cover
Contact Name
Suwarsi
Contact Email
jk_respati_jogja@respati.ac.id
Phone
+62274-4437888
Journal Mail Official
jk_respati_jogja@respati.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Tajem KM. 1,5, Maguwoharjo, Depok, Kenayan, Wedomartani, Kec. Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55282
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta
ISSN : 20888872     EISSN : 25412728     DOI : 10.35842/jkry
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta (p-ISSN: 2088-8872; e-ISSN:2541-2728 http://nursingjurnal.respati.ac.id/) adalah peer-reviewed journal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah dari berbagai disiplin ilmu keperawatan. Artikel-artikel yang dipublikasikan di Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta meliputi hasil-hasil penelitian ilmiah asli (prioritas utama), artikel ulasan ilmiah yang bersifat baru (tidak prioritas), atau komentar atau kritik terhadap tulisan yang ada di Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta. Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta diterbitkan oleh Progam Studi S1 Ilmu Keperawatan & Profesi Ners, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Respati Yogyakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 439 Documents
Peningkatan Pengetahuan Lansia Mengenai Osteoporosis Melalui Pemberian Pendidikan Kesehatan Dengan Media Audio Visul Di Desa Karangbendo Bantul Yogyakarta Fajarina Lathu Asmarani
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 6 No 1 (2019): JANUARY 2019
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jkry.v6i1.261

Abstract

Kejadian osteoporosis pada lansia dapat dicegah melalui perilaku hidup sehat. Perilaku hidup sehat didukung oleh pengetahuan. Salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan lansia adalah melalui penyuluhan kesehatan audio-visual. Kelebihan pendidikan kesehatan audio visual adalah membuat cara  berkomunikasi menjadi efektif, terjangkau, dan materi menarik perhatian serta mudah untuk dipahami. Hal ini akan lebih memudahkan pemberian informasi kepeda lansia mengingat lansia mengalami penurun pada kognitif, penglihatan dan pendengaran. Di Desa Karangbendo selama ini belum pernah dilakukan penyuluhan kepada lansia dengan topik osteoporosis. Tujuan penelitian ini untuk membuktikan secara ilmiah peningkatan pengetahuan lansia mengenai osteoporosis melalui pemberian pendidikan kesehatan dengan media audio visul di desa karangbendo bantul Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah  quasi experimental dengan rancangan one group pre and posttest. Total sampling dengan 42 lansia. Analisa data menggunakan paired sample t-test. Membandingkan pengetahuan lansia menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah diberikan satu kali pendidikan kesehatan audiovisual. Hasil Penelitian menunjukkan rerata pengetahuan sebelum diberikan pendidikan kesehatan sebesar 65.60 dan sesudah diberikan pendidikan menjadi 74.17 dengan nilai signifikasi 0.001 (P<0.05). Kesimpulannya ada peningkatan pengetahuan lansia mengenai osteoporosis melalui pemberian pendidikan kesehatan dengan media audio visul di desa karangbendo bantul yogyakarta.
OVERVIEW OF THE COPING MECHANISM OF NURSES IN HANDLING PATIENTS CONFIRMED POSITIVE FOR COVID-19 AT WALUYO JATI KRAKSAAN HOSPITAL PROBOLINGGO Ilzam Suji Ajikumoro; Erti Ikhtiarini Dewi; Fitrio Deviantony
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 10 No 1 (2023): JANUARY 2023
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jkry.v10i01.673

Abstract

During the COVID-19 pandemic, given that nurses are on the front line, maintaining mental health in this COVID-19 pandemic situation can be difficult in terms of anxiety, reducing the risk of depression or burnout. This research is essential to study. They can find out the problems experienced by nurses in dealing with Covid-19 patients and add a form of vigilance in the event of a pandemic again because the virus always mutates. This research includes several indicators, namely problem focus coping, and emotion focus coping. This study aims to describe the coping mechanisms of nurses in handling patients confirmed positive for COVID-19 at the General Hospital. This type of research is descriptive quantitative analytic using a total sampling technique with the sample population in this study being 56 nurses. This study uses zoom media and googles forms with a questionnaire on Coping Mechanisms for Nurses in Handling Covid-19 Patients from Liliek & Hery, (2021). The results obtained from the analysis of the description of the coping mechanisms of nurses in handling patients confirmed positive for COVID-19 mostly have the categories of adaptive coping mechanisms (64%), and maladaptive (36%). This shows that the nurse's coping mechanism in handling patients confirmed positive for COVID-19 is still not optimal, because nurses are not fully categorized into adaptive coping mechanisms. For health agencies, it is necessary to carry out routine activities that physically can support nurses and other health workers, namely counseling and physical activities such as sports, refreshing, relaxing, and spiritual techniques.
Pandangan Pengobat Tradisional Terhadap Gangguan Jiwa: A Literature Review Muhammad Chaidar Baharta; Shanti Wardaningsih
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 6 No 2 (2019): MAY 2019
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jkry.v6i2.307

Abstract

Dewasa kini, banyak perdebatan tentang kesehatan mental secara global yang semakin membutuhkan dan mempertimbangkan kolaborasi antara pengobatan berbasis biomedik dan tradisional. Meskipun pada saat ini tidak banyak penelitian yang menuliskan variable yang akan mempengaruhi kolaborasi tersebut. Tujuan dari literature review ini adalah untuk menganalisa hasil penelitian terkait pengaruh pengobatan tradisional terhadap pasien dengan gangguan mental.Penulisan jurnal ini menggunakan pendekatan studi literature dari beberapa database, yaitu PubMed, Clinical key dan google scholar. Secara total, literature review terdiri dari 5 jurnal; 5 penelitian melaporkan hasil yang efektif terkait kolaborasi antara pengobat tradisional dan pengobatan medis dalam menangani pasien dengan gangguan mental. Berdasarkan penelitian ini bahwa, pengobat tradisional bisa dijadikan referensi pengobatan bagi pasien dengan gangguan mental. Kolaborasi antara praktisi kesehatan dan tradisional dapat memberikan pengobatan yang lebih konverhensif dan efektif, meningkatkan akses perawatan dan berpotensi mengurangi beban penyakit mental yang dialami oleh pasien.
SELF EFFICACY OF ADOLESCENT AVOID FREE SEX THROUGH FAMILY INVOLVEMENT AND PEER GROUP INTERACTION Sang Ayu Made Adyani; Putri Zalfa
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 10 No 1 (2023): JANUARY 2023
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jkry.v10i01.704

Abstract

Adolescent experience various kinds of changes, including experiencing sexual maturity which encourages them to engage in risky sexual behaviour. Self-efficacy for adolecents can help them in preventing and avoiding free sex. The research design use a quantitative through cross sectional analytical descriptive approach. The population in this study were high school students with a sample of 223 respondents. The results of the chi square statistical test obtained p = 0.000. It can be concluded that there is a relationship between family involvement and self-efficacy away from free sex; and there is a relationship between peer interaction with self-efficacy away from free sex. Teenagers are expected to increase self-efficacy to stay away from free sex behavior and can choose positive groups in interacting.
Efek Sitotoksik Madu Dan Silver Dressing Terhadap Sel Fibroblas Dalam Media Tinggi Glukosa: Studi In Vitro Januar Rizqi; Denny Agustiningsih; Dwi Aris Agung; Nur Arfian
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 6 No 2 (2019): MAY 2019
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jkry.v6i2.316

Abstract

Penyembuhan luka diabetes merupakan proses yang unik dan kompleks. Sejumlah dressing dikembangkan untuk mengetahui manfaat yang diharapkan meningkatkatkan proses penyembuhan. Penelitian in vivo maupun in vitro madu dan silver menunjukan hasil yang berbeda. Diperlukan penelitian lebih lanjut aktifitas sitotoksik madu dan silver terhadap sel fibroblas dalam media tinggi glukosa. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui apakah madu dan silver bersifat sitotoksik terhadap sel fibroblast dalam media tinggi glukosa. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimental  dengan post test only desain. Kultur sel fibroblast di uji sitotoksik dengan meggunakan metode MTT Assay secara in vitro. Kelompok penelitian dibagi menjadi  kelompok madu dengan konsentrasi 6%, 3% 1.5% dan kelompok Silver. Silver memiliki efek sitotoksik terhadap sel fibroblas dengan nilai penghambatan sebesar 100%. Madu dengan konsentrasi 6% dan 3% memiliki nilai penghambatan lebih dari 50%. Madu konsentrasi 1,5% menujukan proses penghambatan kurang dari 50% dan meningkatkan proses priliferasi sel fibroblas dalam media tinggi glukosa. Madu memiliki aktifitas sitotoksik yang lemah terhadap sel fibroblas dan dapat meningkatkan proliferasi sel, sedangkan silver memiliki aktifitas sitotoksik yang kuat terhadap sel fibroblast.
PENGARUH TERAPI WARNA TERHADAP TINGKAT STRES LANSIA DI BPSTW PROVINSI DIY UNIT BUDI LUHUR KASIHAN BANTUL Ni Wayan Yeni Pratiwi; Induniasih Induniasih; Fajarina Lathu Asmarani
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 3 No 2 (2016): SEPTEMBER 2016
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jkry.v3i2.20

Abstract

Lansia mengalami beberapa kemunduran sitem tubuh. Perubahan psikologis berpengaruh terhadap perubahan kognitif lansia, gangguan kecemasan dan stres hal yang paling sering dialami lansia. Penderita gangguan kesehatan mental mencapai 12,5 % pada usia 75 tahun keatas, angka kejadian perempuan lebih tinggi 8,9 % dibandingkan laki-laki 5,0%. Hasil studi studi pendahuluan yang dilakukan peneliti di BPSTW Unit Budi Luhur Kasihan Bantul, 4 dari 6 lansia mengalami stres. Terapi warna merupakan terapi komplementer yang memberi efek relaksasi dan berepengaruh terhadap kerja saraf simpatik dan parasimpatik..Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh terapi warna terhadap tingkat stres lansia. Penelitian ini menggunakan metode pre test and post test nonequivalent control group design. Jumlah sampel 36 responden yang dibagi menjadi 2 kelompok, 18 responden sebagai kelompok kontrol dan 18 responden sebagai kelompok intervensi. Derajat stres diukur dengan menggunakan DASS 42. Penelitian dilakukan selama 7 hari berturut –turut, data pretest diambil  sebelum terapi warna pada hari pertama dan data posttest setelah dilakukan terapi warna pada hari ke 7.Hasil uji statistik dengan menggunakan wilxocon pada kelompok kontrol didapatkan nilai P value = 0,291 tidak ada perbedaan tingkat stres lansia. Hasil uji statistik dengan menggunakan T–Test–Paired pada kelompok intervensi didapatkan nilai p value =0,000 ada perbedaan tingkat stres lansia. Hasil uji statistik dengan menggunakan T-test independent pada uji post test kedua kelompok didapatkan nilai P value =0,000 (p value<0,05) maka ada perbedan tingkat stres lansia antara kelompok kontrol dan intervensi. Kesimpulan pada penelitian ini ada pengaruh terapi warna terhadap penurunan tingkat stres lansia. Kata Kunci : Lansia, Terapi Warna, Tingkat Stres
Survei Kejadian Hipertensi dan Kesehatan Ginjal pada Lansia di Dusun Bagongan, Desa Tolokan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang Petra Hartince Yopo; Treesia Sujan
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 6 No 3 (2019): SEPTEMBER 2019
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jkry.v6i3.378

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu faktor yang berkontribusi pada penurunan fungsi ginjal. Penelitian ini untuk mengetahui kesehatan ginjal dan angka kejadian hipertensi di Dusun Tolokan, Desa Bagongan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Penelitian ini mengguakan pendekatan kuantitatif deskriptif, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah lansia (berusia 60 tahun keatas). Metode pengambilan data menggunakan beberapa instrument penelitian untuk mengukur tekanan darah, denyut nadi, serta mengetahui kadar glukosa, protein dan pH urin. Analisis terhadap fungsi ginjal dilakukan dengan menghitung keseimbangan cairan melalui analisa kebutuhan cairan dan intake output selain itu, kesehatan ginjal juga akan dilihat melalui kadar pH, protein dan glukosa yang terdapat pada urine responden. Hasil penelitian ini menunjukan angka kejadian hipertensi di Dusun Tolokan, Desa Bagongan Kecamatan Gertasan, Kabupaten Semarang dari 44 responden terdapat 18 responden dengan Hipertensi tipe 1 dan 12 responden dengan Hipertensi tipe 2. Analisis kesehatan ginjal pada lansia dengan Hipertensi tipe 1 dan 2 di Desa Bagongan mendapatkan hasil bahwa terdapat 1 responden dengan pH >8, 2 responden dengan urin yang positif mengandung glukosa serta 3 responden dengan kadar protein >10mg/dL3. Berdasarkan hasil yang telah didapat, diharapkan dapat menjadi pertimbangan bagi tenaga kesehatan yang ada di Desa Tolokan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap lansia yang ada di Dusun Bagongan untuk mengetahui kesehatan ginjalnya.
HUBUNGAN USIA MENARCHE DAN PARITAS TERHADAP USIA MENOPAUSE PADA WANITA DI RW 28 DUSUN PANJEN WEDOMERTANI NGEMPLAK SLEMAN YOGYAKARTA Oktaviana Chelly Soro; Melania Wahyuningsih; Anita Liliana
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 4 No 1 (2017): JANUARY 2017
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jkry.v4i1.70

Abstract

Menarche adalah  pertanda adanya suatu perubahan status sosial dari anak- anak ke dewasa. Paritas adalah jumlah kehamilan yang berakhir dengan kelahiran atau bayi mampu bertahan hidup di luar rahim (28 minggu). Menopause adalah penurunan fungsi indung telur dan hormon estorgen, sehingga terhentinya menstruasi. Hasil studi pendahuluan didapatkan 6 dari 10 orang diantaranya usia menarche 14 tahun dan masing-masing mempunyai 6 orang anak dan tidak menstruasi di usia 45 tahun, dan 4 diantaranya usia menarche 15 tahun dengan masing-masing mempunyai anak 2 orang dan tidak menstruasi di usia 50 tahun. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara usia menarche dengan usia menopause, dan hubungan jumlah paritas dan usia menopause. Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif Analitik dengan metode Cross Sectional.  Data diambil dengan teknik accidental sampling, sampel penelitian ini adalah wanita Menopause sebanyak 35 responden. Data diolah dan dianalisis dengan analisis Spearman Rrank dengan 0,05. Usia menarche sebanyak 33 ( 94,3%) dalam kategori normal. Jumlah paritas sebanyak 21 (60,0%) kategori multipara. Usia menopause sebanyak 29 (82,9%) kategori normal. Hasil pengujian didapatkan nilai sig usia menarche dan usia menopause yaitu 1,000 > (0,05) dan jumlah paritas dan usia menopause nilai sign 0,018< (0,05), dari hasil tersebut tidak ada hubungan yang bermakna antara usia menarche dan usia menopause, tetapi ada hubungan yang bermakna antara jumlah paritas dan usia menopause. Tidak ada hubungan yang bermakna antara usia menarche dengan usia menopause, tetapi ada hubungan yang bermakna antara jumlah paritas dengan usia menopause pada Wanita  Kata Kunci : Menarche, Jumlah Paritas dan Menopause
Characteristic of Reproductive Age Women Living With HIV/AIDS in Victory Plus Foundation, Yogyakarta, Indonesia Dwi Kartika Rukmi; Ike Wuri Winahyu Sari; Afi Lutfiyati
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 7 No 2 (2020): MAY 2020
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jkry.v7i2.467

Abstract

Around 50% of people living with HIV/AIDS worldwide are women, and women of reproductive age are the group of women who are most infected by HIV/AIDS. Indonesia is a country that has increased the number of people with HIV/AIDS up to three folded since 2009-2014 and the number of women infected with HIV/AIDS also continues to increase. This study aims to look at the characteristics of women living with HIV / AIDS (WLWHA) in Victory Plus who are of reproductive age. This study is descriptive research with a cross-sectional approach that was conducted on 288 women with HIV / AIDS taken by purposive sampling who met the inclusion criteria in Victory Plus Foundation, Yogyakarta. Data were taken by questionnaire in March – June 2019 and processed by univariate analysis according to the data. The results showed that respondents 100% underwent ART, they are 35.42 ± 6.91 years old, suffered HIV for 4.06± 3.21 years, and have a length of ART duration for 3.74±3.11 years. Most of WLWHA are Muslims (89,9%), Javanese (94,4%), married women (52,8%), senior high school educated (46,5%), housewives (68,8%), have living children (80,6%), have no child with HIV(87,5%), adherence on ART(85,4%), have steady sex partner (75,3%), disclosed their HIV status to their sexual partner (50,7%), disclosed their HIV status to others (50,7%), and having better health perception (73,3%). The conclusion that the characteristics of respondents are mostly Muslim, have a high school education background, work as a housewife, are married, have live children, have no children with HIV, are on ART, open to sexual partners, open to other than sexual partners and have improved health perception.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MELALUI MEDIA VIDEO TERHADAP PENGETAHUAN BAHAYA NAPZA PADA REMAJA KELAS X MAN MAGUWOHARJO YOGYAKARTA Fuad Setiyaji; Christin Wiyani; Suwarsi Suwarsi
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 4 No 2 (2017): MAY 2017
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jkry.v4i2.114

Abstract

Lingkungan yang kurang baik bisa menimbulkan perilaku yang kurang baik seperti penyalahgunaan NAPZA pada remaja. Berdasarkan studi pendahuluan yang di lakukan di MAN Maguwoharjo Yogyakarta terhadap 10 remaja di dapatkan 6 remaja kurang mengetahui tentang NAPZA dan 4 remaja cukup mengetahui tentang NAPZA. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan remaja tentang bahaya NAPZA melalui media video terhadap  pengetahuan remaja kelas X MAN Maguwoharjo, Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah pra-eksperimen dengan rancangan penelitian one group pretest postest. Sampel berjumlah 66 responden diambil menggunakan proporsional random sampling, data penelitian dianalisis menggunakan uji statistik Willcoxon. penelitian ini di lakukan di MAN Maguwoharjo Yogyakarta pada tanggal 10 Juni 2016, populasi dalam penelitian ini yaitu remaja kelas X MAN Maguwoharjo dengan usia 14-17 tahun. Pengetahuan sebelum pendidikan kesehatan rata-rata adalah 10,02 mengalami kenaikan sesudah di berikan pendidikan kesehatan menjadi 11,44 dengan nilai signifikansi variabel pengetahuan 0,000 (P value <0,1). Ada pengaruh yang signifikan antara pendidikan kesehatan memalui media video terhadap perubahan pengetahuan bahaya NAPZA pada remaja kelas X Man Maguwoharjo, Yogyakarta.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 1 (2025): January 2025 Vol 10 No 3 (2023): SEPTEMBER 2023 Vol 10 No 2 (2023): MAY 2023 Vol 10 No 1 (2023): JANUARY 2023 Vol 9 No 3 (2022): SEPTEMBER 2022 Vol 9 No 2 (2022): MAY 2022 Vol 9 No 1 (2022): JANUARI 2022 Vol 9 No 1 (2022): JANUARY 2022 Vol 8 No 3 (2021): SEPTEMBER 2021 Vol 8 No 2 (2021): MAY 2021 Vol 8 No 1 (2021): JANUARY 2021 Vol 8 No 1 (2021): JANUARI 2021 Vol 7 No 3 (2020): SEPTEMBER 2020 Vol 7 No 2 (2020): MAY 2020 Vol 7 No 2 (2020): MEI 2020 Vol 7, No 2 (2020): MEI 2020 Vol 7 No 1 (2020): Januari 2020 Vol 7, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 7 No 1 (2020): JANUARY 2020 Vol 6 No 3 (2019): SEPTEMBER 2019 Vol 6, No 3 (2019): September 2019 Vol 6, No 2 (2019): Mei 2019 Vol 6 No 2 (2019): MAY 2019 Vol 6, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 6 No 1 (2019): JANUARY 2019 Vol 5, No 3 (2018): September 2018 Vol 5 No 3 (2018): SEPTEMBER 2018 Vol 5, No 2 (2018): MEI 2018 Vol 5 No 2 (2018): MEY 2018 Vol 5, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 5, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 5 No 1 (2018): JANUARY 2018 Vol 5 (2018): FEBRUARI 2018 Vol 4, No 3 (2017): September 2017 Vol 4 No 3 (2017): SEPTEMBER 2017 Vol 4, No 2 (2017): Mei 2017 Vol 4 No 2 (2017): MAY 2017 Vol 4, No 2 (2017): Mei 2017 Vol 4 No 1 (2017): JANUARY 2017 Vol 4, No 1 (2017): Januari 2017 Vol 3 No 2 (2016): SEPTEMBER 2016 Vol 3, No 2 (2016): September 2016 Vol 3, No 1 (2016): Maret 2016 Vol 3 No 1 (2016): MARCH 2016 Vol 3, No 1 (2016): Maret 2016 Vol 2, No 2 (2015): September 2015 Vol 2 No 2 (2015): SEPTEMBER 2015 Vol 2 No 1 (2015): MARCH 2015 Vol 2, No 1 (2015): Maret 2015 Vol 2 No 4 (2014): MAY 2014 Vol 2, No 4 (2014): Mei 2014 More Issue