cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif
ISSN : 18584837     EISSN : 2598019X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif, diterbitkan oleh Pusat Informasi dan Pembangunan Wilayah (PIPW) yang berada di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret Surakarta, berisi tulisan tentang hasil penelitian, gagasan konseptual dan resensi buku dalam lingkup perencanaan wilayah dan kota serta perencanaan partisipatif. Jurnal terbit dua kali setahun pada bukan Januari dan Juli. Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif menerima tulisan ilmiah dalam bidang yang relevan dengan permasalahan tentang perencanaan wilayah dan kota serta pembangunan daerah.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 1 (2021)" : 12 Documents clear
Does the growth of roads contribute to deforestation in Indonesia? Wawan Kurniawan
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 16, No 1 (2021)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v16i1.34124

Abstract

This study investigates the effect of roads growth toward the deforestation rate in 33 provinces in Indonesia from eight years period of time, 2006-2013. A panel data analysis was utilized in order to analyze whether the existence of roads development affected the level of agricultural expansion activity by farmers which eventually determine the level of deforestation. Deforestation rate was set as the dependents variable and the length of roads was set as independent variable, while agriculture GDP, population, labor wage, budget of infrastructure, the price of crops and cost of agriculture production were set as control variable. The results show that growth of roads significantly contributes to loss in forest area or deforestation in Indonesia. Roads development become a driving magnet for forest cover dynamic changes since it is facilitate trade-off between economic activities and environmental damage, the reduction of agriculture production cost and the emerging unofficial roads building. Having this condition, farmers are eager to enhance their land productivity through agricultural expansion toward the forest and thereby this condition exacerbates the threats and pressure on the forest.
Analisa faktor yang mempengaruhi akses air minum dan pengelolaan tinja berbasis masyarakat di Provinsi Maluku Yosef Adicita; I Wayan Koko Suryawan; Althien John Pesurnay
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 16, No 1 (2021)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v16i1.40088

Abstract

Provinsi Maluku merupakan provinsi kepulauan yang terdiri atas 1.412 pulau. Pulau tersebut harus dilayani dengan akses air minum dan pengolahan air limbah dari tinja. Penelitian ini dilakukan untuk melihat kondisi eksisting dan menganalisa faktor yang signifikan mempengaruhi akses air minum dan pengelolaan tinja.  Faktor yang digunakan dalam analisa yaitu pendidikan, kepadatan penduduk, jenis rumah, kepemilikan rumah, dan pengolahan air. Kabupaten Kepulauan Aru memiliki persentase rumah permanen dan kepemilikan rumah yang cukup rendah dengan nilai 49,12% dan 41,8%.  Penggunaan air kemasan bermerek dipengaruhi oleh pendidikan, kepadatan penduduk, dan pengolahan air. Penggunaan air sumur bor/pompa dan sumur tidak terlindung dipengaruhi oleh tingkat pendidikan. Pengelolaan tinja lebih dipengaruhi oleh jenis rumah dan kepemilikan rumah.
Model penataan lingkungan dengan melibatkan partisipasi masyarakat: Studi Kasus Kelurahan Banyuanyar Surakarta Musyawaroh Musyawaroh; Leny Pramesti
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 16, No 1 (2021)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v16i1.37771

Abstract

Konsep pembangunan dengan melibatkan partisipasi masyarakat sudah dilakukan di Indonesia sejak jaman dahulu, akan tetapi tidak dikembangkan dengan baik. Kendali pembangunan banyak berasal dari pemerintah secara top down dan tidak dapat dimanfaatkan dengan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model rancangan lingkungan tertata selaras, sehat, produktif, berjatidiri dan berkelanjutan yang direncanakan dan dibangun dengan melibatkan partisipasi masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan multi kasus, data diperoleh dari observasi lapangan, observasi partisipan, wawancara dan studi literatur, dokumen serta rekaman arsip. Penilaian keabsahan data melalui teknik derajat kepercayaan (credibility) dengan triangulasi, dan teknik pemeriksaan keteralihan (transferability) dengan cara uraian rinci. Proses analisis melalui: 1) penjodohan pola dan; 2) analisis antar objek. Penelitian ini menemukan konsep dan desain penataan lingkungan dengan melibatkan pertisipasi masyarakat yang disusun berdasarkan pemetaan potensi dan permasalahan di lapangan.
Penerapan genius loci pada pengembangan Desa Pahat Batu Tamanagung Ridho Akbar Khoirul Muna; Kusumaningdyah Nurul Handayani; Made Suastika
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 16, No 1 (2021)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v16i1.24696

Abstract

Desa Tamanagung merupakan kawasan perintis kerajinan pahat batu di Kabupaten Magelang sejak tahun 1953 yang terus berkembang hingga saat ini. Empat puluh tujuh sanggar pahat dengan 144 orang pengrajin di Desa Tamanagung untuk saat ini tidak terfasilitasi sepenuhnya. Kondisi workshop dan galeri yang tidak dibangun dengan prioritas memadai sebagai wadah kegiatan pahat merupakan alasan utama untuk pengembangan kawasan. Kebutuhan utama pengembangan kawasan yaitu melalui penguatan citra kawasan bertujuan untuk mendukung pemasaran serta intrepetasi aktivitas budaya di lokasi. Zoning kawasan eksisting yang tumbuh organik, tampilan bangunan yang tidak representatif serta peruangan yang tidak dapat teridentifikasi merupakan permasalahan yang perlu diselesaikan. Pengembangan kawasan dengan penguatan citra kawasan tersebut pada akhirnya dicapai dengan (1) perencanaan zoning kawasan; (2) perancangan tampilan bangunan; (3) perancangan. Kriteria perencanaan dan perancangan kawasan menerapkan studi genius loci untuk mendapatkan citra kawasan dan bangunan yang sesuai dengan konteks tempat. Metode penelitian dilakukan dengan studi literatur teori genius loci dan uraian konsep desainnya, observasi lapangan melalui pemetaan serta pengamatan terhadap kondisi fisik bangunan dan aktivitas pahat, wawancara terhadap pelaku industri dari 5 sanggar pahat, tokoh masyarakat serta regulator. Hasil studi genius loci menemukan dua proses utama yaitu proses orientasi dan proses identifikasi. Proses orientasi diterapkan pada pengolahan zoning kawasan sedangkan proses identifikasi diterapkan pada peruangan dan tampilan bangunan. Proses orientasi pada perancangan zoning kawasan mempertimbangkan alur sirkulasi eksisting, jenis user (insider/outsider) serta ketersediaan lahan. Proses identifikasi pada perancangan tampilan bangunan dan peruangan mempertimbangkan karakteristik eksisting dan kebutuhan aktivitas.
Hubungan place dependence terhadap keinginan alih fungsi lahan di Kecamatan Pandaan Gunawan Prayitno; Safira Aulia Rusmi; Dian Dinanti
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 16, No 1 (2021)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v16i1.35565

Abstract

Alih fungsi lahan karena adanya pertambahan penduduk merupakan hal yang tidak dapat dielakkan dalam pengembangan wilayah. Perubahan penggunaan lahan dari lahan pertanian menjadi penggunaan lain misalnya permukiman, sarana perdagangan dan jasa, industry umumnya terjadi. Kecamatan Pandaan yang merupakan suatu kecamatan yang menghubungkan antara Kota Malang dan Kota Surabaya serta dilewati toll trans Jawa juga mengalami fenomena alih fungsi lahan pertanian ke non pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kondisi sosial masyarakat selain kondisi ekonomi dapat mempengaruhi keputusan masyarakat untuk melakukan alih fungsi lahan. Place dependence yang merupakan hubungan fungsional berdasarkan koneksi fisik individu dengan lingkungan dapat mempengaruhi keputusan alih fungsi lahan. Kami menggunakan analisa cross tabulasi untuk mengetahui hubungan place dependence dengan faktor pendorong aktivitas dalam sebuah tempat (lingkungan dimana tinggal). Place dependence digambarkan dengan pertanyaan dalam kuesioner sedangkan faktor pendorong aktivitas digambarkan dengan tingkat pendapatan, tempat beraktivitas dan kepemilikan lahan. Hasil analisa cross tabulasi menunjukkan bahwa hubungan place dependence dengan keputusan untuk mengubah lahan memiliki nilai signifikansi adalah 0,039 (<0,05). Dengan demikian nilai tersebut menunjukkan bahwa place dependence memiliki hubungan dengan keputusan melakukan alih fungsi lahan.
Prioritas lokasi pendaftaran tanah sistematik lengkap dengan metode analisis hierarki proses dan overlay tertimbang di Kabupaten Semarang Terry Christian Yuda; Iwan Rudiarto
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 16, No 1 (2021)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v16i1.35205

Abstract

Sesuai dengan rencana tata ruang wilayah Kabupaten Semarang, Kecamatan Sumowono dikembangkan menjadi kawasan pertanian produktif, dengan sistem agropolitan. Penataan ruang dapat dilakukan dengan optimal apabila seluruh bidang tanah pada kawasan tersebut sudah terdaftar, sehingga perencanaan, pemanfaatan dan pengendaliannya dapat dilakukan dengan seksama. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan prioritas lokasi pendaftaran tanah sistematik lengkap (PTSL) di Kecamatan Sumowono yang terdiri dari 16 desa. Metode yang digunakan adalah gabungan dari metode Analysis Hierarchy Process (AHP) dan Weighted Overlay. AHP digunakan untuk menentukan bobot setiap variabel penentuan prioritas, sedangkan analisis weighted overlay digunakan untuk menentukan prioritas lokasi PTSL dengan mengintegrasikan bobot dengan nilai masing-masing variabel di setiap desa. Hasil AHP menyatakan bahwa bobot tertinggi dalam perencanaan pendaftaran tanah sistematik lengkap adalah jumlah bidang tanah belum terdaftar (30,3%) dan jumlah penduduk bekerja (13,4%). Analisis terakhir menghasilkan tiga tingkat prioritas. Prioritas pertama terdapat pada Desa Candigaron. Prioritas kedua terdiri dari 9 desa: Desa Keseneg, Desa Pledokan, Desa Kemitir, Desa Losari, Desa Sumowono, Desa Jubelan, Desa Lanjan, Desa Ngadikerso, dan Desa Kebonagung. Sedangkan prioritas ketiga terdiri dari 6 desa: Desa Medongan, Desa Kemawi, Desa Piyanggang, Desa Bumen, Desa Trayu, dan Desa Duren.
Kriteria ketahanan kota berdasarkan jenis bencana prioritas di Kota Balikpapan Ariyaningsih Ariyaningsih; Bagus Erik; Benny Sukmara
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 16, No 1 (2021)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v16i1.44149

Abstract

Resilient City merupakan konsep yang memiliki hubungan dengan pembangunan berkelanjutan, yang juga dibangun di atas tiga dimensi mitigasi, adaptasi, dan respons. Konsep tersebut sangat berkaitan dengan bahaya yang akan dihadapi oleh sebuah kota. Bahaya tersebut dapat mengancam kehidupan manusia, dan mengakibatkan kerusakan dan kerugian. Salah satu bentuk bahaya adalah bencana, dimana di Indonesia merupakan salah satu negara dengan frekuensi bencana paling tinggi di dunia. Salah satu Kota dengan resiko cukup tinggi terhadap bencana adalah Kota Balikpapan, dengan kejadian bencana di Kota Balikpapan yaitu bencana banjir dan tanah longsor, abrasi, puting beliung, dan kebakaran hutan. Kota Balikpapan merupakan daerah strategis untuk pembangunan di Provinsi Kalimantan Timur, sehingga diperlukan sebuah konsep perencanaan kota yang dapat memiliki ketahanan terhadap bencana yang akan dihadapi. Adanya upaya untuk menurunkan risiko terhadap bencana, dengan menggunakan konsep resilient city. Metode penelitian ini menggunakan metode analisis AHP (Analytical Hierarchy Process) yang digunakan untuk menganalisis jenis bencana prioritas yang akan mempengaruhi ketahanan Kota Balikpapan. Hasil yang diperoleh adalah bencana banjir menjadi prioritas yang mempengaruhi ketahanan Kota Balikpapan. Metode kedua adalah dengan analisis Delphi yang digunakan untuk menganalisis kriteria ketahanan Kota yang di butuhkan agar Kota Balikpapan dapat menjadi tangguh terhadap bencana banjir tersebut. Hasil yang didapat adalah kriteria aspek kesehatan, aspek infrastruktur, aspek strategi, dan aspek sosial budaya masyarakat.
Partisipasi masyarakat dalam pengembangan kawasan wisata Tirtasari Sonsang Kabupaten Agam Tsurayya Nabila; Joni Purwohandoyo
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 16, No 1 (2021)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v16i1.35219

Abstract

Pariwisata berbasis masyarakat adalah salah satu pendekatan yang digunakan untuk mengembangkan sektor pariwisata satu daerah. Wisata Tirtasari Sonsang melibatkan masyarakat dalam pengembangannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bentuk partisipasi masyarakat, menganalisis intensitas partisipasi masyarakat, dan menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh dalam partisipasi masyarakat Jorong Sonsang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik analisis deskriptif kualitatif untuk menggambarkan fakta yang ditemukan di lapangan. Hasil menunjukkan masyarakat Jorong Sonsang memiliki bentuk partisipasi berupa kemitraan dan mobilisasi dengan kemauan sendiri atau interactive participation dan self-mobilization, serta partisipasi langsung dan tidak langsung. Berdasarkan matriks cakupan dan intensitas partisipasi, partisipasi masyarakat Jorong Sonsang termasuk ke dalam genuine participation atau skenario kelima. Faktor yang berpengaruh dalam partisipasi masyarakat Jorong Sonsang adalah motivasi untuk meramaikan Jorong Sonsang, rasa memiliki yang kuat terhadap embung Tirtasari, memiliki kemampuan yang dibutuhkan, serta keinginan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.
Efektivitas sistem penyediaan air bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di kawasan permukiman sekitar Universitas Sebelas Maret, Surakarta Murena Ulfarina; Galing Yudana; Istijabatul Aliyah
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 16, No 1 (2021)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v16i1.25362

Abstract

Penyediaan air bersih kawasan permukiman sekitar kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dilayani oleh Instalasi Pengolahan Air (IPA) Jurug dengan air baku berasal dari Sungai Bengawan Solo. Sistem penyediaan air bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) terdiri dari lima unit yaitu unit air baku, transmisi, produksi, distribusi, dan pelayanan. Pola persebaran permukiman juga memiliki keterkaitan terhadap sistem penyediaan air bersih. Efektivitas sistem penyediaan air terbagi menjadi tiga kategori, yaitu tidak efektif, kurang efektif dan efektif. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data sekunder yang didapat dari survey data ke PDAM dan BAPPPEDA Surakarta, sedangkan data primer didapat dari wawancara dan kuesioner pelanggan PDAM. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Data primer dan sekunder diolah menggunakan teknik analisis skoring, sedangkan pola persebaran permukiman dianalisis menggunakan analisis tetangga tedekat pada software ArcGIS 10.1 kemudian didapatkan pola persebaran permukiman yaitu mengelompok. Pola persebaran permukiman mengelompok mempermudah dalam pendistribusian air bersih. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa sistem penyediaan air bersih di kawasan permukiman di sekitar Kampus Kentingan UNS Surakarta kurang efektif namun sudah mendekati efektif.
Modal sosial dalam upaya pengelolaan sampah berkelanjutan di Kampung Iklim Joyotakan Surakarta Hakimatul Mukaromah; Kusumastuti Kusumastuti
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 16, No 1 (2021)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v16i1.34512

Abstract

Keterbatasan lahan dalam penyediaan prasarana persampahan menjadi salah satu tantangan dalam pengelolaan sampah. Sampah juga turut menjadi salah satu penyumbang emisi gas rumah kaca yang berimplikasi pada perubahan iklim. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia mencanangkan program kampung iklim sebagai bentuk peningkatan kapasitas mitigasi terhadap perubahan iklim melalui serangkaian kegiatan, salah satunya adalah pengelolaan sampah berkelanjutan. Pergeseran paradigma pengelolaan sampah konvensional menuju konsep berkelanjutan dengan prinsip reuse, reduce, dan recycle (3R) mulai diimplementasikan. Modal sosial menjadi salah satu aspek penting keberhasilan program yang berbasis pada partisipasi masyarakat.  Wilayah studi dalam penelitian ini adalah Kampung Iklim Joyotakan yang ditetapkan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Surakarta pada tahun 2017. Tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan bagaimana modal sosial dalam upaya pengelolaan sampah di Kampung Iklim Joyotakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari empat aspek modal sosial yang menjadi fokus pembahasan pada penelitian ini, yaitu kualitas/kapasitas sumber daya manusia, bentuk interaksi/organisasi sosial, kepemimpinan, dan penyelenggaraan pemerintahan, memiliki hubungan yang positif terhadap tingkat partisipasi masyarakat dalam upaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Meskipun terdapat beberapa hal yang potensial untuk memperkuat modal sosial dalam konteks untuk memaksimalkan partisipasi masyarakat dalam upaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Di antaranya adalah peningkatan nilai tambah dalam pengelolaan sampah agar memiliki nilai ekonomi, transfer pengetahuan terkait pengolahan dan teknologi pengolahan sampah kepada seluruh masyarakat karena ada potensi interaksi sosial yang cukup besar, dan pelibatan masyarakat yang lebih besar (penerapan model bottom up) dalam berbagai program yang diinisiasi oleh berbagai stakeholder.

Page 1 of 2 | Total Record : 12