cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. manggarai,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
ISSN : 14441659     EISSN : 25029576     DOI : -
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio (JPKM) is published regularly twice a year in January and June by the Institute for Research and Community Service (LPPM), Santu Paulus College of Teacher Training and Education. This journal contains scientific articles from research in the fields of religion, education, social, culture, and humanities. The JPKM Editorial Team receives scientific articles that have never been published in journals or other media. The published article script has been evaluated through a review and editing process to fit the style of the JPKM.
Arjuna Subject : -
Articles 314 Documents
IMPLEMENTASI PENDEKATAN SAINS TEKNOLOGI DAN MASYARAKAT DALAM PEMBELAJARAN IPA SD Maria Senisum
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 7 No. 1 (2015): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.887 KB) | DOI: 10.36928/jpkm.v7i1.26

Abstract

Pesatnya perkembangan IPTEKS dan tekanan globalisasi mempersyaratkan setiap bangsa untuk mengerahkan pikiran dan seluruh potensi sumber daya yang dimilikinya untuk bisa survive dalam perebutan pemanfaatan kesempatan dalam berbagai sisi kehidupan. Oleh karena itu, siswa perlu dipersiapkan untuk memahami dan menguasai IPTEKS dalam rangka meningkatkan kualitas hidupnya, salah satunya melalui penerapan pendekatan pembelajaran yang sesuai. Salah satu pendekatan pembelajaran dimaksud adalah pendekatan sains teknologi dan masyarakat atau disingkat STM. Pendekatan STM merupakan pendekatan pembelajaran yang berawal dari masalah aktual yang terjadi di lingkungan sekitar sebagai akibat dari penerapan teknologi yang mempengaruhi kehidupan masyarakat. Melalui pendekatan STM, siswa diharapkan mampu menerapkan prinsip sains dan mengatasi permasalahan yang timbul dari munculnya teknologi terhadap lingkungan dan masyarakat
PEMIKIRAN FILSAFAT PERENIALISME TENTANG NILAI DAN DAMPAKNYA BAGI PENGEMBANGAN KREATIVITAS DALAM PENDIDIKAN Marianus Mantovanny Tapung
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 7 No. 1 (2015): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.33 KB) | DOI: 10.36928/jpkm.v7i1.27

Abstract

Pemikiran filsafat tentang bagaimana manusia mampu berhadapan dengan perubahan dunia yang begitu pesat sudah ada sejak lama, salah satunya adalah aliran perenialisme. Aliran filsafat ini menekankan tentang nilai baik yang ada dalam diri manusia, karena manusia dilahirkan selalu dalam kondisi ‘baik’. Potensi baik inilah yang mengharuskan manusia untuk selalu berpikir, bersikap, dan berbuat secara baik pula. Oleh karena itu, dewasa ini berbagai upaya untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas ‘baik’ dalam diri manusia menjadi sangat penting. Salah satu di antaranya adalah dengan kegiatan pengembangan kreativitas. Kegiatan pengembangan kreativitas manusia didik dalam segala dimensinya menjadi hal yang mutlak untuk bisa eksis di abad 21. Pengembangan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran dimaksudkan untuk memampukannya menghadapi berbagai masalah dan tantangan kehidupan di masa yang akan datang. Untuk itu pengembangan kreativitas siswa sekarang ini lebih dirasakan sebagai suatu kebutuhan di dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, generasi-generasi yang akan datang adalah generasi yang memiliki karakter kreatif, mandiri, tangguh dan unggul dalam dalam menghadapi dan memecahkan berbagai masalah kehidupan.
PENILAIAN AUTENTIK SEBAGAI PEMANDU PEMBELAJARAN Florianus Dus Arifian
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 7 No. 1 (2015): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.225 KB) | DOI: 10.36928/jpkm.v7i1.28

Abstract

Penilaian seringkali diperlakukan sebagai pelengkap yang berada di wilayah akhir pembelajaran. Hal ini mereduksi kekayaan makna dan melemahkan kekuatan penilaian yang sesungguhnya dapat mengendalikan mutu pembelajaran. Oleh karena itu, eksistensi penilaian perlu direvitalisasi dengan menjadikannya sebagai pemandu dalam pembelajaran. Penilaian sebagai pemandu ditandai dengan keberadaan penilaian yang terkait erat dengan proses dan hasil pembelajaran. Selain itu, karakteristik penilaian yang dipilih menjadi faktor determinan dalam posisi sebagai pemandu itu. Kriteria seperti ini dipenuhi oleh penilaian autentik sebab itu penilaian autentik dapat memandu pembelajaran.
HUBUNGAN PENGHAYATAN IMAN KATOLIK DENGAN NILAI KESETIAAN PERKAWINAN KATOLIK Hendrikus Midun; Yuliana Yarti Jenia
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 7 No. 1 (2015): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.484 KB) | DOI: 10.36928/jpkm.v7i1.29

Abstract

Perkawinan Katolik merupakan perkawinan yang tak terceraikan. Suami istri berkomitmen untuk setia kepada pasanganya. Kesetiaan suami istri pada perkawinan dipandang sebagai salah satu ekspresi iman. Namun apakah keduanya berkorelasi satu sama lain? Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara penghayatan iman dengan kesetiaan perkawinan Katolik di paroki Santu Nikolaus Golo Dukal Keuskupan Ruteng. Subyek penelitian berjumlah 36 orang dengan teknik pengambilan purposive sampling. Data penelitan diperoleh dengan menggunakan angket dengan teknis analisis data statistik Product Moment Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara penghayatan iman dengan kesetiaan perkawinan Katolik. Dengan demikian disarankan agar keluarga-keluarga Katolik selalu berupaya meningkatkan penghayatan imannya sebagai dasar untuk tetap setia pada perkawinan.
PERAN KELUARGA, LEMBAGA ADAT, PEMERINTAH DESA, DAN PERGURUAN TINGGI DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR ANAK DI PERKAMPUNGAN TRADISIONAL Wahyuni Purnami; Ambros Leonanggung Edu; Elisabet Sarinastitin
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 7 No. 1 (2015): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.439 KB) | DOI: 10.36928/jpkm.v7i1.30

Abstract

Pendidikan anak merupakan fondasi dalam membangun suatu negara yang kokoh. Kenyataan pendidikan anak yang terjadi di Indonesia, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Timur, pada perkampungan tradisional di Manggarai masih sangat membutuhkan dukungan dan sentuhan dari berbagai lembaga terkait. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk ujicoba kerjasama antar berbagai stakeholder yaitu peran keluarga, lembaga adat, pemerintah Desa dan Perguruan tinggi dalam meningkatkan motivasi belajar anak. Lokasi penelitian dilakukan di kampung Meti, Desa Golo Wu’a, Kecamatan Wae Rii, Manggarai, Ruteng, Flores, NTT. Penelitian ini dilakukan dengan metode action research,. Selain data yang digunakan untuk penelitian, masyarakat setempat akan merasakan manfaat langsung dari proses penelitian tersebut. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data dengan menggunakan: wawancara, Focus Group Discusion (FGD)/Diskusi kelompok Terarah, Uji Coba belajar bersama. Hasil dari penelitian ini diperoleh gambaran profil pendidikan masyarakat di kampung meti serta persepsi masyarakat terhadap kegiatan uji coba belajar bersama. Berdasarkan profil pendidikan di kampung meti menunjukkan angka putus sekolah yang tinggi yaitu 89% dari warga kampung meti yang berjumlah 842 orang tidak mempunyai ijazah dan hanya berijazah SD. Hasil akhir dari adanya tindakan yang dilakukan terhadap orang tua, tokoh adat, pemerintah desa serta kegiatan belajar bersama anak, menunjukkan adanya sikap dan perubahan persepsi terhadap pendidikan anak.
KATEKIS YANG BERKARAKTER DI ERA POSTMODERN Agustinus Manfred Habur
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 7 No. 1 (2015): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.961 KB) | DOI: 10.36928/jpkm.v7i1.31

Abstract

Gereja meyakini bahwa Kristus adalah sukacita Injil bagi semua. Mewartakan sukacita injil ini adalah tugas seluruh anggota Gereja, terutama para katekis. Tantangan untuk tugas pewartaan di tengah era postmodern tidaklah gampang. Generasi postmodern cenderung curiga terhadap kebenaran yang bersifat universal. Akan tetapi dalam hati kecilnya, generasi ini selalu bergumul untuk menemukan kebenaran sejati. Pewartaan dalam hal ini perlu mengedepankan kebebasan, kesukarelaan, dan sikap keibuan Gereja. Di sini katekis hendaknya menjadi saksi, teman seperjalanan, bentara sabda, dan pembangun komunitas. Dan untuk tugas ini diperlukan katekis-katekis yang berkarakter.
SUMBER DAYA INÉWAI LIYAN MANGGARAI DALAM PERSPEKTIF LIFEWORLD Kanisius Barung
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 7 No. 2 (2015): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.319 KB) | DOI: 10.36928/jpkm.v7i2.32

Abstract

Inéwai dalam esai ini adalah perempuan Manggarai di Flores Barat, Nusa Tenggara Timur. Liyan adalah pembatas yang menjelaskan fenomena sumber daya inéwai yang masih terbelenggu dalam realitas sosiokultural. Masalah inéwai liyan ditulis untuk mengeksplanasi nilai-nilai keberadaan inéwai dalam perspektif lifeworld dari waktu ke waktu. Data tulisan ini dikumpulkan dari sumbernya (dokumen cetak, pengetahuan penulis, dan narasumber) dengan menggunakan metode pengamatan dan wawancara. Data dieksplanasi dengan metode padan. Dari perspektif lifeworld itu terungkap nilai keberadaan inéwai Manggarai yang direpresentasikan dalam sosok liyan. Nilai keberadaan inéwai Manggarai diterangkan sebagai liyan yang tidak berdaya, yang buta aksara, yang kalah bersaing, yang pasif menunggu pinangan, yang menjadi korban kekerasan, yang cintanya tergadaikan atas nama adat, yang berperan minor (bawahan, hamba suami, ibu rumah tangga). Sebenarnya liyan memiliki daya kecantikan dan keramahan serta kecakapan hidup, tetapi liyan terbelenggu dalam realitas sosiokultural pada waktu lampau. Liyan harus belajar mengelola nilai diri untuk berdaya secara mandiri atau diberdayakan supaya bebas dari ketidakberdayaan menjadi reliyan sebagai sosok perempuan hebat masa depan.
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DAN GLOBALISASI: UNTUK PROFIT ATAU CULTIVATING HUMANITY? Felix Baghi
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 7 No. 2 (2015): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.099 KB) | DOI: 10.36928/jpkm.v7i2.33

Abstract

Keterbukaan terhadap yang lain hanya mungkin kalau orang saling belajar dengan menatap ke depan, memandang setiap keberlainan dengan cita rasa kemanusiaan yang kaya makna, penuh empati. Yang Lain dalam konteks tanggung jawab etis yang asimteris (Levinas), dalam terang hubungan interpersonal yang mutual (Paul Ricoeur) dan dalam kesanggupan mengantisipasi kemustahilan kedatangan yang lain, suatu antisipasi yang membutuhkan keberanian untuk menghadapi segala situasi yang tidak dapat diduga sebelumnya (Jacques Derrida). Oleh karena itu, pendidikan yang adekuat untuk hidup dalam suatu iklim demokrasi yang pluralistik adalah pendidikan yang multikultural. Pendidikan multikutural mengajarkan anak didik untuk mengenal dan terbuka terhadap kisah dan narasi hidup serta kultur kelompok yang lain, baik dari dimensi religius, etnis, ekonomis, politis dan gender. Dalam dimensinya yang global, pendidikan multikultural membutuhkan kontribusi interaktif dari pengetahuan sejarah, geografi, studi kebudayaan yang interdisipliner, sejarah hukum dan sistim politik serta studi-studi keagamaan.
Etika Dalam Mengurus Negara Ermalindus A. J. Sonbay
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 7 No. 2 (2015): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.853 KB) | DOI: 10.36928/jpkm.v7i2.34

Abstract

Etika merupakan dimensi penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kita diberi kesempatan untuk merefleksikan unsur-unsur etis dalam pendapat-pendapat spontan kita. Refleksi menjadi penting karena akan terjadi benturan pendapat antara pihak yang satu dengan pihak yang lain. Oleh karena itu kita membutuhkan etika untuk mencari tahu apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia. Etika memerlukan sikap kritis, metodis, dan sistematis dalam melakukan refleksi. Karena itulah etika merupakan suatu ilmu. Sebagai suatu ilmu, objek dari etika adalah tingkah laku manusia yang memiliki sudut pandang normatif. Dalam konteks mengurus Negara, ada banyak dimensi etika yang menuntun para pejabat, mitra, dan rakyat untuk mengedepankan kebaikan, kebenaran, dan persatuan. Kalau etika dijalankan dengan baik, maka Negara kita pun akan mencapai tujuan terbesarnya yaitu kesejahteraan bersama.
PEMANFAATAN MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS KOMPUTER DALAM PEMBELAJARAN Stephanus Turibius Rahmat
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 7 No. 2 (2015): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.199 KB) | DOI: 10.36928/jpkm.v7i2.35

Abstract

Guru perlu menggunakan multimedia interaktif berbasis komputer dalam pembelajaran. Multimedia pembelajaran berbasis komputer bermanfaat sebagai alat bantu yang mempermudah guru dan siswa dalam proses pembelajaran sekaligus sebagai strategi untuk mencapai kompetensi pembelajaran yang sudah ditetapkan. Proses pembelajaran dengan bantuan multimedia menjadi lebih interaktif, efektif, efisien, menarik, serta mampu menumbuhkan motivasi belajar siswa. Pembelajaran dengan menggunakan multimedia interaktif menempatkan guru sebagai pendamping atau fasilitator bagi siswa dalam proses pembelajaran. Pembelajaran bukan lagi berpusat pada guru (teacher-centered learning), tetapi berpusat pada siswa (student-centered learning). Proses pembelajaran dengan bantuan multimedia interaktif berbasis komputer mendorong siswa supaya lebih aktif dan kreatif dalam proses pembelajaran. Dengan itu, siswa dapat belajar sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan yang dimilikinya.

Filter by Year

2015 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 15 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 15 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 14 No. 2 (2022): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 14 No. 1 (2022): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 13 No. 2 (2021): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 13 No. 1 (2021): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 12 No. 2 (2020): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 12 No. 1 (2020): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 11 No. 2 (2019): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 11 No. 1 (2019): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 10 No. 2 (2018): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 10 No 2 (2018): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 10 No 1 (2018): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 10 No. 1 (2018): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 9 No. 2 (2017): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 9 No 2 (2017): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 9 No 1 (2017): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 9 No. 1 (2017): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 8 No. 2 (2016): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 8 No 2 (2016): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 8 No. 1 (2016): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 8 No 1 (2016): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 7 No 2 (2015): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 7 No. 2 (2015): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 7 No. 1 (2015): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 7 No 1 (2015): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio More Issue