cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi
Published by Politeknik Negeri Bali
ISSN : 1412114X     EISSN : 25805649     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi is a peer-reviewed research journal aiming at promoting and publishing original high quality research in all disciplines of engineering and applied technology. All research articles submitted to Logic should be original in nature, never previously published in any journal or presented in a conference or undergoing such process across the world. All the submissions will be peer-reviewed by the panel of experts associated with particular field. Submitted papers should meet the internationally accepted criteria and manuscripts should follow the style of the journal for the purpose of both reviewing and editing.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 14 No 2 (2014): July" : 12 Documents clear
ANALISIS PENGGUNAAN SISTEM LOOP SCHEME JARINGAN TEGANGAN MENENGAH 20 KV PENYULANG BLAHKIUH TERHADAP KEANDALAN SISTEM I Ketut Ta; I Wayan Sudiartha; I Nyoman Mudiana
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 14 No 2 (2014): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.955 KB)

Abstract

Sistem distribusi merupakan bagian terpenting dalam proses penyaluran tenaga listrik, karena merupakan penghubung dari sumber ke konsumen. Sehingga Keandalan sistem distribusi tenaga listrik sangat diperlukan. Oleh karena itu diperlukan cara-cara untuk menjamin keandalan sistem tersebut. Salah satunya dengan menggunakan sistem loop scheme dalam pengoperasian jaringannya. Penyulang Blahkiuh berada di wilayah Area Jaringan Bali Selatan Rayon Mengwi, yang terdapat pada trafo III GI Kapal. Dengan panjang 124966,918km dan jumlah pelanggan 14427 pada tahun 2012. Dalam Penelitian ini dibahas mengenai pengaruh penggunaan sistem loop scheme JTM 20KV penyulang Blahkiuh terhadap Keandalan sistem. Dimana akan dihitung tingkat SAIDI dan SAIFI dengan sistem loop scheme dan sistem radial. Dengan asumsi data durasi gangguan, jumlah gangguan serta jumlah total pelanggan penyulang Blahkiuh pada sistem radial sama dengan sistem loop scheme. Setelah diperoleh hasil perhitungannya akan dibandingkan untuk mengetahui pengaruh digunakannya sistem loop scheme pada penyulang Blahkiuh. Pada penyulang Blahkiuh tingkat SAIDI dan SAIFI dengan sistem loop scheme adalah SAIDI=32,52 jam/pelanggan/tahun dan SAIFI=9,24 kali/pelanggan/tahun. Sedangkan dengan sistem radial SAIDI=60,26 jam/pelanggan/tahun dan SAIFI=17,13 kali/pelanggan/tahun. Dengan selisih perhitungan pada sistem loop scheme dan sistem radial sebesar SAIDI=27,74 jam/pelanggan/tahun dan SAIFI=7,89 kali/pelanggan /tahun. Selisih tersebut menunjukkan dengan menggunakan sistem loop scheme tingkat keandalan sistem pada penyulang Blahkiuh menjadi lebih baik.
MODIFIKASI ALAT REFRIGERATOR DENGAN PENAMBAHAN PROSES PENGKABUTAN AIR UNTUK PENYIMPANAN SAYUR BAYAM Daud Simon Anakottapary
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 14 No 2 (2014): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.321 KB)

Abstract

Sayur bayam merupakan salah satu komoditas hortikultura yang cukup potensial di Indonesia. Namun demikian, seperti halnya produk hortikultura lainnya, sayur bayam memiliki sifat yang mudah mengalami kerusakan sehingga umur simpannya relatif pendek dan jangkauan distribusi pemasarannya terbatas. Pendinginan dan pengkabutan air merupakan salah satu cara untuk dapat mengantisipasi kerusakan sayur bayam, sehingga memiliki umur simpan yang lebih lama. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan sayur bayam dalam refrigerator dengan proses pendinginan dibandingkan dengan porses pendingian dan penambahan pengkabutan air. Penelitian refrigerator proses pendinginan terhadap refrigerator hasil modifikasi dengan penambahan pengkabutan air dilakukan dalam skala laboratorium. Faktor yang ditelaah meliputi waktu, suhu dan kelembaban lamanya penyimpanan dalam refrigerator dengan proses pendinginan selama 3 hari sayur mengalami kelayuan dan rusak. Dengan menggunakan refrigerator hasil modifikasi untuk menambahkan proses pendinginan dan penambahan pengkabutan air meliputi waktu, suhu dan kelembaban selama 5 hari sayur bayam mengalami kelayuan dan rusak. Kata Kunci : Sayur Bayam, Refrigerator, Pendinginan dan Pengkabutan air.
EVALUASI TERHADAP KINERJA PERKERASAN RIGID PADA PERSIMPANGAN DEWA RUCI (UNDERPASS) JALAN NGURAH RAI I Wayan Wiraga; I G A G Surya Negara; I Gede Sastra Wibawa
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 14 No 2 (2014): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.722 KB)

Abstract

Perkerasan beton pada persimpangan Dewa Ruci Kuta dibangun pada anggaran tahun 2012 sampai 2013. Perkerasan beton ini sebagian dibangun diatas box culvert. Jalan beton ini merupakan jalan beton tanpa tulangan. Box Culvert berada di atas permukaan tanah lunak. Ketebalan lapisan tanah lunak pada lokasi ini mencapai 17 meter. Telah terjadi retak memanjang pada ruas jalan arah sunset road sebelah kiri dan kanan jalan. Retak memanjang tersebut tepat berada pada permukaan jalan di atas box culvert. Kejadian ini ditenggarai akibat terjadinya penurunan pada box culvert. Hal ini sudah menyalahi konsep jalan beton yang harus berada di atas permukaan yang stabil. Solusi sementara untuk mengatasi retak ini adalah dengan menutup retak dengan silent dari bahan aspal. Apabila penurunan terus terjadi sampai mengganggu lalu lintas, maka terpaksa harus dioverlay dengan lapisan aspal. Pada beberapa tempat di persimpangan Dewa Ruci, permukaan perkerasan tekstur permukaannya sudah tidak ada begitu jalan mulai dioperasikan. Yang tampak justru permukaan agregat kasar dan kondisi ini sebagian sudah ditutup dengan lapisan aspal tipis. Hal ini diperkirakan akibat mutu beton yang tidak sesuai dengan spesipikasi sehingga terjadi keausan permukaan. Kalau sampai permukaan seperti ini harus ditutup/dioeverlay dengan lapisan aspal, tentu sudah menyalahi konsep jalan beton yang seharusnya tidak memerlukan pemeliharaan rutin berupa overlay. Disarankan untuk tidak makai perkerasan rigid untuk pondasi jalan yang tidak stabil dan rawan mengalami penurunan. Lapisan tanah dibawah box culver yang berupa tanah lunak harus direkayasa daya dukungnya untuk mendapatkan dudukan yang stabil. Perbaikan daya dukung bisa dilakukan dengan mengganti lapisan tanah yang ada atau dengan memadatkan lapisan tanah setempat mulai kedalaman tertentu dari muka dasar saluran.
APLIKASI SISTEM AKUISISI DATA PADA SISTEM FIRE ALARM BERBASIS SISTEM MIKROKONTROLLER I Gede Suputra Widharma; I Nengah Sunaya
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 14 No 2 (2014): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.925 KB)

Abstract

Penelitian ini diaplikasikan pada sistem akuisisi data, khususnya pada Sistem Fire Alarm yang berbasiskan pada sistem Mikrokontroller. Sistem akuisisi data terdiri atas komponen sensor (bagian input), komponen kontrol (bagian pemroses sinyal), dan komponen indikator (bagian output). Sistem fire alarm ini juga terdiri atas komponen sensor dengan menggunakan detektor (panas, asap, gas, dan lainlain), komponen kontrol dengan menggunakan sistem mikrokontroller, dan komponen indikator dengan menggunakan lampu dan alarm. Tujuan dari aplikasi sistem akuisisi ini adalah mendukung kinerja sistem fire alarm sebagai sistem pengaman gedung dengan memanfaatkan mikrokontroller sebagai komponen kontrol, didukung oleh detektor panas, detektor asap, detektor gas, dan detektor radiasi (komponen sensor), dan menggunakan indikator bel/alarm dan lampu untuk peringatan.
KAJIAN EKSPERIMENTAL PENGGUNAAN MODUL THERMOELEKTRIK TIPE TEC1-12706 UNTUK PENDINGINAN JOK MOBIL I Dewa Made Susila; I Wayan Adi Subagia
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 14 No 2 (2014): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.838 KB)

Abstract

Pemanfaatan modul thermoeletrik sebagai pendingin saat ini terus dikembangkan, walaupun masih terbatas untuk beban pendinginan yang kecil dengan rentang penurunan temperatur yang tidak terlalu besar. Hal ini disebabkan oleh sistem pendingin dengan modul thermoeletrik memiliki keunggulan ramah lingkungan, murah, desain lebih kompak dan tidak bising. Kenyamanan pengemudi saat berkendaraan sudah menjadi suatu kebutuhan yang harus diperhatikan, salah satu kelengkapan mobil yang sangat berpengaruh terhadap kenyamanan pengemudi adalah tempat duduk/jok mobil. Umumnya ketidaknyamanan bagi pengemudi sangat dirasakan saat berkendaraan dengan timbul rasa panas di bagian tubuh yang bersentuhan dalam waktu lama dengan jok mobil, kondisi ini akan menyebabkan kelelahan bagi pengemudi dan sangat membahayakan. Sebagai alternatif solusi untuk menyelesaikan masalah ini dengan memberikan hembusan udara dingin ke dalam jok mobil, agar permukaan jok mobil menjadi dingin sehingga dapat membuat nyaman bagi pengemudi pada saat duduk di atas jok mobil tersebut. Untuk melakukan pendinginan pada permukaan jok mobil, dirancang dengan memanfaatkan modul thermoelektrik. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan profil distribusi temperatur pada ducting, spon dan permukaan jok
MANAJEMEN RISIKO PENINGKATAN STUDENT BODY TERHADAP PROSES PEMBELAJARAN DI JURUSAN TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BALI I Nyoman Sedana Triadi; I Nyoman Anom P Winaya
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 14 No 2 (2014): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan cara mewawancarai berbagai pihak, yang mempunyai kompetensi terhadap kegiatan proses pembelajaran di Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Bali, sehingga dapat mengetahui berbagai kemungkinan risiko, serta seberapa besar konsekuensi risiko akibat peningkatan student body. Penilaian risiko merupakan hasil perkalian antara kemungkinan risiko dengan konsekuensi. Data yang terkumpul dianalisis dengan metode deskritif kualitatif, dengan tahapan terdiri atas: identifikasi risiko (risk identification), penilaian risiko (risk assessment) dan penanganan risiko (risk mitigation). Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko yang teridentifikasi akibat peningkatan student body terhadap proses pembelajaran sebanyak 23 (dua puluh tiga) risiko, yaitu tidak ada risiko dengan katagori tidak dapat diterima, 18 (delapan belas ) risiko (78%) dengan katagori tidak diharapkan, 1 (satu) risiko (4%) dengan katagori dapat diterima, dan 4 (empat) risiko (17%) dengan katagori yang dapat diabaikan. Risiko–risiko yang harus mendapatkan perhatian penting yang masuk dalam katagori risiko dominan (major risk) adalah resiko yang bersumber dari sarana dan prasarana sebanyak 8 risiko (44,4 %), bersumber dari manajemen dan administrasi 3 risiko (16,6%), bersumber dari dosen sebanyak 1 risiko (5,5%), bersumber dari lingkungan belajar sebanyak 2 risiko (11,1%), bersumber dari kurikulum sebanyak 2 risiko (11,1%), dan bersumber dari input mahasiswa sebanyak 2 risiko (11,1 %), 18 (delapan belas) risiko dominan tersebut dikelola dengan cara mitigasi risiko.
RANCANG BANGUN AC POWER SUPPLY SATU FASA STEP DOWN 230V/12V DENGAN MENGOPTIMALISASI PENGURANGAN RUGI-RUGI DAN PERBAIKAN HARMONISA Djoko Suhantono; I Wayan Sudiartha; I Made Sumerta Yasa
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 14 No 2 (2014): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.24 KB)

Abstract

Catu daya arus bolak balik di Laboratorium Elektronika Jurusan Teknik Listrik Politeknik Negeri Bali sebagian besar mengalami kerusakan. Oleh karena itu, para instruktur perlu memikirkan pengadaan peralatan baru dan salah satu alternatif untuk mewujudkannya adalah dengan rancang bangun . Catu daya yang akan dirancang menggunakan komponen-komponen yang terdapat di pasaran misalnya trafo Belt, Sanlin dan Orient. Rancang bangun ini, diperlukan rancangan rangkaian catu dayanya, komponen trafo, induktor dan kapasitor sebagai filter. Rancangan ini, perlu dipertimbangkan rugi-rugi arus harmonik dan tegangan harmonik serta power keluarannya. Selanjutnya, catu daya ini perlu dipertimbangkan juga tentang koefisien berat dengan daya keluarannya. Dari rancangan yang telah terbuat ini, maka hasil yang diperoleh: koefisien trafo Belt 3,5 gram/watt, sedangkan trafo Orient koefisien 3,05 gram/watt dan trafo Sanlin 3,2 gram/watt. Nilai pengukuran THDi dan THDv setelah diperbaiki dengan menggunakan filter dari masing-masing trafo, maka trafo Belt memiliki arus dan tegangan harmonik paling baik dibandingkan dengan lainnya yaitu memiliki THDi 9,2% dan THDv 5,5%, selajutnya power keluaranya ketiganya relatif stabil. Oleh karena itu, jika melihat hasil kajian dari ketiga trafo tersebut alternatif yang digunakan untuk rancang bangun Power supply bolak-balik adalah trafo Belt
PERANCANGAN PAHAT BOR MULTIDIAMETER Yustinus Hendro Mudiyarto; I Made Widiyarta; NPG Suardana
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 14 No 2 (2014): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.091 KB)

Abstract

Tuntutan penyelesaian pekerjaan dalam dunia konstruksi semakin lama semakin singkat, terutama dalam pembuatan alat bantu untuk mempercepat pembuatan lubang pada baja konstruksi . Ketika tuntutan jumlah pembuatan lubang pada baja konstruksi yang sangat banyak dan harus diselesaikan dalam waktu yang cepat, maka muncul ide bagaimana agar suatu lubang dapat dibuat dalam waktu yang singkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang sebuah alat bantu pahat bor multidiameter dengan material St.60 yang mampu membuat lubang diameter 24mm dengan sekali proses pengeboran. Pembuatan prototype alat bantu pahat bor multidiameter ini menggunakan mesin-mesin konvensional (bubut, milling, potong, gerinda). Setelah prototype selesai dibuat maka dilakukan pengujian, pengujian pahat bor multidiameter ini dilakukan dengan proses pengeboran menggunakan mesin bor magnet pada material besi WF-25 untuk menghasilkan lubang diameter 24mm. Alat potong yang dipakai menggunakan material Carbide. Hasil dari penelitian ini adalah berhasil membuat prototype pahat bor multidiameter yang mampu membuat lubang diameter 24mm.
PERBEDAAN UMUR PENCAPAIAN KUAT TEKAN BETON DARI PEREKAT SEMEN OPC, PPC DAN PCC I Wayan Intara
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 14 No 2 (2014): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.644 KB)

Abstract

Di pasaran sangat sulit mendapatkan Semen Portland tipe I (OPC), yang beredar saat ini adalah PPC (portland pozollan cement) dan PCC (portland composite cement). Semen jenis inilah yang saat ini dipergunakan sebagai bahan perekat dalam campuran beton. Pada usaha ready mix juga terjadi persaingan yang demikian ketat, sehingga untuk dapat tetap eksis mereka mensubstitusikan semen dengan fly ash (abu terbang) untuk mendapatkan harga lebih kompetitif. Permasalahan muncul di lapangan pada saat pengetesan benda uji kubus maupun silinder, yaitu pengujian sampel beton dalam berbagai umur. Sering didapatkan data uji pada umur 3, 7, 14 hari bahwa kuat tekan beton sesuai dengan kuat tekan rencana bahkan lebih besar. Namun pada pengujian sampel yang berumur 28 hari sering menghasilkan nilai yang lebih kecil dari mutu rencana. Untuk menetukan nilai kuat tekan pengujian pada umur kurang dari 28 hari dikonversi dengan koefisien umur dan kuat tekan yang dikutif dari PBI 71. Benda uji kubus yang dipergunakan dalam PBI 71 berasal dari semen tipe I. Oleh karena kontroversi tersebut penulis ingin mendapatkan jawaban mengapa bisa terjadi permasalahan seperti di atas. PPC maupun PCC merupakan Semen Portland Pozolan. Dari beberapa penelitian terhadap kuat tekan beton yang dihasilkan dari material pozolan sebagai pengganti sebagian semen antara lain : fly ash, coverslag, spent catalis, serbuk batu tabas, dan portland pozolan cement. Semua penelitian yang telah dilakukan oleh Barkiah (2003), Suryabermansyah (2002), Sihotang (2008), Intara (2010), dan Salain (2007) mendapatkan bahwa, pada umur-umur awal (sebelum 28 hari) beton yang menggunakan pozolan sebagai substitusi semen menghasilkan nilai kuat tekan lebih rendah daripada beton dengan campuran semen tipe I (semen normal/Ordinary Portland Cement). Peningkatan kuat tekan terjadi setelah umur 28 hari.
ANALISIS NUMERIK SISTEM PENGERINGAN DAGING DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PENGERING ENERGI SURYA I Ketut Guna Arta
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 14 No 2 (2014): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.234 KB)

Abstract

Energi surya merupakan sumber energi yang tidak pernah habis, sehingga menjadi potensi sumber energi untuk berbagai kebutuhan. Manfaat terbesar dari pemanfaatan energi surya adalah karena energi ini berkelanjutan dan bebas dari polusi. Salah satu pemanfaatan energi surya adalah sistem pengering. Pengeringan merupakan metode pengawetan dengan cara pengurangan kadar air dari bahan sampai batas yang diinginkan sehingga dapat memperpanjang daya simpan. Menyadari pentingnya proses pengeringan terhadap produk untuk keperluan penyimpanan dalam waktu lama, maka dikembangkan alat pengering daging energi surya. Alat pengering daging energi surya dianalisis menggunakan pemodelan simulasi CFD untuk mengetahui proses pengeringan yang terjadi di dalam alat pengering tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh sistem pengering daging energi surya yang optimal. Salah satu manfaat penggunaan simulasi menggunakan CFD adalah ukuran alat dapat dimodifikasi sedemikian rupa tanpa memerlukan biaya yang besar. Proses simulasi dilakukan dalam beberapa tahap yaitu pembentukan geometri dari alat pengering, meshing geometri yang sudah terbentuk, penentuan kondisi batas dan analisa menggunakan software Fluent. Penelitian dilakukan dalam dua hari. Besaran-besaran yang dipakai dalam analisis pada Fluent diperoleh melalui hasil perhitungan dengan mengacu pada pengukuran temperatur udara yang masuk pada inlet alat pengering. Hasil dari simulasi dituangkan ke dalam bentuk gambar dan grafik. Dari hasil pengukuran dan perhitungan, diperoleh temperatur udara masuk pada inlet tertinggi adalah 305K dan terrendah adalah 301K. Data tersebut kemudian diolah dengan memasukkan harga radiasi pada setiap dinding dari alat pengering. Berat daging keseluruhan yang dikeringkan adalah 25kg. Berdasarkan perhitungan, massa akhir daging setelah dikeringkan adalah 7,1kg dengan penurunan kadar air sebesar 17,9kg. Untuk mengeringkan daging sampai mencapai massa akhir 7,1kg dibutuhkan waktu 9,178 jam. Dari simulasi terhadap sistem pengeringan daging yang telah dilakukan diperoleh hasil pengeringan pada temperatur awal 305K mempunyai hasil yang lebih baik bila dibandingkan dengan hasil dengan temperatur awal 301K.

Page 1 of 2 | Total Record : 12