its dissolution rate can be a successful strategy to improve the bioavailability. Along with the formulation developments, a rapid and simple analytical method to determine curcumin concentrations in the dissolution medium is required. The aim of this study was to develop and to validate an analytical method based on thin layer chromatography (TLC) to determine curcumin concentrations in a dissolution medium containing 0.5% w/v sodium lauryl sulfate (SLS) and 20 mM sodium phosphate buffer. A polyvinylpyrrolidone K30 based solid dispersion of Curcuma longa extract and its corresponding physical mixture were dissolved in a medium containing 0.5% w/v SLS and 20 mM sodium phosphate buffer (pH 6.0). Dissolution samples were spotted on a normal TLC plate and eluents of various compositions were evaluated. The retardation factor (Rf), resolution (Rs), and asymmetry factor (As0.05) of the optimized method were determined. Using the optimized eluent, proper separation of curcumin peak was achieved with an Rf of 0.50, Rs of 2.62 and As 0.05of 0.87. Linearity (5-30 μg/mL) was demonstrated by r value of 0.9965. The TLC method provided precision with RSD ≤3.50 and accuracy with recovery value of 94-105%.
Formulasi dan Uji Penetrasi In-Vitro Sediaan Topikal Nanoemulsi Genistein dari Tanaman Sophora japonica Linn SANDRA AULIA MARDIKASARI; MAHDI JUFRI; JOSHITA DJAJADISASTRA
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 14 No 2 (2016): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1111.271 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah memformulasi genistein menjadi nanoemulsi dan membandingkan penetrasinya dengan produk Gen90 Nano. Dibuat sebanyak 3 jenis formula dengan perbandingan komposisi antara genistein dan lesitin soya menggunakan metode emulsifikasi spontan. Hasilnya formula 3 merupakan formula terpilih yang menghasilkan nanoemulsi berukuran 191,7 nm dengan indeks polidispersitas 0,171 dan potensial zeta -47,5 mV. Uji penetrasi secara in-vitro menggunakan sel difusi Franz menunjukkan jumlah kumulatif terpenetrasi dari nanoemulsi genistein sebesar 18,29 ± 0,16 (μg/cm2) dibandingkan dengan produk Gen90 Nano sebesar 24,60 ± 0,57 (μg/cm2). Perbandingan ini dilakukan untuk melihat kualitas penetrasi dari formula nanoemulsi genistein, karena Gen90 Nano merupakan produk paten dari kompleks inklusi hidroksipropil siklodekstrin-genistein
Aktivitas Antimalaria Ekstrak n-Hexana Daun Artemisia Cina Galur Iradiasi terhadap Plasmodium berghei ANKA DARLINA DARLINA; ARYANTI ARYANTI; TEJA K; AZIZ A
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 14 No 2 (2016): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (708.687 KB)

Abstract

Teknik mutasi dengan iradiasi telah terbukti meningkatkan kandungan artemisinin dalam daun . Pada penelitian ini dilakukan uji aktivitas antimalaria ekstrak daun galur radiasi 10, 20, dan 40 Gy serta optimasi dosis terapi bertujuan untuk mendapatkan ekstrak daun yang mempunyai aktivitas antimalaria yang terbaik dan dosis terapi yang optimum. Penelitian Tahap Optimasi dosis radiasi dilakukan secara in vivo dengan menggunakan mencit yang diinfeksi dengan 1 x 107 P. berghei yang di bagi menjadi 4 kelompok yaitu kontrol positif, dosis 10 Gy, dosis 20 Gy, dosis 40 Gy. Pemberian artemisinin dilakukan selama 3 hari setelah derajat parasitemia telah mencapai 5%. Pengamatan parasitemia dilakukan setiap hari hingga hari ke-7 paska terapi. Hasil penelitian diketahui artemisinin 10 Gy memberikan hasil yang terbaik karena pertumbuhan parasitnya paling rendah dan mencit bertahan hidup lebih lama. Tahap optimasi dosis terapi dilakukan dengan metode yang sama dengan variasi dosis terapi 100, 200, dan 300 mg/kg BB. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun galur mutan bisa menghambat pertumbuhan P.berghei secara signifikan (p <0,05) terhadap kontrol dengan Efektif dosis (ED50) dari 238,7 mg /kg BB. Kesimpulan ekstrak daun galur mutan 10 Gy yang terbaik dengan efektif dosis terapi (ED50) 238,7 mg/kg BB.
Pemanfaatan Nanoteknologi dalam Sistem Penghantaran Obat Baru untuk Produk Bahan Alam DELLY RAMADON; ABDUL MUN’IM
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 14 No 2 (2016): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2157.535 KB)

Abstract

Sejak dahulu banyak ekstrak dari bahan alam yang secara empiris dimanfaatkan untuk pengobatan. Ekstrak-ekstrak tersebut digunakan karena mengandung senyawa bioaktif yang dapat memberikan efek farmakologis. Isolat dari ekstrak tersebut diuji baik secara in vitro maupun in vivo untuk mengetahui efek dan bioavailabilitas dalam tubuh secara ilmiah. Namun demikian diperkirakan lebih dari 40% senyawa bahan alam memiliki kelarutan yang rendah di dalam air atau bahkan memberikan toksisitas yang tinggi. Kelarutan yang rendah di dalam air serta kurangnya kemampuan permeabilitas menembus barrier absorpsi dapat mempengaruhi bioavailabilitas senyawa bahan alam di dalam tubuh. Tidak hanya itu, bioavailabilitas suatu senyawa juga sangat dipengaruhi oleh stabilitas terhadap pH lambung dan kolon, metabolisme oleh mikroflora normal dalam saluran pencernaan, absorpsi melalui dinding usus, mekanisme aktif pompa efflux dan metabolisme lintas pertama. Solusi dari permasalahan tersebut adalah dengan mengembangkan sistem penghantaran obat yang dikenal dengan sistem penghataran obat baru (novel drug delivery system). Sistem penghantaran obat baru merupakan suatu sistem penghantaran obat yang lebih modern dengan cara mengontrol pelepasan obat sehingga aktivitas farmakologis menjadi lebih baik. Pembuatan sediaan berbasis teknologi baru ini dapat menjadi alternatif dalam pembuatan produk herbal dan diharapkan bioavailabilitas produk herbal dalam tubuh menjadi lebih baik sehingga dapat memberikan efek terapi yang lebih baik
Jumlah Kunjungan, Profil Pengobatan, dan HRQoL Pasien Rawat Jalan DM Tipe 2 pada Era JKN YUSI ANGGRIANI; MITA RESTINIA; NURLAYLI NURLAYLI
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 14 No 2 (2016): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1993.384 KB)

Abstract

Asuransi kesehatan pemerintah bertransformasi dari Asuransi Kesehatan (ASKES) menjadi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sejak 1 Januari 2014. Terdapat perbedaan metode pembayaran antara ASKES dan JKN. ASKES menggunakan metode fee for services dan JKN menggunakan metode INA-CBGs. Tujuan penelitian yaitu untuk melihat dampak pelaksanaan JKN terhadap jumlah kunjungan, profil pengobatan, dan Health Related Quality of Life (HRQoL) pada pasien DM tipe 2 rawat jalan pada salah satu RS tipe B di Jakarta. Penelitian dilakukan secara time series longitudinal. Total sampel yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 103 pasien. Pasien laki-laki sebanyak 36(35%) dan perempuan 67(65%). Terdapat 98% pasien memiliki usia lebih dari 45 tahun. Sebanyak 95(92%) pasien dengan diagnosa DM tanpa komplikasi dan 8(8%) pasien DM dengan komplikasi. Setelah pelaksanaan JKN, terdapat penurunan jumlah kunjungan pasien dan jumlah obat perpasien baik pada pasien DM tanpa komplikasi dan komplikasi. Kami juga menemukan bahwa persentase obat non DM lebih tinggi dibandingkan dengan obat DM. Secara statistik, jumlah obat DM dan non DM tidak berbeda secara signifikan antara sebelum dan setelah JKN (P>0,05). Rata-rata skor HRQoL pada era JKN lebih besar dari 80. Skor ini menunjukkan bahwa pasien memiliki kualitas hidup yang baik. Berdasarkan analisa statistik, kualitas hidup pasien berbeda berdasarkan jenis kelamin dan usia. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan jumlah obat dan profil pengobatan setelah pelaksanaan JKN dan pasien memiliki kualitas hidup yang baik pada era JKN baik.
Pengaruh Variasi Konsentrasi Polivinil Alkohol (PVA) pada Formulasi Masker Gel Peel-Off Ekstrak Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi L.) sebagai Anti Jerawat YUSLIA NOVIANI; SITI UMRAH NOOR; ERNI NENGSIH
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 14 No 2 (2016): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3272.656 KB)

Abstract

Buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dapat digunakan sebagai anti jerawat karena kandungan flavonoid. Pengujian diameter daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes dari ekstrak buah belimbing wuluh pada konsentrasi 8% memiliki daya hambat sebesar 8-9 mm. Ekstrak buah belimbing wuluh kemudian diformulasi menjadi masker gel peel-off dengan dosis ekstrak sebesar 8% sebagai anti jerawat, dibuat sebanyak tiga formula dengan variasi PVA 10, 12 dan 14%. Sediaan masker gel peel-off dibuat dengan metode pelarutan dan pencampuran, kemudian dievaluasi meliputi pengujian homogenitas, pengamatan visual, kekuatan tarikan, kecepatan waktu pengeringan, viskositas, sifat alir, uji aktivitas daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes secara mikrobiologi.
Isolasi Sel Punca Pluripoten dengan Penanda CD105+ dan SSEA3+ dari Sel Fibroblas Kulit asal Jaringan Preputium CHURIYAH CHURIYAH; INDRA KUSUMA; SISKA A KUSUMASTUTI; RESTU SYAMSUL HADI; AGUNG ERU WIBOWO; FAIZA KARA FABIOLA
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 14 No 2 (2016): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2117.621 KB)

Abstract

Perkembangan penelitian dan pengetahuan tentang sel punca terus meningkat, kini sel punca berpeluang menjadi terapi modern dengan pendekatan regeneratif yang memberi harapan kesembuhan untuk berbagai jenis penyakit yang sulit untuk disembuhkan seperti penyakit genetik, degeneratif, trauma dan keganasan.Tujuan penelitian ini adalah melakukan isolasi sel punca pluripoten dari sel fibroblas kulit asal jaringan preputium secara enzimatis dan eksplan yang dilanjutkan dengan karakterisasi penanda khas cluster differentiation (CD) 105 dan surface-stage embryonic antigen (SSEA)-3 menggunakan sistem pemurnian berbasis magnet (MACS). Hasil isolasi sel fibroblast secara enzimatik maupun eksplan diperbanyak secara kultur ekspansi dengan variasi medium dan pasase sel serta dikarakterisasi untuk mendapatkan subpopulasi sel dengan CD 105+ dan SSEA3+. Penggunaan conditioned medium, tingkat pasasi yang rendah dan konfluensi yang tinggi meningkatkan persentase subpopulasi sel CD105+ dibandingkan dengan medium standar, tingkat pasase yang lebih tinggi dan konfluensi yang lebih rendah.Subpopulasi sel CD 105+ dan SSEA3+ yang dikultur dan diekspansi menampakkan respon terhadap pewarna Alkalin fosfatase yang menunjukkan adanya populasi stem cell.

Page 2 of 2 | Total Record : 20