cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
literasi.almaata@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Literasi : Jurnal Ilmu Pendidikan
ISSN : 25024116     EISSN : 25031864     DOI : 10.21927/literasi
Core Subject : Education,
Focus and scope; Educational curriculum studies Subject matter studies Instructional media and educational aid Instructional methods and strategies Techer competence Psyco-socioanthropology studies Educational system managemant Educational character, gender and evalution
Arjuna Subject : -
Articles 483 Documents
Hubungan Kreativitas Guru dan Lingkungan Belajar terhadap Keaktifan Siswa Kelas III MIN Jejeran Bantul Tahun Ajaran 2015/2016 Badriah, Laelatul; Sholicha, Rani Ayu
Literasi: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/literasi.2016.7(1).24-33

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kreativitas guru dan lingkungan belajar terhadap keaktifan siswa kelas III. Jenis penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif, sedangkan desain penelitian ini menggunakan penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru kelas III dan seluruh siswa kelas III. Teknik acak yang digunakan dalam pengambilan sampel ini adalah teknik acak sederhana (simple random sampling) dengan sistem undian. Sampel penelitian diambil sebanyak 50% dari jumlah populasi dari seluruh siswa, sehingga hasil dari pengambilan sampel tersebut sejumlah 55 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan metode angketdan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan inferensial, dalam analisis inferensial menggunakan korelasi product moment. Untuk menguji hipotesis korelasi variabel x dan y menggunakan bantuan komputer program SPSS versi 16.0. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara kreativitas guru dan lingkungan belajar terhadap keaktifan siswa dalam kategori cukup kuat. Hasil tersebut dibuktikan dari hasil perhitungan statistik dengan koefisien korelasi dan analisis regresi, dimana terdapat korelasi antara R_(y . x_(1 ).x_2 ) sebesar 0,450 pada taraf signifikan 5% dengan sampel sebanyak 55 siswa. Nilai r hitung > nilai r tabel yaitu 0,450 > 0,266 pada taraf signifikansi 5% dengan kategori cukup kuat.
Peran Guru Pendidikan Agama Islam terhadap “Pembinaan Ibadah Siswa” Kelas X Madrasah Aliyah Negeri Yogyakarta II Hamid, Hairiyah; Khoeriyah, Ni'matun
Literasi: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/literasi.2016.7(1).34-47

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai Peran Guru PAI Terhadap Pembinaan Ibadah Siswa Kelas X MAN Yogyakarta II. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskripsif. Dalam penelitian ini mengunakan purposive sampling dengan subjek guru PAI dan siswa kelas X dengan jumlah sembilan. Adapun yang menjadi objek adalah bentuk-bentuk pembinaan ibadah dan peran guru PAI. Pengumpulan data mengunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis mengunakan Model Miler and Huberman yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan menyimpulkan data. Untuk memvaliditasi mengunakan triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk-bentuk pembinaan ibadah siswa kelas X MAN Yogyakarta II diantaranya: pembinaan matrikulasi, pesantren sabtu ahad (petuah), pengabdian masyarakat. Sedangkan Peran guru PAI diantaranya mengajar, memotivasi, mengarahkan, memfasilitasi, mengevaluasi mendidik.
Implementasi Pembelajaran Sains untuk Anak Usia Dini dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) Prasetyo, Sigit
Literasi: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/literasi.2016.7(1).48-57

Abstract

Pembelajaran sains merupakan proses pembelajaran sepanjang hayat sebagaimana belajar berhitung. Anak-anak dari segala jenis usia akan memperoleh manfaat dengan menganalisis keadaan-keadaan di sekitarnya yang mengadung unsur sains. Anak-anak perlu didorong agar memperoleh lebih banyak pengalaman sains di alam, kemudian menjelaskan peristiwa-peristiwa yang dilihatnya, menanyakannya, dan menganalisis cara peristiwa-peristiwa itu terjadi. Implementasi pembelajaran sains untuk anak usia dini dalam menghadapi MEA adalah dengan memasukkan enam keterampilan dasar sains ke dalam empat faktor penentu kemajuan suatu negara, yaitu inovasi, penguasaan jaringan melalui komunikasi, penguasaan teknologi, dan kekayaan sumberdaya alam. Adapun keenam keterampilan dasar sains yang perlu diajarkan kepada siswa adalah: pengamatan (observation), pengomunikasian (communication), pengklasifikasian (classification), pengukuran (measurement), penyimpulan (inference), dan peramalan (prediction). Keenam keterampilan di atas terintegrasi ketika seorang anak melakukan percobaan sederhana. Enam keterampilan dasar di atas sangat penting dalam kedudukannya sebagai keterampilan mandiri sebagaimana pentingnya ketika berkedudukan sebagai keterampilan terintegrasi. Keterampilan yang diasah sejak dini diharapkan akan menjadi bekal untuk menghadapi jenjang pendidikan siswa selanjutnya. Hal ini menjadi fokus penting mengingat batas-batas antar negara saat ini semakin transparan, persaingan tidak hanya terjadi secara lokal melainkan sudah bersifat global sejak dicanangkanya MEA.
Metode Psikoreligious dalam Rehabilitasi (Pendidikan dan Pembinaan Korban NAPZA dan Miras) Andreas, Aris Try
Literasi: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/literasi.2016.7(1).58-66

Abstract

Masalah penyalahgunaan NAPZA dan Miras di Indonesia menjadi isu yang hangat diperbincangkan belakangan ini. NAPZA dan miras tersebut selanjutnya menjadi penyakit akhlak bagi anak bangsa. Hal tersebut yang mendorong pemerintah secara massif melakukan penanggulangan dan pencegahan terhadap penyalahgunaannya. Bukan hanya pemerintah, lembaga-lembaga pendidikan khususnya pesantren melakukan usaha pendidikan pembinaan terhadap korban NAPZA dan miras. Pesantren sekarang ini bukan hanya wadah menyiapkan anak mendalami dan menguasai ilmu agama Islam yang diharapkan dapat mencetak kader-kader ulama, namun lebih dari itu sebagai wadah rehabilitasi bagi korban narkoba. Artikel ini akan menjelaskan tentang pembinaan korban NAPZA dan miras di Pondok Inabah XX dengan metode Psikoreligious yang melaksanakan pembinaan berdasarkan kurikulum yang telah disusun. Metode psikoreligious tersebut dilakukan dengan cara 1) mandi taubat, 2) shalat sunat, 3) dan zikir. Dalam pembinaannya di pondok Inabah XX tersebut menerapkan beberapa pendekatan: 1) Tahap pendekatan 2) tahap pembinaan awal 3) tahap pembentukan sikap 2) tahap akhir.
Reformasi dan Arah Pembaharuan Pendidikan Islam di Indonesia Rahman, Arif
Literasi: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/literasi.2016.7(2).75-88

Abstract

Perjalanan panjang pendidikan Islam telah mewarnai hiruk-pikuk model pendidikan Islam di berbagai wilayah, terutama di Indonesia sendiri pendidikan Islam turut mengambil momentum gejolak dan pembaharuan di berbagai belahan wilayah Islam lainnya. Pengaruh tersebut telah memberikan dampak yang cukup signifikan untuk menyebutnya terjadi perubahan, baik dalam ranah ideologis maupun praktis. Tentu gejolak demikian telah mewarnai proses reformasi dan menentukan arah pembaharuan pendidikan Islam di Indonesia, sehingga disisi lain kadangkala terjadi resistensi yang menggambarkan betapa dinamisnya perjalanan pendidikan Islam di Indonesia. Hal tersebut bisa dilihat dari beragamnya model pendidikan Islam yang telah mengakar bertahun-ahun lamanya, bahkan disinyalir benih-benih lembaga pendidikan Islam telah tumbuh subur beberapa abad silam.
Pembinaan Agama Islam di Pesantren Muntasirul Ulum MAN Yogyakarta III Hamruni, Hamruni; Salamah, Umu
Literasi: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/literasi.2016.7(2).89-101

Abstract

Pesantren Muntasyirul Ulum pesantren adalah sebuah asrama bagi siswa MAN Yogyakarta III. Materi pembinaan terintegrasi dengan pelajaran yang diberikan di MAN Yogyakarta III antara lain berkenaan dengan pendidikan agama dan pembentukan karakter kreatif serta beragama secara mandiri. Pesantren Muntasyirul ulum adalah bentuk upaya serius yang diwujudkan dengan memberikan bimbingan, baik secara individu maupun kelompok. Pembinaan individu atau konseling ditujukan untuk membimbing siswa untuk beranjak melalui masa remaja yang penuh gejolak. Kondisi remaja yang tidak sedikit menui konflik sosial dan ekonomi. Jadi pembinaan yang diarahkan agar siswa dapat melaksanakan tugasnya sebagai siswa, memiliki pribadi mandiri dan mengaktualisasikan bakat dalam bentuk kemampuan pribadi yang tangguh dalam menghadapi kesulitan. Membekali mahasiswa untuk memiliki pribadi dengan semangat iman. Dengan mengilhami metode dialog asrama berusaha untuk mendidik dan membekali mereka dengan sifat kemanusiaan, toleransi dan pluralisme. Hal ini sejalan dengan agama, bahwa humanistik tidak berhenti pada aktualisasi materi tetapi juga realitas wahyu.
Rethinking Pengelolaan Pesantren di Indonesia Rifai, Afga Sidiq
Literasi: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/literasi.2016.7(2).102-111

Abstract

Pesantren sebagai lembaga pendidikan yang bersifat nonformal harus mengadakan perubahan dan pembaharuan guna menghasilkan generasi-generasi yang tangguh, generasi yang berpengetahuan luas dengan kekuatan jiwa pesantren dan keteguhan mengembangkan pengetahuan yang tetap bersumber pada al-qur’an dan hadis. Dalam perkembangan zaman, pesantren saat ini berhadapan dengan arus globalisasi dan modernisasi yang ditandai dengan cepatnya laju informasi dan teknologi. “Karena itu, pesantren harus melakukan perubahan format, bentuk, orientasi dan metode pendidikan dengan catatan tidak sampai merubah visi, misi dan orientasi pesantren itu, akan tetapi perubahan tersebut hanya pada sisi luarnya saja, sementara pada sisi dalam masih tetap dipertahankan.
Penerapan Strategi Pembelajaran Kooperatif Make A Match untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Siswa Kelas V MI Tanwirul Huda Majenang Cilacap Tahun Ajaran 2015/2016 Hidayati, Lusi; Sukati, Sukati
Literasi: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/literasi.2016.7(2).112-117

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi rendahnya prestasi belajar IPA siswa kelas V MI Tanwirul Huda Majenang dimungkinkan karena kurangnya minat belajar dan motivasi belajar. Pembelajaran belum menggunakan strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui proses pelaksanaan pembelajaran IPA dengan strategi pembelajaran kooperatif make a match Kelas V MI Tanwirul Huda Majenang dan mengetahui peningkatkan prestasi belajar IPA siswa kelas V MI Tanwirul Huda Majenang dengan menggunakanstrategi pembelajaran kooperatif make a match. Jenis Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian tindakan kelas ini terlaksana sebanyak dua siklus masing-masing siklus terdiri dari dua pertemuan.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober sampai November 2015 dengan subyek penelitian adalah siswa kelas V MI Tanwirul Huda dengan sejumlah 27 siswa: laki-laki 14 dan perempuan 13. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, test dan dokumentasi. Tehnik pengambilan data dilakukan lembar observasi dan test yaitu pretest dan posttest. Penelitian tindakan kelas ini dikatakan berhasil jika 80% hasil belajar siswa mengalami ketuntasan KKM yaitu 70.Berdasarkan data penelitian yang diperoleh, penerapan strategi pembelajaran kooperatifmake a matchdapatmeningkatkanprestasibelajarsiswakelas VMI Tanwirul Huda Majenang.Hal ini dapat dibuktikan berdasarkan adanya peningkatan nilai rata-rata kelas pada siklus I yaitu sebesar 67,14 dengan nilai tertinggi 90 dan presentase ketuntasan sebesar 70,37%. Sedangkan pada siklus II nilai rata-rata kelas meningkat menjadi 79,28 dengan nilai tertinggi 100 dan persentase ketuntasan sebesar 92,59%.
Peran Ethnomatematika dalam Penerapan Pembelajaran Matematika pada Kurikulum 2013 Richardo, Rino
Literasi: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/literasi.2016.7(2).118-125

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan peran ethnomatmatika dalam penerapan matematika dalam kurikulum 2013. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi studi pustaka (library research). Data tersebut dikumpulkan dan dianalisis data sekunder seperti hasil penelitian sebagai buku ilmiah membaca, jurnal ilmiah, laporan penelitian, website dan lainnya yang relevan. Teknik analisis data dalam penelitian ini meliputi tiga tahap, pertama, mengatur, mensintesis dan mengidentifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ethnomatematika memfasilitasi peserta didik untuk dapat mengkonstruksi konsep matematika dengan pengetahuan bahwa mereka sudah tahu karena melalui lingkungan siswa sendiri, (2) Ethnomatematika menyediakan lingkungan belajar yang menciptakan motivasi yang baik dan menyenangkan serta bebas dari gagasan bahwa matematika itu menakutkan, (3) Ethnomatematika mampu memberikan kompetensi afektif dalam bentuk rasa hormat, nasionalisme dan kebanggaan dalam warisan tradisi, seni dan budaya bangsa dan (4) Ethnomatematika mendukung kemampuan siswa dengan harapan pelaksanaan pendekatan ilmiah.
Pemikiran Pendidikan al-Ghazali Sodiq, Muhammad Jafar
Literasi: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/literasi.2016.7(2).136-152

Abstract

There are many controversial views in assessing Al-Ghazali thought. For example, there is an opinion that the reason of Islam deterioration is caused by his categorisation of fard 'ain for Religious Studies, and fard kifayah for others. Abdulloh Mas'ud said that the dichotomy in education today can be traced to his categorisation. On the other hand, there are many defenders declared that al Ghazali is not responsible for this dichotomy, but he is the true defender of Islam. Even al-Zubaidi, he said that If there is a prophet after Muhammad, he would be al - Ghazali. Based on these controversies, this article will describe al-Ghazali's ideas about education in his two books, Ihya Ulumuddin and Ayyuhal Walad. This article concluded that al-Ghazali's ideas can not be separated from its socio-cultural context. With this perspective we can get a whole picture of al-Ghazali. He lived in a period of the emersion of various sects and schools (mazhab) in Islam, the deterioration of the Abbasid dynasty, and the golden age of the dynasty Saljuk until its collapse. Al-Ghazali's educational thought is an integral part of this dynamics Islamic civilization in general. Thus, Islamic education also should not be alienated from the economic, political and social conditions that affect and determine the direction and the shape of Islamic civilization.