cover
Contact Name
Merita Eka Rahmuniyati
Contact Email
jurnal_formilkesmas@respati.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal_formilkesmas@respati.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati
ISSN : 25025570     EISSN : 25500864     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) KESMAS RESPATI (p-ISSN: 2502-5570, e-ISSN: 2550-0864) is a peer-reviewed journal that publishes scientific articles from various public health disciplines (biostatistics and demography, epidemiology, health education and behavioral science, health policy administration, environmental health, nutrition, reproductive health, occupational health and safety.
Arjuna Subject : -
Articles 168 Documents
distinguish test of health promotion media toward skin diseases prevention zahara, amalina; setyaningsih, yuliani; suroto, suroto
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 4, No 1 (2019): Vol 4 Nomor 1 April 2019
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.085 KB)

Abstract

Garbage transport officer risky for skin disease cause direct contact with various types of trash.  A skin disease worsening the condition could reduce productivity and health if not addressed seriously because it is very disturbing for the convenience of patients. The aim of this study was to compare health promotion with lecture and poster on the knowledge and attitudes of  skin diseases preventionThis study was a quasy-experimental with pre-post test two group design. Total subjects was 32 divided into 2 groups, namely speech group and poster group. Lecture intervention was given twice, which is lecture and lecture with forum group discussion (FGD). Interventions using posters are given for 2 weeks. Knowledge and attitude about prevention of disease skin obtained from questionnaire before and after education. Effect of disease skin  prevention on knowledge and attitude in both groups were tested used Mann-Whitney and Wilcoxon.There was an increase in knowledge of skin diseases prevention in the lecture group (p-value=<0,001) and poster groups (p-value=0,257), but there was no increase in attitude in both group. There was a difference between post-test scores skin diseases prevention knowledge in speech and poster group (p<0,05). However, there was no difference in attitude changing in both groups.The results revealed that health promotion with lecture dan poster media can affect in knowledge garbage transport officer  of  skin diseases prevention. Lecture was more effective at increasing knowledge than poster media
posisi kerja, kebiasaan olahraga dan merokok mempengaruhi keluhan nyeri punggung bawah (npb) pada pekerja bagian produksi tiang pancang di pt. x tahun 2018 syuhada, ambar dani; nurikhlas, novia; abdillah, asep dian
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 4, No 1 (2019): Vol 4 Nomor 1 April 2019
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.192 KB)

Abstract

Nyeri punggung bawah (NPB) adalah nyeri yang terasa diantara sudut iga terbawah sampai lipat pinggang bawah yaitu di daerah lumbal atau lumbo-sakral. Data untuk jumlah penderita NPB di Indonesia secara keseluruhan merupakan keluhan yang paling banyak dijumpai dengan angka prevalensi mencapai 49%.Penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara posisi kerja, kebiasaan olahraga dan status merokok terhadap keluhan nyeri punggung bawah (NPB) pada pekerja bagian produksi tiang pancang di PT. X Tahun 2018.Rancangan penelitian yang digunakan yaitu cross sectional. Jumlah sampel yang diteliti sebanyak 35 rsponden, sampel dipilih dengan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara menggunakan kuesioner terstruktur dan observasi. Analisis data menggunakan uji kai-kuadrat.Penelitian menunjukkan pekerja menggalami keluhan nyeri punggung berat 54,3%, posisi kerja risiko tinggi 57,1%, jarang olah raga 51,4% dan pekerja merokok 68,6%. Ada hubungan antara posisi kerja (p =0,001), kebiasaan olahraga (p=0,026) dan status merokok (p=0,001) dengan keluhan nyeri punggung bawah (NPB).Melakukan safety briefing sebelum bekerja, menghimbau seluruh pekerja untuk melakukan stretcing untuk peregangan otot punggung, dan perusahaan bekerja sama dengan rumah sakit melakukan pemeriksaan kesehatan pekerja secara berkala.
factors related to the event of gastritis disease in kelurahan tanjung pinang, jambi city in 2018 yenni, melda; sugiarto, sugiarto; rumiati, rumiati
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 4, No 1 (2019): Vol 4 Nomor 1 April 2019
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.554 KB)

Abstract

Non-communicable diseases are a major health problem in developing countries that are experiencing a demographic transition and a decline in lifestyle in their communities. The WHO 2013 World Health Research Agency, conducted a review of several countries in the world, obtained a percentage of gastritis in the world, including Britain 22%, China 31%, Japan 14.5%, Canada 35%, and France 29.5%. Based on data from the Jambi City Health Office from 20 puskesmas the number of gastritis cases was 83.21% and the highest number of gastritis events was at tanjung pinang health center, which was 5.91%. This study was conducted to determine the factors associated with the incidence of gastritis in Tanjung Pinang Village, Jambi City. The research design used was quantitative with a cross sectional approach. The population in this study was the productive age community in the area of Tanjung Pinang which numbered 9,489 people. The sampling technique uses Random Sampling techniques with a total sample of 95 respondents. This research was conducted on September 28, October 16, 2018. Data obtained were analyzed by univariate and bivariate using the Chi-Square test. The results showed that there was a relationship between eating patterns with the incidence of gastritis p-value 0,000 (P-Value <0.05), coffee consumption with the incidence of gastritis p-value 0.027 (P-Value <0.05) and the relationship of stress levels with Gastritis incidence p-value 0,000 (P-Value <0.05). It is expected that respondents and the community will always maintain a regular diet, reduce or limit coffee consumption in a day, and exercise for one hour and relax regularly, recreation/refreshing, share or manage work time properly
evaluasi program kesehatan pengendalian penyakit demam berdarah dengue (p2dbd) di dinas kesehatan kabupaten sleman, yogyakarta ningsih, dwi putri sulistiya
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 4, No 1 (2019): Vol 4 Nomor 1 April 2019
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.249 KB)

Abstract

Di Kabupaten Sleman Provinsi Yogyakarta, pada tahun 2013, total kasus DBD sebanyak 736 kasus dan 4 orang meninggal. Tahun 2014 kasus DBD menurun menjadi 538 kasus dan 4 orang meninggal. Pada Januari-Maret 2015 kasus DBD sebanyak 176 kasus dan 4 orang meninggal. Berdasarkan angka kesakitan dan kematian DBD selama 5 tahun terakhir dan hasil penetapan prioritas masalah kesehatan di Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, maka perlu dilakukan evaluasi program Pengendalian Penyakit Demam Berdarah Dengue (P2DBD). Tujuan untuk melakukan evaluasi program P2DBD. Penelitian deskriptif, dilaksanakan di 17 Puskesmas dan Dinas Kesehatan di Kabupaten Sleman, menggunakan model evaluasi sistem analisis meliputi masukan (input), proses (process), dan keluaran (output). Sampel diambil dengan teknik purposive sampling.  Pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumentasi dan wawancara. 1) Input: Dana yang diterima setiap puskesmas berbeda-beda. Petugas P2DBD memiliki usia pada rentang 41-50 tahun (58.82%) dengan pendidikan SMA/SPK (29.41%) dan jabatan rangkap (35.29%). Petugas belum mendapatkan pelatihan (64.71%). Kesediaan formulir belum lengkap. Swingfog yang dapat dioperasionalkan sebanyak 53 buah (85.48%) dan yang rusak sebanyak 8 buah (12.90%). 2)Proses: Pelatihan website/IT, belum pernah dilakukan. 3) Output: Cakupan ABJ 75% hingga 93%. Untuk HI dan CI hanya beberapa puskesmas yang melakukan perhitungan. 4) Outcome: Insiden Rate tertinggi adalah puskesmas Mlati II sebesar 138.3 per 100.000 penduduk dan IR terendah adalah puskesmas Turi sebesar 0 sedangkan CFR tertinggi di Puskesmas Ngemplak 1 (33.33%). Pelaksanaan Program Kesehatan (P2DBD) di Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Sleman masih menemui berbagai kendala mulai dari aspek Input, Proses dan Output. Kendala tersebut mempengaruhi keberhasilan pelaksanaan program P2DBD dilihat dari masih tingginya kasus DBD di Sleman.    
gambaran resiko penularan terhadap keluarga dengan pasien tb paru di salatiga tode, retty satigja; kurniasari, maria dyah; fretes, fiane de; sanubari, theresia pratiwi elingsetyo
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 4, No 1 (2019): Vol 4 Nomor 1 April 2019
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.262 KB)

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit yang menjadi perhatian global. Salatiga adalah Kota yang memiliki kasus Tuberkolusis terbanyak no.4 di Jawa Tengah. Resiko tertinggi terinfeksi kuman TB Paru adalah seseorang yang paling memiliki kontak dengan pasien TB Paru. Tujuan penelitian ini adalah memberikan gambaran mengenai resiko penularan terhadap keluarga dengan pasien TB Paru di Salatiga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Jenis data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terbagi menjadi data primer, data sekunder, data pendukung. Penelitian dilakukan pada lima orang partisipan untuk proses pengambilan data. Partisipan merupakan anggota keluarga yang tinggal serumah sekaligus merawat pasien TB Paru.Dari hasil penelitian ini, diperoleh empat tema yaitu: pengetahuan anggota keluarga tentang Tb Paru, Lama waktu interaksi antara pasien Tb Paru dengan keluarga, skrining Tb Paru oleh keluarga, penanganan  oleh keluarga terhadap pasien Tb Paru. Masih adanya resiko penularan yang terjadi pada keluarga atau partisipan. Hal ini dikarenakan partisipan memiliki kesadaran yang kurang terhadap penularan TB Paru, lama waktu antara partisipan yang bersama dengan pasien Tb Paru dan kurang pengawasan minum obat.
analisis penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (k3) puskesmas di kabupaten semarang menggunakan re-aim framework prasetyowati, januar diyah; denny, hanifa maher; suroto, suroto
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 4, No 1 (2019): Vol 4 Nomor 1 April 2019
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (37.357 KB)

Abstract

Puskesmas sebagai sarana pelayanan kesehatan masyarakat menjadi tempat yang memiliki risiko tinggi terhadap terjadinya penularan penyakit.    Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) puskesmas ditujukan untuk dapat mengurangi risiko terjadinya kecelakaan kerja dan Penyakit Akibat Kerja (PAK) di puskesmas.  Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Puskesmas di Kabupaten Semarang telah dilaksanakan sejak tahun 2010 namun hingga saat ini belum pernah dilakukan evaluasi tentang efektifitas pelaksanaan K3 puskesmas serta dampaknya terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan K3 puskesmas di Kabupaten Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan lima dimensi RE-AIM framework untuk mengevaluasi penerapan K3 puskesmas di Kabupaten Semarang..Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) puskesmas telah diterapkan di seluruh puskesmas yang diteliti, meskipun dalam penerapannya terdapat perbedaan pemahaman.  Perbedaan dalam penerapan K3 puskesmas disebabkan oleh perbedaan proses sosialisasi yang dialami oleh puskesmas
faktor risiko kejadian miopia anak ( annisa, a. fitria nur; abdullah, a. zulkifli; russeng, syamsiar r
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.904 KB) | DOI: 10.35842/formil.v4i2.265

Abstract

Jumlah kasus Kelainan Refraksi di BKMM Kota Makassar tahun 2016 sebanyak 8105 kasus (29%). Penelitian bertujuan untuk menilai besar risiko jenis kelamin, riwayat keluarga, kebiasaan membaca buku dan kebiasaan menonton televisi terhadap kejadian miopia pada anak (<20 tahun) di BKMM Kota Makassar Tahun 2017. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan case control study. Penarikan sampel dilakukan dengan teknik sistematik random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 164 orang anak (<20 tahun) yang terdiri dari 82 kasus dan 82 kontrol. Data dianalisis menggunakan uji Odds Ratio dan multiple logistic regression. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berisiko terhadap kejadian miopia, yaitu jenis kelamin (OR= 2,939; 95%CI: 1,543-5,600), riwayat keluarga (OR= 3,839; 95%CI: 1,961-7,518), jarak membaca buku (OR= 8,517; 95%CI: 3,764-19,273), durasi membaca buku (OR= 3,546; 95% CI: 1,662-7,565), jarak menonton televisi (OR= 3,864; 95%CI: 1,518-5,403) dan durasi menonton televisi (OR= 7,474; 95%CI: 3,463-16,129). Hasil analisis regresi logistik menunjukkan bahwa durasi menonton televisimerupakan faktor yang paling berisiko terhadap kejadian miopia (OR= 18,457; 95%CI: 5,081-67,050). Kesimpulannya, variabel jenis kelamin, riwayat keluarga, kebiasaan membaca buku dan kebiasaan menonton televisi merupakan faktor risiko kejadian miopia anak (<20 tahun) di BKMM Kota Makassar.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK INDIVIDU PENDERITA HIPERTENSI DENGAN DERAJAT HIPERTENSI DI PUSKESMAS DEPOK II SLEMAN YOGYAKARTA Chasanah, Siti Uswatun; Syarifah, Nuryeti
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/formil.v2i1.29

Abstract

Latar Belakang: Karakteristik merupakan ciri atau karateristik yang secara alamiah melekat pada diri seseorang yang meliputi umur, jenis kelamin, ras/suku, pengetahuan, agama/ kepercayaan dan sebagainya. Hipertensi adalah suatu kondisi tekanan darah seseorang berada di atas angka normal yaitu 120/80 mmHg. Dejarat hipertensi adalah klasifikasi hipertensi yang ditentukan berdasarkan tekanan darah tertinggi baik sistolik atau diastolik yang terjadi pada saat pengukuran tekanan darah.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan karakteristik individu penderita hipertensi dengan derajat hipertensi di Puskesmas Depok II Sleman.Metode: Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan desain cross sectional study. Populasi dalam penelitian iniadalah pasien hipertensi yang berkunjung ke Puskesmas Depok II Sleman. Sampel sebesar 55 responden. Pengambilan data menggunakan uji Chi Square dengan tingkat kepercayaan 95% dan ? = 0,05. Hasil: Berdasarkan analisis bivariat, tidak ada hubungan antara usia penderita hipertensi dengan derajat hipertensi yaitu nilai (p = 0,683), tidak ada hubungan antara jenis kelamin penderita hipertensi dengan derajat hipertensi yaitu nilai (p = 0,522), tidak ada hubungan antara pendidikan penderita hipertensi dengan derajat hipertensi yaitu nilai (p = 0,723), tidak ada hubungan antara pekerjaan penderita hipertensi dengan derajat hipertensi yaitu nilai (p = 0,901), dan tidak ada hubungan antara penghasilan penderita hipertensi dengan derajat hipertensi yaitu nilai (p = 0,836).Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara karakteristik individu (usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, dan penghasilan) penderita hipertensi dengan derajat hipertensi di Puskesmas Depok II Sleman.Kata Kunci: Karakteristik Individu, Hipertensi, Derajat Hipertensi
faktor risiko kemungkinan timbulnya diabetes melitus pada remaja di kabupaten sleman (skoring DM menggunakan findrisc) sahayati, sri
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.58 KB) | DOI: 10.35842/formil.v4i2.271

Abstract

Diabetes merupakan penyakit tidak menular yang menjadi penyebab kematian di dunia. Di Indonesia jumlah kasus diabetes berada pada urutan kedua setelah hipertensi. Faktor risiko terjadinya diabetes adalah riwayat keluarga, konsumsi manis, aktifitas fisik, obesitas dan genetik. Diperkirakan pada tahun 2040 di dunia akan ada kenaikan kasus diabetes hingga mencapai angka 642 juta. Pola hidup yang sudah berubah akan mempengaruhi setiap generasi, dan ini pula yang sudah terjadi pada kalangan remaja di Indonesia. Remaja saat ini adalah orang dewasa pada sepuluh atau dua puluh tahun ke depan sehingga pemeriksaan dan kewaspadaan akan penyakit diabetes perlu dilakukan. FINDRISC adalah sebuat alat bantu untuk menentukan apakah individu termasuk orang yang mempunyai faktor risiko diabetes.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko timbulnya diabetes pada kelompok remaja di Kabupaten Sleman. Desain penelitian ini adalah analitik korelasional, yaitu mencari hubungan antara faktor-faktor yang berisiko terhadap timbulnya DM (dengan menghitung skor DM menggunakan aplikasi FINDRISC) pada remaja. Hasil dari penelitian ini, variabel yang berhubungan dengan FINDRISC adalah riwayat keluarga (p val=0.000), kadar gula darah (p val=0.003), aktivitas fisik (p val=0.000), dan konsumsi sayur dan buah (p val=0.018). Sedangkan variabel yang tidak berhubungan adalah tekanan darah (p val=0,087), IMT (p val=0.320), dan lingkar perut (p val=0.082). Analisis multivariat diperoleh secara rata-rata, skor findrisc lebih tinggi 2,54 poin pada orang yang memiliki riwayat keluarga dibanding yang tidak memiliki riwayat keluarga, skor findrisc lebih rendah 3,49 poin pada orang yang memiliki aktivitas fisik yang tidak memiliki aktivitas fisik, dan secara rata-rata, skor findrisc lebih rendah 1,58 poin pada orang yang mengkonsumsi sayur buah dibanding yang tidak mengkonsumsi sayur buah. Kesimpulan penelitian ini riwayat keluarga, kadar gula darah, aktvitas fisik dan konsumsi buah dan sayur berhubungan dengan skor FINDRISC remaja.
hubungan sikap kerja berdiri dan beban kerja fisik dengan kelelahan kerja pada pekerja di bagian produksi pabrik kayu lapis yogyakarta sumekar, ariana; anisah, nur; yunus, fitriyani ida y
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.756 KB) | DOI: 10.35842/formil.v4i2.266

Abstract

Kelelahan kerja merupakan permasalahan yang umum di tempat kerja yang sering kita jumpai pada tenaga kerja. Hasil penelitian masih ditemukan kecelakaan kerja yang disebabkan oleh faktor kelelahan. Hal ini masih di sebabkan beberapa hal, diantaranya sikap kerja berdiri yang tidak ergonomis serta beban kerja fisik yang berlebihan. Apabila tidak ditangani dengan baik akan menyebabkan kecelakaan pada pekerja itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sikap kerja berdiri dan beban kerja fisik dengan kelelahan kerja pada pekerja dibagian produksi Pabrik Kayu Lapis Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Pabrik Kayu Lapis Yogyakarta. Sampel diambil dengan metode purposive samplingdengan jumlah sampel 67 pekerja. Pengambilan data dengan mengukuran denyut nadi, kuesioner dan lembar observasi Rapid Entry Body Assesment (REBA). Data diolah dan dianalisis menggunakan uji kolerasi spearman rank dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil penelitian didapatkan bahwa sikap kerja berdiri pekerja dibagian produksi Pabrik Kayu Lapis Yogyakarta yang memiliki risiko sedang 19,4%, tinggi 77,6% dan sangat tinggi 3,0%. Beban kerja fisik pekerja dibagian produksi Pabrik Kayu Lapis Yogyakarta yang memiliki beban kerja fisik rendah sebanyak 76,1% dan sedang sebanyak 23,9%. Kelelahan kerja pekerja dibagian produksi Pabrik Kayu Lapis Yogyakarta yang memiliki kategori lelah 46,3% dan sangat lelah 53,7%. Kesimpulannya tidak ada hubungan antara sikap kerja berdiri dengan kelelahan kerja pada pekerja dibagian produksi Pabrik Kayu Lapis Yogyakarta  (p=0,823). Ada hubungan antara beban kerja fisik dengan kelelahan kerja pada pekerja dibagian produksi Pabrik Kayu Lapis Yogyakarta  (p=0,003)

Page 6 of 17 | Total Record : 168