cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. manggarai,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
ISSN : 14441659     EISSN : 25029576     DOI : -
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio (JPKM) is published regularly twice a year in January and June by the Institute for Research and Community Service (LPPM), Santu Paulus College of Teacher Training and Education. This journal contains scientific articles from research in the fields of religion, education, social, culture, and humanities. The JPKM Editorial Team receives scientific articles that have never been published in journals or other media. The published article script has been evaluated through a review and editing process to fit the style of the JPKM.
Arjuna Subject : -
Articles 314 Documents
RELEVANCE OF NEW EVANGELISATION FOR ASIA Thomas Joy
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 7 No. 1 (2015): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.842 KB) | DOI: 10.36928/jpkm.v7i1.4

Abstract

Gereja sangat berperan baik dalammelanjutkan perutusan Allah maupun menjaga segala ciptaanNya dengan baik. Kritus senantiasa setiapada janjiNya terhadap Gereja dengan cara ilahi melalui tubuhNya. Yesus berdoa agar para muridnyasenantiasa bersatu, sebagaimana Ia dan Bapa, meskipun tanpa menjelaskan implikasi terhadap situasidunia yang senantiasa pecah dan terkotak-kotak. Tanda perdamaian dan persatuan antara semua orangKristen dalam persaudaraan merupakan tantangan bagi kesaksian di Asia. Karena itu, kekuatan evanjelisasiakan lenyap manakala orang-orang yang mengakui diri sebagai pewarta sabda Tuhan terpecah belah. Kitaperlu bekerjasama dengan taat pada Tuhan dan ajaranNya. Katolik, Protestan, dan Ortodox harus segerabersatu sebagai saudara dan saudari atau sebaliknya akan mati sebagai orang bodoh
PENERAPAN MODEL TSTS DAN CAROUSEL FEEDBACK UNTUK MENINGKATKAN EFIKASI DIRI DAN PRESTASI AKADEMIK SISWA Mikael Nardi
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 7 No. 1 (2015): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.547 KB) | DOI: 10.36928/jpkm.v7i1.10

Abstract

Efikasi diri dan hasil belajar merupakan tujuan pembelajaran yang saling berkaitan satu sama lain. Akan tetapi, berdasarkan studi pendahuluan di SDI Tenda Ruteng ditemukan bahwa para siswa menghadapi masalah rendahnya efikasi diri dan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efikasi diri dan hasil belajar siswa dengan menerapkan model TSTS dan carousel feedback. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Sedangkan desain penelitian yang digunakan adalah desain PTK model Kemmis dan McTaggart, yang terdiri atas tahap perencanaan, tindakan dan observasi, dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas V B SDI Tenda Ruteng yang berjumlah 20 orang, terdiri atas 11 perempuan dan 9 laki-laki. Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan teknik tes, observasi, angket, dan FGD. Data yang terkumpul dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan model Miles and Hubberman. Berdasarkan data yang terkumpul ditemukan adanya peningkatan efikasi diri siswa yang dapat dilihat dari persentase siswa yang mencapai tingkat efikasi diri dengan kategori tinggi dan sangat tinggi, yakni 65% pada siklus I dan 85% pada siklus II. Prestasi akademik siswa juga meningkat tajam yang dilihat dari persentase ketuntasan klasikal, yakni 73,68% pada siklus I dan 89,47% pada siklus II. Demikian pula persentase tanggapan siswa terhadap penerapan model TSTS dan carousel feedback meningkat dari 80% pada siklus I menjadi 90% pada siklus II untuk kategori baik dan sangat baik. Siswa memberikan tanggapan positif terhadap model TSTS dan carousel feedback sebagai model yang menarik, memudahkan, lebih baik, dan dapat dilanjutkan dalam pembelajaran IPS dan mata pelajaran lain. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model TSTS dan carousel feedback dapat meningkatkan efikasi diri dan prestasi akademik siswa dalam pembelajaran IPS
ESKALASI TINDAKAN POLITIK DALAM PERSPEKTIF FILOSOFIS HANNAH ARENDT Maksimilianus Jemali
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 7 No. 1 (2015): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.072 KB) | DOI: 10.36928/jpkm.v7i1.18

Abstract

Manusia adalah makhluk politik yang eksistensinya tidak terlepas dari kodrat natural sebagai figur yang selalu berada bersama yang lain. Manusia selalu memiliki ikhtiar untuk keluar dari personalitas kepada komunalitas. Dalam realitas komunalitas, akan tampak berbagai peristiwa; entah itu yang konstruktif maupun destruktif. Tindakan politik bisa saja menghasilkan kesejahteraan bersama (konstruktif) tetapi di sisi lain politik bisa menghancurkan humanitas itu sendiri (destruktif). Karena terjadi banyak peristiwa, maka muncul juga banyak perspektif. Hannah Arendt adalah seorang filsuf yang berusaha merefleksikan konteks tindakan politik pada zamannya dan juga menganalisis kondisi totalitarianisme yang mengalienasi eksistensinya dan masyarakatnya. Upaya intelektual yang dibuatnya ternyata mampu menghadirkan begitu banyak perspektif yang menyadarkan publik terutama berkaitan dengan tindakan dalam berpolitik.
KEEFEKTIFAN PROBLEM POSING DITINJAU DARI KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIS DAN KREATIVITAS SISWA SD DI KABUPATEN MANGGARAI Marselina Lorensia; Maria Yetsiana Wea
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 7 No. 1 (2015): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.289 KB) | DOI: 10.36928/jpkm.v7i1.19

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keefektifan pembelajaran problem posing dalam pembelajaran matematika ditinjau dari kemampuan memecahkan masalah dan kreativitas siswa SD di kabupaten Manggarai tahun ajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan menggunakan desain pre-test dan post-test dengan kelompok nonekuivalen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SD IV di Kabupaten Manggarai dan sampelnya adalah SDK Reo III dan SDI Iteng II yang dipilih menggunakan teknik Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik tes untuk mengukur kemampuan memecahkan masalah dan kreativitas yang berbentuk tes uraian. Teknik analisis data menggunakan multivariate analisis of variance. Hasil uji Hotelling Trace (T2) menunjukkan bahwa terdapat perbedaan keefektifan pembelajaran problem posing dengan konvensional ditinjau dari kemampuan memecahkan masalah an kreativitas matematika siswa. Hasil uji t menunjukkan bahwa untuk aspek memecahkan masalah matematika pembelajaran problem posing tidak lebih efektif dibandingkan dengan pembelajaran konvensional, akan tetapi pada aspek kreativitas problem posing lebih efektif. Jadi dapat disimpulkan bahwa pendekatan pembelajaran problem posing lebih efektif daripada pembelajaran konvensional ditinjau dari kreativitas matematika pada siswa di Kabupaten Manggarai tahun 2012/2013.
POLITIK DAN PROYEK KESEJAHTERAAN SOSIAL Aleksander Dancar
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 7 No. 1 (2015): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.383 KB) | DOI: 10.36928/jpkm.v7i1.20

Abstract

Fenomena yang tampak dalam kancah “politik di NTT” adalah tidak adanya dampak kesejahteraan yang cukup merata pada semua orang dalam lingkup politik itu. Yang mengalami kesejahteraan justeru mereka yang memegang tanggung jawab bagi kesejahteraan orang lain seturut kerangka trias politika (pemerintah/birokrat, politisi, dan penegak hukum). Yang lain adalah rakyat. Merekalah yang dianggap tidak sejahtera dalam hidup, dan melalui politik mereka diusahakan untuk sejahtera. Politik dipahami dan diselenggarakan sebagai upaya untuk memberi, menciptakan, atau paling kurang mengusahakan kesejahteraan. Satu pengandaian logis di sini adalah bahwa “mereka yang berpolitik” (zoon politikon) itu adalah orang-orang yang sudah memiliki kesejahteraan, atau paling kurang memiliki kemampuan untuk mengusahakan kesejahteraan itu. Sebab, seseorang tidak dapat memberi dari apa yang tidak ia punyai. Untuk dapat memberi, seseorang harus sudah memiliki sesuatu yang akan diberikan.
I SPEAK, THEREFORE, I LEARN: OBSTACLES IN ENGLISH SPEAKING AND WAYS TO COPE Leonardus Par
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 7 No. 1 (2015): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.982 KB) | DOI: 10.36928/jpkm.v7i1.21

Abstract

Kemampuan berkomunikasi dalam Bahasa Inggris bagi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris merupakan sebuah keniscayaan. Namun, berkomunikasi dalam bahasa Inggris membutuhkan usaha keras, motivasi yang tinggi, dan didukung oleh lingkungan yang memadai. Artikel ini menginformasikan tentang hasiL penelitian survei yang dilakukan untuk mengetahui kesulitan mahasiswa dalam berbicara Bahasa Inggris, faktor-faktor yang menyebabkan masalah itu terjadi dan cara-cara untuk mengatasi masalah-masalah tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada banyak mahasiswa yang dengan tekun melatih berbicara dalam bahasa Inggris, namun, ada juga mahasiswa tertentu yang tidak pernah melatih berbicara bahasa Inggris. Masalah-masalah yang dihadapi mahasiswa dalam berbicara bahasa Inggris seringkali disebabkan oleh factor kepribadian, yaitu mahasiswa malu dan takut untuk berbicara, metode mengajar guru yang kurang efektif dalam pembelajaran, dan tidak adanya lingkungan yang memaksa mahasiswa untuk berbicara dalam bahasa Inggris. Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut guru diharapkan mampu menerapkan metode yang bervariasi dalam pembelajaran berbicara, memotivasi mahasiswa untuk lebih memperhatikan isi pembicaraan saat mereka menyampaikan pendapat, dan mendorong mahasiswa untuk terus melatih berbicara dalam bahasa Inggris di setiap kesempatan
GURU SEBAGAI PEKERJAAN PROFESIONAL DALAM KONTEKS KERANGKA KUALIFIKASI NASIONAL INDONESIA (KKNI) Marselus Ruben Payong
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 7 No. 1 (2015): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.323 KB) | DOI: 10.36928/jpkm.v7i1.22

Abstract

Pemerintah Indonesia telah menetapkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) untuk menyetarakan level-level kualifikasi semua jenjang pendidikan di Indonesia. Melalui KKNI maka diharapkan tidak terjadi kesenjangan kualifikasi dan kompetensi dari berbagai institusi pendidikan di Indonesia. Bagaimana penerapan KKNI dalam konteks profesi guru? Bagaimana hubungannya dengan sertifikasi guru yang sedang dilaksanakan di Indonesia? Tulisan ini ingin mengkaji latar belakang dan dampak dari penerapan KKNI bagi profesi guru dan peluang-peluang penting yang bermanfaat bagi pengembangan profesionalisme guru di kemudian hari
REMAJA, SEKSUALITAS, DAN PROTOTIPE PENDIDIKAN DALAM KELUARGA Ambros Leonangung Edu
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 7 No. 1 (2015): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.659 KB) | DOI: 10.36928/jpkm.v7i1.23

Abstract

Globalisasi sebagai suatu proses perkembangan dalam tata ekonomi global yang makin maju pada sisi lain memiliki dampak ekstrem yakni ketidaksetaraan gender dan industri seks, di mana perempuan-perempuan, gadis-gadis, dan terutama anak-anak remaja rentan menjadi target perdagangan. Fakta tentang hal ini dapat kita lihat bahwa sebagian besar korban kekerasan seksual adalah kelompok-kelompok tersebut. Kondisi yang disebabkan oleh fenomena ini amat beragam dan bersifat ironis, seperti ideologi seksualitas sebagai komoditas yang tampak kasat mata di internet dan berbagai media visual yang tersebar luas dan dalam dunia kehidupan nyata sehari-hari yang bersifat pornografis. Para remaja direkrut untuk bermain di film, sinetron, atau masuk iklan untuk membentuk gambaran dan memancing daya tarik seksual. Perubahan psiko-seksual serba cemat yang dialami remaja membuat mereka sangat sensitif dan mudah terjebak ke dalam pandangan-pandangan ideologis seksual yang sesat. Meskipun demikian, mengingat remaja dipandang sebagai generasi penerus, agen perubahan sosial, maka mereka harus diarahkan untuk membentuk perilaku positif. Pada sisi tilik inilah tugas orangtua dan keluarga terpanggil untuk melakukan tindakan segera menuju perubahan positif akibat dampak proses globalisasi yang masif saat ini. Pendidikan seksualitas di keluarga adalah salah satu tawaran untuk membentuk sikap, perspektif, dan keyakinan remaja atas seksualitas, serta mengurangi potensi risiko negatif akibat diorientasi seksual.
MARTABAT MANUSIA DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT MORAL IMMANUEL KANT Fransiskus Sales Lega
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 7 No. 1 (2015): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.445 KB) | DOI: 10.36928/jpkm.v7i1.24

Abstract

Diskursus tentang manusia merupakan salah satu tema sentral dalam filsafat. Immanuel Kant, yang sangat dipengaruhi oleh gerakan pencerahan, menempatkan manusia sebagai perhatian utama dalam studi filosofisnya. Dalam etika atau filsafat moral, manusia dipandang sebagai orang yang berakhir dengan sendirinya. Martabat manusia didasarkan pada konsep ini. Selain itu, martabat manusia bukan prinsip moral, tetapi sumber prinsip moral. Konsep ini memiliki implikasi bahwa manusia tidak bisa menjadi instrumen atau benda untuk mencapai tujuan lainnya. Kita harus memberikan respek kepada manusia. Dalam artikel ini, penulis ingin memperkenalkan filsafat moral Kant dalam diskursus tentang pada manusia.
FILOSOFI WUAT WA’I BUDAYA MANGGARAI DARI PERSPEKTIF DEMOKRASI PANCASILA Adrianus Marselus Nggoro
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 7 No. 1 (2015): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.371 KB) | DOI: 10.36928/jpkm.v7i1.25

Abstract

Pancasila budaya bangsa dipandang sebagai way of life dalam budaya lokal, maka peneliti melakukan penelitian bertujuan memunculkan keterkaitan Pancasila dengan budaya Manggarai melalui kajian filosofi wuat wai serta faktor pendukung acara wuat wai dari perspektif demokrasi Pancasila. Metode penelitian adalah kualitatif. Teknik analisis data: pengumpulan data (observasi, wawancara, dokumentasi), reduksi data, penyajian data, simpulan.dan kredibilitas data diuji melalui triangulasi data. Temuan penelitian: Filosofi budaya wuat wa’i bersifat imajinasi, realistis, diimplementasikan berupa sumbangan dana dan tenaga acara wuat wa’i dapat meringankan biaya pendidikan. Tradisi ini memenuhi amanah Pancasila dan tujuan nasional pada Pembukaan UUD 1945 alinea 4 menegaskan, mencerdaskan kehidupan bangsa

Filter by Year

2015 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 15 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 15 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 14 No. 2 (2022): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 14 No. 1 (2022): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 13 No. 2 (2021): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 13 No. 1 (2021): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 12 No. 2 (2020): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 12 No. 1 (2020): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 11 No. 2 (2019): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 11 No. 1 (2019): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 10 No. 2 (2018): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 10 No 2 (2018): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 10 No 1 (2018): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 10 No. 1 (2018): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 9 No. 2 (2017): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 9 No 2 (2017): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 9 No. 1 (2017): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 9 No 1 (2017): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 8 No. 2 (2016): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 8 No 2 (2016): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 8 No. 1 (2016): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 8 No 1 (2016): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 7 No 2 (2015): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 7 No. 2 (2015): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 7 No 1 (2015): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 7 No. 1 (2015): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio More Issue