cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Dakwah
ISSN : 16938054     EISSN : 2581236X     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
FOCUS The focus is to provide readers with a better understanding of dakwah knowledge and activities the life on Indonesian Muslims. SCOPE The subject covers textual and fieldwork studies with various perspectives of communication and broadcasting Islam, guidance and counseling Islam, management dakwah, development of Islamic societies and many more. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines.
Arjuna Subject : -
Articles 341 Documents
Da’wah management in halal tourism development: Implementing Pentahelix Synergy and the ACES 3.0 framework Irsyad, Mohamad; Mursyid, Achmad Yafik
Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 44 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v44.1.20223

Abstract

Purpose – This research aims to explore strategies using the criteria used in the Global Muslim Travel Index 2023, namely the ACES 3.0 framework with pentahelix synergy.Method – This research uses a qualitative method. Data collection techniques were carried out using two processes: literature review and documentation review.Results – This study shows that the Access and Environment criteria need much attention from stakeholders. The recommended suggestion is to increase collaboration between parties. While the implementation of communication and service criteria has been going quite well, it still requires the attention of stakeholders, especially regarding the provision of halal food.Implications – This research suggests further improving stakeholder collaboration to develop halal tourism to increase state revenues that can contribute to Indonesia's economic development.Originality/Value – Research on pentahelix synergy within the ACES 3.0 Framework reveals a novel approach where academia, business, government, community, and media collaborate to foster sustainable innovation and resilience. This collaborative model leverages interdisciplinary strengths to address complex societal challenges, enhancing the impact and reach of each stakeholder’s contribution.***Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi menggunakan kriteria yang digunakan dalam Indeks Perjalanan Muslim Global 2023, yaitu kerangka ACES 3.0 dengan sinergi pentahelix.Metode – Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan dua proses: tinjauan literatur dan tinjauan dokumentasi.Hasil – Studi ini menunjukkan bahwa kriteria Akses dan Lingkungan memerlukan perhatian yang besar dari para pemangku kepentingan. Saran yang direkomendasikan adalah meningkatkan kerja sama antara pihak-pihak. Sementara implementasi kriteria komunikasi dan pelayanan telah berjalan cukup baik, namun masih memerlukan perhatian dari para pemangku kepentingan, terutama mengenai penyediaan makanan halal.Implikasi – Penelitian ini menyarankan untuk meningkatkan kerja sama pemangku kepentingan untuk mengembangkan pariwisata halal guna meningkatkan pendapatan negara yang dapat berkontribusi pada pengembangan ekonomi Indonesia.Originalitas/Nilai – Penelitian tentang sinergi pentahelix dalam Kerangka ACES 3.0 mengungkap pendekatan baru di mana akademisi, bisnis, pemerintah, masyarakat, dan media bekerja sama untuk mendorong inovasi dan ketahanan yang berkelanjutan. Model kolaboratif ini memanfaatkan kekuatan lintas disiplin untuk mengatasi tantangan-tantangan sosial yang kompleks, meningkatkan dampak dan jangkauan kontribusi masing-masing pemangku kepentingan.
Countering radicalism: Text analysis on online da’wah in Indonesia Maknun, Moch Lukluil; Iswanto, Agus; Hidayat, Roch Aris; Hasfi, Nurul; Islahuddin, Islahuddin
Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 44 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v44.1.20227

Abstract

Purpose - The purpose of this study is to observe Kyai Ma'ruf Khozin's online da'wah.Method - This research uses data triangulation and qualitative text analysis to understand da'wah narratives and focus group discussions on exploring discourse production. In addition to the main informants, we also conducted snowballing in-depth interviews with related parties.Result  -  The research findings show that Kyai Ma'ruf Khozin is a Kyai who actively produces moderate Muslim discourse. He has a motive to counter misconceptions about Islamic values discussed within the Muslim community. He also intends to develop moderate Islamic teachings, both to strengthen the practices of NU citizens and to counter conservative and radical Islamic values.Implication – The implication of this study is that it requires the awareness of moderate preachers who have the authority to develop da'wah in online media.Originality/Value - the specialty of this study is one of the best practices of moderate da'wah on Facebook media, which is the simplest media and reaches all da'wah circles.***Tujuan - Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengamati dakwah online Kyai Ma'ruf Khozin.Metode - Penelitian ini menggunakan triangulasi data dan analisis teks kualitatif untuk memahami narasi dakwah dan diskusi kelompok terarah untuk mengeksplorasi produksi wacana. Selain informan utama, kami juga melakukan wawancara mendalam secara snowball dengan pihak-pihak terkait.Hasil - Temuan penelitian menunjukkan bahwa Kyai Ma'ruf Khozin adalah seorang Kyai yang aktif memproduksi wacana Muslim moderat. Ia memiliki motif untuk melawan kesalahpahaman tentang nilai-nilai Islam yang didiskusikan dalam komunitas Muslim. Ia juga bermaksud mengembangkan ajaran Islam moderat, baik untuk memperkuat praktik-praktik warga NU maupun untuk melawan nilai-nilai Islam yang konservatif dan radikal.Implikasi - Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya kesadaran para dai moderat yang memiliki otoritas untuk mengembangkan dakwah di media online.Orisinalitas/Nilai - Keistimewaan penelitian ini adalah salah satu praktik terbaik dakwah moderat di media Facebook, yang merupakan media paling sederhana dan menjangkau semua kalangan dakwah.
The Identity of Ba Alawi women islamic communicators: Najwa Shihab and Halimah Alaydrus as models Sadili, Imam; Zaidan, Ashraf Muhammed
Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 44 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v44.1.20257

Abstract

Purpose - This research aims to uncover the identity of Ba Alawite women Islamic communicators, regarding their background of being closed (exclusive) while others are a small part of being inclusive. Also, to explain their transformation from exclusive to inclusive. This research is important to know the gender equality of Ba Alawy women.Method - This research is qualitative with the type of literature review. Data is obtained from YouTube channels, journals, books, and related websites. The theory used is Mary Jane Collier's cultural identity theory.Result  -  Ba Alawi women are closed because of communication with Tarim customs and traditions carried out since childhood, in this case, Halimah Alaydrus. At the same time, Najwa Shihab is an inclusive Ba Alawi woman whose identity has been influenced by openness since childhood in communicating with all traditions and thoughts.Implication – This article is intended to provide encouragement and knowledge about the diversity of Ba Alawi women; the majority of them are exclusive, and a small number are inclusive. The climate in Indonesia and Hadramut is not the same.  And Ba Alawi women need to take opportunities in the world of da'wah.Originality/Value - This research is the first on female Islamic communication actors from among the ba alawy and their role in the world of da'wah, as well as their inclusive or inclusive life motives.***Tujuan - Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap identitas komunikator Islam perempuan Ba Alawite, mengenai latar belakang mereka yang tertutup (eksklusif) dan sebagian kecil yang inklusif. Selain itu, untuk menjelaskan transformasi mereka dari eksklusif menjadi inklusif. Penelitian ini penting untuk mengetahui kesetaraan gender perempuan Ba Alawy.Metode - Penelitian ini bersifat kualitatif dengan jenis tinjauan literatur. Data diperoleh dari kanal YouTube, jurnal, buku, dan situs web terkait. Teori yang digunakan adalah teori identitas budaya Mary Jane Collier.Hasil - Perempuan Ba Alawi tertutup karena komunikasi dengan adat dan tradisi Tarim yang dilakukan sejak kecil, dalam hal ini Halimah Alaydrus. Sementara itu, Najwa Shihab merupakan perempuan Ba Alawi yang inklusif yang identitasnya dipengaruhi oleh keterbukaan sejak kecil dalam berkomunikasi dengan semua tradisi dan pemikiran.Implikasi - Artikel ini dimaksudkan untuk memberikan dorongan dan pengetahuan tentang keberagaman perempuan Ba Alawi yang mayoritas bersifat eksklusif dan sebagian kecil bersifat inklusif. Iklim di Indonesia dan Hadramut tidak sama.  Dan perempuan Ba Alawi perlu mengambil peluang dalam dunia dakwah.Orisinalitas/Nilai - Penelitian ini merupakan penelitian pertama tentang pelaku komunikasi Islam perempuan dari kalangan ba alawy dan peran mereka dalam dunia dakwah, serta motif hidup mereka yang inklusif atau tidak.
The Use of music in islamic da'wah and its impact on audience emotional response Karimullah, Suud Sarim
Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 44 No. 2 (2024): Vol. 44 No. 2 (2024)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v44.2.20293

Abstract

Purpose - This study explores the important role of music in practical implications for the modern Islamic da'wah context. Method - This study uses library research, with integrative and connective literature analysis as the main method, to connect various perspectives from various previous studies. Result  -  Music in Islamic da'wah is not just a means of conveying messages but a transformative force capable of stirring emotions, building deep spiritual bonds, and challenging the traditional boundaries of da'wah. With its ability to trigger emotional feelings, compassion, and spiritual reflection, music can make religious messages more alive and relevant amidst the dynamics of the modern world. Implication – The use of music in conveying Islamic messages through da'wah must consider ethics, content regulations, and understanding of different cultures. In facing this challenge, intercultural collaboration, education, and awareness of the impact of music in a religious context are needed. Originality/Value - Music is not just a medium but a tool capable of helping individuals internalize religious values, facilitating more profound understanding, and stimulating deep spiritual reflection in humans. *** Tujuan - Penelitian ini mengeksplorasi peran penting musik dalam implikasi praktis untuk konteks dakwah Islam modern. Metode - Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan, dengan analisis literatur integratif dan konektif sebagai metode utama, untuk menghubungkan berbagai perspektif dari berbagai penelitian sebelumnya. Hasil - Musik dalam dakwah Islam bukan hanya sekedar alat penyampai pesan, melainkan sebuah kekuatan transformatif yang mampu menggugah emosi, membangun ikatan spiritual yang mendalam, dan menantang batas-batas tradisional dakwah. Dengan kemampuannya untuk memicu perasaan emosional, kasih sayang, dan refleksi spiritual, musik dapat membuat pesan-pesan agama menjadi lebih hidup dan relevan di tengah dinamika dunia modern. Implikasi - Penggunaan musik dalam menyampaikan pesan-pesan Islam melalui dakwah harus memperhatikan etika, regulasi konten, dan pemahaman terhadap budaya yang berbeda. Dalam menghadapi tantangan ini, kolaborasi antar budaya, pendidikan, dan kesadaran akan dampak musik dalam konteks agama sangat dibutuhkan. Orisinalitas/ Nilai - Musik bukan hanya sekedar media, melainkan alat yang mampu membantu individu untuk menginternalisasi nilai-nilai agama, memfasilitasi pemahaman yang lebih mendalam, dan menstimulasi refleksi spiritual yang dalam pada diri manusia.
Da'wah strategy of the Indonesian Ulema Council in broadcasting wasathiyah islamic values in Wonogiri Syarifuddin, Muhammad; Riyadi, Agus; Ali, Mukti
Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 44 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v44.1.20462

Abstract

Purpose – This study aims to determine the Indonesian Ulema Council (Majelis Ulama Indonesia, MUI) Da'wah Strategy in Wonogiri in broadcasting Wasathiyah  Islamic values in Wonogiri as well as the supporting and inhibiting factors of the MUI Da'wah Strategy in Wonogiri.Method – This research is qualitative research, Data was collected by several data collection techniques: Observation, Interview, Documentation. The data analysis process is carried out throughout the research process, from planning and data collection to interpretation or interpretation of data or the content of data discussion in the field.Result  – This research shows that there are three da'wah strategies used by MUI Wonogiri, namely: (1) Sentimental Da'wah Strategy (Al-Manhaj 'athifi), (2) Rational Da'wah Strategy (Al-Manhaj Al-Aqli), (3) Sensory Da'wah Strategy (Al-Manhaj Al-Hissi).Implication – The implications of this research are related to the importance of the da'wah movement of the Indonesian Ulema Council Wonogiri in strengthening the value of Wasathiyah  IslamOriginality/Value – This study analyzes the views of the Da’i of the Wonogiri Indonesian Ulema Council on the understanding of wasathiyah Islam, and the activities of the da'wah movement in strengthening the understanding of Wasathiyah  Islamic Values.***Tujuan - Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Strategi Dakwah MUI di Wonogiri dalam menyiarkan nilai-nilai Islam Wasathiyah  di Wonogiri serta faktor-faktor pendukung dan penghambat Strategi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) di WonogiriMetode - Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, Data dikumpulkan dengan beberapa teknik pengumpulan data: Pengamatan, Wawancara, Dokumentasi. Proses analisis data dilakukan selama proses penelitian, mulai dari perencanaan dan pengumpulan data hingga interpretasi atau interpretasi data atau isi pembahasan data di lapanganHasil  - Penelitian ini menunjukkan bahwa: ada tiga strategi dakwah yang digunakan oleh MUI Wonogiri, yaitu: (1) Strategi Dakwah Sentimental (Al-Manhaj 'athifi), (2) Strategi Dakwah Rasional (Al-Manhaj Al-Aqli), (3) Strategi Dakwah Sensorik (Al-Manhaj Al-Hissi).Implikasi– Implikasi dari penelitian ini terkait pentingnya gerakan dakwah Majelis Ulama Indonesia Wonogiri dalam memperkuat nilai Islam Wasathiyah Orisinalitas/Nilai - Penelitian ini menganalisis pandangan Da’i Majelis Ulama Indonesia Wonogiri terhadap pemahaman Islam Wasathiyah , dan aktivitas gerakan dakwah dalam memperkuat pemahaman Nilai-Nilai Islam Wasathiyah 
Muslim community communication through cross-religious social interaction in the Mardika market Ambon, Moluccas Sakinah, Nur; Darma, Darma; Sulaeman, Sulaeman; Fitriyani, Andi; Kella, Nurida; Ren'el, Baiti
Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 44 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v44.1.20473

Abstract

  Purpose – This article aims to map research by elaborating on cross-religious relationships and social interaction communication for the Muslim community in Mardika Market, Ambon City, Maluku.Method – Blumer's theoretical exploration is used with a constructivist paradigm and phenomenological communication method as fundamental references. This review is developed based on input from mardika market management coordinator and identifies current field research obtained qualitatively through several informal conversational interviews and observations of various gaps in social interactions.Results – The article highlights the complexity of cross-religious social interactions impacting intrapersonal, interpersonal, and group communication for the Muslim community in Mardika Market. It begins with understanding cross-religious social interaction relationships and communication events, then finds patterns of communication relationships within the Muslim community.Implications – This article contributes to realize cross-religious harmonization by discussing the search for the meaning of social interactions with the hope of living together peacefully. Strengthening social interactions is very important as it tends to reduce the incidence of cross-religious conflicts. This contribution offers opportunities for social interaction accommodation and ways to avoid cross-religious tensions.Originality/Value – Many published articles focus on cross-religious relationships by detailing the tensions and benefits of cross-religious social interactions, but they are still lacking. However, this study presents the phenomenological communication method and constructivist paradigm to observe the development of communication within the Muslim community engaging in cross-religious social interactions in Mardika Market, Ambon City, Moluccas.***Tujuan – Artikel ini adalah untuk memetakan penelitian dengan mengelaborasi hubungan lintas agama, dan komunikasi interaksi sosial lintas agama bagi komunitas Muslim di pasar Mardika Kota Ambon, Maluku.Metode – Dengan menggunakan penelusuran teoretis dari Blumer dengan paradigma konstruktivis dan metode fenomenologi komunikasi sebagai acuan mendasar. Tinjauan ini dikembangkan berdasarkan masukan dari koordinator pengelola pasar mardika, dan mengidentifikasi kekinian penelitian di lapangan yang diperoleh secara kualitatif melalui beberapa wawacara percakapan informal, dan pengamatan dari berbagai kesenjangan dalam interaksi sosial.Hasil – Artikel menyoroti betapa kompleksnya interaksi sosial lintas agama berdampak pada komunikasi intrapribadi, antarpribadi, dan kelompok bagi komunitas Muslim di pasar mardika. Diawali dengan pemahaman hubungan interaksi sosial lintas agama, dan peristiwa komunikasi, kemudian menemukan pola hubungan komunikasi komunitas Muslim. Implikasi – Kontribusi artikel ini untuk mewujudkan harmonisasi lintas agama melalui pembahasan pencarian makna interaksi sosial dengan harapan dapat hidup bersama secara damai. Penguatan interaksi sosial sangat penting karena cenderung menurunkan insiden konflik lintas agama. Kontribusi ini menawarkan peluang akomodasi interaksi sosial dan cara untuk menghindari ketegangan lintas agama.Orisinalitas/Nilai – Banyak artikel terpublikasi hingga saat ini terfokus pada hubungan lintas agama dengan menguraikan ketegangan dan manfaat interaksi sosial lintas agama masih kurang. Namun kajian ini menyajikan metode fenomenologi komunikasi dan paradigma konstruktivis untuk mengamati pengembangan komunikasi komunitas Muslim melakukan tindakan interaksi sosial lintas agama di pasar Mardika Kota Ambon, Maluku.
Transformation of the Da'wah Strategy of the NIDA Institute of Pesantren Mudi Mesra Aceh in facing the Digitalisation Era Syobah, Sy. Nurul; Suteja, Jaja; Masseni, Masseni; Kahinah, Dwi Iin; Rezeki, Syailendra Reza Irwansyah
Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 44 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v44.1.21119

Abstract

Purpose – The purpose of this research is to review the transformation of Islamic da'wah strategies in the digitalization era, especially the da'wah strategies implemented by the NIDA Institute of Pesantren Mudi Mesra Aceh.Method – This research is field research. This research aims to analyze the phenomenon and dynamics of da'wah activities carried out by the NIDA Institute of Pesantren Mudi Mesra Aceh in the community. The type of research used is qualitative research. The data collection technique was carried out using the interview method with the manager of the NIDA Institute of Pesantren Mudi Mesra Aceh. The research data was analyzed using qualitative data analysis techniques.Results – This research highlights the challenges faced by Islamic da'wah institutions in the digital era, such as the use of technology by the younger generation, ideological polarisation, and limited financial resources, as well as the solutions applied by the NIDA Institute of Pesantren Mudi Mesra Aceh in facing these challenges.Implications –NIDA Mudi Mesra Aceh, as a forum for the da’i community of students of Islamic boarding school, adjusted their da'wah approach by utilizing social media such as Facebook, Instagram, and Twitter. They also adopt online programs such as webinars, podcasts, and online courses to reach a wider audience. In addition, NIDA Mudi Mesra Aceh is active in organizing humanitarian activities, providing assistance to communities in need, and nurturing the younger generation through leadership training programs.Originality/Value – This research is the first study to examine the transformation of the digital da'wah strategy of the NIDA Institute of Pesantren Mudi Mesra Aceh.***Tujuan - Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meninjau transformasi strategi dakwah Islam di era digitalisasi, khususnya strategi dakwah yang diterapkan oleh Institut NIDA Pesantren Mudi Mesra Aceh.Metode - Penelitian ini adalah penelitian lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena dan dinamika kegiatan dakwah yang dilakukan oleh Institut NIDA Pesantren Mudi Mesra Aceh di masyarakat. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara dengan manajer Institut NIDA Pesantren Mudi Mesra Aceh. Data penelitian dianalisis dengan teknik analisis data kualitatif.Hasil - Penelitian ini menyoroti tantangan yang dihadapi lembaga dakwah Islam di era digital, seperti penggunaan teknologi oleh generasi muda, polarisasi ideologis, dan sumber daya keuangan yang terbatas, serta solusi yang diterapkan oleh Institut NIDA Pesantren Mudi Mesra Aceh dalam menghadapi tantangan ini.Implikasi - NIDA Mudi Mesra Aceh, sebagai tempat bagi komunitas da'i dari siswa pesantren, menyesuaikan pendekatan dakwah mereka dengan memanfaatkan media sosial seperti Facebook, Instagram, dan Twitter. Mereka juga mengadopsi program online seperti webinar, podcast, dan kursus online untuk menjangkau audiens lebih luas. Selain itu, NIDA Mudi Mesra Aceh aktif dalam mengorganisir kegiatan kemanusiaan, memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, dan membimbing generasi muda melalui program pelatihan kepemimpinan.Orisinalitas/Nilai - Penelitian ini merupakan studi pertama yang meneliti transformasi strategi dakwah digital dari Institut NIDA Pesantren Mudi Mesra Aceh.
Navigating the Challenges of da'wah: Insights from Buya Hamka's Tafsir Al-Azhar Affandi, Yuyun; Faiq Azmi , Muhammad; Sutiawan, Iwan; Muzajjad , Ahmad
Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 44 No. 2 (2024): Vol. 44 No. 2 (2024)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The challenges of da'wah in the contemporary era have significant complexity. The diversity that occurs in society requires inclusive preaching to be a challenge in itself. with  technological developments and ethical moral problems today's. demands that da'wah to be carried out adaptively but still maintain the basic principles of Islamic values. In this context, in-depth research regarding the theme of the challenges of da'wah needs to be carried out. one of them is through reading Hamka's interpretation of Al-Azhar. This interpretation is important because it provides a holistic and contextual view of Islamic teachings. Hamka's straightforward interpretation character, with the character of adaby ijtima'i and a deep touch of Sufism, allows the values in it to be used to face the challenges of da'wah with a solid scientific and spiritual foundation. The research method used is a thematic interpretation study with a focus on the themes of da'wah which have been grouped by Hamka. This research reveals that Hamka's thoughts in the interpretation of Al-Azhar are still very relevant as a provision and ideological basis as well as a practical reference in facing the challenges of da'wah that occur today. regarding technological challenges, no specific discussion was found, However, principle values were found that can still be contextualized according to current challenging conditions.
Transforming da'wah strategies during the Pandemic: Addressing religious community resistance to health protocols Supena, Ilyas
Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 44 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v44.1.22050

Abstract

 Purpose – This study aims to describe the forms and factors of resistance of religious communities to the application of health protocols during religious activities.Method – Data were collected by observing and interviewing Muslim community leaders who live in the village of Brumbung, Mranggen, Demak, Central Java, Indonesia. The concept of resistance approach is used to analyze the data descriptively and qualitatively.Results – This study shows that the form of resistance is carried out openly by implementing worship activities and activities of local religious traditions without complying with the COVID-19 pandemic protocol. In addition, the form of resistance is carried out in a closed manner through statements that describe a theocentric mindset, attitude, and belief. At the same time, the factors that influence resistance are traditional local religious leaders (kyai deso) and fatalistic religious understanding (jabbariyyah). Statements and social behavior of the kyai deso are counterproductive to efforts to prevent COVID-19.Implications – The consequences of this research have significant implications for public health and religious outreach in times of pandemics. The study points out a notable disparity between national religious guidelines and local religious customs, especially among Muslims in Java, Indonesia. Challenges in managing the pandemic arise from the reluctance to follow COVID-19 health measures influenced by traditional local religious leaders (kyai deso) and a fatalistic religious belief (jabbariyyah). This resistance is evident in both overt forms, such as ongoing communal religious practices, and covert means, like the maintenance of theocentric beliefs which contradict health guidelines.Originality/Value – Da’wah’s strategy for the prevention of COVID-19 must begin by contextualizing and re-actualizing religious messages that are more progressive and relevant to the findings of modern science about COVID-19, as well as involving local religious leaders in the process of socialization and internalization of religious understanding.***Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan faktor resistensi umat beragama terhadap penerapan protokol kesehatan dalam kegiatan keagamaan.Metode – Data dikumpulkan dengan cara observasi dan wawancara tokoh masyarakat Islam yang tinggal di Desa Brumbung, Mranggen, Demak, Jawa Tengah, Indonesia. Pendekatan konsep resistensi digunakan untuk menganalisis data secara deskriptif dan kualitatif.Hasil – Penelitian ini menunjukkan bentuk perlawanan dilakukan secara terbuka dengan melaksanakan kegiatan peribadatan dan kegiatan tradisi keagamaan setempat tanpa mematuhi protokol pandemi COVID-19. Selain itu, bentuk perlawanannya dilakukan secara tertutup melalui pernyataan-pernyataan yang menggambarkan pola pikir, sikap, dan keyakinan yang teosentris. Sedangkan faktor yang mempengaruhi resistensi adalah tokoh agama tradisional lokal (kyai deso) dan pemahaman agama yang fatalistik (jabbariyyah). Pernyataan dan perilaku sosial para kyai deso kontraproduktif terhadap upaya pencegahan COVID-19.Implikasi – Konsekuensi dari penelitian ini mempunyai implikasi yang signifikan terhadap kesehatan masyarakat dan jangkauan agama di masa pandemi. Studi ini menunjukkan kesenjangan yang mencolok antara pedoman agama nasional dan adat istiadat setempat, khususnya di kalangan umat Islam di Jawa, Indonesia. Tantangan dalam penanganan pandemi ini muncul dari keengganan untuk mengikuti langkah-langkah kesehatan COVID-19 yang dipengaruhi oleh tokoh agama tradisional setempat (kyai deso) dan keyakinan agama yang fatalistik (jabbariyyah). Perlawanan ini terlihat jelas dalam bentuk yang terang-terangan, seperti praktik keagamaan komunal yang masih berlangsung, dan cara-cara terselubung, seperti mempertahankan keyakinan teosentris yang bertentangan dengan pedoman kesehatan.Orisinalitas/Nilai – Strategi dakwah pencegahan COVID-19 harus dimulai dengan mengontekstualisasikan dan mengaktualisasikan kembali pesan-pesan keagamaan yang lebih progresif dan relevan dengan temuan ilmu pengetahuan modern tentang COVID-19, serta melibatkan tokoh agama setempat dalam proses sosialisasi dan internalisasi pemahaman agama.
Transformation of digital da'wah as an instrument for enhancing social welfare Purwatiningsih, Aris Puji; Wibowo, Mochammad Eric Suryakencana; Aryani, Alvita Tyas Dwi
Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 44 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v44.1.22056

Abstract

Purpose - The purpose of this study was to examine how the community views digital da'wah in promoting social welfare and understanding Islamic values.Method - A purposive sampling technique will be employed to select a minimum of 200 respondents, representing diverse ages, genders, educational levels, and occupational backgrounds, to ensure representative data. The respondents will be aged 17-70 years, actively access the internet, and have education ranging from elementary school to tertiary level, using digital technology to access da'wah content.Result  -  The results showed that both digital and conventional da'wah play a crucial role in understanding Islamic values and enhancing social welfare.Implication – This Method suggest to to developing fresh strategies for disseminating religious messages, improving education on Islamic values, and proposing policy recommendations to enhance Muslim community involvement in digital platforms.Originality - This research exploration of the transformation of digital da'wah and its role in enhancing social welfare, as well as its influence on the perception and acceptance of the Muslim community towards digital platforms.***Tujuan - Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana masyarakat melihat dakwah digital dalam mempromosikan kesejahteraan sosial dan pemahaman nilai-nilai Islam.Metode - Teknik purposive sampling akan digunakan untuk memilih minimal 200 responden, yang mewakili berbagai usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan latar belakang pekerjaan, untuk memastikan data yang representatif. Responden tersebut berusia 17-70 tahun, aktif mengakses internet, dan memiliki pendidikan mulai dari sekolah dasar hingga tingkat perguruan tinggi, menggunakan teknologi digital untuk mengakses konten dakwah.Hasil - Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik dakwah digital maupun konvensional memainkan peran penting dalam pemahaman nilai-nilai Islam dan meningkatkan kesejahteraan sosial.Implikasi - Metode ini menyarankan pengembangan strategi baru untuk menyebarkan pesan-pesan agama, meningkatkan pendidikan tentang nilai-nilai Islam, dan mengusulkan rekomendasi kebijakan untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat Muslim dalam platform digital.Orisinalitas/Nilai - Penelitian ini merupakan eksplorasi tentang transformasi dakwah digital dan perannya dalam meningkatkan kesejahteraan sosial, serta pengaruhnya terhadap persepsi dan penerimaan masyarakat Muslim terhadap platform digital.