cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
SOSHUM : Jurnal Sosial dan Humaniora [Journal of Social Sciences and Humanities]
Published by Politeknik Negeri Bali
ISSN : 20882262     EISSN : 25805622     DOI : -
Core Subject : Humanities, Social,
SOSHUM : Jurnal Sosial dan Humaniora [Journal of Social Sciences and Humanities][p-ISSN 2088-2262 | e-ISSN 2580-5622 | DOI 10.31940/soshum] aims to develop itself as a pioneer journal in social sciences and humanities. Starting from the year 2018, it publishes all papers in English. Areas relevant to the scope of the journal include Social Sciences, Education, Media and Communication studies, Humanities, Tourism, Arts and Culture, Linguistics, Literature, Philosophy, and Religious Studies. Research as well as literary study articles submitted to SOSHUM should be original and have never been published anywhere.
Arjuna Subject : -
Articles 239 Documents
TERJADINYA PERGESERAN BUDAYA PADA MASYARAKAT NELAYAN DAN PELAKU PARIWISATA SEBAGAI DAMPAK PEMBANGUNAN SISTEM CRAB, GROINT, DAN WALK WAY DI WILAYAH PANTAI SANUR DENPASAR BALI I Nyoman Winia
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 4 No 3 (2014): November 2014
Publisher : Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.482 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami fenomena budaya masyarakat nelayan dan praktisi pariwisata dalam pengembangan sistem crab, groint, dan walk way di wilayah pantai Sanur, Denpasar, Bali. Dari perspektif studi budaya, penelitian ini memperhatikan keadaan lapangan yang nyata dengan pendekatan karakter empiris yang berkaitan dengan resistensi masyarakat nelayan dan praktisi pariwisata yang masih sangat bimbang. Akhir-akhir ini, telah terjadi abrasi dari air laut yang mengakibatkan kerusakan struktur garis pantai. Upaya pemerintah untuk mengatasi garis pantai yang rusak dengan membangun sistem crab, groint, dan walk way itu tidak benar-benar disosialisasikan kepada masyarakat yang telah menyebabkan penolakan dan resistensi di kalangan masyarakat nelayan dan praktisi pariwisata terhadap investor yang mendapat izin dari pemerintah. Penelitian ini difokuskan pada Bagaimana efek budaya dan makna budaya dalam pengembangan sistem crab, groint, dan walk way di Pantai Sanur? Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadinya gesekan budaya sebagai sekilas dari pengembangan sistem sistem crab, groint, dan walk way dalam upaya mengatur pantai Sanur, sehingga gesekan terlihat dalam budaya mejukungan yang mulai pudar efek penampilan kapal atau serat perahu mekanis perahu sebagai penggerak, budaya Melasti yang terlihat sulit sepanjang pantai Sanur, karena saat ini sebagian besar dilakukan di area tertentu di pantai Sanur.
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN DALAM PERJANJIAN JUAL BELI MELALUI E-COMMERCE DI INDONESIA Elina Rudiastari
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 1 (2015): March 2015
Publisher : Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.918 KB)

Abstract

Globalisasi perdagangan ditandai penggunaan dan pemanfaatan media internet, e-commerce merupakan sistem perdagangan yang berbasis pada internet. E-commerce di Indonesia hingga kini kurang memberi perlindungan kepada konsumen, karena Undang-undang yang mengatur tidak memberikan perlindungan yang maksimal. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskripsi analitis dengan yuridis normatif. Data diperoleh dari penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan, selanjutnya dianalisis secara kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami mengenai pembuktian terjadinya perjanjian dan tanggung jawab pelaku usaha dalam pemberian perlindungan hukum terhadap konsumen. Bentuk perlindungan konsumen dalam e-commerce didasarkan pada hak-hak konsumen dalam UU Perlindungan Konsumen dan dapat juga perlindungan secara langsung dari e-merchant.
HOW TO STIMULATE THE SPA TRAVELER’S PERCEPTION IN THEIR CHOICE ON SPA PRODUCT AND SERVICE Ni Putu Somawati
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1 (2016): March 2016
Publisher : Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.433 KB)

Abstract

Keinginan wisatawan begitu beragam. Ada yang ingin menikmati hal-hal yang otentik, pemandangan alam sebuah destinasi, peninggalan budaya, penduduk asli dengan keragaman budayanya. Dengan demikian daerah tujuan memiliki peranan penting untuk memenuhi keinginan wisatawan, dengan menyuguhkan atribut yang menarik. Dalam konteks tulisan ini adalah spa resort dengan produk dan layanan spa. Banyak faktor yang mempengaruhi pilihan wisatawan terhadap produk dan layanan spa maka akan sangat bermanfaat bagi pemasar untuk menginformasikan kepada spa traveler tentang jenis-jenis spa serta treatmen yang mampu disuguhkan oleh spa, dengan demikian merupakan pengaruh yang berpotensi untuk mempengaruhi persepsinya sehingga spa traveler akan dapat melakukan pilihan yang tepat. Hal ini mengindikasikan bahwa strategi yang tepat telah dilakukan provider/ pemasar dalam merespon permintaan pasar.
Spa Products as Main Orientation in Wellness Tourism in Bali I Gusti Made Wendri; Nyoman Mastiani Nadra; Ni Luh Eka Armoni
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 8 No 1 (2018): March 2018
Publisher : Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.031 KB) | DOI: 10.31940/soshum.v8i1.756

Abstract

Wellness Spa is developed from conventional spa in response to the influence of the present tourism trend which is much in demand of the achievement of wellness aspect of life. Wellness tourism is a subdivision of health tourism. Wellness spa is the core product for wellness tourism. In fact, to date, people’s knowledge about wellness spa is still poor. This fact has motivated the implementation of this research under the title “Spa Products as Main Orientation in Wellness Tourism in Bali”. The objective of the research is to find out what products becomes the orientation in wellness tourism in Ubud as well as in South Badung. This qualitative research uses a phenomenological approach to the study. The determination of the informants is purposively done, and the information concerning the object of the research is obtained by deep interview controlled by a checklist based on Wellness Wheel concept. The location of the research is Ubud and South Badung areas, the latter represented by Nusa Dua, Jimbaran, and Kuta. The research uses 10 informants, 5 from Ubud and 5 from South Badung. The informants include spa managers and spa therapists. The result of the research shows that such packages as Bali spa ritual package, personal growth, and eco-adventure package become the most attractive products offered by wellness tourism industry and enjoyed by the tourists for the fulfilment of the tourists' wellness needs.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN KARTUN FISIKA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA PADA MATA KULIAH FISIKA TERAPAN Evin Yudhi Setyono
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 4 No 2 (2014): July 2014
Publisher : Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.41 KB)

Abstract

The purpose of this research is to study the effect of physics cartoon on motivation of PNB civil engineering students in applied physics subject. Questioner is given before and after lecturing process. The result of descriptive statistic shows that experiment class get light increasing of mean score from 78,20 to 78,92 , while control class shows decreasing from 79,04 to 76,20. The final motivation score of experiment class is higher than control class, which is 78,92 and 76,20 respectively. Furthermore, independent sample t-test by SPSS 19 results there is no significant motivation difference between both class. So, it is concluded that the use of physics cartoon as a learning media in a physics lecture has no significant effect on students motivation.
ANALISIS MUTU PEMBELAJARAN DAN KOMPETENSI LULUSAN DIPLOMA III DI POLITEKNIK NEGERI BALI Cokorda Gede Putra Yudistira; I Ketut Pasek; Ni Wayan Sumetri; I Gede Iwan Suryadi
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 3 (2016): November 2016
Publisher : Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.416 KB)

Abstract

Pendidikan Tinggi Vokasi seperti Politeknik Negeri Bali memiliki peran penting dalam mutu lulusannya. Prestasi belajar membutuhkan mutu yang baik dari pembelajaran, di mana mutu pembelajaran dipengaruhi oleh profesionalisme dosen, media dan fasilitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh mutu pembelajaran terhadap kompetensi lulusan melalui profesionalisme dosen, media dan fasilitas pembelajaran. Responden merupakan alumni Program Studi Diploma III yang lulus pada tahun 2015 sebanyak 86 dari 623. Sampel diambil dengan menggunakan metode acak dan proporsional. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis jalur. Penelitian ini menemukan bahwa profesionalisme dosen, media pembelajaran dan fasilitas pembelajaran secara simultan maupun parsial berpengaruh secara signifikan terhadap mutu pembelajaran. Mutu pembelajaran secara langsung dan secara signifikan mempengaruhi kompetensi lulusan. Dengan demikian menciptakan mutu tinggi dari pembelajaran akan dapat memberikan peningkatan untuk kompetensi lulusan program studi Diploma III di Politeknik Negeri Bali.
An Analysis of a Story Telling in a Conversation of Lamaholot Language Speakers Elvis Albertus Bin Toni
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 8 No 3 (2018): November 2018
Publisher : Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.046 KB) | DOI: 10.31940/soshum.v8i3.1084

Abstract

This study analyses a conversation among four Lamaholot speakers talking about Nipa Island Reclamation, a man-made island located in the border between Indonesia and Singapore. Three of the participants are migrant workers who live in Batam, Western Indonesia, and the other one is a student who live in Singapore. They met in Batam. Their conversation is video-taped and 12 minutes out of 49:13 minutes of the video content is transcribed and analysed. That question that this study aims to answer is what participants' contributions perfomed during the story is being told. It is revealed that the participants contribute in several ways. The contributions include initiating the proposed story and prompting the main speaker, questioning, co producing certain words, completing the gaps faced by the main teller and becoming a co teller. These findings confirm that the story telling in a conversation is a jointly work between a main teller and co teller.
INDONESIAN-BALINESE MULTI-PARTY CASUAL CONVERSATION: INDEXING EPISTEMIC AUTHORITY THROUGH QUESTION AND ANSWER SEQUENCE Kadek Ratih Dwi Oktarini
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 7 No 3 (2017): November 2017
Publisher : Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.988 KB) | DOI: 10.31940/soshum.v7i3.710

Abstract

Secara umum pertanyaan digambarkan sebagai jenis kalimat yang meminta informasi dari seseorang yang dianggap sebagai pihak yang tahu (K+) oleh pihak lain yang tidak tahu (K-) " (Stivers, 2010). Dalam hal status pengetahuan, untaian percakapan pertanyaan dan jawaban dapat secara tidak langsung menunjukkan status keilmuan dari peserta percakapan, orang yang memberi pertanyaan dianggap sebagai orang yang tidak tahu (K-) sedangkan orang yang menjawab dianggap sebagai orang yang tahu (K+). Makalah ini menyajikan sebuah studi terperinci dan mendalam tentang percakapan multi- partai di antara teman-teman, dalam bahasa Indonesia-Bali. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif Analisa Percakapan atau Conversation Analysis (CA). Metode Analisa Percakapan menggunakan percakapan yang terjadi secara alami sebagai datanya dan memperhatikan rincian percakapan secara mendetail dalam interaksi. Makalah ini menyajikan bagaimana peserta menunjukkan dan mengklaim otoritas atas kepemilikan pengetahuan (epistemic) mereka dalam untaian percakapan tanya jawab, yang kebetulan saling terkait dengan urutan lain, yaitu menggoda. Seorang peserta mengutarakan sebuah pertanyaan kepada seorang peserta lain. Pertanyaan ini dapat juga dijawab oleh peserta lainnya karena mereka bekerja di bidang yang sama (ilmuwan). Terungkap bahwa dalam untaian percakapan tanya jawab, peserta berpedoman kepada status epistemik mereka yang sifatnya relative antara satu sama lain. Peserta yang memiliki status epistemik dan otoritas tertinggi menjalankan wewenang dan klaim epistemiknya dengan mengabaikan jawaban dari peserta yang sekiranya memiliki peringkat epistemik lebih rendah dari dirinya.
IMPLEMENTASI UNDANG-UNDANG KEPARIWISATAAN DALAM PEMBENTUKAN BADAN PROMOSI PARIWISATA DAERAH DI PROVINSI BALI Ni Ketut Bagiastuti
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 3 No 2 (2013): July 2013
Publisher : Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.73 KB)

Abstract

The rapid development of tourism in Bali is inseparable from the role of tourism organization . In Bali it has been formed basically tourism promotion agency established before the issuance of Law no.10 of 2009 concerning tourism, known as the Bali Tourism Board (Bali Tourism Board/BTB). Bali Tourism Board (Bali Tourism Board/BTB) was founded on March 1, 2000 by 9 associations. Governor of Bali, on May 10, 2000, Bali Tourism Board (Bali Tourism Board/BTB) defined as a form of partnership between the tourism industry, governments and local communities and members expanded to include the Department of Tourism, enterprises, private companies, educational institutions, associations other business-related and relevant communities. Where one of the government's mission is to carry out the task of which is to promote, build and manage Bali as a leading tourist destination. Basically the task between Bali Provincial Tourism Office, Tourism Promotion Board and Tourism Board area Bali (Bali Tourism Board/BTB) have a common task. However, the formation of the Bali Tourism Board (Bali Tourism Board/BTB) is not based on Law no.10 of 2009, so it needs to be studied further whether the Bali Tourism Board (Bali Tourism Board/BTB) is intended by the Law no.10 of 2009 on Tourism as a Regional Tourism Promotion Board or the Bali Provincial Government will establish more other Regional Tourism Promotion Board as the mandate of the Law.10 Year 2009 on Tourism.
HARMONIZATION OF TRI HITA KARANA AND CULTURAL TOURISM BALI I Dewa Gede Ari Pemayun; I Nyoman Meirejeki
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 2 (2016): July 2016
Publisher : Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.104 KB)

Abstract

Tulisan ini berawal dari adanya pernyataan bahwa Bali sangat indentik dengan Pariwisata. Bagaikan masalah adat dan agama hindu yang sulit dipisahkan dan bahkan menyatu dalam kebudayaan Bali. Dari hal inilah terlahir konsep pengembangan Pariwisata Budaya yang ditetapkan dalam Perda Propinsi Bali Nomor 3 tahun 1991. Dengan pendekatan partisipatif sebagai pelaku pariwisata (tour guide) dan penelusuran kepustakaan maka permasalahan yang ingin dijawab adalah berkenaan pada adanya dua sisi kepentingan dalam perkembangan pariwisata bagi masyarakat Bali dalam dimensi sosial ekonomi dan pelestarian dan pengembangan kebudayaan. Secara keseluruhn dengan menggunakan pendekatan paradigma budaya dari konsep “Tri Hita Karana” merujuk pada tiga harmonisasi hubungan yakni manusia dengan kepercayaan pada Tuhan, hubungan dengan sesame dan hubungan yang erat dengan alam lingkungan semesta. Selengkapnya terangkum pemahaman bagaimana Pariwisata dalam bingkai sejarah Bali, sebagai sebuah nilai perubahan dahulu dan masa kini, yang pada pendalam studi sampai pada konsep Tri Hita Karana dalam harmonisasi pariwisata.

Page 10 of 24 | Total Record : 239