cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi
Published by Politeknik Negeri Bali
ISSN : 1412114X     EISSN : 25805649     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi is a peer-reviewed research journal aiming at promoting and publishing original high quality research in all disciplines of engineering and applied technology. All research articles submitted to Logic should be original in nature, never previously published in any journal or presented in a conference or undergoing such process across the world. All the submissions will be peer-reviewed by the panel of experts associated with particular field. Submitted papers should meet the internationally accepted criteria and manuscripts should follow the style of the journal for the purpose of both reviewing and editing.
Arjuna Subject : -
Articles 265 Documents
RANCANG BANGUN ALAT PENGGILING DAN PEMOTONG ADONAN KRIPIK LADERANG DENGAN PENGGERAK MOTOR LISTRIK I Ketut Suherman; Achmad Wibolo
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 15 No 2 (2015): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.646 KB)

Abstract

Kehidupan perekonomian seperti sekarang ini, kita dituntut untuk dapat bersaing dan memanfaatkanberbagai peluang usaha yang ada. Salah satunya dengan menciptakan mesin-mesin tepat guna untuk industri rumahtangga. Seperti alat penggiling dan pemotong adonan kripik laderang. Dengan adanya alat ini diharapkan dapatmeringankan pekerjaan dalam proses penggilingan dan pemotongan adonan kripik laderang.Adapun hasil dari perencanaan yang diperoleh :. Motor penggerak yang digunakan, adalah motor listrik dengan daya0,08 Hp dengan putaran 800 rpm. Diameter poros yang digunakan 12 mm dengan panjang 54 mm. Bantalan yangdigunakan bantalan gelinding dengan kode 6001. Diameter puli penggerak 12 mm dan diameter puli yangdigerakkan 44,50 mm, serta penerus daya menggunakan sabuk gilir type XL. Untuk rangka mesin menggunakanbesi siku 30 mm x 30 mm.Hasil dari pengujian diketahui bhwa alat yang telah diredisain ini dapat bekerja dengan baik, dengan waktupenggilingan dan pemotonga lebih singkat daripada alat pengilingan dan pemotongan dengan cara manual. Waktuyang dibutuhkan untuk menggiling dan memotong adonan 0,5 kg dengan cara manual sebesar 60 menit, sedangkandengan menggunakan alat yang telah diredisain sebesar 32,2 menit
PENENTUAN KEBUTUHAN KALORI HARIAN PADA PENDERITA DIABETES DENGAN FUZZY LOGIC METODE MAMDANI Ni Made Karmiathi
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 16 No 3 (2016): November
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.083 KB)

Abstract

Penerapan Logika fuzzy lebih fleksibel dalam arti dapat dibangun dan dikembangkan dengan mudah tanpa harus memulai dari “nol” dan dapat diterapkan dalam desain sistem kontrol tanpa harus menghilangkan teknik desain sistem kontrol konvensional yang sudah ada sebelumnya. Metode Mamdani adalah salah satu contoh metode inferensi fuzzy. Beberapa aplikasi diberbagai bidang telah dikembangkan dengan menggunakan metode-metode tersebut. Salah satu di antaranya adalah penentuan kebutuhan kalori harian pada penderita diabetes. Dalam analisis penentuan kebutuhan kalori harian pada penderita diabetes dengan menggunakan metode Mamdani, terdapat 4 variabel input yang digunakan yaitu variabel umur, tinggi badan, berat badan dan aktivitas. Variabel-variabel tersebut sangat mempengaruhi jumlah kalori yang dibutuhkan oleh penderita diabetes mellitus.
STUDI KORELASI DEBIT SUNGAI DAN SUSPENDED LOAD PADA UPSTREAM BENDUNG DI HULU SUNGAI-SUNGAI BESAR KABUPATEN BANYUWANGI Anisa Trilia Dewi; Zulis Erwanto; Yuni Ulfiyati
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 18 No 1 (2018): March
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.33 KB) | DOI: 10.31940/logic.v18i1.788

Abstract

Di daerah sungai-sungai besar di wilayah Kabupaten Banyuwangi mengalami perubahan tata guna lahan, sehingga mengakibatkan bertambahnya volume debit pada saat musim penghujan. Hal ini mengakibatkan meningkatnya konsentrasi sedimen melayang (Suspended Load) yang akhirnya mengalami peningkatan pengendapan di dasar sungai dan juga akibat pembendungan sungai. Metode penelitian ini dilakukan dengan cara metode survei dan pengukuran debit di bendung serta menguji konsentrasi Suspended Load di laboratorium. Analisa perhitungan yang digunakan yaitu analisis statistika dengan persamaan regresi dan korelasi dengan bantuan Ms. Excel dan MINITAB. Korelasi yang terjadi antara debit dan Suspended Load yang diperoleh pada masing-masing Bendung mempunyai nilai korelasi yang kuat. Untuk Bendung Gembleng pada Sungai Bomo didapatkan nilai R2 = 0,954 dengan nilai a = 1,144; Bendung Poncowati pada Sungai Tambong didapatkan R2 = 0,738 dengan nilai a = 0,769; Bendung Karangdoro pada Sungai Kalibaru didapatkan R2 = 0,951 dengan nilai a = 0,809; dan Bendung Jambewangi pada Sungai Kalisetail didapatkan R2 = 0,546 dengan nilai a = 1,0039. Diindikasikan bahwa pada masing-masing bendung di sungai-sungai besar Kabupaten banyuwangi tingkat erosinya masih rendah karena indeks a < 26 dan nilai korelasi dinyatakan konsisten dan realibel (R≈1). Perlu adanya pengukuran Suspended Load secara berkala sebagai data pada perencanaan bangunan sedimen.
PENGARUH PENCAMPURAN LIMBAH SAWIT DAN KOTORAN SAPI TERHADAP LAMANYA WAKTU TERJADINYA PROSES BIOGAS DAN WARNA NYALA API Hairian Rahmadi; Sudirman Sudirman
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 15 No 1 (2015): March
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.806 KB)

Abstract

Gas ini berasal dari pencampuran limbah cair sawit dan kotoran sapi, limbah cair sawit dan kotoranhewan yang dapat dimanfaatkan menjadi energi melalui proses anaerobic digestion. Pembuatan biogas darilimbah sawit, khususnya limbah cair sawit dan sapi ini berpotensi sebagai energi alternatif yang ramahlingkungan, karena selain dapat memanfaatkan limbah sawit dan ternak, sisa dari pembuatan biogas yang berupaslurry dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik yang kaya akan unsur-unsur yang dibutuhkan oleh tanaman.biogas sangat banyak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pencampuran limbah cair sawitdan kotoran sapi terhadap lamanya waktu proses terjadinya biogas dan warna nyala api. Pengujian penelitian inimengunakan pressure gouge dan media kompor gas. Pada hasil pengujian warna nyala api yang dihasilkanwarna nyala api biru tidak sedikitpun berwarna merah. Warna api tersebut termasuk dalam kategori warna nyalaapi biru yang dapat dijelaskan bahwa warna nyala api yang dihasilkan ialah warna biru.
KUALITAS AIR SUNGAI BADUNG DALAM MENUNJANG PENGEMBANGAN PARIWISATA AIR DITINJAU DARI SIFAT FISIK PERAIRAN I Ketut Irianto
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 17 No 2 (2017): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.86 KB) | DOI: 10.31940/logic.v17i2.559

Abstract

Penelitian ini dilakukan disepanjang sungai Badung Propinsi Bali, dimana sungai ini akan dikembangkan menjadi bagian program pariwisata perkotaan (city tour) dengan memanfaatkan perairan sebagai tempat rekreasi memancing dan rafting Permenkes RI No. 616/MENKES/PER/IX/1990 . Hasil uji laboratorium kualitas air ditinjau dari sifat fisik perairan menunjukkan kualitas air sungai Badung termasuk golongan D untuk perikanan. Data yang di analisis dilaboratorium adalah parameter Suhu , warna , bau, kecerahan,kekeruhan dan padatan tersuspensi. Metode analisis yang digunakan untuk parameter suhu, kecerahan, kekeruhan dan muatan padatan tersuspensi menggunakan metode meteran,piring secchi,Potensiometrik, spektofotometrik, Sedangkan warna ,bau,suhu menggunakan metode Merckoquant,manual, thermometer Hg. Tingkat pencemaran masih ambang batas baku mutu untuk bisa dimanfaatkan untuk wisata air, Akan tetapi bau warna pendangkalan masih ditemukan pada lokasi B ( 0,7 m) merupakan lokasi paling dangkal.yang diakibatkan oleh endapan sampah organik yang berasal dari pemukiman penduduk dan endapan dari limbah industri. Untuk itu perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah dan pemrakarsa. Tingginya nilai kekeruhan antara 4,67-10,36 NTU dengan rataan 7,89 NTU. pada lokasi C di akibatkan oleh menumpuknya bahan organik yang berasal dari aktivitas perumahan dan industri disekitar pinggir sungai. Kecerahan cendrung semakin hilir sungai semakin meningkat, diduga disebabkan berhubungan dengan nilai kekeruhan dan padatan tersuspensi dibarengi dengan bau yang sangat menyengat akibat dari adanya penguraian bahan organik oleh mikroorganisme yang berasal dari limbah domestic dan limbah industri pangan. Tingginya bahan organik menunjukkan adanya jenis mikroorganisme sehingga proses biologi bisa berangsung. Berlangsungnya proses biologi menunjukkan keseimbangan ekosistem masih terjadi.
ANALISIS PERFORMANSI (COP) TERMOELECTRIC COOLER DENGAN PERANGKAIAN SERI DAN PARALEL Luh Putu Ike Midiani; Ida Bagus Gd Widiantara
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 13 No 2 (2013): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.482 KB)

Abstract

Teknologi Thermoelectric cooler merupakan sebuah sumber energi alternatif dalam menjawab kebutuhan pendingin yang hemat energi. Di samping hemat energi, teknologi ini juga relatif lebih ramah lingkungan, tahan lama dan tidak berisik. Ide dasar dari pengujian ini adalah menguji bagaimanakah performansi (COP) dari Thermoelectric cooler apabila dipasang secara seri atau pararel. Hal ini berangkat dari kebutuhan energi yang yang akan dipakai apabila thermoelectric ini dipasang secara seri atau paralel. Penerapan teknologi ini dimaksudkan untuk mendapatkan performansi yang optimal yang nantinya akan berbanding lurus dengan kemampuan pendinginan yang terpasang pada cooler box. Hasil penelitian menunjukkkan bahwa pemanfaatan thermoelectric dengan perangkaian seri ataupun paralel masing-masing memiliki keuntungan dan kekurangannya. Thermoelectric dengan perangkaian seri lebih sesuai untuk minuman dan makanan siap konsumsi, dengan daya yang diperlukan lebih kecil yaitu 20-40 watt. Thermoelectric dengan perangkaian paralel sesuai untuk mendinginkan bahan makanan mentah seperti daging atau ikan namun daya yang diperlukan lebih besar yaitu antara 100-120 watt.
STUDI ANALISIS PENAMBAHAN TRANSFORMATOR SISIPAN UNTUK MENOPANG BEBAN LEBIH DAN DROP TEGANGAN PADA TRANSFORMATOR DISTRIBUSI KA 1516 PENYULANG BUDUK MENGGUNAKAN SIMULASI PROGRAM ETAP 7.0. I Putu Sutawinaya; I Wayan Teresna; Febry Setyacahyana P
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 14 No 3 (2014): November
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.508 KB)

Abstract

Transformator distribusi berfungsi untuk mentransformasikan energi listrik dari sumber listrik ke pelanggan. PT. PLN (Persero) sebagai perusahaan pengelola sistem tenaga listrik selalu berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggannya. Untuk tetap dapat menjaga kualitas, maka keandalan sistem distribusi harus selalu terjaga dengan baik. Agar sistem distribusi tetap andal, maka prosentase pembebanan pada transformator distribusi tersebut jangan sampai melebihi ketentuan yaitu 80% dari bebannya. Begitu juga dengan drop tegangan di sisi pelanggan tidak lebih dari 10%. Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan data pengukuran dan hasil simulasi ETAP, diketahui terjadi kenaikan pembebanan pada transformator KA 1516 secara berkala. Begitu juga terjadi drop tegangan di sisi pelanggan paling ujung yang relatif besar, yaitu sebesar 18,48%. Untuk dapat memperbaiki kondisi seperti ini, PT. PLN (Persero) telah berupaya untuk menambah suatu transformator sisipan dengan kapasitas sebesar 160 kVA. Berkenaan dengan pemasangan transformator sisipan tersebut, penulis membuat pemetaan terhadap tata letak Transfromator tersebut di lokasi. Harapannya agar keandalan dan kontinyuitas penyaluran energi listrik di lokasi tersebut tetap terjaga dengan baik.
ANALISIS PERUBAHAN KEKERASAN PERMUKAAN BAJA (St. 42) DENGAN PERLAKUAN PANAS 800◦C MENGGUNAKAN METODE VICKERS DI LABORATORIUM UJI BAHAN POLITEKNIK NEGERI BALI. Ketut Rimpung
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 17 No 1 (2017): March
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.769 KB)

Abstract

Menurut teori, kekerasan permukaan baja akan naik bila dilakukan pemanasan mencapai batas suhu transformasi lalu didinginkan secara cepat. Demikian juga, kekerasan baja akan turun bila diperlakukan sebaliknya, [2]. Kekerasan baja dapat diketahui melalui pengujian menggunakan mesin uji kekerasan logam yang tersedia di laboratorium pengujian bahan dan metrologi, Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Bali. Proses pengujian kekerasan dilakukan dengan menekan permukaan benda uji menggunakan penetrator tertentu dalam waktu tertentu, sampai permukaan benda uji rusak atau terjadi identasi pada permukaan benda uji. Pengujian ini bertujuan untuk dapat mengetahui perubahan kekerasan baja (St.42 standar) dibandingkan dengan baja jenis yang sama setelah mendapat perlakuan panas untuk dikeraskan maupun yang dilunakkan. Penelitian ini dilakukan bersama mahasiswa programstudi teknik mesin semester IV di laboratorium uji bahan Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Bali. Penelitian ini menguji kekerasan baja (St. 42) menggunakan metode Vickers. Hasil pengujian dengan metode Vickes yaitu baja yang dikeraskan melalui pemanasan 800◦C dan didinginkan cepat menggunakan air tawar, ternyata menjadi lebih lunak dibandingkan dengan baja (St.42standar). Fakta hasil penelitian: kekerasan St.42Standar =105,226 Kg/mm2, kekerasan St.42 Hardening = 81,977 Kg/mm2, dan kekerasan St.42 Anaeling =75,264 Kg/mm2. Jadi, ada ketidak sesuaian antara teori dibandingkan fakta hasil pengujian kekerasan dengan metode Vickers, pada baja dengan pendinginan cepat. Sedangkan, fakta hasil pengujian kekerasan baja yang dilunakkan sesuai dengan teori.
EVALUASI TERHADAP KINERJA PERKERASAN RIGID PADA PERSIMPANGAN DEWA RUCI (UNDERPASS) JALAN NGURAH RAI I Wayan Wiraga; I G A G Surya Negara; I Gede Sastra Wibawa
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 14 No 2 (2014): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.722 KB)

Abstract

Perkerasan beton pada persimpangan Dewa Ruci Kuta dibangun pada anggaran tahun 2012 sampai 2013. Perkerasan beton ini sebagian dibangun diatas box culvert. Jalan beton ini merupakan jalan beton tanpa tulangan. Box Culvert berada di atas permukaan tanah lunak. Ketebalan lapisan tanah lunak pada lokasi ini mencapai 17 meter. Telah terjadi retak memanjang pada ruas jalan arah sunset road sebelah kiri dan kanan jalan. Retak memanjang tersebut tepat berada pada permukaan jalan di atas box culvert. Kejadian ini ditenggarai akibat terjadinya penurunan pada box culvert. Hal ini sudah menyalahi konsep jalan beton yang harus berada di atas permukaan yang stabil. Solusi sementara untuk mengatasi retak ini adalah dengan menutup retak dengan silent dari bahan aspal. Apabila penurunan terus terjadi sampai mengganggu lalu lintas, maka terpaksa harus dioverlay dengan lapisan aspal. Pada beberapa tempat di persimpangan Dewa Ruci, permukaan perkerasan tekstur permukaannya sudah tidak ada begitu jalan mulai dioperasikan. Yang tampak justru permukaan agregat kasar dan kondisi ini sebagian sudah ditutup dengan lapisan aspal tipis. Hal ini diperkirakan akibat mutu beton yang tidak sesuai dengan spesipikasi sehingga terjadi keausan permukaan. Kalau sampai permukaan seperti ini harus ditutup/dioeverlay dengan lapisan aspal, tentu sudah menyalahi konsep jalan beton yang seharusnya tidak memerlukan pemeliharaan rutin berupa overlay. Disarankan untuk tidak makai perkerasan rigid untuk pondasi jalan yang tidak stabil dan rawan mengalami penurunan. Lapisan tanah dibawah box culver yang berupa tanah lunak harus direkayasa daya dukungnya untuk mendapatkan dudukan yang stabil. Perbaikan daya dukung bisa dilakukan dengan mengganti lapisan tanah yang ada atau dengan memadatkan lapisan tanah setempat mulai kedalaman tertentu dari muka dasar saluran.
Risk Analysis of Project Scheduling Using Microsoft Excel I Nyoman Suardika; Kadek Adi Suryawan; I Ketut Sutapa; I Komang Sudiarta; I Made Suardana Kader
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 18 No 3 (2018): November
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.84 KB) | DOI: 10.31940/logic.v18i3.1135

Abstract

Scheduling plays a very important role for the successful implementation of construction projects. One of the biggest risks in scheduling is in terms of project costs and duration uncertainty. To anticipate these uncertainties, scheduling methods have been developed using probabilistic duration, including PERT and Monte Carlo Simulation methods. In this research the simulation process was carried out using Microsoft Excel which was integrated with @Risk's add-ins. From the results of the analysis, the project duration obtained from the scheduling model with the CPM method, conventional PERT and Monte Carlo simulation produces an average value that is close to the same. The difference occurs in the standard deviation value, the conventional PERT method produces the smallest standard deviation, followed by a Monte Carlo simulation using the PERT distribution and the last is Monte Carlo simulation using the TRIANGULAR distribution. From the results of the sensitivity analysis, it was found that the dominant input variables that affect the duration of the project are the duration of activities that most often enter the critical path or those that have a great critical index. Meanwhile, project costs are influenced by a combination of the duration of activities on the critical path and activities that have a great direct cost.

Page 3 of 27 | Total Record : 265