cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. manggarai,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
ISSN : 14441659     EISSN : 25029576     DOI : -
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio (JPKM) is published regularly twice a year in January and June by the Institute for Research and Community Service (LPPM), Santu Paulus College of Teacher Training and Education. This journal contains scientific articles from research in the fields of religion, education, social, culture, and humanities. The JPKM Editorial Team receives scientific articles that have never been published in journals or other media. The published article script has been evaluated through a review and editing process to fit the style of the JPKM.
Arjuna Subject : -
Articles 314 Documents
PENGARUH PEMBELAJARAN INKUIRI TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR DAN ASPEK PSIKOMOTORIK PADA MATA PELAJARAN KKPI DI SMK NEGERI 1 ENDE Sii, Petrus
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : STKIP Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2016/jpkm.v11i1.288

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan pengaruh model pembelajaran inkuiri terhadap: (1) kemampuan berpikir dan (2) kemampuan psikomotorik siswa SMK Negeri 1 Ende pada mata pelajaran Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi (KKPI). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan penekanan pada posttest-only control group design. Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 1 Ende dengan sampel penelitian diambil dari kelas X (B) dan X (C) yang ditentukan dengan teknik Cluster Sampling. Pengumpulan data menggunakan tes untuk mengetahui kemampuan berpikir dan keterampilan siswa dengan dua model pembelajaran. Validasi instrumen dihitung dengan menggunakan analisis faktor dan reliabilitasnya dihitung dengan rumus Cronbach’s Alpha. Uji homogenitas menggunakan Levene Test, uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk, sedangkan uji hipotesis menggunakan Mann-Whitney. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. (1) Kemampuan berpikir dan keterampilan siswa yang diajar dengan model pembelajaran inkuri lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuan berpikir dan keterampilan siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional. (2) Model pembelajaran inkuiri berpengaruh terhadap kemampuan berpikir dan keterampilan siswa.  
KRITIK FEMINISME POSTKOLONIAL UNTUK MEMBONGKAR KULTUR PATRIARKI DALAM BUDAYA MANGGARAI Candra, Priskardus Hermanto
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : STKIP Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2016/jpkm.v11i1.299

Abstract

Kaum perempuan dalam suatu masyarakat yang pernah mengalami penjajahan mengalami penderitaan ganda. Dikatakan penderitaan ganda karena sumber penderitaan tersebut berasal dari struktur patriarki itu sendiri dan dari praktik kolonialisme. Yang berbahaya dari praktik kolonialisme untuk konteks kita zaman ini adalah residunya yang terwujud dalam pola pikir, sikap dan tutur kata yang memarjinalkan perempuan. Sikap seperti ini dihidupi dan ada dalam kehidupan sehari-hari entah sadar ataupun tanpa disadari oleh pelaku. Mutasi kolonialisme yang berdampak pada pengabaian kaum perempuan sebagai subjek nampak dalam masyarakat yang praktik adat-istiadatnya sangat kuat. Tulisan ini bermaksud memberikan kritik dari persepektif feminis postkolonial terhadap kultur patriarki yang menjelma dalam beberapa praktik adat di Manggarai. Jika tidak dikritisi dan diidentifikasi maka wacana dan praktik marginalisasi terhadap perempuan akan terus dilakukan karena mendapatkan legitimasi dari budaya dan adat. Tanpa adanya identifikasi dan sikap kritis, perempuan pun pada akhirnya menjadi pihak yang membiarkan marginalisasi itu berlangsung. Gambaran tentang kedudukan dan peran perempuan dalam budaya Manggarai kiranya memberikan pedoman bagi semua orang untuk menghargai dan menempatkan perempuan tanpa harus mengabaikan adat
PERAN LPTK DALAM MEMPERSIAPKAN GENERASI EMAS BANGSA Arifian, Florianus Dus
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : STKIP Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2016/jpkm.v11i1.300

Abstract

Generasi emas bangsa Indonesia kelak menghadapi tantangan yang membutuhkan persiapan LPTK sebagai institusi yang menyiapkan sumber daya manusia. Tulisan ini bertujuan mengupas tantangan yang dihadapi generasi emas dan merumuskan peran LPTK untuk menjawab tantangan itu. Untuk mencapai tujuan tersebut, penulis melakukan studi pustaka dengan menggunakan teknik baca dan catat. Artinya, penulis membaca dan mencatat informasi dari bahan-bahan pustaka yang relevan. Pandangan dari berbagai bahan pustaka tersebut dikompilasi secara kritis oleh penulis. Hasil studi menunjukkan empat tantangan yang dihadapi generasi emas, yakni tantangan bonus demografi, globalisasi, pluralisme, dan revolusi industri keempat. Untuk menjawab tantangan tersebut, tanggung jawab LPTK mencakup pembenahan proses seleksi calon guru, pembenahan intrakurikuler, pembekalan secara ekstrakurikuler, pencetakan guru vokasi, dan penguatan riset atau penelitian.
INVESTASI INTOLERANSI: PENDIDIKAN KARAKTER DAN KURIKULUM 2013 Djalong, Fransiskus Agustinus; Kaunang, Hendrikus Paulus
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : STKIP Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2016/jpkm.v11i1.307

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi dan menganalisis debat publik tentang 'Pendidikan Karakter' dalam perumusan dan implementasi Kurikulum 2013. Ada dua pertanyaan kunci yang saling terkait: pertama, bagaimana dan sejauh mana perdebatan kebijakan antara berbagai artikulasi agama-budaya tentang toleransi membentuk konten dan orientasi 'Pendidikan Karakter' dalam kurikulum; dan kedua, sejauh mana kerangka kerja kurikulum dan konten mempengaruhi pembentukan kewarganegaraan multikultural. Dengan menggunakan pendekatan Wacana Mouffe, penelitian ini menghasilkan tiga temuan yang saling terkait: (1) Tidak satu pun dari kelompok agama-budaya dengan artikulasi toleransi masing-masing memiliki konsep yang jelas tentang 'pendidikan karakter'; (2) Kurikulum 2013, dalam isinya dan kegiatan pembelajaran, menunjukkan kecenderungan kuat untuk kekhususan agama dan perbedaan agama-budaya; (3) Pertemuan yang rumit antara Kompetensi Agama, Kompetensi Sosial, dan Kompetensi Pengetahuan telah relatif tidak ada dalam dokumen resmi Kurikulum dan debat publik. Analisis wacana kami tentang temuan menyimpulkan bahwa: pertama, kurikulum memprioritaskan etika perbedaan agama-budaya dan mengabaikan etika kewarganegaraan multikultural; kedua, kurangnya pendekatan integratif dalam kurikulum mencerminkan relatif tidak adanya kerangka kebijakan komprehensif dalam debat publik yang membuat kebijakan pendidikan ini terus diperebutkan dan direvisi dari waktu ke waktu; dan ketiga, kurikulum ternyata menjadi tempat berkembang biaknya intoleransi. Kami berpendapat bahwa kurikulum gagal memenuhi tantangan dan tuntutan kami untuk pembentukan kewarganegaraan demokratis yang mampu hidup bersama di Indonesia multikultural.
EKONOMI POLITIK REDISTRIBUSI TANAH, DINAMIKA KELAS DAN PERJUANGAN PENGUNGSI TIMOR TIMUR DI TIMOR BARAT, INDONESIA Dhosa, Didimus Dedi; Ratumakin, Paulus AKL
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : STKIP Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2016/jpkm.v11i1.324

Abstract

Sejarah Timor Timur adalah sejarah imperialisme dan pembantaian massal. Peristiwa tersebut terjadi sejak tahun 1975 di saat Indonesia menginvasi Timor Timur yang telah menewaskan ribuan orang, dan berpuncak pada tahun 1999, tatkala warga Timor Timur diberikan opsi menentukan nasib sendiri. Sejak itu, ribuan warga Timor Timur hijrah ke Timor Barat. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan potret kehidupan pengungsi di tiga settlement: Noelbaki, Oebelo dan Naibonat-Kabupaten Kupang, Timor Barat. Selain itu, tulisan ini pun menjelaskan dinamika sosial-ekonomi dan penciptaan kelas-kelas sosial diantara warga Timor Timur yang berjuang memiliki tanah. Ditinjau dari perspektif ekonomi politik, tulisan ini berpendapat bahwa negara berperan penting membidani proletarianisasi melalui eksklusi warga dari tempat asal, memfasilitasi konsentrasi tanah pada elite ekonomi lokal, sembari mengecilkan akses warga Timor Timur atas lahan, dan konsekuensi lanjut adalah negara mendepak para pengungsi untuk bertarung dalam rimba ekonomi kapitalistik. Kegagalan untuk memiliki tanah menyebabkan mereka menjadi buruh migran dalam pasar neoliberal, sambil pada saat bersamaan mereka terus berjuang untuk memiliki hak sebagai warga negara.
SUATU ANALISIS MASALAH GRAMATIK DAN STRUKTUR GENERIK TEKS NARRATIF YANG DITULISKAN OLEH SISWA LULUSAN PROGRAM BAHASA PROGRAM BAHASA DI SMAK ST. KLAUS WERANG-FLORES BARAT Suhartini, Yosefina Elsiana
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : STKIP Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2016/jpkm.v11i1.325

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis masalah tata bahasa dan genre dalam karangan Narasi yang ditulis oleh  kelas XI SMA program bahasa St. Klaus Werang  tahun 2016/2017. Data diperoleh dengan cara  menganalis  karangan narasi  dan wawancara dan dianalisa berdasarkan pada teori taksonomi linguistik Dulay dan Fink. Data ini memperlihatkan kesalahan tata bahasa dalam karangan narasi, yaitu dalam  kasus  kepunyaan, penghilangan –ed , penambahan –ed pada kata kerja beraturan, waktu sekarang digunakan pada waktu lampau, penghilangan - be, bentuk jamak, kata ganti, kata depan, penghilangan kata kerja dasar/kata kerja utama, ketepatan antara subyek dan kata kerja, susunan kata, pilihan kata, pengejaan, bentuk pasif,  kata keterangan, kata sambung , double marking, dan modals. Penyebab dari kesalahan itu adalah interference, kekurangan kosa kata, minimnya motivasi, dan kemampuan guru.
INTEGRASI PSIKOLOGI KONSELING DALAM SPIRITUAL DIRECTION Lazar, Fransiskus Laka
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : STKIP Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2016/jpkm.v11i1.328

Abstract

Psikologi konseling dan bimbingan rohani atau sipiritual direcion merupakan dua kegiatan relasi membantu. Kedua-duanya memiliki perbedaan dalam tujuan dan pendekatannya. Psikologi konseling memusatkan perhatian pada hal membantu dimana konselor dengan keahlian atau keterampilan khusus serta pengalamannya berusaha membantu konseli untuk menemukan dirinya, mengembangkan potensi atau kemampuannya, dan sekaligus memecahkan setiap persoalan yang dialaminya. Sedangkan bimbingan rohani atau spiritual direction merupakan sebuah relasi membantu dimana pembimbing rohani berperan sebagai fasilitator berusaha membantu si terbimbing untuk mengatasi persoalan priadinya dengan Tuhan dan sesama manusia. Relasi yang baik dengan sesama menjadi prasyarat membangun relasi yang baik denganTuhan. Sebelum mengatasi berbagai permasalan rohani, konselor atau pembimbing rohani semestinya menyentuh aspek manusiawi konseli atau si terbimbing dari sudut pandang psikologis, dan dengan pengetahuan psikologis itu konseli berusaha mengatasi permasalah pribadinya. Itu berarti bimbingan rohani membutuhkan dimensi psikologi, kedua-duanya saling berhubungan satu sama lain dalam mengatasi permasalahan seseorang.
TATO TRADISIONAL MASYARAKAT DESA HAULASI KECAMATAN MIOMAFO KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA Gual, Yoseph Andreas; Setyaningsih, Fransiska D; Bolaer, Primus P
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : STKIP Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2016/jpkm.v11i1.333

Abstract

Tato tradisional pada masyarakat Haulasi telah punah dalam artian tidak dipraktikan lagi. Padahal dalam masyarakat tradisional, setiap tradisi memiliki fungsi tertentu baik bagi individu maupun bagi kelompok. Semua tradisi termasuk tato tradisional adalah menjaga komunikasi dan relasi manusia dengan lingkungan, sesama dan yang transenden yang pada gilirannya memberikan integrasi sosial. Melalui riset studi kasus dengan paparan data deskriptif, artikel ini mencoba menelusuri sejarah dan fungsi, makna dan penyebab tato tradisional pada masyarakat Haulasi hilang.  
ILOKUSI DIREKTIF DAN FORMULA KESANTUNAN BERBAHASA DI MEDIA MASSA DARING. Sarwoyo, Ventianus
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : STKIP Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2016/jpkm.v11i1.345

Abstract

Setiap tuturan atau ujaran manusia memiliki makna dan maksud. Makna ujaran dikaji dalam semantik, sedangkan maksud ujaran dikaji dalam pragmatik. Maksud suatu ujaran dalam kajian pragmatik dikenal sebagai ilokusi. Ada beberapa macam ilokusi, salah satunya adalah ilokusi direktif. Di media massa daring, ilokusi direktif terwujud dalam beragam bentuk ujaran atau tuturan, yakni:(1) tuturan imperatif/perintah, (2) tuturan deklaratif/pernyataan, (3) tuturan interogatif/pertanyaan, (4) gabungan tuturan deklaratif-interogatif, dan (5) gabungan tuturan imperatif-interogatif.Selain itu, di media massa daring ditemukan pula lima formula atau bentuk tuturan untuk mewujudkan ilokusi direktif yang cenderung dipersepsikan sebagai tuturan yang santun bagi mitra tutur atau pendengar, yakni: (1) tuturan yang menggunakan kalimat interogatif, (2) tuturan yang menggunakan kalimat deklaratif, (3) tuturan yang mengindari penggunaan modalitas ”harus” dan “pasti”, (4) tuturan yang tidak menggunakan hiperbola, dan (5) tuturan yang menggunakan kalimat saran dan harapan
MODEL PENDIDIKAN KARAKTER DALAM KELUARGA Lemba, Vinsensius Crispinus
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : STKIP Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2016/jpkm.v11i1.347

Abstract

Pendidikan karakter dalam keluarga merupakan usaha keluarga untuk membentuk jati diri anggota keluarga. Tujuan utama pendidikan ini adalah menanamkan nilai-nilai baik dan luhur dalam diri anggota keluarga, yang selanjutnya dihidupkan dalam sikap dan perilaku hidup setiap hari. Nilai-nilai tersebut, antara lain seperti yang terkandung dalam budaya Lamaholot yang mengarahkan setiap pribadi untuk menjadi manusia yang beradab (ata diken). Dalam pendidikan karakter, orang tua berperan sebagai pendidik pertama dan tidak tergantikan. Keberadaan anak adalah sebagai subjek otonom, yang memiliki benih karakter sejak awal kehidupannya. Tugas anak adalah memberdayakan benih karakter dalam bimbingan orang tua. Untuk itu, dibutuhkan model pendidikan karakter dalam keluarga yang tepat. Salah satu model alternatif adalah model spiralisasi. Gerakan model ini berawal dari konsientisasi menuju praksis dan berjalan dalam arah timbal balik secara kontinu. Model ini menekankan teladan hidup dan pembiasaan hidup. Keduanya mensyaratkan adanya kebersamaan pribadi secara utuh, keterbukaan dalam semangat dialog, dan kesediaan untuk saling belajar dan memberi.

Page 11 of 32 | Total Record : 314


Filter by Year

2015 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 15 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 15 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 14 No. 2 (2022): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 14 No. 1 (2022): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 13 No. 2 (2021): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 13 No. 1 (2021): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 12 No. 2 (2020): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 12 No. 1 (2020): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 11 No. 2 (2019): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 11 No. 1 (2019): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 10 No 2 (2018): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 10 No. 2 (2018): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 10 No 1 (2018): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 10 No. 1 (2018): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 9 No 2 (2017): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 9 No. 2 (2017): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 9 No. 1 (2017): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 9 No 1 (2017): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 8 No. 2 (2016): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 8 No 2 (2016): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 8 No. 1 (2016): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 8 No 1 (2016): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 7 No. 2 (2015): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 7 No 2 (2015): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 7 No 1 (2015): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 7 No. 1 (2015): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio More Issue