cover
Contact Name
Hirowati Ali
Contact Email
hirowatiali@med.unand.ac.id
Phone
+6281276163526
Journal Mail Official
mka@med.unand.ac.id
Editorial Address
Faculty of Medicine, Universitas Andalas
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Majalah Kedokteran Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : 01262092     EISSN : 24425230     DOI : https://doi.org/10.25077
Core Subject : Health,
Majalah Kedokteran Andalas (MKA) (p-ISSN: 0126-2092, e-ISSN: 2442-5230) is a peer-reviewed, open-access national journal published by Faculty of Medicine, Universitas Andalas and is dedicated to publish and disseminate research articles, literature reviews, and case reports, in the field of medicine and health, and other related disciplines
Articles 792 Documents
Slipped Capital Femoral Epiphysis (SCFE) Laskar Pradnyan Kloping; Sulis Bayusentono; Komang Agung Irianto
Majalah Kedokteran Andalas Vol 44, No 2 (2021): Online July 2021
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v44.i2.p134-146.2021

Abstract

Slipped Capital Femoral Epiphysis (SCFE) adalah kelainan pada regio hip dimana didapatkan pergeseran dari epifisis kaput femoris mulai dari area metafisis hingga fisis. Prevalensi SCFE berbeda-beda mengikuti kelompok etnis tertentu, kondisi geografis, lokasi, dan perubahan musim. SCFE sering dijumpai pada anak-anak Hispanik dan Afrika dengan jumlah mencapai 3,94 hingga 2,53 kali dibandingkan anak-anak Kaukasia. Rasio antara anak laki-laki dibandingkan perempuan sebesar 1,6:1, dimana rasio ini mewakili usia puncak pertumbuhan mereka, yaitu usia 10 hingga 16 tahun, dengan usia rata-rata 12 tahun pada anak perempuan dan 13,5 tahun pada anak laki-laki. Pada pasien usia dewasa muda, SCFE dikaitkan dengan gangguan metabolisme endokrin. Faktor lain seperti genetika dapat berperan dalam SCFE dimana adanya riwayat di keluarga menyebabkan variabilitas yang lebih besar. Proses penentuan diagnosis yang tertunda dapat menyebabkan perburukan dari kondisi awal pasien, hingga terjadinya gejala proses degenerasi awal yang berujung arthritis sendi pinggul. Tidak jarang, diagnostik yang terlambat berujung pada kecacatan premanen. Dibutuhkan pemeriksaan awal (screening) berskala besar untuk SCFE yang belum pernah dilakukan hingga sekarang, agar proses penetuan diagnosis dapat dibuat lebih cepat.
Hubungan parameter dosis 3-Dimensional Conformal RadioTherapy dengan kejadian dermatitis radiasi pada pasien kanker payudara setelah pembedahan Rhandyka Rafli
Majalah Kedokteran Andalas Vol 44, No 1 (2021)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v44.i1.p41-48.2021

Abstract

Latar Belakang Dermatitis radiasi menyebabkan penurunan kualitas hidup pasien kanker payudara dan merupakan efek samping tersering pada pasien kanker payudara yang menjalani radiasi adjuvant. Penggunaan teknik 3-Dimensional Conformal Radiotherapy (3DCRT) memungkinkan dilakukan perhitungan parameter dosis dan sebaran dosis pada kulit dinding dada. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan parameter dosis 3DCRT dengan derajat dermatitis radiasi pada pasien kanker payudara setelah pembedahan Metode: Penelitian ini merupakan studi case-control dengan membagi kelompok dermatitis sedang berat sebagai kelompok case dan dermatitis ringan sebagai kelompokm control kemudian dilakukan penelusuran parameter dosis 3DCRT menggunakan “ECLIPS” treatment planning system (TPS). Parameter dosis yang dinilai adalah conformity index (CI), Homogeneity Index (HI) dan dose max sesuai perhitungan menurut standar internasional commission on radiation units and measurements-83 (ICRU-83) Hasil: Uji statistik pada  22 pasien kelompok case dan 22 pasien kontrol menggunakan spearman rho menunjukkan adanya hubungan antara parameter dosis 3DCRT dengan kejadian dermatitis pada pasien kanker payudara setelah pembedahan (p<0,05), OR untuk CI adalah 15,23 (p<0,05), OR untuk HI adalah 6,42 (p<0,05) dan OR untuk dmax adalah 20,25 (p<0,05). Kesimpulan: Parameter dosis 3DCRT berhubungan dengan derajat dermatitis radiasi dan dapat memperkirakan resiko kejadian dermatitis radiasi terutama untuk CI dan Dose max.
Korelasi antara indeks massa tubuh dan profil lipid pada remaja obesitas di kota Palembang Subandrate Subandrate; Sadakata Sinulingga; Eka Febri Zulissetiana; Susilawati Susilawati; Dwi Indira Setyorini; Ella Amalia
Majalah Kedokteran Andalas Vol 43, No 2 (2020): Online Mei 2020
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v43.i2.p105-111.2020

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi  antara indeks massa tubuh  dan profil lipid pada remaja obesitas di Kota Palembang. Metode: Penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan desain potong lintang terhadap 143 remaja di Kota Palembang. Indeks massa tubuh dihitung berdasarkan berat badan (kg) dan tinggi badan (m). Kadar profil lipid berupa kolesterol total, trigliserida, LDL-kolesterol dan HDL-kolesterol darah diperiksa menggunakan kit dari human® di Laboratorium Kimia Dasar Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya. Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil: Dari penelitian ini didapatkan sekitar 29,4% remaja di Kota Palembang mengalami obesitas dan sekitar 17,5% remaja mengalami dislipidemia. Uji korelasi Pearson antara indeks massa tubuh dan profil lipid menunjukkan nilai p=0,093 r=0,141, p=0,002 r=0,260, p=0,983 r=0,002, dan p=0,256 r=0,096 masing-masing untuk kolesterol total, trigliserida, LDL-kolesterol dan HDL-kolesterol. Korelasi indeks massa tubuh dengan kadar kolesterol total, LDL-kolseterol dan HDL-kolesterol tidak bermakna (p>0,05). Namun, korelasi indeks massa tubuh dengan kadar trigliserida bermakna (p<0,05) dengan arah korelasi postif dan kekuatan lemah (r=0,2-0,4). Simpulan: Pada remaja, tidak ada korelasi indeks massa tubuh dengan kadar kolesterol total, LDL-kolseterol dan HDL-kolesterol. Terdapat korelasi positif antara indeks massa tubuh dan kadar trigliserida pada remaja. 
KOLELITIASIS PADA ANAK Yusirwan Yusuf; Yusirwan Yusuf
Majalah Kedokteran Andalas Vol 44, No 3 (2021): Online August 2021
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v44.i3.p%p.2021

Abstract

Walaupun kolelitiasis merupakan kondisi yang jarang pada anak, namun penelitian terakhir menunjukkan peningkatan kasus kolelitiasis pada anak akibat dari perkembangan alat diagnostic. Penyakit ini bisa muncul dengan atau tanpa gejala, dengan tampilan anak dengan kolelitiasis simtomatik cenderung lebih jarang pada anak (17% - 50%). Lebih dari 70% batu saluran empedu pada anak-anak adalah tipe batu pigmen. Cholecystectomy sampai saat ini masih merupakan baku emas dalam penanganan kolelitiasis dengan gejala. Laparoscopic Cholecystectomy menjadi pilihan utama untuk tatalaksana kolelitiasis pada anak.Kata kunci:  kolelitiasis, laparaskopik kolesistektomi
Hubungan Usia, Jenis Kelamin Dan Gejala Dengan Kejadian COVID-19 di Sumatera Barat Nia Ayuni Putri; Andani Eka Putra; Rinang Mariko
Majalah Kedokteran Andalas Vol 44, No 2 (2021): Online July 2021
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v44.i2.p104-111.2021

Abstract

Latar Belakang : Pandemi COVID-19 menjadi masalah global. Di Indonesia angka prevalensi COVID-19 terus meningkat. COVID-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. SARS-CoV-2 menggunakan ACE2 sebagai reseptornya untuk masuk ke dalam sel. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan karakteristik berupa usia, jenis kelamin dan gejala dengan kejadian COVID-19 di Sumatera Barat Metode : Case Control Study dengan sampel berupa spesimen swab nasofaring Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi (LPDRPI) yang diisolasi dan diperoleh isolat RNA virus. Isolat yang diperoleh kemudian diamplifikasi dengan metode qRT-PCR. Hasil : Tidak ada hubungan antara karakteristik jenis kelamin dengan kejadian COVID-19 dimana nilai P value yaitu 0,485 dan lebih besar dari 0,05 (Ho ditolak). Sedangkan terdapat hubungan antara karakteristik usia dan gejala terhadap kejadian COVID-19 dimana nilai P value yaitu 0,000 dan 0,036 yang lebih kecil dari 0,05 (Ho diterima). Kesimpulan : Laki-laki maupun perempuan memiliki probabilitas yang sama untuk terinfeksi COVID-19. Kelompok usia <50 tahun lebih berisiko terinfeksi COVID-19 daripada kelompok usia ≥50 tahun. Lebih banyak orang tanpa gejala daripada orang dengan gejala yang terinfeksi COVID-19. 
Intervensi Ibu Hamil dengan Kurang Energi Kalori pada Trimester Ketiga Melalui Suplementasi Mikronutrien di Surabaya Tahun 2019 Salmon Charles Siahaan; Hendera Henderi; sudibyo Sudibyo
Majalah Kedokteran Andalas Vol 44, No 1 (2021)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v44.i1.p17-27.2021

Abstract

Menurut RISKESDAS tahun 2013, prevalensi penduduk wanita hamil dengan KEK di Jawa Timur sebesar 29,8%, sedangkan tingkat nasional prevalensi penduduk hamil dengan KEK sebesar 24,2%. Penelitian ini adalah penelitian kohort, di lokasi kecamatan Sukomanunggal. 30 sampel, dibagi 2 kelompok yaitu ibu hamil dengan KEK dan ibu hamil normal. Dilakukan pemeriksaan fisik, obstetrik, ultrasonografi dan pemeriksaan darah. Hasil terdapat perbedaan bermakna antara ibu hamil normal dengan ibu hamil KEK sebelum diberikan perlakuan adalah LILA, 27.4+2.22 VS 20.6+1.298 (p <0.00001). TFU 22,4+0.828 VS 18.8+1.014 (p <0.00001). BPD  7.84+0.135 VS 7.133+0.158 (p<0.00001). Hb 7.84+0.135 VS 7.133+0.158 (95%) (p<0.00001). Setelah diberikan perlakuan maka perbedaan ibu hamil normal dengan ibu hamil KEK adalah LILA 28,4+2,164 VS 28+1.146  (p:0.754); TFU 29,6+1.121 VS 28.9+1.032 (p:0.101); BPD 8.068+0.140 VS 8.62+0.156 (p:0.230); kadar Hb 11,8+0.543 VS 11.3+0.563(p:0.380). Luaran bayi lahir antara bayi dari ibu hamil normal dengan ibu hamil KEK adalah 2853+112.5 VS 2940+91.02 (p:0.0027), tidak menunjukkan perbedaan. Pada hasil penelitian berupa perbaikan LILA, pertumbuhan TFU, biometri BPD, Hb dan luaran bayi ibu hamil KEK yang diberikan suplementasi mikronutrien pada trimester 3. Dapat disimpulkan suplementasi mikronutrien dan asupan kalori yang cukup dapat memperbaiki luaran bayi pada ibu hamil dengan KEK.
HUBUNGAN ANTARA HYPERLAXITY DENGAN KEJADIAN FLAT FEET PADA ATLET PENCAK SILAT PELATDA DKI JAKARTA Putri Kusuma Wardhani
Majalah Kedokteran Andalas Vol 43, No 2 (2020): Online Mei 2020
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v43.i2.p124-133.2020

Abstract

Cedera berbanding lurus dengan daya tahan atlet, menurunnya daya tahan atlet disebabkan oleh banyak faktor salah satunya adalah hyperlaxity. Hyperlaxity adalah kondisi jaringan ikat sendi (ligamen) yang terlalu lentur. Cedera sering pada olahraga high impact. Pencak silat termasuk olahraga high impact. High impact dapat berdampak pada kaki yaitu terjadinya flat feet yang merupakan keadaan lengkung longitudinal kaki mengalami penurunan. Menurut teori salah satu penyebab jangka panjang  flat feet adalah hyperlaxity. Tujuan: Mengetahui hubungan antara hyperlaxity dengan kejadian flat feet pada atlet pencak silat untuk mengurangi risiko cedera bagi atlet. Metode: Analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional (potong lintang) pada 54 atlet pencak silat dengan kuesioner, score beighton dan foot print test dan Teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Hasil: Uji statistik menunjukan adanya hubungan hyperlaxity dengan kejadian flat feet p=0,028 (p<0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara hyperlaxity dengan kejadian flat feet pada atlet pencak silat pelatda DKI Jakarta periode 2017-2020.
Gambaran Bayi Berat Lahir Rendah Dengan Asfiksia di RSUP Haji Adam Malik Insana Kamilia Tampubolon
Majalah Kedokteran Andalas Vol 44, No 3 (2021): Online August 2021
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v44.i3.p%p.2021

Abstract

Objective: to observe the description of the condition of asphyxia in infants with low birth weight (LBW) at Haji Adam Malik General Hospital Medan. Methods: The research design is descriptive research. Data collection and collection used secondary data from medical records at the Haji Adam Malik General Hospital Medan in the period January 2016 to May 2019. The research sample was taken using a total sampling technique. Results: 33 infants with low birth weight with asphyxia were included in this study. The incidence of infants with low birth weight with asphyxia has decreased every year with the highest incidence in 2016 which was 2.98% of the total live births. The majority of babies are female (54.54%), including low birth weight (84.84%). The majority of pregnant women aged 20-35 years (87.87%) with spontaneous delivery (78.78%) and the most gestation period was below 37 weeks (84.84%). Most cases of asphyxia in infants with LBW are born to primiparous mothers. Conclusion: The picture of babies with LBW with asphyxia is generally the same as the picture in previous studies.
Korelasi Skor Gleason dengan Kadar Prostat Spesifik Antigen (PSA) Pada Pasien Karsinoma Prostat Niniek Hardini
Majalah Kedokteran Andalas Vol 44, No 2 (2021): Online July 2021
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v44.i2.p71-79.2021

Abstract

Prostatic carcinoma is malignancy of the prostate gland which is found in inferior portion of the bladder and anterior part of the rectum. To diagnose prostatic carcinoma, required Prostate Specific Antigen (PSA) levels and Gleason Score examination. PSA is an important marker serum for prostatic carcinoma. While the Gleason score is used to determine the differentiation degree and confirm the diagnosis of prostatic carcinoma. Objectives: This study was conducted to determine the correlation between PSA level with Gleason score in patients with prostatic carcinoma at Gatot Soebroto Army Hospital in period 2015-2016. Methods: The type of this study was analitic observational by cross sectional approach and consecutive sampling method with 60 subjects. The data was analyzed by using Spearman correlation test. Results: This study proved that there was a correlation between PSA level with Gleason score (p = 0,012; r = 0,321). Conclusions: PSA level had a relation to Gleason score.
PERBEDAAN EKOKARDIOGRAFI PADA JANTUNG ATLET, HIPERTENSI, DAN KARDIOMIOPATI HIPERTROFI Finesa Hasye; Mefri Yanni
Majalah Kedokteran Andalas Vol 43, No 2 (2020): Online Mei 2020
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v43.i2.p134-147.2020

Abstract

Hipertrofi ventrikel kiri didefinisikan sebagai peningkatan massa ventrikel kiri. Peningkatan massa miokard karena latihan intensif yang teratur "jantung atlet" merupakan hal yang biasa. Meskipun terdapat korelasi langsung dengan beban latihan, hipertrofi miokard tidak hanya terjadi pada atlet. Jantung atlet dianggap sebagai fenomena fisiologis tanpa menimbulkan bahaya. Namun, bentuk lain hipertrofi miokard seperti kardiomiopati hipertrofi atau penyakit jantung hipertensi berhubungan dengan peningkatan risiko kejadian kardiovaskular. Echocardiography memainkan peran penting dalam diagnosis, strategi manajemen, dan prognostik penyakit kompleks ini. Perbedaan antara hipertrofi fisiologis dan patologis mungkin memiliki dampak besar, karena kardiomiopati hipertrofi yang tidak terdiagnosis merupakan salah satu penyebab paling umum kematian jantung mendadak pada atlet, sedangkan identifikasi penyakit kardiovaskular pada atlet dapat menjadi dasar untuk diskualifikasi dari kompetisi. Tinjauan pustaka ini akan membahas perbedaan hipertrofi fisiologis dan patologis.Kata kunci: Hipertrofi ventrikel kiri; jantung atlet; kardiomiopati hipertrofi; penyakit jantung hipertensi.

Filter by Year

2008 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 48 No. 4 (2025): MKA October 2025 Vol. 48 No. 3 (2025): MKA July 2025 Vol. 48 No. 2 (2025): MKA April 2025 Vol. 48 No. 1 (2025): MKA January 2025 Vol 46, No 12 (2024): Online Oktober 2024 Vol 46, No 11 (2024): July 2024 Vol 46, No 10 (2024): Online May 2024 Vol 46, No 10 (2024): Supplementary April 2024 Vol. 47 No. 4 (2024): MKA October 2024 Vol. 47 No. 3 (2024): MKA July 2024 Vol. 47 No. 2 (2024): MKA April 2024 Vol. 47 No. 1 (2024): MKA Januari 2024 Vol 46, No 9 (2024): Supplementary Januari 2024 Vol 46, No 8 (2024): Online Januari 2024 Vol 46, No 7 (2023): Supplementary December 2023 Vol 46, No 5 (2023): Supplementary July 2023 Vol 46, No 4 (2023): Online Juli 2023 Vol. 46 No. 3 (2023): Online Juli 2023 Vol. 46 No. 3 (2023): Supplementary July 2023 Vol 46, No 3 (2023): Supplementary May 2023 Vol 46, No 2 (2023): Online April 2023 Vol 46, No 1 (2023): Online Januari 2023 Vol 46, No 6 (2023): Online Oktober Vol. 46 No. 4 (2023): Online Oktober Vol 45, No 4 (2022): Online October 2022 Vol 45, No 3 (2022): Online July 2022 Vol 45, No 2 (2022): Online April 2022 Vol 45, No 1 (2022): Online Januari 2022 Vol 44, No 7 (2021): Online Desember 2021 Vol 44, No 6 (2021): Online November 2021 Vol 44, No 5 (2021): Online Oktober 2021 Vol 44, No 4 (2021): Online September 2021 Vol 44, No 3 (2021): Online August 2021 Vol 44, No 2 (2021): Online July 2021 Vol 44, No 1 (2021) Vol 43, No 2 (2020): Online Mei 2020 Vol 43, No 1 (2020): Published in January 2020 Vol 42, No 3 (2019): Published in September 2019 Vol 42, No 3S (2019): Published in November 2019 Vol 42, No 2 (2019): Published in May 2019 Vol 42, No 1 (2019): Published in January 2019 Vol 41, No 3 (2018): Published in September 2018 Vol 41, No 2 (2018): Published in May 2018 Vol 41, No 1 (2018): Published in January 2018 Vol 40, No 2 (2017): Published in September 2017 Vol 40, No 1 (2017): Published in May 2017 Vol 39, No 2 (2016): Published in August 2016 Vol 39, No 1 (2016): Published in April 2016 Vol 38, No 3 (2015): Published in December 2015 Vol 38, No 2 (2015): Published in September 2015 Vol 38 (2015): Supplement 1 | Published in September 2015 Vol 38, No 1 (2015): Published in May 2015 Vol 37, No 3 (2014): Published in December 2014 Vol 37, No 2 (2014): Published in September 2014 Vol 37 (2014): Supplement 2 | Published in December 2014 Vol 37 (2014): Supplement 1 | Published in March 2014 Vol 37, No 1 (2014): Published in May 2014 Vol 36, No 2 (2012): Published in August 2012 Vol 36, No 1 (2012): Published in April 2012 Vol 35, No 2 (2011): Published in August 2011 Vol 35, No 1 (2011): Published in April 2011 Vol 34, No 2 (2010): Published in August 2010 Vol 34, No 1 (2010): Published in April 2010 Vol 33, No 2: Agustus 2009 Vol 33, No 1: April 2009 Vol 32, No 2: Agustus 2008 Vol 32, No 1: April 2008 More Issue