cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
TELKA - Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol
ISSN : 25021982     EISSN : 25409123     DOI : -
Jurnal TELKA merupakan jurnal yang sepenuhnya diperiksa oleh Redaksi Ahli yang berkompeten di bidangnya masing-masing. Redaksi menerima artikel ilmiah berupa hasil penelitian, gagasan, dan konsepsi dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Jurnal ini terbit 2 kali secara online dan cetak (terbatas) dalam setahun, yaitu pada bulan Mei dan November. Jurnal meliputi bidang ilmu Teknik Elektro, maupun studi-studi interdisipliner yang terkait. Bidang-bidang tersebut meliputi, antara lain: Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi, Kontrol, dan Sistem Tenaga.
Arjuna Subject : -
Articles 187 Documents
3D Modeling Parallel Coupled-Line Bandpass Filter Based on Coplanar Waveguide MMIC Multilayer Technology Rizqi Eka Putri; Emerson Pascawira Sinulingga; Suherman Suherman
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 5, No 1 (2019): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v5n1.24-30

Abstract

Electromagnetic modeling technique on monolithic microwave integrated circuit (MMIC) coplanar waveguide (CPW) multilayer have been developed to accurately model the Parallel Coupled-Line Bandpass Filter. The 3D modeling technique shows the simulation results that are optimum. Several simulation steps have been demonstrated and compared on the design of Parallel Coupled-Line Bandpass Filters. Based on the 3D modeling, S11-Return Loss and S21-Insertion Loss of -22.6 dB and and 2.94 dB are obtained respectively. In addition, it is shown the best frequency response from the design of the Parallel Coupled-Line Bandpass Filter.
Rancang Bangun Auto Balancing Robot Menggunakan Metode Kendali PID Asep Najmurrokhman; Kusnandar Kusnandar; Irfan Irfansyah; Ahmad Daelami
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 5, No 1 (2019): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v5n1.15-23

Abstract

Balancing  robot (robot  penyeimbang) beroda dua merupakan suatu mobile robot dengan dua buah roda di sisi kanan dan kirinya yang tidak akan seimbang apabila tidak diberi pengendali selama geraknya. Balancing robot ini merupakan pengembangan dari model bandul terbalik (inverted pendulum) yang diletakkan di atas robot beroda. Proses penyeimbangan selama robot bergerak memerlukan metode kendali yang baik dan handal untuk mempertahankan posisi robot secara tegak lurus terhadap permukaan bumi, tanpa memerlukan gaya dari luar. Makalah ini menguraikan tentang prototipe sebuah auto balancing robot dengan metode kendali PID (proportional integral derivative) untuk menjaga badan robot tetap seimbang dalam posisi tegak lurus terhadap permukaan bumi selama geraknya. Komponen utama dalam implementasi auto balancing robot beroda dua ini menggunakan sensor MPU GY-6050 dan Mikrokontroler Arduino Uno. Sensor MPU GY-6050 digunakan untuk mendeteksi kemiringan dan kecepatan sudut dari badan robot selama bergerak, sedangkan Mikrokontroler Arduino Uno berfungsi sebagai pengendali proses penyeimbangan robot melalui teknik kendali PID. Proses penyeimbangan dilakukan oleh aktuator berupa motor listrik DC. Hasil pengujian prototipe tersebut menunjukkan bahwa proses penyeimbangan dapat dilakukan dengan baik. Torsi motor menghasilkan pergerakan robot sedemikian sehingga  robot berada dalam posisi tegaknya.
Pengendali Suhu Purwarupa Pengering Gabah Berbasis Mikrokontroler Menggunakan Metode Kendali PI Munawar Agus Riyadi; Umair Al-Anshory; Iwan Setiawan
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 5, No 1 (2019): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v5n1.74-82

Abstract

Proses pengeringan gabah di Indonesia umumnya dilakukan dengan pemanasan matahari di luar ruang, sehingga metoda pengeringan tersebut sangat tergantung pada musim dan cuaca. Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan sebuah alat pengering gabah yang memiliki sistem kendali suhu agar dapat melakukan pengeringan sampai dengan kadar air yang diinginkan dengan suhu pemanasan yang optimal. Pada penelitian ini dirancang purwarupa sistem pengendalian suhu pengering gabah menggunakan sensor DHT22 sebagai pengukur suhu udara, heater sebagai elemen pemanas, dan mikrokontroler ATMega328P sebagai pengendali. Metoda kendali yang digunakan untuk mengendalikan suhu prototype pengering gabah adalah metoda kendali Proportional Integral (PI). Parameter kendali PI diperoleh melalui metoda tuning Ziegler Nichols 1 dengan nilai Kp = 186,16 dan Ti = 33,3. Hasil pengujian sistem pengendali menggunakan parameter kendali PI ini memiliki unjuk kerja yang baik karena mampu mencapai dan mempertahankan suhu plant pada referensi yang diingikan serta dapat mengatasi gangguan yang terjadi.
Pengaruh Perubahan Luas Bukaan Katup untuk Air Keluar dari Dalam Tangki pada Sistem Pengendalian Tinggi Muka Air Iwan Rohman Setiawan; Aris Munandar
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 5, No 1 (2019): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v5n1.31-42

Abstract

Paper ini membahas pengaruh perubahan luas bukaan katup keluaran terhadap level air dalam tangki. Simulasi dilakukan pada mini plant sistem pengendalian tinggi muka air di dalam tangki menggunakan sistem pengendalian bertingkat atau umpan balik single loop menggunakan pengendali PID. Berdasarkan simulasi, ketika level pada steady state 0,5998 m, dengan tidak mengubah parameter pengendali PID, apabila katup dibuka hingga luas lubang untuk air keluar bertambah dari 5,3434 x 10-5 m2 sampai maksimum 7,1220 x 10-5 m2, terjadi steady state error ketinggian air terhadap set point sebesar 3,17%. Jika menggunakan sistem pengendalian bertingkat, ketika katup ditutup hingga luas lubang semakin kecil dari 5,3434 x 10-5 m2, maka steady state error mulai terjadi ketika luas bukaan katup 3,4236 x 10-5 m2, dengan nilai eror sebesar -5,2337%. Sementara jika menggunakan sistem pengendalian umpan balik single loop, error mulai terjadi ketika luas bukaan katup 2,9172 x 10-5m2, dengan eror sebesar -15,45%.
Sistem Pemantauan Dan Pengendalian Modul Automatic Transfer Switch (ATS) Melalui Android Berbasis Arduino Reksa Pandu Wibawa Putra; Muhammad Mukhsim; Faqih Rofi'i
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 5, No 1 (2019): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v5n1.43-54

Abstract

Automatic Transfer Switch (ATS) merupakan peralatan yang memindahkan beban ke sumber listrik cadangan ketika terjadi gangguan pada sumber utama dan sebaliknya. Dalam penelitian ini dirancang sebuah ATS menggunakan Arduino Nano sebagai kontroler, NodeMCU sebagai piranti Internet Of Things (IoT) untuk komunikasi dari android ke modul ATS, PZEM 004-t sebagai modul sensor tegangan dan arus, relai AC 10 Ampere sebagai sensor info tegangan masuk dan kontak utama, modul relai DC sebagai transfer switch antara beban dengan PLN atau generator cadangan, serta aplikasi Blynk untuk menampilkan hasil pemantauan dan berfungsi juga sebagai pengendalian manual melalui android. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ATS bekerja ketika terjadi pemadaman PLN dan memindahkan suplai tegangan listrik dari generator cadangan ke beban dengan kesalahan pembacaan tegangan 1.0% dan arus sebesar 1.0%. Sistem pengaman dari gangguan overload dan downvoltage bekerja ketika arus melebihi batasan 3 Ampere atau tegangan kurang dari 200 Volt, suplai beban terputus oleh relai DC dan menampilkan notifikasi teks dan notifikassi dering pada handphone.
Denoising Sinyal EEG dengan Algoritma Recursive Least Square dan Least Mean Square Nor Kumalasari Caecar Pratiwi; Rita Magdalena; Yunendah Nur Fuadah; Sofia Saidah; Syamsul Rizal; Muhamad Rokhmat Isnaini
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 5, No 2 (2019): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (658.294 KB) | DOI: 10.15575/telka.v5n2.122-129

Abstract

EEG mengukur fluktuasi tegangan yang dihasilkan dari arus ionik yang beredar sepanjang neuron otak. Dalam pengaturan eksperimental, sinyal EEG sering terkontaminasi dengan berbagai noise akibat gerakan otot dan jantung. Noise dengan magnitudo yang lebih tinggi dari sinyal aslinya akan merusak sinyal EEG dan bisa berakibat fatal dalam analisis diagnosa. Sehingga diperlukan sebuah sistem denoising yang mampu secara maksimal mengurangi noise, tanpa menghilangkan komponen informasi penting dari sinyal EEG. Salah satu algoritma yang dapat digunakan dalam mereduksi noise pada sinyal biomedis adalah RLS dan LMS. Keuntungan utama dari penggunaan adaptif filtering termasuk RLS dan LMS adalah dapat digunakan pada lingkungan non-stasioner. Tujuan penelitian adalah melakukan uji perbandingan performansi filtering RLS dan LMS dalam mereduksi noise pada sinyal EEG. Parameter performansi yang diukur adalah waktu komputasi, MSE, SNR, dan PSNR. Dari hasil pengujian, diperoleh bahwa adaptif filtering dengan RLS dan LMS mampu mereduksi noise pada sinyal EEG dengan baik. Filter LMS memiliki kelebihan pada waktu komputasinya yang singkat, rata-rata waktu komputasi filter LMS selama 0.7 detik, jauh berbeda dengan filter RLS yang membutuhkan waktu sampai dengan 113 detik. Tetapi kehandalan sistem dari sisi MSE, SNR dan PSNR untuk filter LMS masih berada dibawah RLS untuk intensitas noise yang rendah. Besarnya parameter SNR dan PSNR pada filter RLS cenderung lebih stabil pada intesitas noise 10 dB, 20 dB, dan 30 db. Hal berbeda terjadi pada denoising dengan menggunakan filter LMS, terjadi perubahan SNR yang signifikan dari 16.14 dB pada noise 10 dB, 21.09 dB untuk noise sebesar 20 dB, dan 25.81 dB untuk intensitas noise sebesar 30 dB.
Simple LoRa Protocol: Protokol Komunikasi LoRa Untuk Sistem Pemantauan Multisensor Eko Didik Widianto; Al Arthur Faizal; Dania Eridani; Richard Dwi Olympus Augustinus; Michael SM Pakpahan
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 5, No 2 (2019): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (817.352 KB) | DOI: 10.15575/telka.v5n2.83-92

Abstract

Standar terbuka pada sistem komunikasi LoRa (Long Range) menyebabkan perbedaan cara implementasi dalam setiap penggunaannya. LoRaWAN (Long Range Wide Area Network) sebagai protokol bawaan LoRa masih mempunyai beberapa kekurangan yang menyebabkannya kurang efektif untuk diimplementasikan pada sistem tertentu. Penelitian ini mengembangkan protokol SLP (Simple LoRa Protocol) sebagai alternatif protokol komunikasi dan arsitektur jaringan yang didesain berdasarkan kekurangan yang dimiliki oleh LoRaWAN. Protokol ini mendefinisikan format data dan proses komunikasi antara client dan gateway dalam mode setup untuk pendaftaran node secara mandiri dan polling untuk transaksi data. Proses setup mampu mengenali node dengan konfigurasi sensor beragam dan dapat mengirmkan data dari node ke gateway dengan baik. Hasil pengujian menunjukkan bahwa SLP menghasilkan peningkatan performa QoS dalam throughput dan packet loss dari LoRaWAN menggunakan modulasi yang sama.
Pengembangan Antena Fleksibel Mikrostrip Bowtie Levy Olivia Nur; Muhammad Fathan Hizbuddin; Bambang Setia Nugroho
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 5, No 2 (2019): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (751.959 KB) | DOI: 10.15575/telka.v5n2.130-138

Abstract

Antena mikrostrip fleksibel dengan patch bowtie dipresentasikan dalam penelitian ini. Antena berbahan fleksibel Duroid Roger 3003C dengan frekuensi 2,45 GHz telah dirancang dan diukur. Penelitian ini mengusulkan penggunaan antena dengan bahan fleksibel untuk komunikasi saat dan pasca terjadi bencana alam seperti gempa atau erupsi gunung berapi. Pada makalah ini dilakukan modifikasi dengan penambahan elemen parasitic untuk meningkatkan bandwidth dan mengefektifkan pola radiasi. Pola radiasi, gain, S-parameter, dan VSWR dievaluasi dalam kondisi normal, bend, dan on-body dengan simulasi nilai SAR. Hasil pengukuran terhadap parameter-parameter tersebut menunjukkan bahwa antena fleksibel patch bowtie ini dapat digunakan dalam kondisi on-body centric.
Studi Jarak Jangkauan X-Bee Pro S3b 900 untuk Aplikasi Node Wireless Sensor Network pada Daerah Gunung Api Berbasis Received Signal Strength Indicator (RSSI) Rakhmad Gusta Putra; Dirvi Eko Juliando Sudirman; Hanifah Nur Kumala Ningrum; Nur Asyik Hidayatullah
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 5, No 2 (2019): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1457.166 KB) | DOI: 10.15575/telka.v5n2.93-102

Abstract

Indonesia saat ini memiliki 129 gunung berapi yang aktif dan hanya 69 diantaranya yang baru bisa termonitoring dengan baik. Bencana gunung api dapat dihindari dengan melakukan monitoring yang baik terhadap kondisi gunung api secara menyeluruh sebagai mekanisme peringatan dini bencana. Monitoring area gunung api yang cukup luas menjadi kendala tersendiri dikarenakan titik pemantauan yang banyak. Wireless Sensor Network (WSN) merupakan salah satu sistem yang sesuai untuk melakukan pemantauan dengan jumlah titik sensor yang terdistribusi, fleksibel dan terintegrasi. Secara garis besar, sistem WSN terdiri dari receiver dan node sebagai transmiter. Komunikasi dari node menuju receiver dapat dilakukan langsung ataupun melalui node yang lainnya. Standar komunikasi nirkabel dari WSN untuk desain dan aplikasi mengacu pada IEEE 802.15.4. Perangkat yang mendukung standar ini salah satunya adalah X-Bee. X-Bee memiliki keunggulan dalam hal kemudahan penggunaan, relatif murah dan berdaya rendah. Salah satu hal yang menjadi poin penting dalam aplikasi WSN pada gunung api adalah jarak jangkauan. Dalam penelitian ini akan dilakukan studi jarak jangkauan Xbee Pro S3 900 pada area gunung api Kelud menggunakan RSSI. Dalam penelitian ini digunakan tiga buah node dan satu receiver sebagai perangkat pengambilan data. Tiga node transmitter tersebut di tempatkan pada tempat yang sesuai untuk mengamati kondisi gunung api Kelud. Jarak jangkauan XBee Pro S3B 900 LoS dengan konfigurasi yang dilakukan, didapatkan jarak jangkauan 79,2 m, sedangkan pada eksperimen mencapai 3,78 km pada nilai RSSI -60dBm. Jarak jangkauan rata-rata tiga node kondisi non LoS berdasarkan nilai RSSI -80 dBm adalah 50 m sedangkan dalam eksperimen didapatkan 441 m. Nilai RSSI hasil eksperimen didapatkan hasil lebih baik daripada hasil simulasi.
Rancang Bangun Robot Pemadam Api Menggunakan Kontrol Bluetooth dan Virtual Reality Denni Kurnia; Rina Mardiati; Mufid Ridlo Effendi; Aan Eko Setiawan
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 5, No 2 (2019): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (825.74 KB) | DOI: 10.15575/telka.v5n2.139-146

Abstract

Robot bermanfaat untuk membantu manusia dalam melakukan pekerjaan yang membutuhkan ketelitian tinggi, membutuhkan tenaga besar, pekerjaan yang berulang, dan pekerjaan yang berbahaya. Saat ini, robot dikembangkan dengan berbagai desain dengan tujuan-tujuan tertentu, salah satunya adalah robot pemadam api. Robot pemadam api yang sudah dikembangkan sebelumnya, pada umumnya sistem navigasinya berbasis otonom. Pada penelitian ini akan dilakukan sebuah rancang bangun robot pemadam api yang berbasis mikrokontroler Arduino Uno, dengan kontrol navigasi oleh manusia (tidak otonom) melalui Bluetooth. Piranti penglihatan robot pemadam api dibangun menggunakan Virtual Reality Box yang dipakai oleh user untuk mengarahkan gerak robot pemadam api. Instruksi pergerakan robot yang dilakukan oleh user dikirim ke sistem robot melalui Bluetooth. Selain dari itu, robot pemadam api yang dibangun memiliki fitur tambahan proteksi menggunakan sensor ultrasonik, yang berfungsi sebagai fungsi yang melindungi robot dari tabrakan. Fitur proteksi ini akan berfungsi mengunci gerakan robot, jika terdeteksi objek penghalang pada jarak tertent, sehingga instruksi dari user tidak akan dieksekusi jika fitur proteksi ini sedang dalam status on. Pada penelitian ini, dilakukan beberapa pengujian untuk mengetahui kinerja fungsi-fungsi robot yang sudah dibangun. Berdasarkan hasil pengujian secara keseluruhan, diperoleh bahwa fungsi-fungsi dan fitur yang dibangun pada robot ini memiliki kinerja yang baik, dan berjalan sesuai tujuan yang ingin dicapai. Kesimpulan khusus, bahwa komunikasi user dengan robot pemadam api melalui koneksi Bluetooth memiliki kinerja baik pada rentang maksimal 16 meter.

Page 6 of 19 | Total Record : 187