cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif
ISSN : 18584837     EISSN : 2598019X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif, diterbitkan oleh Pusat Informasi dan Pembangunan Wilayah (PIPW) yang berada di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret Surakarta, berisi tulisan tentang hasil penelitian, gagasan konseptual dan resensi buku dalam lingkup perencanaan wilayah dan kota serta perencanaan partisipatif. Jurnal terbit dua kali setahun pada bukan Januari dan Juli. Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif menerima tulisan ilmiah dalam bidang yang relevan dengan permasalahan tentang perencanaan wilayah dan kota serta pembangunan daerah.
Arjuna Subject : -
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol 19, No 1 (2024)" : 22 Documents clear
Faktor prioritas kesiapan penanganan kawasan permukiman kumuh (studi kasus: bantaran Sungai Kali Anyar, Kota Surakarta) Parithustha Mahayati; Winny Astuti; Galing Yudana
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 1 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i1.64560

Abstract

Permukiman kumuh kawasan bantaran Kali Anyar merupakan kawasan permukiman kumuh terbesar kedua di Kota Surakarta yang ditetapkan dalam SK Walikota Tahun 2016. Pendirian bangunan ilegal, kurang memadainya infrastruktur pendukung permukiman, dan kondisi sosial ekonomi masyarakat yang rendah adalah sejumlah permasalahan yang ditemui di kawasan tersebut. Langkah penanganan seperti pemugaran hingga relokasi telah diambil oleh pemerintah Kota Surakarta, namun kawasan kumuh tetap belum dapat tertangani. Terhambatnya penanganan mengisyaratkan bahwa terdapat beberapa faktor belum diprioritaskan dalam penanganan kumuh sehingga penanganan kumuh tidak merata. Penelitian ini berfokus untuk mengetahui faktor prioritas kesiapan kawasan untuk memulai penanganan permukiman kumuh di Kawasan Bantaran Kali Anyar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisis AHP (Analytic Hierarchy Process) yang dilengkapi analisis deskriptif pada masing-masing faktor kesiapan. Temuan menunjukkan tujuh faktor prioritas yaitu: (1) alokasi anggaran pemerintah, (2) bentuk koordinasi antar institusi, (3) keterlibatan masyarakat dalam penanganan, (4) ketersediaan dokumen perencanaan penanganan, (5) peraturan pemerintah daerah, (6) bantuan dana swasta, dan (7) struktur kelembagaan yang berperan. Walaupun regulasi secara jelas mengatur prioritas penanganan permukiman kumuh bantaran Kali Anyar, fakta di lapangan menunjukkan beberapa faktor kesiapan penanganan kumuh masih terhambat. Hal ini menyebabkan ketidakpastian penentuan upaya penanganan kumuh bantaran Kali Anyar. Oleh karena itu, diperlukan adanya inisiasi serius pemerintah dalam merencanakan upaya pelaksanaan penanganan kumuh di bantaran Kali Anyar secara komprehensif dan terintegasi.
Analisis tingkat risiko bencana tanah longsor di wilayah Kabupaten Blitar, Jawa Timur Kevie Desderius; Muhammad Said Badizzaman Arrinjani; Zahra Fadhilatus Sa’adia; Farhan Riandhana Lie
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 1 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i1.58889

Abstract

Indonesia merupakan negara rawan bencana apabila dilihat dari aspek geografis, klimatologis, maupun demografisnya. Letak geografis Indonesia yang berada di antara 2 benua dan 2 samudera menyebabkan potensi bencana meningkat terutama secara geologis. Letak Indonesia pada 3 lempeng, yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Indo-Australia, dan Lempeng Pasifik berkontribusi pada kerawanan bencana tersebut. Kabupaten Blitar dengan proporsi wilayah dataran tinggi yang besar membuat wilayah tersebut menjadi rawan terhadap potensi bencana longsor. Penelitian ini akan membahas mengenai kajian tingkat risiko bencana tanah longsor di wilayah Kabupaten Blitar melalui analisis kerentanan bencana, kapasitas bencana, dan bahaya yang dipadukan melalui teknik overlay menjadi tingkat risiko bencana tanah longsor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Blitar didominasi oleh area dengan tingkat kerawanan bencana tinggi hingga sangat tinggi. Penelitian ini diharapkan membantu upaya mitigasi pengurangan dampak bencana tanah longsor di Kabupaten Blitar.
Analisis perbandingan perubahan tutupan lahan menggunakan Citra Satelit Landsat 8 di Kecamatan Tawangmangu Almadea Cherish Anissa; Erma Fitria Rini; Soedwiwahjono Soedwiwahjono
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 1 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i1.66929

Abstract

Kecamatan Tawangmangu merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Karanganyar di dataran tinggi yang menjadi daya tarik wisata. Banyaknya peluang pembangunan infrastruktur penunjang pariwisata membuat wilayah tersebut banyak mengalami perubahan lahan yang signifikan. Informasi mengenai perubahan lahan di Kecamatan Tawangmangu dapat diamati dengan teknologi penginderaan jauh secara time series menggunakan citra satelit. Penelitian ini menggunakan citra satelit Landsat 8 tahun 2013, 2017, dan 2021 untuk diklasifikasikan menjadi data tutupan lahan dengan metode klasifikasi terbimbing. Untuk memperoleh peta tutupan lahan yang akurat maka dilakukan pengolahan dengan tahapan koreksi radiometrik, penajaman citra, klasifikasi terbimbing, dan uji akurasi. Pada metode klasifikasi terbimbing dilakukan pengambilan training area pada lokasi yang mewakili setiap jenis lahan dan dipastikan pada kondisi di lapangan. Hasil dari interpretasi citra berupa peta tutupan lahan Kecamatan Tawangmangu yang kemudian dianalisis dengan metode intersect untuk melihat perubahan tutupan lahan yang terjadi pada periode 2013-2017 dan periode 2017-2021. Penelitian in membandingkan perubahan tutupan lahan yang terjadi di Kecamatan Tawangmangu pada periode 2013-2017 dan periode 2017-2021. Temuan menunjukkan bahwa perubahan tutupan lahan lebih besar terjadi pada periode 2013-2017 seluas 1135,34 ha atau 18,5% dengan luas perubahan setiap jenis tutupan lahan, meliputi area terbangun (200,4 ha), hutan (299,16 ha), lahan pertanian (191,7 ha), kebun (314,48 ha), semak belukar (126,61 ha), dan lahan kosong (2,99 ha).
Berbagi pakai data spasial pertanahan pada penyusunan rencana detail tata ruang Susilo Widiyantoro; Trisnanti Widi Rineksi
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 1 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i1.69856

Abstract

Jumlah Rencana Detail Tata Ruang hingga saat ini masih dikategorikan minim, yaitu sebanyak 260 produk per Januari 2023 dari target sebanyak 2.000 produk pada tahun 2024. Hal ini ditengarai oleh belum teraksesnya data spasial pertanahan tersebut oleh para penyusun dokumen RDTR di daerah. Keterbatasan aksesibilitas data di Indonesia tersebut tidak terjadi di Belanda, yang notabene telah memanfaatkan data spasial pertanahan untuk berbagai hal termasuk untuk penyusunan rencana tata ruang. Berdasarkan kedua hal tersebut, peneliti ingin mengetahui kondisi berbagi pakai data spasial pertanahan di Belanda dan di Indonesia. Metode kajian yaitu kualitatif deskriptif dengan pendekatan pada studi literatur, yang berfokus pada lima variabel penyusun Infrastruktur Data Spasial (IDS) yaitu teknologi, sumber daya manusia, baku standar data, kebijakan/peraturan, dan data. Hasil kajian menunjukkan bahwa berbagi pakai data pertanahan untuk berbagai kepentingan, terutama untuk penyusunan rencana tata ruang, telah terwujud di Belanda karena kelima variabel penyusun IDS telah mendukung terwujudnya berbagi pakai data pertanahan. Kondisi demikian belum mampu diwujudkan di Indonesia karena masih ada beberapa kendala dalam hal teknologi, sumber daya manusia, implementasi kebijakan, dan kualitas data.
Strategi pembangunan kawasan Perdesaan Margomarem, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo Dyah Meutia Nastiti; Zam Zam Masrurun
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 1 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i1.63482

Abstract

Pembangunan kawasan perdesaan merupakan pembangunan integratif antar desa yang dilaksanakan dalam upaya mempercepat dan meningkatkan kualitas pelayanan, pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat desa melalui pendekatan pembangunan yang partisipatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi pengembangan kawasan Perdesaan Margomarem yang terdiri dari Desa Maron, Desa Tlogo, Desa Menjer, Desa Larangan Lor dan Desa Mlandi. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, pengumpulan data sekunder, diskusi kelompok terbatas, dan wawancara mendalam. Metode analisis data menggunakan analisis menghasilkan empat belas strategi berdasarkan empat pendekatan strategi pengembangan. Saran yang diusulkan berupa inisiatif kegiatan (quick win) sebagai penentu prioritas dari banyaknya strategi pengembangan yang dihasilkan, yakni a) Penetapan kawasan perdesaan Margomarem, b) Penyusunan rencana pembangunan kawasan perdesaan Margomarem c) Pembentukan dan pelaksanaan kerja sama antar desa, d) Pelatihan dan pengembangan kapasitas kelembagaan serta studi banding, e) Penyelesaian, penanganan dan penanggulangan permasalahan perdesaan.
Analisis perubahan kinerja lalu lintas pengangkutan sampah di masa new normal pasca Covid-19 (studi kasus PLTSa Putri Cempo, Surakarta) Willy Anastasya Ilonka; Sodikin Sodikin; Dewi Handayani
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 1 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i1.67993

Abstract

Pandemi Covid-19 berdampak pada segala aspek, salah satunya terhadap penurunan aktivitas pergerakan transportasi. Pada awal tahun 2022, Indonesia telah memasuki era new normal pasca Covid-19. Kondisi ini diperkirakan akan berdampak pada peningkatan jumlah sampah seiring peningkatan aktivitas masyarakat ke arah kembali normal. Kenaikan jumlah sampah akan mempengaruhi pergerakan transportasi pengangkutan sampah dan berdampak pada kinerja jalan dan simpang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perubahan kinerja jalan dan simpang yang menjadi rute utama pengangkutan sampah sebagai dampak peningkatan pergerakan angkutan sampah. Perhitungan kinerja simpang dan jalan pada penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan analisis data menggunakan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997. Pengumpulan data primer berupa arus lalu lintas kendaraan dan data geometri jalan diambil pada saat November 2021 (masa pandemi) dan Mei 2022 (masa new normal pasca pandemi) pada dua ruas jalan bersimpangan di dekat TPA Putri Cempo, Surakarta. Hasil penelitian dihasilkan peningkatan derajat kejenuhan sebesar 0,03% yang memperlihatkan bahwa produktivitas sampah tidak banyak berubah. Namun, derajat kejenuhan yang mencapai 0,86 menunjukkan kebutuhan mitigasi pengelolaan pengangkutan sampah yang reguler dan masif.
Penilaian kualitas dengan walkability index pada jalur pejalan kaki (studi kasus: koridor komersial Jalan Yos Sudarso, Kota Surakarta) Muhammad Faishal Hafizh; Galing Yudana; Lintang Suminar
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 1 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i1.66405

Abstract

Jalur pejalan kaki yang memberikan rasa kenyamanan dan keamanan bagi para pejalan kaki di perkotaan menjadi suatu hal penting yang harus disediakan untuk meningkatkan efektifitas pergerakan masyarakat perkotaan, khususnya pada kawasan komersial. Di sepanjang Jalan Yos Sudarso di Kota Surakarta, penggunaan lahan mayoritas merupakan perdagangan dan jasa berpola linear mengikuti jalan menjadikan terbentuknya koridor komersial. Adanya jalur pejalan kaki seharusnya dapat mengoptimalkan mobilitas para pengunjung yang berkegiatan di koridor tersebut. Namun, dengan beragam permasalahan pada jalur pejalan kaki, kenyamanan dan keamanan para pejalan kaki dapat berkurang. Penelitian ini mengukur kualitas jalur pejalan kaki dengan sembilan variabel yang dimodifikasi dari Global Walkability Index oleh Walkability Survey in Asian Cities. Variabel tersebut adalah (1) konflik jalur pejalan kaki dengan moda transportasi lain, (2) ketersediaan jalur pejalan kaki, (3) ketersediaan penyeberangan, (4) keamanan penyeberangan, (5) perilaku pengendara, (6) amenitas, (7) infrastruktur ramah disabilitas, (8) hambatan, dan (9) keamanan terhadap kejahatan. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan secara langsung. Analisis dilakukan dalam tiga segmen berdasarkan karakteristik masing-masing. Temuan walkability index sebesar 30,5 masuk dalam kategori not walkable. Hal tersebut menggambarkan bahwa jalur pejalan kaki di koridor komersial Jalan Yos Sudarso di Kota Surakarta belum sesuai dengan perwujudan konsep urban walkability.
Analisis kinerja jalan pada Kawasan Pasar Lama di Jalan Kisamaun, Kota Tangerang Manisa Edelin Jingga; Nur Miladan; Bambang S. Pujantiyo
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 1 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i1.64531

Abstract

Jalan Kisamaun adalah pintu masuk menuju Kawasan Pasar Lama, Kota Tangerang yang merupakan kawasan komersial. Hal ini menjadikan Jalan Kisamaun memiliki volume lalu lintas yang tinggi dan menyebabkan penurunan tingkat pelayanan jalan sehingga munculnya kemacetan lalu lintas. Perhitungan kinerja jalan dalam menampung arus lalu lintas kendaraan menjadi hal yang penting untuk diidentifikasi dan menjadi dasar intervensi lanjutan. Metode analisis kinerja jalan menggunakan analisis kuantitatif dengan indikator yaitu arus kendaraan (Q), kapasitas jalan (C), derajat kejenuhan (Dj), dan tingkat pelayanan jalan (Level of Service). Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi lapangan pada jam-jam puncak. Kawasan penelitian memiliki nilai arus lalu lintas mencapai 1243,6 smp/jam. Sementara, nilai kapasitas jalan mencapai 2414 skr/jam dan nilai derajat kejenuhan mencapai 0,88. Temuan ini menunjukkan kinerjra jalan pada kelas E dengan kecepatan kendaraan kadang terhenti sehingga menyebabkan antrian panjang. Kemampuan kinerja jalan pada Jalan Kisamaun tidak sesuai dengan kebutuhan kinerja untuk pengembangan kawasan komersial. Turunnya kemampuan kinerja jalan menyebabkan adanya penumpukkan kendaraan pada jam puncak sehingga terjadinya kemacetan lalu lintas pada Kawasan Pasar Lama, Jalan Kisamaun, Kota Tangerang.
Intangible heritage in Astana Gunungjati Tomb Complex, Cirebon Ina Helena Agustina; Hilwati Hindersah; Ivan Chofyan; Kintan Ayu Sevila; Chairunisa Matondang
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 1 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i1.60310

Abstract

Astana Gunungjati is a tomb complex for the descendants of the palaces in Cirebon. One of them is the tomb of Sunan Gunungjati, one of The Walisanga and also the King of the Cirebon Sultanate. The purpose of this research was to describe the phenomenon of intangible heritage cultural values from Jeneng-Bekel-Kemit in Astana Gunungjati. Jeneng-Bekel-Kemit is the term used for the caretaker of the tomb. The existence of a caretaker known as kuncen in the Astana Gunungjati room played an important role in the service of tomb pilgrimage tourists. Kuncen at Astana Gunungjati has a unique value system in his work, and values are part of a culture that is an intangible heritage. The research method used a qualitative descriptive method. The method of data collection was carried out by interviewing several kuncen who were met by using Snowball. Field observations were carried out to visually record the space and the activities of the kuncen. The analysis method was carried out using qualitative description. Data was collected and classified. Observations made to the linkage among groups of categories to form a concept. The results of the research show ethical, spiritual, cultural, and esoteric values. The findings can be documented as intangible text attached to the Astana Gunungjati space.
Analisis ketersediaan sarana dan prasarana perumahan MBR di Kota Palembang Endy Agustian; Hala Haidir; Alim Anugrah Al Kholiq
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 1 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i1.67135

Abstract

Maraknya pembangunan perumahan permukiman yang kurang selaras dengan penyediaan sarana dan prasarana bagi masyarakat khususnya untuk perumahan MBR yang menjadi salah satu isu di Kota Palembang yang dapat mempengaruhi wajah kota. Kota Palembang merupakan ibu kota Provinsi Sumatera Selatan yang di dalam dokumen RTRW Kota Palembang 2012-2023 menunjukkan bahwa daerah pinggiran Kota Palembang diarahkan untuk pembangunan perumahan, namun terdapat isu kurangnya penyediaan sarana dan prasarana dasar pada perumahan MBR tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kesesuaian penyediaan prasarana dan sarana perumahan MBR di Kota Palembang. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah mix method perbandingan antara kondisi eksisting dengan Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Perumahan dan Kawasan Permukiman. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, kuisioner, wawancara, dan dokumentasi. Dari analisis yang sudah dilakukan pada Perumahan Griya Asri, Perumahan Villa Bayani, Perumahan Griya Revari Indah, dan Perumahan Grand Wijaya Persada yang berlokasi di Kota Palembang tersebut, didapati bahwa tingkat kesesuaian sarana dan prasarana sudah sesuai dan terlayani, baik pada perumahan-perumahan dengan tahun pembangunan yang terbilang baru seperti perumahan Villa Bayani dan perumahan yang cukup lama seperti Perumahan Griya Asri.

Page 1 of 3 | Total Record : 22