cover
Contact Name
Wening Cahyawulan
Contact Email
wening@unj.ac.id
Phone
+6287780818966
Journal Mail Official
jurnal-insight@unj.ac.id
Editorial Address
LPPM UNJ, Gedung Ki Hajar Dewantara Lt.6-7, Jalan Rawamangun Muka, Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta, 13220
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
ISSN : 22529055     EISSN : 25978039     DOI : https://doi.org/10.21009/INSIGHT
Core Subject : Education,
Insight: Jurnal dan Bimbingan Konseling is a peer-reviewed, open access, and online journal about research, reports, book reviews, and commentaries on all aspects of guidance and counseling which is published by Department of Guidance and Counseling, Universitas Negeri Jakarta. Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling is published twice a year on June and December.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 376 Documents
PENERAPAN KONSELING INDIVIDU DENGAN TEKNIK INSTRUKSI DIRI DALAM PENDEKATAN TERAPI KOGNITIF-PERILAKU UNTUK MENGURANGI KEJENUHAN PADA MAHASISWA (Penelitian Subjek Tunggal Terhadap Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta) Usnaziqyah Raqfika; Awaluddin Tjalla; Indira Chanum
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 5 No 1 (2016): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.277 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.051.18

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan teknik instruksi diri dalam pendekatan terapi kognitif-perilaku untuk mengurangi kejenuhan pada mahasiswa yang memiliki kejenuhan tinggi dalam menjalani rutinitas perkuliahan. Penelitian ini dilaksanakan di Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta, dengan satu responden yaitu mahasiswa berinisial AWU yang merupakan mahasiswa dari jurusan Bimbingan dan Konseling angkatan 2013. Responden diambil dengan pertimbangan dan tujuan tertentu. Penelitian ini adalah Penelitian Subjek Tunggal dengan menggunakan desain A-B, dimana A adalah kondisi baseline yang belum diberikan intervensi dan B adalah kondisi intervensi dengan teknik Instruksi Diri yang diberikan kepada AWU yang mengalami kejenuhan tinggi pada dirinya. Layanan yang diberikan adalah layanan responsif yaitu konseling individu yang terdiri 3 fase, yaitu; (1) konseptualisasi masalah yang dihadapi oleh konseli, (2) melakukan teknik instruksi diri, (3) mengevaluasi proses konseling dan mengakhiri konseling. Hasil penelitian keseluruhan menunjukkan adanya penurunan tingkat kejenuhan konseli pada setiap dimensi kejenuhan yaitu dimensi kelelahan, sinisme dan ketidakberhasilan dengan penerapan teknik Instruksi Diri dalam waktu 10 kali penerapan pada kondisi intervensi. Teknik ini dapat dilaksanakan dengan baik oleh konseli karena dengan senang hati konseli melakukannya tanpa paksaan dari pihak manapun
PROFIL KOMITMEN BELAJAR SISWA KELAS VIII DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA TARUNA BHAKTI DEPOK Dita Amalia; Moch. Dimyati; Happy Karlina Marjo
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 5 No 1 (2016): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.433 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.051.07

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil komitmen belajar siswa kelas VIII di SMP Taruna Bhakti Depok. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Taruna Bhakti Depok sebanyak 100 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik incidental sampling. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan jenis penelitian survei. Pengumpulan data menggunakan instrumen komitmen belajar. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif persentase (%). Hasil penelitian menunjukkan komitmen belajar siswa kelas VIII SMP Taruna Bhakti Depok diketahui 10% berada pada kategori rendah, 74% berada dalam kategori komitmen belajar sedang dan 16% berada dalam kategori komitmen belajar tinggi. Komitmen belajar siswa keseluruhan tergolong pada kategori sedang. Secara garis besar siswa memiliki komitmen belajar sedang menunjukkan aspek achievement motivation dan bonding to school yang tinggi. Kesimpulan penelitian ini yaitu siswa kelas VIII SMP Taruna Bhakti cukup berkomitmen dalam belajar. Implikasi penelitian ini, guru BK dapat memberikan bimbingan klasikal maupun kelompok, memberikan reward kepada siswa yang melaksanakan aspek-aspek komitmen belajar. Kata Kunci: komitmen belajar
PENGARUH KONSELING KELOMPOK DENGAN PENDEKATAN ADLERIAN TERHADAP PENINGKATAN PEMAHAMAN DIRI SISWA KELAS 5 SDN 01 UJUNG MENTENG Fauzie Firmansyah Setiawan; Wirda Hanim; Happy Karlina Marjo
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 4 No 2 (2015): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.115 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.042.06

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan data empiris tentang pengaruh konseling kelompok dengan pendekatan Adlerian terhadap peningkatan pemahaman diri siswa kelas 5 SDN 01 Ujung Menteng.Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan pretest-posttest nonequivalent group design.Sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling.Uji coba intrumen dilakukan terhadap 54 responden.Pengujian perhitungan validitas instrumen diolah menggunakan Microsoft Excel dengan rumus Product Moment. Hasil perhitungan validitas menyatakan 24 butir item valid dan 18 butir item tidak valid, sedangkan reliabilitas intrumen dihitung menggunakan rumus Alpha menunjukkan 0.754 yang berarti intrumen termasuk dalam kategori reliabilitas yang tinggi. Teknik analisis data untuk hipotesis menggunakan Mann Whitney U-Test. Hasil uji hipotesis dilakukan dengan bantuan program SPSS 17.0 for windows yang menunjukan bahwa nilai Asymp. sig sebesar 0,001, yang berarti lebih kecil dari nilai signifikansi α 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, karena skor rata-rata peningkatan pemahaman diri siswa yang mendapatkan perlakuan berupa konseling kelompok dengan pendekatan Adlerian lebih tinggi yaitu 62,3 berbanding dengan 45,5 skor rata-rata pemahaman diri siswa yang tidak mendapatkan perlakuan berupa konseling kelompok dengan pendekatan Adlerian.Kesimpulan berdasarkan hasil penelitian ini, konseling kelompok dengan pendekatan Adlerian dapat meningkatkan pemahaman diri siswa kelas 5 SDN 01 Ujung Menteng. Kata Kunci : Pemahaman Diri, Konseling Kelompok dengan Pendekatan Adleria
GAMBARAN KETERBUKAAN DIRI (Studi Deskriptif pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 48 Jakarta) Dwiny Yusnita Sari; Wirda Hanim; Dharma Setiawaty
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 5 No 1 (2016): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.669 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.051.08

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran keterbukaan diri siswa kelas VIII di SMP Negeri 48 Jakarta. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan jenis penelitian survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII yang berjumlah 288 siswa dengan menggunakan teknik sampling simple random sampling dilakukan secara acak dengan undian sehingga 144 siswa digunakan sebagai sampel. Pengumpulan data menggunakan instrumen keterbukaan diri yang dibuat berdasarkan teori dari Johnson. Berdasarkan hasil uji coba dari 105 butir pernyataan, diketahui 86 butir valid dan 19 butir drop, karena jumlah pernyataan yang valid pada tiap indikator berbeda, maka butir pernyataan di tiap indikator diseimbangkan. Hal ini dilakukan agar masing-masing indikator memiliki keterwakilan yang sama sehingga jumlah instrumen final sebanyak 62 butir pernyataan dengan realibilitas 0,731 yang berarti cukup. Keseluruhan hasil penelitian menunjukkan keterbukaan diri siswa kelas VIII di SMP Negeri 48 Jakarta berada dalam kategori sedang. Sebanyak 17 siswa (12%) berada dalam kategori tinggi yang berarti mampu terbuka dirinya dalam komunikasi, sebanyak 118 siswa (81,95%) berada dalam kategori sedang yang berarti cukup mampu terbuka dirinya dalam komunikasi, dan sebanyak 9 siswa (6,25%) berada dalam kategori rendah yang berarti kurang mampu terbuka dirinya dalam komunikasi. Kata Kunci : Keterbukaan Diri Siswa
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT SISWA KELAS IX SMP PGRI TAMBUN SELATAN MELANJUTKAN STUDI KE SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Fika Rizki Febriyanti; Atiek Sismiati; Djunaedi Djunaedi
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 4 No 2 (2015): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.033 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.042.07

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran faktor-faktor yang mempengaruhi minat siswa SMP PGRI Tambun Selatan yang melanjutkan studi ke sekolah menengah kejuruan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan jenis penelitian survei. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX SMP PGRI Tambun Selatan yang memiliki minat melanjutkan studi ke SMK sebanyak 165 siswa. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian adalah sampling jenuh dengan jumlah sampel dalam penelitian ini diambil dari semua anggota populasi yaitu sebanyak 165 siswa. Uji coba instrumen berisikan 48 butir pernyataan yang diberikan kepada 46 responden. Hasil perhitungan uji validitas diperoleh 33 butir pernyataan yang valid dan 15 butir pernyataan yang drop. Uji reliabilitas terhadap butir pernyataan yang valid memperoleh hasil sebesar 0,858. Angka tersebut menunjukan bahwa instrumen yang digunakan mempunyai reliabilitas yang sangat tinggi. Penelitian ini menggunakan analisa deskriptif presentase untuk menggambarkan faktor-faktor yang mempengaruhi minat siswa kelas IX SMP PGRI Tambun Selatan melanjutkan studi ke SMK. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor yang mempengaruhi minat melanjutkan studi ke SMK adalah faktor dorongan dari dalam (The Factor of Inner Urges) sebesar 26.52%, faktor motif sosial (The Factor of Social Motive) sebesar 37.96%, dan faktor emosional (Emosional Factors) dengan persentase sebesar 35.53%. Kesimpulan penelitian ini adalah siswa kelas IX SMP PGRI Tambun Selatan yang minat melanjutan studi ke sekolah menengah kejuruan didominasi oleh faktor motif sosial (The Factor of Social Motive). Implikasi dari hasil penelitian ini adalah Guru BK memaksimalkan peranan dengan melakukan strategi penyelenggaraan pela-yanan bimbingan karir dan memaksimalkan kompetensi siswa sesuai dengan minat yang dimilikinya. Kata kunci : Faktor-faktor yang mempengaruhi minat, Siswa SMK
PENGARUH TEKNIK DISKUSI KELOMPOK DALAM BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP PENINGKATAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG DIMENSI SEKSUALITAS MANUSIA (Studi Quasi Eksperimen Terhadap Siswa Kelas 9 di SMP Negeri 7 Jakarta Timur) Urip Mulyani; Wirda Hanim; Endang Setiyowati
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 5 No 1 (2016): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.074 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.051.17

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah teknik diskusi kelompok dalam bimbingan kelompok berpengaruh terhadap peningkatan pemahaman siswa tentang dimensi seksualitas manusia. Penelitian ini menggunakan quasi-experimental design dengan bentuk pretest-posttest nonequivalent group design. Sampel dari penelitian ini adalah 20 orang siswi kelas IX SMP Negeri 7 Jakarta. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Penelitian ini termasuk ke dalam statisik nonparametrik. Uji statistik yang digunakan untuk mengolah data dan menarik kesimpulan adalah Wilcoxon Signed Ranks Test dan Mann-Whitney U Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai asymp. sig. adalah sebesar 0,002 < 0,05 (α). Dengan demikian, terdapat pengaruh yang signifikan antara teknik diskusi kelompok dalam bimbingan kelompok terhadap peningkatan pemahaman siswa tentang dimensi seksualitas manusia. Skor rata-rata pemahaman kelompok eksperimen meningkat dari 15,3 (pretest) menjadi 21,5 (posttest) atau terjadi peningkatan skor rata-rata sebesar 6,2. Secara implisit, hal ini memberikan bukti bahwa teknik diskusi kelompok dalam bimbingan kelompok dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif untuk memberikan pemahaman yang memadai kepada siswa tentang suatu topik pembahasan. Oleh sebab itu, guru dapat memaksimal penggunaan teknik diskusi kelompok ini untuk memberikan pemahaman pada topik pembahasan yang lain dengan didasarkan pada kebutuhan dan tingkat pemahaman awal dari setiap siswa.
KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS (PSYCHOLOGICAL WELL-BEING) SISWA YANG ORANGTUANYA BERCERAI (Studi Deskriptif yang Dilakukan pada Siswa di SMK Negeri 26 Pembangunan Jakarta) Tia Ramadhani; Djunaedi Djunaedi; Atiek Sismiati S.
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 5 No 1 (2016): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.74 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.051.16

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kesejahteraan psikologis siswa yang orangtuanya bercerai di SMK Negeri 26 Pembangunan Jakarta. Sampel penelitian ini adalah 33 siswa yang memiliki latar belakang orangtua bercerai. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel ini adalah teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner kesejahteraan psikologis. Hasil uji validitas didapatkan 46 butir pernyataan valid dan 22 butir pernyataan yang drop. Uji reliabilitas dari instrumen ini didapat sebesar 0.928 yang berarti instrumen ini memiliki reliabilitas tinggi dan dapat dipercaya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 52% siswa memiliki kesejahteraan psikologis yang rendah, sebesar 42% siswa memiliki kesejahteraan psikologis yang tinggi, dan 6% siswa memiliki kesejahteraan psikologis yang sedang/ cukup. Kesejahteraan psikologis siswa yang orangtuanya bercerai pada penelitian ini berada dalam taraf rendah yang berarti perlu adanya penanganan lebih lanjut agar kesejahteraan psikologis siswa menjadi tinggi. Jika siswa yang orangtuanya bercerai memiliki kesejahteraan psikologis yang tinggi dalam hal ini maka dapat membantu siswa dalam melewati tugas-tugas perkembangan, menghadapi tantangan, menjalankan hidupnya dengan bahagia, tenang dan mampu mengatasi segala masalah yang dihadapi.
PENGARUH TERAPI MENULIS PUISI TERHADAP HARGA DIRI SISWA Intan Nurul Kemala; Moch. Dimyati; Dede Rahmat Hidayat
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 4 No 2 (2015): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.769 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.042.09

Abstract

Abstrak Harga diri rendah dapat menimbulkan perilaku tidak sesuai pada remaja. Penelitian ini bertujuan meningkatkan harga diri siswa yang memiliki harga diri rendah di SMK Farmasi Mandala Tiara Bangsa melalui terapi menulis puisi. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan nonequivalent control group design. Sampel pada penelitian dipilih melalui teknik purposive sampling dengan melibatkan 12 siswa yang terbagi dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pengukuran pada penelitian ini menggunakan Coopersmith Self-esteem Inventory sejumlah 45 butir pernyataan dengan reliabilitas sebesar 0.89. Hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan Mann Whitney U Test menunjukkan nilai asymp. Sig = 0.010, yang berarti lebih kecil dari nilai signifikansi α = 0,05, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Terjadi peningkatan harga diri yang signifikan setelah diberikan layanan terapi menulis puisi. Penelitian selanjutnya menunjukkan bahwa siswa yang diberikan layanan terapi menulis puisi mengalami peningkatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang tidak diberikan layanan terapi menulis puisi. Selanjutnya konselor sekolah dapat mengimplementasikan layanan terapi menulis puisi sebagai layanan konseling mutakhir di sekolah. Kata Kunci : Terapi menulis puisi, harga diri
GAMBARAN PERMASALAHAN SOSIAL MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA (Survei terhadap mahasiswa Strata 1 Angkatan 2013-2015) Nahriyatun Na’imah; Gantina Komalasari; Eka Wahyuni
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 5 No 1 (2016): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.547 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.051.09

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran permasalahan sosial mahasiswa strata 1 Universitas Negeri Jakarta angkatan 2013, 2014 dan 2015. Penelitian menggunakan metode survei terhadap 3 angkatan mahasiswa UNJ dengan populasi penelitian sebanyak 18.138 mahasiswa dan teknik pengambilan sampel yaitu teknik insidental sebanyak 376 responden. Kuesioner yang digunakan peneliti terdiri dari 68 butir pernyataan yang didapat dari 8 indikator permasalahan sosial yang merujuk pada teori Steinberg yang kemudian dikembangkan oleh peneliti. Skala yang digunakan pada penelitian ini ialah skala Model Guttman. Validitas dan reliabilitas dihitung menggunakan SPSS 20.0 dengan jumlah pernyataan final sebanyak 68 pernyataan dan reliabilitas sebesar 0,710 sehingga dinyatakan reliabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase tertinggi terdapat pada indikator kecemasan sosial dengan persentase sebesar 30,27%, diikuti dengan indikator diskriminasi gender dengan persentase sebesar 27,13%. Kecemasan sosial dan diskriminasi gender merupakan permasalahan yang berdampak negatif terhadap prestasi akademik dan performa mahasiswa sebagai generasi muda. Adanya diskriminasi bahwa sosok pemimpin lebih diutamakan pada laki-laki dibandingkan perempuan dan adanya kecemasan yang berlebihan saat tampil di muka umum akan menghambat mahasiswa untuk berkompetisi, seiring berkembangnya era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Mahasiswa UNJ sebagai calon pendidik diharapkan terbebas dari permasalahan sosial yang dimiliki agar menjadi pendidik yang profesional dan menghasilkan peserta didik yang berkualitas. Kata Kunci: Permasalahan Sosial, Mahasiswa
KONSEP DIRI AKADEMIK PESERTA DIDIK JENJANG MENENGAH PERTAMA BERDASARKAN JENIS KELAMIN (Studi Survei di Lembaga Bimbingan Belajar Primagama Kampung Makasar) Sholikhin Sholikhin; Meithy Intan R. Luawo; Djunaedi Djunaedi
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 5 No 1 (2016): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.585 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.051.15

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data empirik profil konsep diri akademik peserta didik berdasarkan jenis kelamin. Penelitian dilaksanakan di Primagama Kampung Makasar, dengan sampel seluruh peserta didik jenjang menengah pertama yang mengikuti program bimbingan belajar di Lembaga Bimbingan Belajar Primagama Kampung Makasar. Sampel diambil dengan menggunakan teknik sampel jenuh. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif. Konsep diri akademik peserta didik laki-laki berada pada kategori tinggi sebesar 18,18% dengan jumlah responden 4 orang dari total 22 orang peserta didik lakilaki, 68,18% termasuk kedalam kategori sedang atau sejumlah 15 orang peserta didik, 13,64% peserta didik laki-laki termasuk kedalam kategori rendah atau sejumlah 3 orang. Peserta didik perempuan yang berada pada kategori tinggi dengan persentase 20% atau sebanyak 3 orang, kategori sedang berjumlah 11 orang atau sebesar 73,33%, kategori rendah sejumlah 1 orang atau sebesar 6,67%. Kesimpulan yang diperoleh secara umum peserta didik laki-laki secara mayoritas memiliki konsep diri akademik sedang atau ratarata dengan mencapai 68,18%. Peserta didik perempuan juga mayoritas berada pada kategori sedang sebesar 73,33%.

Page 5 of 38 | Total Record : 376


Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 2 (2025): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 14 No. 1 (2025): INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol. 13 No. 2 (2024): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 13 No. 1 (2024): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 12 No. 2 (2023): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 12 No. 1 (2023): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 11 No. 2 (2022): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 11 No. 1 (2022): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10 No 2 (2021): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10 No 1 (2021): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 9 No 2 (2020): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 9 No 1 (2020): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8 No 2 (2019): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8 No 1 (2019): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 7 No 2 (2018): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 7 No 1 (2018): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 6 No 2 (2017): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 6 No 1 (2017): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 5 No 2 (2016): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 5 No 1 (2016): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 4 No 2 (2015): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 4 No 1 (2015): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3 No 2 (2014): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3 No 1 (2014): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 2 No 2 (2013): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 2 No 1 (2013): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 1 No 2 (2012): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 1 No 1 (2012): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling More Issue