cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif
ISSN : 18584837     EISSN : 2598019X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif, diterbitkan oleh Pusat Informasi dan Pembangunan Wilayah (PIPW) yang berada di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret Surakarta, berisi tulisan tentang hasil penelitian, gagasan konseptual dan resensi buku dalam lingkup perencanaan wilayah dan kota serta perencanaan partisipatif. Jurnal terbit dua kali setahun pada bukan Januari dan Juli. Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif menerima tulisan ilmiah dalam bidang yang relevan dengan permasalahan tentang perencanaan wilayah dan kota serta pembangunan daerah.
Arjuna Subject : -
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol 18, No 2 (2023)" : 22 Documents clear
Perubahan karakteristik aktivitas perdagangan sebelum dan saat pandemi Covid-19 (studi kasus : kawasan perdagangan jasa Pasar Kliwon, Surakarta) Shinta Yus Ari; Rufia Andisetyana Putri; Hakimatul Mukaromah
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 18, No 2 (2023)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v18i2.59577

Abstract

Kawasan Pasarkliwon merupakan salah satu pusat pelayanan kota di Surakarta dengan fokus kegiatan perdagangan seperti diatur dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Surakarta tahun 2016-2021. Aneka ragam kegiatan perdagangan yang ada di kawasan Pasarkliwon, dari toko kelontong, swalayan, dealer, toko khusus, dan lainnya. Pada bulan Maret 2021, Indonesia dilanda wabah pandemi Covid-19 yang berdampak terhadap seluruh aktivitas manusia, termasuk aktivitas perdagangan. Sebelum pandemi Covid-19, terdapat 63% penduduk menjadi pedagang dan saat pandemi meningkat menjadi 65%. Secara spasial, perubahan terjadi mulai dari ragam sarana perdagangan, jangkauan, luas lantai, jumlah pelaku, cara belanja, dan cara pembayaran. Metodologi yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan seluruh karakteristik perdagangan kawasan Pasarkliwon mengalami perubahan karena harus beradaptasi dengan kebijakan pemerintah. Regulasi yang berdampak terhadap aktivitas perdagangan adalah pembatasan kegiatan masyarakat. Kebijakan  lain yang berdampak terhadap jangkauan konsumen yang semakin meluas adalah adanya regulasi untuk melakukan aktivitas jual beli secara daring saat pandemi Covid-19. Selain itu, pedagang juga memfasilitasi konsumen untuk dapat melakukan belanja secara daring, termasuk cara pembayaran yang beraneka ragam untuk memudahkan transaksi pembayaran. Perubahan tersebut merupakan adaptasi pedagang dalam menghadapi pandemi dan menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi masyarakat luas.
Fenomena eksklave dan implikasinya terhadap pelayanan kesehatan di Kecamatan Colomadu, Karanganyar Granaya Talitha Nindya Zaski; Rizon Pamardhi-Utomo; Chrisna Trie Hadi Permana
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 18, No 2 (2023)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v18i2.53976

Abstract

Pola pembangunan dan faktor sejarah telah menyebabkan sebagian daerah terpisah dari wilayah induk administrasinya. Istilah ekslave muncul untuk menjelaskan fenomena di mana suatu wilayah terpisah dari daerah induk administrasinya, terhalang atau dikelilingi oleh wilayah administratif lainnya. Keadaan ini menyebabkan keterbatasan bagi penduduk daerah eksklave dalam mengakses pelayanan publik di daerah wilayah induk. Penelitian ini ditujukan untuk mengkaji implikasi eksklave dalam konteks pelayanan publik khususnya pelayanan kesehatan. Analisis terhadap implikasi eksklave dalam kerangka aksesibilitas dilihat dari tiga hal yakni lokasi dan radius pelayanan kesehatan, keterjangkauan transportasi, dan tingkat pelayanan kesehatan dengan kasus Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan data yang diperoleh dari observasi lapangan, kuesioner terhadap 100 responden, serta tinjauan dokumen terkait dengan teknik analisis spasial dan deskriptif. Temuan memperlihatkan bahwa fenomena eksklave berimplikasi pada kecenderungan penyediaan pelayanan publik untuk penduduk daerah eksklave oleh daerah sekitar.
The relationship between social capital and food security in farmer households (case study: Sedayulawas Village, Lamongan Regency – Indonesia) Septia Hana Fauziah; Gunawan Prayitno; Dian Dinanti; Izatul Ihsansi Hidayana
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 18, No 2 (2023)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v18i2.67435

Abstract

Sedayulawas Village is one of the villages contributed to the positive growth of Lamongan Regency in the fourth quarter of 2020. It has been named the selected pilot project for eradicating extreme poverty with the target of increasing community food security. However, this program was not supported by the relationship between farmers and farmer group leaders, as the trust of farmers to the group leaders were low since they couldnot protect farmers from many conflicts within the group. To ensure the success of programs of food security, the social capital of among farmers was an alternative mechanism for the community to increase food security. This study aimed to reveal how the contribution of the social capital of farmer households to food security in the Food Self-Sufficiency Program in Sedayulawas Village, Brondong District, Lamongan Regency. Descriptive statistical analysis to determine food security conditions were done using Confirmatory Factor Analysis (CFA) followed by Structural Equation Modeling (SEM). The result showed that there is a direct and indirect relationship between social capital and food security which has a significant value at the 5% test level. The food utilization variable explained 86.6% of farmers’ food security variability and the results of t-test showed that social capital has a significant effect in supporting the food security program for farmers in Sedayulawas Village.
Kawasan Alun-Alun Timur Pati sebagai lokasi relokasi pedagang kaki lima Adinda Amalia; Murtanti Jani Rahayu; Rizon Pamardhi Utomo
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 18, No 2 (2023)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v18i2.63760

Abstract

Keberadaan pedagang kaki lima sebagai sub-sektor informal terlihat dominan pada kawasan perkotaan di Indonesia. Lokasi yang strategis menjadi faktor utama yang sangat diperhatikan oleh pedagang kaki lima dalam menjalankan usahanya. Pada umumnya, pemerintah daerah mengambil langkah pengelolaan untuk mengatur lokasi pedagang kaki lima. Seperti yang terjadi di Kabupaten Pati, pemerintah daerah setempat telah menentukan Kawasan Alun-Alun Timur Pati sebagai lokasi khusus bagi para pedagang kaki lima. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian Kawasan Alun-Alun Timur Pati sebagai lokasi pedagang kaki lima. Variabel penelitian yang digunakan yaitu kestrategisan lokasi, ketersediaan fasilitas pendukung, keberadaan aktivitas utama, serta kebijakan pemerintah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Analisis dilakukan melalui tiga tahap, yaitu skoring komponen kesesuaian, pembobotan variabel dengan teknik weighted product, dan analisis kesesuaian. Hasil penilaian kesesuaian sebesar 73,71% menunjukkan bahwa Kawasan Alun-Alun Timur Pati telah sesuai sebagai lokasi pedagang kaki lima.
Pemenuhan standar layak huni infrastruktur lingkungan pada Perumnas Jeruksawit Permai di Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar Estrelita Adriana Prima Ragazza; Kusumastuti Kusumastuti; Nur Miladan
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 18, No 2 (2023)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v18i2.59334

Abstract

Perumahan dan permukiman merupakan kebutuhan dasar bagi masyarakat sebagai tempat tumbuh kembangnya budaya dan peradaban manusia. Perencanaan perumahan tidak hanya meliputi perencanaan dan perancangan bangunan rumah saja melainkan meliputi pula perencanaan prasarana, sarana, dan utilitas umum  yang sesuai dengan standar layak huni. Hal ini bertujuan agar lingkungan perumahan menjadi satu kesatuan fungsional dalam tata ruang fisik, kehidupan ekonomi, sosial, dan budaya. Kebijakan terkait perencanaan sarana dan prasarana lingkungan telah diatur dalam SNI 03-1733-2004 dan Kepmenkimpraswil No. 534/KPTS/M/2001. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pemenuhan standar layak huni pada Perumnas Jeruksawit Permai yang dibangun oleh PT. Perumnas dengan target pengguna untuk masyarakat menengah ke bawah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif dengan analisis data menggunakan analisis skoring dan analisis spasial buffer. Pengumpulan data dilakukan melalui kuisioner, observasi lapangan, dan citra satelit. Hasil dari penelitian ini menunjukan Perumnas Jeruksawit Permai telah mampu memenuhi standar layak huni walaupun masih ditemukan beberapa kelemahan, seperti keterjangkauan sarana pendidikan, kebudayaan dan rekreasi, serta kualitas air bersih.
Pengaruh pandemi Covid-19 terhadap perubahan lingkup pelayanan pasar tradisional di Kota Surakarta Firman Hadi Santoso; Istijabatul Aliyah; Rufia Andisetyana Putri
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 18, No 2 (2023)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v18i2.54826

Abstract

Pasar tradisional merupakan pusat kegiatan perekonomian yang sangat penting dalam mendukung aktivitas kota. Selama pandemi Covid-19, pemerintah menerapkan kebijakan kesehatan untuk mencegah penularan virus, seperti pembatasan aktivitas dan pergerakan terutama pergerakan penduduk dari luar kota yang menyebabkan penurunan jumlah pengunjung pasar tradisional. Adanya perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan pedagang untuk memasarkan barang dagangannya karena mempermudah pembeli melakukan transaksi tanpa harus datang langsung ke pasar yang mendorong perubahan lingkup pelayanan pasar tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana pengaruh pandemi Covid-19 terhadap perubahan lingkup pelayanan pasar tradisional di Kota Surakarta dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dengan observasi dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandemi mengubah level jangkauan pelayanan pada pasar dengan lingkup internasional menjadi lingkup nasional karena pembatasan perjalanan selama pandemi. Pandemi juga menyebabkan perubahan saluran distribusi barang dari pedagang di pasar tradisional ke pembeli. Sebelum masa pandemi, pembeli dari lingkup lokal hingga lingkup internasional dapat bebas datang ke pasar tradisional untuk membeli barang secara langsung. Karena kebijakan kesehatan seperti pembatasan aktivitas dan pergerakan,  pembeli yang berada di luar lingkup regional membeli barang menggunakan platform online dan menggunakan saluran distribusi tidak langsung.
Analisis faktor-faktor penyebab kemiskinan di Desa Suro, Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas Rifaldo Heriska; Endy Agustian; Zenal Mutaqin
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 18, No 2 (2023)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v18i2.67115

Abstract

Walaupun berlokasi dekat dengan pusat pemerintahan di Kabupaten Musi Rawas, Desa Suro merupakan wilayah dengan tingkat kesejahteraan yang relatif rendah. Rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakat Desa Suro mengkonfirmasi isu kemiskinan yang terjadi. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor penyebab kemiskinan dengan menggunakan metode kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dilakukan secara langsung di lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukan beberapa aspek yang menyebabkan kemiskinan, yaitu aspek ekonomi, aspek sosial, aspek fisik lingkungan dan aspek regulasi. Masing-masing aspek memiliki implikasi yang berbeda terhadap tingkat kemiskinan, namun kesemuanya saling terhubung.
Dampak rencana operasi Pangkalan Udara Gatot Subroto Way Kanan menjadi bandar udara komersial ditinjau dari aspek spasial Zulman Haridan; Rahayu Sulistiyorini; Muhammad Irfan Affandi
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 18, No 2 (2023)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v18i2.61406

Abstract

Bandar udara memiliki peran sebagai pintu gerbang kegiatan perekonomian dalam upaya pemerataan pembangunan, pertumbuhan dan stabilitas ekonomi, serta keselarasan pembangunan nasional dan pembangunan daerah. Salah satu isu  penentuan tujuan perencanaan Kabupaten Way Kanan dalam RTRW Provinsi Lampung adalah peluang pendayagunaan Pangkalan Udara TNI Angkatan Darat Gatot Subroto sebagai bandara komersial untuk mengakomodasi kebutuhan mobilitas sipil yang cepat, nyaman, dan ekonomis. Namun, pemanfaatan peluang tersebut memiliki limitasi berupa keterbatasan kapasitas untuk penggunaan lahan sebagai bandara komersial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi pengembangan kawasan Bandar Udara Gatot Subroto dalam mendukung pengembangan wilayah dan pertumbuhan ekonomi wilayah. Metode penelitian yang digunakan, yaitu analisis deskriptif kuantitatif dengan alat analisis Satuan Kemampuan Lahan (SKL) untuk mengetahui daya dukung agar tindak perencanaan berada dalam kapasitas optimal keberlanjutan ekosistem Analisis SWOT serta QSPM juga digunakan untuk mengidentifikasi strategi pengembangan Kawasan Bandara Gatot Subroto. Hasil analisis SKL menunjukkan tiga klasifikasi kemampuan lahan di kawasan tersebut dengan persentasi terbesar, yaitu 86,28% kemampuan lahan baik, 8,54% dengan kemampuan cukup baik, dan 5,18% dengan kemampuan sangat baik. Strategi pengembangan Bandara Gatot Subroto yang direkomendasikan adalah penguatan aspek kelembagaan untuk menunjang fasilitas layanan pendukung yang dapat memudahkan  pengguna bandara dan melakukan pengembangan potensi pariwisata Kabupaten Way Kanan sebagai daya tarik untuk wisatawan.
Efektivitas pemberdayaan masyarakat dengan menggunakan dana desa di Kabupaten Pasaman Barat (studi kasus di nagari maju dan nagari berkembang) Wulan Bedi Pratama; Ira Wahyuni Syarfi; Hasnah Hasnah
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 18, No 2 (2023)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v18i2.59446

Abstract

Kebermanfaatan dana desa bagi masyarakat dapat dilihat dari efektifitas penggunaan dana desa terutama untuk pemberdayaan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap proses pemberdayaan masyarakat serta menganalisis pemberdayaan masyarakat melalui dana desa. Metode yang digunakan adalah multi-kasus. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk mengetahui pelaksanaan pemberdayaan masyarakat, dan analisis kuantitatif untuk mengetahui tingkat efektivitas pemberdayaan masyarakat. Hasil menunjukkan bahwa proses pemberdayaan masyarakat dengan menggunakan dana desa pada kedua nagari belum menunjukkan proses yang baik, dan efektivitas pemberdayaan masyarakat yang dilakukan masih belum efektif. Terdapat perbedaan tingkat efektivitas pemberdayaan masyarakat di antara kedua nagari yang diteliti yaitu nagari maju termasuk dalam kategori kurang efektif (37,4) dan nagari berkembang termasuk dalam kategori tidak efektif (31,6). Oleh karena itu, seluruh proses pemberdayaan harus melibatkan masyarakat serta peran pendamping desa juga harus ditingkatkan untuk memberi masyarakat nagari pemahaman yang lebih baik tentang tujuan dan pentingnya kegiatan pemberdayaan tersebut.
Kajian risiko bencana gempa bumi akibat aktivitas Sesar Lembang di Kabupaten Bandung Barat Farah Achyani Kinasih; Nur Miladan; Kusumastuti Kusumastuti
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 18, No 2 (2023)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v18i2.57232

Abstract

Kabupaten Bandung Barat merupakan bagian dari Kawasan Strategis Nasional Kawasan Perkotaan Cekungan Bandung serta memiliki potensi di bidang pariwisata. Letaknya yang berbatasan langsung dengan perkotaan menjadikan kabupaten ini memiliki angka laju pertumbuhan penduduk tertinggi pada tahun 2010-2020 di Provinsi Jawa Barat. Namun, Kabupaten Bandung Barat dilalui oleh Sesar Lembang yang terpantau mengalami aktivitas sehingga dapat memicu ancaman gempa bumi dan pada saat ini sudah memasuki fase pelepasan energi. Dengan adanya kondisi tersebut, penelitian ini mengkaji risiko bencana gempa bumi yang mungkin terjadi akibat aktivitas Sesar Lembang. Komponen risiko bencana meliputi kerawanan dan kerentanan baik kerentanan fisik, sosial, maupun ekonomi. Penelitian ini menggunakan data utama dari studi dokumen dan data pendukung dari wawancara dan observasi, kemudian dianalisis dengan teknik skoring pada unit wilayah kecamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah Kabupaten Bandung Barat terbagi dalam empat tingkatan risiko bencana. Risiko bencana tertinggi berada pada ibu kota kabupaten dan daerah wisata potensial pada bagian utara Kabupaten Bandung Barat. Area ini termasuk dalam kecamatan yang dilalui oleh jalur sesar sehingga apabila Sesar Lembang beraktivitas dan memicu gempa bumi, maka daerah ini akan merasakan intensitas guncangan yang paling besar.

Page 2 of 3 | Total Record : 22