cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Inovasi
ISSN : 14115549     EISSN : 25276220     DOI : -
The Journal contains the original article of the research related to the problem areas of Agricultural Production, Animal Production, Agribusiness Management, and Agricultural Technology.
Arjuna Subject : -
Articles 410 Documents
Analisis Sikap Konsumen Pada Produk Kopi (Studi Kasus Pada Perusahaan Pdp Kahyangan Kabupaten Jember ) Naning Retnowati; Alwan Abdurahman
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 17 No 2 (2017): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v17i2.543

Abstract

The purposes of this research are to determine : 1) attributes criteria that are considered by consumer in coffee buying process, 2) consumer attitudes toward coffee product attributes of PDP Kahyangan than its competitor (Kapal Api Special). The method of data analysis used in this research is the Fishbein Attitude Model. This research uses eight attributes of product, those are colour, aroma, flavour, acidity, viscosity, package, price, product availability, and product recognition. Based on this research flavour, aroma and accidity attribute are the most considered by consumer in coffee buying decision process and then followed by viscosity, product availability, colour, product recognition, package, and price. The total value of consumer attitudes toward both PDP Kahyangan and Kapal Api Special are positive, that is with the value of 138,53, it’s fewer than Kapal Api Special (162,85). Consumer attitude in flavour product attribute of PDP Kahyangan is better than Kapal Api Special, with the best value of 23,03. It showed that consumer acceptance flavour product attribute of PDP Kahyangan is is better than Kapal Api Special. 
HUBUNGAN KARAKTERISTIK INDIVIDU DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA PASIEN DI KLINIK RAWAT INAP SUHERMAN PERIODE JANUARI SAMPAI AGUSTUS 2012 Novita Nuraini
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 13 No 2 (2013): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v13i2.102

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama di Indonesia. Tekanan darah tinggi (Hipertensi) adalah suatu peningkatan tekanan darah di dalam arteri yang mengakibatkan suplai oksigen dan nutrisi ke organ target tidak optimal sehingga dapat menyebabkan peningkatan resiko terhadap penyakit stroke, gagal ginjal, dan serangan jantung. Faktor resiko hipertensi bermacam-macam diantaranya karakteristik individu dan gaya hidup. Segala kegiatan kesehatan sebagai sarana untuk promosi kesehatan dalam rangka pencegahan penyakit hipertensi dan usaha mengontrol penderita hipertensi sedang banyak dilakukan. Hal ini bertujuan menurunkan angka kejadian hipertensi serta mencegah komplikasi pada penderita hipertensi. Berdasarkan data kunjungan rawat jalan klinik rawat inap Suherman pada tahun 2012 hipertensi selalu termasuk salah satu dari sepuluh penyakit terbanyak yang terdiagnosis setiap bulannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik individu dengan kejadian hipertensi di klinik rawat inap Suherman periode Januari–Agustus 2012. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik yang menggunakan desain cross sectional survey. Objek penelitian ini adalah semua pasien yang berkunjung ke klinik dan terdiagnosis hipertensi selama periode Januari–Agustus 2012. Sampel penelitian berjumlah 30 orang yang diambil secara purposive sampling. Analisis dilakukan dengan uji korelasi .Hasil penelitian berupa data karakteristik individu pasien hipertensi, berdasarkan usia, jenis kelamin, berat badan, dan kebiasaan merokok serta hasil analisis hubungan karakteristik individu dengan kejadian hipertensi pada pasien yang berobat di klinik rawat inap suherman.Hasil penelitian yaitu mayoritas penderitahipertensiberusia≥45tahun(90%), berjenis kelamin wanita (76,7%), memiliki riwayat merokok (76,7%), dan memiliki berat badan lebih dari normal (90%). Terdapathubunganyangbermaknaantarausiadenganpenderitahipertensidiklinik rawat inap suherman. Terdapathubunganyangbermaknaantarajeniskelamindenganpenderita hipertensidiklinik rawat inap suherman. Terdapatnyahubunganyangbermaknaantarakebiasaanmerokokdenganpenderita hipertensidiklinik rawat inap suherman. Terdapat hubungan yang bermakna antara berat badan dengan penderita hipertensi klinik rawat inap suherman
MODEL KERJASAMA VERTIKAL PELAKU RANTAI PASOK KOMODITAS PANGAN Ridwan Iskandar
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 14 No 3 (2014): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v14i3.23

Abstract

Peningkatan daya saing komoditas pangan lokal memerlukan pendekatan sistem agribisnis mulai dari hulu sampai hilir yang melibatkan para pelaku rantai pasok. Hal ini didasari harga komoditas pangan impor yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan harga komoditas pangan di pasar domestik, dengan kualitas produk yang lebih terjamin. Para pelaku rantai pasok dalam hal ini perlu proaktif membina kerjasama untuk mewujudkan pemasaran komoditas pangan yang efisien mulai dari petani sampai ke industri pengolahan.  Wujud kerjasama yang saling menguntungkan adalah suatu sistem koordinasi diantara pelaku rantai pasok. Sistem koordinasi dalam rantai pasok komoditas pangan belum diketahui tingkatannya, oleh karena itu perlu diteliti tingkat koordinasi dalam rantai pasok komoditas komoditas pangan baik lokal maupun impor. Penelitian ini mengangkat permasalahan utama tentang tingkat koordinasi, yaitu bagaimanakah tingkat koordinasi dalam rantai pasok komoditas pangan lokal dan impor. Koordinasi dalam rantai pasok komoditas pangan lokal umumnya termasuk kategori tidak terkoordinasi dan dalam rantai pasok komoditas pangan impor pada umumnya terkoordinasi. Untuk menjawab permasalahan ditempuh tiga tahap analisis, yaitu analisis faktor, analisis cluster dan analisis diskriminan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat koordinasi dalam rantai pasok komoditas pangan yang terkoordinasi dengan rantai pasok komoditas pangan yang tidak terkoordinasi, dimana rata-rata skor diskriminan rantai pasok komoditas pangan terkoordinasi lebih besar dari rantai pasok komoditas pangan tidak terkoordinasi. Disarankan kepada pemerintah untuk melakukan pembinaan sistem koordinasi, sehingga rantai pasok menjadi suatu kesatuan yang para pelakunya saling tergantung dan saling menguntungkan satu sama lain. Pada akhirnya setiap pelaku rantai pasok diharapkan akan memiliki rasa tanggung jawab terhadap peningkatan kinerja perorangan dan kelompok.
Kinerja Reproduksi Induk Sapi Sebelum dan Sesudah Pendampingan pada Kelompok Tani Lembu Agung, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke Batseba M.W. Tiro
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 17 No 2 (2017): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v17i2.548

Abstract

Extensive land and diversity of local feed sources allows Papua to have great potential in the development of beef cattle. However, with the traditional livestock breeding system, where livestock is only released and feed still depends on the availability of nature it will certainly affect the productivity of livestock. In addition, farmers have not mastered the feed technology appropriately so that the source of feed has not been utilized optimally to support the growth of livestock. The long dry season in Merauke Regency has an impact on the limited of forage feed in terms of quality and quantity that directly affect the productivity of livestock. On the other hand, the extent of rice cultivation area in Merauke Regency by itself is enough rice cultivation available potentially as beef cattle feed, but the potential has not been optimally utilized. Strategic measures need to be taken such as improving maintenance systems through technological assistance at the farm level. This study aims to present data and information on the reproductive performance of beef cattle before and after assistance in the farming of beef cattle in the Lembu Agung Farmer Group, Kurik District, Merauke Regency. The results of technological assistance at the farm level through improved feeding on parent beef cattle can improve the performance of the parent rerpoduksi that can improve the cows body condition score (BCS) from the range 2 - 2,5 to 3 - 3,5; fix the service per conception (S/C) value to   < 2; shortening the calving interval from 18 - 24 months to 13 - 15 months; increase the calf's birth weight to 25 - 28 kg and improve changes in body weight. Keywords : Reproductive, Performance, Cow.
OPERASI MORFOLOGI UNTUK MENDETEKSI KEBERADAAN BENDA TAJAM PADA CITRA X-RAY DI BANDARA Nurul Zainal Fanani
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 13 No 2 (2013): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v13i2.108

Abstract

Pemeriksaan barang bawaan penumpang adalah hal yang mutlak dilakukan sebelum seseorang memasuki kabin pesawat untuk mengantisipasi masuknya benda berbahaya kedalam pesawat. Penentuan adanya benda berbahaya dalam tas bawaan penumpang dilakukan oleh petugas security  dengan mengamati monitor pada mesin x-ray bandara. Faktor kelelahan petugas sangat mempengaruhi tingkat akurasi pada proses pemeriksaan tersebut.  Sehingga pada penelitian ini dibuat perangkat lunak yang dapat diaplikasikan pada mesin x-ray guna membantu petugas security dalam menentukan adanya benda tajam yang diindikasikan sebagai barang berbahaya. Proses deteksi benda tajam diawali dengan segmentasi menggunakan Color base, proses filtering menggunakan Morfologi serta penentuan tajam atau tidaknya objek menggunakan Round Value.
KARAKTERISTIK KROMIUM ORGANIK HASIL HIDROLIS LIMBAH PADAT PENYAMAKAN KULIT YANG DISINTESIS PADA TEMPERATUR dan KONSENTRASI NaOH BERBEDA SEBAGAI FEED SUPLEMEN SAPI Ujang Suryadi
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 13 No 3 (2013): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v13i3.41

Abstract

Dewasa ini trace mineral selalu ditambahkan ke dalam ransum  untuk menyediakan kebutuhan mineral ternak. Trace mineral kromium dalam bentuk organik mulai dieksplorasi penggunaannya untuk kepentingan nutrisi ternak.  Kromium organik dapat disintesi dari limbah padat penyamakan kulit melalui proses hidrolisisPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kromium organik yang disintesis pada temperatur dan konsentrasi NaOH yang berbeda pada kondisi asam di abomasum dan suasana basa di dalam rumen. Karakteristik kromium yang diteliti meliputi kelarutan kromium dan nilai rasio kelarutannya. Nilai kelarutan kromium dapat memberikan informasi tentang ketersediaan kekuatan ikatan kromium dengan agen khelat ketika berada di rumen dan abomasum.Penelitian dilakukan secara in vitro dengan metode eksperimen. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 12 kombinasi temperatur dan konsentrasi NaOH ketika proses hidrolisis yaitu; Temperatur 60 oC, konsentrasi NaOH 1% (T1K1), Temperatur 60 oC, konsentrasi NaOH 4% (T1K2), Temperatur 60 oC, konsentrasi NaOH 7% (T1K3), Temperatur 60 oC, konsentrasi NaOH 10% (T1K4), Temperatur 80 oC, konsentrasi NaOH 1% (T2K1), Temperatur 80 oC, konsentrasi NaOH 4% (T2K2), Temperatur 80 oC, konsentrasi NaOH 7% (T2K3), Temperatur 100 oC, konsentrasi NaOH 1% (T3K1),  Temperatur 100 oC, konsentrasi NaOH 4% (T3K2), Temperatur 100 oC, konsentrasi NaOH 7% (T3K3), dan Temperatur 100 oC, konsentrasi NaOH 10% (T3K4).Simpulan penelitian yaitu kombinasi temperatur dan konsentrasi NaOH berpengaruh terhadap kelarutan kromium organik hasil hidrolisi di rumen dan abomasum. Nilai rasio kelarutan  kromium organik tertinggi 2,10  diperoleh dari proses hidrolisasi pada temperatur 60 oC dengan konsentrasi NaOH 4%, sedangkan nilai rasio kelarutan  terendah 0,23 diperoleh dari proses hidrolisasi pada temperatur 80 oC dengan konsentrasi NaOH 10%.
Peran Benzyl Amino Purine Pada Induksi Tunas Kultur Tembakau White Burley Dyah Nuning Erawati; Usken Fisdiana; Siti Humaida
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 17 No 3 (2017): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v17i3.553

Abstract

Keunggulan tembakau White Burley untuk dikembangkan melalui teknik kultur jaringan dikarenakankadar nikotin yang lebih rendah dan ketahanan terhadap penyakit tanamantanaman. Kendala pengembangan kultur tembakau antara lain adalah kemampuan eksplantembakau beregenerasi dan berdiferensiasi untuk membentuk tunasseringkali berlebihan.Oleh karena itu, diperlukan peranan zat pengatur tumbuh eksogen dari golongan sitokinin agar tujuan perbanyakan tanaman dapat tercapai dengan hasil bibit tembakau White Burley yang berkualitas. Penelitian dilakukan berdasar Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan tunggal konsentrasi Benzyl Amino Purine 0 ppm, 1 ppm, 2 ppm, 3 ppm dan 4 ppm.  Hasil analisis menunjukkan bahwa peran BAPpada media MS mempengaruhi eksplan tembakau White Burleypada kecepatan bertunas, jumlahtunas dan tinggi tunas. Kecepatan pembentukan tunas tercepat pada perlakuan MS + 3 ppm BAP dengan rata-rata 15,75 HST, jumlah tunas terbanyak pada perlakuan MS+ 2 ppm BAP dengan rata-rata 28,375 tunas dan tunas tertinggi pada perlakuan MS+ 4 ppm BAP dengan rata-rata 18,00cm. Kata kunci : BAP, induksi tunas, kultur tembakau, White Burley
STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI BUAH-BUAHAN DI JAWA TIMUR M Fatoni Kurnianto
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 13 No 1 (2013): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v13i1.115

Abstract

Perkembangan sektor industri sangat erat kaitannya dengan proses industrialisasi sebagai grand design pembangunan ekonomi di Indonesia. Dalam menanggapi persaingan yang semakin tajam, maka setiap perusahaan harus selalu berusaha untuk meningkatkan efisiensinya. Semakin tinggi efisiensinya akan dapat memperbesar kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan operasi perusahaan, baik dikaitkan dengan penjualan maupun modal yang digunakan untuk menghasilkan keuntungan tersebutBegitu banyak industri yang ada di Indonesia, apalagi di Provinsi Jawa Timur, yaitu baik industri yang bergerak di bidang jasa, konsumsi, transportasi, perhubungan dan yang lainnya. Untuk industri konsumsi dimana dalam hal ini industri makanan dan minuman, persaingan yang terjadi di antara perusahaan-perusahaan sangat ketat - mereka bersaing untuk memperoleh kepercayaan konsumen juga demi meningkatkan laba perusahaannya Dengan demikian untuk meningkatkan hasil industri khususnya industri makanan dan minuman di Provinsi Jawa Timur sendiri, perlu adanya pembaharuan dan peningkatan dalam setiap faktor-faktor produksi contohnya bahan baku, teknologi dan tenaga kerja sangat berperan khusus untuk meningkatkan sektor produksi suatu industri sehingga besar terhadap besar kecilnya proses produksi industri makanan dan minuman, Perdagangan dunia diperkirakan akan meningkat dengan tingkat pertumbuhan rata-rata sekitar 8% per tahun.
ANALISIS KEBUTUHAN (NEED ANALYSIS) UNTUK PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS KHUSUS (ESP) PADA KELAS MANAJEMEN AGROINDUSTRI Dyah Aju Hermawati
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 15 No 2 (2015): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v15i2.45

Abstract

Proses pembelajaran bahasa Inggris dengan ESP (English for Specific Purposes)  pada pendidikan tinggi sering kali berjalan kurang maksimal. Salah satu faktor penyebabnya adalah kurangnya perencanaan pembelajaran sehingga pembelajaran berlangsung tidak relevan dengan bidang  ilmu yang mereka ampu. Untuk itu diperlukan adanya perencanaan pembelajaran yang akan dimulai dengan melakukan analisis kebutuhan mahasiswa terhadap pembelajaran bahasa Inggris dengan tujuan khusus. Maka dari itu penelitian bertujuan untuk menemukan dan mendeskripsikan kebutuhan  mahasiswa terhadap bahasa  Inggris  ESP. Hal ini perlu dilakukan agar materi pembelajaran bahasa Inggris dengan tujuan khusus (ESP) yang diterima mahasiswa  sesuai dengan bidang ilmu yang mereka ampu maupun bidang pekerjaan yang akan mereka tekuni. Penelitian ini berdasarkan  pendekatan deskriptif kualitatif. Obyek penelitian ini adalah mahasiswa Manajemen Agroindustri angkatan 2012/2013 Politeknik Negeri Jember. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner, angket dan melakukan wawancara langsung. Kemudian data yang didapat akan diklasifikasikan sehingga kebutuhan mahasiswa Manajemen Agroindustri (MID) terhadap pembelajaran bahasa Inggris bisa diidentifikasi, kemudian akan dideskripsikan. Hasil penelitian ini akan digunakan acuan untuk penelitian berikutnya, yaitu perencanaan silabus  maupun pengembangan materi atau bahan ajar untuk bahasa Inggris ESP.
Hubungan Lingkar Skrotum Terhadap Kualitas Produksi Testis Sapi Simmental Okwiber Handayani; dihan kurnia; Pajri Pajri Anwar
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 17 No 3 (2017): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v17i3.845

Abstract

This research was conducted at central of artificial insemination Tuah Sakato in May 2015. The purpose of this research to know the relationship of the circumference to the scrotum on the quality of the testicles simmental bulls production.  The materials used were of 13 Simmental Bulls. The parameters of research is the parameter independent in circumference the scrotum and dependent of the parameters of the volume of semen , the consistency of cement , the concentration of spermatozoa and motility spermatozoa. Regression analisys simple was used to process the data. Results showed that the relationship between scrotal circumference and semen volume with : Y = -8.965 + 0.401 X; scrotal circumference and spermatozoa concentration :Y = 1175.533 + 14.846 X; scrotal circumference with semen consistency :Y = 0.348 + -0.057 X and scrotal circumference with sperm  motility with equation Y = 31.328 + 0.783 X. It can be concluded that scrotal circumference had not a significant effect (P>0.05) on consistency , concentration and sperm  motility but significant (P<0.05)  on semen volume. 

Page 8 of 41 | Total Record : 410