cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Dakwah
ISSN : 16938054     EISSN : 2581236X     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
FOCUS The focus is to provide readers with a better understanding of dakwah knowledge and activities the life on Indonesian Muslims. SCOPE The subject covers textual and fieldwork studies with various perspectives of communication and broadcasting Islam, guidance and counseling Islam, management dakwah, development of Islamic societies and many more. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines.
Arjuna Subject : -
Articles 341 Documents
Da'wah transformation as a response to community solidarity and government regulations Mochammad Irfan Achfandhy; Lina Amiliya; Nik Amni Sajidah
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 42, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v42.2.11517

Abstract

Purpose - The purpose of the study elaborates on how the da'wah transformations were carried out by the da'i in response to the tension between a sense of solidarity and government regulations related to the Covid-19 Health Protocol.Method - This study uses a descriptive qualitative approach with a case study strategy. Data collection is obtained from participant observation and interviews with da'i and group administrators.Result - The results showed that the actualization of da'wah transformation includes the convergence of da'wah media, collaborative da'wah messages and personal assistance to the congregation after the da'wah. As a result, the research findings show that the response from da'wah activities can be an alternative to minimize social conflict as well as a government stakeholder in campaigning for the Covid-19 Health Protocol.Implication – Recommendations for future research can be made by taking and determining more complex research objects from various different backgrounds. Thus, da'wah science will be increasing widespread and da'wah activities can answer the needs of society in the current era.Originality – This research is a multidiciplinary study between da'wah and culture in response to high community solidarity and government regulations in the covid-19 pandemic era***Tujuan – Tujuan penelitian ini menguraikan tentang bagaimana transformasi dakwah yang dilakukan oleh para da'i dalam menyikapi ketegangan antara rasa solidaritas dan regulasi pemerintah terkait Protokol Kesehatan Covid-19.Metode - Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan strategi studi kasus. Pengumpulan data diperoleh dari observasi partisipan dan wawancara dengan da'i dan pengurus kelompok.Hasil - Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktualisasi transformasi dakwah meliputi konvergensi media dakwah, pesan dakwah kolaboratif dan pendampingan pribadi kepada jemaah pasca dakwah. Hasilnya, temuan penelitian menunjukkan bahwa respon dari kegiatan dakwah dapat menjadi salah satu alternatif untuk meminimalisir konflik sosial sekaligus sebagai pemangku kepentingan pemerintah dalam mengkampanyekan Protokol Kesehatan Covid-19.Implikasi – Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya dapat dilakukan dengan mengambil dan menentukan objek penelitian yang lebih kompleks dari berbagai latar belakang yang berbeda. Dengan demikian, ilmu dakwah akan semakin meluas dan kegiatan dakwah dapat menjawab kebutuhan masyarakat di era sekarang ini.Orisinalitas – Penelitian ini merupakan kajian multidisiplin antara dakwah dan budaya dalam menyikapi tingginya solidaritas masyarakat dan regulasi pemerintah di era pandemi covid-19.
Performance of islamic religious counselors in executing counseling function during the Covid-19 pandemic Rini Laili Prihatini; Eri Rustamaji
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 42, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v42.2.13344

Abstract

Purpose - This paper presents the results of the performance analysis of Islamic Religious Counselors in 6 provinces on the island of Java during the COVID-19 pandemic. This analysis needs to be conducted considering that on one hand, there are quite complex community problems that need to be managed by Religious Counselors, while on the other hand the number of Islamic Religious  Counselors, especially those with the Civil Servants (PNS) status, is not proportional to the large and diverse number of target audiences.Method - This study uses a quantitative approach with a survey method. The research sample was 96 Functional Islamic Religious Counselors (PAIF/PNS) which were collected using simple random sampling techniques in 6 provinces, namely DKI Jakarta, Banten, West Java, Central Java, Special Region Yogyakarta, and East Java. Data collection techniques were carried out by observing and distributing online questionnaires through google forms. Descriptive statistics and inferential statistics (Spearman rank correlation) were used for analyzing data.Result - The results showed that: 1) the level of social support, situational support, and the performance of the counselors were classified as moderate, and 2) social support and situational support were positively and significantly related to the performance of the Islamic religious counselors in carrying out their counseling function during the COVID-19 pandemic. This means that the higher the social support and situational support, the better the performance of the religious instructor in carrying out the counseling function during the COVID-19 pandemic, and vice versa.Implication - The level of performance of Islamic religious instructors can be used as a consideration to determine the right training or self-development program for religious counselors in carrying out their functions properly.Originality - This paper is the first research report that analyzes the performance of functional Islamic religious instructors, covering 6 provinces on the island of Java, in carrying out their outreach functions during the Covid-19 pandemic.  ***Tujuan - Makalah ini menyajikan hasil analisis kinerja Konselor Agama Islam di 6 provinsi di Pulau Jawa selama pandemi COVID-19. Analisis ini perlu dilakukan mengingat di satu sisi permasalahan masyarakat cukup kompleks yang perlu dikelola oleh Penyuluh Agama, sementara di sisi lain banyaknya Konselor Agama Islam, khususnya yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). tidak sebanding dengan jumlah khalayak sasaran yang besar dan beragam.Metode – Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel penelitian adalah 96 Pendamping Agama Islam Fungsional (PAIF/PNS) yang dikumpulkan dengan menggunakan teknik simple random sampling di 6 provinsi yaitu DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan penyebaran kuesioner online melalui google form. Statistik deskriptif dan statistik inferensial (korelasi peringkat Spearman) digunakan untuk menganalisis data.Hasil - Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) tingkat dukungan sosial, dukungan situasional, dan kinerja konselor tergolong sedang, dan 2) dukungan sosial dan dukungan situasional berhubungan positif dan signifikan dengan kinerja konselor agama Islam. dalam menjalankan fungsi penyuluhan di masa pandemi COVID-19. Artinya, semakin tinggi dukungan sosial dan dukungan situasional, maka semakin baik kinerja penyuluh dalam menjalankan fungsi penyuluhan di masa pandemi COVID-19, begitu pula sebaliknya.Implikasi - Tingkat kinerja penyuluh agama Islam dapat dijadikan pertimbangan untuk menentukan program pelatihan atau pengembangan diri yang tepat bagi penyuluh agama dalam menjalankan fungsinya dengan baik.Orisinalitas - Tulisan ini merupakan penelitian pertama yang menganalisis kinerja fungsional penyuluh agama Islam yang mencakup 6 provinsi di Pulau Jawa dalam menjalankan fungsi dakwahnya di masa pandemi Covid-19.
Strategy for developing da'wah broadcast programs on television in the millennial era Ahmad Zaini; Nur Ahmad
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 42, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v42.2.10842

Abstract

Purpose - This study aims to determine the planning and production of religious broadcast programs and to find strategies for developing Da'wah broadcast programs so that millennials are interested.Method - This study uses a qualitative method. Data collection techniques use the methods of observation, interviews, and documentation.Result - The contribution of this research is about the importance of the strategy of developing da'wah through television in order to present popular, and competent sources without any hidden agenda, and have different backgrounds. In addition, cadre presenters from the millennial generation, generation Z, empowered presenters who are eye-catching, fashionable, smart, communicative, capable of public speaking, smart in their way of thinking, and influencers who have lots of followers.Implication - The contribution of this research is about the importance of the strategy of developing da'wah through television in order to present popular and competent sources without any hidden agenda, and have different backgrounds. In addition, cadre presenters from the millennial generation, generation Z, empowered presenters who are eye-catching, fashionable, smart, communicative, capable of public speaking, smart in their way of thinking, and influencers who have lots of followers.Originality - This study focuses on the development of da'wah through television so that it continues to exist in this millennial era.***Tujuan - Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan dan produksi program siaran religi serta menemukan strategi pengembangan program siaran dakwah agar diminati generasi milenial.Metode – Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi.Hasil - Kontribusi penelitian ini adalah tentang pentingnya strategi pengembangan dakwah melalui televisi agar menghadirkan narasumber yang populer, kompeten, tanpa agenda tersembunyi, dan memiliki latar belakang yang berbeda. Selain itu, kader presenter dari generasi milenial, generasi Z, presenter berdaya yang eye-catching, fashionable, smart, komunikatif, mampu public speaking, cerdas cara berpikirnya, dan influencer yang memiliki banyak followers.Implikasi - Kontribusi penelitian ini adalah tentang pentingnya strategi pengembangan dakwah melalui televisi untuk menghadirkan narasumber yang populer dan kompeten tanpa agenda tersembunyi, serta memiliki latar belakang yang berbeda. Selain itu, kader presenter dari generasi milenial, generasi Z, presenter berdaya yang eye-catching, fashionable, smart, komunikatif, mampu public speaking, cerdas cara berpikirnya, dan influencer yang memiliki banyak followers.Orisinalitas - Kajian ini berfokus pada perkembangan dakwah melalui televisi agar tetap eksis di era milenial ini.
Kiai Masykur’s teaching of Sambelun (1860-1960) as a model of sufistic da’wah Hajam Hajam; Theguh Saumantri; Gumilar Irfanullah; Indah Dwi Nurhidayah
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 42, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v42.2.13606

Abstract

Purpose - literature of Sufism in the archipelago showed that  Islamic doctrines that have been preached in society have been dialectic with local developments and culture. This assumes an unique yet effective form of da’wah.  The purpose of this study is to explain the core teachings of Sambelun as a model of da’wah used by Kiai Masykur to spead Islamic teachings and doctrines among his surroundings.Method - This paper is  based on library research related to the points of Sambelun's teachings. In dissecting and uncovering Sambelun's teachings, three stages of data collection techniques are used, namely the orientation stage, the data collection stage and data analysis.Result - Sambelun teachings presuppose a human journey that must be forged and trained strictly and continuously with mujahadah and riyadhah in order to obtain the status of insan kamil  (perfect/universal man).Implication - Sambelun teachings are  combination of Sufism and local culture which made a distingtion of Javanese Islam, including in Cirebon. Sambelun introduces the essence of man which is the ultimate goal for every salik of God’s path.Originality - This research is a study of local Sufism in Cirebon by exploring the core of the character's thinking. Furthermore, this study aims to take a deeper look at the role of da’wah of  kiai masykur in speading Islam among his surroundings.  ***Tujuan - literatur tasawuf di nusantara menunjukkan bahwa ajaran Islam yang diwartakan di masyarakat telah berdialektika dengan perkembangan dan kebudayaan setempat. Ini mengasumsikan bentuk da’wah yang unik namun efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan inti ajaran Sambelun sebagai model da’wah yang digunakan Kiai Masykur untuk menyebarkan ajaran dan doktrin Islam di lingkungannya.Metode - Tulisan ini berdasarkan studi kepustakaan terkait dengan pokok-pokok ajaran Sambelun. Dalam membedah dan mengungkap ajaran Sambelun digunakan tiga tahapan teknik pengumpulan data yaitu tahap orientasi, tahap pengumpulan data dan analisis data.Hasil - Ajaran Sambelun mengandaikan perjalanan manusia yang harus ditempa dan dilatih secara ketat dan berkesinambungan dengan mujahadah dan riyadhah untuk memperoleh status insan kamil (manusia sempurna/universal).Implikasi - Ajaran Sambelun merupakan perpaduan tasawuf dan budaya lokal yang menjadi pembeda Islam Jawa, termasuk di Cirebon. Sambelun memperkenalkan hakikat manusia yang merupakan tujuan akhir dari setiap salik jalan Tuhan.Orisinalitas - Penelitian ini merupakan kajian tasawuf lokal di Cirebon dengan menggali inti pemikiran tokoh. Selanjutnya, penelitian ini bertujuan untuk melihat lebih dalam peran da’wah kiai masykur dalam da’wah Islam di lingkungannya.
Interfaith tolerance through the Media of Indonesian newspapers Umi Halwati; Imam Alfi
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 42, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v42.2.11819

Abstract

Purpose - This research is motivated by the reality of the issue of tolerance which is inseparable from the mass media. In the era of information and technology, interfaith tolerance is carried out with the help of technology, namely communication mediated by the mass media. This is because the mass media participates in constructing the reality of tolerance that is presented in Indonesian society with various religions. The mass media arranges the reality of various events of tolerance to become a meaningful discourse.Method - The research method used is framing analysis as a method to dismantle how the media constructs reality. The research data was obtained through news articles about interfaith tolerance in the newspapers Kompas, Republika, and Media Indonesia in 2016-2017 as the primary data, and supporting books or books relevant to research studies as the secondary data. The analysis technique used was the analysis of Zondhang Pan and Gerald M. Kosicki's models per news text on Kompas, Republika, and Media Indonesia.Result - The results of the research show that there are two important things, namely the reality of events and the reality of the media. What is presented by the media is the reality of the media. The reality of the media is not something to be taken for granted because the media actively shapes the reality of interfaith tolerance. The reality of inter-religious tolerance as a sensitive issue is constructed in various ways among the newspapers Kompas, Republika, and Media Indonesia; Each of the Indonesian newspaper media contributes to building interfaith harmony and national integration; Regarding religious tolerance, Kompas framing: Indonesia is a tolerant and harmonious country amidst religious diversity. Republika: Muslims are tolerant people. Media Indonesia: tolerance in Indonesia is still maintained.Implications - The reality of tolerance in the media has implications for tolerance in people's lives, that religious differences are a reality, so their existence must be respected.Originality - This research analyzes interfaith tolerance referring to media framing.***Tujuan - Penelitian ini dilatarbelakangi oleh realita isu toleransi yang tidak terlepas dari media massa. Di era informasi dan teknologi, toleransi antar umat beragama dilakukan dengan bantuan teknologi, yaitu komunikasi yang dimediasi oleh media massa. Pasalnya, media massa ikut mengkonstruksi realitas toleransi yang dihadirkan masyarakat Indonesia dengan berbagai agama. Media massa menata realitas berbagai peristiwa toleransi menjadi wacana yang bermakna.Metode – Metode penelitian yang digunakan adalah analisis framing sebagai metode untuk membongkar bagaimana media mengkonstruksi realitas. Data penelitian diperoleh melalui artikel berita tentang toleransi antaragama di surat kabar Kompas, Republika, dan Media Indonesia tahun 2016-2017 sebagai data primer, dan buku atau buku pendukung yang relevan dengan kajian penelitian sebagai data sekunder. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis model Zondhang Pan dan Gerald M. Kosicki per teks berita di Kompas, Republika, dan Media Indonesia.Hasil - Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua hal penting yaitu realitas peristiwa dan realitas media. Apa yang disajikan oleh media adalah realitas media. Realitas media bukanlah sesuatu yang bisa diterima begitu saja karena media secara aktif membentuk realitas toleransi antaragama. Realitas toleransi antar umat beragama sebagai isu sensitif dikonstruksikan dengan berbagai cara di antara surat kabar Kompas, Republika, dan Media Indonesia; Setiap media surat kabar Indonesia berkontribusi dalam membangun kerukunan antar umat beragama dan integrasi bangsa; Terkait toleransi beragama, Kompas membingkai: Indonesia adalah negara yang toleran dan rukun di tengah keberagaman agama. Republika: Umat Islam adalah umat yang toleran. Media Indonesia: Toleransi di Indonesia masih terjaga.Implikasi - Realitas toleransi di media berimplikasi pada toleransi dalam kehidupan masyarakat, bahwa perbedaan agama adalah sebuah realitas, sehingga keberadaannya harus dihormati.Orisinalitas - Penelitian ini menganalisis toleransi antaragama yang mengacu pada framing media.
Da’wah movement of Majelis Ilmu and Dzikir Ar-Raudhah in strengthening ahlussunnah wal jamaah understanding in Surakarta City Kasmuri Kasmuri; Agus Riyadi
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 42, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v42.2.13388

Abstract

Purpose - The aims of this study to recognize the view of leader of Majelis Ilmu and Dzikir Ar-Raudhah towards ahlussunnah wal jamaah, as well as dakwah movement activities and reinforcement form performed by Majelis Ilmu and Dzikir Ar-Raudhah  towards the understanding of ahlussunnah wal jamaah in Surakarta CityMethod - This research is qualitative field research. Data collection was obtained through a free interview, participant observation, and documentation study. It is further analyzed through three stages i.e. reduction, display, and verification.Result - This study suggests that the view of the leader of Majelis Ilmu and Dzikir Ar-Raudhah towards the understanding of ahlussunnah wal jamaah could be divided into several points of view i.e. from the point of view of fiqh, science of hadith, science of sirah and science of aqidah. Dakwah movement and the form of reinforcement of Majelis Ilmu and Dzikir Ar-Raudhah towards the understanding of ahlussunnah wal jamaah in Surakarta City is by using various kinds of media and methods. Social media movement by creating apps, websites, and IT Developer, dakwah movement through printed media by the publishing of the book of aswaja as well as the law foundation completely, direct dakwah movement such as tabligh akbar.Implication – the implication of this research is related to the importance of the dakwah implementation in reinforcing the understanding of ahlussunnah wal jamaahOriginality – this research analyzes the view of leader of Majelis Ilmu and Dzikir Ar-Raudhah  towards the understanding of ahlusunnah wal jamaah, and the activities of dakwah movement in reinforcing the understanding of ahlussunnah wal jamaah in Surakarta City.   ***Tujuan - penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan pimpinan majelis ilmu dan dzikir Ar-Raudhah terhadap ahlussunnah wal jamaah, serta kegiatan gerakan dakwah dan bentuk penguatan yang dilakukan oleh Majelis Ilmu dan Dzikir Ar-Raudhah terhadap pemahaman ahlussunnah wal jamaah di Kota SurakartaMetode - Penelitian ini merupakan penelitian lapangan kualitatif. Pengumpulan data diperoleh melalui wawancara bebas, observasi partisipan, dan studi dokumentasi. Selanjutnya dianalisis melalui tiga tahapan yaitu reduksi, display, dan verifikasi.Hasil - Penelitian ini menunjukkan bahwa pandangan pimpinan majelis ilmu dan dzikr Ar-Raudhah terhadap pemahaman ahlussunnah wal jamaah dapat dibagi menjadi beberapa sudut pandang yaitu dari sudut pandang fiqh, ilmu hadits, ilmu sirah dan ilmu akidah. Gerakan dakwah dan bentuk penguatan majelis ilmu dan dzikr Ar-Raudhah terhadap pemahaman ahlussunnah wal jamaah di Kota Surakarta adalah dengan menggunakan berbagai media dan metode. Gerakan media sosial dengan membuat aplikasi, website, dan IT Developer, gerakan dakwah melalui media cetak dengan penerbitan kitab aswaja serta yayasan hukum secara lengkap, gerakan dakwah langsung seperti tabligh akbar.Implikasi – implikasi penelitian ini terkait dengan pentingnya implementasi dakwah dalam memperkuat pemahaman ahlussunnah wal jamaah.Orisinalitas – penelitian ini menganalisis pandangan pimpinan majelis ilmu dan dzikr Ar-Raudhah terhadap pemahaman ahlusunnah wal jamaah, dan aktivitas gerakan dakwah dalam memperkuat pemahaman ahlussunnah wal jamaah di Kota Surakarta.
Buya Yahya's da'wah message and crisis communication strategy in responding to the Covid-19 pandemic Asna Istya Marwantika; Dawam Multazamy Rohmatullah
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 42, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v42.2.11627

Abstract

Purpose - The purpose of this study was to examine the da’wa message and crisis communication strategy carried out by Buya Yahya in responding to the COVID-19 pandemic on YouTube Al-Bahjah TV in the 2020-2022 period.Method - This research uses a qualitative approach with a descriptive type of research. Data collection techniques through observation and documentation. Data analysis techniques use qualitative content analysis in the form of data collection, data coding, data analysis and data interpretation.Result  -  The results showed that Buya Yahya's contribution in responding to the COVID-19 pandemic in Indonesia through Al-Bahjah TV's YouTube for the period of March 2020 to April 2022 by amplifying da'wah messages as many as 76 videos.  The result of the categorization of Buya Yahya's proselytizing message in the form of sharia themes dominates with a percentage of 65%.  Moral themes with a percentage of 26%, and akidah themes of 9%. Crisis communication carried out by Buya Yahya using a message strategy in the form of instructing information and adjusting information.Implication –This research explores daí's contribution in responding to the COVID-19 pandemic. Daí uses a crisis communication approach that adapts to the situation and conditions of his madú during the COVID-19 pandemic. The contribution of daí in crisis situations becomes an affirmation that Islamic proselytizing is shalih li kulli zaman wa makan or da'wah in harmony with situational and contextual developments according to the space and time that surrounds itOriginality - This study uses crisis communication strategies in amplifying proselytizing messages in the form of akidah, muamalah and akhlak.***Tujuan - Tujuan penelitian ini adalah mengkaji pesan dakwah dan strategi komunikasi krisis yang dilakukan oleh Buya Yahya dalam merespon pandemi COVID-19 di YouTube Al-Bahjah TV pada periode 2020-2022.Metode - Penelitian ini  menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan melalui observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis isi kualitatif berupa pengkoleksian data, pengkodingan data, analisis data dan interpretasi data.Hasil  -  Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi Buya Yahya dalam merespon pandemi COVID-19 di Indonesia melalui YouTube Al-Bahjah TV periode Maret 2020 hingga April 2022 dengan melakukan amplifikasi pesan dakwah sebanyak 76 video.  Hasil dari kategorisasi pesan dakwah Buya Yahya berupa tema syariah mendominasi dengan presentase sebesar 65%.  Tema akhlak dengan presentase sebesar 26%, dan tema akidah sebesar 9%. Komunikasi krisis yang dilakukan Buya Yahya dengan menggunakan strategi pesan berupa instructing information dan adjusting information.Implikasi – Penelitian ini mengeksplorasi kontribusi daí dalam merespon pandemi COVID-19. Daí menggunakan pendekatan komunikasi krisis yang menyesuaikan dengan situasi dan kondisi madú nya pada masa pandemi COVID-19. Kontribusi daí dalam situasi krisis menjadi penegasan bahwa dakwah Islam itu shalih li kulli zaman wa makan atau dakwah selaras dengan perkembangan situasional dan kontekstual sesuai dengan ruang dan waktu yang melingkupinyaOrisinalitas - Penelitian ini menggunakan strategi komunikasi krisis dalam mengamplifikasi pesan dakwah berupa akidah, muamalah dan akhlak
Da’wah bi al-Rihlah: A methodological concept of da’wah based on travel and tourism Ibnu FIkri
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 42, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v42.2.13591

Abstract

Objective This article will examine methodological concepts of science of da'wah packed into travel and tourism activities. As it will emerge, da'wah bi al-rihlah is an emic term in Islam to describe da'wah method of traveling from one place to another.Method The method used in this research is qualitative with a phenomenological approach. While the data collected for review comes from journal articles, books, and cultural records from various sources that are appropriate to the research topic.Result The results of this study argue that the term al-rihlah in the context of da'wah can be one of the approaches or methods of da'wah which is carried out by Muslims as a practical effort to support the dissemination of Islamic teachings in society. The concept of da'wah bi al-rihlah which has a concrete meaning of the method of da'wah through travel shows that this activity is very identical to the concept of wisata religi (religious tourism). This then has a consequence of how to synchronize theory and practice in the field.Implication The methodological conception that has been formed in this study will support the theoretical and practical impact of da'wah scholarship which continue to require a development from various perspectives.Originality The study of da’wah bi al-rihlah will place its position as an answer to the dynamics of social change to harmonize the scope of other established da'wah methods, such as da'wah bi al-hal, da'wah bi al-lisan, da'wah bi al-qalam, etc.***Tujuan artikel ini akan mengkaji konsep metodologi ilmu dakwah yang dikemas dalam kegiatan perjalanan dan wisata. Seperti yang akan muncul, dakwah bi al-rihlah adalah istilah emic dalam Islam untuk menggambarkan metode dakwah bepergian dari satu tempat ke tempat lain.Metode metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Sedangkan data yang dikumpulkan untuk ditelaah berasal dari artikel jurnal, buku, dan catatan budaya dari berbagai sumber yang sesuai dengan topik penelitian.Hasil penelitian ini berpendapat bahwa istilah al-rihlah dalam konteks dakwah dapat menjadi salah satu pendekatan atau metode dakwah yang dilakukan umat Islam sebagai upaya praktis untuk mendukung penyebarluasan ajaran Islam. dalam masyarakat. Konsep dakwah bi al-rihlah yang memiliki arti konkrit tentang metode dakwah melalui perjalanan menunjukkan bahwa kegiatan ini sangat identik dengan konsep wisata religi (wisata religi). Hal ini kemudian membawa konsekuensi bagaimana mensinkronkan teori dan praktek di lapangan.Implikasi Konsepsi metodologis yang terbentuk dalam kajian ini akan mendukung dampak teoritis dan praktis keilmuan dakwah yang terus membutuhkan pengembangan dari berbagai perspektif.Orisinalitas Kajian dakwah bi al-rihlah akan menempatkan posisinya sebagai jawaban atas dinamika perubahan sosial untuk menyelaraskan ruang lingkup metode dakwah lain yang mapan, seperti dakwah bi al-hal, dakwah bi al-lisan, dakwah bi al-qalam, dll.
Da’wah in community development: Analysis of community development methods in the Al-Qur’an Achmad Ghozali; Yulia Annisa; Muhlasin Muhlasin
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 42, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v42.2.12485

Abstract

Objective - The objective of this study focuses on analyzing the Qur'anic concept of empowerment methods to anticipate the negative impacts of modernization by grounding Islamic teachings through community empowerment with the concept of development that must be comprehensive, touching, and penetrating human identity.Method - The study method is carried out through a literature study, with content analysis techniques.Result - The results of this study analyzed 3 methods, they are 1) the al-Hikmah method a) through comparative (comparison), b) through proverbs (examples), c) through history (stories). 2) Method of Da'wah al-Mau'izhah al hasanah; a) Education and teaching, b) Guidance and counseling. c) uswahwa al-tathbiq (good example). 3) Da'wah al-Mujlah hiya ahsan method a) Deliberation of FGD (Focus Group Discussion), b) Muzakarah (Participatory Learning and Action), or Participatory Learning and Practice Processes). c) Mubahalah (Farmers Field School) or Field School.Implication – This method suggests enriching insight and a comparison with empowerment theories discussed from the current concepts and improving the performance of Islamic community empowerment skills.Originality - The focus of this research produces an empowerment method that is not only limited to the aspect of material welfare but can build a whole person, from all material and spiritual aspects simultaneously.  ***Tujuan - Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis konsep Al-Qur'an metode pemberdayaan untuk mengantisipasi dampak negatif modernisasi dengan membumikan ajaran Islam melalui pemberdayaan masyarakat dengan konsep pembangunan yang harus komprehensif, menyentuh, dan menembus identitas manusia.Metode – Metode penelitian dilakukan melalui studi pustaka, dengan teknik analisis isi.Hasil - Hasil penelitian ini menganalisis 3 metode yaitu 1) metode al-Hikmah a) melalui komparatif (perbandingan), b) melalui peribahasa (contoh), c) melalui sejarah (cerita). 2) Metode Dakwah al-Mau'izhah al hasanah; a) Pendidikan dan pengajaran, b) Bimbingan dan konseling. c) uswahwa al-tathbiq (teladan yang baik). 3) Metode Dakwah al-Mujlah hiya ahsan a) Musyawarah FGD (Focus Group Discussion), b) Muzakarah (Pembelajaran dan Tindakan Partisipatif), atau Proses Pembelajaran dan Praktek Partisipatif). c) Mubahalah (Sekolah Lapangan Petani) atau Sekolah Lapang.Implikasi – Metode ini menyarankan pengayaan wawasan dan pembandingan dengan teori-teori pemberdayaan yang dibahas dari konsep-konsep yang ada dan peningkatan kinerja keterampilan pemberdayaan masyarakat Islam.Orisinalitas - Fokus penelitian ini menghasilkan suatu metode pemberdayaan yang tidak hanya terbatas pada aspek kesejahteraan material tetapi dapat membangun manusia seutuhnya, dari seluruh aspek material dan spiritual secara bersamaan.
Public opinion analysis for moderate religious: Social media data mining approach Mudhofi, M.; Supena, Ilyas; Karim, Abdul; Safrodin, Safrodin; Solahuddin, Solahuddin
Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 43 No. 1 (2023)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v43.1.16101

Abstract

Purpose - This paper aims to elaborate discourses of religious moderation on social media in terms of perceptions of netizen’s responding to the values of religious moderation.Method - This study uses text mining to interpret and categorize comments from Twitter about the values of moderation. In addition, sentiment analysis used to capture the number of positive and negative words in each tweet. Data analysis was used to extract and explore the dominant Twitter users' emotions around the values of moderation.Result  -  Sentiment analysis results indicate the variance of Twitter users' public participation in providing perceptions of religious or religious moderation values. The variance of public views of Twitter users on the issue of religious moderation content shows that positive sentiment is higher than negative sentiment.Implication – This research contributes to the study of religious moderation more broadly by understanding how social media users perceive and showing how machine learning (text mining) can help better understand concepts related to the values of moderation.Originality - This study presents a new methodology and analytical approach to investigating moderate religious in social media conversations, which brings together a multidisciplinary knowledge of technology, data science and religious studies. This research is the first study that used data mining approach to public opinion analysis for moderate religious in Indonesia.***Tujuan -  Tulisan ini bertujuan untuk mengelaborasi wacana moderasi beragama di media sosial ditinjau dari persepsi warganet dalam menyikapi nilai-nilai moderasi beragama.Metode - Penelitian ini menggunakan text mining untuk menginterpretasikan dan mengkategorikan komentar dari Twitter tentang nilai moderasi. Selain itu, analisis sentimen digunakan untuk menangkap jumlah kata positif dan negatif di setiap tweet. Analisis data digunakan untuk mengekstraksi dan mengeksplorasi emosi pengguna Twitter yang dominan seputar nilai moderasi.Hasil - Hasil analisis sentimen menunjukkan adanya variansi partisipasi masyarakat pengguna Twitter dalam memberikan persepsi terhadap agama atau nilai moderasi beragama. Variasi pandangan masyarakat pengguna Twitter terhadap isu konten moderasi beragama menunjukkan bahwa sentimen positif lebih tinggi daripada sentimen negatif.Implikasi – Penelitian ini berkontribusi pada kajian moderasi beragama secara lebih luas dengan memahami bagaimana persepsi pengguna media sosial dan menunjukkan bagaimana machine learning (text mining) dapat membantu lebih memahami konsep yang berkaitan dengan nilai-nilai moderasi.Orisinalitas - Studi ini menyajikan metodologi baru dan pendekatan analitis untuk menyelidiki agama moderat dalam percakapan media sosial, yang menyatukan pengetahuan multidisiplin teknologi, ilmu data, dan studi agama. Penelitian ini merupakan penelitian pertama yang menggunakan pendekatan data mining untuk analisis opini publik terhadap agama moderat di Indonesia.