cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
SALINGKA
ISSN : 02161389     EISSN : 26153963     DOI : -
Core Subject :
SALINGKA: Journal of Language Studies is published by the National Agency for Language Development and Cultivation. It is a research journal which publishes various research reports, literature studies and scientific writings on phonetics, phonology, morphology, syntax, discourse analysis, pragmatics, anthropolinguistics, language and culture, dialectology, language documentation, forensic linguistics, comparative historical linguistics, cognitive linguistics, computational linguistics, corpus linguistics, neurolinguistics, language education, translation, language planning, psycholinguistics, sociolinguistics and other scientific fields related to language studies. It is published periodically twice a year in June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 140 Documents
Kemahiran Berbahasa Indonesia Siswa Calon Duta Bahasa Pelajar Jabar 2019 Indonesian Language Proficiency of the Candidate of Language Ambassador for Student 2019 in West JavaDi Dindin Samsudin
SALINGKA Vol 17, No 2 (2020): SALINGKA, Edisi Desember 2020
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v17i2.418

Abstract

Duta Bahasa merupakan figur generasi muda yang bertugas mengampanyekan dan menyosialisasikan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Seorang Duta Bahasa tentu  harus memiliki kemahiran berbahasa Indonesia yang baik agar dapat memberikan contoh penggunaan bahasa Indonesia secara tepat. Di samping itu, sebagai seorang siswa juga harus memiliki kemahiran berbahasa Indonesia yang baik agar pengajaran  yang diberikan oleh guru dapat diterima dengan baik. Penelitian ini bertujuan  untuk mengungkapkan kemahiran berbahasa Indonesia para siswa calon Duta Bahasa Jabar tahun 2019. Metode deskriptif kualitatif digunakan untuk mendeskripsikan dan menganalisis data yang bersumber dari rekapitulasi skor UKBI peserta calon Duta Bahasa Jabar Tahun 2019. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa secara rata-rata siswa calon Duta Bahasa Jawa Barat memiliki predikat kemahiran berbahasa Indonesia peringkat “Unggul”dalam kemahiran berbahasa Indonesia. Berdasarkan hal tersebut, secara rata-rata, para siswa calon Duta Bahasa Jabar tahun 2019 memenuhi standar kemahiran berbahasa Indonesia bagi profesi pelajar SLTA.The Language Ambassador is a figure of the young generation who has duties to campaign and socialize the use of Indonesian language correctly and well. A language ambassador must have good skills in the Indonesian language to give examples of the right use of the Indonesian language. Besides, a student must also have a good Indonesian language proficiency so that the teaching given by the teacher can be well received. This study aims to find out the Indonesian language proficiency of the candidate of language ambassador for student 2019 in West Java. The descriptive qualitative method was used to describe and analyze the data that sourced from the recapitulation scores of the Indonesian Language Proficiency Test (UKBI) of the participants of language ambassador candidates for student 2019 in West Java. The result of this study shows that on average the candidate of language ambassador for the student has Good (Unggul) predicate in the Indonesian language proficiency level. Based on that fact, the average of the candidate of language ambassador for student 2019 in West Jawa has met the standard of Indonesian language proficiency for the profession of high school students. 
Pemberitaan kasus penembakan 6 laskar FPI pada detik.com: Analisis Wacana Kritis Roni Ardian Zulianto
Salingka Vol 18, No 2 (2021): SALINGKA, Edisi Desember 2021
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v18i2.562

Abstract

Penelitian ini membahas bagaimana media masa detik.com mengonstruksi peristiwa penembakan 6 orang laskar FPI sesuai ideologi mereka dengan menggunakan satuan lingual berupa bahasa. Oleh sebab itu, untuk mengaji wacana dari media masa detik.com, penelitian ini menggunakan pendekatan analisis wacana kritis dengan teori tiga dimensi dari Fairclough dan Linguistik Sistemik Fungsional dari Halliday untuk membantu memperdalam analisis dimensi tekstual. Sementara itu, untuk mengumpulkan data, ada beberapa metode dan teknik yang digunakan, yaitu metode simak dengan teknik catat, dan untuk menganalisis data menggunakan metode padan pragmatik dengan teknik pilah unsur langsung. Dari hasil analisis, detik.com merekonstruksi peristiwa tersebut sebagai dampak dari penyelidikan dan tindakan dari FPI yang gegabah untuk menyerang petugas sehingga terjadi penembakan. 
LEKSIKON TUMBUHAN OBAT TRADISIONAL DALAM TUTURAN MASYARAKAT NIAS, SUMATERA UTARA: KAJIAN EKOLINGUISTIK (The Lexicon Of Traditional Herbal Medicine in Utterance Of Nias Community, North Sumatera: Ecolinguistics Studies) Titian Berkat Gea; Kunjana Rahardi
SALINGKA Vol 18, No 1 (2021): SALINGKA, Edisi Juni 2021
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v18i1.342

Abstract

Abstrak Pengalaman masyarakat leluhur Nias terhadap alam menciptakan beragam leksikon tumbuhan obattradisional dalam li niha (bahasa daerah Nias). Kearifan leluhurnya dalam menggunakan alamseharusnya tetap diteruskan oleh generasi penerus agar tetap menjadi kekayaan dan ciri khas yangmelekat bagi masyarakat Nias. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui leksikon tumbuhan obattradisional dan mendeskripsikan makna leksikon tumbuhan obat tradisonal yang digunakan dalamtuturan masyarakat Nias. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulandata berupa studi pustaka dan wawancara. Data berupa leksikon tumbuhan obat tradisional. Datadianalisis dengan tahapan: identifikasi data, klasifikasi, dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkanterdapat leksikon tumbuhan obat tradisional dalam bahasa Nias yaitu langu wato , giti-iti, sofö-söfö, manaze, mali-mali, mboli, nduru-nduru, go’o, manawa danö, mbala. Sepuluh leksikontersebut ditemukan dalam tuturan masyarakat Nias dan mengandung makna teguran atau nasihat,sindiran, ajaran hidup, dan amarah atau kekesalan.Kata-kata kunci: ekolinguistik, leksikon, tumbuhan obat tradisional   Abstract The ancestral experience of Nias community on nature has created a variety of lexicons oftraditional herbal medicine in li niha (Nias regional language). Wisdom of ancestral in the useof nature should have been passed on by succeeding generations to remain a wealth andcharacteristic inherent to Nias community. The purpose of the study is to know about lexiconsof traditional herbal medicine and to describe the meaning of the lexicons of traditional ofherbal used in utterance of Nias community. The research using a qualitative approach withdata collection techniques of library studies and interviews. The research data is lexicons oftraditional herbal medicine. Data analyzed with steps: data identification, classification, andinterpretation. The research results show the lexicons of traditional herbal medicine in niasare langu wato, giti-iti, sofö-söfö, manaze, mali-mali, mboli, nduru-nduru, go’o, manawadanö, mbala. Ten lexicon is found in utterance of Nias community and contains the sense ofreproof or advice, insinuation, life lesson, and anger or resentment.Keywords: ecolinguistic, lexicon, traditional herbal medicine 
ERGATIFITAS DALAM PEMBERITAAN KEBAKARAN GEDUNG KEJAKSAAN AGUNG Herpindo Herpindo; Muhammad Yusdi
Salingka Vol 18, No 2 (2021): SALINGKA, Edisi Desember 2021
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v18i2.542

Abstract

Penelitian ini mencoba untuk menguraikan sisi lain dari konstruksi ergatif dengan diatesis anti-pasif pada pemberitaan kebakaran Gedung Kejaksaan Agung yang selama ini hanya dilihat sebagai konstruksi nominatif akusatif yang berdiatesis aktif-pasif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak terhadap penggunaan konstruksi ergatif dalam pemberitaan kebakaran Gedung Kejaksaan Agung. Tata Bahasa Grammatikal Transformatif Grammatical Transformative Approach dengan struktur pohon sintaksis digunakan sebagai analisis data. Hasil analisis data menunjukkan semua transitif setelah S yang tidak memiliki pemarkah morfologis meN- merupakan verba ergatif yang anti pasif. Konstruksi ergatif ditandai dengan transitif + ꝋ, intransitif + ꝋ, dan intransitif ke – an. Dengan kata lain penggunaan konstruksi ergatif dalam pemberitaan kebakaran Gedung Kejaksaan Agung bertujuan untuk membuat bangunan sintaksis yang mengedepankan peran objek sebagai inti kalimat dengan perlakuan FN S sama dengan FN O berbeda dengan FN A dengan pivot S/O.
VARIASI REGISTER MEDIA MASSA ONLINE DI MASA PANDEMI COVID-19 (Variations In The Mass Media Registers Online In The Time Of The Covid-19 Pandemi) Diah Arum Hapsari; Elen Inderasari; Dwi Kurniasih
SALINGKA Vol 18, No 1 (2021): SALINGKA, Edisi Juni 2021
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v18i1.425

Abstract

 AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena pemakaian bahasa di masa pandemi Covid-19 dalam variasi register berbagai bidang media masa online. Penelitian ini menggunakan metodepenelitian deskriptif kualitatif dengan tinjauan sosiolinguistik. Data berupa kata dan kalimat yang terdapatdi berbagai teks media masa online. Sumber data diperoleh dari media masa online baik media masalokal dan nasional. Validitas data atau uji keabsahan data dilakukan dengan menggunakan triangulasiteori, terkait teori register. Teknik yang digunakan yaitu simak, catat dan tangkapan layar. Teknikanalisis data yang digunakan menggunakan metode padan intralingual dan ekstralingual. Berdasarkanhasil analisis yang telah dilakukan maka ditemukan data berupa bentuk dan fungsi register di mediamassa online saat pandemi Covid-19. Bentuk tersebut meliputi, 1) register bentuk satuan lingual; 2)register selingkung terbuka; 3) register selingkung tertutup; 4) register berdasarkan varian medsos;dan 5) perubahan istilah. Serta fungsi penggunaan register yang meliputi; 1) fungsi instrumental; 2)fungsi regulasitoris; dan 3) fungsi representasional.Kata Kunci: register, pandemi Covid-19, media masa online     AbstractThis study aims to describe the phenomena of language use during the co-19 pandemic invarious registers of various fields of online media. This study uses descriptive qualitativeresearch methods with a sociolinguistic review. Data in the form of words and sentencescontained in various online media texts. Data sources were obtained from online media bothlocal and national mass media. Data validity using tirianggulasi theory, related to registertheory. The technique used is listen, note and screenshot. The data analysis technique used isthe intralingual and extralingual equivalent method. Based on the results of the analysis thathas been done, it is found the data in the form and function of registers in the online massmedia during the co-19 pandemic. These forms include, 1) lingual unit register forms; 2)open environment register; 3) closed environment register; 4) registers based on social mediavariants; and 5) changes in terms. As well as the function of using registers which include;1) instrumental function; 2) regulatory function; and 3) representational functions.Keywords: registers, covid-19 pandemic, online media
KEARIFAN LOKAL SEBAGAI KONTEKS LOKAL MENUJU KONTEKS GLOBAL UNTUK MENAFSIRKAN MAKNA PRAGMATIK: STUDI KASUS BAHASA JAWA Java Local Wisdom towards a Global Context: Study of Pragmatic Meanings Pranowo Pranowo
SALINGKA Vol 17, No 2 (2020): SALINGKA, Edisi Desember 2020
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v17i2.324

Abstract

Artikel studi kasus bahasa Jawa mengenai kearifan lokal sebagai konteks lokal menuju konteks global untuk menafsirkan makna pragmatik. Acuan teorinya adalah teori reflektif interpretatif untuk memaknai kata, istilah, ungkapan yang digunakan dalam bahasa Jawa. Sumber datanya berupa artikel jurnal tentang masalah kearifan lokal sebagai konteks lokal maupun konteks global. Teknik pengumpulan data dengan mereview artikel untuk mendapatkan data. Teknik analisis data dengan langkah (a) identifikasi data, (b) klasifikasi data, (c) interpretasi data, (d) penulisan artikel jurnal. Temuan hasil kajian adalah (1) kearifan lokal sebagai konteks lokal memiliki perbedaan. Kearifan lokal sebagai konteks lokal berada dalam lingkup intralinguistik, kearifan lokal sebagai konteks lokal berada dalam lingkup ekstralinguisti, (2) konteks global dalam berbahasa harus dimaknai sebagai konteks ekstralinguistik, (3) konteks glokalisasi merupakan pengintegrasian konteks lokal dan konteks global, dan (4) penafsiran makna pragmatik dalam studi kasus ini tidak dapat digeneralisasi, tetapi satu persatu ditafsirkan secara reflektif interpretatif agar pemaknaannya tidak menimbulkan kesalahpahaman.    vThe Javanese people still maintain local wisdom, such as the phrase “pandemic” pageblugwhich needs to be interpreted from the aspect of pragmatic meaning. This Javanese casestudy refers to the interpretive reflective theory to interpret the words, terms, expressionsused in Javanese. The data source is in the form of journal articles on issues of local wisdomas a local context as well as a global context. Data collection techniques by reviewing articlesto get data. Data analysis techniques include (a) data identification, (b) data classification,(c) data interpretation, (d) journal article writing. The findings of the study are (1) localwisdom as a local context has differences. Local wisdom is in the cultural sphere, while thelocal context is the context closest to the communication environment. Thus, local wisdom asa local context is in the extralinguistic scope because as a context it will also interpret pragmaticmeanings (2) the global context in language must be interpreted as an extralinguistic context,because the global context is always outside the conversation, (3) the glocalization context isan integration of context local and global context so that every speech must always beinterpreted using a local context as well as a global context, and (4) the interpretation ofpragmatic meanings in this case study cannot be generalized, but one by one interpreted in areflective, interpretive way so that the meaning does not cause misunderstanding.
KETIDAKADILAN GENDER DALAM NOVEL RARA MENDUT KARYA Y.B MANGUNWIJAYA (ANALISIS WACANA KRITIS SARA MILLS) Andi Anugrah Batari Fatimah; Syamsudduha Syamsudduha; Usman Usman
Salingka Vol 18, No 2 (2021): SALINGKA, Edisi Desember 2021
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v18i2.568

Abstract

Penelitian ini, berakar dari kekeliruan berpikir masyarakat yang seringkali menganggap bahwa, wacana gender adalah wacana yang berkaitan dengan kodrat manusia, sehingga menimbulkan berbagi bentuk ketidakadilan gender yang juga tercermin dalam karya sastra. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk ketidakadilan gender dalam Novel Rara Mendut. Data berupa kata, frasa, klausa dan kalimat yang bersumber dari novel Rara Mendut karya Y.B. Mangunwijaya. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif-linguistik kritis yang berfokus pada analisis bentuk ketidakadilan gender ditinjau dari posisi subjek-objek dan posisi pembaca. Hasil penelitian menunjukkan dan menjelaskan bahwa dalam novel ditemukan 174 data dengan 46 data terpilih mengenai bentuk ketidakadilan gender berupa marginalisasi, subordinasi, stereotip, kekerasan dan beban ganda yang ditinjau berdasarkan posisi aktor baik sebagai subjek maupun objek, dan posisi pembaca.
PELANGGARAN PRINSIP KERJA SAMA PADA KOMUNIKASI SANTRI PUTRI PONDOK PESANTREN AL-FATTAH DI GRUP WHATSAPP (Violation Of Cooperation's Principles Of Female Students' Communication At Al-Fattah Islamic Boarding School In Whatsapp Group) Candra Alfiyani; Septi Wulan Sari
SALINGKA Vol 18, No 1 (2021): SALINGKA, Edisi Juni 2021
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v18i1.329

Abstract

AbstrakPenelitian ini mendeskripsikan tentang pelanggaran prinsip kerja sama pada komunikasi santri putripondok pesantren Al-Fattah di grup whatsapp. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalahteori milik Grice yang menyebutkan bahwa terdapat 4 maksim diantaranya: maksim kuantitas, maksimkualitas, maksim pelaksanaan, dan maksim relevansi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatifdengan jenis deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah simak dan catat. Objekpenelitian adalah peristiwa tutur yang terjadi pada percakapan santri putri pondok pesantren AlFattah Pucangan, Kartasura, Sukoharjo di grup whatsapp. Bentuk-bentuk pelanggaran yangditemukan dalam percakapan grup whatsapp santri putri pondok pesantren Al-Fattah Pucangan,Kartasura, Sukoharjo, ini ditemukan 28 data. Meliputi, 10 data dalam bentuk pelanggaran maksimkuantitas, 6 data dalam bentuk pelanggaran maksim kualitas, 8 data dalam bentuk pelanggaranmaksim relevansi, dan 4 data dalam bentuk pelanggaran maksim pelaksanaan.Kata kunci:pelanggaran, prinsip kerja sama, santri, whatsappAbstractThis research elaborates the violation of the principle of cooperation in the communicationof female students of the Al-Fattah Islamic boarding school in the WhatsApp group. Thetheory used in this research is Grice’s theory which states that there are 4 maxims including:maxim of quantity, maxim of quality, maxim of implementation, and maxim of relevance.This research uses a qualitative approach with a descriptive type. The data collection methodused are listening and taking notes. The object of this research is a speech event occuring inthe conversation between female students of the Al-Fattah Pucangan Islamic boarding school,Kartasura, Sukoharjo by the WhatsApp group. The forms of violations discovered in thewhatsapp group conversation for female students of the Al-Fattah Pucangan Islamic boardingschool, Kartasura, Sukoharjo were found 28 data Including 10 data in the form of violationsof maximal quantity, 6 data in the form of violations of maximal quality, 8 data in the form ofviolations of maxim of relevance, and 4 data in the form of violations of maximalimplementation.Keywords: violation, cooperation principle, students, whatsapp
DIKSI DAN GAYA BERBAHASA GENERASI MILENIAL Diction and Millennial Generation Language Style Leni Syafyahya
SALINGKA Vol 17, No 2 (2020): SALINGKA, Edisi Desember 2020
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v17i2.326

Abstract

Generasi milenial berkaitan dengan milenium. Kehidupan generasi milenial tidak dapat dilepaskan dari teknologi informasi terutama internet. Semua aspek kehidupan bagi generasi ini diekspresikan melalui media. Dengan demikian, perkembangan teknologi sudah mempengaruhi generasi milenial. Pengaruh ini sangat jelas terlihat dalam pemilihan kata atau diksi dan gaya berbahasa mereka. Bagaimanakah pemilihan kata/diksi dan gaya berbahasa generasi milenial? merupakan masalah dalam penelitian ini.  Tujuan dari penelitian ialah mendeskripsikan  pemilihan kata atau diksi dan  gaya berbahasa generasi milenial. Dalam pengumpulan data, digunakan metode simak dan metode cakap. Metode cakap dapat disejajarkan dengan metode wawancara. Dalam analisis data, digunakan metode, editing, koding, dan metode padan. Data diperoleh dari media sosial dan media massa cetak. Teori yang digunakan ialah teori tentang jenis-jenis diksi dan kedwibahasaan. Hasil penelitian menunjukkan diksi yang digunakan oleh generasi milenial ialah diksi khusus, slang, jargon, dan kata asing. Sementara, gaya berbahasa generasi milenial pada umunya menggunakan campur kode, interferensi, dan memutarbalikkan kata.vMillennial generation is related to millennium. The life of the millennial generation cannot beseparated from technology, especially the internet. All aspects of life for this generation areexpressed through the media. Thus, technological developments have influenced the millennialgeneration. This influence is most evident in their diction and language style. What is thediction and language style of the millennial generation? This is a problem in the research. Theresearch objective is to describe the diction and language style of the millennial generation. Toobtain data, the listening method and proficient method were used. The proficient method canbe compared with the interview method. Data obtained from social media and print media.Indata analysis, editing, coding, and matching methods were used. The theory used is about thetypes of diction and bilingualism. The research results show that the diction used by the millennialgeneration is special diction, slang, jargon, and foreign words. Meanwhile, the language styleof the millennial generation generally uses code mixing, interference, and twisting words.
REPRESENTASI NILAI-NILAI BUDAYA MASYARAKAT SUKU BANJAR DAN DAYAK PADA NOVEL JENDELA SERIBU SUNGAI KARYA MIRANDA SEFTIANA DAN AVESINA SOEBLI (The Representation of Cultural Values of Banjar Tribe and Dayak in the Novel Jendela Seribu Sungai By Miranda Seftiana and Avesina Soebli) Emawati Emawati; Achmad Wahidy; Kiki Aprillianti Rifai
SALINGKA Vol 18, No 1 (2021): SALINGKA, Edisi Juni 2021
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v18i1.437

Abstract

AbstrakPenelitian ini merupakan penelitian antropologi sastra yang bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam berbagai nilai budaya masyarakat suku Banjar dan Dayak yang direpresentasikan dalam novel Jendela Seribu Sungai karya Miranda Seftiana dan Avesina Soebli. Pendekatan yangdigunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan antropologi sastra, suatu pendekatan interdisipliner yang secara khusus mengkaji berbagai aspek kebudayaan manusia yang tercermin melalui karya sastra. Selanjutnya, metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Untuk menganalisis data, digunakan teknik analisis isi yang meliputi tahapan identifikasi data, klasifikasi data, dan interpretasi data. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan lima nilai budaya masyarakat suku Banjar yang direpresentasikan dalam novel Jendela Seribu Sungai karya Miranda Seftiana dan Avesina Soebli. Pertama, percaya adanya kekuasaan Tuhan dan senantiasa terus berdoa kepada Tuhan. Kedua, manusia harus dapat menjaga dan menggunakan alam dengan sebaik-baiknya agar dapatbermanfaat dalam kehidupan. Ketiga, manusia tidak dapat hidup sendiri karena merupakan makhluk sosial. Keempat, musyawarah, saling membantu dan saling mengasihi antarsesama. Kelima, manusiabertanggung jawab terhadap kelangsungan hidupnya sendiri untuk membuat hidupnya menjadi lebih baik.Kata kunci: kebudayaan, nilai budaya, antropologi sastra  AbstractThis study aims to describe the cultural values of the people of Banjar and Dayak tribes are represented in the novel of Jendela Seribu Sungai by Miranda Seftiana and Avesina Soebli.The method used in this research is literary anthropology approach. It examines various aspects of human culture which is reflected through literary works. Furthermore, the research used qualitative descriptive method and content analysis technique are used to analyze the data, they are respectively, data identification, data classification, and data interpretation. The results found five cultural values of the people of Banjar tribe and Dayak that is representedin the novel of Jendela Seribu Sungai by Miranda Seftiana and Avesina Soebli. First, believe in the power of God and always continue to pray to God. Second, humans must be able to maintain and use nature as well as possible so that it can be useful in life. Third, humans cannot live alone because the people are social creatures. Fourth, deliberation, helping each other and sharing among each other. Fifth, humans are responsible for their own survival to make their lives better.Keywords: cultural, cultural value, literary anthropology