cover
Contact Name
Merita Eka Rahmuniyati
Contact Email
jurnal_formilkesmas@respati.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal_formilkesmas@respati.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati
ISSN : 25025570     EISSN : 25500864     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) KESMAS RESPATI (p-ISSN: 2502-5570, e-ISSN: 2550-0864) is a peer-reviewed journal that publishes scientific articles from various public health disciplines (biostatistics and demography, epidemiology, health education and behavioral science, health policy administration, environmental health, nutrition, reproductive health, occupational health and safety.
Arjuna Subject : -
Articles 168 Documents
identifikasi perkembangan balita dengan metode kpsp terhadap status gizi balita di boyolali nurhayati, isnani; hidayat, anas rahmad
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.828 KB) | DOI: 10.35842/formil.v4i2.269

Abstract

Data dari Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 menunjukkan masih adanya status gizi kurang dan buruk 17% di Indonesia, Sedangkan tahap perkembangan balita saat ini mennejtukan masa depan bangsa. Status gizi sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan balita terutama balita karena berkaitan erat dengan kesehatan dan kecerdasan. Status Gizi tahun 2015 menunjukkan bahwa balita menurut indeks berat badan per usia didapatkan hasil 79,7% gizi baik; 14,9% gizi kurang dan 3,8% gizi buruk dan 1,5% gizi lebih.Penelitian ini bertuan untuk mengidentifikasi perkembangan balita dengan metode Kuesioner Pra Skrining Perkembangan balita terhadap status gizi balita.Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional.berlokasi di wilayah binaan Puskesmas Cepogo Boyolali.Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Non Probability sampling dengan Purposive Sampling, besar sampel menggunakan rumus Slovin didapatkan 92 balita yang akan dijadikan responden.Pengumpulan data menggunakan antropometri dan tes perkembangan dengan metode KPSP  sedangkan status gisi ditentukan dengan z-scor. Data dianalisa secara bivariat dan univariat (chi- square).Hasil : Penelitian ini menunjukkan perkembangan balita sesuai dengan umurnya yaitu berjumlah 68,5%. Status gizi balita menurut BB/U adalah baik, menurut TB/U dengan status gizi Normal 81,5%, menurut (BB/TB status gizi normal 71,7%, menurut IMT/U status gizi Normal 78,3%. Ada hubungan identifikasi perkembangan dengan metode KPSP terhadap status gizi balita ditunjukkan dengan p value =0,000<?=0,05.Kesimpulan : Ada hubungan Identifikasi perkembangan balita dengan metode KPSP terhadap status gizi balita.. 
analisis kejadian ketuban pecah dini pada ibu bersalin di klinik pratama melania pademangan jakarta utara tahun 2017 susanti, betty nir; kridawati, atik; raharjo, tri budi wahyuni
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.446 KB) | DOI: 10.35842/formil.v3i2.173

Abstract

Latar Belakang: Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia pada tahun 2015 mencapai 305/ 100.000 kelahiran hidup. AKI di Jakarta Utara tahun 2017 mencapai 19 kasus kematian ibu. Penyebab angka kematian ibu karena adanya infeksi, infeksi  yang dialami ibu sebagian besar dikarenakan adanya masalah pada kehamilan dan persalinan, salah satunya adalah ketuban pecah dini (45%). Dari studi pendahuluan yang dilakukan di Klinik Pratama Melania Pademangan Jakarta Utara tahun 2017 jumlah ibu bersalin sebanyak 425 orang dengan ketuban pecah dini sebanyak 99 (23,29%).Tujuan: penelitian untuk mempelajari dan menjelaskan faktor apa saja yang berhubungan dengan kejadian ketuban pecah dini pada ibu bersalin.Metode: penelitian survey analitik dengan rancangan penelitian case control. Kasus adalah ibu bersalin dengan ketuban pecah dini. Kontrol adalah ibu bersalin yang tidak mengalami ketuban pecah dini. Besar sampel sebanyak 297 ibu bersalin (kasus : 99 ibu bersalin dan kontrol : 198 ibu bersalin). Instrument penelitian adalah formulir. Analisis data menggunakan univariat, bivariat menggunakan uji chi – square dan multivariat dengan menggunakan logistic regression.Hasil: Penelitian ini menemukan variabel paritas dan berat badan bayi berhubungan signifikan dengan kejadian ketuban pecah dini (p < 0,05). Variabel yang tidak berhubungan adalah anemia, presentasi janin, umur dan riwayat ketuban pecah dini (p > 0,05). Variabel riwayat ketuban pecah dini sebagai variabel counfounding. Variabel dominan adalah berat badan bayi (p value 0,001;OR 3.056).Kesimpulan: Berat badan bayi > 4000 gram memiliki peluang 3 kali lebih besar mengalami ketuban pecah dini dibandingkan dengan berat badan bayi ≤ 4000 gram. 
the differences of intrapartum types to the risk of postpartum depression on primiparous mother in public hospital of yogyakarta municipality riansih, chici; makiyah, sri nabawiyati nurul; kartini, farida
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.232 KB) | DOI: 10.35842/formil.v4i2.264

Abstract

Postpartum depression is one of serious problems that women experience after giving birth. Depression symptoms found in postpartum mothers include sadness, anxiety, crying, temperament, lack of appetite, insomnia, and inattentive to the baby. It is a part of the symptoms of maternal psychological disorders that lead to the postpartum depression. This study used quantitative research with analytic observational research design. The population of primiparous postpartum mothers is 60 people consisting of 20 postpartum mothers of Sectio Caesarea, 20 spontaneous postpartum mothers, and 20 vacuum extraction postpartum mothers in the Public Hospital of Yogyakarta Municipality. The sampling teachnique used consecutive sampling. The study utilized Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) questionnaire. Bivariate analysis used ANOVA statistical test followed by post hoc test and Chi-Square test with 95% of confidence level. The results of the analysis show Respondents data who were at risk of postpartum depression in Sectio Caesarea intrapartum (16 or 80%) compared to vacuum extraction intrapartum (5 or 13%) and spontaneous intrapartum (7 or 35%). There was a difference on the type of Sectio Caesarea intrapartum with spontaneous intrapartum and vacuum extraction with the risk of postpartum depression of p-value = 0.001 (p <0.05). The difference of the risk was significant on the type of Sectio Caesarea intrapartum when compared with vacuum extraction and spontaneous intrapartum, while between vacuum extraction and spontaneous intrapartum was not significantly different. The conclusion of this study is that there are differences in the type of Sectio Caesarea intrapartum with spontaneous intrapartum and vacuum extraction on the risk of postpartum depression among primiparous mothers in Public Hospital of Yogyakarta Municipality.
pemanfaatan posyandu lansia giri wreda di dusun paduresan, desa imogiri, kabupaten bantul widyaningsih, destu satya
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.29 KB) | DOI: 10.35842/formil.v3i2.180

Abstract

Latar Belakang: posyandu lansia adalah pos pelayanan terpadu untuk para lansia.meliputi pemeriksaan kesehatan fisikdan mental emosional yang dicatat dan dipantau dengan Kartu Menuju Sehat (KMS).Tujuan: mengetahui faktor yang mempengaruhi analisis pemanfaatan posyandu lansia Giri Wreda di Dusun Paduresan, Desa Imogiri, Kabupaten Bantul.Metode: desain penelitian menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dengan metode accidental sampling. Jumlah responden 50 lanjut usia. Uji analisis menggunakan uji Chi Square.Hasil: Hasil analisis penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan posyandu lansia pada tingkat rendah (48%). Sedangkan p-value pada faktor yang mempunyai hubungan bermakna dalam pemanfaatan posyandu lansia adalah dukungan keluarga sebesar 0,028, sedangkan faktor lainnya yaitu pengetahuan sebesar 0,677, sikap lansia sebesar 0,668 dan peran kader sebesar 0,543 pada penelitian ini mempunyai hubungan tapi tidak bermakna dalam pemanfaatan posyandu lansia.Kesimpulan: Pemanfaatan posyandu lansia Giri Wreda kurang dimanfaatkan (rendah). Faktor yang mempunyai hubungan bermakna dalam pemanfaatan posyandu lansia adalah dukungan keluarga, akan tetapi hasil analisis menunjukkan dukungan yang masih kurang atau kecil terhadap pemanfaatan posyandu lansia Giri Wreda. Faktor yang lainnya adalah peran kader, pengetahuan dan sikap lansia.
PERAN PETUGAS KESEHATAN DALAM PENANGGULANGAN GAKY DI PUSKESMAS CANGKRINGAN KABUPATEN SLEMAN DI YOGYAKARTA Yuliana Purnama Sari Min, Ayu Fitriani,
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.894 KB) | DOI: 10.35842/formil.v1i1.4

Abstract

Intisari Daerah Cangkringan merupakan daerah yang sebelumnya merupakan daerah endemis GAKY dan menjadi non endemis GAKY. Hasil survei GAKY Kabupaten Sleman tahun 2003 angka TGR  tertinggi 39,5% adalah Kecamatan Cangkringan. Pemeriksaan terhadap sampel garam pada Puskesmas Cangkringan  menghasilkan data, yaitu pada tahun 2010 yang diambil sampel dari 5 desa yaitu, Desa Wukirsari, Desa Argomulyo, Desa Glagaharjo, Desa Kepuharjo, dan Desa Umbulharjo kategori desa yang memiliki garam beryodium yang baik adalah Desa Glagaharjo dan Desa Umbulharjo sebesar 40 %. Dari hasil pemeriksaan garam tingkat rumah tangga, setiap desa sudah menggunakan garam beryodium. Tujuan penelitian ini mengetahui peran petugas kesehatan dalam penanggulangan GAKY di Puskesmas Cangkringan Kabupaten Sleman DI Yogyakarta.Metode Penelitian : Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Cangkringan Sleman, DIY. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan metode kualitatif. Informan penelitian adalah Kepala Puskesmas, Kepala Subbagian Tata Usaha dan Petugas Gizi. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam.Hasil menunjukkan peran Kepala Puskesmas, Kepala Subbagian Tata Usaha dan Petugas Gizi dalam perencanaan sebagai perumusan program, penentu anggaran, pengorganisasian sebagai pengambil kebijakan, pembagian tugas, pelaksanaan kegiatan berperan sebagai melibatkan lintas sektor dan lintas program sebagai penggerak kegiatan, pemantauan berperan sebagai manajerial kegiatan serta melakukan pemeriksaan garam beryodium dan evaluasi berperan koordinator evaluasi dalam memberikan intervensi kegiatan penanggulangan GAKY di masyarakat yang dilakukan pada saat RAKOR desa dan pertemuan lainnya yang dilaksanakan di desa wilayah kerja Puskesmas Cangkringan.Keberhasilan penanggulangan GAKY di Puskesmas Cangkringan tidak terlepas dari peran petugas kesehatan dalam fungsi manajemen yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi kegiatan yang dijalankan sebagai patokan dalam mencapai keberhasilan program penanggulangan GAKY. Kata Kunci : Peran,  petugas kesehatan, penanggulangan, GAKY, fungsi manajemen
analisis perilaku pekerja seks komersial dalam memanfaatkan layanan kesehatan di lokalisasi tegal panas kecamatan bergas kabupaten semarang sunarti, sunarti; suratmi, tri; darwis, darnialis
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.359 KB) | DOI: 10.35842/formil.v4i2.270

Abstract

Infeksi Menular Seksual suatu penyakit yang disebabkan oleh bakteri, virus, parasit, atau jamur yang ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui kontak atau hubungan seksual. Pengidap terbanyak di Indonesia adalah mereka yang berusia produktif umur 20-39 tahun. Di Indonesia jumlah kasus IMS dengan penegakan diagnosa berdasarkan pendekatan sindrom dan pemeriksaan laboratorium menurut kelompok risiko tertinggi adalah wanita pekerja seks dengan jumlah 8.765 kasus. Pekerja Seks Komersial berisiko tertular penyakit menular seksual. IMS dapat meningkatkan risiko tertular infeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus) , sehingga membuat mereka mempunyai peluang untuk terkena IMS dengan pekerjaannya melayani banyak pelanggan yang berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku pekerja seks komersial dalam memanfaatkan layanan kesehatan di Lokalisasi Tegal Panas. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subyek dalam penelitian ini adalah 6 PSK dan 3 informan kunci (Petugas Kesehatan dan Mucikari). Objek dalam penelitian ini yaitu perilaku PSK dalam memanfaatkan layanan kesehatan. Metode dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara mendalam dan FGD yang dilakukan di Lokalisasi Tegala Panas dengan menggunakan analisis data yaitu analisis conten dan reduksi data. Pengetahuan PSK seperti tanda gejala dan jenis-jenis mengenai IMS masih kurang, namun cukup baik dalam hal pencegahan dan pengobatan IMS, sebagian besar  mereka melindungi diri dengan meminum antibiotik dan mencuci alat kelamin dengan antiseptic. Penggunaan kondom didasarkan kesepakatan dengan pelanggan serta layanan kesehatan yang belum dimanfaatkan oleh semua PSK yang ada di Lokalisasi.
gambaran pelaksanaan kesehatan kerja sektor informal melalui pos upaya kesehatan kerja (ukk) di daerah istimewa yogyakarta suwarto, suwarto; aini, nur; sukismanto, sukismanto
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.428 KB) | DOI: 10.35842/formil.v5i1.300

Abstract

Pelaksanaan kesehatan dan keselamatan kerja pada sektor formal telah terlaksana dengan baik dan dikelola secara profesional oleh pemilik usaha serta mendapat monitoring yang baik dari kementerian tenaga kerja RI. Pelaksanaan kesehatan dan keselamatan kerja pada tempat kerja sektor informaltergantung dari pemahaman dan kemauan untuk melindungi tenaga kerja, barang, alat serta hasil produksi yang dihasilkan.Keberadaan kader pos UKK dan pembimbing kesehatan kerja dapat menjadi fasilitator dalam pelaksanaan kesehatan kerja sektor informal, namun dalam kenyataannya program dari puskesmas baru sekedar membentuk pos UKK.Metode Peneltian deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian di Dinas kesehatan Provinsi DIY, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman dan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Puskesmas di wilayah kerja dinas kesehatan kabupaten sleman dan kota Yogyakarta beserta kader Pos UKK di wilayah tersebut. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Jumlah sampel 6 responden. Analisis data kualitatif dilakukan penyusunan transkrip data hasil wawancara kemudian dilakukan reduksi data dengan menggabungkan data yang sama dari subyek-subyek yang berbeda, kemudian dilanjutkan dengan kesimpulan.Hasil peneltian diketahui bahwa kebijakan dari dinas kesehatan belum secara spesifik dikeluarkan, dinas kesehatanan sebatas meneruskan regulasi yang ada dari kementerian kesehatan RI dan melakukan sosialisasi maupun fasilitasi. Penganggaran dan kegiatan belum spesifik untuk target pekerjaan pada pos UKK namun pelaksanaan kesehatan kerja dijadikan satu pada kegiatan lain di masyarakat. Kesimpulannya dinas kesehatan belum memiliki kebijakan yang spesifik, tanaga fungsional pembimbing kesehatan kerja belum ada di Puskesmas dan program kerja belum berjalan dengan optimal.
ketajaman penglihatan ditinjau dari pemakaian alat pelindung mata dan waktu paparan pekerja las di kota yogyakarta Alfanan, Azir
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.832 KB) | DOI: 10.35842/formil.v1i1.306

Abstract

Ketajaman penglihatan merupakan salah satu masalah Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di bengkel las.  Pemakaian alat pelindung mata, kekuatan penerangan atau pencahayaan, waktu papar, masa kerja, kelainan refraksi dan umur merupakan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi ketajaman penglihatan pekerja las. Di Yogyakarta terdapat 15 bengkel las yang sebagian besar belum pernah dilakukan pemeriksaan visus mata sehingga tidak diketahui ketajaman penglihatan pekerja bengkel las.Tujuan umum penelitian ini adalah melindungi pekerja bengkel las dari risiko gangguan ketajaman penglihatan yang ditinjau dari pemakaian alat pelindung mata, dan waktu paparan. Sedangkan tujuan khusus penelitian ini adalah untuk mengetahui, mengkaji, menganalisis, dan membuktikan hubungan antara perbedaan pemakaian alat pelindung mata terhadap ketajaman penglihatan, dan hubungan antara waktu paparan dengan ketajaman penglihatan pekerja bengkel las di Kota Yogyakarta. Jenis penelitian ini menggunakan metode analitik dengan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan kriteria inklusi yaitu bersedia menjadi responden tidak sedang menderita anemia dan Diabetes Melitus (DM) dan kriteria eksklusi yaitu pekerja tidak sedang sakit sehingga tidak bisa diambil datanya. Hasil penelitian menunjukkan sejumlah 65 orang mempunyai ketajaman penglihatan normal dan 19 orang yang mempunyai ketajaman penglihatan sudah buruk. Hasil analisis menunjukkan ada perbedaan ketajaman penglihatan antara responden yang memakai dan yang tidak memakai alat pelindung mata (p = 0,000), ada hubungan negatif antara waktu paparan dengan ketajaman penglihatan (p = 0,004 dan r = -0,312), dan pemakaian alat pelindung mata mempunyai peranan paling besar dalam menentukan gangguan ketajaman penglihatan (coefficient β = 0,181). Ada perbedaan ketajaman penglihatan antara responden yang memakai alat pelindung mata dan responden yang tidak memakai alat pelindung mata, ada hubungan antara waktu paparan dengan ketajaman penglihatan.
koping masalah fisiologis pada ibu hamil hiv di yogyakarta fitriani, ayu; krisdiyanto, joko
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.406 KB) | DOI: 10.35842/formil.v5i1.301

Abstract

Latar Belakang: Rentannya kondisi fisik akibat rendahnya imunitas pada ibu hamil dengan HIV mengakibatkan ibu mudah terkena penyakit infeksi oportunistik. Selain itu efek samping terapi ARV memperparah keadaan fisiologis ibu. Untuk itu, upaya yang dilakukan oleh ibu hamil HIV baik secara mental maupun perilaku dalam penenerimaan masalah fisiologis penting untuk diketahui karena akan berdampak pada keberhasilan program PPIA.Tujuan : untuk menggali masalah dan koping masalah oleh ibu hamil HIV dalam menghadapi permasalahan fisiologis.Metode : Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara secara mendalam (indepth interview) pada 10 ibu yang pernah mengalami kehamilan dengan status HIV positif serta 5 infoman terdiri dari keluarga ibu hamil HIV, teman dekat ibu hamil HIV dan penggurus IPPI DIY.  Keabsahan data meggunakan triangulasi sumber dan analisis data kualitatif menggunakan content analysis.Hasil: Hasil penelitian menemukan enam tema, yaitu berhenti terapi karena efek samping ART, janin penyemangat terapi ARV, khawatir dampak terapi ARV, semangat melihat perjuangan teman ODHA, trauma dengan riwayat kesehatan anak sebelumnya dan keadaan yang sama membuat lebih dekat.Kesimpulan: Efek samping ARV masih dirasakan sebagai masalah fisiologis selain penyakit oportunistik. Koping positif ibu hamil HIV yaitu bersedia mengikuti program PPIA, sedangkan koping negatif yaitu trauma kesehatan anak sebelumnya dan berhenti terapi ARV karena efek samping.
hubungan antara konsumsi junk food, aktivitas fisik dengan status gizi siswa sma negeri 1 jambi Izhar, M. Dody
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.269 KB) | DOI: 10.35842/formil.v5i1.296

Abstract

Junk food mengandung sebagian lemak yang terakumulasi dalam tubuh. Aktivitas fisik yang rendah dan disertai dengan pola makan yang berlebih dapat menimbulkan obesitas. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross sectional. Responden penelitian ini adalah siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Jambi sebanyak 75 siswa kelas XI diambil secara proportionate stratified random sampling. Analisis data menggunakan software analisis statistik chi square dengan tingkat kemaknaan uji p<0,05. Hasil penelitian diketahui bahwa status gizi lebih pada anak sebanyak 37 siswa (49,3%), kebiasaan sering konsumsi junk food sebanyak 45 orang (60%) dan aktivitas fisik sedang sebanyak 45 orang (60%). Ada hubungan secara signifikan kebiasaan konsumsi junk food (p=0,001) dan aktivitas fisik (p=0,000) dengan status gizi pada siswa SMA Kelas XI. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebiasaan sering konsumsi junk food dan aktivitas fisik sedang berhubungan secara signifikan terhadap status gizi pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Jambi.

Page 8 of 17 | Total Record : 168