Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Analisis Kemampuan Keuangan Kabupaten/Kota di Provinsi Riau Muhammad Hidayat; Hefrizal Handra
Akuntansi & Ekonomika Vol 10 No 2 (2020): Jurnal Akuntansi dan Ekonomika
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jae.v10i2.2285

Abstract

Paper ini bertujuan menganalisis kinerja dan kemampuan keuangan daerah kabupaten/kota di Provinsi Riau. Alat analis yang digunakan berupa rasio kinerja keuangan, Indeks Kemampuan Keuangan (IKK) dan metode kuadran. Hasil dari rasio kemadirian keuangan daerah menunjukkan bahwa Kota Pekanbaru termasuk kategori cukup mandiri, Kota Dumai termasuk kategori kurang mampu, dan untuk keseluruhan kabupaten masuk dalam kategori tidak mampu. Hasil metode kuadran menyatakan Siak, Pekanbaru dan Dumai pada kuadran I (kondisi ideal), Bengkalis, Rokan Hilir, Kep. Meranti berada pada kuadran III, dan yang berada pada kuadran IV adalah Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Pelalawan, Kampar, Rokan Hulu. Hasil dari metode IKK menyatakan bahwa tidak ada daerah yang berada pada status kemampuan keuangan rendah, terdapat tujuh daerah berstatus tinggi.
Perilaku Pemerintah Indonesia Dalam Memaksimalkan Welfare (Pendekatan Rawlasian-Utilitarian) Dwi Widiarsih; Hefrizal Handra; Efa Yonnedi
Akuntansi & Ekonomika Vol 11 No 2 (2021): Jurnal Akuntansi dan Ekonomika
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jae.v11i2.2712

Abstract

The concept of utilitarian welfare in Indonesia is identically applied to the implementation of the government's fiscal capacity policy. The research design is a quantitative concept, namely an experimental design using the weights of measuring income per capital, taxes, subsidies as a function of Iriani-Tamoka welfare with the central government constraint is to maximize the social welfare of the community. The results of the study found that government behavior in setting the tax burden is identical to utilitarian behavior in maximizing the welfare of its people. The government's transfer policy through social assistance and social security which is distributed to the community as an effort by the government to maximize utility through public welfare under the constraints of subsidy allocation and the multiplier effect caused by the determination of government taxes is identical to Rawlsian's behavior.
Effectiveness of Village Fund in Encouraging Development and Reducing Poverty and Unemployment in Rural Area of Lampung Province Irdham Riyanda; Elfindri Elfindri; Hefrizal Handra
MIX: JURNAL ILMIAH MANAJEMEN Vol 12, No 1 (2022): MIX: Jurnal Ilmiah Manajemen
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jurnal_mix.2022.v12i1.004

Abstract

Objective: The objective of this research is to find out the existence of village funds which are crucial to the financial resources of villages to develop their own regions. However, the existence and the amount of village funds which are distributed is not always in line to achieve the certain level of village development, reduce poverty and unemployment. Village Development is the 3rd Nawacita of the government, as well as a commitment of the government to recognize the existence of indigenous peoples.Methodology: The methodology used in this study is paired sample t-test and independent sample t-test by comparing the period before and after the distribution of village funds, for the condition in Lampung Province.Finding: The results of this study concluded that the existence of village funds, generally, has an effect to encourage village development. Even though in some areas this effect has not yet been shown.Conclusion: Further results also conclude that the existence of village funds has no effect on reducing poverty and unemployment of rural people. It is expected for the future to allocate and spend the village fund on activities which may directly reduce poverty and employment. 
Pengaruh dana desa terhadap pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan di Sumatera Barat Andy Ritonga; Hefrizal Handra; Fery Andrianus
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 16, No 2 (2021)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v16i2.32968

Abstract

Penelitian ini bertujuan melihat pengaruh dana desa terhadap pertumbuhan dan kemiskinan kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Analisis pengaruh dana desa dilakukan menggunakan data panel pada kabupaten dan kota dalam kurun waktu 2015 sampai 2018. Di samping variabel dana desa digunakan pula variabel jumlah pengangguran, rata-rata upah, dan angkatan kerja sebagai variabel penjelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh negatif dana desa terhadap pertumbuhan dan terhadap kemiskinan serta memiliki hubungan yang signifikan. Pengaruh tersebut pada kurun waktu penelitian terbilang tidak besar terhadap kemiskinan, serta dianggap tidak efektif untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Begitu pula dengan variabel penjelas, variabel jumlah pengangguran, rata-rata upah, dan angkatan kerja memiliki pengaruh negatif terhadap pertumbuhan dan tidak memiliki hubungan yang signifikan serta variabel jumlah pengangguran dan angkatan kerja memiliki hubungan signifikan terhadap kemiskinan dan berpengaruh negatif.
FAKTOR SOSIAL-EKONOMI YANG MEMPENGARUHI TINDAK KEJAHATAN DI PROVINSI SUMATERA BARAT Ega Steviani.H; Hefrizal Handra; Sry Maryati
Menara Ilmu Vol 14, No 1 (2020): VOL. XIV NO. 1 OKTOBER 2020
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v14i1.2106

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi tindak kejahatan di 19 kabupaten dan kota Provinsi Sumatera Barat dari tahun 2014-2018. Jenis data adalah data sekunder bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS). Crime rate Sumatera Barat pada tahun 2018 sebesar 243 termasuk 5 terbesar se Indonesia dan lebih tinggi dari DKI Jakarta, artinya resiko penduduk Sumatera Barat menjadi korban kejahatan lebih tinggi dari kota besar seperti DKI Jakarta. Ada banyak kerugian dari tingginya tindak kejahatan dalam suatu wilayah seperti kerugian ekonomi, psikologi bahkan fisik, aktivitas ekonomi masyarakat pun akan terganggu, banyak biaya yang harus dikeluarkan dan pada akhirnya bisa mengganggu stabiltas negara. Ada beberapa faktor sosial ekonomi yang dianalisa bagaimana pengaruhnya terhadap tindak kejahatan dengan indikator crime rate (CrimeCR) di Sumatera Barat, antaranya; pengangguran dengan indikator tingkat pengangguran terbuka (UnemploymentUNP), ketimpangan pendapatan dengan indikator gini ratio (IncomeInequalityINI), pendidikan dengan indikator rata-rata lama sekolah (EDU), usia dengan indikator proporsi penduduk laki-laki usia 15-29 tahun (AGE) dan penyelesaian kasus oleh kepolisian dengan indikator jumlah tindak kejahatan yang diselesaikan oleh kepolisian (CC). Regresi data panel ini menggunakan Eviews 11. Hasil regresi menyatakan bahwa semua variabel sosial ekonomi yang diteliti berpengaruh signifikan terhadap tindak kejahatan di Sumatera Barat, dengan R-square:0.96529 Kata Kunci : kejahatan, pengangguran, ketimpangan pendapatan, pendidikan, usia
THE IMPACT ON THE PANDEMIC CORONAVIRUS DISEASE 2019 (COVID-19) ON HOUSEHOLD WELFARE IN WEST SUMATERA Fery Andrianus; Hefrizal Handra; Arie Sukma; Khaira Alfatih
Menara Ilmu Vol 15, No 1 (2021): VOL. XV NO.1 APRIL 2021
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v15i1.2502

Abstract

West Sumatera is the province with the highest number of Covid-19 casesin Sumatera Island and nationally it isin the ninth position. Similar to other events at the international and national levels, the spread of Covid-19 in West Sumatera has an impact on the regional economy. It affects not only the growth and other macroeconomic indicators but also the welfare of households and society directly. This study examines the effects of the pandemic Covid-19 on household welfare using objective and subjective indicators and observe into what extent the influence of PSBB and government assistance on community conditions during this pandemic. The results show that firstly, household welfare is above the provincial minimum wage, secondly, PSBB also affects people’s income, and lastly, not all households or communities are informed about the assistance from the government during the pandemic. Keywords: Covid-19, objective and subjective indicators, welfare, provincial minimum
The Relationship between Government Debt and Social Welfare Muhammad Kivlan Reftreka Nugraha; Hefrizal Handra
Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol 19, No 1 (2021): Jurnal Ekonomi Pembangunan
Publisher : Department of Development Economics, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29259/jep.v19i1.13786

Abstract

This study aims to analyze the relationship between government debt and social welfare in Indonesia in 1980-2019. The data used in this research is secondary data using time series data. The analysis used is the Error Correction Model (ECM). The findings result from the first model show that in the short-run, additional debt-to-GDP was not significant to the poverty level and GDP per capita. Meanwhile, the long-run, additional debt-to-GDP is significant to the poverty level and GDP per capita. The results also find that in the long run additional debt-to-GDP is positively correlated with poverty levels in Indonesia, meaning that additional debt-to-GDP increases the poverty rate in Indonesia. For GDP per capita, additional debt-to-GDP has a negative correlation. The inflation, tax-to-GDP, and GDP are not significant to the poverty rate in the short-run. Meanwhile, the long run, the additional debt-to-GDP ratio and GDP variable is significant to the poverty rate, and has a positif and negative correlation. The findings from second model also indicate that population and inflation are significant and positively correlated with the poverty level, but tax-to-GDP ratio is not significant on GDP per capita in the short-run. Meanwhile, the long run, the population and tax-to-GDP are significant to GDP per capita. Total population has a positive correlation, while tax-to-GDP ratio has a negative correlation.
ANALYSIS OF FACTORS INFLUENCE SMOKING BEHAVIOR IN POOR HOUSEHOLDS IN WEST SUMATERA PROVINCE Hefrizal Handra; Zamzami Zamzami
AFEBI Economic and Finance Review Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.517 KB) | DOI: 10.47312/aefr.v1i01.11

Abstract

This research is purposed to learn the behaviors of poor households in managing their income for buying cigarettes using data from the National Social Economic Survey of West Sumatera Province in 2013 using OLS method as a tool of analysis.Results of the analysis show that the cigarette spending in percentage of income in smoker households in West Sumatera Province is very large, far larger than the percentage of spending for education and health. Household cigarette spending is influenced by income factors, cigarette prices, number of adult male household members, area of residence, age category of the household head, and education of the household head.JEL Classification: D10, D31, P46Keywords: Cigarette Spending, OLS Regression, Smoking Household, Taste Intervention
ANALISIS PENGARUH INFRASTRUKTUR JALANDAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) TERHADAP PEMBANGUNAN MANUSIA DI WILAYAH TIMUR INDONESIA Rhio Eka Saputra; Hefrizal Handra; Elvina Primayesa
Jurnal Menara Ekonomi : Penelitian dan Kajian Ilmiah Bidang Ekonomi Vol 7, No 1 (2021): Volume VII No.1 April 2021
Publisher : Jurnal Menara Ekonomi : Pelatihan dan Kajian Ilmiah Bidang Ekonomi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/me.v7i1.2532

Abstract

Isu utama pada perkembangan ekonomi saat ini bukan hanya terbatas pada seberapa tinggi tingkat pertumbuhan ekonomi. Lebih dalam lagi, masalah yang ada adalah bagaimana meningkatkan pembangunan manusia itu sendiri. Pembangunan manusia indonesia wilayah timur masih sangat timpang dibandingkan dengan wilayah barat. Banyak kebijakan yang dijalankan untuk meningkatkan taraf pembangunan manusia wilayah timur dalam mengejar ketertinggalan. Salah satunya dengan pembangunan infrastruktur dasar dan infrastruktur penunjang. Penelitian ini menggunakan rasio jalan dan IP-TIK sebagai alat untuk menganalisis sejauh mana pengaruh variabel tersebut dalam mempengaruhi pembangunan manusia dengan menggunakan analisis regresi data panel dengan model random effect. Hasil penelitian menemukan bahwa IP-TIK memiliki pengaruh yeng lebih tinggi dibandingkan akses jalan dalam meningkatkan indeks pembangunan manusia di wilayah timur Indonesia. Hal ini diperkuat dengan kondisi geografis Indonesia timur yang sangat sulit dijangkau dengan akses jalan dan IP-TIK dianggap sebagai solusi yang lebih efektif.
Pengaruh Penerapan Sanksi Terhadap Pengembalian Kredit Macet Pada Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA) Di Kabupaten Pesisir Selatan Melta Dwi Jayanti; Endrizal Ridwan; Hefrizal Handra
JURNAL AGRICA Vol 15, No 1 (2022): JURNAL AGRICA
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/agrica.v15i1.5257

Abstract

Kredit mikro merupakan pinjaman yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin untuk melanjutkan usahanya. Sejak tahun 2008, Pemerintah menyalurkan bantuan kredit mikro melalui Program Pengembangan Agribisnis Pedesaan (PUAP) yang dikelola oleh Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA). Dalam penyelenggaraan kredit ini masih ditemukan banyaknya kredit macet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan sanksi terhadap pengembalian kredit macet pada Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA) di Kabupaten Pesisir Selatan. Objek penelitian ini adalah LKMA di Kabupaten Pesisir Selatan yang didirikan pada tahun 2011 - 2015 sebanyak 70 LKMA. Evaluasi pengaruh sanksi terhadap pengembalian kredit LKMA ini dilakukan dengan metode Propensity Score Matching (PSM) berdasarkan faktor - faktor yang signifikan mempengaruhi keputusan LKMA untuk menerapkan sanksi. Faktor - faktor yang siginifikan mempengaruhi keputusan LKMA diperoleh dari hasil regresi logistik. Selanjutnya pencocokan dilakukan dengan metoda Nearest Neighbor Matching (NNM). Outcome yang dibandingkan yaitu jumlah tunggakan dan lama tunggakan kredit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sanksi berpengaruh positif terhadap pengembalian kredit LKMA yang dilihat dari sisi lama tunggakan karena semakin lama petani menunggak maka sanksi yang dibebankan akan semakin besar, sehingga petani akan mengupayakan pengembalian kredit dalam waktu yang lebih cepat. Sedangkan dilihat dari segi jumlah tunggakan, sanksi tidak berpengaruh signifikan terhadap pengembalian kredit macet.