cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
TELKA - Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol
ISSN : 25021982     EISSN : 25409123     DOI : -
Jurnal TELKA merupakan jurnal yang sepenuhnya diperiksa oleh Redaksi Ahli yang berkompeten di bidangnya masing-masing. Redaksi menerima artikel ilmiah berupa hasil penelitian, gagasan, dan konsepsi dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Jurnal ini terbit 2 kali secara online dan cetak (terbatas) dalam setahun, yaitu pada bulan Mei dan November. Jurnal meliputi bidang ilmu Teknik Elektro, maupun studi-studi interdisipliner yang terkait. Bidang-bidang tersebut meliputi, antara lain: Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi, Kontrol, dan Sistem Tenaga.
Arjuna Subject : -
Articles 187 Documents
Advanced Encryption Standard (AES) pada Modul Internet of Things (IoT) Royyannuur Kurniawan Endrayanto; Adharul Muttaqin; Raden Arief Setyawan
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 5, No 2 (2019): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (929.599 KB) | DOI: 10.15575/telka.v5n2.103-113

Abstract

Pada modul IoT yang memerlukan enkripsi data tetapi tidak dilengkapi dengan hardware accelerator khusus untuk enkripsi, perlu menggantikan hardware tersebut dalam bentuk program. Akan tetapi penambahan program enkripsi diketahui dapat menimbulkan permasalahan pada modul IoT berbasis embedded system yang memiliki sumber daya terbatas. Dalam kajian ini dibahas algoritma enkripsi AES-128 yang diimplementasikan pada modul IoT Particle Photon yang belum memiliki hardware accelarator. Tujuan yang hendak dicapai adalah untuk mengetahui pengaruh dari penerapan AES-128 pada modul IoT. Hasil pengujian menunjukkan AES-128 yang diterapkan dapat berjalan baik dengan waktu enkripsi paling lama 398 mikrodetik dan throughput terkecil 301507,538 bit/detik. Hasil pengukuran beban terhadap penerapan enkripsi berupa penggunaan memori flash oleh program sebesar 16.024 Byte dengan penggunaan RAM sebesar 3.020 Byte.
Rancang Bangun Bioelectrical Impedance Analysis (BIA) Multifrekuensi berbasis ARM Afin M Nurtsani; Baron Murianda; Teguh Prakoso; Yuli Christyono; Munawar Agus Riyadi
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 5, No 2 (2019): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (975.837 KB) | DOI: 10.15575/telka.v5n2.147-155

Abstract

Timbangan badan biasa tidak dapat membedakan antara massa lemak dan massa non lemak. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu alat pengukuran yang mampu membedakan massa lemak dan massa non lemak. Untuk mengetahui komposisi tubuh, digunakan metode Bioelectrical Impedance Analysis (BIA) yang memiliki keunggulan yaitu murah, mudah, dan portable. Penggunaan frekuensi yang berbeda pada BIA memberi kelebihan pada kemampuan segmentasi. Untuk itu, pada penelitian ini, dilakukan rancang bangun BIA yang bekerja pada beberapa frekuensi berbeda, yaitu Multi Frequency Bioelectrical Impedance Analysis (MFBIA). Sistem pengolahan sinyal BIA dirancang berbasis ARMSTM32F103C8T6. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengolah sinyal dapat menghasilkan data persentase lemak tubuh. Galat relatif dari sistem pengolah sinyal sebesar 9,926% pada metode Hand-to-Hand, dibandingkan terhadap alat pembanding komersial sejenis.
Identifikasi Kualitas Beras Menggunakan Metode k-Nearest Neighbor dan Support Vector Machine Sofia Saidah; Muhammad Bayu Adinegara; Rita Magdalena; Nor Kumalasari Caecar
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 5, No 2 (2019): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.549 KB) | DOI: 10.15575/telka.v5n2.114-121

Abstract

Beras merupakan makanan pokok bagi mayoritas penduduk Indonesia. Beragamnya kualitas beras di pasaran menuntut adanya pengawasan terhadap standar kualitas beras. Pengamatan terhadap kualitas beras secara visual rentan terhadap kesalahan dikarenakan subjektifitas setiap pengamat berbeda-beda. Penelitian ini dilakukan dengan mendeteksi kualitas beras berbasis morfologi citra.. Sistem didesain dengan menggunakan dua metode klasifikasi yang berbeda, yaitu k-Nearest Neighbor (K-NN) dan Support Vector Machine (SVM) untuk kemudian diperoleh sistem dengan metode terbaik. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa sistem mampu melakukan identifikasi kualitas beras dengan akurasi terbaik yang diperoleh yaitu 96,67% ketika digunakan metode K-NN jenis Euclidean dengan nilai k=1, dan 96,67% pada saat digunakan parameter SVM OAO dan OAA dengan tipe kernel Polynomial serta kernel option 7.
Rancang Bangun Sistem Kendali pada Robot Tempur Menggunakan Joystick Berbasis Arduino Iman Saptiadi; Desyderius Minggu; Yudhi Darmawan
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 6, No 1 (2020): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v6n1.49-55

Abstract

Perkembangan teknologi saat ini sangatlah pesat dengan banyaknya pembuatan robot yang dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Saat ini, bahkan robot digunakan dalam sebuah pasukan militer yang bertujuan untuk membantu dalam tugas operasi. Robot tempur merupakan suatu alat penggabungan mekanik dan elektronika yang dirancang untuk bergerak dari suatu tempat ke tempat lain serta dilengkapi senjata yang dapat menembak musuh secara real time. Operator menggunakan sebuah joystick untuk mengendalikan robot tempur. Penelitian ini membahas tentang perancangan sebuah kontrol joystick untuk mengendalikan robot tempur secara jarak jauh. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen, penelitian ini terfokus antara komunikasi Joystick dengan robot melalui koneksi modul NRF24L01 sehingga gerakan robot akan bergerak sesuai dengan gerakan Joystick yang telah diprogram. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa robot dapat kendalikan dengan mudah menggunakan Joystick dan secara real time terlihat pada layar Android yang terpasang pada kontrol Joystick. Penelitian ini sangat mendukung tugas operasi personil TNI dalam menjalankan misinya dengan memanfaatkan robot tempur.
Smart Helmet First Person View (Set-fpv) sebagai Perangkat Teknologi Pembelajaran Tatap Muka Virtual Semi Realistik pada Kelas Praktikum Elektropneumatik Jarak Jauh Aditya Kurniawan; Kholilatul Wardani; Ilham Penta
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 7, No 2 (2021): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v7n2.108-119

Abstract

Adanya pandemi Covid-19 membuat dibatasinya aktivitas pembelajaran dalam bentuk pertemuan fisik. Kondisi tersebut mempengaruhi pembelajaran pada sekolah vokasi, termasuk politeknik, yang aktivitas praktiknya memerlukan pertemuan tatap muka. Agar kegiatan praktik dapat tetap  dilaksanakan dengan baik, perlu dikembangkan metode praktikum jarak jauh yang memanfaatkan teknologi. Penelitian ini mengembangkan alat yang memadukan teknologi Internet of Things dan kamera berbasis Internet Protocol yang disebut Smart Helmet First Person View (Set-fpv). Perangkat Set-fpv yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari sebuah helm yang dimodifikasi dengan IP cam nirkabel, dan headphone Bluetooth yang tersambung ke Smartphone atau komputer praktikum. Penelitian dilakukan selama satu semester di Politeknik Kota Malang, Program Studi Teknik Mekatronika. Responden penelitian sebanyak 29 mahasiswa konsentrasi Otomasi Industri, dan 24 mahasiswa Konsentrasi Alat Berat yang mengikuti mata kuliah Elektro Pneumatik. Sebelum dan sesudah mengikuti praktik seluruh responden diberikan soal pretest dan posttest secara daring, kemudian hasil test antara kelompok kontrol yang menggunakan perangkat lunak simulasi FluidSim dengan kelompok eksperimen yang menggunakan Set-fpv diperbandingkan nilai reratanya. Penggunaan bandwidth tertinggi pada perangkat Set-fpv sebesar 102,43 Mbps untuk melakukan streaming selama satu semester dengan resolusi 1080p terhadap delapan perangkat. Validasi perangkat dilakukan oleh ahli teknologi dengan indikator tujuh poin. Berdasarkan penilaian ahli teknologi nilai rerata penerimaan produk sebesar 88,5 persen yang tergolong baik, sedangkan hasil penilaian ahli materi dan ahli media sebesar 82,6 persen dengan penerimaan tergolong baik. Hasil penelitian menunjukan terjadi kenaikan nilai posttest dari pretest yaitu dengan peningakatan sebesar 9,59% dengan nilai rerata sebesar 8,1 terhadap kelompok eksperimen, sedangkan pada kelompok kontrol sebesar 7,9. The Covid-19 pandemic has restricted learning activities in the form of physical meetings. These conditions affect learning experience in vocational schools, including polytechnics. In order for the practical course to be carried out properly, it is necessary to develop a remote practical course method that utilizes technology. This research develops a tool that combines Internet of Things technology and Internet Protocol-based camera called Set-fpv (Smart Helmet First Person View). The Set-fpv device used in this study consisted of a modified helmet with a wireless IP cam, and Bluetooth headphones connected to a Smartphone or a computer. The research was conducted for one semester at the Politeknik Kota Malang, Mechatronic Engineering Program. The research respondents were 29 students of Industrial Automation concentration, and 24 students of Heavy Equipment Concentration who took the Electrical Pneumatics course. Before and after participating in the practical course, all respondents were given online pretest and posttest questions, the test results between the control group using the FluidSim simulation software and the experimental group using Set-fpv were compared with the mean values. The highest bandwidth usage on Set-fpv devices is 102.43 Mbps to stream for one semester with 1080p resolution on eight devices. Device validation is carried out by experts based on seven-point indicators. The results shows that (1) the validation results from tech experts, materials experts, and media experts with seven indicator points, reached 88.5% of validity by tech experts meaning a good acceptance conclusions and 82.6% by material and media experts meaning a good acceptance conclusions. (2) The highest total internet bandwidth usage (while using 1080p streaming) and 8 IoT smart switch devices is 102.43 Mbyte for 1 semester, and (3) Grades that are taken from a homogeneous student groups shows an increased in their practical performances. The results showed an increase of 9.59% with the the pretest value of 8.1 to the experimental group, while in the control group it was 7.9.
Model Routing Data pada Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) Berbasis Jaringan Sensor Nikabel (JSN) Nivika Tiffany Somantri; Naftalin Winanti; Fatkhurrohman Fatkhurrohman
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 7, No 1 (2021): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v7n1.49-61

Abstract

Pembangkit listrik tenaga mikrohidro adalah salah satu sumber energi listrik terbarukan saat ini dengan memanfaatkan tenaga air berskala kecil untuk penggeraknya. PLTMH pada umumnya memiliki ruang kontrol yang berada jauh dengan sistemnya, sehingga dibutuhkan suatu sistem monitoring. Penggunaan sistem monitoring berbasis nirkabel menjadi salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut dengan proses pengiriman informasi yang cepat dan mudah. Penelitian ini merancang suatu model routing data dengan perancangan hardware dan software pada komunikasi data. Sistem dibangun menggunakan mikrokontroller arduino dan komunikasi frekuensi Xbee dengan protocol zigbee. Pengujian dilakukan dengan menggunakan berbagai macam topologi yaitu topologi pair, star, mesh, tree, dan x dalam model routing data baik dalam lingkungan indoor maupun lingkungan outdoor. Hasil yang didapat berdasarkan pengujian pada lingkungan indoor menunjukan Xbee tetap dapat mengirim dalam ruangan yang memiliki penghalang dengan jarak 21m, sedangkan pada pengujian outdoor, Xbee dapat tetap mengirim dengan jarak maksimum 120.5m menggunakan model topologi x. Berdasarkan semua pemodelan yang telah dilakukan, topologi x merupakan model yang dianggap paling berhasil walaupun memiliki kelemahan dalam tingkat kerapihan penerimaan data namun dari tingkat keamanannya ketika terjadi masalah dengan salah satu node, topologi x masih memiliki jalur lain untuk dapat mengirimkan data ke penerima. Micro hydropower plant is one of the current renewable electrical energy by making use of small-scale water power for propulsion. MHPP generally has a control room that was away with the system, so we need a monitoring system. The use of wireless-based monitoring systems into one solution to overcome these problems with the delivery process information quickly and easily. Therefore, we designed a model of routing data by designing hardware and software in data communication comprising Arduino microcontroller and Xbee frequency communication with ZigBee protocol. Testing is done by using a variety of topologies, namely topology pair, star, mesh, tree, and x in the model routing of data in both the indoor and outdoor environment. The results obtained by testing the indoor environment is Xbee can still send in a room that had a barrier at a distance of 21m, while the outdoor testing Xbee can still send more than the maximum distance delivery Xbee 70.5m in research that is by using the model topology x. Based on all the modeling that has been done, topology x is the model that is considered the most successful even though it has weaknesses in the level of data reception tidiness. But the level of security has the advantage that when there is a problem with one of the nodes, the x topology still has another path to be able to send data to the receiver.
Deteksi Plat Nomor Kendaraan dengan Hough Transform dan Harris Corner Menggunakan Akuisisi Melalui Raspberry Pi Noor Akhmad Gilar Romadhon; Koredianto Usman; Raditiana Patmasari
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 6, No 2 (2020): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v6n2.93-103

Abstract

Dalam suatu tempat, seperti di mall, tempat parkir kendaraan dapat terdiri dari beberapa lantai di basement atau di bagian atas bangunan. Di samping itu juga banyak sektor yang berubah fungsi menjadi tempat parkir. Dalam situasi ini, diperlukan sistem monitoring kendaraan yang fleksibel. Pada penelitian ini dibuat sistem yang dapat mengenali jenis kendaraan berdasarkan warna dasar pada plat nomor apakah kendaraan tersebut merupakan kendaraan pribadi, umum, atau pemerintah. Data berupa citra diambil dengan menggunakan webcam melalui akuisisi Raspberry Pi. Sistem dirancang dengan menggunakan deteksi tepi dan morfologi serta menggunakan metode Hough Transform untuk memperbaiki garis tepi dan Harris Corner untuk mendeteksi sudut pada citra. Selanjutnya dilakukan proses cropping plat. Deteksi warna dasar plat nomor dilakukan dengan menggunakan ruang warna YcbC. Selain itu, dilakukan perhitungan waktu proses akuisisi dan waktu proses keseluruhan ketika Raspberry Pi dan laptop melakukan proses deteksi. Berdasarkan hasil pengujian, sistem mendapatkan hasil terbaik sebesar 100% saat deteksi plat nomor kendaaraan pribadi dan hasil terburuk sebesar 70% saat deteksi plat nomor kendaraan umum. Rata-rata akurasi yang didapatkan pada sistem ini sebesar 88,9%. Akurasi tersebut diperoleh dengan 90 data uji. Rata-rata waktu komputasi adalah 0,99 detik, yang artinya proses pendeteksian dilakukan cukup cepat. In some place, such as in a mall, a vehicle parking lot can consist of several floors in the basement or at the top of a building. In addition, many sectors have also been turned into parking lots. In this situation, a flexible vehicle monitoring system is needed to detect the type of vehicle ownership through the base color on the license plate connected to the Raspberry Pi, which is expected to be able to mitigate this problem. This research develop a system that can recognize the type of vehicle based on the color of the plate number whether the vehicle is a private, public, or government vehicle. The data consists of images taken using a webcam through the acquisition of Raspberry Pi. The system was designed by using edge detection, morphology, the Hough Transform method to correct the edge, and Harris Corner to detect angles in the image, after which the plate cropping process is carried out. The license plate base color is detected using the YCbCr color space, and the system will also measure the quality of the network between the Raspberry Pi and the laptop used during the detection process. The system gets the best results at 100% when detecting private vehicle license plates and the worst results at 70% when detecting public vehicle license plates. The average accuracy obtained in this system is 88,9% that used 90 test data. The average computation time is 0,99 seconds, which means that the detection process is quite fast.
Sistem Monitoring Suhu Air pada Kolam Benih Ikan Koi Berbasis Internet of Things Slamet Indriyanto; Fikra Titan Syifa; Hanif Aditya Permana
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 6, No 1 (2020): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v6n1.10-19

Abstract

Ikan koi merupakan salah satu jenis ikan hias yang banyak dipelihara oleh masyarakat karena memiliki bentuk serta corak warna yang indah. Pertumbuhan benih ikan koi sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan, diantaranya adalah suhu air kolam. Suhu air untuk pertumbuhan, selera makan, dan berat benih ikan koi berada pada 250C – 270C. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang dan membuat sistem monitoring suhu pada kolam benih ikan koi berbasis IoT. Hardware yang digunakan yaitu development board NodeMCU ESP8266, sensor suhu DS18B20 , Relay, dan Water Heater. Sistem yang dibuat dapat memantau suhu air kolam dan menstabilkan suhu kolam secara otomatis menggunakan heater. Dari hasil pengujian sensor suhu yang digunakan didapatkan rata-rata error pada kondisi dingin sebesar 3,426 %, rata-rata error pada kondisi normal sebesar 1,778% dan rata-rata error pada kondisi panas sebesar 1,546%. Angka ini menunjukkan akurasi yang baik untuk pengukuran sensor.
Konversi Antena Mimo 2x2 Frekuensi 2,4 Ghz Menjadi 5,5 Ghz Menggunakan Patch Bowtie Berbasis Dual Slot Segi Empat dan Single Slot Segitiga M. Reza Hidayat; Reza Agung Permana; Susanto Sambasri
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 7, No 2 (2021): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v7n2.161-173

Abstract

Perkembangan antena radar semakin cepat dan beragam, salah satunya adalah antena MIMO (multiple output). Antena MIMO banyak digunakan untuk teknologi 5G  karena efisiensi spectral dan fekuensi yang tinggi. Antena MIMO juga merupakan suatu sistem yang menggunakan multi antena baik pengrim (Transmitter) maupun penerima (receiver) yang bisa mengatasi kelemahan pada sistem komunikasi wireless. Penelitian ini merancang sebuah antena mikrostrip MIMO 2X2 dengan menggunakan patch bowtie untuk mengkonversi frekuensi dari 2,4 GHz menjadi 5,5 GHz dengan menambahkan dual slot segiempat dan single slot segitiga. Hasil simulasi menunjukkan penambahan dual slot segiempat dan  single slot segitiga pada patch antena bowtie dapat menggeser frekuensi kerja dari 2,4 GHz menjadi 5,5 GHz. Dari hasil simulasi antena MIMO 2X2 didapatkan nilai return loss S11 sebesar -46,5 dB, insertion loss S21 sebesar -25,2 dB, bandwidth sebesar 192,2 MHz, VSWR sebesar 1,00 dan gain sebesar 3,11 dBi. Hasil dari pengukuran antena MIMO menunjukkan perbedaan dari parameter antena 1 dan 2. Hal ini disebabkan adanya ketidaksamaan ukuran dari antena 1 dan antena 2. Pengukuran  nilai return loss untuk antena 1 yaitu sebesar -22,32 dB dan -15,63 dB untuk antena 2. Hasil pengukuran insertion loss antena 1 dan 2 memiliki nilai yang sama yaitu -43,5 dB dan untuk lebar bandwidth memiliki perbedaan nilai yaitu 50 MHz untuk antena 1 dan 100 MHz untuk antena 2. Pengukuran nilai VSWR 1 didapatkan nilai sebesar 1,96, VSWR 2 sebesar 1,41. The development of radar antennas is getting faster and more diverse, one of which is the MIMO (multiple output) antenna. MIMO antennas are widely used for 5G technology because of their high spectral efficiency and frequency. MIMO antenna is also a system that uses multiple antennas, both transmitter and receiver which can solving the weaknesses in wireless communication systems. The research designed a 2X2 MIMO microstrip antenna using a patch bowtie to convert the frequency from 2.4 GHZ to 5.5 GHz by adding dual rectangular slots and single triangular slots. The simulation results show that the addition of dual rectangular slots and single triangular slots on the patch bowtie antenna can shift the working frequency from 2.4 GHz to 5.5 GHz. From the simulation results of MIMO 2X2 antenna, the return loss value of S11 is -46.5 dB, insertion loss S21 is -25.2 dB, bandwidth is 192.2 MHz, VSWR is 1.00 and gain is 3.11 dBi. The results of the MIMO antenna measurements show differences in the parameters of antennas 1 and 2. This is due to the difference size of antenna 1 and antenna 2. The measurement of the return loss value for antenna 1 is -22.32 dB and -15.63 dB for antenna 2 The results of the insertion loss measurements for antennas 1 and 2 have the same value, which is -43.5 dB and for the width of the bandwidth has a different value, 50 MHz for antenna 1 and 100 MHz for antenna 2. Measurement of the value of VSWR 1 obtained a value of 1.96, VSWR 2 is 1.41.
Pengendali PID pada Motor DC dan Tuning Menggunakan Metode Differential Evolution (DE) Siti Fatimah Anggraini; Alfian Ma'arif; Riky Dwi Puriyanto
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 6, No 2 (2020): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v6n2.147-159

Abstract

Penggunaan PID controller pada sistem industri sangat umum digunakan dalam menentukan kepresisian suatu feedback yang diberikan dengan keluaran sesuai dengan keinginan pengguna. Namun pada umumnya optimalisasi masih menggunakan cara manual yaitu trial dan error pada tuning gain terhadap nilai Kp, Ki, dan Kd. Kendala tersebut dapat diatasi dengan melakukan pendekatan fungsi dan mengaplikasikan nilai tuning dengan metode Diferensial Evolusi. Penggunaaan tuning PID pada implementasinya menggunakan motor DC untuk menentukan kecepatan putar motor dengan keluaran yang stabil. Hasil yang didapatkan berupa sinyal keluaran atau respon sistem terhadap putaran motor DC dengan menampilkan nilai risetime, settlingtime, dan overshoot. Pengoptimalan nilai dilakukan dengan pencarian nilai terbaik pada setiap iterasi dan diaplikasikan sebagai tuning Kp, Ki, dan Kd tanpa harus melakukan cara manual. Hasil pengujian parameter Diferensial Evolusi menunjukkan efesiensi pengoptimalan tuning dan memberikan hasil keluaran yang baik dengan implementasinya terhadap plan hardware motor DC. The use of PID in industrial systems is very commonly used in determining the optimal accuracy of the output. However, several studies still uses manual methods for the optimization, namely trial and error on tuning gain with values of Kp, Ki, and Kd. This problem could be overcome applying the tuning value with the Evolution Differential method. The use of PID tuning in its implementation in this study uses a DC motor to determine the rotational speed of the motor with a stable output. Based on the results, we can see the value of rise time, settling time, and overshoot based on an output signals. The optimization was done by finding the best value in iteration and applying it as Kp, Ki, and Kd tuning without having to do the manual method. The results of testing the Differential Evolution parameters show the efficiency of tuning optimization and provide good output with the implementation of the DC motor hardware plan.

Page 7 of 19 | Total Record : 187