cover
Contact Name
Hilda Hilaliyah
Contact Email
hilda.unindra@gmail.com
Phone
+6287878741498
Journal Mail Official
jurnal.deiksis@gmail.com
Editorial Address
Ruang Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Indraprasta PGRI Kampus A Gedung 3 lantai 2, Jl. Nangka No. 58 C (TB. Simatupang), Kel. Tanjung Barat, Kec. Jagakarsa, Jakarta Selatan 12530, Jakarta, Indonesia.
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Deiksis
Deiksis is a journal that aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. We publish scientific works from national and international lecturers, researchers, students, and practitioners to present their new ideas, concepts, and theories in Indonesian language and literature education focused on Language Learning and Indonesian Literature, Class Action Research (CAR) of the teaching of Language and Indonesian Literature, Indonesian Linguistics and Literature, Linguistic and Literary analysis as well as related topics. All articles are peer-reviewed by at least two peer-reviewers. Deiksis is managed to be issued twice in every volume. The scope of Deiksis is Indonesian Language and Literature Learning Model, Assessment and Evaluation of Teaching Indonesian Language and Literature, discourse analysis, pragmatics, anthropolinguistics, language and culture, dialectology, language documentation, cognitive linguistics, language education, translation, language planning, psycholinguistics, sociolinguistics and other scientific fields related to language studies.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 03 (2020): Deiksis" : 10 Documents clear
Idiom Bahasa Dawan Dialek Amanuban di Kabupaten Timor Tengah Selatan Siti Hajar; Heni Purniawati
Deiksis Vol 12, No 03 (2020): Deiksis
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.38 KB) | DOI: 10.30998/deiksis.v12i03.5195

Abstract

Bahasa Dawan merupakan bahasa yang digunakan hampir di seluruh daratan Timor atau pah meto (daratan kering). Bahasa Dawan sering disebut Uab Meto’ oleh penuturnya. Bahasa Dawan masyarakat Timor Tengah Selatan (TTS) terdiri atas tiga dialek yaitu dialek Molo, Amanuban, dan Amanatun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui klasifikasi idiom bahasa Dawan yang digunakan masyarakat Amanuban di Desa Falas Kecamatan Kie Kabupaten Timor Tengah Selatan. Teknik pengambilan data pada penelitian ini adalah simak catat dan wawancara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan semantik. Hasil penelitian menunjukkan adanya dua jenis idiom, yakni idiom penuh dan idiom sebagian/semiidiom dengan klasifikasi idiom dengan bagian tubuh sebanyak 62, idiom dengan kata indra sebanyak  21, idiom dengan warna sebanyak 4, idiom dengan nama benda-benda alam sebanyak 11, idiom dengan nama-nama binatang sebanyak 7, idiom dengan bagian tumbuhan sebanyak 9, dan idiom dengan kata bilangan sebanyak 8. Kata Kunci: Idiom, Bahasa, Dawan, Amanuban
Promoting Learning from Home Environments Through Google Classroom Application for EFL Undergraduates Amrina Rosyada
Deiksis Vol 12, No 03 (2020): Deiksis
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.859 KB) | DOI: 10.30998/deiksis.v12i03.6402

Abstract

As the world has been shocked by the unexpected rapid disease named COVID-19, several emergency actions are conducted in all aspects of human lives, including in the education field. In Indonesia, all colleges, particularly in several red-zone areas such as Jakarta, are restricted accessed for several months ahead. All activities inside the institutions’ building are limited, and face-to-face classrooms are forbidden and changed into virtual classrooms or called Learning from Home Environments (LHE). Regarding the situation, this research is promoting LHE with the use of Google Classroom application as a free available media in teaching English basic grammar course for EFL undergraduates. This research was participated by 60 students of English Education Program, Universitas Indraprasta PGRI (Unindra), located in Jakarta, Indonesia. The research administered a convergent mixed-method research design by collecting data in two cycles that accumulated through tests and questionnaires. Based on research questions, a correlational analysis and a narrative analysis were allocated. The results indicate an interesting output on students’ course engagement and course understanding. Supported by several practical and simple features, Google Classroom becomes a promising and favorite tool in learning English from home environments during the pandemic period.Keywords: Learning from home environments, google classroom application, EFL undergraduates, virtual classroom, pandemic period
Campur Kode dan Alih Kode Masyarakat Pesisir Pantai Lippo Labuan (Kajian Sosiolinguistik) Yayah Juariah; Astini Uyun; Ojah Sri Nurhasanah; Ilas Sulastri
Deiksis Vol 12, No 03 (2020): Deiksis
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.496 KB) | DOI: 10.30998/deiksis.v12i03.5264

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahasa sehari-hari yang digunakan masyarakat pesisir Pantai Lippo Labuan dalam berinteraksi, baik dengan sesama penduduk setempat maupun pendatang. Berdasarkan hasil observasi diketahui bahwa dalam proses percakapan masyarakat pesisir Pantai Lippo Labuan sering menggunakan campur kode dan alih kode bahasa (Sunda-Jawa) sangat menarik untuk diteliti sehingga dapat memberikan gambaran penggunaan campur kode dan alih kode yang dilakukan masyarakat pesisir Pantai Lippo Labuan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data penelitian adalah bahasa yang digunakan masyarakat pesisir Pantai Lippo Labuan. Dalam penelitian kualitatif yang menjadi instrumen atau alat penelitian adalah peneliti itu sendiri. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi observasi (simak), rekam, dan catat. Pengumpulan data dilanjutkan dengan penganalisisan wujud, jenis, dan faktor penyebab campur kode dan alih kode masyarakat pesisir Pantai Lippo Labuan. Campur kode dan alih kode yang dilakukan masyarakat pesisir Pantai Lippo Labuan memiliki alasan yang jelas. Kata Kunci: campur kode, alih kode, wujud, jenis dan faktor penyebab
Analisis Kesalahan Morfologi pada Karangan Naratif Trisna Haswa Yuniza; Nina Dwiastuty; Agung Prasetyo
Deiksis Vol 12, No 03 (2020): Deiksis
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.977 KB) | DOI: 10.30998/deiksis.v12i03.6413

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui jenis-jenis kesalahan morfologi yang dilakukan siswa kelas X SMA Widya Manggala Jakarta dalam menulis karangan naratif berbahasa Inggris dan mengetahui jenis kesalahan apa yang paling dominan dilakukan siswa dalam membuat teks naratif. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Setelah menganalisis kesalahan siswa, penulis dapat menarik simpulan bahwa jenis kesalahan morfologi yang paling banyak dilakukan adalah kesalahan misselection sebesar 56,67% dengan jumlah 68 kesalahan dari total 120 kesalahan, sedangkan jenis kesalahan morfologi lainnya yang juga dilakukan oleh siswa adalah omission pada persentase 32,50% yang mencapai jumlah 39 kesalahan dari total 120 kesalahan, addition dengan 8,33% dengan jumlah 10 kesalahan, dan yang terakhir misplacement dan redundancy dengan total persentase masing-masing 1,67% dan 0,83% yaitu dengan masing-masih 2 dan 1 kesalahan. Kata Kunci: analisis, kesalahan, morfologi, karangan, naratif
Linguistik Forensik terhadap Perbuatan Tidak Menyenangkan di Media Sosial (Kajian Pragmatik) Lilis Hartini; Aceng Ruhendi Saifullah; Dadang Sudana
Deiksis Vol 12, No 03 (2020): Deiksis
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.036 KB) | DOI: 10.30998/deiksis.v12i03.5416

Abstract

Kesantunan merupakan aturan perilaku yang ditetapkan dan disepakati bersama oleh suatu masyarakat. Berbagai macam permasalahan sosial dapat dipicu oleh kurangnya kesantunan dalam berbahasa, berawal dari caci maki, kemudian berujung pada kekerasan fisik dan akhirnya mengakibatkan pelanggaran hukum, seperti perbuatan tidak menyenangkan. Permasalahan inti dalam penelitian ini adalah bagaimana parameter B&L dalam menilai tindakan perbuatan tidak menyenangkan di media sosial dan situasi komunikasi yang bagaimana yang diperlukan dalam menciptakan kesantunan bahasa di media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tindakan perbuatan tidak menyenangkan di media sosial dan ketidaksantunan berbahasa yang digunakan penutur di media sosial yang berakibat pada tindakan hukum. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori pragmatik tentang kesantunan berbahasa dari B&L. Melalui metode kualitatif ditemukan bahwa media sosial merupakan sarana bergaulnya beragam komunitas sehingga tidak terlihat batasan kesantunan berbahasa maupun budaya berbahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga parameter kesantunan berbahasa yang dilanggar oleh netizen, yaitu skala peringkat jarak sosial, skala peringkat status sosial, dan skala peringkat tindak tutur, kemudian kesantunan berbahasa di media sosial sudah semakin luntur sehingga dipandang perlu untuk menyosialisasikan nilai kesantunan berbahasa B&L. Kata Kunci: Kesantunan berbahasa, media sosial, tindakan hukum
Relasi Struktur Kelas Sosial Marx dalam Naskah Drama "Kocak-Kacik" dan "Kapai-Kapai" Karya Arifin C. Noer Tio Zulfan Amri
Deiksis Vol 12, No 03 (2020): Deiksis
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.408 KB) | DOI: 10.30998/deiksis.v12i03.6514

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami lebih dalam unsur tokoh-tokoh utama dalam drama “Kocak-Kacik“ dan “Kapai-Kapai“ Karya Arifin C. Noer. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif yang bersifat mengumpulkan data berupa kutipan yang terdapat dalam naskah drama “Kocak-Kacik“ dan “Kapai-Kapai“ Karya Arifin C. Noer melalui pendekatan sosiologi sastra Karl Marx. Penelitian ini membahas unsur intrinsik yaitu tentang tokoh-tokoh utama dalam naskah drama. Peneliti tertarik meneliti konflik yang terjadi pada tokoh utama yang menyebabkan terjadinya perang dingin. Penting untuk meneliti lebih lanjut tokoh utama yang terdapat dalam naskah tersebut, agar dapat dijadikan sebagai inspirasi dan bahan renungan dalam menjalani realitas kehidupan para penikmat karya sastra. Dalam penelitian ini juga akan membahas tentang konflik antarkelas yang merupakan hasil dari aktivitas dan tingkah laku manusia. Konflik hadir dalam sebuah cerita dalam bentuk pertentangan, ketegangan, kesedihan, kekecewaan batin yang dialami oleh antartokohnya. Pada kajian tokoh utama dalam naskah drama tersebut terdapat konflik antarkelas sosial, frustrasi, dan agresivitas Kata Kunci: tokoh utama, relasi struktur sosial, naskah drama
Meme sebagai Cerminan Berpikir Kritis Warganet di Ruang Siber (Kajian Semiotik Pragmatik) Prapti Wigati Purwaningrum; Aceng Ruhendi Saifullah; Dadang Sudana
Deiksis Vol 12, No 03 (2020): Deiksis
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.763 KB) | DOI: 10.30998/deiksis.v12i03.5417

Abstract

Isu pemindahan ibu kota sudah menjadi wacana dari beberapa pemerintahan sebelumnya. Namun, pada era kepemimpinan saat ini diumumkan secara resmi tentang niatan tersebut. Tepat sekitar Agustus lalu presiden mengumumkan secara resmi tentang pemindahan ibu kota dan sekaligus lokasi yang strategis untuk dijadikan ibu kota baru. Sebagai bentuk pro dan kontra muncul berbagai tanggapan dari masyarakat. Meme merupakan salah satu bentuk tanggapan yang paling sering muncul di dunia siber khususnya media sosial sebagai bentuk tanggapan atas kebijakan ini. Penelitian ini merupakan studi kasus yang menggunakan meme dan tanggapan warganet sebagai data penelitian. Untuk memahami tanda dan makna serta tanggapan dari warganet melalui teori multimodal, semiotik pragmatik, kebebasan berekspresi, dan berpikir kritis. Melalui penelitian ini penulis ingin mengetahui bagaimana tanda, makna serta tanggapan warganet yang muncul dalam meme merupakan bentuk perkembangan berpikir kritis terhadap sebuah kebijakan pemerintah. Dalam kajian ini pengumuman resmi dari presiden tentang “pemindahan ibu kota” dimaknai sebagai tanda, sedangkan pemunculan berbagai meme terkait, dimaknai sebagai reaksi masyarakat untuk menunjukkan pro dan kontra atas keputusan tersebut. Melalui pemunculan meme, warganet mencoba untuk berekspresi, berpendapat, serta mengkritik terhadap kebijakan pemerintah tentang pemindahan ibu kota. Pada akhirnya temuan dari analisis ini akan mendeskripsikan tentang bagaimana pola berpendapat, berkomentar, dan berpikir kritis di ruang siber. Kata Kunci: Semiotik-pragmatik, tanda dan makna, berpikir kritis, meme
Syntactical Error Analysis on Conjunctional Students’ English Narrative Composition Andi Santoso; Muhammad Rinzat Iriyansah
Deiksis Vol 12, No 03 (2020): Deiksis
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.085 KB) | DOI: 10.30998/deiksis.v12i03.6429

Abstract

The aims of this research are to know the errors made by the learners on their English narrative composition; to identify the factors made the errors by learners; to identify the errors made by the learners; to correct the errors which have been made; to improve the teaching quality  appropriating the curriculum and the syllabus; as well as to get the data and the explanation about the difficulties in studying English especially in arranging the conjunction of English narrative composition. The method used in this research is descriptive method that gives the data and the explanation about the recent symptoms of the errors made by the learners. The descriptive method consists of the ways in giving the note, the analysis and the interpretation about the recent condition. The characteristic of the descriptive method is to give the existence of the data which is straight to the problems as the recent variables are not manipulated. The research was carried out by conducting a written test of English narrative composition for the learners. After analyzing the data, the findings point out that the errors of coordinate conjunction are 33.3% and the subordinate conjunction is 66,7 %. Keywords: syntactical error, conjunctional, narrative text
Ekranisasi Novel Koala Kumal ke Film “Koala Kumal” Karya Raditya Dika Dio Hari Saputra; Misbah Priagung Nursalim
Deiksis Vol 12, No 03 (2020): Deiksis
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.06 KB) | DOI: 10.30998/deiksis.v12i03.5161

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses ekranisasi alur dalam kategorisasi aspek penciutan, penambahan, maupun perubahan bervariasi dalam ekranisasi novel Koala Kumal ke bentuk film “Koala Kumal” karya Raditya Dika. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif analisis. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Koala Kumal karya Raditya Dika dan film “Koala Kumal” karya sutradara Raditya Dika. Fokus penelitian ini berupa ekranisasi alur. Instrumen penelitian ini adalah human instrument. Data diperoleh dari teknik membaca, teknik menonton, dan teknik mencatat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa proses ekranisasi yang terjadi pada unsur alur, yaitu adanya penciutan, penambahan, dan perubahan bervariasi. Penciutan alur terjadi karena media yang digunakan dalam pembuatan novel dan film berbeda. Secara keseluruhan penciutan yang dilakukan dalam visualisasinya kebentuk film masih wajar karena penghilangan cerita diambil pada bagian yang tidak mungkin untuk divisualisasikan secara keseluruhan. Penambahan alur dalam film secara keseluruhan masih relevan dengan cerita yang hanya mengangkat satu cerita di dalam novel, hanya saja pada visualisasi dalam film dibuat lebih menarik dengan tambahan komedi di dalamnya sehingga penonton tidak monoton seperti pada novel. Adapun perubahan bervariasi alur yang dilakukan visualisasinya ke bentuk film untuk memasukkan bagian pada novel ke dalam film. Kata Kunci: ekranisasi, novel, film
Code Mixing and Code Switching Found in Video Instagram Siti Nita Kartika; Ratri Harida; Adip Arifin
Deiksis Vol 12, No 03 (2020): Deiksis
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.819 KB) | DOI: 10.30998/deiksis.v12i03.5583

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ujaran Baby Moonella yang mengandung campur kode dan alih kode di video Instagram miliknya. Ada 5 video yang dipilih dengan mempertimbangkan kecukupan representasi penggunaan alih kode dan campur kode kekinian. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dari hasil transkripsi tuturan Baby Moonella. Untuk menganalisis data, peneliti menggunakan teori dari Hymes (1986) dan Siregar (1996) yang diadaptasi dari Hoffman. Hasil dari penelitian ini menunjukkan ada tiga jenis alih kode dan dua jenis campur kode yang digunakan Baby Monella, seperti: tag code switching, inter-sentential switching, intra-sentential switching, intra-sentential mixings, insertion in extra-sentential mixing, dan alternation in Extra-sentential mixing. Jenis yang paling dominan digunakan dalam tutur kata Baby Moonella yaitu intra-sentential switching dan extra-sentential mixing dalam bentuk alternation. Alasan Baby Moonella melakukan pencampuran kode dan alih kode karena dia meniru apa yang dikatakan ibunya. Dia sering merasa kebingungan dengan perubahan bahasa dalam percakapan sehari-harinya. Banyak kata dalam Bahasa Inggris yang dia sendiri tidak mengetahui arti dan padanannya dalam Bahasa Indonesia. Selain itu, Baby Moonella juga sudah dibiasakan oleh orang tuanya untuk menggunakan dua bahasa dalam komunikasi sehari-hari. Kata Kunci: alih kode, campur kode, video instagram, Babby Moonella

Page 1 of 1 | Total Record : 10