cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Agritech: Jurnal Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto
ISSN : 14111063     EISSN : 25805002     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
AGRITECH merupakan media komunikasi dan informasi ilmiah bidang pertanian dalam arti luas. Berisi hasil-hasil penelitian, ulasan (feature) ataupun informasi lain yang bersifat inovatif-produktif. Jurnal Agritech diterbitkan setahun dua kali : Juni dan Desember. Redaksi menerima tulisan dari para ahli, peneliti, praktisi ataupun semua pihak yang berkompeten di bidang pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 218 Documents
PENGARUH GIBERELIN TERHADAP PERKECAMBAHAN BENIH DAN PERTUMBUHAN SEMAI KAWISTA (Feronia Limonia (L.) Swingle) Endang Dewi Murrinie; Untung Sudjianto; Khoirinnidha Ma’rufa Ma’rufa
Agritech: Jurnal Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto Vol 23, No 2 (2021): AGRITECH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/agritech.v23i2.12614

Abstract

Wood-apple is a rare plant that is almost extinct, so efforts are needed to increase the population. Wood-apple is generally propagated generatively. Wood-apple seeds need 2-3 weeks to germinate, so when germinated many seeds are rotten before germination. Soaking in gibberellins is one way that can be done to shorten germination. The study aimed to determine the effect of concentration and duration of soaking in gibberellins on germination and growth of wood-apple seedlings. The study consisted of two factors which were designed in a completely randomized design. The first factor was the concentration of gibberellins, consisting of three levels, namely 25 ppm (k1), 50 ppm (k2), and 75 ppm (k3). The second factor was soaking time, consisting of three levels, namely 6 hours (l1), 9 hours (12), and 12 hours (13), so there were 9 treatment combinations and one treatment without gibberellins (control), each treatment was repeated three times. The results showed that the gibberellin treatment increased the height of the seedlings compared to the control. The concentration of gibberellins affects the length and diameter of the hypocotyl and the length of the radicle. Concentrations of 50 and 75 ppm resulted in higher hypocotyl diameter and radicle length than 25 ppm. The concentration of 75 ppm gave the highest hypocotyl length. Soaking time affects the percentage of germination, germination rate, and growth rate of wood-apple seedings. Soaking in gibberellins for 12 hours gave a faster growth rate of seedlings than 6 and 9 hours.
PENGARUH APLIKASI PUPUK CAIR ASAL BUAH MAJA DAN SABUT KELAPA TERHADAP TANAMAN KANGKUNG PADA TANAH SUBOPTIMAL edy syafril hayat; Sri Andayani; Susilawati Soeyoed
Agritech: Jurnal Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto Vol 23, No 2 (2021): AGRITECH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/agritech.v23i2.9242

Abstract

Penelitian bertujuan  ini  untuk mengetahui pengaruh aplikasi pupuk organik cair asal buah maja dan sabut kelapa terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung yang ditanam di tanah suboptimal. Tanah suboptimal  yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah tanah alluvial, yang berasal dari lingkungan kampus Universitas Panca Bhakti (UPB)  yang termasuk dalam daerah aliran sungai (DAS) Kapuas. Metode penelitian yang digunakan adalah  metode eksperimental di polibag dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari dua faktor perlakuan. Faktor I adalah perlakuan aplikasi pupuk cair asal buah maja dengan kode m yang terdiri dari 3 taraf perlakuan  yaitu m1= aplikasi pupuk cair buah maja dengan konsentrasi 10%, m2= aplikasi pupuk cair buah maja dengan konsentrasi 30%  dan m3= aplikasi pupuk cair buah maja dengan konsentrasi 50% . Faktor II adalah perlakuan aplikasi pupuk cair asal sabut kelapa dengan kode s yang terdiri dari 3 taraf  yaitu s1= aplikasi pupuk cair sabut kelapa dengan konsentrasi 10%, s2= aplikasi pupuk cair sabut kelapa dengan konsentrasi 30%  dan s3= aplikasi pupuk cair sabut kelapa dengan konsentrasi 50% . Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pupuk cair asal sabut kelapa berpengaruh nyata terhadap jumlah daun tanaman kangkung, namun tidak terjadi interaksi antara pupuk cair asal buah maja dengan pupuk cair asal sabut kelapa terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah klorofil, dan produksi tanaman. Kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah aplikasi pupuk cair sabut kelapa dengan konsentrasi 50% menghasilkan pertumbuhan tanaman kangkung terbaik yaitu dengan jumlah daun rata-rata 13,05 helai.Kata kunci  : Pupuk cair, buah maja, sabut kelapa, tanah suboptimal, kangkung
KERAGAAN AGRONOMI DAN KADAR GULA GENOTIPE JAGUNG UNGU DAN JAGUNG PULUT SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL Erny Ishartati; Sufianto Sufianto; Made Jana Mejaya; Indra Alfi Fadjri; Rizal Yusril Budiono
Agritech: Jurnal Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto Vol 23, No 2 (2021): AGRITECH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/agritech.v23i2.11651

Abstract

Pangan fungsional merupakan pangan yang memenuhi persyaratan sensori, nutrisi dan fisiologis bagi tubuh manusia, sehingg selain bergizi juga mempunyai pengaruh positif terhadap kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaan agronomi dan kadar gula enam genotipe jagung ungu dan jagung pulut yang berpotensi sebagai pangan fungsional. Penelitian dilaksanakan di lahan Penelitian Faklultas Pertanian-Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang. Metode penelitian yaitu metode experimental denagn enam genotipe jagung yaitu P1= Jagung ungu, P2= Jagung pulut, P3= Benih berbiji ungu keturunan pertama (F1) hasil persilangan (P1♀xP2♂), P4= Benih berbiji putih keturunan pertama (F1) hasil persilangan (P1♀xP2♂),  P5= Benih berbiji putih keturunan pertama (F1) hasil persilangan (P2♀x P1♂), dan P6= Benih berbiji ungu keturunan pertama (F1) hasil persilangan (P2♀x P1♂), diuji menggunakan rancangan acak kelompok dan diulang  tiga kali. Karakter yang diamati adalah karakter tongkol, karakter biji,  dan karakter kadar gula biji. Karakter tongkol pada genotipe P2 [Jagung pulut] secara genetik memiliki karakter yang lebih baik bila dibandingkan dengan ke lima genotip lainnya. Karakter biji pada enam genotip beragam diantara karakter yang diteliti. Kadar gula pada biji yang tinggi ditunjukkan oleh genotipe P2 [jagung pulut] dan P6  [F1 hasil persilangan (P2♀x P1♂), sedangkan kadar gula rendah ditunjukkan oleh genotipe P3 [F1 hasil persilangan (P1♀xP2♂)], P4 [F1 hasil persilangan (P1♀xP2♂)],  P5 [F1 hasil persilangan (P2♀x P1♂)]. Genotip dengan kadar gula rendah berpotensi sebagai sumber genotip baru untuk penderita diabetes..Kata kunci: Jagung, Keragaan Agronomi, Pangan Fungsional, Kadar Gula
UJI BEBERAPA DOSIS MINYAK SERAI WANGI (Cymbopogon nardus L.) SEBAGAI ATRAKTAN HAMA LALAT BUAH (Bactrocera sp) PADA TANAMAN JERUK SIAM (Citrus nobilis Lour.) Hafiz Fauzana; Aurilika Octiyanti
Agritech: Jurnal Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto Vol 23, No 2 (2021): AGRITECH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/agritech.v23i2.12615

Abstract

Siamese orange (Citrus nobilis Lour) is a horticultural plant having the main pest, the fruit flyBactrocera sp. The solution is eviromentally friendly control is the use of trap combined with theattractant of lemongrass (Cymbopogon nardus L.). The purpose of this study is to get the dosage oflemongrass oil which is ablest to trap most fruit fly on citrus plants. This research was conducted atDesa Kuok Kecamatan Kuok Kabupaten Kampar and at Riau University Faculty of AgricultureLaboratory of Plant Pests, from September to November in 2020. The treatment of the givendosage of lemongrass oil was 0,125 ml per trap, 0,250 ml per trap, 0,375 ml per trap, 0,500 ml pertrap, and 0,625 ml per trap. The experiment used a complete randomized design with 5 treatmentsand 4 repetitions. The result showed that the species that attacks the citrus plant is B. carambolae,B. papaye dan B. umbrosa. The ablest dosage of lemongrass oil in trapping most fruit fly was 0,625ml trap with an average population of 18,5 fruit flies for seven days.
RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN SEGAU/SAWI DAYAK PADA PERLAKUAN PUPUK KOTORAN AYAM DAN KOMPOS KIAMBANG Pienyani Rosawanti; Fahruddin Arfianto
Agritech: Jurnal Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto Vol 23, No 2 (2021): AGRITECH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/agritech.v23i2.9816

Abstract

Segau atau sawi lokal khas Dayak di Kalimantan merupakan sejenis sawi dengan rasa pahit dan biasa dikonsumsi oleh masyarakat. Segau biasa ditanam bersamaan dengan saat penanaman padi ladang/gunung di daerah masyarakat suku Dayak di Kalimantan. Sampai saat ini belum ada panduan teknik budidaya untuk meningkatkan produksi tanaman segau. Tanaman sawi lokal (segau) biasanya ditanam 1 kali setahun yaitu saat musim tanam Oktober – Maret bersamaan dengan penanaman padi di lahan tegalan. Budidaya segau selama ini dilakukan oleh petani masih dengan cara tradisional. Penelitian tentang budidaya tanaman segau perlu dilakukan mengingat segau merupakan salah satu kearifan lokal yang dimiliki dan harus dilestarikan agar tidak punah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan segau/sawi lokal khas dayak pada perlakuan pupuk organik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor perlakuan. Faktor I pupuk kandang ayam dan faktor II kompos kiambang. Terdapat interaksi perlakuan pupuk kandang ayam dan kompos kiambang pada parameter diameter batang tanaman segau. Perlakuan faktor tunggal pupuk kandang ayam berpengaruh sangat nyata pada panjang tajuk, jumlah daun, diameter batang, bobot basah tajuk, bobot basah akar, rasio panjang akar tajuk, berpengaruh nyata pada rasio bobot basah akar-tajuk dan nilai indeks panen. Pada parameter Indeks Panen, perlakuan terbaik adalah perlakuan pupuk kandang ayam dengan dosis 10 ton/ha.  
INDUKSI KALUS EKSPLAN DAUN LADA (Piper nigrum L.) PADA MODIFIKASI MEDIA MS DENGAN PENAMBAHAN HORMON NAA DAN BAP AFRIANDI DWI KRISTIANTO; TITIN SETYORINI
Agritech: Jurnal Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto Vol 23, No 2 (2021): AGRITECH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/agritech.v23i2.12028

Abstract

Ketersediaan bibit lada yang bermutu dapat didukung oleh perbanyakan tanaman melalui kultur jaringan. Komposisi media yang digunakan sangat berperan dalam mempengaruhi keberhasilan metode ini. Efisiensi penggunaan media MS (Murashige and Skoog) merupakan hal yang perlu diperhatikan untuk menekan biaya produksi bibit lada melalui kultur jaringan sehingga media tersebut perlu dimodifikasi. Penambahan hormon pada media sangat mempengaruhi respon pertumbuhan dan perkembangan eksplan yang digunakan. Hormon yang sering ditambahkan pada media kultur antara lain NAA (Napthalene Acetic Acid) dan BAP (Benzyl Amino Purine). Penelitian bertujuan untuk mengetahui modifikasi media MS paling optimal untuk menginduksi kalus eksplan tanaman lada dengan penambahan hormon NAA dan BAP. Penelitian dilakukan di Laboratorium Kultur Jaringan INSTIPER. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor. Faktor pertama adalah modifikasi media MS yang terdiri atas tiga aras, yaitu ¼ MS, ½ MS, dan MS. Faktor kedua yaitu kombinasi perbandingan penambahan hormon NAA dan BAP yang terdiri dari lima aras, yaitu 1:0, 0:1, 1:1, 1:2, dan 2:1. Data kuantitatif yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan aplikasi excel dan data kualitatif dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media ¼ MS, ½ MS, MS dapat menginduksi kalus dari eksplan daun lada. Penambahan hormon NAA dan BAP dengan konsentrasi 1 – 2 ppm dapat merangsang pembentukan kalus dari eksplan daun lada. Persentase eksplan yang berkalus bervariasi mulai dari 14 – 71%. Kalus terbentuk paling cepat 3 minggu setelah tanam. Tekstur kalus yang dihasilkan adalah remah dan kompak. Warna kalus yang terbentuk putih, putih kekuningan, putih kehijauan dan putih kecoklatan. Berat kalus yang terbentuk berkisar antara 0.04 – 1.73 gram.
IDENTIFIKASI BEBERAPA SIFAT KIMIA TANAH GAMBUT PADA KEBUN KELAPA SAWIT RAKYAT DI DESA RASAU JAYA II KABUPATEN KUBU RAYA Nafa A Permatasari; Denah Suswati; Feira Budiarsyah Arief; Asrifin Aspan Aspan; Asmahan Akhmad
Agritech: Jurnal Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto Vol 23, No 2 (2021): AGRITECH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/agritech.v23i2.12616

Abstract

This study identifies the availability of macronutrients N, P, K, Ca, Mg in peat soil and fertilizersuggestions in the management of smallholder oil palm plantations in Rasau Jaya II Village, KubuRaya Regency. This research method is a field survey, where soil samples are taken at depth of 0-30cm and analyzed in the laboratory. The results showed the chemical properties of the soil with thefollowing criteria: very acidic soil reaction (pH); N-total, phosphorus, C-organic, Cation ExchangeCapacity is very high; K-dd low to moderate; low to moderate Ca; Mg is moderate to high andBase Saturation is very low.
The Influence Of Environment Of Hydrilla verticilata (L.F.) Royle On The Growth And Yield Of Onion Crops (Allium ascalonicum L.) Sri Hariningsih Pratiwi; Retno Tri Purnamasari; Kunadi Tataq
Agritech: Jurnal Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto Vol 23, No 2 (2021): AGRITECH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/agritech.v23i2.10317

Abstract

This study aims to determinate the rigt length of immersion of Hydrilla verticilatta to produce high growth and yield of shallot plants. The research was conducted in the experimental field of the Faculty of Agriculture, University of Merdeka PAsirian, Purutrejo Village, Purworejo District, Pasuruan city in October 2019 until February 2020. The study used a randomized block design (RAK) consisting of 4 treatments and 6 replications with the following treatments : C0  : without immersion (control), C1 :immersion for 8 weeks,C2:immersion for 4 weeks,C3 : immersion  for 2 weeks. The data obtained from the study were analyzed using analysis of variance, if there is real effect, then it is followed by the 5% LSD test.The result showed that Hydrilla verticilatta immersion treatment for 8 weeks was able to provide better growth and yields in all parameters and all ages of observation. The yield  of shallot plants in the Hydrilla verticilatta immersion gave 8.70 tonnes ha-1, 2 weeks of Hydrilla verticilatta immersion 7.03 tonnes ha-1, bu the treatment without immersion (control) gave a  lower yield of 4.44 tonnes ha-1.
ANALISIS FLUKTUASI HARGA DAN SALURAN PEMASARAN BAWANG MERAH (ALIUM CEVA L) DI KOTA BENGKULU Nelma Apriyani; Evi Andriani; Rika Dwi Yulihartika
Agritech: Jurnal Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto Vol 23, No 2 (2021): AGRITECH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/agritech.v23i2.12133

Abstract

Price fluctuations are the rise and fall of prices, while the marketing channel is the track of the distribution of goods from producers to final consumers. The purpose of this study was to determine the price fluctuations and marketing channels of shallots to shallot traders in the city of Bengkulu. The research method used to determine the price fluctuations of shallots is descriptive method to explain the development of shallot prices presented in the graph. To analyze the marketing channels of shallots, it is described descriptively with a tracing method from wholesaler level to retailer level. The samples of this study were wholesalers and retailers of shallots in the Panorama market and the Sunday market of Bengkulu City with a total sample of 30 traders. The highest price fluctuation in July 2020 reached Rp. 54,500/kg while the lowest price in October 2019 was Rp. 16,900/kg. The shallot marketing channel in Bengkulu City has two channels; the first, wholesalers to consumer scatter traders. Second, wholesalers to wholesalers to retailers to consumers. With a marketing margin of rp. 11,807/kg (48.65%) for retailers and rp. 4.750/kg (20%) for wholesalers. The dominant market share is Toko Ipung with a percentage of 60.89%. With farmer share received by producers 65.69%.
Pengaruh Perubahan Iklim terhadap Produk Domestik Regional Bruto Sektor Pertanian Moh. Wahyudi Priyanto
Agritech: Jurnal Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto Vol 23, No 2 (2021): AGRITECH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/agritech.v23i2.8879

Abstract

Perubahan iklim menimbulkan pengaruh negatif terhadap seluruh sektor perkonomian terutama pada sektor pertanian. Perubahan iklim berdampak pada pertumbuhan output sehingga akan menyebabkan penurunan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perubahan iklim dengan menggunakan indikator suhu, curah hujan, dan kecepatan angin terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi di Pulau Jawa menggunakan data tahunan 2004-2018. Analisis regresi dengan data panel digunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui variabel yang berpengaruh signifikan. Provinsi yang dianalisis yaitu Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur. Hasil analisis menunjukan bahwa suhu dan curah hujan berpengaruh terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi di Pulau Jawa, sedangkan kecepatan angin tidak berpengaruh. Rekomendasi yang bisa diberikan adalah, pemerintah dan petani berkerja sama untuk meminimalkan dampak perubahan iklim dengan menyusun kebijakan dan menerapkan strategi adaptasi, dan melakukan tindakan mitigasi.