cover
Contact Name
Eko Prasetio
Contact Email
ruaya@unmuhpnk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ruaya@unmuhpnk.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
ISSN : 23381833     EISSN : 25413155     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 214 Documents
DIFERENSIASI LEUKOSIT IKAN JAMBAL SIAM (PANGASIANODON HYPOPHTHALMUS) YANG DIBERI PAKAN MENGANDUNG JAMU FERMENTASI Juwita Lestari; Henni Syawal; Morina Riauwaty
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v9i1.2606

Abstract

Bahan alami yang digunakan dalam pembuatan jamu fermentasi, seperti kunyit, kencur, dan temulawak. Bahan-bahan ini bersifat antibakteri dan antimikroba, serta dapat meningkatkan kesehatan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan jamu fermentasi pada pakan terhadap diferensiasi leukosit ikan jambal siam (Pangasianodon hypophthalmus) setelah diuji tantang dengan Aeromonas hydrophila. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor, yaitu pemberian jamu fermentasi pada pakan dengan 5 taraf perlakuan dan tiga kali ulangan. Kn: Kontrol negatif (pemberian pakan tanpa diberi jamu fermentasi dan tidak diuji tantang), Kp: Kontrol positif (pemberian pakan tanpa diberi jamu fermentasi dan diuji tantang), P1: P2; dan P3 (Pakan diberi jamu fermentasi dosis 200, 250, dan 300 ppm dan dilakukan uji tantang). Ikan dipelihara dalam akuarium berukuran 40x30x30cm dengan padat tebar 1 ekor/3 L, pemberian pakan sebanyak 10% dari bobot tubuh ikan dan diberikan tiga kali sehari. Hari ke- 32 dilakukan uji tantang dengan A. hydrophila, secara intramuscular dengan kepadatan bakteri 108 CFU/mL sebanyak 0,1mL/ekor. Pengambilan darah dilakukan sebanyak 3 kali, yaitu pertama sebelum perlakuan, kedua hari ke-30 pemeliharaan dan ketiga 14 hari pascaujitantang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa P2 (Pakan yang diberi jamu fermentasi dosis 250 ppm) adalah yang terbaik dengan nilai Total Leukosit 10,26x104 sel/mm3, nilai Limfosit 83,00%, Monosit 8.33%, dan Neutrofil 9,00%. Aktivitas Fagositik 36,33%, kelulushidupan 93,33 % , dan tingkat perlindungan relatif 90% . Dapat disimpulkan bahwa ikan yang diberi pakan mengandung jamu fermentasi dapat meningkatkan respons imun non spesifik ikan jambal siam, dan mencegah terjadinya infeksi A.hydrophila.
PENGARUH FOTOPERIOD DAN PAKAN YANG BERBEDA TERHADAP INDEKS MORFOANATOMI IKAN SELAIS (Ompok hypopthalmus) Lulu Pratiwi; Windarti .; Syafriadiman .
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v8i2.1653

Abstract

Pertumbuhan dan reproduksi ikan dipengaruhi oleh faktor-faktor internal dan eksternal termasuk fotoperiod. Fotoperiod maupun pakan juga mempengaruhi perkembangan gonad. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei hingga Oktober 2018, untuk mengetahui pengaruh fotoperiod dan jenis pakan. Ikan dipelihara dalam bak  fiber berukuran 140 x 60 x 40 cm, dan diletakkan dibawah tenda plastik yang dilengkapi dengan lampu 35 watt (2100 Lumen). Terdapat 3 fotoperiod yang berbeda, yaitu 12 jam terang 12 jam gelap (12T12G), 16 jam gelap (16G8T), dan 24 jam gelap (24G) dan terdapat 3 kombinasi pakan dengan 70% pakan terdiri dari 15% udang dan 15% jangkrik (15U15J), 10% udang dan 20% jangkrik (10U20J), dan 20% udang dan 10% jangkrik (20U10J). Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok. Penyamplingan dilakukan sebanyak 6 kali, sekali seminggu. Parameter yang diukur adalah panjang total, bobot tubuh, faktor kondisi (FK), indeks gonadosomatik (IGS), indeks hepatosomatik (IHS) dan indeks viscerasomatik (IVS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fotoperiod an jenis pakan mempengaruhi pertumbuhan namun tidak mempengaruhi reproduksi ikan. Hasil terbaik terdapat pada perlakuan 24G10U20J, dengan TL 20,58 cm, BB 48,98 g dan FK 0,5 pada akhir penelitian. Pada semua perlakuan, ikan mencapai TKG 3  pada minggu ke-6, namun hanya 2 ekor ikan yang mencapai TKG 4 pada perlakuannn 16G8T20U10J. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pemeliharaan O. hypopthalmus dalam keadaan gelap total memberikan hasil terbaik dalam pertumbuhan ikan, namun tidak mempengaruhi reproduksinya.
VARIASI WARNA, MORFOLOGI DAN KARAKTERISITK HABITAT LOKASI PENANGKAPAN IKAN SEPATUNG (PRISTOLEPIS) Muslim Muslim
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v9i2.2878

Abstract

Indonesia memiliki sumberdaya ikan sangat beragam yang dapat dikembangkan menjadi komoditi budidaya perikanan. Salah satu jenis ikan yang layak untuk dikembangkan adalah ikan sepatung (Pristolepis). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi warna, morfologi dan karakteristik habitat ikan sepatung. Metode pengambilan sampel dilakukan secara sengaja (purposive sampling). Penangkapan ikan menggunakan alat tangkap ikan tradisonal berupa jaring insang, pancing, bubu dan empang. Hasil sampling ditemukan 5 jenis ikan sepatung (Pristolepis) dengan fenotif berbeda. Warna tubuh: coklat-kuning, coklat kehitaman, hitam kekuningan, dan hitam. Jumlah jari-jari pada sirip: punggung (D.XII-XIV. 14-16), ekor (C.20-21), anal (A. III.8-9). Habitat:sungai utama, anak sungai, rawa banjiran, rawa gambut. Air: berarus-tidak berarus. Dasar perairan: berlumpur, berpasir, bergambut. Kualitas air: suhu (25-31 oC), oksigen terlarut (1,36-6,46 mg/L), ammonia (0,000-0,214 mg/L), alkalinitas (4-63 mg/L).
PENGARUH PROBIOTIK PADA PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN LELE MUTIARA (Clarias gariepinus) BUDIDAYA SISTEM BIOFLOK Ita Apriani; Elsari Tanjung Putri
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v9i1.2610

Abstract

Pemberian pakan berlebih berdampak pada menurunnya kualitas air yang mengakibatkan pertumbuhan terhambat dan tingkat kelangsungan hidup ikan yang rendah. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh pemberian probiotik Lactobacillus sp terhadap laju pertumbuhan dan kelulushidupan ikan lele mutiara yang dipelihara menggunakan sistem bioflok. Dosis probiotik yang digunakan adalah 10, 15 dan 20 ml/kg pakan. Penelitian ini menggunakan metode ekperimen dengan rancangan acak lengkap 4 perlakukan dan 3 kali ulangan. Ikan lele dipeliharan selama 30 hari, pemberian pakan 3 kali sehari dengan FR 5% dari biomassa tubuh. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan panjang, kelulushidupan, Feed Convertion Ratio (FCR) dan Spesific Growth Rate (SGR) dianalisa dengan menggunakan ANOVA (P
PENGARUH INJEKSI HORMON HUMAN CORIONIC GONADOTROPIN (hCG) TERHADAP PERKEMBANGAN GONAD IKAN KEBALI (Oesteochilus Schlegeli Blkr) Eko Dewantoro; Purnamawati .; Rachimi .; Rudi Alfian; Akhmad Fadil
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v8i2.2117

Abstract

The purpose of this study is to determine the optimal dose of hCG homrone on gonad maturation of parent prospective of kebali fish through regular injection. The research was carried out in Aquatic Environment Laboratory of Fisheries and Marine Science Faculty, Universitas Muhammadiyah Pontianak and Floating Net Cage (KJA) in Kelurahan Parit Mayor of Pontianak, that was carried out for 60 days. The expermental design used was a randomized block design (RBD) consisting of 3 groups and each group consisted of 6 treatments. As a treatment is hCG hormone was injected periodically from doses of 0 to 250 IU/kg of fish. Variables observed were Gonad Maturity Level (TKG), Gonado Somatic Index (GSI), Hepato Somatic Index (HSI), fecundity and eggs diameter. The results showed a dose of 150 until 250 IU/kg of fish can reach TKG IV with a greater proportion, a dose of 100 IU/kg of fish can reach TKG III, while the doses below only reach TKG I and II. The average value of HSI in each treatment was 0.74-1.57% and the GSI value is 1.64-4.51% with the highest HSI and GSI achieved at hCG injection with a dose of 150 IU/kg of fish that was with an index value of 1.57% and 4.51% respectively. The average of fish fecundity at hCG hormone doses of 100–150 IU/kg of fish ranged from 11,592–18,059 eggs, with the highest fecundity (18,059 eggs) achieved at the hormone dose of 250 IU/kg of fish. The range of eggs diameter produced after gonad maturation were 0.07–0.37 mm, hCG injection treatments of 150–250 IU/kg generally produces eggs that are 0.24–0.31 mm in size, and the injection dose was 250 IU/kg in part large eggs have a diameter of 0.28–0.31 mm. Water quality during the study was quite supportive for the maturation process of the ovary. Periodic injection of hCG hormone at a dose of 150 IU / kg of fish is the best dose for gonad maturation of kebali fish.
PENGARUH PENAMBAHAN PUPUK ORGANIK CAIR DARI KULIT PISANG KEPOK (Musa paradisiaca forma typica) TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN MAS (Cyprinus carpio) suyatni suyatni; Paryono .; Dewi Putri Lestari
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v9i2.2935

Abstract

ABSTRAK Ikan mas merupakan ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Salah satu kendala dalam kegiatan budidaya adalah ketersediaan pakan alami. Pakan alami adalah pakan yang berasal dari alam berupa plankton dan sebagainya. Keberadaan fitoplankton dalam media pemeliharaan dipicu dan ditingkatkan pertumbuhannya dengan pemupukan (Nainggolan, 2018). Pupuk yang dapat digunakan diantaranya adalah pupuk organik cair dari kulit pisang kepok. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penambahan pupuk organik cair dari kulit pisang kepok terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan mas. Penelitian dilaksanakan tanggal 1-30 Juli 2020 di Kelompok Budidaya Onggong Negara 1 Dusun Beber, Desa Pengenjek, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan yaitu perlakuan kontrol, P1 dengan konsentrasi 1 μl/L air media pemeliharaan, P2 dengan konsentrasi 2 μl/L air media pemeliharaan, P3 dengan konsentrasi 3 μl/L air media pemeliharaan, dan P4 dengan konsentrasi 4 μl/L air media pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan pupuk organik cair dari kulit pisang kepok ke dalam air media pemeliharaan tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan mas. Pupuk organik cair kulit pisang kepok dengan konsentrasi 2 μl/L menunjukkan berat mutlak tertinggi sebesar 1.81 gram dan laju juga menunjukkan tingkat kelangsungan hidup tertinggi sebesar 86.67%. Kata Kunci : Ikan Mas, Kelangsunganhidup, Pertumbuhan, Pupuk Organik Cair.
OOGENESIS PADA SIDAT (Anguilla bicolor bicolor Mc Clelland) HASIL FEMINISASI KOMBINASI HCG, MT DAN ANTI DOPAMIN Abdul Zahri; Moses Tjoanda; Farida .
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v9i2.3051

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis oogenesis sidat hasil feminisasi kombinasi human chorionig gonadotropin (HCG), 17α- metil testosteron (MT) dan anti dopamin (AD). Ekperimen dilakukan selama 10 minggu dengan mererapkan empat perlakuan, yaitu: AD 10 µg.kg–1 (A); MT 3 mg.L–1 (M), kombinasi AD, MT dan HCG 20 IU.kg–1 (AMH) dengan larutan fisiologis NaCl 9 mg.L–1 sebagai kontrol (K). Sidat dipelihara dalam bak beton kapasitas 3.400 L di isi dengan air sebanyak 2000 L, setiap perlakuan diwakili 27 ekor sidat. Salinitas diatur dan dipertahankan pada kisaran 34–35 ppt. Perlakuan diinjeksikan secara intramuskular pada pangkal sirip punggung dengan dosis 1 mL.kg–1. Sidat dengan bobot 200±15 g diberi pakan pelet dengan kadar protein 46% dan lemak 8%. Pakan diberikan secara at satiasi sekali sehari pukul 18:00. Hasil histoanatomi gonad sidat menunjukkan bahwa semua perlakuan pada minggu pertama berkelamin jantan. Pada minggu ke-2 semua sidat yang disampling dari perlakuan AMH telah menjadi betina sedangkan perlakuan M, A dan K tetap sebagai jantan. Histoanatomi gonad jantan setiap perlakuan menunjukkan fase spermatogonia. Perkembangan ovarium dari perlakuan AMH memberikan gambaran lengkap fase oogenesis berkembang hingga fase vitelogenesis akhir. Analisis terhadap oogenesis menunjukkan adanya fase folliculogenesis dan vitelogenesis. Sinergisitas kombinasi hormon HCG, MT dan anti dopamin berpotensi digunakan untuk feminisasi dan merangsang oogenesis hingga fase vitelogenesis akhir, sedangkan MT berpotensi mengalami aromatisasi menjadi estrogen. Kualitas perkembangan ovarium tergambar dari indikator GSI.
IDENTIFIKASI BAKTERI PATOGEN PADA IKAN RINGAU (DATNIOIDES MICROLEPIS) YANG DILALULINTASKAN DI STASIUN KARANTINA IKAN, PENGENDALIAN MUTU DAN KEAMANAN HASIL PERIKANAN PONTIANAK Raudiah .; Eko Prasetio; Farida .; Triadana Sudarto
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v9i2.3066

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri patogen dan mengetahui prevelensi serangan bakteri pada ikan ringau yang dilalulintaskan di Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan. Dalam penelitian ini menggunakan metode survey yaitu pengumpulan data yang dikumpulkan secara observasi, yakni melakukan pengamatan secara langsung terhadap objek yang akan diteliti. Sehingga data-data tentang kejadian atau keadaan yang terjadi berdasarkan atas kenyataan yang ada. Data yang telah dikumpulkan diperkuat dari kutipan pustaka yang berhubungan dengan topik penelitian guna mendapatkan gambaran umum yang diperlukan. Jumlah sampel sebanyak 102 ekor, 55 ekor ikan diantaranya tidak tampak ada tanda-tanda gejala klinis ikan sakit sedangkan 47 ekor ikan lainnya menunjukan gejala klinis eksternal seperti terdapat luka pada punggung dan tubuh ikan, insang berwarna pucat, sirip ekor dan sirip punggung geripis dan bagian internal terdapat hati yang berwarna pucat. Selama masa penelitian ditemukan 5 jenis bakteri diantaranya Aeromonas hydrophila, Plesiomonas shigeliodes, Pseudomonas anguilliseptica, Pasteurella haemolytica dan Chromobacterium violaceum yang menginfeksi ikan ringau yang dilalulintaskan di Stasiun KPIM Pontianak. Tingkat prevelensi bakteri patogen pada ikan ringau infeksi bakteri patogen tertinggi yaitu Aeromonas hydrophila yang terjadi pada musim penghujan dibulan September 2020 dengan tingkat prevalensi 66,67%. Prevalensi infeksi bakteri tertinggi kedua adalah infeksi bakteri Plesiomonas shigelloides dengan tingakt prevalensi sebesar 60% yang terjadi pada dibulan Februari 2021. Bakteri patogen yang mendominasi selama pengamatan yaitu serangan bakteri Plesiomonas shigelliodes dengan tingkat dominasi sebesar 39,21% dan dominasi kedua yaitu bakteri Aeromonas hydrophila dengan tingkat dominasi sebesar 30,39%.
PENENTUAN KUALITAS IKAN ARWANA SUPER RED (SCLEROPAGES FORMOSUS) DENGAN METODE MORFOMETRIK, MERISTIK DAN SKALA WARNA M. Idham Shilman; Suparmin .; Fadly Irmawan
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v9i2.2750

Abstract

Kebutuhan manajemen baku mutu kualitas ikan Arwana (Scleropages formosus) sangat diperlukan namun belum ada standar baku untuk kualitas ikan Arwana (Scleropages formosus). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat standar kualitas ikan hias terutama ikan Arwana Super Red dengan metode morfometrik dan skala warna dari Modified Tocca Colour Finder (M-TCF). Analisis saturasi dilakukan untuk menguraikan warna sisik dalam bentuk intensitas RGB dengan aplikasi bioinformatika dan aplikasi komputasi standar. Data peningkatan skala warna dianalisis secara deskriptif dan nilai peningkatan warna (Δ) dianalisis menggunakan metode statistik non-parametrik dengan Uji Kruskal Wallis (Uji H). Data kelangsungan hidup dan konversi pakan dianalisis menggunakan uji ragam (ANOVA) dengan taraf kepercayaan 95 % dan uji kenormalan liliefors. Kualitas Ikan Arwana diketahui berdasarkan bentuk morfologi (bentuk tubuh) yang meliputi bentuk kepala, bentuk badan, bentuk ekor, dan sirip. Hasil morfometrik meliputi hasil pengukuran tubuh, sisik, sirip, dan jumlah sel kromatofor. Nilai Uji Kenormalan Liliefors bernilai 1 maka dapat dinyatakan bahwa data terdistribusi normal dan merata, pada Uji Ragam p-value bernilai 7,10≥0,05 maka ini bermakna bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara sampel dengan standar. Jumlah sel kromatofor sebagai sel yang mempengaruhi kecerahan warna pada ikan Arwana dengan jumlah sel kromatofor pada sampel 1 sebanyak 184 cfu, sampel 2 sebanyak 156 cfu dan sampel 3 sebanyak 164 cfu. Berdasarkan hasil pengamatan skala warna MTCF (RGB) diperoleh hasil kualitas Ikan Arwana pada Sampel 1 mencapai nilai 14, Sampel 2 mencapai nilai 9, dan Sampel 3 mencapai nilai 12. Kata kunci: Ikan Arwana, Super Red, Standar Kualitas, Mofometrik, Skala Warna MTCF
INDUKSI OVULASI DAN PEMIJAHAN SEMI ALAMI IKAN TENGADAK Barbonymus schwanenfeldii (Bleeker, 1854) SECARA HORMONAL Tuti Puji Lestari; Farida Farida
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10, No 1 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v10i1.3718

Abstract

Ikan tengadak merupakan ikan jenis ikan air tawar yang mempunyai nilai ekonomis tinggi berkisar Rp. 21.000-Rp. 35.000 per ekor akan tetapi mengalami kesulitas dalam pengadaan benih diluar musim pemijahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran serta kombinasi terbaik hormon LHRHa, antidopamin, aromatase inhibitor, oxytocin dan PGF 2α terhadap induksi ovulasi dan pemijahan ikan tengadak. Metode yang digunakan adalah rancangan acak lengkap yang terdiri dari 3 perlakuan dan 4 ulangan, yaitu: P1= LHRHa+AD (LA); P2= AI+oksitosin+LHRHa+AD+PGF2α (AOP); P3= NaCl 0,9% (larutan fisiologis/ LF) dalam setiap ulangan terdiri dari 5 ekor ikan jantan dan 5 ekor ikan betina dengan TKG 4. Ikan uji yang digunakan 120 ekor yang terdiri dari 60 ekor betina dan 60 ekor jantan induk di injeksi dengan dosis 0.5ml/kg ekor. Selama masa pemeliharaan parameter yang diamati berupa jumlah telur yang diovulasikan, fertilisasi, hatcing rate, survival rate, abnormalitas larva, keberhasilan pemijahan ikan tengadak. Hasil penelitian menunjukkan nilai jumlah telur yang diovulasikan tertinggi 7536±1500; fertilisasi 77.30±8.38; hatching rate 79.58±0.64b; survival rate 76.56±2.40b; abnormalitas 7.64±0.99b dan keberhasilan pemijahan terjadi secara semi alami dengan jenis hormone yang digunakan berupa AOP. Kata kunci: Barbonymus schwanenfeldii, hormonal, ovulasi, pemijahan semi alami

Filter by Year

2013 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 2 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11, No 1 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10, No 2 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10, No 1 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 02 (2018): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2015): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan More Issue