cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Inovasi
ISSN : 14115549     EISSN : 25276220     DOI : -
The Journal contains the original article of the research related to the problem areas of Agricultural Production, Animal Production, Agribusiness Management, and Agricultural Technology.
Arjuna Subject : -
Articles 410 Documents
PEMANFAATAN WHEY FERMENTASI SEBAGAI “FUNTIONAL FEED” DALAM MENINGKATKAN PERFORMANS AYAM BROILER Budi Prasetyo; Erfan Kustiawan
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 12 No 1 (2012): JII - FEBRUARI
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v12i1.331

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat whey fermentasi yang kemudian diaplikasikan sebagai pakan dengan tujuan untuk meningkatkan ferformans, kualitas karkas dan kekebalan ayam broiler. Manfaat penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai metode pembuatan fermentasi whey yang dinokulasi menggunakan kefir grain.Penelitian terbagi menjadi dua tahap. Penelitian pertama adalah pembuatan fermentasi Whey yang diinokulasi menggunakan kefir grain (starter kefir). Penelitian dilakukan dengan metode percobaan faktorial menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan konsentrasi kefir grain dengan 3 ulangan, yaitu 1%, 3%, dan 5% dari volume whey yang digunakan. Fermentasi whey diinkubasi pada suhu ruang selama 24 jam. Penelitian tahap kedua adalah aplikasi penggunan whey terfermentasi terbaik yang ditambahkan dalam pakan ayam broiler dalam bentuk tepung yang dikeringkan menggunakan alat tray dryer. Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan terdiri dari  ransum komersil (kontrol), ransum + 1% whey terfermentasi, ransum + 3% whey terfermentasi, ransum + 5% whey terfermentasi.Proses fermentasi menggunakan kefir grain sebesar 7% dapat meningkatkan nilai nutrisi whey serta memiliki hasil rendemen lebih tinggi. Penambahan whey fermentasi sebesar 3% (perlakuan W2) dalam ransum secara umum menghasilkan performans ayam broiler yang baik
PENGETAHUAN DAN SIKAP MAHASISWA TENTANG PENYAKIT HEPATITIS A DI POLITEKNIK NEGERI JEMBER Faiqatul Hikmah
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 13 No 1 (2013): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v13i1.80

Abstract

Terdapat kenaikan 150 persen angka penderita Hepatitis A pada bulan Februari 2012, berdasarkan data Dinas Kesehatan kabupaten Jember. Pada maret 2012 berdasarkan data Dinas Kesehatan jember, terdapat penderita hepatitis A sebanyak 120 orang yang harus dirawat di sejumlah rumah sakit dijember, diantaranya terdapat 96 orang adalah mahasiswa. Banyaknya mahasiswa yang terserang penyakit karena kawasan kampus di Jember merupakan daerah endemis virus hepatitis A.Tujuan penelitian untuk menganalisi perbedaan pengetahuan dan sikap antara mahasiswa kesehatan dan mahasiwa non kesehatan di Politeknik Negeri Jember.Jenis penelitian adalah penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan di kampus Politeknik Negeri Jember. Populasi berjumlah 3180 orang dan Jumlah sampel sejumlah 50 orang dengan 25 orang mahasiswa kesetan dan 25 mahasiswa non kesehatan.Hasil penelitian dianalisi dengan menggunakan uji T test independent dan Two-Sample Kolmogorov-Smirnov Test, dari hasil tes tersebut diketahuai bahwa tidak ada perbedaan pengetauan dan sikap anatara mahasiswa kesehatan dan mahasiwa non kesehatan di Politeknik Negeri Jember.Perlunya dilakukan peningkatan pengetahuan tentang hepatitis A dengan memanfaatkan media yang ada di politeknik negeri jember sebagai upaya pencegahan.
APLIKASI PESTISIDA BERDASARKAN MONITORING DAN PENGGUNAAN KELAMBU KASA PLASTIK PADA BUDIDAYA BAWANG MERAH M Syarief
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 13 No 1 (2013): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v13i1.85

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh aplikasi pestisida berdasarkan monitoring dan penggunaan kelambu kasa plastil terhadap jenis hama dan penyakit yang menyerang tanaman bawang merah, intensitas serangan hama dan penyakit serta  produksi bawang merah.Penelitian ini telah dilaksanakan di Kebun Percobaan Politeknik Negeri Jember pada Desember 2010 sampai dengan Maret 2011, menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan pola faktorial, terdiri atas dua faktor yaitu Faktor A (aplikasi pestisida) terdiri atas dua level yaitu A0 (berdasarkan monitoring) dan A1 (terjadwal). Faktor B (penggunaan kelambu kasa plastik) terdiri atas dua level yaitu B0 (tanpa kelambu kasa plastik) dan  B1 (menggunakan kelambu kasa plastik). Masing-masing kombinasi perlakuan diulang sebanyak 4 (empat) kali. Data pengamatan dianalisis menggunakan sidik ragam (Anova). Untuk membedakan antar perlakuan menggunakan Uji Beda Nyata Terkecil pada (BNT) pada taraf 5%.  Kesimpulan penelitian ini sebagai berikut: jenis hama meliputi : Ulat Bawang (Spodoptera exigua) dan Trip (Thrip tabaci), penyakit meliputi: Becak ungu (Alternaria porri), Layu Fusarium (Fusarium oxyporum) dan Antraknose (Colletroticum gloeosporiodes), Intensitas serangan hama dipengaruhi oleh faktor penggunaan kelambu kasa plastik. Perlakuan B1 (menggunakan kelambu kasa plastik) menunjukkan intensitas serangan hama lebih rendah dibanding B0 (tanpa menggunakan kelambu kasa plastik), Terdapat interaksi pengaruh aplikasi pestisida dan penggunaan kelambu kasa plastik terhadap intensitas serangan penyakit. Pada umumnya  AOB0 (aplikasi pestisida berdasarkan monitoring tanpa menggunakan kelambu kasa plastik) dan A1B0 (aplikasi pestisida terjadwal tanpa menggunakan kelambu kasa plastik)  menunjukkan intensitas serangan penyakit lebih tinggi dibanding kombinasi perlakuan lainnya. Produksi bawang merah hanya dipengaruhi oleh faktor penggunaan kelambu kasa plastik. Perlakuan B1 (menggunakan kelambu kasa plastik) menunjukkan produksi yang lebih tinggi (10.58 ton per hektar) dibanding B0 (tanpa menggunakan kelambu kasa plastik) yaitu 6.75 ton per hektar.
PENGARUH KEDISIPLINAN, LINGKUNGAN KERJA, DAN KOMPENSASI TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN PG. WONOLANGAN PROBOLINGGO Dinda Agustina; Wenny Dhamayanthi; Ratih Puspitorini Y. A.
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 14 No 1 (2014): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v14i1.33

Abstract

Pengambilan lokasi Tugas Akhir ini bertempat di PG. Wonolangan Probolinggo. Tujuan penelitian ini adalah (1) Pengaruh Kedisiplinan, Lingkungan Kerja, dan Kompensasi terhadap Prestasi Kerja Karyawan PG. Wonolangan Probolinggo secara serempak maupun parsial, (2) Variabel yang paling dominan mempengaruhi Prestasi Kerja Karyawan PG. Wonolangan Probolinggo. Variabel bebas pada penelitian ini adalah Kedisiplinan (X1), Lingkungan Kerja (X2), Kompensasi (X3). Teknik analisa yang digunakan pada penelitian ini adalah regresi linear berganda. Dari hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa: (1) Secara serempak Kedisiplinan, Lingkungan Kerja dan Kompensasi berpengaruh terhadap Prestasi Kerja (2) Secara parsial Kompensasi berpengaruh secara signifikan terhadap Prestasi Kerja sedangkan Kedisiplinan dan Lingkungan Kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap Prestasi Kerja (3) Variabel yang paling dominan mempengaruhi Prestasi Kerja adalah variabel Kompensasi.
PENINGKATAN KUALITAS KARKAS BROILER DENGAN PENAMBAHAN WHEY FERMENTASI SEBAGAI “FUNCTIONAL FEED “ DALAM RANSUM Erfan Kustiawan; Julinda Romauli Manullang
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 12 No 2 (2012): Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 12 No 2
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v12i2.336

Abstract

Keberadaan whey sebagai limbah pengolahan keju di Indonesia cukup melimpah, khususnya di Jawa Timur dari tahun ke tahun banyak bermunculan sentra industri pengolahan keju, tetapi whey yang dihasilkan dari proses pembuatan keju tersebut terbuang percuma tanpa ada pemanfaatan dan pengolahan. Berdasarkan fakta ini timbul gagasan untuk memanfaatkan whey dari hasil samping pengolahan keju melalui fermentasi untuk meningkatkan komponen bioaktif whey. Selanjutnya diaplikasikan dalam pakan sebagai functional feed  untuk meningkatkan kualitas karkas broiler. Pembuatan fermentasi Whey dilakukan dengan menginokulasikan menggunakan kefir grain (starter kefir). Perlakuan penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 kali ulangan, yaitu konsentrasi kefir grain yang terdiri 1%, 3%, dan 5%. Penambahan whey fermentasi sebesar 3% dalam ransum secara umum meningkatkan kualitas karkas broiler (persentase karkas tinggi, persentase lemak abdominal rendah).
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERIMAAN PEMBUDIDAYA IKAN DI RANUPAKIS KECAMATAN KLAKAH KABUPATEN LUMAJANG - Fransiska; Ida Adha AP; Rizal Perlambang CNAWP
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 14 No 1 (2014): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v14i1.90

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh faktor pakan, unit keramba, dan tenaga kerja terhadap penerimaan pembudidaya ikan, serta mengetahui faktor manakah yang paling dominan terhadap penerimaan pembudidaya ikan. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan teknik pengambilan data melalui wawancara langsung. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis regresi linear berganda untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan pembudidaya ikan. Yang dirumuskan dalam fungsi sebagai berikut: Y = a+b1X1+b2X2+b3X3. Hasil uji-F menunjukkan bahwa variabel pakan, unit keramba, dan tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap penerimaan pembudidaya ikan. Sedangkan hasil uji-t menunjukkan bahwa hanya satu variabel bebas yang berpengaruh signifikan terhadap penerimaan pembudidaya ikan, yaitu variabel unit keramba.
PENENTUAN LOKASI PENANAMAN KARET, KOPI DAN KAKAO BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Dwi Putro Sarwo Setyohadi
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 14 No 3 (2014): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v14i3.37

Abstract

Pengembangan perkebunan dapat mendorong dan menarik pertumbuhan dan sektor-sektor ekonomi lainnya untuk menjadi pendukung pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya di Jember. Namun demikian masih banyak masalah yang dihadapi dalam pengembangan perkebunan dalam kaitannya dengan kondisi geografis Kabupaten Jember dalam memilih lokasi.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan lokasi yang cocok untuk menanam pohon karet, kopi dan kakao di Jember. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metodologi Unified Process. Parameter penentuan mempertimbangkan di setiap lokasi adalah angin, curah hujan, topografi, suhu tanah dan bumi. Lima parameter yang terkait dengan lokasi geografis. Dengan demikian, untuk mendukung penggunaan parameter, aplikasi ini dibuat berbasis SIG. Dari hasil perbandingan menghasilkan output pertandingan DSS dalam bentuk persentase.Persentase setiap parameter harus ditentukan berdasarkan pengaruh prioritas pada tanaman kopi, karet dan kakao. Karena parameter di atas, parameter ini mempengaruhi akurasi keputusan yang diambil oleh Sistem tersebut.
Sistem Penilaian Kinerja Agroindustri Teh Kebun Bantaran PT Perkebunan Nusantara XII Bambang Herry Purnomo; I. B. Suryaningrat; Aulia Brilliantina
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 17 No 1 (2017): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v17i1.463

Abstract

Corporate performance can be measured financially and non-financially. Non-financial measurements cannot be separated from the financial measurements. The aims of this study was to describe of how performance measurement systems that has been conducted at tea agroindustry on Kebun Bantaran PT Perkebunan Nusantara XII to achieve success areas of tea agroindustry. The system was built to adopt from Integrated Dynamic Performance Measurement Systems (IDPMS) model. Interviews, observations, and company’s documents were conducted to gather empirical information regarding the needs of developing new appraisal system. Four integrated functional area of the models are corporate management, factory management, production line, and lab QC. Each functional areas were linked through the specification, reporting, and dynamic updating of the defined areas of success, performance measure, and performance standard. Understanding interrelatioships of performance measurements provides the foundation for more focused improvement effort.
PEMBERIAN MULSA JERAMI PADI DAN PUPUK KASCING PADA RUMPUT SETARIA (Setaria sphacelata) Pebrianti Sarira Palulun; Achmad Marzuki
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 13 No 3 (2013): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v13i3.97

Abstract

Limbah ternak dan pertanian adalah sisa buangan dari suatu kegiatan usaha peternakan dan pertanian seperti usaha pemeliharaan ternak dan sisa hasil pertanian, bila dibiarkan dapat berdampak buruk bagi lingkungan, manusia dah bahkan ternak itu sendiri. Salah satunya limbah padat seperti feses dan jerami padi. Dari limbah ternak tersebut para peternak juga dapat menghasilkan keuntungan karena limbah tersebut dapat diolah menjadi pupuk organik. Pupuk organik tersebut dapat dimanfaatkan untuk tanaman rumput sehingga para peternak dapat menyajikan hijauan berkualiatas unggul dan ekonomis.Kascing atau vermicompost adalah kotoran cacing tanah. Kascing mengandung unsur hara yang lengkap, baik unsur makro dan mikro yang berguna bagi pertumbuhan tanaman. Unsur-unsur kimia yang terkandung di dalamnya siap diserap tanaman dan sangat berguna bagi pertumbuhan dan produksinya. Disamping itu kascing mengandung mikroba dan hormon perangsang pertumbuhan tanaman. Jumlah mikroba yang banyak dan aktivitasnya yang tinggi bisa mempercepat pelepasan unsur-unsur hara dari kotoran cacing menjadi bentuk yang tersedia bagi tanamanMulsa adalah material penutup tanaman budidaya yang dimaksudkan untuk menjaga kelembaban tanah serta menekan pertumbuhan gulma dan penyakit sehingga membuat tanaman tersebut tumbuh dengan baik. Mulsa dibedakan menjadi dua macam dilihat dari bahan asalnya, yaitu mulsa organik dan anorganik. Salah satu bahan yang dapat digunakan sebagai mulsa organik adalah jerami (Adisarwanto dan Wudianto dalam Mariano. 2003). Mulsa organik jerami padi dapat meningkatkan dan mempertahankan kandungan air tanah lebih dibandingkan mulsa golongan leguminosa karena mulsa jerami padi lebih tahan. (Yoyo dalam Agusni dkk. 2000).Tujuan peneliti ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan mulsa organik jerami padi dan pupuk kascing terhadap pertumbuhan dan produsi rumput Setaria sphacelata.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial dengan empat perlakuan dan lima kali ulangan, adapun perlakuannya adalah P1 yaitu mulsa organik jerami padi : 12 kg/bedeng, P2 yaitu pupuk kascing : 300 gr/rumpun dan K3 yaitu kombinasi mulsa organik jerami padi : 6 kg/bedeng dan pupuk kascing : 150gr/rumpun.Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon pertumbuhan dan produksi rumput Setaria sphacelata yang terbaik dihasilkan oleh perlakuan P2, dengan hasil jumlah anakan 84,25, panjang daun 40,08cm, tinggi tanaman 57,38 cm, dan produksi 4,90 kg. Pemupukan dilakukan sebanyak  dua kali yaitu pada periode defoliasi yang dilakukan dua minggu setelah penanaman dan pemupukan kedua dilakukan  dua hari sebelum panen.Dari hasil penelitian ini, disimpulkan bahwa pupuk kascing (P2) dengan dosis 300 gr/rumpun dapat meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas rumput Setaria sphacelata pada saat defoliasi dan panen. Perlakuan dengan mulsa organic jerami padi dan kombinasi antara mulsa organic jerami padi dan pupuk kascing (P1 dan P3) memiliki tingkat pertumbuhan dan produksi yang kurang baik terhadap rumput Setaria sphacelata yaitu dengan hasil produksi P1 0,36 kg/bedeng dan K3 0,81 kg/bedeng (defoliasi) dan P1 2,60 kg/bedeng dan 4,40 kg/bedeng (panen). Untuk tanaman rumput Setaria sphacelata dapat menggunakan pupuk kascing dengan dosis 300 gram/rumpun tanpa harus menggunakan mulsa, karena hanya dengan pemberian pupuk kascing 300 gram/rumpun pertumbuhan dan produksinya tinggi.
PENGARUH MOTIVASI, KEPEMIMPINAN, BUDAYA ORGANISASI MELALUI KEPUASAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI PTPN X JEMBER Endang Widyawatiningrum; Ujang Suryadi; Ri Zal
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 15 No 3 (2015): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v15i3.13

Abstract

Sebuah organisasi yang kompetitif memerlukan dukungan dari semua sumber daya untuk meningkatkan kinerja . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk megetahui  apakah ada pengaruh motivasi , kepemimpinan dan budaya organisasi terhadap kinerja karyawan PTPN X Jember. Sebagai objek penelitian ini adalah seluruh karyawan PTPN X Jember dengan sampel 154 karyawan yang menjadi responden . Berdasarkan analisis menggunakan SEM menunjukkan bahwa motivasi dan budaya organisasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan di PTPN X Jember sementara kepemimpinan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan di PTPN X Jember . Motivasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja di PTPN X Jember sedangkan kepemimpinan dan budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja di PTPN X  Jember . Kepuasan berpengaruh signifikan terhadap kinerja di PTPN X Jember .

Page 7 of 41 | Total Record : 410