cover
Contact Name
Merita Eka Rahmuniyati
Contact Email
jurnal_formilkesmas@respati.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal_formilkesmas@respati.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati
ISSN : 25025570     EISSN : 25500864     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) KESMAS RESPATI (p-ISSN: 2502-5570, e-ISSN: 2550-0864) is a peer-reviewed journal that publishes scientific articles from various public health disciplines (biostatistics and demography, epidemiology, health education and behavioral science, health policy administration, environmental health, nutrition, reproductive health, occupational health and safety.
Arjuna Subject : -
Articles 168 Documents
HUBUNGAN KARAKTERISTIK INDIVIDU PENDERITA HIPERTENSI DENGAN DERAJAT HIPERTENSI DI PUSKESMAS DEPOK II SLEMAN YOGYAKARTA Chasanah, Siti Uswatun; Syarifah, Nuryeti
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/formil.v2i1.30

Abstract

Latar Belakang: Karakteristik merupakan ciri atau karateristik yang secara alamiah melekat pada diri seseorang yang meliputi umur, jenis kelamin, ras/suku, pengetahuan, agama/ kepercayaan dan sebagainya. Hipertensi adalah suatu kondisi tekanan darah seseorang berada di atas angka normal yaitu 120/80 mmHg. Dejarat hipertensi adalah klasifikasi hipertensi yang ditentukan berdasarkan tekanan darah tertinggi baik sistolik atau diastolik yang terjadi pada saat pengukuran tekanan darah.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan karakteristik individu penderita hipertensi dengan derajat hipertensi di Puskesmas Depok II Sleman.Metode: Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan desain cross sectional study. Populasi dalam penelitian iniadalah pasien hipertensi yang berkunjung ke Puskesmas Depok II Sleman. Sampel sebesar 55 responden. Pengambilan data menggunakan uji Chi Square dengan tingkat kepercayaan 95% dan ? = 0,05. Hasil: Berdasarkan analisis bivariat, tidak ada hubungan antara usia penderita hipertensi dengan derajat hipertensi yaitu nilai (p = 0,683), tidak ada hubungan antara jenis kelamin penderita hipertensi dengan derajat hipertensi yaitu nilai (p = 0,522), tidak ada hubungan antara pendidikan penderita hipertensi dengan derajat hipertensi yaitu nilai (p = 0,723), tidak ada hubungan antara pekerjaan penderita hipertensi dengan derajat hipertensi yaitu nilai (p = 0,901), dan tidak ada hubungan antara penghasilan penderita hipertensi dengan derajat hipertensi yaitu nilai (p = 0,836).Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara karakteristik individu (usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, dan penghasilan) penderita hipertensi dengan derajat hipertensi di Puskesmas Depok II Sleman.Kata Kunci: Karakteristik Individu, Hipertensi, Derajat Hipertensi
hubungan kesiapan praktik mengajar dengan nilai ujian praktik real teaching pada mahasiswa semester VIII program studi DIV bidan pendidik universitas respati yogyakarta presty, marsela renasari; palifiana, dheska arthyka; margono, margono
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.738 KB) | DOI: 10.35842/formil.v4i2.272

Abstract

Indeks Pembangunan Pendidikan Untuk Semua atau The Education for All Development Index (EDI) Indonesia tahun 2014 berada pada peringkat 57 dari 115 negara. Peningkatan mutu pendidikan merupakan sasaran pembangunan di bidang pendidikan nasional dan merupakan bagian integral dari upaya peningkatan kualitas manusia Indonesia secara menyeluruh. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan kesiapan praktik mengajar dengan nilai ujian praktik real teaching pada mahasiswa semester VIII program studi DIV bidan pendidik Universitas Respati Yogyakarta. Penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan pendekatan metode Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa semester VIII Program Studi DIV Bidan Pendidik sebanyak 172 mahasiswa. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel sebesar 128 mahasiswa. analisis data bivariat  menggunakan uji chi-square. Hasil perhitungan menggunakan analisis Chi-square diperoleh nilai ρ–value lebih besar dari taraf signifikansi (0,958 > 0,05) dan nilai X2 hitung lebih kecil dari X2 tabel dengan derajat kebebasan (df) 2 (0,085 < 5,991). Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara kesiapan praktik mengajar dengan nilai ujian praktik real teaching pada mahasiswa semester VIII Program Studi DIV Bidan Pendidik Universitas Respati Yogyakarta. Kesimpulan  dari penelitian ini tidak terdapat hubungan antara kesiapan praktik mengajar dengan nilai ujian praktik real teaching pada mahasiswa semester VIII Program Studi DIV Bidan Pendidik Universitas Respati Yogyakarta
the relationship between complience use PPE eyes with metal welding chips in eyes welders in the welding workshop in boja fatmasari, ikka fitria feby; musyarofah, siti; widjasena, baju
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.06 KB) | DOI: 10.35842/formil.v4i2.267

Abstract

Accident that occured in the workplace there are several interrelated causes can be a death cause, disable and work-related disease (WRD). Welders in welding workshop have some several eye injuries incident. One of them was metal welding chips. The use of PPE eyes is very importance for welders. Infact still many welders who neglect in this health. This study aim to determined the relationship between compliance use PPE eyes with metal welding chips on the eyes welders in the welding workshop in Boja village. This research used survey analytic research with cross sectional approach. The population in this study was all welders in welding workshop in Boja village. The sampling technique with total sampling that accorded to the inclusion criteria. The sample was 34 respondents. The instrument that was used were questionnaires and checklist sheets. The results indicated that the welders that compliance using PPE eyes as much as 44,1%. The welders rarely exposed by metal welding chips as much as 47,1%. The data analayzed with Chi-Square test there was significant relationship between compliance PPE eyes with metal welding chips on the eyes welders in the welding workshop in Boja village. {p value = 0,001; PR= 3,947 (1,4-11,2)} Based on result of the study, the welding workshop holders are being recommended to provide PPE eyes and supervise the use of PPE eyes for the welders
HUBUNGAN KARAKTERISTIK INDIVIDU PENDERITA HIPERTENSI DENGAN DERAJAT HIPERTENSI DI PUSKESMAS DEPOK II SLEMAN YOGYAKARTA Chasanah, Siti Uswatun; Syarifah, Nuryeti
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/formil.v2i1.31

Abstract

Latar Belakang: Karakteristik merupakan ciri atau karateristik yang secara alamiah melekat pada diri seseorang yang meliputi umur, jenis kelamin, ras/suku, pengetahuan, agama/ kepercayaan dan sebagainya. Hipertensi adalah suatu kondisi tekanan darah seseorang berada di atas angka normal yaitu 120/80 mmHg. Dejarat hipertensi adalah klasifikasi hipertensi yang ditentukan berdasarkan tekanan darah tertinggi baik sistolik atau diastolik yang terjadi pada saat pengukuran tekanan darah.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan karakteristik individu penderita hipertensi dengan derajat hipertensi di Puskesmas Depok II Sleman.Metode: Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan desain cross sectional study. Populasi dalam penelitian iniadalah pasien hipertensi yang berkunjung ke Puskesmas Depok II Sleman. Sampel sebesar 55 responden. Pengambilan data menggunakan uji Chi Square dengan tingkat kepercayaan 95% dan ? = 0,05. Hasil: Berdasarkan analisis bivariat, tidak ada hubungan antara usia penderita hipertensi dengan derajat hipertensi yaitu nilai (p = 0,683), tidak ada hubungan antara jenis kelamin penderita hipertensi dengan derajat hipertensi yaitu nilai (p = 0,522), tidak ada hubungan antara pendidikan penderita hipertensi dengan derajat hipertensi yaitu nilai (p = 0,723), tidak ada hubungan antara pekerjaan penderita hipertensi dengan derajat hipertensi yaitu nilai (p = 0,901), dan tidak ada hubungan antara penghasilan penderita hipertensi dengan derajat hipertensi yaitu nilai (p = 0,836).Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara karakteristik individu (usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, dan penghasilan) penderita hipertensi dengan derajat hipertensi di Puskesmas Depok II Sleman. Kata Kunci: Karakteristik Individu, Hipertensi, Derajat Hipertensi
evaluasi pasca pelatihan pemberian makan bayi dan anak (PMBA) pada kader posyandu terhadap peningkatan status gizi bayi dan balita widaryanti, rahayu; rahmuniyati, merita eka
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (721.279 KB) | DOI: 10.35842/formil.v4i2.273

Abstract

Pelatihan PMBA (Pemberian Makan Bayi dan Anak) di kota Yogyakarta dimulai pada tahun 2016 dan dilaksanakan 3 angkatan. Setiap angkatan terdiri dari 12 kader posyandu. Salah satu kader yang telah dilatih PMBA oleh Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta adalah kader Puskesmas Tegalrejo. Tujuan dari pelatihan PMBA ini adalah untuk meningkatkan status gizi bayi dan balita. Setelah tiga tahun dilakukan pelatihan PMBA belum ada penurunan masalah gizi yang signifikan. Pada tahun 2019 masih terdapat 6,53% gizi kurang, 1,18 % balita mengalami status gizi kurus, dan 12,46 % balita mengalami stunting. Oleh sebab itu perlu diadakan evaluasi pasca pelatihan konseling PMBA bagi kader. Rancangan penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Tehnik sampel yang digunakan adalah menggunakan tehnik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Informan utama dalam penelitian ini adalah kader posyandu yang telah mengikuti pelatihan PMBA sejumlah 6 orang. Informan triangulasi dalam penelitian ini adalah bagian gizi Puskesmas Tegalrejo dan seksi gizi Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta serta ibu yang mempunyai balita. Pelatihan PMBA dilaksanakan selama 6 hari (24 Jam) dengan 12 peserta. Hasil monitoring kegiatan pelatihan belum dilaksanakan secara optimal, kader belum mengimplementasikan hasil PMBA secara maksimal dan masih banyak menemukan kendala. Kendala tersebut mempengaruhi keberhasilan penurunan masalah gizi dan balita di Kota Yogyakarta. 
Deskripsi epidemiologi leptospirosis di puskesmas nglipar II, kabupaten gunungkidul, daerah istimewa yogyakarta Puratmaja, Yudha; Rokhmayanti, Rokhmayanti
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/formil.v3i1.79

Abstract

Latar Belakang: Leptospirosis adalah salah satu penyakit menular yang harus dilakukan pengendalian dan pemberantasan. Di Indonesia kasus leptospirosis masih terjadi secara fluktuatif setiap tahun. Kasus leptospirosis terbanyak di Indonesia terjadi pada tahun 2011 berjumlah 857 kasus dengan 82 kematian (Case Fatality Rate/CFR 9,56%) hal tersebut dikarenakan terjadinya KLB di DI Yogyakarta (DIY). Pada tahun 2017 kasus leptospirosis terjadi di desa Natah Wetan, Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta (DIY) dengan total 6 kasus.Tujuan: Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran epidemiologi leptospirosis berdasarkan variabel orang, tempat, dan waktu di wilayah kerja Puskesmas Nglipar II. Metode: Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif.Hasil: Hasil penelitian berdasarkan variabel orang, menunjukkan penderita berumur 45-50 tahun dan >50 tahun yaitu masing-masing 50%, mayoritas terjadi pada laki-laki (83,3%), semua penderita bekerja sebagai petani (100%). Berdasarkan variabel tempat, kasus leptospirosis terjadi di sawah Jembangan, desa Natah Wetan sebagai lokasi penularan dan berdasarkan variabel waktu, kasus leptospirosis terjadi pada bulan Februari, Maret, dan Juni tahun 2017 dengan 6 total kasus (CFR 50%).Kesimpulan: Leptospirosis terjadi di desa Natah Wetan dengan lokasi persebaran di sawah Jembangan, mayoritas penderita Laki-laki yang berusia dewasa dan bekerja sebagai petani. Kasus Leptospirosis paling banyak terjadi pada bulan Februari dan Maret dengan total 5 kasus. Program penyuluhan dan pencegahan terkait penyakit leptospirosis dapat disarankan untuk menambah pengetahuan dan mengurangi perilaku berisiko masyarakat.
analisis soil transmitted helminth dan anemia dengan prestasi belajar pada anak di sekolah dasar kecamatan banguntapan bantul yogyakarta sumekar, ariana; chasanah, siti uswatun; damayanti, susi
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.683 KB) | DOI: 10.35842/formil.v4i2.268

Abstract

Prevalensi kecacingan oleh cacing yang ditularkan melalui tanah pada anak sekolah dasar adalah 60% - 80%. Prevalensi infeksi kecacingan pada anak sekolah dasar di Indonesia mengalami fluktuasi yaitu pada tahun. Penyakit ini dapat menyerang seluruh kelompok umur tetapi lebih banyak menginfeksi anak-anak sekolah dasar. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan soil transmitted helminth dan anemia dengan prestasi belajar pada anak sekolah dasar di Kecamatan Banguntapan Kabupaten Bantul Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar Kecamatan Banguntapan Bantul Yogyakarta pada tahun 2017, dengan desain penelitian cross sectional analitik. Pengambilan sampel dilakukan dengan simple random sampling di tiga sekolah dasar di Kecamatan Banguntapan Kabupaten Bantul, DIY dengan jumlah 115 siswa. Pemeriksaan telur cacing menggunakan metode Apung (Flotation Method). Tahapan analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat (menggunakan uji chi square dengan ?=0,05). Hasil penelitian adalah terdapat 0,9% anak sekolah dasar di SD Kecamatan Banguntapan terinfeksi kecacingan yaitu Trichuristrichiura. Prevalensi anemia pada anak sekolah dasar di Kecamatan Banguntapan adalah 16,5%. Asupan makanan dengan kategori kurang sebanyak 60,9%. Prevalensi gizi kurang pada anak sekolah dasar di Kecamatan Banguntapan adalah 6,1% dan gizi lebih 35,7%. Prestasi belajar siswa dengan kategori kurang sebanyak 47,8% Terdapat hubungan yang sigifikan antara status gizi dan asupan makanan dengan prestasi belajar siswa di Kecamatan Banguntapan. Tidak ada hubungan yang signifikan antara kecacingan dan anemia dengan prestasi belajar siswa di Kecamatan Banguntapan.
DETERMINAN KEJADIAN DIFTERI DI RUMAH SAKIT UMUM (RSU) KABUPATEN TANGERANG TAHUN 2018 FAUZIAH, ARVICHA VICHA
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.016 KB) | DOI: 10.35842/formil.v3i2.148

Abstract

Difteri adalah penyakit pada saluran pernapasan bagian atas yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium Diphtheriae. Kasus difteri di Rumah Sakit Umum Kabupaten Tangerang meningkat kembali pada tanggal 01 Januari 2018 hingga 31 Maret 2018 sebanyak 44 kasus, tahun sebelumnya tidak ditemukan kasus difteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami dan menjelaskan faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian difteri di rumah sakit umum kabupaten tangerang tahun 2018. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan desain case control. Semua sampel kasus diambil sebagai subjek penelitian dan sampel kontrol menggunakan simple random sampling dengan cara undian sehingga sampel kontrol 21 anak. Perbandingan 1:1 maka sebanyak 21 anak sehingga total sampel 42 anak. Analisis univariat menggunakan persentase, bivariate menggunakan chi-square dan multivriat menggunakan regresi logistik ganda. Penelitian menunjukkan variabel yang berhubungan signifikan dengan kejadian difteri adalah jenis  kelamin, pendidikan orang tua, pekerjaan orang tua dan imunisasi pentabio (PB)3. Variabel yang dominan terhadap kejadian difteri adalah kelengkapan imunisasi pentabio (PB)3 setelah di kontrol variabel umur, jenis kelamin, pendidikan orang tua dan pekerjaan orang tua. Rumah Sakit Umum Kabupaten untuk terus menggalakkan program pemerintah dalam imunisasi dasar. Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang meningkatkan pentingnya imunisasi dengan memberikan informasi berupa frekuensi penyuluhan kepada masyarakat mengenai risiko penularan difteri akibat pemberian imunisasi pentabio (PB)3 tidak lengkap untuk meningkatkan kesadaran dan memotivasi orang tua untuk memberikan imunisasi pada anaknya.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KINERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL Rebanti, Lukken Januari Putri; Untari, Jati; Agni, Markus Gelar Kumara
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.494 KB) | DOI: 10.35842/formil.v2i2.69

Abstract

KETAJAMAN PENGLIHATAN DITINJAU DARI PEMAKAIAN ALAT PELINDUNG MATA DAN WAKTU PAPARAN PEKERJA LAS DI KOTA YOGYAKARTA Alfanan, Azir
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/formil.v1i1.10

Abstract

Ketajaman penglihatan merupakan salah satu masalah Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di bengkel las.  Pemakaian alat pelindung mata, kekuatan penerangan atau pencahayaan, waktu papar, masa kerja, kelainan refraksi dan umur merupakan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi ketajaman penglihatan pekerja las. Di Yogyakarta terdapat 15 bengkel las yang sebagian besar belum pernah dilakukan pemeriksaan visus mata sehingga tidak diketahui ketajaman penglihatan pekerja bengkel las.Tujuan umum penelitian ini adalah melindungi pekerja bengkel las dari risiko gangguan ketajaman penglihatan yang ditinjau dari pemakaian alat pelindung mata, dan waktu paparan. Sedangkan tujuan khusus penelitian ini adalah untuk mengetahui, mengkaji, menganalisis, dan membuktikan hubungan antara perbedaan pemakaian alat pelindung mata terhadap ketajaman penglihatan, dan hubungan antara waktu paparan dengan ketajaman penglihatan pekerja bengkel las di Kota Yogyakarta. Jenis penelitian ini menggunakan metode analitik dengan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan kriteria inklusi yaitu bersedia menjadi responden tidak sedang menderita anemia dan Diabetes Melitus (DM) dan kriteria eksklusi yaitu pekerja tidak sedang sakit sehingga tidak bisa diambil datanya. Hasil penelitian menunjukkan sejumlah 65 orang mempunyai ketajaman penglihatan normal dan 19 orang yang mempunyai ketajaman penglihatan sudah buruk. Hasil analisis menunjukkan ada perbedaan ketajaman penglihatan antara responden yang memakai dan yang tidak memakai alat pelindung mata (p = 0,000), ada hubungan negatif antara waktu paparan dengan ketajaman penglihatan (p = 0,004 dan r = -0,312), dan pemakaian alat pelindung mata mempunyai peranan paling besar dalam menentukan gangguan ketajaman penglihatan (coefficient ? = 0,181). Ada perbedaan ketajaman penglihatan antara responden yang memakai alat pelindung mata dan responden yang tidak memakai alat pelindung mata, ada hubungan antara waktu paparan dengan ketajaman penglihatan.Kata Kunci: Ketajaman penglihatan, alat pelindung mata, waktu paparan, bengkel las 

Page 7 of 17 | Total Record : 168