cover
Contact Name
Wening Cahyawulan
Contact Email
wening@unj.ac.id
Phone
+6287780818966
Journal Mail Official
jurnal-insight@unj.ac.id
Editorial Address
LPPM UNJ, Gedung Ki Hajar Dewantara Lt.6-7, Jalan Rawamangun Muka, Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta, 13220
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
ISSN : 22529055     EISSN : 25978039     DOI : https://doi.org/10.21009/INSIGHT
Core Subject : Education,
Insight: Jurnal dan Bimbingan Konseling is a peer-reviewed, open access, and online journal about research, reports, book reviews, and commentaries on all aspects of guidance and counseling which is published by Department of Guidance and Counseling, Universitas Negeri Jakarta. Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling is published twice a year on June and December.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 376 Documents
KONDISI EMOSI PELAKU BULLYING Junita Junita; Michiko Mamesah; Dede Rahmat Hidayat
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 4 No 2 (2015): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.973 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.042.10

Abstract

Abstrak Tujuan untuk memperoleh informasi lebih mendalam dan data empiris mengenai kondisi emosi siswa pelaku bullying di SMP DIPONEGORO 1 Jakarta. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini dilaksanakan di SMP DIPONEGORO 1 Jakarta dengan tiga subjek, yaitu R, F dan D. Subjek dipilih berdasarkan angket perilaku bullying yang diberikan kepada seluruh siswa kelas VIII. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui studi kasus, adapun penyajian data berupa narasi. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian keseluruhan menunjukkan emosi yang dialami pelaku bullying mempengaruhi mereka dalam melakukan bullying. Subjek R, F, dan D mengalami emosi marah, tidak sabar dan benci saat sebelum melakukan bullying. Setelah melakukan bullying, mereka merasa senang dan puas karena dapat melakukan perlawanan terhadap tekanan yang mereka terima. Di sisi lain, mereka mengalami emosi sedih dan tertekan setelah melakukan bullying. Setelah melakukan bullying, pelaku merasa bersalah atau menyesal. Hasil penelitian ini menunjukkan kurangnya kemampuan pelaku dalam mengontrol emosi menjadi penyebab pelaku melakukan bullying. Perlunya penanganan konseling dengan teknik yang tepat untuk mengatasi emosi pelaku bullying seperti teknik relaksasi. Kata kunci : kondisi emosi, pelaku bullying.
PENGARUH BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN METODE BERMAIN TERHADAP PERILAKU RENDAH HATI SISWA KELAS II Maureen Ariesty Ningrum; Wirda Hanim; Herdi Herdi
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 4 No 2 (2015): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.005 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.042.11

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan data empiris tentang pengaruh bimbingan kelompok dengan metode bermain ular tangga terhadap peningkatan rendah hati siswa kelas 2 SDN Pulogebang 25 Pagi. Metode yang digunakan adalah true experimen dengan pretest-posttest control group design. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan probability sampling dengan teknik pengambilan simple random sampling. Pengujian perhitungan validitas instrumen diolah menggunakan Microsoft Excel dengan rumus Product Moment. Hasil perhitungan validitas menyatakan 21 butir item valid dan 9 butir item tidak valid, sedangkan reliabilitas intrumen dihitung menggunakan rumus Alpha menunjukkan 0.826 yang berarti instrumen termasuk dalam kategori reliabilitas yang tinggi. Teknik analisis data untuk hipotesis menggunakan Mann Whitney U-Test. Hasil uji hipotesis dilakukan dengan bantuan program SPSS 17.0 for windows yang menunjukan bahwa nilai Asymp. sig sebesar 0,001, yang berarti lebih kecil dari nilai signifikansi α 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Skor rata-rata peningkatan rendah hati siswa kelompok eksperimen berupa bimbingan kelompok dengan metode bermain ular tangga lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata rendah hati siswa yang tidak mendapatkan perlakuan berupa bimbingan kelompok dengan metode bermain ular tangga. Kesimpulan berdasarkan hasil penelitian ini, bimbingan kelompok dengan metode bermain ular tangga dapat meningkatkan rendah hati siswa kelas II SDN Pulogebang 25 Pagi. Kata Kunci : rendah hati, bimbingan kelompok, metode bermain, ular tangga
PENGARUH MEDIA DALAM LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP PENGATURAN DIRI SISWA KELAS XI DI SMAN 56 JAKARTA Rima Hazrati; Wirda Hanim; Dharma Setiawaty R.
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 5 No 1 (2016): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.492 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.051.14

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaturan diri antara siswa dalam bimbingan kelompok yang menggunakan media dengan siswa yang hanya mengikuti bimbingan kelompok tanpa menggunakan media pada siswa kelas XI IPS SMAN 56 Jakarta. Penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi eksperiment).dengan rancangan “post test only control group design”. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS SMAN 56 Jakarta. Sampel penelitian sebanyak 20 orang siswa diambil menggunakan teknik sampling purposive sampling. Sampel terbagi dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pengukuran pada penelitian ini menggunakan instrument pengaturan diri. Berdasarkan hasil uji, instrumen ini memiliki 12 pernyataan yang valid dengan reliabilitas sebesar 0,718, hal tersebut menyimpulkan bahwa instrument ini layak dijadikan alat ukur dalam penelitian. Teknik analisisi data untuk menguji hipotesis menggunakan Wilcoxon Match Pairs didapatkan hasil Asymp. Sig. (2 tailed) sebesar 0.012 yang berarti lebih kecil dari nilai signifikan α=0,05, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima, yaitu terjadi perbedaan yang signifikan setelah diberikan layanan bimbingan kelompok dengan media. Kesimpulannya berdasarkan hasil penelitian ini, penggunaan media dalam layanan bimbingan kelompok dapat diterapkan terhadap pengaturan diri siswa kelas XI IPS SMAN 56 Jakarta.
EMPATI DASAR MAHASISWA BK BERDASARKAN TIPE KEPRIBADIAN INTROVERT DAN EKSTROVERT ANGKATAN 2011 DI UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA Muhammad Syadzwan Yusra; Awaluddin Tjalla; Happy Karlina Marjo
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 4 No 2 (2015): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.648 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.042.12

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran empati dasar mahasiswa BK dengan tipe kepribadian introvert dan ekstrovert pada angkatan 2011 di Universitas Negeri Jakarta. Empati dasar adalah pemahaman dan penempatan posisi dalam keadaan emosi seseorang atau konteks, terdiri dari dua aspek yaitu kognitif dan afektif. Pengumpulan data yang dilakukan menggunakan instrumen tipe kepribadian dengan 21 butir pernyataan, untuk mengkategorikan kelompok introvert dan ekstrovert. Peneliti menggunakan skala empati dasar dengan 20 butir pernyataan, untuk mengukur empati dasar mahasiswa. Jumlah sampel berjumlah 75 orang mahasiswa, dengan 30 orang introvert, 36 orang ekstrovert, dan 9 orang yang tak masuk responden karena masuk kategori ambivert. Hasil penelitian menunjukan bahwa empati dasar yang dimiliki berdasarkan tipe kepribadian introvert dan ekstrovert berada pada kategori sedang, sebanyak 50 orang mahasiswa (66,67%). Artinya, mahasiswa dapat memahami dan menempatkan posisi yang sedang dirasakan oleh orang lain. Kelompok introvert maupun ekstrovert memiliki empati afektif dalam kategori sedang yang lebih dominan dibandingkan empati kognitif, yang berarti bahwa mahasiswa dapat merasakan emosi dan keadaan yang sedang dialami oleh orang lain. Rata-rata keseluruhan menunjukkan bahwa empati dasar mahasiswa dengan tipe kepribadian ekstrovert memiliki skor rerata 75,84 lebih tinggi dibandingkan dengan tipe kepribadian introvert memiliki skor rerata 72,46.Mahasiswa BK diharapkan terus meningkatkan empati dasar dengan mengikuti proses pembelajaran yang baik, melalui metode roleplay yang dapat meningkatkan empati dasar. Selanjutnya kepada pihak Jurusan BK untuk memotret gambaran empati pada mahasiswa BK pada awal (input), proses, dan akhir (output) selama menuntaskan perkuliahan di BK UNJ. Kata Kunci: empati dasar, introvert, ekstrovert, empati kognitif, empati afektif
KEPUASAN SISWA TERHADAP LAYANAN KONSELING INDIVIDUAL (Survei pada siswa kelas VIII di SMP Negeri se-Kecamatan Matraman, Jakarta Timur) Retno Ficky Amalia; Aip Badrujaman; Awaluddin Tjalla
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 5 No 1 (2016): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.806 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.051.13

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kepuasan siswa terhadap layanan konseling individual di SMP Negeri Se-Kecamatan Matraman Jakarta Timur. Sampel penelitian ini adalah 80 siswa kelas VIII yang telah mengikuti layanan konseling individual. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel ini adalah sampel bertujuan (Purposive Sampling). Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran dua kuesioner kepuasan. Kuesioner pertama merupakan adaptasi dari Client Satisfaction Questionnaire-8 (CSQ-8) dan kuesioner kedua merupakan kepuasan yang dinilai dari kualitas layanan Service Quality (SERVQUAL). Hasil uji validitas instrumen 1 (CSQ-8) menyatakan keseluruhan item valid dan pada kuesioner 2 (SERVQUAL) terdapat 38 butir pernyataan valid dan 6 butir pernyataan drop. Hasil uji reliabilitas instrumen dengan SPSS 20 pada kedua kuesioner tersebut sebesar 0.721 (CSQ-8) dan 0.735 (SERVQUAL), yang berarti kedua instrumen ini memiliki reliabilitas tinggi dan dapat dipercaya. Hasil penelitian menunjukan bahwa 73.75% siswa berada pada klasifikasi sedang, 13.75% siswa berada pada klasifikasi tinggi, dan 12.5% siswa berada pada klasifikasi rendah. Hasil penelitian kepuasan siswa berdasarkan kualitas layanan diketahui 68.75% berada pada klasifikasi sedang, 17.5% berada pada klasifikasi rendah, dan 13.75% siswa berada pada klasifikasi tinggi. Kepuasan siswa terhadap layanan konseling individual secara umum berada pada klasifikasi sedang atau cukup puas. Hal ini menunjukan bahwa perlu adanya evaluasi lebih lanjut bagi guru BK terhadap pemberian layanan konseling individual. Apabila guru BK secara terus menerus memperhatikan kualitas pelayanannya, maka layanan dapat diberikan secara maksimal kepada siswa. Jika pelayanan telah diberikan secara maksimal, maka tingkat kepuasan siswa terhadap layanan konseling individual akan tinggi.
PROFIL SOCIAL SELF OF WELLNESS MAHASISWA STRATA 1 FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA Nursamsiah Nursamsiah; Endang Setiyowati; Karsih Karsih
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 4 No 2 (2015): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.403 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.042.13

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil social self of wellness mahasiswa Strata 1 Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan jenis penelitian survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta angkatan 2014, 2013, 2012, dan 2011 yang berjumlah 3.291 mahasiswa, dengan jumlah sampel sebanyak 317 responden, menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen social self yang dikembangkan dari dimensi model the indivisible self dalam teori wellness yang dikemukakan oleh Myers dan Sweeney. Analisis data hasil penelitian menggunakan teknik statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 53,9% (171 mahasiswa) berada pada kategori tinggi, 46,1% (146 mahasiswa) berada pada kategori sedang dan tidak ada mahasiswa pada kategori rendah. Kesmipulan dari penelitian ini adalah sebagian besar mahasiswa berada pada ketegori tinggi yang artinya mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta memiliki kemampuan social self yang baik. Kata Kunci : Wellness, Social Self, Mahasiswa
PENGARUH ROLE PLAY DALAM KONSELING KELOMPOK UNTUK MENURUNKAN TINGKAT BULLYING SISWA (Studi Kuasi Eksperimen Terhadap Siswa Kelas XII di SMK Negeri 41 Jakarta) Putri Nuliandini; Wirda Hanim; Atiek Sismiati S.
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 5 No 1 (2016): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.596 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.051.12

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh role play dalam konseling kelompok untuk menurunkan tingkat bullying peserta didik kelas XII SMK Negeri 41 Jakarta. Metode yang digunakan adalah kuasi ekperimen dengan pretest-posttest nonequivalent control group design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah delapan belas orang siswa kelas XII SMK Negeri 41 Jakarta yang diambil dengan menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen tingkat bullying. Hasil uji hipotesis dilakukan dengan bantuan program SPSS 20.0 yang menunjukkan bahwa tingkat bullying memperoleh Sig = 0,002, yang berarti lebih kecil dari nilai signifikansi α 0.05. Dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil penelitian menunjukkan penurunan tingkat bullying peserta didik yang mendapatkan layanan konseling kelompok dengan metode role play lebih tinggi dibandingkan peserta didik yang tidak mendapatkan layanan konseling kelompok dengan metode role play. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, role play dalam konseling kelompok berpengaruh terhadap penurunan tingkat bullying siswa. Oleh karena itu, guru bimbingan dan konseling dapat menjadikan role play dalam konseling kelompok sebagai salah satu bentuk alternatif penanganan untuk menangani siswa yang memiliki tingkat bullying yang tinggi.
PROFIL THE PHYSICAL SELF OF WELLNESS MAHASISWA S1 FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA (Studi Deskriptif Pada Angkatan 2011-2014) Ongky Aprilliyota; Atiek Sismiati; Aip Badrujaman
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 4 No 2 (2015): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.955 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.042.14

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil the physical self of wellness pada mahasiswa S1 Fakultas Ilmu Pendididkan Universitas Negeri Jakarta. Populasi dalam penelitian ini adalah 3291 mahasiswa S1 FIP UNJ dan sampelnya sebanyak 317 mahasiswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Metode yang digunakan adalah metode survei. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan kuesioner yang harus diisi oleh mahasiswa dan dilakukan analisis data dengan menggunakan pengkategorisasian. Kategorisasi dibagi menjadi lima yaitu sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, dan sangat rendah. Hasil Penelitian menunjukan bahwa secara keseluruhan pencapaian physical self mahasiswa S1 FIP UNJ frekuensi terbanyak berada pada kategori sedang dengan persentase 70.97%, yang artinya secara keseluruhan mahasiswa S1 FIP UNJ cukup mampu dalam menjaga keseimbangan nutrition dan exercise secara rutin sesuai dengan kebutuhan tubuh. Implikasi dari temuan penelitian ini yaitu apabila tidak diberikan layanan informasi yang tepat akan dapat berdampak pada menurunnya prestasi akademik mahasiswa. Kata Kunci: Physical self, nutrition, exercise
PENERAPAN TEKNIK DISPUTE COGNITIVE DALAM REBT UNTUK MENINGKATKAN RESILIENSI PADA MAHASISWA (Single Subject Research terhadap mahasiswa Program Studi Psikologi Angkatan 2014 Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta) Novi Fitriani; Eka Wahyuni; Happy Karlina Marjo
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 5 No 1 (2016): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.59 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.051.11

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan teknik dispute cognitive terhadap peningkatan resiliensi. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa jurusan Psikologi 2014 sebanyak satu orang yang berinisial FDP. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling yaitu responden diambil dengan pertimbangan dan tujuan tertentu yaitu memiliki resiliensi rendah Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode yang digunakan adalah Single Subject Research dengan menggunakan desain A-B, dimana A adalah kondisi baseline yang belum diberikan intervensi, dan B kondisi intervensi dengan teknik dispute cognitive yang diberikan kepada mahasiswa yang memiliki resiliensi rendah. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Skala Resiliensi. Hasil penelitian menunjukkan intervensi pendekatan Rational Emotive Behavioral Therapy (REBT) dengan menggunakan teknik Dispute Cognitive dapat meningkatkan resiliensi. Terbukti dari skor resiliensi FDP mengalami peningkatan setelah diberikan intervensi sebesar 201 dalam kategori sedang dibandingkan sebelum adanya intervensi dengan skor 170 dalam kategori rendah.
PENGARUH TEKNIK STORYTELLING DALAM LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP PENINGKATAN EMOTIONAL LITERACY SISWA (Studi Eskperimen terhadap Siswa Kelas III SDN Jatinegara Kaum 14 Pagi) Nira Prihatin Nufus; Retty Filiani; Moch. Dimyati
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 5 No 1 (2016): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.301 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.051.10

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik storytelling dalam layanan bimbingan kelompok terhadap peningkatan emotional literacy siswa. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas III SDN Jatinegara Kaum 14 Pagi pada bulan FebruariDesember 2015. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah PreEksperimental Design dengan bentuk one group pretest-posttest. Instrumen emotional literacy memiliki 45 item butir pernyataan yang valid dan memiliki koefisien reliabilitas sebesar 0,893. Hal tersebut menyimpulkan bahwa instrumen tersebut layak dan dapat dipergunakan dalam penelitian ini. Teknik analisis data yang digunakan dalam menguji hipotesis pada penelitian ini adalah Wilcoxon Match Pairs Test untuk membandingkan hasil pretest dan posttest. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis diperoleh hasil asymp. Sig sebesar 0,012 yang berarti lebih kecil dari signifikansi α = 0.05. Hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, yaitu terjadi peningkatan emotional literacy siswa kelas III SDN Jatinegara Kaum 14 Pagi secara signifikan setelah diberikan teknik storytelling dalam layanan bimbingan kelompok.

Page 6 of 38 | Total Record : 376


Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 2 (2025): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 14 No. 1 (2025): INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol. 13 No. 2 (2024): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 13 No. 1 (2024): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 12 No. 2 (2023): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 12 No. 1 (2023): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 11 No. 2 (2022): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 11 No. 1 (2022): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10 No 2 (2021): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10 No 1 (2021): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 9 No 2 (2020): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 9 No 1 (2020): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8 No 2 (2019): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8 No 1 (2019): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 7 No 2 (2018): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 7 No 1 (2018): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 6 No 2 (2017): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 6 No 1 (2017): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 5 No 2 (2016): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 5 No 1 (2016): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 4 No 2 (2015): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 4 No 1 (2015): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3 No 2 (2014): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3 No 1 (2014): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 2 No 2 (2013): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 2 No 1 (2013): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 1 No 2 (2012): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 1 No 1 (2012): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling More Issue