cover
Contact Name
Eko Prasetio
Contact Email
ruaya@unmuhpnk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ruaya@unmuhpnk.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
ISSN : 23381833     EISSN : 25413155     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 214 Documents
Application of the Cytochrome-b gene region in Population Study of Striped Snakehead (Channa striata) by Molecular Approach Sapto Andriyono; Muhammad Chaniful Fuadi; Nunuk Dyah Retno Lastuti
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10, No 2 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v10i2.3915

Abstract

Snakehead fish with different geographical differences can have an impact on genetic diversity. DNA barcoding is a system designed to identify a species precisely and accurately by using short and standardized gene regions. This study aims to determine the diversity of snakehead fish populations in four areas in East Java. This study used the Cytochrome b (Cyt b) gene sequence in mitochondrial DNA to determine genetic variation in the wild population of Channa striata. The results of DNA barcodes with Cytochrome c oxidase subunit I (COI) showed that all samples were validly C. striata species (99.84-99.85%), while Cyt-b sequences had percentage identity with the same sequence species ranging from 99.74 to 100%. The phylogenetic tree reconstructed using MEGAX resulted in a separate clade in the sequences from East Java. This strengthens the similarity of the population of C. striata species in the Brantas watershed.
ANALISIS PERBEDAAN “ HANGING RATIO” TERHADAP HASIL TANGKAPAN JARING INSANG DASAR (BOTTOM GILL NET) DI PERAIRAN KUALA PENET LABUHAN MARINGGAI LAMPUNG TIMUR Citra Puspitaningrum; Endang Sri Utami; Titin Liana Febriyanti
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10, No 2 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v10i2.4319

Abstract

Pada sektor perikanan, Labuhan Maringgai merupakan salah satu daerah penghasil rajungan di Indoneisa. Alat tangkap yang digunakan untuk menangkap rajungan adalah jaring insang dasar atau bottom gillnet. Hanging ratio yang berbeda pada pengoperasian alat tangkap bottom gillnet dianggap berpengaruh terhadap hasil tangkapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan respon hasil tangkapan rajungan (Portunus pelagicus) pada penggunaan hanging ratio yang berbeda-beda di perairan Kuala Penet Labuhan Maringgai dan mengetahui hanging ratio yang tepat untuk mengoptimalkan hasil tangkapan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data hasil tangkapan bottom gillnet (kg/setting), ukuran mata jaring sebesar 3,5 inchi dengan hanging ratio yang berbeda-beda, yaitu 0,47; 0,49; 0,54; 0,57; 0,61; 0,63 (6 hanging ratio) dengan 4 kali setting. Metode analisis data yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil dari analisis uji Anova terdapat perbedaan respon hasil tangkapan yang signifikan pada penggunaan keenam hanging ratio. Hanging ratio yang dapat mengoptimalkan hasil tangkapan adalah 0,49, dengan hasil tangkapan yang diperoleh sebesar 38,1 kg.
TOTAL ERITROSIT, HEMATOKRIT DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN SELINCAH (Belontia hasselti) DENGAN PEMBERIAN PAKAN YANG DITAMBAHKAN PROBIOTIK ASAL RAWA Tanbiyaskur Tanbiyaskur; Marini Wijayanti; Madyasta Anggana Rarassari; Retno Cahya Mukti
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10, No 2 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v10i2.4284

Abstract

Ikan selincah (Belontia hasselti) merupakan salah satu jenis ikan yang memiliki potensi dikembangkan menjadi komoditas budidaya. Tantangan dalam kegiatan budidaya ikan selincah adalah masih rendahnya kelangsungan hidup ikan ketika dipelihara pada lingkungan budidaya. Pemberian bakteri kandidat probiotik asal rawa merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan kelangsungan hidup dan performa kesehatan ikan selincah. Tujuan dari penelitian ini yaitu melihat pengaruh penambahan kandidat probiotik bakteri asal rawa yang ditambahkan pada pakan dalam meningkatkan kelangsungan hidup dan performa kesehatan ikan selincah. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari P0 (kontrol), P1 (Bacillus sp. (106 CFU.ml-1) 7,5 ml.kg-1 pakan dan Streptomyces sp. (106 CFU.ml-1) 2,5 ml.kg-1 pakan), P2 (Bacillus sp. (106 CFU.ml-1) 2,5 ml.kg-1 pakan dan Streptomyces sp. (106 CFU.ml-1) 7,5 ml.kg-1 pakan), P3 (Bacillus sp. (106 CFU.ml-1) 5 ml.kg-1 pakan dan Streptomyces sp. (106 CFU.ml-1) 5 ml.kg-1 pakan). Parameter yang diukur adalah kelangsungan hidup, total eritrosit dan hematokrit yang diuji dengan menggunakan analisis ragam (ANSIRA) pada kepercayaan 95%. Kualitas air yang diperoleh dibahas secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P3 menghasilkan nilai eritrosit tertinggi 8,62 ± 0,728 (106 sel mm-3), kadar hematokrit 38,73 ± 1,241 % , dan kelangsungan hidup 100%. Kata kunci : Bakteri, Ikan Selincah, Probiotik
PROPORSI KELAMIN JANTAN IKAN GUPPY (Poecilia reticulate) DENGAN PERENDAMAN EKSTRAK BATANG PASAK BUMI (Eurycoma longifolia) Zaura Naisya; Eko Dewantoro; Tuti Puji Lestari
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10, No 2 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v10i2.4517

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh ekstrak pasak bumi terhadap proporsi jantanisasi ikan guppy dan menentukan kosentrasi ekstrak batang pasak bumi yang terbaik untuk menghasilkan ikan guppy jantan. Metode dilakukan menggunakan larva ikan guppy yang baru menetas berumur 5 hari. Pembuatan ekstrak pasak bumi dengan methode maserasi, pembuatan ekstrak dilakukan dengan merendam 500 gram serbuk ke dalam etanol (96%) sebanyak 3.2 liter diaduk dengan stirer selama 3 jam kemudian didiamkan selama 24 jam. Filtrat diuapkan dengan rotary evaporator dengan suhu 60°C sampai diperoleh ekstrak kental. Proses ekstraksi dilakukan kurang lebih sebanyak 1 kali. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 5 perlakuan 3 ulangan. Perendaman pasak bumi diberikan selama 24 jam dengan dosis berbeda, pemeliharaan setelah perendaman selama ±60 hari. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa persentase ikan guppy jantan perlakuan berkisar antara 73,02%-96.80%, persentase ikan guppy betina berkisar antara 9,58%-24,84%, dan persentase ikan guppy interseks berkisar antara 0,00%-4,41%. Kosentrasi terbaik ekstrak batang pasak bumi adalah 80 mg/L dengan nilai tertinggi 96.80% pada perlakuan E. Kata Kunci: ekstrak pasak bumi, jantan, nisbah kelamin, perendaman.
HUBUNGAN PANJANG BERAT DAN FAKTOR KONDISI UDANG AIR TAWAR Macrobranchium lanchesteri DI SUNGAI ULU NGARAK KABUPATEN LANDAK KALIMANTAN BARAT Yeni Hurriyani; Achmad Mulyadi; Bambang Kurniadi; Lona Atika Tarigan
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10, No 2 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v10i2.4453

Abstract

Udang air tawar Macrobranchium lanchesteri merupakan salah satu spesies udang yang ditemukan di Sungai Ulu Ngarak, Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan panjang-berat dan faktor kondisi udang M. lanchesteri di perairan Sungai Ulu Ngarak. Penelitian dilakukan dari bulan September-November 2021 pada tiga stasiun di Sungai Ulu Ngarak menggunakan metode survei. Hasil penelitian didapatkan 161 individu udang yang terdiri dari 61 individu udang jantan dan 100 individu udang betina. Panjang dan berat setiap sampel diukur dan diperoleh data rata-rata panjang M. lanchesteri (♂) adalah 45,62±5,21 mm dengan rata-rata berat 562,30±188,72 mg. sedangkan rata-rata panjang M. lanchesteri (♀) yang terukur adalah 51,31±4,75 mm dengan rata-rata berat individu adalah 845,60±245,28 mg. Secara keseluruhan rata-rata panjang dan berat M. lanchesteri yang terukur adalah 49,16±5,64 mm dan 738,26±263,80 mg. Hasil analisis regresi panjang-berat menunjukkan nilai slope (b) untuk M. lanchesteri (♂) dan M. lanchesteri (♀) masing-masing adalah 2,3 dan 1,7, sementara nilai b untuk keseluruhan invidu adalah 2,4. Nilai b yang didapatkan kurang dari 3 yang berarti pola pertumbuhan M. lanchesteri baik jantan, betina dan keselurahannya bersifat allometrik negatif. Selanjutnya, hasil perhitungan faktor kondisi (K) menunjukkan nilai K pada M. lanchesteri baik jantan, betina dan keseluruhan adalah 1 yang berarti udang berada dalam kondisi ideal rata-rata populasi
PENGARUH PENAMBAHAN SUPLEMEN VITERNA PLUS DENGAN KADAR YANG BERBEDA PADA PAKAN TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN JELAWAT (Leptobarbus hoeveni) Yoga Susilo; Rachimi Rachimi; Farida Farida
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10, No 2 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v10i2.4518

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan suplemen viterna plus dengan kadar yang berbeda pada pakan terhadap laju pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan jelawat. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Basah, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas muhammadiyah yang berada di Jln. Trans Kalimantan, Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya selama ± 2 bulan terdiri dari 10 hari persiapan alat dan bahan penelitian serta 45 hari penelitian. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) non faktorial yang terdiri atas 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Taraf perlakuan dari penelitian ini adalah A (pakan tanpa penambahan viterna), B (penambahan viterna 10 ml/kg pakan), C (penambahan viterna 15 ml/kg pakan) dan D (penambahan viterna 20 ml/kg pakan). Variabel pengamatan yang diukur meliputi laju pertumbuhan spesifik, efisiensi pakan, retensi protein tubuh ikan, retensi lemak tubuh ikan dan kelangsungan hidup. Pertumbuhan benih ikan jelawat yang terbaik pada perlakuan D sebesar 3,56 ± 0,09c dan terendah pada perlakuan A sebesar 2,76 ± 0,23a. Efesiensi pakan terbaik pada perlakuan D sebesar 74,86% ± 3,71c. Kisaran kualitas air yang diamati selama penelitian yaitu suhu berkisar antara 28-29 ˚C, oksigen terlarut berkisar antara 7,1-8,2 mg/L, kisaran pH antara 6,7-7,3, dan amonia 0,5. Kata kunci : Suplemen Viterna, Ikan Jelawat, Pertumbuhan
PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK KULIT ARI KELAPA FERMENTASI DALAM PAKAN TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Eka Royani; Kiki Haetami; Achmad Rizal; Rita Rostika
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10, No 2 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v10i2.4148

Abstract

Keseimbangan energy-protein memeiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan nutrisi ikan dan meningkatkan performa pertumbuhan ikan. Limbah kulit ari kelapa memiliki potensi sebagai sumber lemak yang dapat digunakan sebagai suplemen pakan ikan. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh minyak kulit ari kelapa terhadap laju pertumbuhan spesifik (SGR) dan tingkat kelangsungan hidup (SR) ikan nila (Oreochromis niloticus). Empat pakan dengan tingkat sumber lemak yang berbeda yang diformulasikan dengan menambahkan minyak kulit ari kelapa pada pakan ikan komersial pada level 0%, 2%, 4%, dan 6% selama 35 hari. Laju pertumbuhan spesifik (SGR) tertinggi yang diamati pada ikan didapatkan pada ikan yang diberi minyak kelapa pada tingkat 2% dan 4% dibandingkan perlakuan yang lainnya (P 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak kelapa sebanyak 2% merupakan level yang direkomendasikan sebagai suplemen pada pakan ikan nila yang ditunjukan dengan laju pertumbuhan spesifik yang baik.
LAMA WAKTU TRANSPORTASI MENGGUNAKAN SISTEM TERTUTUP TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN TENGADAK (Barbonymus schwanenfeldii) Agung Adi Wibowo; Hastiadi Hasan; Farida Farida
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10, No 2 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v10i2.4519

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh lama waktu transportasi yang terbaik menggunakan sistem tertutup terhadap kelangsungan hidup benih ikan tengadak. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Basah (Wet lab) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muhammadiyah Pontianak yang terletak di Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan suatu rancangan percobaan berupa Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan yaitu perlakuan A (Transportasi 10 jam), B (Transportasi 12 jam), C (Transportasi 14 jam), dan D (Transportasi 16 jam). Hasil dari pengamatan menunjukan Pesentase Kelangsungan Hidup terendah terdapat pada perlakuan transportasi 16 Jam (D) dengan nilai 94,67% sedangkan persentase Kelangsungan Hidup yang tertinggi terdapat pada perlakuan transportasi 10 Jam (A) dengan nilai 99,33%. Penggunaan lama waktu transportasi benih ikan tengadak (Barbonymus Schwanenfeldii) masih dimungkinkan untuk digunakan transportasi selama 14 jam dengan tingkat kelangsungan hidup sebesar 96 % selama transportasi serta 97,19 % pasca transportasi. Kematian ikan terjadi karena adanya faktor ruang gerak ikan yang sempit sehingga dapat memberikan pengaruh tekanan pada ikan yang dapat mengakibatkan daya tahan tubuh menjadi menurun sehingga menimbulkan stres dan bahkan dapat menimbulkan kematian.
PENGARUH PREBIOTIK BERBASIS LIMBAH UDANG DALAM PAKAN BUATAN UNTUK MEMACU PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN NILA MERAH (Oreochromis niloticus) Dewi Intan Permatasari; Kiki Haetami; Ine Maulina; Roffi Grandiosa; Abun Abun
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10, No 2 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v10i2.4228

Abstract

Produksi budidaya benih ikan nila merah dipengaruhi ketersediaan pakan yang disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi benih ikan nila merah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari prebiotik berbasis limbah udang dan menentukan dosis optimum sebagai bahan tambahan dalam formulasi pakan buatan untuk meningkatkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan nila merah (Oreochromis niloticus). Penelitian ini dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan 4 ulangan. Percobaan pemberian pakan dengan penambahan prebiotik berbasis limbah udang meliputi A (0%), B (1%), C (2%), dan D (3%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pemberian prebiotik berbasis limbah udang pada pakan buatan berpengaruh sangat nyata terhadap laju pertumbuhan harian namun tidak berpengaruh signifikan terhadap kelangsungan hidup benih ikan nila merah. Perlakuan C dengan penambahan prebiotik berbasis limbah udang dosis (2%) 2g/100 gram pakan memberikan hasil tertinggi dengan peningkatan laju pertumbuhan harian dengan sebesar 1,23% dan nilai kelangsungan hidup benih ikan nila merah menjadi 92,5%
STRUKTUR KOMUNITAS IKAN DEMERSAL YANG TERTANGKAP JARING INSANG DI LAUT ARAFURA DISTRIK WAAN KABUPATEN MERAUKE, PAPUA Norce Mote; Ervin Indrayani
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11, No 1 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v11i1.4728

Abstract

Laut Arafura memiliki potensi sumberdaya ikan yang sangan menjanjikan. Penelitian ini bertujuan untuk mangkaji struktur komunitas ikan demersal yang tertangkap menggunakan jarring insang di laut Arafura distrik Waan kabupaten Merauke. Penelitian dilakukan selama satu bulan, yaitu Maret 2020, dengan menggunakan metode survei. Pengambilan sampel ikan menggunakan jaring insang ukuran 3,4 inchi dan jaring tasi ukuran 7 inci. Secara teknis jaring ditebar hanyut selama dua kali dan selang 1 jam diperiksa. Adapaun analisis data adalah kekayaan jenis, kelimpahan jenis, kelimpahan relatif dan frekuensi keterdapatan. Hasil diperoleh adalah ditemukan Ditemukan 17 spesies ikan yang terdiri dari lima Ordo, 10 famili. Ordo yang paling banyak tertangkap adalah Perciformes. Spesies yang paling melimpah adalah Arius talasinus dan spesies yang jarang adalah Zabidius sp. dan Datniodes campbelli. Kelimpahan relatif tertinggi adalah spesies Rhizoprionodo taylori dan yang terendah adalah Zabidius sp. dan Datniodes campbelli. Terdapat 14 spesies yang memiliki daerah penyebaran yang luas yakni Lates calcalifer, Eleutheronema tetradactylum, Polydactylus plebejus, Nibea squamosa Otolithes ruber, Nibea saldado, Johnius australis, Kurtus gulliveri, Arius spp., Arius talasinus, Osteogeneiosus sp., Plototus canus, Rhinoprenes pentanemus, Harpodon nehereus, satu spesies memiliki daerah penyebaran sedang yakni Rhizoprionodo taylori dan dua spesies memiliki daerah penyeberan yang terbatas yakni Datnioides campbelli dan Zabidius sp. Kata Kunci: Demersal; Komunitas ikan; Laut Arafura; Merauke

Filter by Year

2013 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 2 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11, No 1 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10, No 2 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10, No 1 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 02 (2018): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2015): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan More Issue