cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif
ISSN : 18584837     EISSN : 2598019X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif, diterbitkan oleh Pusat Informasi dan Pembangunan Wilayah (PIPW) yang berada di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret Surakarta, berisi tulisan tentang hasil penelitian, gagasan konseptual dan resensi buku dalam lingkup perencanaan wilayah dan kota serta perencanaan partisipatif. Jurnal terbit dua kali setahun pada bukan Januari dan Juli. Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif menerima tulisan ilmiah dalam bidang yang relevan dengan permasalahan tentang perencanaan wilayah dan kota serta pembangunan daerah.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 2 (2021)" : 16 Documents clear
Faktor-Faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam perencanaan tata ruang Kota Bukittinggi Liza Sandra Dewi; Firwan Tan; Muhammad Nazer
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 16, No 2 (2021)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v16i2.39852

Abstract

Perencanaan tata ruang kota merupakan suatu proses sosial, yang tidak hanya berfokus kepada pembangunan fisik saja, tapi harus melibatkan manusia yang terdapat didalamnya yang berhak mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Masyarakat merupakan komponen yang secara langsung dipengaruhi dan berpengaruh terhadap rencana tata ruang. Keterlibatan masyarakat dalam proses penyusunan RTRW merupakan salah satu cara untuk menghindari adanya penolakan-penolakan di kemudian hari. Seperti halnya yang terjadi di Kota Bukittinggi, penolakan terhadap dokumen RTRW Kota Bukittinggi Nomor 6 Tahun 2011, dimana masyarakat menuntut peninjauan ulang atas Ruang Terbuka Hijau yang secara massive ditetapkan di dua keluarahan agar diubah kembali menjadi kawasan budidaya (perumahan dan pertanian lahan kering). Penolakan tersebut merupakan gambaran rendahnya partisipasi masyarakat dalam penyusunan dokumen RTRW. Hal tersebut bisa dipengaruhi oleh beberapa fakor, terutama faktor internal yang berasal dari diri masyarakat itu sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat partisipasi masyarakat di Kota Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan data primer dengan menyebar kuesioner kepada masyarakat yang terlibat langsung dalam proses penyusunan RTRW. Analisis yang digunakan adalah analisis kuantitatif dengan menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian yang mempengaruhi partisipasi masyarakat di Kota Bukittinggi adalah jenis kelamin, usia dan pendapatan.
Prinsip-prinsip taman ramah anak berdasarkan sudut pandang pengguna Maria, Catalina Rosari; Pandelaki, Edward; Suprapti, Atiek
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 16, No 2 (2021)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v16i2.37913

Abstract

Penyediaan taman yang ramah anak sebagai sarana anak beraktivitas dan berinteraksi dengan lingkungan merupakan salah satu indikator keberhasilan Kota Layak Anak (KLA).  Penelitian ini dilakukan di Taman Citra Satwa yang merupakan salah satu taman terluas di Kota Semarang dengan berbagai fasilitas permainan dan olahraga. Sebagai taman yang baru beroperasi, taman ini telah banyak diminati oleh anak dan remaja dan memiliki potensi untuk dimaksimalkan sebagai taman ramah anak. Beberapa tahun terakhir, penelitian mengenai taman ramah anak membahas apa saja prinsip dalam taman ramah anak dan evaluasi penerapan prinsip tersebut pada beberapa taman di Indonesia. Namun belum ada penelitian tentang pendapat pengguna taman terhadap prinsip-prinsip tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pendapat pengguna terhadap prinsip yang dianggap paling mutlak dan prinsip mana yang masih dapat dikompromikan dalam taman ramah anak. Demi mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode kualitatif rasionalisitik dalam menggali dan menganalisa pendapat pengguna terhadap prinsip-prinsip taman ramah anak yang sebelumnya telah dirumuskan berdasarkan teori dan temuan dari penelitian sebelumnya. Hasil temuan penelitian ini menunjukkan bahwa menurut pengguna taman, prinsip yang terpenting adalah kesehatan. Prinsip yang dianggap penting selanjutnya adalah prinsip daya tarik taman, keamanan dan keselamatan, kenyamanan, kebutuhan sosial, pembelajaran dan terkahir adalah prinsip kemudahan akses pada taman.
Indeks aksesibilitas regional Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta menggunakan principal component analysis dan kernel density analysis Lesmana, Dwi Aditya Indra; Roychansyah, Muhammad Sani
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 16, No 2 (2021)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v16i2.41907

Abstract

Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan dua provinsi yang memiliki keterkaitan tinggi. Studi-studi sebelumnya menerangkan bahwa keterkaitan itu utamanya adalah keterkaitan ekonomi. Keterkaitan ekonomi tersebut terjadi berkat adanya aksesibilitas regional antara Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Aksesibilitas regional telah lama diteliti dengan berbagai teknik perhitungan. Seringkali penggunaan teknik-teknik tersebut tidak dapat diaplikasikan secara cepat untuk menghitung dalam skala regional dikarenakan sulitnya memperoleh data yang lengkap sampai unit administratif terkecil. Di sisi lain, telah tersedia data potensi desa yang dipublikasikan secara teratur setiap tiga tahun oleh BPS yang memuat data waktu tempuh dan jarak tempuh sampai level desa. Tujuan penelitian ini adalah mengukur aksesibilitas regional di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah principal component analysis dan kernel density analysis. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai aksesibilitas regional di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagian besar adalah sedang sampai tinggi. Pada Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta terbentuk beberapa kelompok integrasi aksesibilitas regional. Penelitian ini membuktikan dimungkinkannya penggunaan teknik analisis lain untuk menghitung aksesibilitas regional selain daripada teknik-teknik yang sudah diketahui.
Karakteristik aktivitas dan lokasi PKL di Jalan Badak V Ria Ripardi Wahyu Lestari; Agung Budi Sardjono; Suzanna Ratih Sari
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 16, No 2 (2021)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v16i2.39747

Abstract

Penelitian ini didasari oleh pedagang kaki lima yang menggunakan jalan Perumahan Badak V  sebagai aktivitas berdagang mulai pagi hari sampai malam hari. Adanya PKL  pada jalan perumahan memiliki daya tarik tersendiri terhadap masyarakat sekitar karena memudahkan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari sehingga pada tempat dan waktu yang sama terjadi aktivitas yang bercampur dan saling mempengaruhi antara pedagang dan pengguna jalan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji karakteristik pedagang kaki lima dari aktivitas dan lokasi yang dipilih dalam berdagang sehingga PKL dapat ditata dan jalan dapat digunakan sesuai fungsinya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian adalah karakteristik aktivitas PKL berbeda dan bervariasi di pagi hari, siang dan malam hari selain itu dipengaruhi oleh kegiatan di sekitar Jalan Badak V.
Tingkat kesesuaian infrastruktur Kampung Batik Laweyan Kota Surakarta berdasarkan konsep ramah lingkungan Anugrahaningrum, Apriniata Andip; Yudana, Galing; Aliyah, Istijabatul
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 16, No 2 (2021)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v16i2.30842

Abstract

Perkembangan Kampung Batik Laweyan yang berfungsi sebagai permukiman, pariwisata, dan aktivitas industri tidak terlepas dari elemen-elemen di dalamnya; salah satunya yaitu ketersediaan infrastruktur. Infrastruktur ramah lingkungan merupakan konsep yang diperlukan dalam sebuah kawasan untuk mewujudkan ruang yang aman, nyaman, dan berkelanjutan tanpa menimbulkan pencemaran lingkungan. Akan tetapi pada kenyataannya, infrastruktur di Kampung Batik Laweyan masih menimbulkan beberapa permasalahan, salah satunya yaitu terlihat dari kondisi Sungai Jenes yang masih tercemar. Permasalahan tersebut menjadi hal yang penting untuk diperhatikan karena akan berpengaruh terhadap berjalannya aktivitas di Kampung Batik Laweyan. Menteri Perindustrian Indonesia pun menghimbau agar seluruh sentra industri batik yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia menjadi  sentra yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesesuaian infrastruktur Kampung Batik Laweyan Kota Surakarta berdasarkan konsep ramah lingkungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deduktif dengan analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis skoring deskriptif yang disesuaikan terhadap teori terkait. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian infrastruktur di Kampung Batik Laweyan termasuk pada tingkat kesesuaian sedang, artinya berdasarkan perhitungan rata-rata pada seluruh variabel menyatakan kondisi infrastruktur di kawasan ini cukup memenuhi terhadap indikator ramah lingkungan. Jenis infrastruktur yang tergolong sangat sesuai terhadap indikator ramah lingkungan adalah jaringan drainase, jaringan air limbah, dan jaringan air bersih. Sedangkan jenis infrastruktur yang dinilai kurang ramah lingkungan adalah jaringan listrik dan pengelolaan persampahan.
Konsep kota hijau dan peningkatan ketahanan kota di Indonesia Mirza Fuady
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 16, No 2 (2021)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v16i2.47698

Abstract

Sebagai upaya mengatasi berbagai persoalan kota seperti semakin berkurangnya ruang terbuka hijau akibat meningkatnya ruang terbangun dalam kota, beberapa kota di Indonesia termasuk kota Banda Aceh sudah menerapkan konsep Kota Hijau. Implementasi konsep Kota Hijau yang berbasis lingkungan menuntut kesiapan pemerintah dan warga kota untuk saling berpartisipasi mendukung konsep Kota Hijau yang diharapkan berdampak positif meningkatkan ketahanan kota. Namun keberhasilan penerapan konsep ini membutuhkan keseriusan pemerintah kota dalam membuat kebijakan pro lingkungan dan keaktifan peran komunitas hijau yang hidup dalam masyarakat. Untuk itu penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan penerapan konsep Kota Hijau di Indonesia dan dampaknya dalam meningkatkan ketahanan kota.  Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dalam mengumpulkan dan menganalisis data terkait implementasi konsep Kota Hijau di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep Kota Hijau secara umum memberikan keuntungan bagi masyarakat dengan makin meningkatnya kuantitas dan kualitas ruang terbuka hijau dalam kota. Meskipun konsep Kota Hijau belum seutuhnya berhasil diwujudkan oleh pemerintah kota di Indonesia namun penyempurnaannya terus dilakukan secara berkesinambungan. Sinergi dari kebijakan pemerintah dan peran masyarakat secara sistematis dan konsisten dalam menerapkan atribut hijau dalam konsep Kota Hijau berdampak positif bagi ketahanan dan keberlanjutan kota.
Integrasi creative hub terhadap kawasan historis Tunjungan di Kota Surabaya Hidayat, Nasrul; Nugroho, Rachmadi; Purwani, Ofita
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 16, No 2 (2021)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v16i2.31692

Abstract

Tunjungan diyakini sebagai suatu fragmen kota yang dinamis. Identitasnya akan tetap sama sebagai sebuah artefak urban yang dapat berperan sebagai penanda zaman. Namun, faktor yang mengidentifikasinya dapat berbeda tergantung pada aktivitas yang mengisi ruang-ruang pada struktur kawasan. Kini, Tunjungan mengalami fenomena lost space. Sehingga, Tunjungan perlu untuk diklaim ulang sebagai sebuah kawasan yang akan tetap menandai perkembangan aktivitas masyarakat Kota Surabaya. Tujuan dari studi ini adalah untuk mereartikulasi identitas Tunjungan dengan menggunakan fenomena ekonomi kreatif sebagai pop-culture yang sedang tumbuh di Indonesia. Masyarakat kota akan difamiliarkan mengenai proses kreatif dengan cara menginjeksikan kegiatan kreatif sebagai aktivitas baru yang akan mengaktivasi Kawasan Historis Tunjungan. Proses injeksi kegiatan kreatif pada struktur kawasan akan dimanifestasikan dalam tipologi arsitektur berupa sebuah hub atau pusat kegiatan kreatif melalui penempatan program-program arsitektur yang disisipkan pada titik tertentu dan mengintegrasikannya dengan konteks saat ini. Program-program yang akan menunjang hub berupa maker dan creative space, serta akan direncanakan berintegrasi dengan Kawasan Historis Tunjungan dan koridor co-working space sebagai ruang kreatif eksisting yang dikelola oleh Pemerintah Kota Surabaya. Hasil dari studi ini merupakan sebuah creative hub yang terintegrasi dengan Kawasan Historis Tunjungan yang dispekulasikan dapat berperan sebagai katalisator pertumbuhan kawasan dan dipercayai secara generik dapat mereartikulasikan identitas Tunjungan sebagai distrik kreatif.
Analisis efektivitas mitigasi bencana kebakaran di Kota Surakarta Muhammad Fauzi; Nur Miladan; Rizon Pamardhi Utomo
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 16, No 2 (2021)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v16i2.25772

Abstract

Kota Surakarta mengalami peningkatan kejadian kebakaran pada tiap tahunnya. Kejadian kebakaran tertinggi tercatat pada tahun 2017 dengan total 78 kali peristiwa. Dalam menanggulangi peningkatan kejadian kebakaran ini, pemerintah kota Surakarta berupaya untuk meningkatkan sistem mitigasi yang ada. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas komponen mitigasi bencana kebakaran di kota Surakarta. Komponen mitigasi pada penelitian ini yaitu pasokan air, hidran, pos pemadam, aksesibilitas, penginformasian bencana, dan peringatan dini. Metode pengumpulan data yang digunakan berupa pengumpulan data primer untuk mengetahui persebaran dan lokasi dari komponen mitigasi, dan pengumpulan data sekunder untuk mengetahui kualitas dari masing-masing komponen mitigasi. Teknik analisis yang digunakan berupa teknik analisis spasial, teknik analisis diskriptif dan teknik analisis skoring untuk mengetahui nilai dari masing-masing komponen yang ada. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat efektivitas komponen mitigasi kebakaran di kota Surakarta memiliki kategori kurang efektif. Hal ini disebabkan karena masih terdapat kuantitas maupun kualitas dari komponen mitigasi bencana yang masih dalam kategori rendah dan sedang. Seperti pada komponen mitigasi struktural yang berupa kualitas pasokan air, kuantitas atau jumlah hidran yang bisa digunakan, kuantitas atau perlengkapan pada masing-masing pos pemadam, dan waktu tanggap bencana yang masih dalam kategori sedang karena belum mampu memenuhi kebutuhan kota Surakarta secara menyeluruh. Pada komponen mitigasi non struktural berupa penginformasian dalam bentuk peta dan peringatan dini masih dalam kategori sedang dan rendah karena belum adanya peta penginformasian dan peta persebaran proteksi. Selain itu bentuk peringatan dini yang dimiliki kota Surakarta masih minim.
Evaluasi ketangguhan wilayah Kabupaten Wonosobo terhadap bencana pandemi Covid-19 Zukruf Novandaya; Holi Bina Wijaya; Visilya Faniza
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 16, No 2 (2021)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v16i2.48176

Abstract

Ketangguhan wilayah merupakan kemampuan masyarakat dalam menghadapi suatu kejadian bencana. Pembangunan wilayah tangguh bencana di Indonesia telah banyak dilakukan. Meski demikian ketangguhan yang telah banyak dibangun adalah ketangguhan bencana alam. Bencana non-alam pandemi Covid-19 yang mewabah di seluruh dunia mempengaruhi sistem penghidupan masyarakat baik di perkotaan maupun pedesaan. Artikel ini membahas studi kasus di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Kabupaten Wonosobo ini termasuk ke dalam wilayah karakteristik pedesaan dengan dampak risiko Covid-19 tinggi yang berimplikasi kepada masyarakat tidak hanya dari segi kesehatan, tetapi juga dalam sosial dan ekonomi. Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif deskriptif untuk mengevaluasi ketangguhan wilayah terhadap bencana pandemi Covid-19 berdasarkan empat variabel, yaitu kerawanan bencana, mitigasi, pengaturan wilayah dan adaptasi. Hasil dari penelitian ini merupakan analisis evaluatif dari ketangguhan Kabupaten Wonosobo dalam menghadapi gangguan bencana pandemi Covid-19. Dari analisis keempat variabel didapatkan hasil bahwa masih kurangnya ketangguhan wilayah yang ada di Kabupaten Wonosobo ditinjau dari aspek kerentanan, mitigasi dan adaptasi. Sedangkan pengaturan wilayah relatif memiliki modal sosial yang cukup baik untuk mendukung keberjalanan upaya meningkatkan ketangguhan wilayah lainnya. Hasil evaluasi tersebut perlu dilakukan untuk arahan rekomendasi peningkatan aspek ketangguhan wilayah yang perlu dilakukan sehingga dapat mereduksi dampak yang terjadi pada masyarakat dan aktivitas wilayah. Selain itu hasil evaluasi tersebut dapat menjadi konsep mitigasi bencana non-alam ke depannya.
Pengaruh dana desa terhadap pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan di Sumatera Barat Andy Ritonga; Hefrizal Handra; Fery Andrianus
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 16, No 2 (2021)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v16i2.32968

Abstract

Penelitian ini bertujuan melihat pengaruh dana desa terhadap pertumbuhan dan kemiskinan kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Analisis pengaruh dana desa dilakukan menggunakan data panel pada kabupaten dan kota dalam kurun waktu 2015 sampai 2018. Di samping variabel dana desa digunakan pula variabel jumlah pengangguran, rata-rata upah, dan angkatan kerja sebagai variabel penjelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh negatif dana desa terhadap pertumbuhan dan terhadap kemiskinan serta memiliki hubungan yang signifikan. Pengaruh tersebut pada kurun waktu penelitian terbilang tidak besar terhadap kemiskinan, serta dianggap tidak efektif untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Begitu pula dengan variabel penjelas, variabel jumlah pengangguran, rata-rata upah, dan angkatan kerja memiliki pengaruh negatif terhadap pertumbuhan dan tidak memiliki hubungan yang signifikan serta variabel jumlah pengangguran dan angkatan kerja memiliki hubungan signifikan terhadap kemiskinan dan berpengaruh negatif.

Page 1 of 2 | Total Record : 16